Sultra Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 3063-6906 Volume 2 Nomor 1 Agustus 2025 Sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan atau perorangan/kelompok lainnya . Untuk Pengabdian Masyarakat Bimbingan Teknis pada Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumur Resapan dipekarangan sebagai alternatif upaya pencegahan banjir di Kelurahan Benu-Benua Kota Kendari Hujiyanto1*. Irwan Lakawa1. Hado1. Catrin Sudardjat1. Syamsudin1. Sri Jayani Safitri2. Nurmaida2 Dosen Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Sulawesi Tenggara *Corresponding author. hujiyantolit@gmail. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat dalam tridharma perguruan tinggi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di Kelurahan Benu-Benua, kecamatan Kendari Barat. Kota Kendari, perihal pentingnya pemanfaatan sumur resapan di pekarangan rumah masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam upaya pencegahan atau banjir, mengurangi durasi terjadinya genangan air atau mengurangi limpasan air hujan. Genangan air atau banjir sering terjadi pada kawasan lingkungan dataran rendah, jadi genangan air banjir merupakan suatu hal yang sulit di hindari karena faktor topografi suatu kawasan, hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pengendalian agar banjir itu tidak meluas atau atau menggenangi kawasan yang menggangu aktifitas manusia sehari hari. Dengan semakin meningkatnya curah hujan dan perubahan iklim, banjir menjadi masalah yang serius di daerah perkotaan. Dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat metode yang digunakan dapat berupa bimbingan teknis meliputi sosialisasi, dalam merencanakan kebutuhan, pembuatan dan pemeliharaan sumur resapan. Melalui bimbingan teknis ini dan kerja sama dengan masyarakat setempat, program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang cara merencanakan sumur resapan dan manfaatnya dalam pengelolaan air hujan. Pembuatan sumur resapan pada suatu kawasan tidak hanya bertujuan untuk mencegah banjir, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi air. Dengan penerapan sumur resapan secara luas, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah dan mendukung keberlanjutan lingkungan dikawasan itu. Sumur resapan, pencegahan banjir, kesadaran masyarakat, pengabdian kepada masyarakat, . Infiltrasi Air How to cite: Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida, . Bimbingan Teknis pada Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumur Resapan dipekarangan sebagai alternatif upaya pencegahan banjir di Kelurahan Benu-Benua Kota Kendari Pendahuluan Kelurahan Benu-Benua, yang terletak di Kota Kendari, merupakan salah satu daerah pesisir teluk Kendari, . Kondisi geografis yang berbukit dan pada daerah pesisir teluk Kendari merupakan Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida dataran rendah, dengan curah hujan yang cukup tinggi menjadikan daerah ini rentan terhadap banjir, terutama selama musim hujan. Penggunaan lahan akan terus berubah seiring dengan pembangunan pada suatu kota atau Semakin luasnya lahan terbangun akan mengurangi daerah resapan air dan menambah lruas bidang yang tertutup . Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, kebutuhan akan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan menjadi semakin mendesak. Berdasarkan data dari BPS (Kota Kendari Dalam Angka 2024 , jumlah penduduk di Kelurahan Benu-Benua mencapai 000 jiwa dengan kepadatan yang tinggi. Dengan perkembangan kota yang pesat, kawasan ini mengalami peningkatan jumlah permukiman dan infrastruktur, yang mengakibatkan berkurangnya lahan resapan air. Fenomena ini berkontribusi pada peningkatan risiko banjir dan genangan di beberapa titik, terutama di daeah rendahan atau area yang memiliki sistem drainase yang kurang optimal. Selain faktor alam berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal dengan masyarakat setempat, diketahui bahwa masih rendahnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan air hujan menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya implementasi solusi berbasis ekologi seperti sumur resapan. Banyak warga yang lebih mengandalkan sistem drainase kota yang sudah ada, tanpa mempertimbangkan alternatif pencegahan banjir yang dapat dilakukan di tingkat rumah Selain itu, keterbatasan informasi dan keterampilan dalam pembuatan sumur resapan juga menjadi kendala utama. Potensi wilayah Kelurahan Benu-Benua untuk penerapan sumur resapan cukup besar mengingat banyaknya pekarangan rumah yang masih dapat dimanfaatkan untuk sistem ini. Dari sisi sosial, masyarakat perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tetapi memerlukan pendampingan teknis dan edukasi lebih lanjut agar dapat menerapkan teknologi sumur resapan secara efektif dan berkelanjutan. Sumur resapan umumnya merupakan suatu konstruksi teknik yangberbentuk sumur namun difungsikan untuk menampung air hujan yang berasal dari atas tanah . Penerapan sumur resapan diharapkan dapat secara signifikan mengurangi limpasan air permukaan cadangan air tanah akan meningkat. Penerapan sumur resapan tidak hanya selain berfungsi untuk meminimalisasi terjadinya banjir atau genaangan air sumur resapan juga berguna untuk menambah resapan air tanah yang secara langsung meningkatkan cadangan air di dalam tanah. Oleh karena itu, perlu penguatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam merencanakan, pembuatan dan pemanfaatan sumur resapan menjadi strategi yang tepat untuk mengurangi risiko banjir di Kelurahan Benu-Benua. Dalam upaya pengelolan air hujan, sumur resapan merupakan cara untuk menampung air hujan dan secara perlahan terjadi ilfiltrasi air ke dalam tanah sesuai dengan kondisi lapisan tanahnya. Berfungsi membantu agar air menyerap kedalam tanah, kembali ke siklus air, sehinga tidak menyebabkan banjir atau tergenang . Analisis Situasi Beberapa faktor yang merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi risiko banjir yaitu keberadaan lahan pekarangan yang cukup luas di rumah-rumah Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk membuat sumur resapan yang berfungsi untuk menampung air hujan, sehingga dapat mengurangi jumlah air permukaan yang berpotensi menyebabkan banjir. Aktifitas pada suatu kawasan akan terganggu dengan adanya banjir atau genangan air, hal itu menimbulkan masalah ketidaknyamanan penghuninya . Faktor lain di kota Kendari yaitu ada banyak industri rumah tangga/UMKM yang membuat cincin beton untuk sumur gali, produksi ini mudah dimodifikasi untuk sumur resapan dengan membuat lubanglubang pada dinding sumuran untuk masuknya air ke dalam sumur. Adanya program-program pemberdayaan untuk masyarakat dapat diarahkan untuk merealisasikan sumur resapan ini. Faktor lain keinginan masyarakat terhadap lingkungan bersih, aman dari banjir merupakan modal awal dalam pelaksanaan program. Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida Permasalahan yang Dihadapi Berdasarkan analisis situasi dan identifikasi bersama tokoh masyarakat ada beberapa permasalahan di Kelurahan Benu-Benua, terkait program pengabdian ini, yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sumur resapan. Pemahaman masyarakat tentang pentingnya sumur resapan dalam pengelolaan air hujan masih kurang. Sebagian besar warga lebih bergantung pada sistem drainase yang ada, tanpa mempertimbangkan solusi berbasis lingkungan yang dapat dilakukan secara mandiri. Dalam pemanfaatan air masyarakat pada umumnya lebih tertarik untuk menerapkan solusi yang memiliki manfaat ekonomi langsung, seperti memakai sumur bor atau penggunaan air PDAM, dibandingkan sistem air resapan. Beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya pemahaman yaitu : . Kurangnya informasi dan sosialisasi, belum adanya edukasi formal tentang manfaat sumur resapan bagi masyarakat, . Kurangnya pemahaman akan dampak lingkungan, masyarakat perlu memahami bagaimana sumur resapan dapat membantu mengurangi risiko banjir. ada yang menganggap pembangunan sumur resapan tidak begitu penting karena banjir dianggap sebagai kejadian musiman. Kurangnya keterlibatan dalam program lingkungan Keterbatasan keterampilan teknis dalam pembuatan dan pemeliharaan sumur resapan. Selain kurangnya pemahaman, sebagian besar masyarakat juga tidak memiliki keterampilan teknis dalam membuat sumur resapan. Padahal, penerapan teknologi ini cukup sederhana dan dapat diterapkan di pekarangan rumah masing-masing. Beberapa faktor atau kendala teknis tekait keterbatasan ketrampilan teknis : . Kurangnya pengetahuan teknis dalam desain dan konstruksi, umumnya masyarakat belum paham seperi apa sumur resapan yang efektif, . Keterbatasan sumber daya dan biaya, beberapa masyarakat beranggapan bahwa pembuatan sumur resapan memerlukan biaya besar. Minimnya Fasilitas: Tidak semua rumah memiliki akses terhadap fasilitas pembuangan air hujan yang baik, sehingga air hujan cenderung menggenang di jalan dan halaman rumah. Solusi Permasalahan Mitra Dengan mengamati permasalahan yang ada. Untuk mengatasi permasalahan yang telah diidentifikasi, beberapa solusi yang dapat dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi: Edukasi dan Sosialisasi, meliputi Mengadakan seminar atau Workshop yang melibatkan masyarakat atau kelompok terkait pentingnya sumur resapan dalam pengelolaan air hujan. Menyebarluaskan informasi melalui media sosial, pamflet, dan poster mengenai manfaat serta cara pembuatan sumur resapan. Bimbingan Teknis, meliputi Memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat tentang teknik pembuatan sumur resapan yang sesuai dengan kondisi tanah di Kelurahan BenuBenua. Melakukan percontohan pembuatan sumur resapan di beberapa lokasi strategis, yang dapat diadopsi atau dicontoh oleh warga masyarakat. Membuat buku panduan sederhana mengenai cara pembuatan dan perawatan sumur resapan agar dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri. Pendanaan kegiatan. Untuk pendanaan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat atau bersumber dari program-program pemerintah misalnya alokasi Dana Desa cukup memadai dalam membiayai program program fisik dikelurahan. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya pencegahan banjir. Melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan kolaborasi, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga sebagai upaya mitigasi banjir secara mandiri dan Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida Metode Pelaksanaan Metode Dalam pelaksaanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat metode praktis yang dilakukan adalah sebagai berikut : Menyelenggarakan sosialisai berupa Ceramah dan Diskusi tentang pemahaman sumur . Memberikan bimbingan teknis langsung dengan memberikan contoh tata cara perencanaan/perhitungan kebutuhan sumur resapan berdasarkan SNI 03 2453 2002 . Diskusi dan Tanya jawab selama penyelenggaraan bimbingan teknis dari peserta dan pemateri untuk memperluas wawasan /pemahaman tentang perencanaan, pembuatan dan pemeliharaan sumur resapan dan hal terkait lainnya. Peserta. Waktu dan Tempat Peserta bimbingan teknis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan BenuBenua, kecamatan Kendari Barat. Kota Kendari terdiri dari unsur pemerintah kelurahan. Tokoh Pemuda. Tokoh Masyarakat, dan masyarakat umum yang mengikuti kegiatan bimtek Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari yang dilaksanakn oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil berada di Kelurahan Benu-Benua Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari dengan jarak dari kampus Universitas Sulawesi Tenggara ke lokasi mitra A 14 km. Dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknik secara efektif membutuhkan waktu selama 2 . minggu mulai dari tahap persiapan dan observasi pendahuluan yang dilakukan oleh mahasiswa , sampai dengan kegiatan sosialisasi, peninjauan lapangan serta pelaksanaan Bimbingan Teknis yang dilaksanakan oleh seluruh anggota tim pada tanggal 17 Januari 2025. Lokasi Mitra-(Kel. Benua benu. Gambar 1. Lokasi Mitra (Kelurahan Benu-Benu. Tujuan Pelaksanaan dan Tahapan Bimbingan teknis ini dirancang secara sistematis untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui pengabdian kepada masyarakat ini, tujuan yang ingin dicapai adalah: Meningkatkan Kesadaran Masyarakat: Memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan sumur resapan sebagai solusi untuk pencegahan banjir. Ini termasuk menjelaskan cara kerja sumur resapan dan manfaatnya dalam pengelolaan air hujan. Pelatihan Pembuatan Sumur Resapan: Melaksanakan pelatihan praktis bagi masyarakat tentang cara perencanaan sumur resapan yang sederhana dan efektif, sehingga mereka dapat melakukannya secara mandiri. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan: Tahap Persiapan . ilaksanakan oleh tim mahasisw. Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida - Berupa persiapan materi, bahan, adminsitrasi kegiatan/ Surat Tugas dari pimpinan, akomodasi dan transportasi. - Koordinasi dengan tokoh masyarakat. RT/RW, dan aparat kelurahan pelakasanaan kegiatan pengabdian ini. - Peninjauan atau observasi lapangan awal, pengecekan lokasi kondisi existing di Tahap pelaksaan Kegiatan . ilaksanakan oleh seluruh anggta Tim PKM) - Sambutan dari kepala kelurahan Benu-Benua dan ketua Tim untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan agenda bimbingan teknis. - Sosialisasi materi dasar fungsi, manfat, tujuan sumur resapan di pekarangan sebagai salah satu alternatif pencegahan banjir - Menjelaskan peran peserta dalam proses perencanaan dan implementasi sumur resapan secara sederhana. - Bimbingan tata cara perhitungan kebutuhan sumur resapan berupa contoh analisis - Penjelasan Desain gambar sumur resapan sederhana memanfaatkan bahan lokal, hemat biaya dan ramah lingkungan. - Pemanfaatan bahan material lokal untuk membuat sumur resapan sederhana yang memenuhi standart - Perlunya partisipasi aktif dari masyarakat agar kegiatan bimbingan teknis ini dapat - Peninjauan lapangan lokasi yang memungkinakan untuk pembuatan sumur resapan untuk memetakan wilayah yang membutuhkan. Hasil dan Pembahasan Materi Bimbingan Teknis Salah satu manfaat pembuatan sumur resapan adalah upaya untuk meresapkan air di permukaan tanah untuk ke dalam tanah dan dapat menambah simpanan atau cadangan air tanah. Dalam pelaksanaan bimbingan teknis peserta diberikan materi berupa contoh analisis perhitungan kebutuhan sumur resapan dipekarangan. Sasaran lokasi adalah daerah peresapan air di kawasan budidaya, sarana dan prasarana olahraga serta fasilitas umum lainnya. Sumur resapan dapat dibangun di halaman rumah, sekolah, kantor desa, atau di area terbuka hijau lainnya. Sumur resapan adalah lubang yang bertujuan agar air dapat masuk kedalam tanah yang merupakan kebalikan dari sumur air minum, karena itu bentuk struktur dan dalamnya berbeda . Desain sumur resapan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan, termasuk menggunakan sistem vertikal atau kombinasi dengan biopori. Perencanaan /desain sumur resapan berdasarkan : Luas Daerah/ wilayah tangkapan air . kala besa. A Luasan atap rumah . kala ukuran keci. Berdasarkan SNI 03-2453-2002 . beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi dalam perencanan sumur resapan yaitu : Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida Tabel 1 Jarak minimum sumur resapan air hujan terhadap bangunan Tabel 1. Jarak minimum sumur resapan air hujan terhadap bangunan https://w. org/unduh1/sumur-resapan-rumah-tangga. https://w. org/unduh4/sumur-resapan-rumah-tangga. Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida https://tekniksipil. id/contoh-konstruksi-sumur-resapan/ Gambar 1. Konstruksi Sumur Resapan Cara perhitungan kebutuhan sumur resapan air hujan : A Menghitung Volume andil banjir (Va. Vab = 0,855 x Ctadah x Atadah x R Vab = Volume andil banjir yang akan ditampung sumur resapan . Ctadah = koefisien limpasan dari bidang tadah . anpa satua. Atadah = Luas bidang tadah . R = Tinggi hujan harian rata-rata (L/m2/har. A Menghitung Volume air hujan yang meresap (Vrs. Vrsp = te . A total . Vrsp = volume air hujan yang meresap . =durasi hujan efektif . = 0,9R0,92/60. = tinggi hujan harian rata-rata (L/m2/har. Atotal = luas dinding sumur luas alas sumur. K = koefisien permeabilitas tanah . /har. ntuk dinding sumur yang kedap,nilai Kv=Kh. Untuk dinding sumuran tidak kedap air diambil nilai Krata rata : K Rata rata = Kv. Ah Kh. A total Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida A Menghitung Volume penampungan . air hujan : V tampung = Vab - Vrsp A Menghitung kebutuhan jumlah sumur resapan : Htotal = Vab Oe Vrsp Htotal = tinggi sumur resapan yang dibutuhkan Htotal H rencana . N = jumlah sumur resapan yang dibutuhkan Contoh Perhitungan kebutuhan sumur resapan air hujan : Diketahui : Satu pekarangan rumah dipermukiman dikota Kendari : Ukuran lahan = 10m x 15 m, koef limpasan. C tadah = 0,75 Tinggi hujan harian rata-rata R = 50 L/M2/hr Kedalaman air tanah 1,6m Direncakan mengunakan 3 buah sumuran beton dengan yo 0,65m tinggi 50cm . idak kedap ai. , dengan total tinggi 0,5m x 3bh = 1,5mAo Jenis tanah pasir halus, dengan koefesien permebialitas diambil Kv = 3,2 m3/m2/hari. Kh= 2. Perhitungan kebutuhan sumur resapan : A Menghitung Volume andil banjir (Va. Vab = 0,855 x C tadah x Atadah x R Vab = 0,855 x 0,75 x 10*15 x 50 = 4. 809 ltr = 4,81 M3 A Menghitung volume air hujan yang meresap (Vrs. Vrsp = te . A total . Te = durasi hujan efektif . = 0,9R0,92/60. = 0,9* 500,92 /60 = 0,55 jam K Rata rata = Kv. Ah Kh. A total Luas dinding luas alas sumur : Ah = Luas dinding = . yo = 3,14 x 1,50 x 0,65 = 3,06 m2 Av = Luas alas sumuran = A . yo= 1/4 x 3,14 x 0,65 = 0,51 m2 Atotal = Jumlah luas = 3,57 m2 K Rata rata = 3,2 x 3,06 2x3,22x0,51 = 3,66 m/hari 3,78 Jadi Vrsp = 0,55/24 x 3,57 x 3,66 = 0,30 m3 A Menghitung Volume penampungan . air hujan : V tampung = Vab - Vrsp Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida V tampung = 4,81 Ae 0,30 = 4,51 m3 A Menghitung kebutuhan jumlah sumur resapan : Htotal = Vab Oe Vrsp Htotal = 4,51 Oe 0,30 = 1,47mA 3,06 . Jadi tinggi sumur resapan yang dibutuhkan = H total = 1,47mAo Jumlah sumuran : Htotal H rencana 1,47 = 0,98 bh O 1 bh Dari contoh perhitungan kebutuhan sumur resapan dengan di peroleh kebutuhan sumuran 0,98 buah atau dibulaykan . buah, jumlah kebutuhan sumuran dapat di sesuaikan dengan dimensi sumuran yang tersedia. Untuk pelaksanaan lokasi sumuran harus memperhitungkan jarak terhadap bangunan seperti pada tabel 1. dan diusahakan berada pad elevasi terendah pad suatu kawasan agar air dapat mengalir secara alami. Jika dari hasil perhitungan diperoleh jumlah lebih dari satu lokasi sumuran disesuaikan dengan lokasi idealnya. Gambar 2. Kegiatan Bimbingan Teknis Kunjungan observasi Lapangan Kunjungan observasi lapangan bersama masyarakat bertujuan untuk memahami kondisi eksisting kawasan terkait sistem drainase dan ketersediaan lahan bagi penerapan sumur Observasi ini merupakan langkah awal dalam memastikan efektivitas penerapan teknologi sumur resapan dalam mengurangi limpasan permukaan . serta meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Observasi lapangan ini bermanfaat untuk memberikan gambaran nyata tentang kondisi hidrologi dan tata guna lahan, sehingga program bimbingan teknis dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. meningkatkan efektivitas sumur resapan, dengan memahami kondisi tanah dan curah hujan, sumur resapan dapat dirancang agar optimal dalam menurunkan aliran air dipermukaan . un of. dan menambah peresapan air, meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat, masyarakat dapat memahami manfaat dari sumur resapan sebagai salah satu solusi mitigasi banjir, sehingga lebih antusias dalam mengadopsi teknologi sederhana pembuatan sumur resapan. Hujiyanto Irwan Lakawa. Hado. Catrin Sudardjat. Syamsudin. Sri Jayani Safitri. Nurmaida Gambar 3. Kegiatan kunjungan /observasi lapangan Kesimpulan Permasalahan terjadinya banjir atau genangan air yang dihadapi masyarakat Kelurahan BenuBenua terkait minimnya keterampilan teknis dalam penerapan sumur resapan, hal ini dapat diatasi melalui pendekatan edukasi/sosialisasi, bimbingan teknis, dan dapat diprogramkan untuk pendampingan langsung. Dengan solusi yang ditawarkan, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya sumur resapan serta memiliki keterampilan yang cukup untuk membangun dan merawatnya secara mandiri, dan dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Benu-Benua dapat secara mandiri menjaga dan mengembangkan teknologi sumur resapan guna menciptakan lingkungan yang lebih ramah air serta bebas dari risiko banjir. Referensi