E-ISSN 2798-3846 Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 MENINGKATKAN KOMPETENSI ALUMNI YANG MENJADI GURU AKUNTANSI SMK MELALUI EDUKASI PROBLEM DALAM MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF Sulastri1*. Diana Tien Irafahmi1. Sulikah1. Reno Hibatul Wafi1 Universitas Negeri Malang fe@um. id, diana. fe@um. id, sulikah. fe@um. 2104216@students. ABSTRAK Pembelajaran abad-21 menuntut guru untuk mampu menciptakan pembelajaran inovatif yang mampu membentuk keterampilan abad-21 peserta didik. Pembelajaran abad-21 mengharapkan guru pada proses pembelajaran menerapkan model-model pembelajaran inovatif, tidak lagi menggunakan model pembelajaran tradisional. Terdapat empat jenis model pembelajaran inovatif yang merefleksikan pembelajaran abad-21 yaitu inquiry learning, discovery learning, problem based learning (PBL) dan project based learning (PjBL). Hasil survey awal juga menunjukan bahwa beberapa guru sudah ada yang mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif seperti PBL, tetapi masih terdapat kesalahan dalam menerapkan model PBL. Sintaks PBL belum diterapkan dengan sebenarnya oleh guru akuntansi. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah memberikan edukasi dan pelatihan tentang bagaimana yang seharusnya menurut konsep dan pedagogy dalam menerapkan model pembelajaran inovatif, terutama pada sintaks orientasi peserta didik pada masalah . Hasil kegiatan pengabdian adalah kemampuan peserta kegiatan . dalam merumuskan problem semakin meningkat. Peserta kegiatan memiliki pemahaman yang benar tentang problem dalam pembelajaran inovatif. Kata Kunci: Pembelajaran Abad 21. PBL. PjBL ABSTRACT 21st century learning requires teachers to be able to create innovative learning that can shape students' 21st century skills. 21st century learning expects teachers to apply innovative learning models in the learning process, no longer using traditional learning models. There are four types of innovative learning models that reflect 21st century learning, namely inquiry learning, discovery learning, problem based learning (PBL) and project based learning (PjBL). The results of the initial survey also showed that some teachers had tried to apply innovative learning models such as PBL, but there were still errors in applying the PBL model. PBL syntax has not been applied properly by accounting teachers. The solution to overcome this problem is to provide education and training on how it should be according to the concept and pedagogy in applying innovative learning models, especially in the syntax of student orientation to problems. The result of the community service activity is an improvement in the participants' . eachers') ability to formulate problems. The participants have a clear understanding of problems in innovative teaching. Keyword: 21st Century Learning. PBL. PjBL Tanggal Masuk: 15 Oktober 2024 Tanggal Diterima: 25 Desember 2024 Halaman: 117-125 Sulastri. Irafahmi. Sulikah. Wafi Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 PENDAHULUAN Pembelajaran abad-21 menuntut guru untuk mampu menciptakan pembelajaran inovatif yang mampu membentuk keterampilan abad-21 peserta didik. Beberapa kajian literatur menunjukkan bahwa keterampilan abad-21 meliputi berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif, komunikasi, kolaborasi, teknologi informasi, pembelajaran sepanjang hayat, kemandirian, dan keterampilan lintas budaya (Bray et al. , 2023. Obschonka et al. , 2. Pembelajaran abad-21 mengharapkan guru pada proses pembelajaran menerapkan model-model pembelajaran inovatif, tidak lagi menggunakan model pembelajaran tradisional (Sugeng & Suryani, 2. Terdapat empat jenis model pembelajaran inovatif yang merefleksikan pembelajaran abad-21 yaitu inquiry learning, discovery learning, problem based learning (PBL) dan project based learning (PjBL) (Permendikbud, 2. Inquiry learning dan discovery learning digunakan jika tujuan pembelajaran untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik. Sedangkan PBL dan PjBL digunakan jika tujuan pembelajaran untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok. Praktek penerapan keempat model tersebut selalu diawali dengan sintaks orientasi masalah . Pada sintaks orientasi masalah, proses pembelajaran dimulai dengan memberikan permasalahan (Butler, 1. Peserta didik diberi masalah sebelum ada instruksi apapun dari guru, masalah tersebut sebagai penggerak untuk melibatkan peserta didik sebagai peserta aktif dalam proses pembelajaran. Masalah berfungsi untuk mengkonstruk pengetahuan (Dolmans et al. , 1. Kasus atau masalah tersebut sengaja dimaksudkan untuk bertindak sebagai katalisator untuk meningkatkan perolehan pengetahuan baru (Hansen, 2. Masalah dalam PBL bukan latihan sederhana untuk menggambarkan satu konsep tertentu. Masalah yang diberikan adalah masalah yang memiliki lebih dari satu solusi yang benar, peserta didik dinilai bukan berdasarkan seberapa baik jawaban mereka cocok dengan ahli, tetapi pada kelayakan solusi tersebut (Gallagher et al. , 1. Karakteristik masalah yang diberikan pada PBL adalah kompleks dan berdasarkan konteks dunia nyata (Duch et al. , 2. Permasalahan yang ditemukan oleh mitra berdasarkan survey awal guru akuntansi SMK di Kabupaten Malang menunjukan bahwa 80% guru masih menggunakan model pembelajaran tradisional . Guru masih menggunakan model tradisional Sulastri. Irafahmi. Sulikah. Wafi Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 dikarenakan guru masih memiliki pola pikir tradisional, hal ini terjadi karena pengalaman panjang guru dengan budaya pembelajaran berpusat pada guru dan kurikulum berorientasi konten. Hasil survey awal juga menunjukan bahwa beberapa guru sudah ada yang mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif seperti PBL, tetapi masih terdapat kesalahan dalam menerapkan model PBL. Sintak PBL belum diterapkan dengan sebenarnya oleh guru akuntansi. Pada sintaks orientasi peserta didik pada masalah, problem yang diberikan guru berupa ringkasan materi. Permasalahan terkait model pembelajaran inovatif adalah minimnya pengetahuan guru dalam menerapkan sintaksintaks model pembelajaran inovatif. Permasalahan tersebut disebabkan karena kurangnya edukasi terhadap guru tentang bagaimana yang seharusnya menurut konsep dan pedagogy dalam menerapkan model pembelajaran inovatif, terutama pada sintaks orientasi peserta didik pada masalah . Solusi permasalahan mitra adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada guru akuntansi SMK Kabupaten Malang tentang sintaks orientasi peserta didik pada masalah . dalam model pembelajaran inovatif. Target utama kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah meningkatnya kemampuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran inovatif. METODE Metode pelaksanaan kegiatan PKM adalah sebagai berikut: Analisis Situasi Tahap pertama yang dilakukan dalam kegiatan PKM adalah analisis situasi. Analisis situasi dilakukan dengan melakukan observasi terhadap pihak mitra, yaitu MGMP akuntansi Kabupaten Malang. Analisis situasi ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait permasalahan yang dihadapi pihak mitra. Dari hasil analisis situasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh tim pelaksana PKM dengan melakukan penyusunan strategi termasuk menyusun anggaran biaya yang diperlukan untuk keterlaksanaan kegiatan PKM. Sulastri. Irafahmi. Sulikah. Wafi Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan PKM adalah dalam bentuk edukasi kepada guru akuntansi tentang sintaks orientasi masalah dalam model pembelajaran inovatif. Tim pelaksana PKM akan menghadirkan pemateri yang kompeten. Guru akuntansi akan belajar tentang konsep problem dalam pembelajaran akuntansi, bagaimana merancang problem yang benar, bagaimana melaksanakan model-model pembelajaran inovatif, dan bagaimana mengevaluasi pembelajaran dengan model pembelajaran inovatif. Evaluasi Untuk mengukur dan mengevaluasi keberhasilan kegiatan, maka dilakukan pre-test sebelum kegiatan edukasi, dan setelah edukasi dilaksanakan post-test. Peran mitra Pada kegiatan PKM ini kontribusi mitra adalah sebagai narahubung tim pelaksana PKM dengan peserta kegiatan PKM. Mitra yang mengkoordinasikan peserta serta mengkomunikasikan kepada peserta terkait teknis pelaksanaan PKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM diikuti oleh alumni yang menjadi guru akuntansi SMK di Kabupaten Malang, yang terdiri dari 26 SMK di Kabupaten Malang dengan rincian 3 SMK Negeri dan 23 SMK Swasta. Dari setiap sekolah tersebut mengirimkan dua orang perwakilan guru, sehingga total peserta kegiatan adalah 52 guru. Pada kegiatan PKM ini memberikan edukasi dan pelatihan kepada guru akuntansi SMK Kabupaten Malang tentang sintaks orientasi peserta didik pada masalah . dalam model pembelajaran inovatif. Pemateri pada kegiatan ini disampaikan langsung oleh Prof. Dr. Bambang Sugeng. Ak. Seluruh peserta yang hadir sebelum memulai sesi materi akan diberikan pre-test, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan para peserta dalam menerapkan model PBL. Hasil pre-test menunjukan bahwa semua peserta PKM sudah pernah mencoba menerapkan model pembelajaran inovatif seperti PBL, tetapi masih terdapat kesalahan dalam menerapkan model PBL. Sintaks PBL belum diterapkan dengan sebenarnya oleh guru akuntansi. Pada sintaks orientasi peserta didik pada masalah, problem yang diberikan guru berupa ringkasan. Sulastri. Irafahmi. Sulikah. Wafi Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Peserta PKM menyimak dengan seksama materi yang diberikan oleh pemateri. Materi diawali dengan konsep dan prinsip PBL, prosedur PBL, rancangan PBL serta beberapa catatan implementasi PBL. Diakhir kegiatan PKM peserta diberikan post-test. Para peserta diberikan post-test untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil post-test menunjukan bahwa setelah mengikuti kegiatan PKM semua peserta telah memiliki pemahaman yang baik dari segi perencanaan dan penerapan model PBL. Pemahaman yang lebih mengenai model PBL, peserta akan menambah wawasan dalam menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif di proses pembelajaran (Smith et al. , 2022. Dengan memberikan wawasan kepada guru SMK mengenai cara perencanaan dan penerapan model PBL yang benar akan mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien (Trullys et al. , 2. Serta akan menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas dari segi berfikir kritis peserta Selain itu juga akan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan sebuah masalah dalam proses pebelajaran sampai diluar pembelajaran (Smith et al. , 2022. Berikut dokumentasi kegiatan dari pre-test, penyampaian materi, dan post-test Gambar 1. Pre-test Sulastri. Irafahmi. Sulikah. Wafi Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 Gambar 2. Penyampaian materi Gambar 3. Post-test SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan PKM tentang edukasi problem dalam pembelajaran inovatif memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model-model pembelajaran inovatif. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kemampuan peserta dalam merumuskan problem mengalami peningkatan. Pada konteks PBL, problem menjadi kunci utama guru dalam penerapan PBL. Kesalahan dalam merumuskan problem akan berdampak pada keberhasilan proses pembelajaran dikelas. Peningkatan pemahaman guru dalam merumuskan problem diharapkan dapat memperluas wawasan para guru SMK dalam menerapkan model pembelajaran inovatif, sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas. Penggunaan problem dalam model Sulastri. Irafahmi. Sulikah. Wafi Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 pembelajaran inovatif mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah pada peserta didik. baik dalam proses pembelajaran maupun di luar Kegiatan PKM berjalan dengan lancar dan efektif membantu para guru SMK mengupdate pemahaman dan wawasan mereka tentang perumusan problem dalam model pembelajaran inovatif. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh tim PKM yang sudah berkomitmen menyelesaikan kegiatan PKM dengan baik sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Terimakasih kepada MGMP akuntansi Kabupaten Malang yang bersedia menjadi mitra PKM dan bersedia terbuka dan memberikan data yang sesuai dengan kegiatan kami, sehingga kegiatan PKM berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA