https://doi. org/10. 56552/jisipol. Strategi Politik Partai Nasdem Dalam Meningkatkan Elektabilitas Di Daerah Pemilihan IV DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang Muhammad Ardiansyah, . Ahmad Mustanir, . Barisan 1,2,3 Ilmu Pemerintahan. FISIP. Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang,Sidenreng Rappang. Indonesia Email: 1ardy4910@gmail. com, 2*ahmadmustanir74@gmail. 3uchenklppmstisip@yahoo. Abstract This study is motivated by the significant increase in NasDem Party's seats in Electoral District IV of the Sidenreng Rappang Regency DPRD, from one seat in 2019 to four seats in 2024. This phenomenon indicates the effectiveness of the partyAos political strategies in a local context colored by patronage, clientelism, and campaign This study aims to analyze the political strategies and their implementation in increasing A descriptive qualitative approach was used, employing in-depth interviews, observation, and The results show that NasDemAos success was influenced by a modernized patron-client strategy through local political brokers, selective distribution of aid, use of development issues, and close social ties with the This approach is strengthened by careful socio-political mapping and strengthening of grassroots party These findings imply that adaptive strategies that consider local context and social relationships can significantly improve a partyAos electability at the regional level. This research contributes theoretically to the development of local political strategy theory and provides practical recommendations for contextual and effective electoral strategies. Keywords: Political Strategy. Electability. Patronage. Clientelism. Political Broker Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan signifikan Partai NasDem dalam meningkatkan perolehan kursinya di Daerah Pemilihan (Dapi. IV DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang, dari satu kursi pada Pemilu 2019 menjadi empat kursi pada Pemilu 2024. Fenomena ini menunjukkan efektivitas strategi politik partai dalam konteks politik lokal yang diwarnai patronase, klientelisme, serta modernisasi kampanye. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi politik dan implementasi Partai NasDem dalam meningkatkan elektabilitasnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan NasDem dipengaruhi oleh strategi patron-klien yang dimodernisasi melalui peran broker politik lokal, distribusi bantuan selektif, pemanfaatan isu pembangunan, serta kedekatan sosial dengan masyarakat. Strategi ini diperkuat melalui pemetaan sosialpolitik yang cermat dan penguatan struktur partai di akar rumput. Temuan ini menegaskan bahwa strategi yang adaptif terhadap konteks lokal, berorientasi pada relasi sosial, dan memperhatikan dinamika pemilih dapat secara signifikan meningkatkan elektabilitas partai di tingkat daerah. Penelitian 48 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) ini memberi kontribusi teoretis pada pengembangan strategi politik lokal serta rekomendasi praktis bagi partai politik dalam merumuskan strategi pemenangan yang kontekstual dan efektif. Kata Kunci:Strategi Politik. Elektabilitas. Patronase. Klientelisme. Broker Politik PENDAHULUAN Pemilu legislatif merupakan salah satu manifestasi utama demokrasi elektoral yang pembangunan di tingkat nasional maupun daerah. Transformasi politik pasca-reformasi telah mendorong semakin kompleksnya dinamika politik lokal, yang memadukan pendekatan tradisional berbasis relasi patron-klien dengan strategi kampanye modern berbasis isu (Aspinall & Sukmajati, 2. Dalam konteks ini. Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidra. Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daerah yang menarik dikaji, mengingat karakter sosial-budayanya yang masih kental dengan nilai tradisi, tetapi mulai terbuka terhadap inovasi politik modern. Fenomena meningkatnya perolehan kursi Partai NasDem di Daerah Pemilihan (Dapi. IV DPRD Sidrap, dari satu kursi pada Pemilu 2019 menjadi empat kursi pada Pemilu 2024, menjadi indikasi kuat keberhasilan strategi politik yang kontekstual dan adaptif. Hal ini memperlihatkan bagaimana partai politik mampu memadukan narasi pembangunan, pendekatan emosional, serta inovasi kampanye untuk mendongkrak elektabilitas(CHALID, 2. Tabel 2. Perolehan Kursi Partai NasDem Dapil IV DPRD Sidrap Tahun Pemilu Jumlah Kursi Total Suara 1 kursi A 8. 4 kursi A 23. Sumber: KPU Kabupaten Sidenreng Rappang, 2024 Permasalahan mendasar yang muncul kemudian adalah bagaimana Partai NasDem merancang strategi politik yang efektif hingga mampu meningkatkan perolehan suara secara signifikan di Dapil IV Sidrap, sebuah wilayah dengan struktur sosial yang heterogen dan kental akan praktik patronase. Dalam banyak kasus, keberhasilan politik lokal tidak hanya ditentukan oleh popularitas figur atau program kerja yang diusung, melainkan juga oleh keberhasilan partai dalam membangun jaringan sosial, memperkuat infrastruktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput, dan memanfaatkan broker politik lokal sebagai mediator antara partai dan masyarakat (Rahman & Mahfud, 2. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menjawab pertanyaan utama: strategi politik apa yang digunakan Partai NasDem, dan bagaimana implementasi strategi tersebut dalam meningkatkan elektabilitasnya di Dapil IV Sidrap? Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah banyak membahas strategi kampanye politik, sebagian besar cenderung fokus pada pendekatan individual kandidat atau konteks nasional yang lebih luas(Nugroho & Suryana, 2. Penelitian yang secara khusus mengulas kombinasi strategi kolektif partai di tingkat daerah pemilihan yang mengintegrasikan patronase, klientelisme, peran broker politik, serta inovasi kampanye modern masih sangat terbatas. Padahal, di daerah seperti Sidrap yang memiliki karakter sosial-budaya khas, strategi politik yang hanya mengandalkan pendekatan rasional-modern tanpa mempertimbangkan dimensi sosial tradisional cenderung kurang efektif. Celah penelitian ini 49 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) memperlihatkan pentingnya analisis mendalam mengenai strategi hybrid yang memadukan berbagai pendekatan untuk mencapai efektivitas maksimal dalam kontestasi elektoral(Nastain & Nugroho, 2. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami strategi politik yang kontekstual dan adaptif dalam menghadapi dinamika demokrasi elektoral di tingkat lokal, khususnya di wilayah dengan karakter sosial-budaya yang kompleks seperti Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidra. Dalam konteks ini, peningkatan signifikan perolehan kursi Partai NasDem di Dapil IV Sidrap menjadi indikasi keberhasilan penerapan strategi politik hybrid yang menggabungkan pendekatan tradisional berbasis patron-klien dengan kampanye modern berbasis isu pembangunan(Asri & Fernandes, 2. Meskipun demikian, kajian akademik yang secara spesifik mengulas strategi kolektif partai dalam konteks lokal yang memadukan kekuatan jaringan sosial, peran broker politik, dan inovasi kampanye masih sangat Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting tidak hanya untuk mengisi kekosongan literatur mengenai strategi politik lokal, tetapi juga untuk memberikan kontribusi praktis bagi partai politik lain dalam merancang strategi yang responsif terhadap realitas sosial daerah. Penelitian ini juga merefleksikan urgensi pengembangan model strategi yang mampu menjawab tantangan kontestasi elektoral yang semakin kompetitif di era demokrasi pasca-reformasi, dengan menekankan pentingnya adaptasi terhadap struktur sosial lokal dan pemberdayaan infrastruktur partai hingga ke tingkat akar rumput(Suhardi & Riaty Raffiudin, 2. KAJIAN PUSTAKA Strategi Politik dan Elektabilitas Strategi politik merupakan serangkaian tindakan yang dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan politik tertentu, termasuk meningkatkan dukungan pemilih dalam pemilihan umum (Nugroho & Suryana, 2. Dalam konteks demokrasi elektoral, strategi politik berperan penting dalam memengaruhi persepsi publik dan memperkuat basis sosial partai (Nastain & Nugroho, 2. Elektabilitas sendiri didefinisikan sebagai tingkat keterpilihan seseorang atau partai politik di mata pemilih, yang ditentukan oleh citra publik, kinerja, dan efektivitas komunikasi politik. Banyak penelitian menunjukkan bahwa peningkatan elektabilitas tidak hanya bergantung pada kekuatan materi kampanye, tetapi juga pada kemampuan partai atau kandidat dalam memahami konteks sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat (Elis Mardianti, 2. Oleh karena itu, strategi politik yang adaptif dan kontekstual menjadi kunci utama keberhasilan dalam meraih dukungan elektoral, khususnya di daerah yang memiliki heterogenitas sosial tinggi seperti Kabupaten Sidenreng Rappang(Rahman & Mahfud. Teori Patronase dan Klientelisme Hubungan patron-klien merupakan hubungan pertukaran antara dua individu yang banyak melibatkan persahabatan fungsional, di mana seorang individu dengan status sosial ekonomi lebih tinggi (Patro. memanfaatkan pengaruh dan sumber daya yang dimiliki untuk memberikan perlindungan atau manfaat kepada individu berstatus lebih rendah . yang kemudian membalas layanan tersebut dengan dukungan dan bantuan, termasuk jasa pribadi kepada Patron. Dalam hubungan patron-klien, terdapat pihak yang lebih unggul . dengan status sosial dan ekonomi yang lebih tinggi, serta pihak yang lebih rendah . akibat status sosial dan ekonomi yang lebih rendah. Individu yang berada dalam posisi inferior tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri sehingga memerlukan dukungan orang 50 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam keadaan seperti ini, sang patron berperan dalam memenuhi kebutuhan kliennya melalui status dan sumber daya yang dimilikinya. Patron diharapkan melindungi kliennya dan memenuhi kebutuhan material, sementara klien memberikan tenaga kerja dan loyalitas sebagai balasannya(Aspinall & Sukmajati, 2. Peran Broker Politik Broker Politik merujuk pada peran perantara dalam sistem patron-klien, di mana broker bertindak sebagai penghubung antara patron . ktor politik, partai, atau kandida. dan klien . asyarakat atau pemili. untuk memastikan distribusi manfaat dan mobilisasi dukungan politik. (Aspinall & Berenschot, 2. dalam Democracy for Sale menjelaskan bahwa broker sering kali adalah tokoh masyarakat lokal, seperti kepala desa, tokoh adat, pemimpin agama, atau individu berpengaruh lainnya yang memiliki hubungan dekat dengan komunitas dan dipercaya oleh warga. Broker memainkan peran strategis dalam menghubungkan patron dengan klien dengan memanfaatkan pengaruh sosial dan hubungan personal Peran broker meliputi pendistribusian bantuan material, seperti uang tunai, sembako, atau program pembangunan, serta memastikan bahwa klien memberikan dukungan politik, seperti suara dalam pemilu, sesuai dengan arahan patron. Broker tidak hanya bertugas sebagai distributor sumber daya, tetapi juga menjadi jembatan emosional dan sosial yang memperkuat legitimasi patron di mata masyarakat lokal(Widyarini, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi politik Partai NasDem dalam meningkatkan elektabilitas di Daerah Pemilihan (Dapi. IV DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu mengeksplorasi fenomena sosial dan politik secara komprehensif, khususnya terkait proses perumusan strategi, makna, serta konteks implementasinya di masyarakat (Muhammad Hasan et al. Penelitian dilaksanakan di Dapil IV Kabupaten Sidenreng Rappang. Sulawesi Selatan, yang meliputi Kecamatan Dua Pitue. Pitu Riase, dan Pitu Riawa. Lokasi ini dipilih secara purposive karena menunjukkan lonjakan signifikan kursi Partai NasDem pada Pemilu 2024. Subjek penelitian adalah anggota DPRD terpilih dari Partai NasDem terkhusus di daerah pemilihan IV Kabupaten Sidenreng Rappang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara mendalam digunakan untuk menggali informasi terkait strategi yang dirancang, pola implementasi, serta faktor-faktor keberhasilan di lapangan. Observasi partisipatif dilakukan dengan mengikuti secara langsung kegiatan kampanye, pertemuan internal partai, serta aktivitas sosial yang melibatkan kader. Dokumentasi dimanfaatkan sebagai pelengkap data, seperti dokumen internal partai, foto, rekaman kegiatan, serta hasil rekapitulasi suara resmi. Analisis data menggunakan model interaktif (Muhammad Hasan et al. , 2. yang meliputi tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan memilah informasi relevan, mengelompokkan tema, serta mengidentifikasi pola strategis yang muncul. Penyajian data dilaksanakan melalui matriks dan tabel tematik untuk mempermudah interpretasi. Penarikan kesimpulan dilakukan secara berulang dan reflektif guna memastikan interpretasi sesuai konteks empirik. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Triangulasi 51 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari anggota DPRD terpilih dari Partai NasDem terkhusus di daerah pemilihan IV Kabupaten Sidenreng Rappang, sementara triangulasi metode menggabungkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, member check dilakukan dengan mengonfirmasi temuan awal kepada informan utama untuk memastikan akurasi dan kredibilitas hasil penelitian (Nasution, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menemukan bahwa strategi politik Partai NasDem di Dapil IV Kabupaten Sidenreng Rappang pada Pemilu 2024 sangat dipengaruhi oleh pendekatan patron-klien yang dimodernisasi, optimalisasi peran broker politik lokal, serta kemampuan partai dalam membaca dan merespons konteks sosial masyarakat setempat. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif, yang ditandai dengan peningkatan kursi legislatif dari satu menjadi empat, suatu capaian yang mencerminkan efektivitas manuver politik lokal dalam sistem demokrasi elektoral yang kompleks dan kompetitif (Asri & Fernandes, 2. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari 4 Anggota DPRD Kabupaten Sidenreng rappang dapil IV Partai NasDem diperoleh sejumlah temuan yang menggambarkan secara nyata bagaimana strategi politik partai NasDem di Dapil IV . Data hasil wawancara ini telah dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yang menekankan pentingnya pemaknaan terhadap data yang dikumpulkan secara interaktif dan berkelanjutan. Tabel 1. Analisis data hasil wawancara Fokus Penelitian Informan Reduksi Display Kesimpulan Strategi politik Partai NasDem elektabilitas di Dapil IV DPRD Kabupaten Sidrap Abdul Rahman (Anggota DPRD Sidrap Dapil IV, Partai NasDe. Strategi dibagi wilayah Memanfaatkan Strategi kolektif oleh partai, lalu diterapkan di tingkat dapil oleh Sosialisasi dilakukan berbasis hubungan personal dan jaringan sosial. Strategi NasDem menekankan pendekatan personal dan distribusi peran berdasarkan wilayah caleg yang efektif loyalitas pemilih. Bantuan (Syaharuddin Alrie. Target bantuan adalah Bantuan barang disalurkan kerjasama bersama tokoh desa dan tokoh masyarakat Pola patronase masih Bantuan instrumen penguatan secara tidak vulgar Indikator Patronase 52 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) No Fokus Penelitian Informan Reduksi Display Kesimpulan Distribusi dibantu tokoh Indikator Klientalisme Pemilih memilih personal, bukan visi-misi partai. Hubungan Harapan terhadap balas Hubungan politik bersifat emosional, personal, dan tidak berbasis ideologi. Dukungan pemilih sangat dipengaruhi Klientalisme menjadi personal dan harapan akan imbal balik Indikator Broker politik Penghubung jaringan pribadi: keluarga, teman. Peran Keluarga dan tokoh AubrokerAy Broker politik tidak berasal dari struktur jaringan sosial. Ini kekuatan komunitas Evaluasi Strategi Kendala utama: lain setelah caleg Strategi dinilai Loyalitas Penekanan pada silaturahmi dan distribusi bantuan pasca-terpilih menjadi modal utama dalam Strategi politik dinilai Loyalitas pemilih dijaga dengan bersifat pragmatis. 53 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) No Fokus Penelitian Informan Reduksi Display Kesimpulan Kampanye door to door dan Caleg diberi wilayah Kolaborasi Syaharuddin Alrif Strategi dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi oleh partai. Ada partai dan personal Strategi politik Partai NasDem melibatkan kolaborasi caleg dan struktur wilayah dan kampanye humanis. Indikator Patronase Bantuan sosial Aupolitik kemanusiaanAy seperti renovasi Tidak diarahkan Bantuan masyarakat dan kepala desa. Bantuan kebutuhan umum, bukan politik uang Tetap Patronase dijalankan Tidak kelompok tertentu. Indikator Klientalisme Relasi Hubungan personal dan visimisi partai berjalan Klientelisme tetap ada dijaga melalui realisasi aspirasi. Strategi politik Partai NasDem elektabilitas di Dapil IV DPRD Kabupaten Sidrap Maradona (Anggota DPRD Sidrap Dapil IV, Partai NasDe. 54 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) No Fokus Penelitian Reduksi Display Kesimpulan Auinvestasi sosialAy. Sinkronisasi antara visi-misi partai dan sosok Harapan realisasi aspirasi tetap ada . alas budi politi. Harapan pasca-terpilih. Relasi dibangun atas imbalan transaksional. Indikator Broker politik Tim kampanye struktur formal (DPC-DPDDPW) okoh lokal, komunitas Fungsi sosialisasi dan (APK). Broker bersifat formal dan Sistematis Keterlibatan organisasi kampanye yang profesional dan Evaluasi Strategi Kendala utama bersifat ringan Sosialisasi antipolitik dijalankan aktif Strategi Menekan pemahaman politik Strategi NasDem tidak hanya juga pada edukasi politik dan penguatan demokrasi lokal. Strategi dan tokoh senior (Syaharuddin & Pendekatan strategi Strategi seleksi alam sosialpolitik: Strategi politik Partai NasDem elektabilitas di Informan Andi Tenri Sangka. (Anggota DPRD Sidrap 55 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) No Fokus Penelitian Informan Reduksi Display Kesimpulan Dapil IV DPRD Kabupaten Sidrap Dapil IV, Partai NasDe. RMS). Pendekatan Identitas "koboi koneksi sejak 2 pada pengabdian sosial sebelumnya. masa kampanye, dan logistik kampanye Indikator Patronase Tidak praktik politik bantuan materiil Tidak Menolak Pendanaan pribadi Tidak ada praktik Basis kredibilitas sosial dan masyarakat terhadap rekam jejak. Indikator Klientalisme Hubungan melalui interaksi emosional, dan Masyarakat cenderung memilih Tidak budi politik, hanya amanah publik. Klientelisme Masyarakat keteladanan moral. Indikator Broker politik Menggunakan "Sahabat Koboi dari Timur". Tim pesan kampanye secara langsung. Tim bukan bagian mengikuti program Tidak ada pembagian logistik atau uang politik. Broker politik diwakili loyalitas sosial, bukan imbalan material atau Evaluasi Strategi Kendala utama Menghindari dan tetap turun ke Strategi dinilai sangat demokratis dan etis, 56 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) No Fokus Penelitian Reduksi Display Kesimpulan dana kampanye. Strategi bertahan melalui . appi tabeA. Menggunakan media sosial untuk kampanye murah namun efektif. perlawanan terhadap membuka jalan bagi generasi baru politik Strategi diarahkan oleh tiap caleg fokus Kampanye Kombinasi strategi top-down Tidak politik uang, tetapi masyarakat melalui Strategi partai yang dengan relasi personal efektif meningkatkan Indikator Patronase Bantuan sosial . usatAeprovinsiAe Distribusi Bantuan . Kerjasama erat dengan pemerintah Patronase dilakukan Indikator Klientalisme Hubungan Relasi politik lebih Harapan Klientelisme dilebur dan tanggung jawab aspirasi rakyat. Strategi politik Partai NasDem elektabilitas di Dapil IV DPRD Kabupaten Sidrap Informan Hj. Kartini Bekka. Kes. (Anggota DPRD Sidrap Dapil IV, Partai NasDe. 57 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) No Fokus Penelitian Informan Reduksi Display Kesimpulan Aspirasi Harapan adalah layanan pasca-terpilih pelayanan publik. Indikator Broker politik Tim kampanye mandiri namun Terdiri kerabat, teman. Tim logistik kampanye, pemilih secara luas. Broker informal dan loyal secara sosial. Fungsi mereka lebih sebagai agen transaksional. Evaluasi Strategi Strategi pada pelayanan Distribusi logistik dibantu oleh tim, bukan Hubungan pelayanan sosial, strategi holistik. Strategi berhasil membangun politik uang, serta dukungan yang kuat dan berkelanjutan. Strategi Politik Umum Partai NasDem di Dapil IV Strategi utama yang dijalankan oleh Partai NasDem dalam meningkatkan elektabilitas di Daerah Pemilihan IV Kabupaten Sidenreng Rappang mencerminkan pendekatan yang terstruktur, adaptif, dan berbasis pada jaringan sosial lokal. Salah satu bentuk konkret strategi ini adalah pembagian wilayah basis caleg, di mana setiap calon legislatif ditugaskan secara eksklusif pada zona tertentu sebagai pusat penggalangan suara. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa anggota DPRD Kabupten Sidenreng rappang Dapil IV Partai Nasdem, diketahui bahwa salah satu langkah awal yang diterapkan oleh partai adalah pembagian wilayah basis suara untuk tiap calon legislatif. Hal ini dijelaskan oleh Hj. Kartini Bekka bahwaAukami diberi arahan oleh partai NasDem untuk dilakukan pembagian wilayah, supaya setiap caleg bisa fokus di satu titik daerahAy (Wawancara Jumat, 16 Mei 2. 58 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Strategi ini berfungsi tidak hanya untuk menghindari tumpang tindih wilayah kampanye antarcaleg, tetapi juga sebagai bentuk konkret dari struktur internal yang efisien, (G. Putra et al. , 2. menunjukkan bahwa partai yang memiliki infrastruktur politik terstruktur cenderung lebih efektif dalam merespon dinamika lokasecara tepat. Bahwa keberhasilan partai dalam sistem demokrasi sangat bergantung pada kemampuannya membangun struktur internal yang solid dan responsif terhadap konteks lokal. Pembagian wilayah ini tidak hanya menghindari konflik horizontal antar caleg, tetapi juga memperkuat efektivitas mobilisasi suara karena setiap caleg dapat fokus pada wilayah kerja yang Selain struktur kelembagaan. NasDem juga mengoptimalkan pendekatan door-to-door sebagai strategi komunikasi politik langsung. Maradona, salah satu anggota DPRD Kabupten Sidenreng rappang Dapil IV Partai Nasdem, menyatakan bahwa Aumetodenya harus door to door masyarakat dan kampanye ideologis partaiAy (Wawancara Senin, 26 Mei 2. Demikian pula Pak Andi Tenri Sangka menekankan bahwa kedekatannya dengan masyarakat telah terbangun jauh sebelum ia masuk politik formal, ia mengatakan bahwaAudua tahun sebelum saya masuk partai ini, masyarakat sudah meminta saya majuA saya tidak punya uang, tapi mereka bilang. Aokami di belakangmuAy (Wawancara Rabu, 14 Mei 2. Metode ini selaras dengan gagasan political marketing oleh (Mitchell & Anderson, 2. , yang menyatakan bahwa strategi yang berhasil adalah yang mampu menciptakan interaksi personal antara kandidat dengan pemilih. Dalam ( et al. , 2. menunjukkan metode door-to-door dan segmentasi lokal menyasar ikatan emosional dan kepercayaan langsung dengan pemilih , guna membangun keterikatan emosional dan kepercayaan politik. Dalam praktiknya, pendekatan ini memungkinkan caleg NasDem untuk memahami kebutuhan konstituen secara langsung dan menyampaikan pesan politik secara lebih Strategi ini diperkuat oleh keterlibatan elite partai tingkat provinsi, khususnya tokoh seperti H. Syaharuddin Alrif. Kehadiran beliau dalam berbagai forum kampanye caleg daerah, meski di luar basis utamanya, menciptakan efek legitimator, yaitu peneguhan identitas partai di tingkat lokal melalui representasi simbolik dan jaringan kekuasaan. Seperti yang disampaikan oleh Maradona bahwa Aukami caleg daerah pasti diikutkan bersama dengan beliau walaupun bukan basis daerah kita,Ay (Wawancara Senin, 26 Mei 2. Dalam kerangka teori patronase, seperti dijelaskan olehEdward Aspinall, tokoh-tokoh elite partai kerap menjadi patron yang memberikan legitimasi dan dukungan politik kepada aktor-aktor lokal sebagai bagian dari strategi memperkuat jejaring klien dan loyalis partai. Strategi NasDem ini menunjukkan koordinasi vertikal yang tersusun secara hierarkis, mulai dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga struktur kampanye di tingkat dusun dan RT. Dengan struktur seperti ini. Partai NasDem berhasil mewujudkan kehadiran politik yang tidak hanya simbolik, tetapi juga operasional dan substantif di mata masyarakat. Pendekatan ini mengafirmasi teori kontestasi politik lokal (Hidayat, 2. yang menekankan pentingnya pemahaman atas konfigurasi sosial lokal dalam menyusun strategi politik yang efektif. Salah satu keunikan strategi Partai NasDem di Dapil IV adalah sinergi antara struktur vertikal dan pendekatan personal dalam membangun relasi dengan pemilih. Pak Andi Tenri Sangka misalnya, mengandalkan kekuatan jaringan personal dan rekam jejak sosial, menyebut dirinya sebagai Aukoboi dari timurAy yang sudah lama berjuang di tengah masyarakat. Dalam hal distribusi logistik dan mobilisasi suara, keempat informan mengakui bahwa mereka dibantu oleh tim lokal, baik dari struktur partai maupun tokoh masyarakat. Pak Andi Tenri Sangka Aukami mempunyai tim yang kami bentuk, namun 59 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) tetap juga selalu mengikuti arahan dari partaiAy (Wawancara Rabu, 14 Mei 2. Sementara itu. Pak Abdul Rahman menggarisbawahi bahwa basis dukungan awalnya justru berasal dari keluarga dan komunitas pemuda. Aumembangun jangkauan pemilih pasti mulai keluarga dulu, baru ke komunitas kepemudaan dan tokoh-tokoh masyarakatAy (Wawancara Rabu, 14 Mei 2. Keberadaan broker lokal atau penghubung menjadi vital sebagai aktor penyebar informasi, pengorganisir logistik, dan penjaga jaringan sosial caleg dengan masyarakat. Dalam sistem politik demokrasi, strategi politik merupakan instrumen utama yang digunakan partai-partai politik untuk membangun, mempertahankan, dan memperluas basis elektoralnya. Strategi tersebut tidak hanya mencakup perencanaan kampanye secara teknis, tetapi juga menyentuh aspek struktural, kultural, dan psikologis pemilih. Partai politik dituntut untuk mampu merumuskan pendekatan yang adaptif terhadap dinamika lokal guna memenangkan persaingan elektoral, khususnya di wilayah yang kompleks secara sosial dan politik. Partai Nasional Demokrat (NasDe. , dalam konteks Pemilu Legislatif 2024 di Daerah Pemilihan IV Kabupaten Sidenreng Rappang, menunjukkan keberhasilan elektoral yang signifikan melalui peningkatan jumlah kursi dari satu menjadi empat. Strategi Patronase dan Klientalisme dalam politik Pola relasi patron-klien dalam praktik politik lokal bukanlah hal baru dalam politik Indonesia. Namun, dalam konteks Partai NasDem, pola ini diadaptasi dalam bentuk yang lebih kontekstual dan modern. Hubungan antara partai dan pemilih tidak lagi semata berbasis pada imbalan langsung seperti uang tunai atau sembako, melainkan diformulasikan dalam bentuk penyediaan akses terhadap program bantuan pemerintah, penyediaan infrastruktur kecil, atau dukungan terhadap kegiatan sosial keagamaan komunitas-komunitas Bentuk mengindikasikan bahwa hubungan patron-klien berkembang dari bentuk eksploitatif menuju hubungan timbal balik yang saling menguntungkan dan lebih fungsional(Rekha Adji Pratama et al. , 2. Pendekatan ini menunjukkan bahwa patronase tetap menjadi instrumen politik yang relevan, namun disesuaikan dengan dinamika kesadaran pemilih yang mulai rasional. Dengan demikian, pendekatan NasDem dapat dikategorikan sebagai bentuk neo-clientelism, di mana hubungan patron-klien masih terjadi, namun dalam kerangka distribusi manfaat yang lebih strategis, inklusif, dan bersifat jangka Praktik ini sekaligus merefleksikan pergeseran strategi politik partai yang tidak semata berbasis pada hubungan vertikal, tetapi juga membangun ruang partisipasi dan pengakuan sosial pemilih sebagai mitra strategis. Peran Broker Politik sebagai Penghubung Strategis Broker politik memainkan peran penting sebagai aktor mediasi yang menghubungkan elite partai dan masyarakat pemilih. Dalam konteks Dapil IV Sidrap, broker tidak hanya berfungsi sebagai alat distribusi logistik kampanye, tetapi juga sebagai juru tafsir pesan-pesan politik partai yang disesuaikan dengan dialek sosial budaya lokal. Para broker ini biasanya berasal dari tokoh masyarakat, kepala dusun, pengurus masjid, atau individu yang memiliki pengaruh kuat di komunitasnya. Mereka dipilih bukan hanya karena kedekatan struktural, tetapi karena kredibilitas sosial dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat (Hicken et al. , 2. Studi(Widyarini, 2. menekankan bahwa peran broker dalam demokrasi elektoral di Indonesia sangat signifikan dalam memastikan kelangsungan hubungan patron-klien, terutama di wilayah pedesaan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan NasDem tidak terlepas dari kemampuan partai dalam mengelola jaringan informal tersebut secara sistematis dan 60 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) profesional. Dalam banyak kasus, broker juga bertindak sebagai pengelola data pemilih, mediator konflik lokal, dan perancang strategi komunikasi mikro yang efektif. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan Partai NasDem dalam meningkatkan elektabilitas di Daerah Pemilihan IV DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan hasil penerapan strategi politik hybrid yang adaptif dan kontekstual. Strategi ini memadukan pendekatan patron-klien melalui peran broker politik lokal yang memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat, dengan inovasi kampanye modern yang menekankan isu pembangunan serta program-program berbasis kebutuhan riil pemilih. Perpaduan tersebut memungkinkan NasDem tidak hanya mempertahankan basis tradisional melalui ikatan emosional, tetapi juga menarik pemilih rasional yang mempertimbangkan kualitas program. Secara teoritis, temuan ini memperkuat argumen bahwa strategi politik yang dirancang sesuai karakter sosial-budaya lokal memiliki tingkat efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan seragam dan umum. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan pentingnya pemetaan sosial-politik yang detail, penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput, serta narasi pembangunan yang relevan untuk meningkatkan daya tarik elektoral. Berdasarkan kesimpulan tersebut, disarankan agar partai politik di Indonesia mengembangkan strategi pemenangan yang bersifat hybrid dan kontekstual, dengan memperhatikan nilai lokal, jaringan sosial, serta kebutuhan aktual masyarakat. Transformasi pendekatan patron-klien menjadi instrumen produktif dapat dilakukan dengan mengintegrasikan program-program pembangunan yang konkret dan Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar fokus pada analisis perbandingan strategi antarpartai di berbagai daerah dengan karakter sosial yang berbeda, guna memperluas pemahaman tentang efektivitas strategi politik lokal. Selain itu, eksplorasi peran teknologi digital dan media sosial dalam mendukung model patron-klien di wilayah rural maupun semi-urban dapat menjadi agenda riset yang relevan dengan dinamika politik elektoral kontemporer di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA