Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 6 No. Juni 2024, 84 - 89 PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CILUMPING KECAMATAN DAYEUHLUHUR THE EFFECT OF GIVING ROSELLA FLOWER STEEPING ON BLOOD PRESSURE REDUCTION IN ELDERLY PEOPLE WITH HYPERTENSION IN CILUMPING VILLAGE. DAYEUHLUHUR DISTRICT Bayu Brahmantia1. Ida Rosidawati2. Heri Budiawan3*. Asep Muksin4. Mila Meilawati5 Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya . Jawa Barat. Indonesia Email: potrethery@gmail. Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang paling banyak dialami oleh lansia. Penanganan hipertensi pada lansia selain menggunakan terapi farmakologi dapat juga dilakukan dengan menggukan pengobatan secara non farmakologi yaitu pemberian seduhan bunga rosella. Senyawa aktif dalam rosella yang banyak berperan dalam menurunkan tekanan darah adalah antosianin, fenolik, theroine, leucine, valine, glycine dan asam askarbonat. Senyawa aktif yang terkandung dalam bunga rosella tersebut dapat membantu melancarkan peredaran darah dengan cara mengurangi derajat viskositas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi Eksperimental dengan rancangan One group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan Purpose Sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Data diolah secara komputerisasi dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t paired. Hasil penelitian yang dilakukan selama 7 hari didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum pemberian seduhan bunga rosella adalah 166 mmHg dan untuk diastolik 93 mmHg. Sedangkan, rata-rata nilai sesudah pemberian seduhan bunga rosella yaitu 150 mmHg dan 88 mmHg. Hasil nilai dari uji paired t-test p-value sistole dan diastole = 0,000 dan 0,009 . < 0,. yang artinya terdapat pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan bunga rosella terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita Saran peneliti diharapkan responden dapat mengaplikasikan seduhan rosella tersebut untuk menurunkan tekanan darah. Kata kunci: Hipertensi, lansia, seduhan bunga rosella, tekanan darah. Abstract Hypertension is a cardiovascular disease that is most commonly experienced by the elderly. Handling hypertension in the elderly in addition to using pharmacological therapy can also be done by using non-pharmacological treatment, namely giving rosella flower brew. Active compounds in rosella that play a role in lowering blood pressure are anthocyanins, phenolics, theroine, leucine, valine, glycine and ascorbic acid. The active compounds contained in rosella flowers can help improve blood circulation by reducing the degree of viscosity. This study aims to determine the effect of giving rosella flower brew on lowering blood pressure in elderly people with hypertension in Cilumping Village. Dayeuhluhur District. This type of research is quantitative research using Quasi Experimental with One group pretest-posttest design. The sampling technique used Purpose Sampling with a sample size of 18 respondents. Data were computerized using univariate and bivariate analysis using paired t test. The results of research conducted for 7 days obtained the average systolic blood pressure before the administration of rosella flower brew Submitted Accepted Website : 30 November 2023 : 20 Juni 2024 : jurnal. id | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pengaruh Pemberian Seduhan Bunga Rosella Terhadap . (Heri Budiawan, dk. is 166 mmHg and for diastolic 93 mmHg. Meanwhile, the average value after the administration of rosella flower brew is 150 mmHg and 88 mmHg. The results of the paired t-test p-value systole and diastole = 0. 000 and 0. < 0. which means that there is an effect of giving rosella flower brew on lowering blood pressure in hypertensive elderly in Cilumping Village. Dayeuhluhur District. It can be concluded that the administration of rosella flower sedatives is proven effective for lowering blood pressure in elderly people with hypertension. The researcher's suggestion is that respondents are expected to apply the rosella brew to lower blood pressure. Key word: Blood pressure, elderly, hypertension, rosella flowe steeping Pendahuluan Prevelensi hipertensi di dunia pada tahun 2013, menurut data dari WHO pada penduduk umur Ou 18 tahun telah mencapai 1 milyar orang memiliki riwayat penyakit hipertensi. Populasi hipertensi tertinggi yaitu di Afrika sebesar 46% sedangkan prevelensi populasi hipertensi terendah yaitu di Amerika sebesar Para peneliti memperkirakan bahwa hipertensi atau tekenan darah tinggi hampir kardiovaskuler setiap tahunnya (Ariyani. Angka kejadian hipertensi di Indonesia berdasarkan hasil pengukuran pada usia Ou 18 tahun sebanyak 25,8%. Prevelensi kejadian hipertensi di Jawa tengah berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur Ou 18 tahun Pada jenis kelamin laki-laki 765 dan pada perempuan Pada umumnya wanita dibandingkan dengan laki-laki. (Riskesdas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap pada tahun 2020 mencatat angka hipertensi mencapai 97. 500 jiwa untuk wilayah Kabupaten Cilacap. Menurut data yang diperoleh dari catatan Rekam Medis di Puskesmas Dayeuhluhur I penduduk yang terkena hipertensi pada tahun 2021 di bulan Januari sampai Desember sebanyak 8. kasus, mengalami kenaikan yang sangat pesat dari tahun sebelumnya, di tahun 2020 jumlah penduduk yang terkena hipertensi sebanyak 445 kasus. Penyakit hipertensi di tahun 2021 ini menempati di posisi kedua dari 10 besar Penyakit Tidak Menular (PTM) di Puskesmas Dayeuhluhur I (Dinkes, 2. Terjadinya hipertensi karena kurangnya vitamin A. B1. B2 dan flavanoid dalam Berbagai kadungan senyawa serta vitamin tersebut dapat dipenuhi dengan cukup dalam tanaman rosella (Apriliyanti, 2. Tanaman Rosella merupakan salah satu tanaman tradisional atau herbal yang mempunyai manfaat untuk mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, serta bisa juga unutk melancarkan buang air besar. Bagian dari tanaman rosella yang digunakan untuk pengobatan yaitu pada kelopak bunga rosellanya (Pratama dan Dita pratiwi, 2. Dalam kelopak bunga rosella terkandung senyawa aktif asam organik serta flavanoid yang bisa menurunkan viskositas darah. Jika viskositas darah telah menurun maka kerja jantung akan lebih ringan sehingga tekanan darah akan menurun. Tanaman rosella sangat mudah untuk dibudidayakan yaitu cukup dengan menanam biji bunga rosella kemudian memberikan air setiap harinya agar tanaman rosella dapat tumbuh dengan baik. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Desa Cilumping didapatkan hasil bahwa 10 orang lansia penderita hipertensi terdapat 5 lansia meminum obat anti hipertensi dengan teratur, 3 lansia hanya meminum obat jika merasa kambuh serta 2 lansia tidak pernah meminum obat karena tidak merasakan keluhan apapun. Dari 10 penderita hipertensi tersebut belum ada yang pernah melakukan pengobatan herbal atau mengkonsumsi tanaman herbal, misal dengan menggunakan seduhan rosella. Sejauh ini penggunaan seduhan bunga rosella jarang digunakan sebagai salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Oleh karena itu, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang AuPengaruh Pemberian Seduhan Bunga Rosella Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Desa Cilumping Kecamatan DayeuhluhurAy. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental dengan rancangan One group Pretes-Posttest design Pengaruh Pemberian Seduhan Bunga Rosella Terhadap . (Heri Budiawan, dk. yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolic pada lansia penderita hipertensi. Populasi dalam penelitian ini, yaitu semua lansia yang mengalami hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur sebanyak 98 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur dengan jumlah 18 orang dan mengkonsumsi obat Captopril. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, sampel diambil dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Pre-test dilakukan sebelum diberikan rebusan bunga rosella dan post-test dilakukan pada hari ke 7. Bahan rebusan yaitu 10 gr kelopak bunga rosella diseduh dalam 200 ml air panas. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan alat yaitu Spyghmomanometer, dengan tujuan untuk mengetahui hasil pengukuran tekanan darah pada lansia penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan pemberian seduhan bunga rosella. Hasil Tabel 1. Gambaran Tekanan Darah Sistolik Sebelum dan Sesudah Pemberian Seduhan Bunga Rosella Variabel Tekanan darah Sistolik Sebelum Tekanan darah Sitolik Sesudah Mean Std. Dev MinMax Sumber: Data Primer . Pada tabel 1 diketahui bahwa hasil tekanan darah sebelum dilakukan pemberian seduhan bunga rosella responden memiliki nilai minimum untuk tekanan darah sistolik adalah 145 mmHg, sedangkan untuk tekanan darah sistolik sesudah pemberian seduhan bunga rosella memiliki nilai minimum 122 mmHg. Sebelum dilakukan pemberian seduhan bunga rosella tekanan darah sistolik memiliki nilai maximum 192 mmHg dan untuk tekanan darah sistolik sesudah pemberian seduhan bunga rosella memiliki nilai maximum 184 mmHg. Dari hasil estimasi interval penelitian dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini untuk rata-rata tekanan darah sistolik sebelum pemberian seduhan bunga rosella pada responden yaitu 159-172 mmHg. Sedangankan, pada tekanan darah sistolik sesudah pemberian seduhan bunga rosella pada responden sebanyak 140-160 mmHg. Tabel 2. Gambaran Tekanan Darah Diastolik Sebelum dan Sesudah Pemberian Seduhan Bunga Rosella Variabel Tekanan Darah Diastolik Sebelum Tekanan Darah Diastolik Sesudah Mean Std. Deviasi Minmax Sumber: Data Primer . Pada tabel 2. diketahui bahwa hasil tekanan darah sebelum dilakukan pemberian seduhan bunga rosella responden memiliki nilai minimum pada tekanan darah diastolik yaitu 73 mmHg, sedangkan pada tekanan darah diastolik sesudah pemberian seduhan bunga rosella dengan nilai minimum 70 mmHg. Tekanan darah sebelum dilakukan pemberian intervensi pada nilai maximum diastolik yaitu 122 mmHg dan untuk nilai maximum pada tekanan darah diastolik sesudah pemberian seduhan bunga rosella yaitu 100 mmHg. Dari hasil estimasi interval penelitian dapat disimpulkan bahwa 95% diyakini rata-rata untuk tekanan darah sistolik sebelum pemberian seduhan bunga rosella pada responden adalah 87-98 mmHg dan pada tekanan darah diastolik sesudah pemberian seduhan bunga rosella adalah 84-92 mmHg. Tabel 3. Hasil Uji t Paired Pada Pengukuran Tekanan Darah Sistolik Sebelum dan Sesudah Pemberian Seduhan Bunga Rosella di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur Variabel Mean Std. Deviasi Stdr. Eror PValue Pre Sistolik 0,000 Pengaruh Pemberian Seduhan Bunga Rosella Terhadap . (Heri Budiawan, dk. Post Sistolik Sumber: Data Primer . Berdasarkan tabel 3. mendapatkan hasil bahwa dari 18 responden tekanan darah sistolik. didapatkan hasil nilai dengan rata-rata 166 mmHg. Sedangkan, tekanan darah sistolik . didapatkan hasil nilai rata-rata 150 mmHg. Dari data pengukuran tekanan darah selama 5 hari, didapatkan hasil dari paired t-test p-value sitolik = 0,000 . < 0,. , yang artinya terdapat perbedaan dalam penurunan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Tabel 4. Hasil Uji t Paired Pada Pengukuran Tekanan Darah Diastolik Sebelum dan Sesudah Pemberian Seduhan Bunga Rosella Di Deca Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur Std. Deviasi Stdr. Eror Variabel Mean Pre Diastolik Post Diastolik PValue 0,009 Sumber: Data Primer . Berdasarkan tabel 4. hasil bahwa dari 18 responden yang telah diobservasi tekanan darah diastolik . didapatkan hasil dengan nilai rata-rata 93 mmHg dan untuk tekanan darah diastolik . didapatkan nilai hasil dengan rata-rata 88 mmHg. Dari data pengukuran tekanan darah selama 5 hari, didapatkan hasil paired t-test p-value diastolik = 0,009 . < 0,. , yang artinya tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Pembahasan Tingginya rata-rata tekanan darah pada lansia di pengaruhi oleh aktivitas fisik serta manajemen stres pada masing-masing Jenis aktivitas fisik seseorang akan berpengaruh terhadap tekanan darah pada Semakin berat aktivitas yang dilakukan maka akan semakin tinggi juga peningkatan tekanan darah pada orang tersebut (Bustomi, 2. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hipertensi, yaitu faktor yang dapat diubah antara lain stres, berat badan, asupan garam yang berlebihan dan kebiasaan merokok, sedangkan faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik (Mandroh ,2. Kejadian hipertensi semakin meningkat seiring bertambahnya usia, populasi penduduk diatas usia 55 tahun akan beresiko menderita hipertensi, karena adanya penyempitan pada aorta serta menurunnyakemampuan distensi pelebaran arteri. Sehingga akan menyebabkan adanya peningkatan tekanan darah (Sari. Seduhan bunga rosella terbuat dari kelopak bunga kering rosella yang memiliki warna merah dengan rasanya yang sedikit Pada seduhan rosella mengandung antioksidan seperti flavanoid yang baik bagi jantung dan tubuh. Flavanoid ini mampu menghambat ACE (Angiotensin Converting Enzi. (Gilang. Oleh karena itu, angiotensin I tidak dapat diubah menjadi angiotensin II, dimana angiotensin II ini memiliki fungsi untuk meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatis, vasokontriksi otot polos vaskular dan meningkatkan retensi air serta Angiotensin II tidak dapat dibentuk dengan adanya flavanoid. Kandungan flavanoid pada rosella yang paling penting Antosianin terakumulasi dalam sel endotel serta dapat melindungi sel endotel dari pengaruh radikal Antosianin antioksidan yang dapat mengatasi stres oksidatif, peningkatan NOS (Nitric Oxide Synthas. dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme yang mempertahankan sel endotel (Farani, 2. Mengkonsumsi bunga rosella memiliki efek positif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Ada beberapa manfaat bunga rosella untuk penderita peredaran darah mengurangi derajat kekentalan darah, hal ini terjadi karena asam organik dan flavanoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga rosella sebagai farmakologi (Ariyani, 2. Selain kandungan flavanoid rosella juga memiliki kandungan kalsium serta zat besi yang tinggi. Kandungan kalsium dapat membantu jaringan dalam tubuh berkontraksi Pengaruh Pemberian Seduhan Bunga Rosella Terhadap . (Heri Budiawan, dk. menjaga dinding arteri tetap elastis dan lentur, sehingga dapat mengatur detak jantung dan dilatasi pembuluh darah agar kejadian peningkatan tekanan darah dapat terhindari (Kontesa. Y, 2. Kemudian, manfaat niasin bagi kesehatan tubuh antara lain menjaga sirkulasi darah yang baik, menjaga fungsi otak normal, meningkatkan daya ingat, membantu saluran pencernaan dalam menyerap karbohidrat, protein dan lemak, serta berperan dalam menurunkan dan mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Selanjutnya terdapat vitamin C juga yang bermanfaat sebagai antioksidan dalam menetralkan paparan radikal bebas sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi (Apriliyanti, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Colin dan Pratama . menyatakan bahwa hasil penelitian pengaruh pemberian seduhan bungan rosella terhadap penurunan tekanan darah dengan p-value sistolik 0,000 dan diastolk 0,002. Sejalan juga dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Nurulhuda dan Miradwiyana . menunjukan hasil penelitian dengan nilai p-value sistolik dan diastolik 0,000, yang artinya pemberian seduhan bunga rosella berpengaruh terhadap penurunan tekaknan darah. Dari hasil penelitian yang saya lakukan ini, dapat menunjang ataupun menambahkan teori tentang bunga rosella sebagai Dimana seduhan kering bunnga rosella mampu memnurunkan tekanan darah penderita hipertensi dengan terapi captopril jauh lebih besar penurunannya di bandingkan dengan penderita hipertensi yang hanya mendapatkan terapi captopril saja. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Tekanan darah sistolik sebelum diberikan seduhan bunga rosella pada lansia penderita hipertensi dengan rata-rata hasil 166 mmHg, tekanan darah diastolik sebelum diberikan seduhan bunga rosella pada lansia penderita hipertensi dengan rata-rata hasil 93 mmHg. Tekanan darah sistolik sesudah diberikan seduhan bunga rosella pada lansia penderita hipertensi dengan rata-rata hasil 150 mmHg, tekanan darah diastolik sesudah diberikan seduhan bunga rosella pada lansia penderita hipertensi dengan rata-rata hasil 88 mmHg. Ada pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi dengan nilai p-value 0,000 (< 0,. , ada pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah diastolik pada lansia penderita hipertensi dengan nilai p-value 0,009 (< 0,. Saran Terapi bunga rosella dengan takaran 10 gr kelopak bunga rosella diseduh dalam 200 ml air panas dapat digunakan sebagai terapi pendamping penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan terapi farmakalogi. Ucapan Terimakasih Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam berjalannya dan kelancaran penelitian ini hingga penelitian ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan yang berarti. Daftar Pustaka