1 JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Sistem Manajemen Order dan Pencatatan Keuangan Berbasis Website untuk Layanan Jasa Produk Digital di Startup Irvan Pratama Putra1. Kustiyono2 Info Artikel Diterima Februari 23, 2026 Revisi Maret 2, 2026 Terbit Maret 10, 2026 Keywords: Information Systems Order Management Financial Recording Waterfall ABSTRACT Digital product services in startups and small businesses still face many problems in order management and financial recording, which are carried out manually or using separate applications. This reduces work efficiency and increases the risk of recording errors and difficulties in monitoring order and financial status. This study aims to create an integrated web-based digital order management and recording system to assist in the management of digital product services. The research methods used were observation and interviews to analyze system requirements, while the system development method used the Waterfall model of the Software Development Life Cycle (SDLC). System testing was conducted using the black box testing method to ensure that all functions ran according to requirements. The results of the study show that the developed system is capable of improving the efficiency of order management and financial recording processes, as well as increasing data accuracy by minimizing recording errors and data duplication. The integration of order and financial data makes it easier for business owners to monitor work progress and financial conditions in real-time. Thus, this system can be an effective solution in supporting the management of digital product service businesses in a more structured and integrated manner. Identitas Penulis: Irvan Pratama Putra1. Kustiyono2 Universitas Ngudi Waluyo. Indonesia Jl. Diponegoro No. Ngablak. Gedanganak. Kec. Ungaran Tim. Kabupaten Semarang. Jawa Tengah Email: irvanp890@gmail. com1, kustiyono@unw. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam pengelolaan usaha dan transaksi digital. Pemanfaatan sistem berbasis web menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi, serta kemudahan dalam pengelolaan bisnis. Sistem berbasis web memungkinkan proses pemesanan, pengelolaan data, hingga pelaporan keuangan dilakukan secara terintegrasi dan real-time . Pada usaha yang bergerak di bidang layanan jasa produk digital, proses pemesanan dan pencatatan keuangan masih sering dilakukan secara manual atau menggunakan aplikasi yang terpisah. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kesulitan dalam memantau status pesanan, risiko kesalahan pencatatan transaksi, serta keterlambatan dalam penyusunan laporan keuangan. Kurangnya integrasi antar sistem juga menyebabkan pemilik usaha kesulitan dalam melihat keterkaitan antara order yang masuk dengan kondisi keuangan secara menyeluruh. Permasalahan tersebut banyak dialami oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) maupun startup berskala kecil, termasuk solo freelancer yang memiliki keterbatasan sumber daya. Pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual atau menggunakan beberapa platform berbeda berpotensi menimbulkan kesalahan rekapitulasi data, ketidaksesuaian laporan, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan keuangan dan progres pengerjaan order. Di sisi lain, meningkatnya permintaan terhadap layanan jasa produk digital menuntut adanya sistem pemesanan yang cepat, mudah diakses, dan dapat digunakan kapan saja. Tanpa dukungan sistem yang terintegrasi, pemilik usaha akan mengalami kesulitan dalam memantau status pesanan, progres pengerjaan, serta riwayat transaksi pelanggan. Hal ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan dan pengambilan keputusan yang kurang optimal. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Di sisi lain, meningkatnya permintaan terhadap layanan jasa produk digital menuntut adanya sistem pemesanan yang cepat, mudah diakses, dan dapat digunakan kapan saja. Tanpa dukungan sistem yang terintegrasi, pemilik usaha akan mengalami kesulitan dalam memantau status pesanan, progres pengerjaan, serta riwayat transaksi pelanggan. Hal ini dapat berdampak pada menurunnya kualitas layanan dan pengambilan keputusan yang kurang optimal. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh . mengembangkan sistem pemesanan daring berbasis web menggunakan framework CodeIgniter 4 dan PHP 8. 2 untuk mendigitalisasi proses distribusi pada CV Putra Pahala Tua. Sistem tersebut dirancang menggunakan metode Scrum dan menyediakan fitur pemesanan mandiri bagi pelanggan melalui dashboard, yang mencakup katalog produk, proses checkout, dan riwayat pesanan, serta panel admin untuk validasi pesanan dan pengelolaan konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan efisiensi operasional dibandingkan proses manual. Penelitian lain oleh . mengembangkan sistem pemesanan kendaraan berbasis web yang mengintegrasikan modul admin, penumpang, dan pengemudi. Sistem ini memanfaatkan Spring Boot sebagai backend dan Angular sebagai frontend, serta menerapkan algoritma Haversine Formula untuk menentukan pengemudi terdekat dan perhitungan tarif secara transparan. Fitur tambahan berupa pelacakan lokasi secara real-time dan manajemen status pengemudi terbukti mampu meningkatkan efisiensi layanan dan mengurangi ketidakpastian dalam proses pemesanan. Selanjutnya, . merancang aplikasi Customer Relationship Management (CRM) operasional berbasis web menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) untuk mengoptimalkan manajemen penjualan pada model bisnis pre-order. Sistem ini mengintegrasikan fungsi pemesanan produk dengan pengelolaan data pelanggan dan riwayat transaksi, serta menyediakan fitur notifikasi otomatis untuk pengingat pelunasan pembayaran yang berfungsi sebagai instrumen monitoring dan peningkatan kualitas pelayanan terhadap konsumen UMKM. Penelitian serupa juga dilakukan oleh . yang mengembangkan aplikasi CRM berbasis web untuk kebutuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan pendekatan yang lebih sederhana dan generik, yang mengintegrasikan registrasi pelanggan, pemesanan produk, dan monitoring transaksi penjualan. Dari sisi pencatatan keuangan, . menyatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi tantangan dalam penerapan pencatatan keuangan yang terstruktur akibat keterbatasan waktu dan pemahaman akuntansi. Kondisi serupa juga diungkapkan oleh . yang menekankan bahwa banyak pelaku UMKM hanya melakukan pencatatan keuangan secara sederhana tanpa pengelompokan transaksi yang jelas, sehingga menyulitkan evaluasi kinerja usaha dan pengambilan keputusan bisnis. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar sistem yang dikembangkan masih berfokus pada pengelolaan pemesanan atau manajemen pelanggan secara terpisah, serta pencatatan keuangan yang berdiri sendiri tanpa integrasi langsung dengan data order. Dengan demikian, pengembangan Sistem Manajemen Order dan Pencatatan Keuangan Berbasis Web untuk Layanan Jasa Produk Digital di Startup menjadi relevan sebagai solusi terintegrasi yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, transparansi keuangan, serta kualitas pengelolaan usaha digital secara menyeluruh. METODE Sistem Informasi Sistem informasi adalah gabungan dari manusia, perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan internet serta proses seperti mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyajikan data. Sistem didefinisikan sebagai suatu susunan yang terdiri dari sejumlah komponen fungsional dengan tugas atau fungsi spesifik yang saling terkait dan bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses atau tugas tertentu. Kedua, informasi adalah hasil dari pengolahan model, organisasi, atau perubahan data yang memiliki nilai tertentu dan dapat menambah pengetahuan Ketiga, manajemen adalah serangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian untuk mencapai tujuan yang ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya . Berdasarkan definisi tersebut, sistem informasi dapat disimpulkan sebagai suatu sistem terpadu yang dirancang untuk mengelola data menjadi informasi yang bernilai guna mendukung operasional dan pengambilan keputusan. Manajemen Order Manajemen order merupakan proses pengelolaan pemesanan dari awal menerima order, pencatatan data pelanggan, pengelolaan pengerjaan order, pencatatan revisi sampai ke penyerahan hasil akhir ke pelanggan. Menurut . Sistem manajemen order adalah solusi terintegrasi berbasis teknologi informasi yang mengotomatisasi dan mengorganisir seluruh proses pemesanan barang atau jasa dari awal hingga akhir, mulai dari penerimaan pesanan pelanggan, pembuatan dokumentasi . eperti Purchase Order dan Quotatio. , manajemen data produk/vendor/pelanggan, hingga pemantauan status pengiriman dan pelaporan. Sistem ini menggantikan metode manual dengan otomatisasi yang meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kesalahan input, memastikan http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 konsistensi format dokumen, mempercepat waktu pemrosesan order, dan menghasilkan laporan real-time yang mendukung pengambilan keputusan strategis seperti analisis produk populer dan inventory planning. Dalam layanan produk digital, order manajemen akan mencakup hal-hal seperti berikut: Data pelanggan. Pencatatan tentang detail orderan. Pengelolaan status pengerjaan dan status pembayaran. Pencatatan Keuangan Pencatatan keuangan adalah aktifitas mencatat seluruh transaksi keuangan yang terjadi untuk mengetahui kondisi keuangan dalam individu ataupun usaha yang berguna untuk menghitung keuntungan dan kerugian yang didapat. Menurut . Pencatatan keuangan dalam jurnal berfungsi sebagai sistem informasi yang penting untuk menyajikan posisi dan kinerja keuangan secara rapi, kronologis, dan akuntabel. Proses ini mencakup pengumpulan bukti transaksi, pengklasifikasian ke akun yang relevan, dan penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan kaidah akuntansi. Kelebihan penerapannya mencakup: memudahkan pengendalian dan pengawasan dengan pencatatan rapi untuk mendeteksi kesalahan, meningkatkan akurasi dan keandalan informasi keuangan untuk mendukung keputusan manajemen, mendukung transparansi dan akuntabilitas kepada pemangku kepentingan karena informasi lengkap dan terdokumentasi, membantu kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi perpajakan untuk mengurangi risiko sanksi, serta menjadi dasar untuk analisis lanjutan mengenai profitabilitas, efisiensi, dan kesehatan keuangan untuk perencanaan strategi pengembangan yang lebih efektif. Aplikasi Berbasis Website Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui web dengan memanfaatkan jaringan internet dan memungkinkan pengguna mengaksesnya tanpa menginstallnya. Menurut . Sistem berbasis web adalah aplikasi perangkat lunak yang menyajikan informasi dan layanan melalui internet menggunakan tautan hiperteks. Sistem ini dirancang untuk tujuan tertentu dan dapat diakses secara publik oleh pengguna melalui peramban web dari berbagai perangkat tanpa memerlukan instalasi khusus. Dalam konteks penelitian disebuah tempat olahraga atau gym, sistem berbasis web berfungsi sebagai platform digital untuk mengelola data keanggotaan gym, menggantikan sistem manual berbasis kertas, memungkinkan penyimpanan data terstruktur melalui basis data MySQLi, memberikan akses cepat dan akurat ke informasi dari mana saja, serta mendukung komunikasi dua arah antara gym dan anggota untuk memfasilitasi pendaftaran online, perpanjangan keanggotaan, dan pengelolaan transaksi secara lebih efisien dan Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung proses manajemen order pada startup layanan jasa produk digital, mulai dari penerimaan pesanan hingga penyelesaian order. Tujuan observasi ini adalah untuk memahami alur kerja yang berjalan, mengidentifikasi permasalahan yang muncul, serta memperoleh gambaran kebutuhan sistem yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Wawancara dilakukan secara langsung dengan owner startup sebagai narasumber Metode wawancara digunakan untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai proses bisnis, kendala yang dihadapi dalam pengelolaan order dan pencatatan keuangan, serta kebutuhan dan harapan terhadap sistem yang akan dikembangkan. Menurut . Observasi adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung yang menghasilkan data mendalam dan alami tentang perilaku dan interaksi sosial, meskipun memerlukan waktu dan biaya lebih dengan risiko bias. Wawancara melibatkan interaksi antara peneliti dan responden untuk menggali informasi mendetail tentang perspektif dan pengalaman responden, menawarkan fleksibilitas pertanyaan, tetapi tergantung pada keterampilan komunikasi peneliti dan berpotensi menimbulkan bias sosial. Pendapat tersebut sejalan dengan . yang menyatakan bahwa observasi dilakukan dengan mendokumentasikan dan mengkaji peristiwa secara sistematis dalam lingkungan alami, sedangkan wawancara bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pemikiran, pengalaman, dan kebutuhan narasumber. Oleh karena itu, kombinasi metode observasi dan wawancara dinilai tepat untuk mendukung analisis kebutuhan sistem dalam penelitian ini. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Metode Pengembangan Metode pengembangan yang digunakan saat mengembangkan sistem ini adalah metode sdlc waterfall. Menurut . Metode Waterfall dipilih sebagai pendekatan pengembangan karena sistem presensi memiliki kebutuhan fungsional yang stabil dan jelas, sehingga memerlukan struktur tahapan yang terstruktur, dokumentasi yang kuat, dan mekanisme pengujian yang terkontrol untuk memastikan kualitas sistem yang tinggi dan integritas presensi yang Gambar 1. Diagram Waterfall Adapun beberapa tahapan dari metode pengembangan Waterfall . seperti berikut: System Requirement Analysis mengidentifikasi masalah yang dihadapi dengan cara mengumpulkan data yang ada menggunakan metode wawancara dan observasi dengan owner dan melihat alur dalam proses order. Dan menyimpulkan kebutuhan yang bisa membantu owner dalam mengelola usahanya. System Design Merancang struktur database sesuai kebutuhan dan melakukan design tampilan sistem beserta flow Lalu dilakukan pemilihan arsitektur seperti menggunakan database dari postgres, menggunakan bahasa javascript dan framework next. Implementation Membuat sistem sesuai hasil dari analisis dan design, memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar mudah di kelola dan di kembangkan. Testing Pada tahap ini sistem akan di lakukan test menggunakan metode black-box testing, memastikan semuanya sesuai dengan kebutuhan dan mencari bug yang ada agar segera di perbaiki, sehingga sistem benar-benar siap saat di pakai di penggunaan asli. Deployment Setelah dilakukan testing akan dilanjut ke tahap deploy dimana sistem akan di onlinekan agar bisa diakses di Sistem ini di deploy di platform vercel. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Perancangan Sistem Gambar 2. Gambaran Alur Sistem Proses dimulai dari pengguna yang membuka sistem dan melakukan login, sistem akan melakukan pengecekan status autentikasi jika belum login maka akan diarahkan kehalaman login, setelah mengisi username dan password dengan benar sistem akan membuka halaman dashboard jika tidak maka akan menampilkan pesan error. Pada halaman dashboard pengguna diberikan beberapa pilihan seperti penambahan order baru, status order, dan logout dari sistem. Pengguna juga bisa melakukan pencarian orderan dan melakukan perubahan seperti status pengerjaan dan status pembayaran http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Gambar 3. Activity Diagram Berikut gambaran dari activity diagram, dimana user bisa mengelola orderannya seperti membuat baru, update status pengerjaan dan status pembayaran dan menghapus data orderan, website akan memvalidasi input user sebelum di simpan ke database. Setelah tersimpan website akan mengambil data yang sudah ada untuk di tampilkan sebagai info mengenai detail semua orderan dan grafik pendapatan. Activity diagram digunakan untuk merepresentasikan aliran proses atau aktivitas dalam sistem yang dibangun, mulai dari proses awal, keputusan-keputusan yang terjadi di dalam sistem, hingga bagaimana sebuah proses berakhir . Pengujian Sistem Pengujian sistem disini menggunakan metode black box testing untuk fokus mengetes semua fitur yang ada di sistem ini. Menurut . Metode Black Box Testing adalah pendekatan pengujian perangkat lunak yang berfokus pada fungsionalitas sistem tanpa memperhatikan detail internal atau struktur kode sumbernya. Dalam metode ini, penguji hanya melakukan pengecekan terhadap hasil keluaran . berdasarkan nilai masukan . yang diberikan, tanpa perlu mengetahui kode program yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Tabel 1. BlackBox Testing Fitur yang di uji Hasil yang di Memasukan username dan password dengan benar Berhasil masuk ke Sukses Memasukan username dan password yang salah Gagal masuk ke Login ke dashboard Mengklik tombol logout Berhasil keluar dari Menambah orderan Menambah data orderan baru Orderan berhasil Mengupdate detail Mengubah status pengerjaan atau pembayaran Berhasil terupdate Menghapus data Menghapus orderan Data order berhasil http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Melakukan pencarian data orderan Mencari salah satu data order Data muncul sesuai yang di cari HASIL Hasil Implementasi Sistem Gambar 4. Login Form Pada gambar 4 merupakan Form login sistem, yang berfungsi sebagai mekanisme autentikasi untuk membatasi akses hanya pada pengguna yang terdaftar, terdiri dari tombol login, input username dan password, serta fitur validasi untuk memastikan bahwa data yang dimasukkan benar. Dengan menggunakan form login ini, sistem dapat menjaga keamanan data pengguna, serta memastikan bahwa setiap aktivitas yang dicatat diidentifikasi oleh identitas pengguna. Baik pengguna baru maupun lama dapat dengan mudah mengakses sistem berkat tampilan yang mudah dipahami. Gambar 5. Dashboard http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Gambar 5 menunjukkan tampilan dashboard utama, yang menampilkan semua informasi penting tentang pesanan dan transaksi keuangan. Dashboard ini menampilkan jumlah pesanan terbaru, jumlah pendapatan, dan status pendapatan. Selain itu, ada menu navigasi yang memungkinkan Anda mengakses modul order, laporan keuangan, dan manajemen Dimungkinkan untuk memantau kinerja operasional secara real-time, yang mempermudah pengambilan keputusan, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis digital karena fitur ini. Tata letak yang terstruktur juga membuat pencarian lebih cepat tanpa perlu berpindah dari satu halaman ke halaman lain. Gambar 6. Tambah Order Form yang digunakan untuk menambahkan pesanan baru ke sistem ditunjukkan pada Gambar 6. Pengguna dapat memilih produk, menentukan jumlah pesanan, dan mengisi data pelanggan, tanggal transaksi akan otomatis terhubung ke pencatatan keuangan. Dengan menggunakan tampilan ini, proses input permintaan menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan mengurangi kesalahan yang sering terjadi pada pencatatan manual. Selain itu, tampilan ini meningkatkan transparansi dalam manajemen bisnis digital. Gambar 7. Update Data Orderan Pada gambar 7 diatas merupakan tampilan dari update data orderan yang sudah ada, pengguna bisa mengupdate status pembayaran, status pengerjaan, file hasil pengerjaan dan catatan revisi yang didapat dari pemesan. Pembahasan Dari hasil penerapan sistem yang sudah dibuat, sistem ini berhasil mengatasi permasalahan pencatatan manual serta penggunaan aplikasi yang terpisah dalam pengelolaan order dan keuangan. Seluruh proses manajemen order dan pencatatan keuangan kini terintegrasi dalam satu sistem berbasis web, sehingga memudahkan pengguna dalam mengelola data secara terpusat. http://jurnal. id/index. php/justian JUSTIAN. Jurnal Sistem Informasi Akuntansi Vol. No. Maret, pp. ISSN: 2721-7523 Dari sisi efisiensi, sistem ini mampu mempercepat proses pengelolaan order dan pencatatan transaksi karena pengguna tidak lagi perlu melakukan input data secara berulang pada media yang berbeda. Proses pencatatan pendapatan, pemantauan status pengerjaan, serta pengelolaan revisi yang diajukan oleh klien dapat dilakukan secara langsung melalui sistem, sehingga waktu kerja menjadi lebih singkat dan alur kerja lebih terstruktur. Dari sisi akurasi, sistem membantu mengurangi kesalahan pencatatan data yang sebelumnya sering terjadi pada proses manual. Data order dan transaksi keuangan tersimpan secara otomatis dan konsisten dalam basis data, sehingga meminimalkan risiko kehilangan data, duplikasi pencatatan, serta ketidaksesuaian antara data order dan laporan Dengan demikian, informasi pendapatan dan status order yang dihasilkan sistem menjadi lebih akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak startup. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Sistem Manajemen Order dan Pencatatan Keuangan berbasis web yang dikembangkan memiliki kelebihan utama berupa integrasi antara pengelolaan order dan pencatatan keuangan dalam satu sistem terpadu. Integrasi ini memungkinkan pengguna tidak perlu lagi menggunakan aplikasi atau sistem terpisah untuk mengelola pesanan dan mencatat transaksi keuangan. Dengan demikian, proses pengelolaan data menjadi lebih efisien, terstruktur, dan meminimalkan risiko kesalahan pencatatan akibat duplikasi atau perbedaan data antar sistem. Selain itu, sistem ini memudahkan pemilik usaha dalam memantau status order, pendapatan, serta kondisi keuangan secara lebih jelas dan Namun demikian, sistem ini juga memiliki beberapa keterbatasan. Fitur pembayaran masih dilakukan di luar sistem sehingga proses transaksi keuangan belum sepenuhnya terotomatisasi. Selain itu, sistem ini masih berfokus pada kebutuhan pemilik usaha secara individual dan belum mendukung pengelolaan usaha dalam skala yang lebih besar, seperti multi pengguna dengan peran kompleks atau multi cabang. Keterbatasan tersebut membuka peluang pengembangan sistem di masa mendatang agar dapat mencakup fitur pembayaran terintegrasi serta mendukung skala bisnis yang lebih luas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen order dan pencatatan keuangan berbasis web mampu mengintegrasikan proses pengelolaan order dan pencatatan keuangan dalam satu yang bisa mengatasi penggunaan aplikasi yang terpisah. intergrasi tersebut membuat efisiensi kerja, tracking status dan pencatatan keuangan menjadi lebih mudah dan efektif. Berdasarkan keterbatasan yang masih terdapat pada sistem ini, untuk tahap pengembangan selanjutnya dapat menambahkan fitur pembayaran terintegrasi sehingga proses transaksi dapat dilakukan secara otomatis di dalam sistem. Selain itu, sistem diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung pengelolaan usaha dalam skala yang lebih besar, seperti penambahan fitur multi pengguna dengan pembagian hak akses yang lebih kompleks serta dukungan multi cabang. REFERENSI