Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Volume. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 01-08 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha Di Pasar Tradisional (Studi Kasus Pada Pasar Tradisional Di Kota Kupan. Jeanet Putri Shintya Nubatonis Universitas Nusa Cendana Email: jenetnubatonis25@gmail. Fransina W. Ballo Universitas Nusa Cendana Email: fransinaballo@staf. Novi Theresia Kiak Universitas Nusa Cendana Email: novi. kiak@staf. Jl. Adisucpto Penfui,Kupang. Nusa Tenggara Timur Abstract: In the development of financial technology, many payment system innovations have emerged, one of which is the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS). This research aims to determine the implementation of QRIS for business actors in the Kupang City Traditional Market. This research uses a qualitative approach, with data collection methods conducting interviews, observation, documentation. The results of this research show that the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) is an electronic payment tool to make it easier for people to carry out transactions. Through QRIS, people can feel the ease of making transactions anytime and anywhere, even outside bank operational hours. However, in its implementation there are several obstacles, namely a weak internet connection so that the transaction process carried out by traders is hampered, the cellphones owned by traders are not yet sophisticated so they cannot make transactions, lack of knowledge and a 0. 3% deduction from the transaction value. Keywords: Implementation. QRIS. Businessmen Abstrak: Perkembangan Teknologi Finansial, telah banyak inovasi sistem pembayaran yang bermunculan salah satunya adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi QRIS untuk pelaku usaha di Pasar Tradisional kota Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data melakukan wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah alat pembayaran elektronik untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi, melalui QRIS masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam bertransaksi kapan saja dan dimana saja bahkan di luar jam operasional bank. Namun dalam pelaksanaanya terdapat beberapa kendala yaitu koneksi internet yang lemah sehingga proses transaksi yang dilakukan oleh pedagang terhambat, handphone yang dimiliki pedagang belum canggih sehingga tidak bisa bertransaksi, kurangnya pengetahuan serta adanya potongan 0,3% dari nilai transaksi. Kata kunci: Implementasi. QRIS. Pelaku Usaha PENDHULUAN Alat pembayaran merupakan fasilitas yang digunakan dalam kegiatan bertransaksi. Alat ini dapat berbentuk tunai dan ada pula yang non tunai. Seiring berjalannya waktu bentuk alat pembayaran ini juga turut berkembang. Namun, fungsi alat pembayaran ini tidak mengalami perubahan yaitu nilai transaksi harus sesuai dengan jumlah transaksi yang harus dibayarkan atau sesuai kesepakatan semua pihak bertransaksi. Berkembangnya kegiatan ekonomi dibidang keuangan dan perbankan dipengaruhi pula oleh pesatnya perkembangan Received: Februari 29, 2024. Accepted: Maret 16, 2024. Published: Mei 31, 2024 * Jeanet Putri Shintya Nubatonis , jenetnubatonis25@gmail. Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha Di Pasar Tradisional (Studi Kasus Pada Pasar Tradisional Di Kota Kupan. dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan teknologi tersebut menciptakan beragam inovasi dibidang keuangan, salah satu inovasi pada sistem pembayaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sistem pembayaran masa kini memberikan peningkatan dalam transaksi Pembayaran merupakan salah satu proses yang penting dari kegiatan bertransaksi dagang barang maupun jasa. Transaksi pembayaran digital banking sudah lebih banyak diminati masyarakat. Sekarang sudah banyak penerbit uang elektronik . lectronic money/e-mone. yang hadir sebagai alat pembayaran non tunai di Indonesia yang dapat digunakan di berbagai bidang usaha, diantaranya Gopay. OVO. Dana. LinkAja dan lain sebagainya. Banyaknya aplikasi alat pembayaran non tunai ini membuat merchant kesulitan harus menyediakan alat pembayaran yang banyak digunakan oleh masyarakat dan sebelum adanya QRIS banyak jenis QR Code memenuhi meja kasir untuk menyediakan pelayanan sistem pembayaran non tunai. Oleh sebeb itu, tepat pada hari kemerdekaan Indonesia yang ke -74 yaitu 17 Agustus 2019 Bank Indonesia menghadirkan QRIS sebagai pemersatu untuk semua aplikasi pembayaran yang menggunakan QR Code. Dengan adanya QRIS ini dapat digunakan di semua merchant yang bekerja sama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dikembangkan untuk dapat menjadi pilihan proses transaksi yang lebih cepat, mudah, dan aman untuk masyarakat. Karena sistem QRIS ini menggunakan Merchant Presented Mode (MPM), pengguna aplikasi Gopay. OVO. Dana. LinkAJA, dan lain sebagainya cukup memindai kode QRIS yang ada di berbagai merchant tanpa harus mengubah aplikasinya. Sehingga transaksi pembayaran bisa lebih efisien atau murah, inklusi keuangan di Indonesia lebih cepat, dan pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Implementasi QRIS di Indonesia tidak hanya berlaku pada para pedagang yang sudah memiliki skala usaha besar saja, namun masyarakat yang berperan sebagai merchant yang memiliki bisnis dengan skala kecil dapat menggunakan QRIS ini sebagai metode pembayaran karena murah dan universal yang berarti merchant cukup memiliki satu akun yang bisa menerima pembayaran dari semua aplikasi PJSP, sedangkan masyarakat sebagai pengguna tidak perlu membawa dompet untuk melakukan transaksi, cukup dengan smartphone dan jaringan internet mereka bisa bertransaksi, serta tidak perlu ribet untuk melakukan pembayaran saat membeli barang, makanan, dan kebutuhan lainnya karena cukup dengan menggunakan satu sistem pembayaran yakni QR Code Indonesia Standard (QRIS). Berdasarkan hasil pengamatan yang di lakukan oleh peneliti yang didapatkan hasil bahwa jumlah pedagang di pasar Inpres Naikoten sejumlah 400 pedagang, di pasar Oebobo JEPI-Volume. No. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 01-08 471 pedagang, pasar Oeba 439 pedagang, pasar Oesapa 94 pedagang, pasar Penfui 90 Pengguna QRIS yang ada di pasar tradisional sangat sedikit dan beberapa pengguna sudah tidak lagi menggunakan QRIS di karenakan pelaku usaha di pasar lebih cenderung melakukan transaksi secara tunai di bandingkan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AyImplementasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha di Pasar Tradisional (Studi kasus pada Pasar tradisional di kota Kupan. Ay METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan informasi kualitatif sehingga lebih menekankan pada masalah proses dan makna dengan mendeskripsikan sesuatu masalah. Pendekatan penelitian yang digunakan ini dipilih karena dalam pendekatan ini dapat menggambarkan dan memberikan penjelasan tentang Preferensi konsumen terhadap layanan mobile banking yang ada di Bank implementasi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha di Pasar Tradisional (Studi kasus pada Pasar tradisional di kota Kupan. dan mengumpulkan data wawancara dan observasi dari informankemudian melakukan pengolahan data yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu kesimpulan. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif yang di padukan dengan analisis data menurut Cresswell. Analisis data menurut Cressweel yaitu: Mengolah dan mempersiapkan data untuk di analisis yaitu dengan melibatkan transkip wawancara, men-scaning data, mengetik data lapangan atau menyusun data tersebut ke dalam jenis informasi yang diperoleh tentang manfaat penelitian kelebihan dan kekurangan penggunaan QRIS dalam pelaku usaha di pasar tradisional. Membaca keseluruhan data. Langkah pertama adalah membangun general sense atas informasi yang diperoleh peneliti dipasar tradisional. Memulai meng-coding semua data yaitu semua data yang bekaitan dengan implementasi QRIS untuk pelaku usaha di pasar tradisional kemudian di kelompokkan sesuai dengan jenis dan kromologis permasalahan yang diteliti. Menerapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting . , orang . , kategori, dan tema yang akan dianalisis yaitu peneliti membuat kode-kode untuk Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha Di Pasar Tradisional (Studi Kasus Pada Pasar Tradisional Di Kota Kupan. mendeskripsikan informasi lalu menganalisisnya mengenai hasil wawancara dengan dokumen-dokumen tentang implementasi QRIS untuk pelaku usaha di pasar tradisional. Menunjukan bagaimana deskripsi dan tema-tema akan disajikan Kembali dalam narasi. Pendekatan naratif ini meliputi pembahasan tentang implementasi QRIS untuk pelaku usaha di pasar tradisional. Langkah terakhir dalam analisis data adalah menginterpretasi atau memaknai data, yaitu peneliti membandingkan antara hasil penelitian yang berasal dari teori atau literatur dengan hasil penelitian yang diperoleh peneliti dari pedagang HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi QRIS pada pelaku usaha di Pasar Tradisional Penelitian ini menunjukan bahwa implementasi QRIS di pasar tradisional dianggap kurang efektif karena pengguna QRIS di pasar tradisional masih belum sepenuhnya menguasai perkembangan teknologi dan belum sepenuhnya memahami penggunaan QRIS dan keterbatasan internet sehingga penggunaan QRIS di pasar semakin berkurang. Selain itu tidak semua pelanggan menerima atau merasa nyaman dengan teknologi baru, pelanggan pasar kebanyakan masih menggunkan transaksi secara tunai. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rika Permatasari, dkk, 2. yang mengatakan bahwa penerapan sistem pembayaran non tunai menggunakan QRIS belum diterapkan secara menyeluruh oleh beberapa Lembaga terkait. Implementasi penggunaan QRIS juga berkaitan dengan minimnya pendidikan karena kebanyakan pedagang tidak memiliki handphone yang tidak dapat mengakses layanan internet dan layanan QRIS, selain tidak memiliki perangkat seluler yang canggih. Sebagian pedagang juga tidak mengetahui cara untuk menggunakan layanan QRIS sebagai transaksi pembayaran di pasar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Racmawati. Sudarno, dkk 2. mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat Pendidikan seseorang, maka semakin terbiasa pula dalam mengoperasikan atau mengadaptasi suatu teknologi karena dunia Pendidikan saat ini menerapkan sistem berbasis teknologi. Kelebihan Penggunaan QRIS Penggunaan QRIS memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang baik dalam proses pembayaran dan transaksi keuangan. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa kelebihan QRIS yaitu mempermudah pembayaran secara online. Berikut adalah beberapa kelebihan penggunaan QRIS: JEPI-Volume. No. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 01-08 Kemudahan Penggunaan: QRIS menyediakan cara pembayaran yang mudah dan cepat. Pengguna hanya perlu memindai kode QR menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital untuk melakukan transaksi. Efisiensi Transaksi: QRIS dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pembayaran. Transaksi dapat dilakukan secara instan, mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pembayaran menggunakan metode tradisional seperti uang tunai atau transfer bank Fleksibilitas Pembayaran: QRIS mendukung berbagai metode pembayaran, termasuk transfer bank, kartu kredit, dan dompet digital. Ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih opsi pembayaran yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Dukungan Berbagai Platform: QRIS dapat digunakan di berbagai platform dan aplikasi perbankan digital. Ini memudahkan integrasi dengan berbagai layanan keuangan dan aplikasi pembayaran, menciptakan ekosistem yang terintegrasi. Keamanan Tinggi: Sistem QRIS dirancang dengan standar keamanan tinggi. Data pengguna dan informasi transaksi dienkripsi untuk melindungi keamanan keuangan Pengurangan Penggunaan Uang Tunai: Penggunaan QRIS dapat membantu mengurangi ketergantungan pada uang tunai, yang dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko kehilangan atau pencurian. Promosi dan Penghargaan: Beberapa layanan QRIS menyertakan program promosi dan penghargaan, seperti cashback atau diskon khusus, untuk mendorong penggunaan lebih lanjut dan memberikan insentif kepada pengguna. Pelacakan Transaksi: QRIS memungkinkan pelacakan transaksi secara lebih efektif, membantu pemantauan dan manajemen keuangan yang lebih baik bagi pengguna dan penyedia layanan keuangan. Inovasi dan Integrasi: QRIS merupakan teknologi yang dapat diintegrasikan dengan inovasi lain dalam sektor keuangan, seperti teknologi blockchain atau kecerdasan buatan, untuk meningkatkan efisiensi dan fungsionalitas sistem. Kekurangan Penggunaan QRIS Meskipun QRIS memiliki berbagai kelebihan, namun ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan: Keterbatasan Infrastruktur: Di beberapa daerah, terutama yang kurang berkembang, infrastruktur teknologi mungkin tidak mendukung penggunaan QRIS secara optimal. Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha Di Pasar Tradisional (Studi Kasus Pada Pasar Tradisional Di Kota Kupan. Keberhasilan implementasi QRIS seringkali tergantung pada ketersediaan akses internet yang baik dan perangkat mobile yang mendukung. Keamanan Data: Meskipun QRIS memiliki tingkat keamanan yang tinggi, risiko keamanan selalu ada. Potensi ancaman keamanan seperti phising atau pemalsuan kode QR masih perlu diperhatikan, dan pengguna harus tetap waspada terhadap potensi penipuan. Ketergantungan pada Teknologi: Ketergantungan pada teknologi selalu memiliki risiko. Jika terjadi gangguan teknis, misalnya, sistem QRIS bisa menjadi tidak dapat diakses, menyulitkan pengguna dan penyedia layanan. Standarisasi yang Belum Merata: Meskipun QRIS merupakan standar nasional di Indonesia, implementasinya mungkin bervariasi antar penyedia layanan dan platform. Hal ini dapat menciptakan kebingungan atau ketidaknyamanan bagi pengguna yang berinteraksi dengan berbagai layanan. Pengeluaran Biaya untuk Bisnis Kecil: Beberapa bisnis kecil mungkin menghadapi beban biaya tambahan untuk mengadopsi teknologi QRIS, terutama jika mereka harus membeli perangkat lunak atau perangkat keras tambahan. Keterbatasan Dukungan Konsumen: Mungkin ada situasi di mana konsumen mengalami kesulitan teknis atau perlu bantuan dalam menggunakan QRIS, tetapi dukungan konsumen tidak selalu mudah diakses atau efektif. Kesulitan bagi Pengguna Tanpa Ponsel Pintar: Beberapa orang mungkin tidak memiliki ponsel pintar atau tidak terbiasa dengan penggunaan aplikasi perbankan digital. Ini dapat menjadi kendala bagi pengguna yang kurang terkoneksi dengan teknologi modern. Upaya pengimplementasian QRIS untuk pelaku usaha di pasar Tradisional Upaya implementasi QRIS di pasar tradisional dapat memberikan sejumlah manfaat, termasuk meningkatkan efisiensi, keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi secara non Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ketersediaan koneksi internet untuk mengakses layanan QRIS masih perlu diperhatikan oleh pemerintah karena sangat sulit bertransaksi jika jaringan internet tidak memadai, selain jaringan internet penyedia layanan QRIS juga perlu memperhatikan pengetahuan pedagang tentang layanan QRIS, karena berdasarkan hasil penelitian sebagian pedagang belum begitu memahami cara penggunaan layanan QRIS, beberapa pedagang sulit mengakses karena keterbatasan pengetahuan dan bantu oleh kerabat terdekat. Penyedia layanan QRIS memegang kunci penting dalam memastikan penerapan QRIS yang sukses di pasar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mahyuni, dkk 2. mengatakan bahwa beberapa persepsi hambatan penggunaan QRIS terugkap dari JEPI-Volume. No. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 01-08 penelitian sebelumnya antara lain: kendala jaringan internet, penguasaan teknologi informasi yang kurang. Penyedia layanan QRIS perlu menyediakan sosialisai atau mempromosikan manfaat QRIS dan juga pelatihan kepada para pedagang, dengan menyediakan fasilitas yang memadai penyedia layanan dan pemerintah dapat mendukung perkembangan QRIS dipasar tradisional di kota Kupang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah alat pembayaran elektronik untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi, melalui QRIS masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam bertransaksi kapan saja dan dimana saja bahkan di luar jam operasional bank. Namun dalam penelitian yang dilakukan, peneliti menemukan fakta bahwa ada beberapa kendala atau tantangan yang dialami pedagang selama menggunakan QRIS yaitu koneksi internet yang lemah sehingga proses transaksi yang dilakukan oleh pedagang terhambat, handphone yang dimiliki pedagang belum canggih sehingga tidak bisa bertransaksi, kurangnya pengetahuan serta adanya potongan 0,3% dari nilai transaksi. Implementasi QRIS untuk pelaku usaha di pasar Tradisional tidak mengalami perkembangan positif seiring dengan kemajuan teknologi dan kurang efektif dikarenakan pembeli di pasar tradisional cenderung lebih suka membayar secara tunai dari pada non tunai dan juga tidak memahami cara menggunakan layanan QRIS SARAN Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan maka saran yang diberikan sebagai berikut: Bagi penyedia QRIS agar lebih lagi disosialisasikan lagi penggunaan QRIS di pedagang, hal ini akan menambah pengetahuan pedagang tentang cara penggunaan serta kelebihan menggunakan QRIS dalam transaksi dipasar tradisional. Bagi pemerintah agar mempertahankan koneksi internet, karena koneksi internet yang lambat dapat mempengaruhi penggunaan QRIS, kondisi koneksi internet yang tidak memadai dapat menjadi hambatan serius bagi kemajuan inklusi keuangan dan efisiensi transaksi keuangan digital. Pemerintah dapat bekerja sama dengan penyedia internet untuk meningkatkan infastruktur jaringan. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat memperluas cakupan penelitian ini dengan menambahkan informan penelitian ataupun metode yang berbeda untuk memperkaya hasil Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Untuk Pelaku Usaha Di Pasar Tradisional (Studi Kasus Pada Pasar Tradisional Di Kota Kupan. DAFTAR PUSTAKA