Excellent Midwifery Journal Volume 6 No. Oktober 2024 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM DAN MOBILISASI DINI TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT MURNI TEGUH ROSIVA MEDAN Eny Novita Marpaung1. Lenny Lusia SimatupangA,** Program Studi S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Murni Teguh Medan Email: enynovitamarpaung01@gmail. com, lennylusia30@gmail. ABSTRACT Background: Caesarean section (CS) is another way for women to choose the delivery process in addition to medical and non-medical indications. The side effect of CS surgery is pain in the incision. Non-pharmacological actions that are thought to be able to reduce pain intensity are deep breathing relaxation and early mobilization, but it is not yet known which of these two actions is more effective in reducing pain. Objective: To determine the effect of deep breathing relaxation techniques and early mobilization on pain levels in post-cesarean section patients. Method: Quantitative research with a quasi-experimental approach and a two-group pre and post test design without a control group. The study was conducted at RSIA Murni Teguh Rosiva Medan. The population size was 47 patients per month and the sample size was 42 people divided into 2 groups, each group consisting of 21 people. Sampling was by accidental sampling. Analysis was carried out univariately in the frequency distribution table and bivariately using the Independent Sample T-Test because the data were normally distributed. Results: The study showed that in post-cesarean section patients, deep breathing relaxation techniques resulted in a more significant decrease in pain levels compared to early mobilization, with an average posttest pain value of 1. 86 A 0. ild pai. 62 A 1. oderate pai. , respectively. The difference in pain between the two groups was significant with a p value = 0. 000, which means p <0. Conclusion: Deep breathing relaxation techniques are more effective in reducing pain levels in post-cesarean section patients than early mobilization. Suggestion: It is recommended that further researchers conduct further research on how to overcome postoperative pain using other complementary therapies such as warm/cold compresses, aromatherapy, and others. Keywords: Deep Breathing Relaxation Technique. Early Mobilization. Pain in post operative Sectio Caesarea patients LATAR BELAKANG Sectio caesarea (SC) merupakan cara lain seorang wanita untuk memilih proses persalinan disamping adanya indikasi medis dan non medis. Tindakan Sectio caesarea akan memutuskan kontinuitas atau persambungan jaringan, karena adanya sayatan yang akan melepaskan reseptor nyeri sehingga pasien merasa nyeri terutama pada setelah efek anestesi hilang. Nyeri dapat menyebabkan stressor dimana individu akan merespons secara biologis yang menimbulkan respon perilaku fisik dan psikologis (Metasari & Sianipar, 2. Keadaan pasien pasca operasi section cesarean mengalami nyeri di sekitar insisi. Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan secara aktual maupun Nyeri bersifat subjektif yang artinya tingkatan nyeri setiap individu berbeda-beda dalam menilai nyeri yang dirasakan, nyeri juga menyebabkan perasaan tidak nyaman pada individu yang merasakan nya. Operasi section cesarean menimbulkan nyeri karena terjadinya Apabila nyeri pada pasien post operasi tidak segera ditangani akan mengakibatkan bonding attachment yang terganggu antara ibu dan bayinya, inisiasi menyusui dini terganggu, hambatan mobilitas fisik, hospitalisasi pasien menjadi lebih lama, membutuhkan lebih banyak biaya. Hal ini perhatiannya pada nyeri yang dirasakan, upaya untuk meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi rasa nyeri pada ibu post SC dapat dilakukan dengan metode nonfarmakologi yaitu teknik relaksasi napas dalam dan mobilisasi dini (Berkanis, 2. HASIL Analisa univariat karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas responden pada kelompok teknik relaksasi napas dalam berusia 21 Ae 35 tahun sebanyak 16 orang . ,2%), sama halnya pada kelompok mobilisasi dini yang mayoritas respondennya berusia 21 Ae 35 tahun sebanyak 18 orang . ,7%). Berdasarkan pendidikan, menunjukkan bahwa mayoritas responden pada kelompok teknik relaksasi napas berpendidikan tinggi (Perguruan Tingg. sebanyak 12 orang . ,1%), demikian juga pada kelompok mobilisasi dini yang mayoritas respondennya berpendidikan tinggi (Perguruan Tingg. sebanyak 11 orang . ,4%). Berdasarkan mengindikasikan bahwa mayoritas responden pada kelompok teknik relaksasi napas dalam tidak bekerja sebanyak 13 orang . ,9%), lain halnya pada kelompok mobilisasi dini yang mayoritas respondennya bekerja sebanyak 11 orang . ,4%). Berdasarkan jumlah anak, dapat dilihat bahwa mayoritas responden pada kelompok teknik relaksasi napas dalam mempunyai 1 orang anak sebanyak 9 orang . ,9%), demikian juga pada kelompok mobilisasi dini yang mayoritas respondennya mempunyai 1 orang anak sebanyak 10 orang . ,6%). Tabel 1. Distribusi Tingkat Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Setelah Dilakukan Teknik Relaksasi Napas dan Mobilisasi Dini (Posttes. Kelompok Teknik Kelompok Tingkat Relaksasi Mobilisasi Nyeri Napas Dini (Posttes Dalam Tidak Nyeri 90,5 10 Nyeri Ringan 0 Nyeri Sedang 0 Nyeri Berat Terkont Nyeri METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif atau quantitative design dengan . uasi Desain quasi eksperimen yang digunakan adalah bentuk two group pre and post test without control group. Sampel adalah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan Pada penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penetapan sampel dengan cara anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitian (Hardani, dkk 2. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 responden sebagai kelompok intervensi 1 . erapi teknik nafas dala. dan 21 responden sebagai kelompok intervensi 2 . erapi mobilisasi din. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei sampai dengan juni Pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji skala nyeri sesudah dan sebelum dilakukan intervensi relaksasi napas dalam dan mobilisasi dini kepada pasien post section Setelah data terkumpul maka dilakukan pengolahan dan analisa data dengan uji Shapiro Wilk untuk melihat data apakah berdistrubusi normal atau tidak dan dilakukan uju independent sample T- test untuk membandingkan tingkat nyeri pasien post sectio caesarea sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam dengan mobilisasi dini. No Tingkat Nyeri (Posttes Kelompok Teknik Relaksasi Napas Dalam Kelompok Mobilisasi Dini Shapiro-Wilk Tingkat statistic df sig. Keterangan Nyeri Teknik 0,774 21 0,266 Normal Relaksasi Napas Dalam (Pretes. Teknik 0,871 21 0,199 Normal Relaksasi Napas Dalam (Posttes. Mobilisasi 0,796 21 0,274 Normal Dini (Pretes. Mobilisasi 0,881 21 0,154 Normal Dini (Posttes. Berkaitan dengan hasil uji ShapiroWilk dengan nilai signifikansi kedua variabel lebih besar dari 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa berdistribusi normal, maka uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Independent Samples T-Test. Sangat Berat Tidak Terkont 21 100,0 Jumlah Kelomp Teknik Relaksa Napas Dalam Mobilis asi Dini Mean Mean Differe Sig. 5,744 0,000 1,86 -1,762 3,62 Pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa mayoritas responden pada kelompok teknik relaksasi napas dalam merasakan nyeri dalam skala ringan setelah intervensi dilakukan sebanyak 19 orang . ,5%), lain halnya pada kelompok mobilisasi dini mayoritas responden merasakan nyeri dalam skala sedang setelah intervensi dilakukan sebanyak 11 orang . ,4%). Uji Independent Samples T-Test Tabel 3. uji Independent Samples T-Test perbandingan teknik relaksasi napas dalam dan mobilissasi dini terhadap tingkat nyeri Berdasarkan table diatas hasil penelitian menunjukkan dengan nilai sig. = 0,000 < 0,05. Yang menunjukkan bahwa hipotesis diterima (H. sehinggan dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi napas dalam lebih efektif dalam menurunkan tingkat nyeri yang dirasakan oleh pasien post operasi sectio Hasil Bivariat uji Shapiro-Wilk Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data dengan Menggunakan Uji Shapiro-Wilk PEMBAHASAN Penelitian penelitian milik Susilawati . di Ruang Rawat Nifas RSUD Sekarwangi Sukabumi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post partum sectio caesarea dengan nilai p sebesar 0,000 < 0,05. Penelitian milik Safitri . di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan mendapatkan hasil analisis uji statistik nilai Z score = -2,842 dengan p-value=0,004, dan dapat dikatakan bahwa ada pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Penelitian Haflah & Safitri . di Rumah Sakit Umum Sundari menunjukkan nilai = 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak yang artinya ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi Haflah. , & Safitri. Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Di Rumah Sakit Umum Sundari. Jurnal Kebidanan. Keperawatan Dan Kesehatan (BIKES), 2. , 45Ae49. https://doi. org/10. 51849/jbikes. Hardani. Auliya. Andriani. Fardani, . Ustiawaty. Utami. Sukmana. , & Istiqomah. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta:Pustaka Ilmu. Metasari. , & Sianipar. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Nyeri Post Operasi Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Bengkulu. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10. , 8Ae14. Safitri. Fauziah. , & Nasution. Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara Medan. Excellent Widwifery Journal, 7. Simatupang. , & Sinaga. M, . Pengaruh Akupresur dan Latihan Napas Dalam Terhadap Fatigue dan Kualitas Tidur Pasien Hemodialisa di Murni Teguh Memorial Hospital. Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan, 5. , 56-60. Suprapti. Konsep Keperawatan Dasar. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia. Susilawati. Kartaatmadja. , & Suherman, . Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pasien Post Partum Sectio Caesarea Di Ruang Rawat Nifas RSUD Sekarwangi Sukabumi. Media Informasi, 19. , 13Ae19 KESIMPULAN Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: Tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea sebelum teknik relaksasi napas dalam dan mobilisasi dini dilakukan . di Rumah Sakit Murni Teguh Rosiva Medan, nilai rata-rata nyeri pada kelompok teknik relaksasi napas dalam yaitu 4,71A0,784 . yeri sedan. dan kelompok mobilisasi dini yaitu 5,10A0,831 . yeri sedan. Tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea setelah teknik relaksasi napas dalam dan mobilisasi dini dilakukan . di Rumah Sakit Murni Teguh Rosiva Medan, nilai rata-rata nyeri pada kelompok teknik relaksasi napas dalam yaitu 1,86A0,964 . yeri ringa. dan kelompok mobilisasi dini yaitu 3,62A1,024 . yeri sedan. Terdapat perbedaan nyeri yang signifikan pada pasien post operasi sectio caesarea antara kelompok teknik relaksasi napas dalam dengan kelompok mobilisasi dini di Rumah Sakit Murni Teguh Rosiva Medan, diperoleh nilai signifikan p = 0,000 < 0,05, yang dapat diartikan bahwa teknik relaksasi napas dalam lebih efektif untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi sectio caesarea daripada mobilisasi dini. SARAN Direkomendasikan selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lanjutan tentang tingkat nyeri pasien post operasi sectio caesarea sebelum dan setelah dilakukan teknik relaksasi napas dalam dan mobilisasi dini dengan menggunakan terapi komplementer lainnya seperti kompres hangat/dingin dan aromaterapi sehingga dapat melengkapi hasil penelitian yang telah ada. DAFTAR PUSTAKA