Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah Vena DenganPembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik Putri Lenda *Mahasiswa Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Medis. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Katolik Musi Charitas E-mail: putrilenda02@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Pembendungan torniquet adalah salah satu yang dapat mempengaruhi hasil jumlah Pembendungan menurut CLSI tidak boleh lebih dari 1 menit. Tetapi terkadang dalam pengambilan darah vena terjadi pembendungan lebih dari satu menit. Pada penelitian ini peneliti meneliti tentang perbedaan jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan jumlah eritrosit dengan pembendungan 50 detik dan 80 detik. Tujuan: Mengetahui Perbedaan Hasil Jumlah Eritrosit Darah Vena Dengan Pembendungan Selama 50 detik dan 80 detik. Metode: Penelitian ini bersifat pra-eksperimen dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik total sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 32 mahasiswa/i yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Darah vena yang telah ditampung dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik, kemudian diperiksa jumlah eritrosit menggunakan alat Sysmex XP100. Data hasil pengukuran sampel kemudian diuji menggunakan Paired Sample t-test. Hasil: Rata-rata jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik sebesar 4,48x106/AAl. Rata-rata jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 80 detik sebesar 4,50x106/AAl. Kesimpulan: Terdapat perbedaan hasil pemeriksaan jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan 50 detik dan 80 detik menggunakan alat Sysmex XP-100 dengan nilai . ig 2 taile. 0,03>0,05. Saran: Pembendungan torniquet selama 80 detik tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan jumlah Kata Kunci: Eritrosit. Torniquet. Darah Vena. ABSTRACT Background : Torniquet containment is one that can affect the results of the erythrocyte count. Dam according to CLSI should not be more than 1 minute. But sometimes in taking venous blood there is damming for more than one minute. In this study, researchers examined the differences in the number of venous blood erythrocytes by damming for 50 seconds and 80 seconds. The results of this study found that there were differences in the number of erythrocytes with 50 seconds and 80 seconds of containment. Objective : Knowing the difference in the results of venous blood erythrocyte counts with damming for 50 seconds and 80 seconds. Methods : This research is a pre-experimental study with a cross-sectional approach using total sampling technique. The subjects of this study were 32 students who met the inclusion and exclusion Venous blood that has been collected by damming for 50 seconds and 80 seconds, then examined the number of erythrocytes using the Sysmex XP-100. Data from sample measurements were then tested using the Paired Sample t-test. Result : The average number of venous blood erythrocytes with damming for 50 seconds was 48x106/AAl. The average number of venous blood erythrocytes with damming for 80 seconds was 50x106/AAl. Conclusion : There is a difference in the results of examining the number of venous blood erythrocytes by holding 50 seconds and 80 seconds using the Sysmex XP-100 with a value . ig 2 taile. 0,03> 0,05. Suggestion : Torniquet containment for 80 seconds cannot be used to check the RBC count. Keywords : Erythrocytes. Tourniquet. Vein Blood. PENDAHULUAN Eritrosit merupakan salah satu pemeriksaan hematologi. Eritrosit berbentuk bikonkap . , eritrosit mengandung karbonik anhidrase yang memiliki peran untuk memfasilitasi hemoglobin sehingga dapat membawa karbon dioksida,hemoglobin berfungsi untuk mengikat oksigen ke seluruh Eritrosit tidak mempunyai nukleus maka dari itu eritrosit tidak dapat bereproduksi sendiri (Irfanudin, 2. Jumlah sel darah merah pada tubuh manusia bervariasi tergantung jenis kelamin dan usia seseorang, tetapi ada sekitar 4,2 -6,5juta sel dalam satu mililiter darah. Fungsiutama dari sel darah merah ialah membawa oksigen ke seluruh tubuh (Lieseke, et al. , 2014, p. Eritrosit terdiri dari struktur pembungkus luar atau yang berisi massa Eritrosit yang telah rusak dan tua akan diubah menjadi bilirubin atau zat warna empedu di dalam limpa. Hemoglobin merupakan protein yang banyak memiliki zat Hemoglobim mempunyai daya gabung terhadap oksigen, dengan adanya oksigen oksihemoglobin di dalam eritrosit. Proses oksigen berlangsung di dalam paru-paru. (Sutanta, 2019, p. Jumlah eritrosit yang diproduksi harus memadai. Konsentrasi eritrosit juga harus dijaga dalam keadaan batas normal, maka dari itu destruksi eritrosit harus disertai dengan produksi eritrosit. Jumlah eritrosit akan mengalami penurunan pada penderita anemia, suatu keadaan yang ditandai dengan pengangkutan oksigen. (Riswanto, 2013, p. Pemeriksaan hematologi dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap Pra Analitik. Analitik, dan Pasca Analitik. Menurut (Siregar, et al. 2018, p. menyatakan bahwa tahapan pra analitik memiliki tingkat kesalahan sebesar 60% Ae 70%. Tahapan pra analitik meliputi dari persiapan pasien, pemberian identitas spesimen, dan pengiriman spesimen ke Tahap Analitik memiliki tingkat kesalahan sekitar 10% Ae 15%, meliputi dari kegiatan pemeliharaan/kalibrasi alat, pelaksanaan pemeriksaan, pengawasan ketelitian dan ketepatan. Tahap pasca analitik Tahap pasca analitik memiliki tingkat kesalahan sekitar 15% Ae 20% (Yaqin. Tahap pra analitik, yaitu pengambilan darah . pesimen collectio. , sangatlah penting untuk diperhatikan karena berkaitan dengan patient safety, patient safety merupakan keselamatan pasien yang dilakukan untuk mencegah terjadinya cidera dan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan pada pasien dan patient centered care, patient centered care merupakan suatu menciptakan hubungan kerjasama yang baik diantara pelayanan kessehatan, pasien, dan . ika menjamin bahwa keputusan yang dibuat menghormati keinginan pasien, kebutuhan pasien, pilihan pasien, menjamin pasien mendapatkan pengetahuan serta mendukung pasien untuk mengambil keputusan dan berpartisipasi dalam perawatan mereka (Muniroh, et al. , 2. Flebotomi . merupakan teknik pengambilan darah atau proses pengambilan darah dari sirkulasi melalui tusukan atau sayatan untuk mendapatkan sampel darah (Nugraha, 2. Pada saat proses flebotomi petugas laboratorium melakukan penusukan pada pembuluh darah pasien sehingga dapat terjadinya perlukaan pada permukaan lengan pasien. Sehingga hal tersebut dapat membuat perdarahan, infeksi, serta efek hematom yang tidak ingin Maka dari itu supaya komplikasi harus dilakukan dengan hati-hati dan aseptik (Kahar, et al. , 2. Tindakan flebotomi memerlukan torniquet, yaitu alat yang berbentuk pita lebar elastis yang dipasang pada lengan pasien agar membuat vena lebih menonjol dan lebih mudah ditemukan. Torniquet tidak boleh dipasang terlalu kencang pada lengan pasien, hal ini dapat menyebabkan nyeri pada lengan pasien, serta dapat menyebabkan hematoma pada vena dikarenakan torniquet menekan aliran darah. Tekanan torniquet yang meningkat pada vena akan menyebabkan air dan molekul-molekul kecil terdorong keluar dari pembuluh darah masuk ke jaringan yang ada disekitarnya. Torniquet yang terpasang dan dibiarkan lebih dari satu menit dapat menyebabkan hematoma, oleh karena itu petugas laboratorium khususnya untuk flebotomis harus selalu waspada akan hal ini terutama pada saat pungsi vena dipersiapkan (Lieseke, et al. , 2014, p. Menurut (CLSI) Clinical and Laboratory Standard Institute, 2017 dan (Permenkes No. 43, 2. , menyatakan bahwa waktu pemasangan torniquet saat pengambilan darah vena tidak lebih dari 1 menit, karena hasil pemeriksaan eritrosit dapat terganggu dikarenakan torniquet yang dipasang terlalu lama dan terlalu kencang Hemokonsentrasi disebabkan oleh pembendungan yang terlalu Hemokonsentrasi adalah suatu keadaan dimana komponen darah yang tidak mudah meninggalkan aliran darah dan menjadi terkonsentrasi akibat dari volume plasma lebih kecil (Riswanto, 2013, p. Beberapa kasus dengan pembendungan lebih dari satu menit disebabkan oleh: vena yang sulit dicari karena adanya bekas luka Area ini memiliki sirkulasi yang pengumpulan dan dapat mempengaruhi hasil. Pembendungan yang berlebihan juga dapat contohnya seperti vena sklerosis . atau trombosis . yang dapat menyebabkan vena tersumbat dan mengeras sehingga vena sulit ditusuk. Seseorang yang venanya tidak terlihat dan teraba, demikian halnya pada, pasien yang sudah melakukan kemoterapi akan mengalami perubahan warna pada vena karena efek samping dari obat, sehingga menyebabkan vena rapuh dan mudah pecah (Bishop, et al. , 2010. American Cancer Society 2013. Nugraha, 2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh (Sebayang, et al. , 2. yang berjudul Analisis kadar kalsium yang diambil dengan waktu pemasangan torniquet selama 1 menit dan 3 menit. Hasil penelitian perbedaan yang signifikan. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Aprilian, et al. , 2. yang berjudul Pengaruh lama pembendungan dalam pengambilan darah vena dengan tekanan 40 mmHg terhadap jumlah eritrosit. Hasil pembendungan selama 3 menit memiliki hasil lebih tinggi dibandingkan 1 menit terhadap hasil jumlah eritrosit. Penelitian serupa juga dilakukan oleh (Aristoteles, 2. yang berjudul Pengaruh lama lama pembendungan terhadap kadar hematokrit pada pengambilan darah vena, dengan waktu pembendungan kurang dari 1 menit dan lebih dari 1 menit. Hasil penelitian menjukkan bahwa pembendungan yang dilakukan lebih dari satu menit dapat mempengaruhi hasil kadar hematokrit lebih tinggi dibandingkan dengan pembendungan kurang dari 1 menit. Sehubungan dengan penelitian yang telah diuraikan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Perbedaan Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Sampel Darah Vena dengan Pembendungan Selama 50 detik dan 80 detik. Dalam penelitian ini peneliti mengambil waktu 50 detik karna masih masuk dalam rentang waktu yang di sarankan oleh (Lieseke, et al, 2014 p. tentang pemasangan tourniquet danpenelitian ini juga ingin melakukan penelitian terhadap pembendungan dengan waktu 80 detik karna pembendungan lebih dari 1 menit dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. TINJAUAN PUSTAKA 1 Darah Menurut Handayani, . 1, p. darah merupakan komponen yang paling penting dari sistem peredaran darah. Darah mempunyai fungsi yaitu sebagai pembawa nutrisi, oksigen, hormon, antibodi, dan berbagai zat lainnya, ke selurub tubuh. Darah pada manusia terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah adalah cairan yang berwarna kekuningan yang ada pada darah yang memiliki fungsi untuk membawa zat-zat penting, diantaranya adalah hormon, protein, serta faktor pembekuan darah. Darah adalah bagian tubuh manusia yang jumlahnya bisa mencapai 6 Ae 8% dari total berat badan. Darah berwujud cairan yang berwarna merah dan sedikit agak kental. Warna merah pada darah keadaannya tidak tetap, karna tergantung pada banyaknya oksigen serta karbon dioksida yang ada Oksigen yang ada pada darah diambil dengan jalan bernapas dan zat ini sangat berguna pada saat peristiwa pembakaran dan metabolisme di dalam tubuh Volume yang ada pada tubuh manusia kurang lebih A atau 8% dari total berat badan. 55% dari jumlah darah adalah plasma darah. Volume plasma darah sendiri terdiri dari 90% air serta 10% larutan protein, glukosa, faktor koagulasi, ion mineral, hormon, dan karbon dioksida (Yayuningsih, et al. , 2017, p. 2 Eritrosit Eritrosit atau sel darah merah merupakan sel yang memiliki bentuk yang cakram bikonkaf, tidak memiliki inti, tidak dapat bergerak, memiliki warna merah karena berdiameter 7,5 um dan mempunyai ketebalan 2,0 um. Jumlah eritrosit di dalam tubuh paling banyak, kira-kira mencapai sekitar 4,5 Ae 5 juta/mm3 serta memiliki bentuk yang bersifat elastis sehingga dapat berubah bentuk ketika melalui berbagai macam pembuluh darah yang dilaluinya (Nugraha, 2. Proses disebut juga eritropoiesis. Eritrosit dibentuk di dalam sumsum tulang dengan memiliki bentuk awal sebagai rubriblas . el termud. Dalam pronormoblas akan mengalami penyusutan dan pemadatan sehingga nukleus menjadi lebih kecil, sitoplasma berwarna biru jika diwarnai karena ribosom dibentuk melewati proses . ormoblas basofili. Semakin lama Keterangan Pria dewasa Wanita dewasa Bayi baru lahir Anak usia 1-3 tahun Anak usia 4-5 tahun Anak usia 6-10 tahun Ada mempengaruhi jumlah eritrosit seperti faktor fisiologis, faktor patologis, faktor teknis. 4 Pembendungan Tali pembendungan atau torniquet merupakan alat yang berbentuk pita lebar elastis yang dipasang pada lengan pasien agar dapat membuat vena lebih menonjol dan mudah ditemukan. Torniquet dipasang tidak lebih dari 1 menit, terlalu kencang, karena dapat menyebabkan nyeri pada lengan pasien, warna sitoplasma semakin merah dan warna biru menghilang, karena sitoplasma semakin Sel metarubrisit . ormoblas otokromik atau normoblas asidofi. Pada fase selanjutnya nukleus dikeluarkan dari sel dan akan membentuk retikulosit, di dalam sitoplasma retikulosit masih mengandung RNA dan masih mampu mensisntesis hemoglobin. Retikulosit akan masuk peredaran darah, dalam waktu 1-2 hari RNA akan menghilang dan retikulosit akan menjadi eritrosit matang dengan jumlah hemoglobin yang cukup di dalam sel. Pembentukan eritrosit membutuhkan zat besi, vitamin B12, asam folat dan rantai globin yang berasal dari Proses pematangan eritrosit membutuhkan hormon eritropoetin yang disintesis oleh ginjal. Tiap hari eritrosit dibentuk sekitar 1012 sel melalui tahap eritropoiesis yang kompleks dan teratur. (Nugraha, 2. 3 Pemeriksaan Hitung Jumlah Eritrosit Hitung jumlah eritrosit adalah suatu menentukan jumlah eritrosit dalam 1AAL darah (Nugraha, 2015, p. Menurut Riswanto, . 3, p. pada pemeriksaan hitung jumlah eritrosit yang dapat dijadikan ukuran dalam menentukan nilai rujukan, yaitu nilai rujukan untuk bayi baru lahir, anak-anak, pria dewasa, wanita dewasa. Nilai rujukan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Nilai Rujukan 4,50 Ae 6,50 . 106/AA. 3,80 Ae 4,80 . 106/AA. 4,30 Ae 6,30 . 106/AA. 3,60 Ae 5,20 . 106/AA. 3,70 Ae 5,70 . 106/AA. 3,80 Ae 5,80 . 106/AA. serta dapat menyebabkan hematoma pada vena dikarenakan torniquet menekan aliran darah (Permenkes No. 43, 2. Torniquet dibagi menjadi tiga macam, yaitu rubber torniquet, velcroclosure torniquet, dan bukle tourniquet. Torniquet juga memiliki versi panjang dan lebar yang berbeda. Kebutuhan tersebut disesuaikan dengan kondisi responden, menggunakan torniquet yang lebih panjang dan responden anak menggunakan torniquet lebih kecil. Torniquet bebas lateks juga tersedia untuk responden yang alergi terhadap lateks. Ada diperhatikan dalam penggunaan torniquet adalah pemasangan torniquet 3 inci . ,6 c. sampai 4 inci . ,2 c. dari lokasi penusukan Torniquet dipasang tidak lebih dari satu hemokonsentrasi dan dapat mengakibatkan hasil pemeriksaan tidak akurat. Jika tidak . dapat digunakan dengan memasang tekanan pada 40 Ae 60 mmHg (Nugraha, 2. 5 Tahap Kegiatan Pemeriksaan Hitung Jumlah Eritrosit Tahap Pra Analitik Tahap pra analitik merupakan tahapan yang paling awal dilakukan di pasien, persiapan pasien, pengambilan penyimpanan spesimen, pengiriman spesimen. Tahap Analitik Tahap analitik merupakan tahapan dalam pemeriksaan hematologi yang terdiri dari alat, reagensia, metode serta bahan kontrol yang digunakan. Tahap Pasca Analitik Pada tahap pasca analitik terdiri dari pencatatan hasil serta pelaporan hasil. 6 Verifikasi dan validasi metode Verifikasi metode adalah kegiatan yang dilakukan untuk memastikan akurasi dan presisi metode uji dengan melakukan pengujian terhadap analit tertentu agar mendapatkan bukti yang objektif, untuk mengetahui apakah metode yang dipakai sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan (Riyanto. Validasi merupakan konfirmasi yang telah melalui pengujian dan penyediaan bukti objektif bahwa persyaratan untuk pemeriksaan telah dipenuhi sesuai dengan tujuan pengujian (Riyanto, 2. Sementara menurut Permenkes No. 43, . validasi metode merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memastikan kinerja suatu metode hasil pemeriksaan yang diperoleh dari pemeriksaan ulang oleh laboratorium rujukan. 7 Pemantapan Mutu Internal(PMI) Periode pendahuluan Periode pendahuluan ditetapkan berdasarkan nilai dasar, yaitu nilai pemeriksaan selanjutnya. Periode Kontrol Periode kontrol adalah upaya yang menentukan baik atau tidaknya pemeriksaan pada hari tersebut. Kegiatan ini adalah upaya quality control harian pada laboratorium. 8 Pemantapan Mutu Eksternal (PME) Pemantapan merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara periodik yang dilakukan oleh pihak lain di luar laboratorium. Kegiatan dilaksanakan oleh pihak pemerintah. Laboratorium kesehatan harus wajib ikut dalam pemantapan mutu eksternal secara teratur dan periodik dalam seluruh Program pemantapan mutu eksternal dilaksanakan dalam berbagai tingkatan yaitu regional, nasional, dan provinsi (Permenkes No. 43, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pra-eksperimen. Praeksperimen adalah jenis penelitian dimana masih terdapat variabel luar yang ikut Jadi hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen bukan sematamata dipengaruhi oleh variabel independen (Siswanto et al. , 2. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan AuCross SectionalAy suatu penelitian survei dimana variabelvariabel yang diteliti . ariabel terikat dan beba. dikumpulkan pada satu titik waktu tertentu secara hampir bersamaan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan hasil jumlah eritrosit dengan pembendungan 50 detik dan 80 detik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang. Pengambilan dan pemeriksaan dilaksanakan di dalam Laboratorium Universitas Katolik Musi Charitas Palembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae Juni 2023. Populasi yang akan digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa DIV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang tingkat II dan IV yang berjumlah 34 subjek. Teknik sampling yang dipakai dalam penelitian ini yaitu total sampling. Pada penelitian ini pengambilan seluruh jumlah subyek TLM tingkat II dan IV yang berjumlah 33 orang, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Karakteristik Subjek Penelitian berdasarkan jenis kelamin dan usia Tabel 4. 1 Distribusi frekuensi subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) Laki-laki Perempuan Total Berdasarkan diketahui bahwa kebanyakan yang menjadi subjek penelitian adalah perempuan yaitu 28 orang dengan persentase sebesar 88% sedangkan laki-laki sebanyak 4 orang dengan persentasie sebanyak 12%. Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia No. Usia . Jumlah . Persentase (%) Total Berdasarka tabel 4. 2 diketahui bahwa kebanyakan usia yang menjadi subjek penelitian sebagian besar adalah 22 tahun dengan jumlah 10 orang dengan persentase sebesar 31% Verifikasi Metode Pemeriksaan Eritrosit Verifikasi terjadinya kesalahan pada saat Verifikasi dilakukan dengan cara mengukur bahan kontrol sebanyak 10 kali pada hari yang sama tanggal 23 Mei 2023 dari 3 bahan kontrol yaitu kontrol low (No. Batch: 30560821. 03/06/2. , kontrol normal (No. Batch: 03/06/2. , kontrol high (No. Batch: 03/06/2. Hasil pengukuran digunakan untuk Mean. SD. CV. Bias dan TEa yang dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. 3 Verifikasi Metode Eritrosit Perhitungan Kontrol Kontrol Kontrol Low High Normal 0,47% 0,11% 0,16% Batas Keberterimaan (%) <2,0% Bias 0,31% 0,79% 0,36% A2% TEa 1,26% 1,03% 0,70% A6% Berdasarkan tabel 4. hasil uji verifikasi metode yang dilakukan yaitu pengujian presisi, akurasi dan TEa dari tiga bahan Pemantapan Mutu Internal . Periode Pendahuluan Tabel 4. 4 Periode Pendahuluan Eritrosit Jumlah Mean -1SD -2SD -3SD Kontrol Low . /AA. 2,61 2,57 2,54 2,58 2,58 2,58 2,58 2,58 2,63 2,63 2,58 2,62 2,62 2,54 2,63 2,62 2,55 2,55 2,57 2,61 2,62 64,79 2,59 0,03 2,56 2,62 2,35 2,65 2,68 Sdi -0,7 -1,7 -0,3 -0,3 -0,3 -0,3 -0,3 -0,3 -1,7 -1,3 -1,3 -0,7 Keterangan Kit IK Sysmex XP100 IK Sysmex XP100 CLIA kontrol masih dalam batas keberterimaan, sehingga metode impedance dapat digunakan untuk pemeriksaan jumlah eritrosit. Kontrol Normal . /AA. 4,42 4,33 4,32 4,38 4,39 4,37 4,32 4,31 4,35 4,33 4,33 4,42 4,36 4,35 4,33 4,32 4,32 4,35 4,34 4,32 4,32 4,35 4,42 108,75 4,35 0,04 4,31 4,39 4,27 4,43 4,23 4,47 Sdi 1,75 -0,50 -0,75 0,75 1,00 0,50 -0,75 -1,25 -1,00 0,00 -0,50 -0,50 1,75 0,25 1,25 0,00 -0,50 -0,75 -0,75 0,00 -0,25 -0,75 -0,75 0,00 1,75 Kontrol High . /AA. 5,23 5,22 5,23 5,22 5,23 5,21 5,22 5,21 5,21 5,12 5,26 5,26 5,13 5,15 5,19 5,25 5,13 5,19 5,21 5,21 5,15 5,21 5,18 5,24 5,24 0,04 5,16 5,24 5,12 5,28 5,08 5,32 Sdi -2,0 -1,8 -1,3 -0,2 -1,8 -0,2 -1,3 -0,5 Nilai mean dan SD ini kemudian sigunakan untuk menghitung standar deviasi Periode Kontrol Tabel 4. 5 Periode Kontrol Tanggal Kontrol Low Sdi 2,62 2,58 -0,3 2,60 0,33 24/05/2023 25/05/2023 26/05/2023 indeks (SD. pada periode selanjutnya yaitu periode Kontrol Normal 4,39 4,42 4,38 Berdasarkan Tabel 4. 5 nilai kontrol low, kontrol normal, kontrol high, dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan Sdi 1,75 0,75 Kontrol High Sdi 5,14 -1,5 5,18 5,21 0,25 tidak melewati batas aturan yang telah ditentukan sehingga dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan Gambar 4. 1 Grafik Levey-Jenning Periode Kontrol Grafik Levey Jenning Kontrol (Low. Normal. Hig. 1,75 0,75 0,33 0,25 -0,3 -1,5 Low Berdasarkan Gambar 1 didapatkan kontrol tidak melebihi A2SD sehingga Data Hasil Pemeriksaan Hitung Jumlah Eritrosit Pemeriksaan hitung jumlah eritrosit dengan tabung kode A untuk pembendungan 50 detik dan kode B untuk pembendungan 80 detik dilakukan di Labratorium Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Normal High pemeriksaan dapat dilakukan. Palembang impedance terhadap 33 subjek darah EDTA menggunakan alat Sysmex XP-100. Data hasil pemeriksaan pemeriksaan sampel disajikan pada tabel 4. Tabel 4. 6 Data Hasil Pemeriksaan Jumlah Eritrosit dengan Pembendungan 50 detik dan 80 detik Jumlah Jumlah Jenis Eritrosit Eritrosit Satuan Nilai Rujukan Kelamin Pembendungan Pembendungan 50 detik 80 detik Kode Hasil Kode Hasil 106/AAl 106/AAl 106/AAl 106/AAl 106/AAl 106/AAl 106/AAl 106/AAl 106/AAl A10 B10 106/AAl A11 B11 106/AAl A12 B12 106/AAl A13 B13 106/AAl L = 4,50 Ae 6,50 A14 B14 106/AAl . 106/AA. A15 B15 106/AAl P = 3,80 Ae 4,80 A16 B16 106/AAl . 106/AA. A17 B17 10 /AAl A18 B18 106/AAl A19 B19 106/AAl A20 B20 106/AAl A21 B21 106/AAl A22 B22 106/AAl A23 B23 106/AAl A24 B24 106/AAl A25 B25 106/AAl A26 B26 106/AAl A27 B27 106/AAl A28 B28 106/AAl A29 B29 106/AAl A30 B30 106/AAl A31 B31 106/AAl A32 B32 106/AAl A15 B15 106/AAl Mean 4,48 Mean 4,50 0,36 0,35 Berdasarkan Tabel diperoleh nilai mean pada hasil pemeriksaan eritrosit dengan pembendungan 50 detik adalah 4,48x106/AAl dan pada hasil pemeriksaan eritrosit dengan pembendungan 80 detik adalah 4,50 x106/AAl. Analisis Data . Uji Normalitas Data Tabel 4. 7 Hasil Uji Normalitas Data Waktu P. Pembendungan 50 detik 80 detik Taraf Sig >0,05 >0,05 Berdasarkan Tabel 4. hasil uji normalitas hasil hitung jumlah eritrosit dengan pembendungan selama 50 detik diperoleh sig= 0,308 . ig>0,. terdistribusi normal, dan hasil Analisa Deskriptif Keterangan Terdistribusi Normal Terdistribusi Normal hitung jumlah eritrosit dengan pembendungan selama 80 detik diperoleh sig= 0,258 . ig>0,. terdistribusi normal, maka data dapat diolah menggunakan uji parametrik yaitu paired T tes. Tabel 4. 8 Hasil Uji Deskriptif Hasil Hitung Jumlah Eritrosit Dengan Pembendungan Selama 50 Detik dan 80 Detik Uji Deskriptif Hasil Eritrosit Mean Standar Deviasi /AA. (SD) Hasil Hitung Jumlah Eritrosit 4,48 0,36 Dengan Pembendungan Selama 50 Detik Hasil Hitung Jumlah Eritrosit 4,50 0,35 Dengan Pembendungan Selama 80 Detik Berdasarkan Tabel diketahui bahwa pada kelompok hasil hitung jumlah eritrosit dengan pembendungan selama 50 detik memiliki rata-rata/mean 4,48x106/AAl dan standar deviasi . Analisa Hipotesis Tabel 4. 9 Hasil Uji T Berpasangan Waktu pembendungan 50 detik dan 80 detik Pair 1 50 detik-80 detik Berdasarkan Tabel 4. hasil Uji Paired T test (Uji T Berpasanga. diperoleh nilai sig sebesar 0,046 yang artinya Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya Perbedaan hasil pemeriksaan jumlah eritrosit darah vena dengan pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. Metode pemeriksaan yang digunakan yaitu perhitungan sel 0,36. Pada kelompok hasil hitung pembendungan selama 80 detik rata-rata/mean 4,50x106/AAl dan standar deviasi 0,35. Sig. -taile. Keterangan 0,046 Sig< ada perbedaan hasil hitung pembendungan selama 50 detik dan 80 detik. pada 33 subjek terpilih yang telah memenuhi kriteria inklusi dan Subjek penelitian ini lebih di dominasi oleh perempuan sebesar 88% sedangkan laki-laki sebesar 12%. Hasil pemeriksaan jumlah eritrosit pada 33 subjek penelitian yang dibendung selama 50 detik dan 80 detik memenuhi batas nilai rujukan normal jumlah Tahapan awal pemeriksaan sampel adalah verifikasi metode dan pemantapan mutu internal (PMI) untuk memastikan bahwa metode dan prosedur yang digunakan benar. Metode yang digunakan untuk pemeriksaan hasil hitung jumlah eritrosit harus memenuhi persyaratan uji Verifikasi metode berfungsi untuk mengetahui keandalan . resisi dan akuras. dari metode pemeriksaan dengan cara mengukur suatu analit tertentu secara berulang, verifikasi dikakukan pada metode standar yang telah tervalidas. Pada penelitian ini, sudah dilakukan uji verifikasi metode impedence pada alat Sysmex XP-100 dengan menggunakan pemeriksaan terhadap bahan kontrol low, normal dan high sebanyak 10. Pada penelitian ini, uji verifikasi metode pemeriksaan jumlah eritrosit dilakukan dengan menguji bahan kontrol eight check dengan 3 level kontrol yaitu, kontrol level low, normal. Hasil uji presisi untuk bahan kontrol low didapatkan nilai CV 0,47%, kontrol normal 0,11%, kontrol high 0,16%. Berdasarkan kit insert alat sysmex XP-100, batas maksimum yang diperbolehkan untuk presisi (CV) pemeriksaan hitung jumlah eritrosit adalah <2. 0% yang artinya uji presisi ketiga bahan kontrol masih dalam batas keberterimaan sehingga uji presisi bahan kontrol low, normal, high dapat diterima. Hasil uji akurasi untuk bahan kontrol low didapatkan hasil bias 0,31%, level normal 0,79% dan level high 0,36%. Berdasarkan kit insert alat sysmex XP-100, batas maksimum keberterimaan untuk bias pemeriksaan jumlah eritrosit adalah A2%. Dari ketiga hasil bias pada bahan kontrol level low, normal dan high masih dalam batas yang diperbolehkan sehingga dapat digunakan untuk pemeriksaan hitung jumlah eritrosit karena memiliki akurasi yang Hasil uji TEa untuk bahan kontrol low 1,26%, level normal 1,03% dan level high 0,70%. Berdasarkan CLIA, batas maksimum keberterimaan TEa pemeriksaan hitung jumlah eritrosit adalah A6%. Dari ketiga hasil bahan kontrol low, normal dan high dapat disimpulkan bahwa batas ketidaktepatan dan keakuratan masih dapat ditoleransi. Pemantapan mutu internal dilakukan menggunakan dua periode, yaitu periode pendahuluan dan periode Pada tahap ini periode pendahuluan dilakukan sebanyak 25 kali menggunakan bahan kontrol tiga hari sebelum dilakukan pemeriksaan sampel sedangkan periode kontrol dilakukan setiap hari kerja sebelum dilakukan Bahan kontrol low, normal, high diplotkan ke dalam grafik levey jenning dan dibaca menggunakan aturan Westgard Multi Rule. Hasil pengujian menunjukkan tidak berada di luar A2SD, yang menunjukkan tidak terjadinya penyimpangan hasil sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Hasil dilihat pada tabel 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang dibendung selama 50 detik dan 80 detik berturut-turut 4,48x106/AAl dan 4,50x106/AAl. Dari hasil terdapat perbedaan hasil pengukuran eritrosit dengan dua perlakuan tersebut. Hasil dapat dilihat pada tabel 4. Seluruh subjek penelitian telah memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dengan tidak melakukan aktivitas fisik dan tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti vitamin B12. Hal ini sesuai Riswanto menyebutkan olahraga yang memicu ekskresi cairan tubuh serta konsumsi vitamin B12 dapat mempengaruhi jumlah eritrosit. Hasil jumlah eritrosit pada setiap subjek penelitian termasuk kategori normal dikarenakan seluruh subjek penelitian baik laki-laki atau menunjukkan gejala penyakit yang berhubungan dengan eritrosit seperti anemia atau mengonsumsi vitamin B12 dan melakukan aktivitas fisik berat . Pemeriksaan dengan alat Sysmex XP-100. Sampel pada penelitian ini diambil dengan pembendungan 80 detik. Jumlah eritrosit yang dibendung 80 detik memiliki ratarata lebih besar dibandingkan dengan yang 50 detik dan hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna dari kedua perlakuan tersebut. Hasil dapat dilihat pada tabel 4. Pada pembendungan 80 detik pembendungan yang terlalu lama. Menurut (CLSI) Clinical Laboratory Standard Institute, 2017, menyatakan bahwa waktu pemasangan torniquet saat pengambilan darah vena tidak lebih dari 1 menit, karena pemasangan torniquet terlalu lama dapat Menurut Lieseke, et al, . 4 p. terbentuknya tekanan berlebihan pada vena di bawah tempat pemasangan Tekanan yang meningkat di vena inilah yang akan mendorong air dan molekul-molekul kecil . omponen dara. keluar dari pembuluh masuk ke jaringan sekitarnya, sehingga kadar sel darah putih, sel darah merah, trombosit dapat terpengaruh oleh konsentrasi vena Hasil penelitian ini secara statistik tidak ada beda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Aprilian, et al. , . tentang pemeriksaan jumlah eritrosit dengan tekanan 40 mmHg, dimana jumlah eritrosit dengan pembendungan 3 menit lebih tinggi dibandingkan dengan 1 menit, hal ini disebabkan oleh lamanya penggunaan Penelitian ini juga secara statistik tidak ada beda dengan penelitian Aritoteles . mengenai kadar pembendungan torniquet menunjukkan hasil pemeriksaan kadar hematokrit terdapat perbedaan pada pembendungan 1 menit lebih tinggi dibandingkan dengan pembendungan dibawah 1 menit, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor pembendungan sampel darah vena dan peristiwa hemokonsentrasi yang memicu adanya peningkatan hasil pemeriksaan. Hasil penelitian ini lain dengan penelitian Rosnita, et all. , . yang mana meneliti tentang pemeriksaan kadar kalsium dengan pemasangan torniquet selama 1 menit dan 3 menit, dimana tidak terdapat perbedaan pada pemasangan torniquet selama 1 menit dan 3 menit. Berdasarkan hasil penelitian ini waktu pembendungan pemeriksaan jumlah eritrosit tidak melebihi 1 menit sesuai dengan aturan CLSI terkait dengan pembendungan yang dilakukan tidak boleh lebih dari 1 menit, sehingga akan menyebabkan hemokonsentrasi. Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian pembendungan selama 50 detik dan 80 detik terdapat perbedaan hasil jumlah KESIMPULAN Jumlah rata-rata dibendung selama 50 detik adalah 4,48x106/AAl. Jumlah rata-rata dibendung selama 80 detik adalah 4,50x106/AAl. Terdapat perbedaan bermakna jumlah eritrosit yang dibendung selama 50 detik dan 80 detik . = 0,046<0,. Laboratorium Di Rs. Muji Rahayu Surabaya. Jurnal Sains, 5. SARAN Kahar. Widyastuti. and Tunjung. Modul Praktikum Flebotomi. Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pembendungan torniquet selama 80 detik lebih dari 1 menit tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan jumlah Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang perbedaan hasil terhadap pembendungan torniquet dengan jarak yang berbeda dari lokasi tusukan darah vena. DAFTAR PUSTAKA