w. id/dedikasi Jurnal DEDIKASI PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR FISIKA ANTARA SISWA YANG BERASAL DARI SMP DAN MTS PADA MADRASAH ALIYAH DARUSSYARIAoAH MESJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH Syarifah Rita Zahara Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas KIP. Universitas Malikussaleh Jl. Cot Teungku Nie Reuluet Aceh Utara, email: syarifah_ritaz@yahoo. Abstract: This study aims to determine differences in student achievement of physics lessons. In this study, the instrument used is test, a series of questions in the form of questions that can be used to measure student achievement derived from SMP and MTs in Madrasah Aliyah Darussyari'ah Baiturrahman Mosque Banda Aceh. The test referred to in this study is a test in the field of physics Test given in the form of objective test, the questions in the form of multiple choice and essay in accordance with the curriculum of the field of physics studies level Madrasah Aliyah class XII. Normality and homogenity test results indicate that the data is normally distributed and homogeneous. With a significant level = 0. 05, then from the chi-square table obtained X = (. ) ^ 2 = 9. 49, since X_count ^ 2 t_ . 20> 1. 71, so obviously the price t is in the acceptance area of H_a. Thus Ho is rejected and Ha accepted at a significant level of 0. 05, so there is a significant difference in physics learning achievement between students who come from junior and MTs acceptable. Keywords : Physics Learning. Learning Achievement Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan yaitu test, merupakan sederetan pertanyaan dalam bentuk soal yang dapat digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa yang berasal dari SMP dan MTs di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Test yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tes dibidang studi fisika. Test yang diberikan berbentuk test objektif, yaitu soal-soal dalam bentuk multiple choice dan essay yang sesuai dengan kurikulum bidang studi fisika tingkat Madrasah Aliyah kelas XII. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Dengan taraf signifikan yu = 0,05, maka dari tabel chi-kuadrat diperoleh ycU. = 9,49, karena ycUEaycnycycycuyci < ycUycycaycayceyco yaitu 6,765<9,49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prestasi belajar fisika yang berasal dari SMP berdistribusi normal. Dan untuk MTs dengan taraf signifikan yu = 0,05. Maka dari tabel chi-kuadrat diperoleh ycU. = 9,49, karena ycUEaycnycycycuyci ycUycycaycayceyco yaitu 5,358<9,49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prestasi belajar fisika yang berasal dari MTs berdistribusi normal. Dari daftar distribusi t dengan peluang 0,95 dan dk = 24, didapatyc0,95 = 1,71, maka perhitungan diperoleh t = 3,20. Karena ycEaycnycycycuyci >ycycycaycayceyco yaitu 3,20 > 1,71, sehingga jelas harga t berada pada daerah penerimaan yayca . Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikan 0,05, sehingga ada perbedaan yang signifikan prestasi belajar fisika antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs dapat diterima. Kata kunci : Pembelajaran Fisika. Prestasi Belajar. Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Pendidikan merupakan salah satu usaha untuk pendidikan di Indonesia yaitu Menteri Pendidikan meningkatkan kehidupan manusia, dimana sekolah Nasional dengan Kementerian Agama, dimana merupakan suatu lembaga pendidikan yang terlihat bahwa sekolah-sekolah yang berada dalam bertujuan memberikan sejumlah ilmu pengetahuan Kementerian Agama dan bimbingan kepada siswa sesuai dengan tujuan pelajaran umum dan menyesuaikan tingkat-tingkat pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Ngalin sekolahnya dengan tingkat-tingkat sekolah umum Purwanto . , pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak- Pendidikan anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan MAN-SMA). menimbulkan berbagai masalah, terutama masalah SISDIKNAS No. 20 tahun 2003: "Pendidikan pengelolaan kurikulum, peningkatan mutu agama sejajar dengan sekolah umum, dan pengangkatan gurunya disatu pihak sekolah. Sekolah agama pembelajaran agar peserta didik secara aktif ingin mempertahankan porsi untuk pendidikan mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki agama sebanyak-banyaknya, dipihak lain sekolah- kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, sekolah itupun harus memberikan pendidikan kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta umum sejajar atau setingkat dengan sekolah- Menurut Kementerian (MIN-SD. MTS-SMP. Perkembangan Nasional Kementerian Pendidikan Nasional. Pendidikan di Indonesia terus menerus SMP adalah sekolah lanjutan tingkat pertama mengalami perubahan baik mengenai kurikulum yang diselenggarakan oleh pemerintah yang berada maupun metode mengajar. Perubahan tersebut terjadi mulai dari taman kanak-kanak sampai ke Nasional dan Madrasah Tsanawiyah (MT. adalah tingkat perguruan tinggi, baik itu di lingkungan sekolah lanjutan tingkat pertama yang berciri khas Menteri agama, dan berada dalam lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional Kementerian Agama. Dalam Kementerian Pendidikan Agama. Secara teoritis dapat dianggap bahwa siawa pendidikan di Indonesia maka sektor pendidikan SMP lebih mampu menguasai pelajaran fisika di bukan saja tanggung jawab pemerintah namun bandingkan dengan siswa MTs, hal ini karena di perlu adanya kerja sama yang baik antara keluarga. SMP lebih mengutamakan pelajaran-pelajaran sekolah dan masyarakat. Disamping itu fasilitas umum sedangkan pada MTs lebih menjurus pada yang cukup, tenaga pengajar yang bermutu dan pelajaran agama dan juga masih banyak faktor- terampil serta sistem administrasi yang efektif dan faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi dapat mempengaruhi proses belajar mengajar pada belajar siswa. suatu lembaga pendidikan. Jika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) merupakan salah satu Sekolah Menengah Tingkat Atas yang Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi berada dibawah lingkungan Kementerian Agama, pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta yang siswanya berasal dari SMP dan MTs. Mengingat perbedaan individu sudah barang Kurikulum KTSP mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2006/2007 disetiap jenjang pendidikan berpengaruh terahadap peserta didik pada setiap termasuk juga di tingkat SMP. Pada dasarnya satuan pendidikan. Pada program pendidikan di pelaksanaan KTSP yang paling utama adalah guru, sekolah menengah pertama (SMP) dan yang setara karena guru merupakan Authe key personAy (MT. , sejumlah jam mata pelajaran sekurang- keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Guru kurangnya 32 jam pelajaran setiap minggu. Setiap adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk jam pelajaran lamanya 40 menit. Jenis program mengembangkan dan melaksanakan kurikulum pendidikan di SMP dan MTs atau yang setara, hingga mengevaluasi ketercapaiannya. Mengingat terdiri dari program umum meliputi sejumlah mata pelajaran yang wajib diikuti seluruh peserta didik, pelaksanaan KTSP ini maka perlu adanya dan program pilihan yang meliputi mata pelajaran persiapan-persiapan tertentu agar nantinya guru yang menjadi ciri khas keunggulan daerah berupa mata pelajaran muatan lokal. (M. Basuki,http://w. com/kompascetak/ 0609/23/didaktika/2971951. Mata pelajaran yang wajib diikuti pada program umum berjumlah 10 untuk SMP dan 14 Berdasarkan hasil observasi awal bahwa di untuk MTs. Sementara itu keberadaan muatan Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya lokal ditentukan oleh kebijakan dinas setempat dan Baiturrahman Banda Aceh melakukan proses kebutuhan sekolah. Pengaturan beban belajar belajar mengajar mata pelajaran Fisika dengan menyesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur kurikulum. Setiap satuan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidika. yang diterapkan pada tahun 2007. Pada umumnya penggunaan jam belajar mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan pelajaran Fisika di kelas Xi disetiap minggunya 6 kebutuhan peserta didik dalam rangka mencapai jam dalam tiga kali pertemuan, dalam satu jam Dengan adanya tambahan waktu, lamanya belajar 45 menit. Kriteria Ketuntasan satuan pendidikan diperkembangkan mengadakan Minimum untuk mata pelajaran fisika nilai rata- penyesuaian-penyesuaian. ratanya 6,25 dan tingkat kelulusanya 100 %. Materi pelajaran fisika yang diajarkan di Setiap siswa yang berasal dari SMP dan MTs MAN merupakan lanjutan dari materi pelajaran mendapat perlakuan yang sama terhadap mata fisika yang sudah pernah diajarkan di SMP dan pelajaran fisika dan sama-sama mengacu pada MTs. Oleh karena itu penulis ingin mengadakan suatu penelitian tentang prestasi belajar siswa sementara siswa yang kurang berprestasi di MAN Banda Aceh ditinjau dari latar belakang bimbing oleh guru. pendidikan dan sikap terhadap mata pelajaran Siswa Struktur kurikulum berisi sejumlah mata Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Berdasarkan dari uraian diatas yang menjadi pertanyaan dalam bentuk soal yang dapat digunakan untuk mengukur prestasi belajar yang perbedaan prestasi belajar fisika antara siswa yang dicapai oleh siswa yang berasal dari SMP dan MTs berasal dari SMP dan MTs di Madrasah Aliyah di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Baiturrahman Banda Aceh. Test yang dimaksud Aceh. dalam penelitian ini adalah test dibidang studi Berdasarkan latar belakang tersebut, yang fisika pada kelas XII pada Madrasah Aliyah menjadi rumusan permasalahan penulis adalah. DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Apakah ada perbedaan prestasi belajar fisika antara Aceh. Test yang diberikan berbentuk test objektif siswa yang berasal dari SMP dan MTs di kelas XII yaitu soal-soal dalam bentuk multiple choice dan pada Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya essay yang sesuai dengan kurikulum bidang studi Baiturrahman Banda Aceh. fisika tingkat Madrasah Aliyah kelas XII semester Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi Teknik pengumpulan data yang penulis belajar fisika antara siswa yang berasal dari SMP gunakan dalam penelitian ini adalah test. Sebelum dan MTs di kelas XII Madrasah Aliyah dilakukan tes, penulis telah melakukan observasi DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda dengan menjumpai guru fisika di Madrasah Aliyah Aceh. DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberitahukan kepada guru fisika, bahwa penulis ingin menguji kemampuan siswa METODE PENELITIAN Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang terdiri dari 2 kelas yaitu IPA dan IPS, siswa IPA berjumlah 27 orang dan IPS 23 orang. Sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IPA yang jumlah siswanya 26 orang dan diantaranya siswa yang berasal dari SMP 14 orang serta dari MTs 12 orang. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang berlangsung dari tanggal 21 oktober dengan menggunakan instrumen dalam bentuk test multiple choice tentang materi fisika dengan empat pilihan dimana jumlah soal 20, terdiri dari 5 essay dan 15 multiple choice. Nilai untuk essay 50 dan choice 50, sehingga jumlah total nilai 100. Soal test tersebut diberikan kepada siswa yang berasal dari SMP dan MTs yang berada di Madrasah Aliyah DarussyariAoah. Dengan adanya instrumen test diharapkan akan adanya perbedaan prestasi belajar Sebelum menguji hipotesis yang diajukan, terlebih dahulu data hasil test yang diperoleh digunakan untuk menghitung nilai rata-rata, dengan langkah-langkah sebagai berikut: Dalam penelitian ini, instrumen yang penulis gunakan yaitu test, yang merupakan sederetan Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Menghitung Nilai Rata-rata Langkah-langkah Uji Homogenitas berdasarkan pendapat Sudjana . Mengurutkan nilai terendah sampai nilai Uji mengetahui apakah varians dari data yang digunakan sama atau tidak. Uji homogenitas yang dilakukan menggunakan rumus sebagai berikut: Menentukan rentang = nilai tertinggiAe nilai Fhitung A Menentukan banyak interval kelas, yaitu: Ho = kedua kelas yang diuji homogen, jika Menentukan panjang interval kelas (P), yaitu: FhitungFtabel rata-rata Ftabel = F. bAA. k Ae . Hipotesis diuji pada taraf nyata 5% dengan = . bAA . dan dk penyebut = . k Ae . xAEu Euf Hipotesis yang akan diuji adalah: Banyak kelas = 1 . log n PA nb = banyak data yang variansnya lebih besar nk = banyak data yang variansnya lebih Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui Uji Hipotesis apakah nilai prestasi belajar fisika siswa yang Uji hipotesis yang digunakan adalah uji berasal dari SMP dan MTs berdistribusi normal perbedaan dua rata-rata, uji satu pihak yaitu pihak atau tidak. Rumus yang digunakan adalah chi kanan dengan rumus uji t pada taraf signifikan = kuadrat, yaitu: AO A E A AEu A hitung thitung A Uji pada taraf signifikan = 5% dengan derajat kebebasan . = n Ae 1. Hipotesis yang Ho = sebaran data mengikuti distribusi normal, jika thitungttabel ttabel= t. AA ) . Ae . Volume 1. No. Juli 2017 x1 A x 2 n1 n2 s2 A An1 A 1As12 A An2 A 1As2 2 n1 A n2 A 2 Hipotesis yang diajukan adalah: Ho = tidak ada perbedaan prestasi belajar fisika antara SMP dengan MTs di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Banda Aceh Jurnal DEDIKASI id/dedikasi Ha = ada perbedaan prestasi belajar fisika antara SMP dengan MTs di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Banda Aceh. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Nilai Hasil Prestasi Belajar Fisika yang Berasal dari MTs Nilai yceycn ycuycn yceycn ycuycn ycuycn2 yceycn ycuycn2 ttabel dapat dilihat pada AA. -). 1 n2-. Kriteria pengujian hipotesis adalah: AuTolak Ho jika thitung>ttabel, dan terima Ho jika thitung berharga lainnyaAy, sebagaimana yang dinyatakan Sudjana . Harga t. -) diperoleh dari daftar tabel uji t dengan dk = . 1 n2-. serta pada Jumlah taraf signifikan = 5% Jadi nilai rata-rata adalah 71,41 dan standar HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan data penulis lakukan pada siswa Madrasah Aliyah DarussyariAoah Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang berasal dari SMP dan MTs yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan test yang diberikan kepada siswa. Nilai test yang dikumpulkan oleh peneliti adalah deviasinya 9,15. Dengan taraf signifikan yu = 0,05 dan banyak kelas K = 5, maka derajat kebebasan ( dk ) untuk distribusi chi- kuadrat besarnya adalah dk = k-1 = 4. Maka dari tabel chi-kuadrat diperoleh ycU. = 9,49, karena ycUEaycnycycycuyci < ycUycycaycayceyco 6,765<9,49. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prestasi belajar fisika yang berasal dari SMP sebagai berikut: berdistribusi normal. Tabel 1 . Distribusi Frekuensi Dari Data Nilai Hasil Prestasi Belajar Fisika Siswa yang Berasal dari SMP Untuk nilai prestasi belajar fisika siswa MTs dengan taraf signifikan yu = 0,05 dan banyak yceycn ycuycn yceycn ycuycn ycuycn2 yceycn ycuycn2 60Ae64 65Ae69 70Ae74 9,49, karena ycUEaycnycycycuyci < ycUycycaycayceyco yaitu 5,358<9,49. 75Ae79 Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai prestasi 80Ae84 belajar fisika yang berasal dari MTs berdistribusi 85Ae89 Jumlah Nilai kelas K = 5, maka derajat kebebasan ( dk ) untuk distribusi chi-kuadrat besarnya adalah dk = k-1 = 4. Maka dari tabel chi-kuadrat diperoleh ycU. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan statistic uji-t pada taraf signifikan Jadi nilai rata-rata adalah 75,57 dan standar deviasinya 8,18 = 0,05. Hipotesis ini menggunakan uji-t pihak kanan, yaitu: Ho :yuN1 = yuN2 AuTidak ada perbedaan Volume 1. No. Juli 2017 Jurnal DEDIKASI id/dedikasi prestasi belajar fisika antara siswa yang berasal dari SMP dan MTs di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Banda Aceh Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan sebagai berikut: AuAda perbedaan prestasi Diharapkan bagi siswa MTs belajar lebih belajar fisika antara siswa yang berasal dari SMP giat lagi agar prestasi belajar fisika sama dan MTs di Madrasah Aliyah DarussyariAoah Banda dengan siswa yang berasal dari SMP. Ha :yuN1 > yuN2 Aceh. Kepada guru khususnya bidang studi fisika Kriteria pengujian hipotesis adalah: AuTolak dapat lebih meningkatkan kemampuannya Ho jika thitung>ttabel, dan terima Ho jika thitung serta mengembangkan srtategi mengajarnya, berharga lainnyaAy, sebagaimana yang dinyatakan agar siswa dapat belajar secara maksimal dan Sudjana . Harga t. -) diperoleh dari daftar tabel uji t dengan dk = . 1 n2-. serta pada taraf signifikan = 5%. Dengan taraf signifikan yu = 0,05 dan derajat Diharapkan kepada guru fisika membeikan perlakuan yang sama pada siswa MTs sehingga prestasi belajar fisikanya sama dengan siswa yang berasal dari SMP. kebebasan dk = n1 n2 Ae 2 = 14 12 Ae 2 = 24 Diharapkan kepada pihak-pihak terkait, agar dengan peluang ( 1- ). Dari daftar distribusi t dapat meningkatkan penyediaan buku-buku dengan peluang 0,95 dan dk = 24, didapatyc0,95 = paket fisika dan buku-buku penunjang lainnya 1,71, maka perhitungan diperoleh t = 3,20. Karena yang berhubungan dengan pengajaran fisika, ycEaycnycycycuyci >ycycycaycayceyco yaitu 3,20> 1,71, sehingga jelas sehingga para siswa tidak mendapat hambatan harga t berada pada daerah penerimaan yayca . dalam mencari sumber-sumber bacaan. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima pada DAFTAR PUSTAKA