JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 19-25 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809-6126 Pemberdayaan Matarakat Melalui Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Edukasi Ekonomi Kreatif Di Banjar Karya Dharma Yasa Dusun Tragtag Ni Wayan Desi Suryanti1 . I Komang Widya Purnama Yasa2 . I Gede Bayu Wijaya3 1,2,3 Prodi Ekonomi Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram Email : 1 desisuryanti16873@gmail. com, 2 komang. yasa1990@gmail. bayuwijaya@iahn-gdepudja. Abstrak Penelitian ini bertujuan membuat program pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan botol bekas sebagai alat pembelajaran di bidang ekonomi kreatif di Dusun Tragtag. Sampah plastik yang menjadi masalah lingkungan utama di sini diubah menjadi produk kreatif sekaligus membantu mengajarkan pentingnya menabung sejak kecil. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan beberapa tahapan yaitu survei awal untuk memahami karakteristik peserta dan keadaan lingkungannya, penyusunan program edukasi, serta pelaksanaan pelatihan praktis membuat celengan dari botol plastik Teknik pengumpulan datanya meliputi pengamatan, dokumentasi, serta interaksi langsung berupa diskusi dan tanya jawab dengan anak-anak dan remaja sebagai sasaran utama. Program ini dilaksanakan bertahap dengan menyesuaikan jadwal agar tidak mengganggu belajar peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah dan literasi keuangan sejak usia dini. Selain itu, keterampilan dalam membuat celengan dari botol bekas mampu memotivasi anak-anak untuk menabung secara rutin, sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan. Hasil ini menunjukkan potensi besar dalam membentuk generasi muda yang mandiri secara finansial dan peduli lingkungan, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan di masyarakat desa. Kata kunci: Ekonomi Kreatif. Literasi Keuangan. Pelastarian Lingkungan. Pemberdayaan Masyarakat. Sampah Plastik. Abstract This study aims to create a community empowerment program using used bottles as learning tools in the field of creative economy in Tragtag Hamlet. Plastic waste, which is a major environmental problem here, is transformed into creative products while helping to teach the importance of saving from an early age. The approach used is descriptive qualitative, with several stages: an initial survey to understand the characteristics of the participants and their environmental conditions, the development of an educational program, and the implementation of practical training in making piggy banks from used plastic bottles. Data collection techniques include observation, documentation, and direct interaction in the form of discussions and question-and-answer sessions with children and adolescents as the primary target audience. This program is implemented in stages, adjusting the schedule so as not to interfere with participants' studies. Research findings indicate that the program successfully increased participants' awareness of the importance of waste management and financial literacy from an early age. Additionally, the skill of making piggy banks from used bottles motivated children to save regularly while fostering a sense of environmental responsibility. These results highlight the significant potential for cultivating a financially independent and environmentally conscious younger generation, thereby contributing to sustainable development in rural communities. Keywords: Community empowerment. Creative economy. Environmental conservation. Financial literacy. Plastic waste. PENDAHULUAN Secara umum, sampah sering dianggap tidak penting karena dianggap sebagai benda yang kotor dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, sehingga harus dibuang atau dimusnahkan. Namun, ada sebagian orang yang menganggap sampah memiliki nilai, sehingga dimanfaatkan kembali melalui cara daur ulang. Sampah bisa diubah dari benda yang tidak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi (Haryati, 2. Sampah plastik merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi secara global karena penggunaannya yang sangat luas dalam berbagai aspek kehidupan manusia, namun tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang efektif (Ghylar Page | 19 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 19-25 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809-6126 Puspa Nur Rachmawati, 2. Masalah limbah plastik merupakan salah satu rintangan lingkungan paling signifikan diera kontemporer. Plastik yang susah terurai dapat mencemari tanah, sumber air, dan atmosfer, serta berisiko bagi kesehatan manusia dan ekosistem secarakeseluruhan. Di berbagai tempat, seperti institusi pendidikan, rumah tangga, dan komunitas pedesaan, konsumsi plastik dalam kehidupan sehari-hari sangat luas mulai dari kemasan makanan ringan hingga botol minuman yang pada akhirnya menciptakan volume limbah plastik yang besar (Jihan Dwi Amelya, 2. Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh tumpukan sampah yang tidak terkelola dapat digolongkan sebagai degradasi lingkungan yang bersifat sosial. Hal ini karena masalah sampah tidak hanya berdampak pada kondisi fisik dan ekologis lingkungan, tetapi juga secara langsung mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan sosial masyarakat. Dalam komunitas yang terdampak oleh keberadaan sampah, tingkat kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan dapat terganggu (Ajeng Putri Utami, 2. Sampah dari rumah tidak bisa dihindari, tetapi bisa diturunkan dan diminimalkan. Langkah-langkah untuk mengurangi sampah rumah tangga termasuk memilih antara jenis sampah organik dan anorganik. Limbah organik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos, pakan, serta untuk biogas dan listrik. Limbah anorganik sekarang dapat diproses menjadi berbagai bentuk kerajinan (Andi Liliandriani, 2. Munculnya sektor ekonomi kreatif menawarkan harapan segar untuk menyelesaikan masalah Melalui penerapan gagasan-gagasan inovatif, sampah plastik seperti botol bekas. Bahan Ae bahan yang dulunya dianggap sampah dapat diproses menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi, seperti produk kerajinan, dekorasi rumah, atau barang-barang berguna lainnya. Metode ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Namun, sayangnya penerapan ide ini masih belum merata, termasuk di Desa Tragtag. Berdasarkan pengamatan awal, manajemen limbah di Desa Tragtag masih tergolong sangat sederhana dan kurangnya kesadaran. Limbah rumah tangga, termasuk botol plastik bekas, biasanya hanya dibakar oleh penduduk di sekitar halaman rumah. Hal ini terjadi karena hingga kini Desa Tragtag belum memiliki sarana pembuangan limbah umum yang Sebagai akibatnya, tumpukan sampah sering kali muncul di sekitar lingkungan penduduk atau dibakar tanpa pengelolaan yang tepat. Dengan memperhatikan situasi yang ada, penulis mengembangkan sebuah inisiatif yang tertuju pada pendidikan dan pelatihan komunitas, terutama generasi muda, untuk mengubah botol bekas menjadi karya kerajinan yang kreatif. Tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan daur ulang, program ini juga menyediakan pengenalan dasar mengenai kewirausahaan agar masyarakat dapat mengurangi sampah serta menciptakan peluang usaha yang bermanfaat secara ekonomi. Diharapkan, melalui aktivitas ini warga Dusun Tragtag dapat menjadi lebih inovatif, peduli terhaadap lingkungan dan memiliki pengetahuan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. Melalui program ini, diharapkan masyarakat Dusun Tragtag dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengolah botol bekas menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam berinteraksi dan bekerja sama dengan masyarakat, menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang ada di lokasi KKN (Hilal. Kadir, & Sarmila, 2. Dengan demikian, program KKN ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik dari sisi peningkatan ekonomi maupun kesadaran lingkungan bagi masyarakat Dusun Tragtag. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilakukan secara bertahap yaitu sebagai berikut : 1 Perencanaan (Survey & Penentuan Penyampaian Program Kerj. Tahap perencanaan kegiatan ini diawalai dengan melakukan survei lapangan untuk memahami kondisi lingkungan dan karakteristik peserti yang mayoritas merupakan anak-anak dan remaja. Dari hasil pengamatan kemudian mengidentifikasi permasalahan utama seperti rendahnya kesadaran akan pentingnya menabung sejak dini, minimnya pemanfaatan barang bekas menjadi produk bernilai, serta kurangnya pengetahuan tentang peluang ekonomi kreatif. Penyusunan program dilakukan dengan pengenalan ekonomi kreatif dan sampah anorganik, praktik pembuatan celengan dari botol bekas, serta edukasi pentingnya menabung sejak dini. Jadwal kegiatan disusun menyesuaikan dengan waktu luang Page | 20 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 19-25 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809-6126 peserta agar kegiatan dapat diikuti secara maksimal tanpa menggangu aktivitas belajar mereka 1 Pelaksanaan program AuPemberdayaan Masyarakat Menggunakan Botol Bekas Sebagai Media Edukasi Ekonomi Kreatif Di Banjar Karya Dharma Yasa Dusun TragtagAy dilakukan secara bertahap dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan kegiatan mencakup observasi, dokumentasi, serta pelatihan langsung dalam membuat produk kreatif dari botol bekas. Observasi Pelaporan Pelaksanaan Dokumentasi Gambar 1. Contoh Diagram . Observasi dilakukan sebelum dan selama riset berlangsung yang meliputi gambaran umum, suasana kehidupan sosial, kondisi fisik, kondisi ekonomi dan sosial yang terjadi (Ruslan. Khalifatun, & Rahman, 2. Observasi bersifat partisipatif, di mana pengamat turut hadir dan terlibat secara langsung dalam aktivitas masyarakat. Pelaksanaan adalah program yang berfokus pada penerapan konsep menabung. Metode yang digunakan adalah demonstrasi langsung dan belajar melalui pengalaman, sehingga peserta bisa memahami konsep secara teoritis dan juga menerapkannya langsung. Dokumentasi, dilakukan dengan mengambil foto, video dan catatan kegiatan untuk merekam seluruh program. Dokumentasi visual juga digunakan sebagai bahan analisis kualitatif untuk melihat keterlibatan peserta dan dampak visual kegiatan. Pelaporan yaitu setelah kegiatan selesai seluruh hasil observasi, pelaksanaan dan dokumentasi dianalisis untuk disusun dalam bentuk laporan tertulis. Pelaporan memuat analisis hasil kegiatan, capaian target, kendala yang dihadapi dan rekomendasi perbaikan untuk keberlanjutan program. HASIL DAN PEMBAHASAN Program kerja AuPemberdayaan Masyarakat Menggunakan Botol Bekas Sebagai Media Edukasi Ekonomi Kreatif Di Banjar Karya Dharma Yasa Dusun TragtagAydilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan anak-anak dan remaja Dusun Tragtag sebagai sasaran utama. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas, sekaligus menanamkan nilai pengelolaan keuangan sejak dini. Proses pelaksanakan dimulai dengan observasi awal untuk memahami kebiasaan pengelolaan sampah dan pola menabung di kalangan peserta. Selanjutnya dilakukan interaksi langsung melalui tanya jawab dan diskusi ringan sehingga peserta lebih mudah memahami materi. 1 Pentingnya Menabung Sejak Dini Menabung mencerminkan cara seseorang memperlakukan, mengelola, dan memanfaatkan uang yang dimilikinya. Perilaku menabung dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cara masyarakat dalam menghabiskan uang. Biasanya, masyarakat berpikir bahwa menabung hanya penting bagi orang yang memiliki uang banyak. Secara sederhana, menabung bisa diartikan sebagai hasil penghasilan dikurangi pengeluaran pribadi. Selain itu, kebiasaan menabung menunjukkan tanggung jawab seseorang terhadap masa depan, seperti menyiapkan dana darurat untuk kejadian tak terduga dan menyediakan tabungan untuk masa pensiun (Haryati, 2. Dengan terbiasa menabung, seseorang bisa menjadi lebih bijak dalam pengaturan keuangan, lebih menghargai uang, dan lebih disiplin dalam mengelola uang. Kebiasaan menabung bukan hanya untuk orang dewasa, tetapi juga sebaiknya dibiasakan sejak kecil. Kebiasaan menabung pada anak-anak tidak muncul begitu saja, mereka perlu Page | 21 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 19-25 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809-6126 diberi penjelasan dan pemahaman tentang pentingnya menabung, seperti melalui sosialisasi yang tepat sejak dini. Selain itu, anak-anak juga perlu didorong agar tertarik menabung. Salah satu cara memotivasi anak untuk gemar menabung adalah dengan melibatkan kreativitas mereka, misalnya membuat celengan dari benda-benda bekas seperti botol (Sugiarto et al. , 2. Gambar 2. Materi Pentingnya Menabung Sejak Dini Di Dusun Tragtag, kegiatan mengenalkan pentingnya menabung sejak dini diadakan pada minggu pertama program berjalan. Pembelajaran dilakukan dengan cara yang seru, yaitu melalui cerita interaktif, permainan yang bermanfaat, serta diskusi dalam kelompok kecil yang disesuaikan dengan usia peserta. Anak-anak diberi penjelasan yang mudah dipahami mengenai manfaat menabung, seperti memiliki uang untuk membeli perlengkapan sekolah atau keperluan lain yang mendesak, tanpa harus membebani orang tua. Metode yang digunakan membuat anak-anak terlibat aktif, bukan hanya mendengarkan saja. Dengan mengenalkan konsep menabung dalam situasi sehari-hari, anak-anak mulai memahami bahwa menabung tidak hanya sekadar menyimpan uang di celengan, tetapi juga merupakan kebiasaan yang bisa memberi manfaat sepanjang hidup. 2 Pelaksanaan Pembuatan Celengan Dari Botol Bekas Sebagai Upaya Anak -Anak Untuk Menabung Pada minggu kedua pelaksanaan program, kegiatan difokuskan pada praktik kreatif pembuatan celengan dari botol plastik bekas. Kegiatan ini bukan hanya latihan keterampilan tangan, tetapi juga cara belajar yang menyatukan dua nilai penting yaitu kebiasaan menabung dan cara mengelola sampah anorganik secara kreatif. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan konsep upcycling atau memanfaatkan barang bekas menjadi produk baru yang berguna. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar cara mengelola uang sederhana, tetapi juga memahami dampak positif dari sikap ramah Persiapan dimulai dengan mengumpulkan botol plastik bekas dari rumah setiap peserta. Langkah ini mengajarkan anak-anak untuk memilah sampah langsung dari sumbernya, kebiasaan kecil yang bisa berdampak besar terhadap lingkungan. Setelah dikumpulkan, botol-botol tersebut dicuci secara menyeluruh, baik bagian luar maupun dalamnya, agar bersih sebelum diubah menjadi celengan. Selanjutnya, peserta diberi bimbingan secara bertahap. Mulai dari membuat lubang kecil sebagai tempat uang masuk, kemudian proses menghias. Bahan dekorasi yang digunakan sangat beragam, seperti kertas warna dan stiker karakter favorit anak-anak. Aktivitas menghias ini tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga mendorong rasa memiliki terhadap celengan yang mereka buat, sehingga diharapkan bisa meningkatkan semangat untuk digunakan. Page | 22 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 19-25 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809-6126 Celengan Dari Botol Bekas Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan penuh rasa persatuan. Para anak saling berdiskusi tentang desain, membantu atau sama lain dalam memotong atau menempel, serta saling memberikan pujian terhadap karya teman-temannya. Nilai kerja sama dan gotong royong terlihat jelas dari cara mereka berinteraksi, sehingga kegiatan ini bukan hanya sekadar membuat celengan, tetapi juga menjadi pembelajaran sosial yang bermakna. Hasilnya, setiap anak memiliki celengan yang unik sesuai dengan selera dan kreativitas masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan rasa bangga bagi anak-anak, karena mereka berhasil membuat sesuatu yang berguna dari bahan-bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah. Dengan pendekatan ini, program ini tidak hanya membiasakan anak-anak untuk menabung sejak dini, tetapi juga membentuk kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kombinasi dari keterampilan praktis, pemahaman tentang nilai ekonomi, serta rasa peduli terhadap lingkungan menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk pendidikan holistik yang relevan dalam era modern, di mana isu keberlanjutan dan kemandirian finansial menjadi perhatian utama. 3 Implikasi Menabung Sejak Dini Pengenalan kebiasaan menabung sejak dini memberikan dampak jangka panjang yang sangat signifikan, baik dari sisi individu maupun masyarakat secara luas. Pada tingkat individu, menabung menjadi fondasi penting dalam pembentukan literasi keuangan yang sehat. Anak-anak yang sejak kecil dibiasakan menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung cenderung memiliki kemampuan mengatur pengeluaran, menghindari perilaku konsumtif berlebihan, dan merencanakan masa depan dengan lebih matang. Proses ini melatih mereka untuk memahami konsep nilai uang, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya perencanaan keuangan. Dengan membentuk kebiasaan menabung sejak dini, diharapkan dapat membantu mengubah pola pikir dan perilaku siswa dalam mengelola keuangan secara bijaksana serta membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di masa depan (Kurnia. Kia. Kisanjani. Rahman, & Puji, 2. Gambar 4. Implikasi Menabung Sejak Dini Contoh nyata dari pelaksanaan kegiatan ini terlihat di Dusun Tragtag, di mana program pemberdayaan anak-anak untuk membuat celengan dari botol bekas tidak hanya berhasil memotivasi Page | 23 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 19-25 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809-6126 mereka untuk menabung, tetapi juga membentuk perilaku finansial yang positif. Anak-anak yang awalnya belum memiliki kebiasaan menabung kini mulai rutin menyisihkan sebagian uang jajannya setiap minggu. Berdasarkan wawancara dengan orang tua, banyak di antara mereka melaporkan bahwa anak-anak menjadi lebih bijak dalam menggunakan uang, lebih mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta merasa bangga dengan hasil tabungan yang terkumpul. Lebih dari itu, pembuatan celengan dari botol bekas membawa implikasi ganda yaitu mengajarkan pengelolaan uang sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pelajaran tentang disiplin finansial, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi limbah plastik dan memanfaatkan kembali barang bekas. Kombinasi antara pendidikan keuangan dan kesadaran lingkungan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menyeluruh dan efektif. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya memperoleh keterampilan yang berguna untuk kehidupan masa depan mereka, tetapi juga mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap alam sekitar. Jika model ini diterapkan secara rutin di berbagai wilayah, sangat mungkin akan muncul generasi yang pintar secara finansial sekaligus peduli terhadap lingkungan, yang pada akhirnya akan membantu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia. KESIMPULAN Di Banjar Karya Dharma Yasa Dusun Tragtag, program pemberdayaan masyarakat melalui penggunaan botol bekas sebagai media edukasi ekonomi kreatif menunjukkan hasil yang positif, meskipun masih dalam kategori cukup. Melalui kegiatan kreatif yang melibatkan pembuatan celengan dari botol plastik bekas, program ini berhasil meningkatkan kesadaran anak-anak dan remaja tentang pentingnya menabung sejak dini. Pendekatan berbasis praktik terbukti berhasil karena membuat pendidikan menyenangkan, mudah dipahami, dan mendorong peserta untuk berpatisipasi secara aktif. Kegiatan ini tidak hanya memberi peserta pengetahuan tetapi juga mengajarkan mereka untuk mengubah perilaku seperti menjadi kebiasaan menyisihkan uang jajan dan mengubah barang bekas menjadi barang yang bermanfaat. Selama kegiatan berlangsung, nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas juga terlihat meningkat. Program ini berdampak langsung terhadap peningkatan literasi keuangan dan kepedulian lingkungan pada generasi muda. Jika kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dan mencakup wilayah lain, kemungkinan besar generasi yang lebih kreatif, disiplin keuangan, dan peduli terhadap keingintahuan lingkungan akan muncul. Oleh karena itu, program ini dianggap sebagai model pendidikan kreatif yang relevan dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendidik generasi berikutnya. SARAN Agar kebiasaan menabung dan pemanfaatan barang bekas dapat bertahan dan berkembang, program ini harus dilanjutkan dengan pendampingan rutin. Perubahan perilaku peserta akan lebih konsisten jika keterlibatan orang tua dan perangkat desa ditingkatkan. Untuk menghasilkan hasil yang lebih optimal, disarankan evaluasi yang sistematis dan variasi mode pembelajaran. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Dosen Pembimbing Lapangan. Pemerintah Desa. Tokoh Masyarakat, serta seluruh warga Banjar Karya Dharma Yasa Dusun Tragtag, khususnya anak-anak dan remaja yang telah berpatisipasi aktif dalam program ini. Dukungan, bimbingan, dan kerja sama yang diberikan sangat berarti bagi keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA