Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ANALISIS BUKU SISWA KELAS 4 SD BAB ASAL-USUL BERBASIS KELAYAKAN BSNP Imtiyaz Faila Sifa1. Panca Dewi Purwati2. Natasya Putri Kirana3. Deshya Fatkur Sanisjakari4. Nonik Dwi Solikhati5. Hafidz Maulana Akbar6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang Email : imtiyazfaila@students. ABSTRAK: Kualitas isi serta struktur kata yang tepat merupakan hal penting dalam sebuah buku untuk memenuhi pemahaman peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kesalahan isi buku apakah sudah sesuai dengan Standar BSNP dan kesalahan linguistik atau kualitas Bahasa seperti kesalahan Fonologi. Morfologi. Sintaksis. Wacana, dan Semantik yang terdapat dalam Bab asal-usul pada buku kelas 4 Sekolah Dasar kurikulum merdeka yang diterbitkan oleh Kemendikbud tahun 2021. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kualitatif Deskriptif dengan cara studi literatur dan diskusi kelompok. Secara keseluruhan isi yang terdapat dalam bab asal-usul sudah memenuhi elemen yang terdapat dalam elemen BSNP tapi beberapa juga kurang memenuhi standar BSNP. Kualitas Isi dalam bab asal-usul telah memenuhi elemen dan indikator capaian pembelajaran yang ada, tetapi dalam Kualitas Bahasa terdapat kekurangan dalam penggunaan ejaan, tanda baca, dan istilah baru yang kurang tepat. Kualitas Penyajian Motivasi siswa menarik untuk memacu semangat siswa dan pada akhir bab terdapat latihan soal yang berfungsi untuk mengulas kembali materi. Untuk Kualitas Tampilan dan Kegrafikaan sudah tepat, format huruf dalam buku telah mengikuti standar yang sesuai untuk pembelajaran siswa, dan Penggunaan ilustrasi yang digunakan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap tetapi juga mendukung isi materi dengan gambaran visual yang telah dirancang dengan menarik dan mudah untuk dipahami peserta didik. Berdasarkan penelitian pada Bab Asal-Usul , beberapa aspek seperti kelayakan kualitas isi, kelayakan kualitas penyajian dan kelayakan kualitas kegrafikaan sudah layak, meskipun ada yang perlu perbaikan dalam kelayakan bahasa. Penelitian ini merekomendasikan adanya penyederhanaan pilihan kata dan perbaikan struktur kalimat agar materi lebih mudah dipahami dan membantu kefasihan peserta didik dalam KATA KUNCI: Buku Bahasa Indonesia Kelas 4. Kelayakan isi Buku. Kelayakan Buku Versi BSNP Berbantuan EYD Edisi 5 ABSTRACT: The quality of the content and the right word structure are important in a book to meet students' The purpose of this study is to find out whether the book content errors are in accordance with the BSNP Standard and linguistic errors or language quality such as phonology, morphology, syntax, discourse, and semantic errors contained in the origin chapter in the 4th grade book of the independent curriculum elementary school published by the Ministry of Education and Culture in 2021. The approach used in this study is to use Descriptive Qualitative by means of literature study and group discussion. Overall, the content contained in the origin chapter meets the elements contained in the BSNP elements, but some also lack the BSNP standards. The Quality of Content in the origin chapter has met the existing elements and indicators of learning outcomes, but in Language Quality there are shortcomings in the use of spelling, punctuation, and new terms that are not Quality of Presentation Student motivation is interesting to spur students' enthusiasm and at the end of the chapter there is practice questions that function to review the material. For the quality of the display and graphics is appropriate, the font format in the book has followed the appropriate standards for student learning, and the use of illustrations used not only serves as a complement but also supports the content of the material with visual images that have been designed in an attractive and easy to understand for students. Based on the research in the Origin Chapter, several aspects such as the feasibility of content quality, the feasibility of presentation quality and the feasibility of graphic quality are feasible, although there are improvements in language feasibility. This study recommends simplifying word choices and improving sentence structure so that the material is easier to understand and helps students' fluency in reading. KEYWORDS: Grade 4 Indonesian Books. Book Content Eligibility. Eligibility BSNP Assisted EYD Version Book Edition 5. PENDAHULUAN Buku ajar memiliki peranan penting dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Dasar. Buku ajar ini bukan hanya untuk sumber pengetahuan, namun juga untuk media pengembangan keterampilan berbahasa peserta didik (Suttrisno dan Hesti Puspitasari, 2. Standar kelayakan buku ajar harus sesuai, sehingga pencapaian tujuan pendidikan dapat terealisasikan. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Para calon pendidik harus menguasai bahasa dengan baik dan benar sehingga mampu mengajarkan dengan baik dan benar (Purwati, 2. Menurut BSNP, 2021 terdapat 4 aspek utama dalam penilaian buku teks, yaitu isi, penyajian, bahasa, serta kegrafikaan. Aspek kebahasaan perlu diperhatikan karena faktor tersebut menjadi sorotan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Menurut Sri Mulyani dan Dafit, 2024 bahwa ketetapan penggunaan ejaan, tata bahasa, dan struktur kalimat sangat mempengaruhi pemahaman peserta didik terhadap isi buku. Buku Kurikulum Merdeka pada saat ini di buat lebih fleksibel dan kontekstual, menyesuaikan potensi peserta didik. Salah satunya buku Bahasa Indonesia kelas IV karya Eva Y. Nukman dan Cicilia Erni Setyowati, dimana buku ini memiliki tujuan mengembangkan peserta didik untuk berpikir kritis dan karakter peserta didik melalui pembelajaran aktif yang bermakna (Hanifah, 2. Namun, masih banyak terdapat buku teks yang memiliki kekurangan dalam standar kelayakan aspek kebahasaan. Berbagai bahasa yang kurang tepat pada buku dapat menghambat pemahaman peseta didik dan dapat menjadi kekeliruan saat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (Sari dan Hidayat 2. Menurut Widiastuti, 2023 melakukan evaluasi dalam segi latar belakang, sumber referensi, pendekatan penyusunan dan keterlibatan ahli dalam membuat buku sangat perlu dilakukan agar buku yang diterbitkan tidak memiliki kesalahan yang dapat mengubah pemahaman peserta didik dan dapat disusun secara akademis dan profesional. Selaras dengan temuan Marlina dan Sholehun . yang menyatakan bahwa diantara aspek penting yang mempengaruhi pada hasil belajar Bahasa Indonesia adalah kualitas sumber belajar, termasuk kelayakan buku ajar yang dipakai. Kualitas buku ajar yang layak , mencakup penggunaan bahasa yang benar dan sesuai standar, menjadi aspek penting dalam menunjang pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya evaluasi kelayakan buku teks. Misalnya. Syarifah . menganalisis kualitas buku teks Bahasa Indonesia Fase A Kurikulum Merdeka dan menemukan bahwa buku tersebut memenuhi kriteria kelayakan isi, bahasa, dan penyajian berdasarkan standar BSNP. Namun, penelitian ini tidak secara khusus menyoroti penerapan kaidah EYD Edisi 5. Demikian pula. Nopiyanti . mengevaluasi kelayakan isi buku teks matematika kelas IV SD dan menemukan bahwa meskipun materi pendukung pembelajaran memperoleh persentase 66,67%, aspek kebahasaan tidak menjadi fokus utama dalam penelitian tersebut. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus analisis terhadap bab "Asal-Usul" dalam buku siswa kelas 4 SD dengan mempertimbangkan kelayakan berdasarkan standar BSNP dan penerapan kaidah EYD Edisi 5 secara komprehensif. Berbeda dengan studi sebelumnya, penelitian ini mengkaji isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan karena buku kelas IV bab 7 tergolong buku baru yang sangat penting untuk dikaji. mengintegrasikan evaluasi isi dan kebahasaan untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang kualitas buku siswa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan kualitas buku teks di tingkat sekolah dasar. Menurut Widiastuti, 2023 melakukan evaluasi dalam segi latar belakang, sumber referensi, pendekatan penyusunan dan keterlibatan ahli dalam membuat buku sangat perlu dilakukan agar buku yang diterbitkan tidak memiliki kesalahan yang dapat mengubah pemahaman peserta didik dan dapat disusun secara akademis dan profesional. Penelitian deskriptif kualitatif ini memiliki 4 tujuan penelitian yaitu, . mendeskripsikan hasil kajian isi, . mendeskripsikan hasil kajian bahasa termasuk EYD ejaannya, . mendeskripsikan kelayakan penyajian, . mendeskripsikan hasil kajian kegrafikaan bab 7 buku ajar siswa kelas IV jenjang Sekolah Dasar oleh Kemendikbud tahun 2021. METODE PENELITIAN Dalam penelitian analisis buku Bahasa Indonesia Siswa kelas 4 Bab 7 ini menggunakann Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 pendekatan metode deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Deskriptif kualitatif (QD) merupakan istilah yang digunakan dalam penelitian kualitatif untuk suatu kajian yang bersifat Jenis penelitian ini biasanya digunakan dalam studi fenomenologi sosial. (Ruhansih. Menurut (Rukin, 2. deskriptif kualitatif merupakan pendekaatan penelitian yang berfokus pada pemaparan secara mendalam terhadap suatu fenomena, dengan kecenderungan untuk menerapkan metode analisis sejak tahap observasi awal(Ashari et al. , 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan isi pada buku Bahasa Indonesia SD Siswa Kelas IV berdasarkan standar Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Subjek dalam penelitian ini yaitu buku ajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas 4 , sementara objek penelitiannya mencakup kelayakan isi buku berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh BSNP. Data yang di gunakan meliputi data primer, yaitu buku ajar dan hasil observasi di kelas, serta data sekunder berupa dokumen, jurnal, dan sumber referesi yang relevan. Dalam analisis dibuku Bahasa Indonesia Siswa kelas 4 Bab 7 menggunakan pengumpulan data yang meliputi penilaian buku berdasarkan BSNP ( Badan Standar Nasional Pendidikan ) yang mencangkup aspek : ( 1 ) Kelayakan isi . ( 2 ) Kelayakan Bahasa . ( 3 ) Kelayakan penyajian . ( 4 ) Kelayakan kegrafikan. Metode yang digunakan analisis dokumen yang bersumber dari data buku Bahasa Indonesia kelas 4 Bab 7. Langkah Ae Langkah yang digunakan pertama mengidentifikasi kesalahan pada buku kelas 4 secara umum dari aspek BSNP ( Badan Standar Nasional Pendidikan ). Kemudian menganalisis lebih dalam kesalahan pada buku kelas 4 Bab 7 dan setelahnya merekomendasi kesalahan sehingga mendapat solusi dari kesalahan dari buku kelas 4 Bab 7. Dalam upaya menjaga validitas data,penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Menurut Nurfajriani . Metode Triangulasi yaitu multi metode yang mengumpulkan data dengan membandingkan data dari berbagai sumber, melibatkan diskusi kelompok, serta melakukan pencocokan ulang terhadap data yang telah di kumpulkan. Penerapan trigulasi bertujuan untuk memastikan bahwa interpretasi gerhadap data yang di peroleh memiliki kedalaman, ketelitian, dan akurat. Kriteria Skor dalam penilaian kelayakan Buku Tabel 1 Konversi Skor Kelayakan No Skor Kategori Kelayakan Ou 80 % Sangat Layak 60%-79,9% Layak 50%-59,9% Cukup Layak O 49,9% Tidak Layak Sumber : (Sari, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini bermanfaat bagi siswa apabila dapat menyajikan materi kedalam kategori layak. Hasil penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari teknik pembacaan dan pencatatan serta analisis secara cermat pada komponen isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan. Hasil analisis kelayakan Buku Ajar kelas 4 Bab 7 dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Hasil Analisis Kelayakan Isi. Bahasa. Penyajian, dan Kegrafikaan No Komponen Kelayakan Presentase Hasil Analisis Kategori Kelayakakan Isi Sangat Layak Kelayakan Bahasa Tidak Layak Kelayakan Penyajian Sangat Layak Kelayakan Kegrafikaan Sangat Layak Secara keseluruhan komponen kelayakan buku Ajar Kelas 4 Bab 7 termasuk dalam kategori sangat layak. Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam sektor percetakan, semakin banyak pengetahuan yang terdokumentasi dalam bentuk buku. Oleh Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 karena itu, kemampuan membaca menjadi keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh siswa di setiap jenjang pendidikan guna mengakses informasi-informasi baru yang sebelumnya belum mereka ketahui (Sukmawati et al. , 2. Namun dapat dilihat pada tabel 2, komponen kualitas isi mendapat skor sebanyak 85% karena pada komponen tersebut Seluruh isi materi mencakup kemampuan memahami instruksi audio, menemukan serta mengidentifikasi informasi dalam teks dan gambar, menyampaikan pendapat terhadap informasi dalam teks, serta menyusun teks narasi antar kalimat. Tetapi lebih banyak membahas peristiwa masa lampau atau sejarah, sehingga tidak mencerminkan kejadian yang terjadi dalam kurun waktu 0Ae5 tahun terakhir. Pada komponen kualitas bahasa mendapat skor paling rendah yaitu 35% karena ada kata yang tidak sesuai dengan ejaan dalam KBBI dan juga EYD, banyak kalimat yang tidak baku atau kurang efektif, serta banyak penggunaan tanda baca yang tidak tepat. Pada komponen kualitas penyajian hampir keseluruhan indikator mendapat nilai sangat layak yaitu 90%, karena pada buku ini menyajikan berbagai media pembelajaran yang dapat memicu semangat belajar siswa. Terdapat gambar-gambar ilustratif yang mampu membuat tampilan materi lebih hidup dan tidak monoton. Selain itu pada komponen kualitas tampilan/kegrafikaan skor yang didapat adalah 88% karena pada bab ini disisipkan gambar-gambar yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga mendukung isi materi dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami oleh anakanak SD. Kualitas isi Kualitas Isi pada materi pembelajaran dalam Bab 7 buku Bahasa Indonesia kelas 4 fase B dinilai Sesuai (S) dengan Elemen dan Capaian Pembelajaran (CP). Seluruh isi materi mencakup kemampuan memahami instruksi audio, menemukan serta mengidentifikasi informasi dalam teks dan gambar, menyampaikan pendapat terhadap informasi dalam teks, serta menyusun teks narasi antar kalimat. Hal ini menunjukkan bahwa materi telah memenuhi sekitar 85% ketentuan CP. Namun, dari segi keaktualan atau kemutakhiran, materi dalam Bab 7 yang berjudul "Asal-Usul" lebih banyak membahas peristiwa masa lampau atau sejarah, sehingga tidak mencerminkan kejadian yang terjadi dalam kurun waktu 0Ae5 tahun terakhir. Oleh karena itu, materi ini dikategorikan sebagai Kurang Aktual (KA). Pembelajaran yang mengangkat isu dan fenomena terkini dalam 0Ae5 tahun terakhir dianggap lebih aktual karena mampu menghubungkan siswa dengan realitas sosial, budaya, dan teknologi yang sedang berkembang, serta membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan tantangan (Urwatul Wutsqa et al. , 2. Kualitas Bahasa Kualitas Bahasa pada Bab 7 buku Bahasa Indonesia kelas 4, penggunaan ejaan dinilai Tidak Tepat (TT). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tanda ejaan baru memenuhi 35% dari seluruh isi bab. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa kata yang tidak sesuai dengan ejaan dalam KBBI dan juga EYD, banyak kalimat yang tidak baku atau kurang efektif, serta banyak penggunaan tanda baca yang tidak tepat. Penguasaan kaidah tata bahasa yang baik sangat penting untuk mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, serta mempermudah terciptanya komunikasi yang efektif dan lancar (Husain et al. , 2. Selain itu, terdapat beberapa istilah baru yang asing dan kurang familier bagi siswa sekolah dasar, yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap isi materi. Dari sisi kelugasan, penyajian materi dinilai Kurang Lugas (KL), karena masih terdapat istilah yang sulit dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, perlu adanya penyederhanaan pilihan kata dan perbaikan struktur kalimat agar isi materi lebih mudah dipahami dan membantu kefasihan siswa dalam membaca. Analisis kebahasaan Bab 7 berdasarkan teori linguistik menunjukkan adanya berbagai kesalahan di beberapa aspek linguistik. Menurut kridalaksana dalam ubaidilah . Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 adalah ilmu tentang bahasa atau penyelidikan bahasa secara ilmiah. Linguistik membantu merancang metode pembelajaran bahasa yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, sehingga guru dapat mengoptimalkan pengajaran sesuai dengan konteks sosial dan budaya siswa (Putra et al. , 2. Dari aspek fonologi, meskipun tidak ditemukan kesalahan murni, terdapat fenomena asimilasi bunyi dan perubahan pelafalan karena pengaruh bahasa daerah, seperti pada kata lunpia dan besurek, yang mencerminkan perbedaan adaptasi fonetik. Sisi morfologi. Bab 7 menunjukkan beberapa ketidaktepatan dalam penggunaan bentuk kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku. Seperti penggunaan kata "diputarkan" yang seharusnya cukup menggunakan bentuk "diputar" karena sudah mencerminkan makna pasif yang dimaksud. Selain itu, penggunaan kata "pula" dinilai kurang sesuai dan lebih tepat jika diganti dengan "juga" agar lebih komunikatif dalam konteks Kata "syair" pada kalimat yang merujuk pada lirik lagu juga sebaiknya diubah menjadi "lirik" karena lebih umum dan relevan dengan konteks lagu modern. Di samping itu, bentuk jamak ganda seperti "baris-baris" sebaiknya disederhanakan menjadi "baris" karena kata tersebut sudah mencakup makna jamak secara implisit. Beberapa kata informal seperti "kalau ada" dan "makin" sebaiknya disesuaikan menjadi "jika ada" dan "semakin" untuk menyesuaikan dengan ragam bahasa baku yang digunakan dalam buku pelajaran. Terakhir, penggunaan kata "nyaring" dalam konteks membaca bersama lebih tepat jika diganti dengan lantang atau jelas, agar penyampaian instruksi menjadi lebih akurat. Perbaikan bentuk kata ini penting agar siswa tidak hanya memahami isi materi, tetapi juga terbiasa dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Secara sintaksis. Bab 7 masih memuat sejumlah kalimat yang perlu diperbaiki agar strukturnya lebih efektif, jelas, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Beberapa kalimat menunjukkan ketidaktepatan dalam penyusunan klausa dan pilihan konjungsi. Misalnya, kalimat AuRima dapat pula pada baris yang berselang-seling, disebut berirama AB ABAy terasa janggal karena terdapat penggabungan yang kurang tepat antara dua klausa. Kalimat tersebut akan lebih efektif jika ditulis AuRima juga dapat ditemukan pada baris yang berselang-seling. Pola ini disebut berirama AB AB. Ay Selain itu, penggunaan bentuk imperatif seperti AuTandaiAy sebaiknya diubah menjadi AuTandailahAy agar lebih baku dan sopan dalam konteks instruksi. Kalimat majemuk seperti AuSalinlah lagu tersebut ke buku kalian. Jangan lupa tuliskan nama pengarangnya, kalau ada. Ay juga dapat disusun ulang menjadi satu kalimat utuh agar lebih ringkas dan komunikatif. Perubahan serupa juga diperlukan pada kalimat yang menggunakan preposisi tidak tepat, seperti Audengan tempat kelahirannyaAy yang lebih sesuai jika diganti menjadi Auberdasarkan tempat kelahirannya. Ay Selain itu, frasa seperti Ausudah pergi merantauAy sebaiknya disederhanakan menjadi Ausudah merantauAy karena kata merantau sudah mencakup makna pergi. Secara keseluruhan, revisi kalimat-kalimat ini penting untuk membantu peserta didik memahami isi bacaan secara lebih efektif sekaligus membiasakan mereka menggunakan struktur kalimat yang benar dalam bahasa Indonesia. Sudut pandang Wacana dalam Bab 7 menunjukkan adanya kekurangan dalam kepaduan paragraf dan keterpaduan antar kalimat. Beberapa kalimat terasa kurang runtut dan tidak sepenuhnya mendukung kesinambungan informasi antar bagian. Misalnya, kalimat AuDi darahnya mengalir berbagai suku atau bangsaAy terdengar kurang jelas dan perlu diperbaiki menjadi AuDi dalam darahnya mengalir keturunan dari berbagai suku atau bangsaAy agar lebih eksplisit dan padu. Kalimat seperti AuPara ahli meneliti barang-barang peninggalan sejarah dan fosilAy juga dapat ditata ulang menjadi AuPara ahli meneliti fosil serta barang-barang peninggalan sejarah untuk memahami perjalanan migrasi manusia,Ay sehingga tujuan kalimat menjadi lebih Selain itu, kalimat naratif seperti AuNamun, ketika orang-orang bertanya apa yang dijualnya, mereka pun pergi begitu sajaAy kurang efektif dalam membangun alur, dan akan lebih baik jika diubah menjadi AuNamun, setiap kali orang-orang bertanya apa yang dijualnya, mereka Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 justru pergi tanpa membeli. Ay Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penghindaran redundansi, seperti frasa Aukaligrafi huruf Arab gundulAy yang sebaiknya cukup menjadi Aukaligrafi Arab gundulAy karena kaligrafi sudah secara umum merujuk pada huruf Arab. Aspek Semantik pada Bab 7 juga menunjukkan beberapa penggunaan makna yang dapat membingungkan siswa. Kata AusampiranAy dalam paragraf tentang batik besurek bisa membingungkan bagi siswa sekolah dasar karena bersifat kultural dan abstrak. Sebaiknya, istilah ini disesuaikan dengan bahasa yang lebih konkret, seperti AugantunganAy atau AupenyanggaAy agar lebih mudah dipahami. Selain itu, penggunaan kata AumenyulapAy dalam kalimat Aukalian dapat menyulapnya menjadi baruAy dapat menimbulkan tafsir yang kurang tepat, karena kata tersebut identik dengan sesuatu yang ajaib atau ilusionis. Akan lebih baik jika diganti dengan kata AumengubahAy atau AumemperbaruiAy untuk menyampaikan maksud secara tepat tanpa menimbulkan ambiguitas. Perbaikan aspek wacana dan semantik ini penting untuk meningkatkan kohesi, kejelasan makna, serta memudahkan pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan. Melalui analisis linguistik ini, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Bab "Asal-Usul" telah memenuhi kriteria kebahasaan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran ditingkat dasar, meskipun masih terdapat beberapa aspek fonologis, morfologis, dan sintaktis yang bisa ditingkatkan untuk memperkuat kejelasan dan keterpahaman bahasa bagi pembaca usia dini. Kualitas Penyajian Kualitas Penyajian bagian Pembangkit Motivasi Belajar Siswa dalam Bab 7 tergolong menarik (M) karena 90% pada buku ini menyajikan berbagai media pembelajaran yang dapat memicu semangat belajar siswa. Terdapat gambar-gambar ilustratif yang mampu membuat tampilan materi lebih hidup dan tidak monoton. Merancang buku ilustrasi sebagai media pembelajaran dapat mempermudah guru dan siswa dalam memahami materi pelajaran secara lebih jelas dan menarik (Amellya & Aryanto, 2. Selain itu, keberadaan lirik lagu seperti AuNenek MoyangkuAy dan AuRayuan Pulau KelapaAy dapat menjadi selingan yang menyenangkan dan menyegarkan semangat siswa setelah membaca teks panjang. Lagu-lagu ini juga dapat digunakan sebagai media interaktif jika dinyanyikan bersama-sama. Menurut Sudirman,S. ,ed al . Melalui aktivitas bernyanyi, siswa tidak hanya memperoleh kosakata baru, tetapi juga terlatih dalam pelafalan serta memahami konteks kalimat secara lebih mendalam. Di sisi lain, adanya teks cerita pada beberapa halaman memungkinkan guru untuk melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan membaca nyaring bergiliran, yang biasanya membuat siswa lebih antusias karena merasa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Menurut suparman,S. ,&nafisani. Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis. Adanya Soal Latihan pada Setiap Akhir Bab juga tergolong lengkap (L). akhir Bab 7, disediakan beberapa soal latihan yang berfungsi untuk mengulas kembali materi yang telah dipelajari. Soal-soal tersebut membantu siswa dalam memahami dan mengevaluasi penguasaan mereka terhadap materi secara lebih terstruktur. Kehadiran latihan ini tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga membantu guru dalam menilai ketercapaian kompetensi siswa secara praktis dan sistematis. Penegasan bahwa soal latihan memberikan umpan balik langsung sangat penting karena membantu guru menyesuaikan metode pengajaran secara tepat waktu, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa evaluasi tidak hanya berfungsi untuk mengukur hasil, tetapi juga untuk memperbaiki proses pembelajaran. (Muin et al. , 2. Kualitas Tampilan/Kegrafikaan Kualitas tampilan/kegrafikaan bagian Ukuran buku, ukuran, jenis, dan format huruf dalam buku teks Bab 7 tergolong tepat (T). Format tulisan mengikuti standar yang sesuai dengan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 buku pelajaran untuk siswa SD. Ukuran huruf cukup besar dan jelas, memudahkan siswa dalam Jenis huruf yang digunakan juga bersifat formal, mudah dikenali, dan nyaman di mata, sehingga mendukung keterbacaan secara optimal. Penataan paragraf dan pemformatan teks konsisten dan rapi di seluruh halaman, yang sangat penting untuk menunjang pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pernyataan tersebut selaras dengan temuan Agustina. Asrul, dan Setiawan . yang menyoroti pentingnya pemanfaatan media visual, khususnya gambar ilustratif, dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sedangkan Penggunaan ilustrasi dalam Bab 7 dinilai sesuai (S). Karena 88% pada bab ini disisipkan gambar-gambar yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga mendukung isi materi dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak SD. Dalam media cerita bergambar, teks dan gambar saling melengkapi, sehingga penggunaan gambar dapat meningkatkan keaktifan serta minat belajar siswa sekolah dasar (Utaminingtyas & Pd, n. Ilustrasi tersebut menggambarkan konteks cerita atau isi bacaan secara jelas dan kontekstual, sehingga membantu siswa membayangkan serta memahami materi dengan lebih menyenangkan. Penggunaan warna yang cerah dan desain yang ramah anak juga menjadi poin plus dalam aspek KESIMPULAN Berdasarka hasil kajian isi buku Bahasa Indonesia kelas IV Bab 7 dapat di simpulkan dengan buku tersebut telah memenuhi sebagian besar ketentuan elemen dan capaian pembelajara (CP), khususnya dalam aspek pemahaman intruksi audio, identifikasi informasi dalam teks dan gambar, penyampaian pendapat, serta penyusunan teks narasi antar kalimat. Namun, dari segi keaktualan, materi dinilai kurang aktual karena lebih banyak membahas peristiwa masa lampau dan tidak mengangkat isu atau fenomena yang terjadi dalam 0Ae5 tahun terakhir. Materi yang lebih aktual dinilai penting untuk menghubungkan siswa dengan realitas sosial, budaya, dan teknologi masa kini, serta membekali mereka dengan keterampilan yang relevan menghadapi tantangan zaman. Berdasarkan analisis kebahasaan Bab 7 buku Bahasa Indonesia kelas 4, kualitas bahasa yang digunakan masih kurang tepat, terutama dalam penggunaan ejaan, tanda baca, pilihan kata, serta struktur kalimat yang kurang efektif dan kurang lugas, sehingga memengaruhi pemahaman Terdapat ketidaksesuaian dengan kaidah KBBI dan EYD, penggunaan istilah yang kurang familiar, serta kekurangan dalam kohesi dan kejelasan wacana yang menyebabkan materi kurang komunikatif. Oleh karena itu, diperlukan penyederhanaan bahasa, perbaikan tata bahasa, dan penyesuaian istilah agar materi lebih mudah dipahami dan dapat membekali siswa dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga mendukung proses pembelajaran yang efektif dan relevan bagi peserta didik tingkat dasar. Segi Kualitas penyajian pada Bab 7 tergolong menarik karena menyajikan berbagai media pembelajaran yang mampu memotivasi siswa, seperti gambar ilustratif yang memperkaya tampilan materi, lirik lagu yang menyegarkan suasana belajar, serta teks cerita yang mendorong partisipasi aktif melalui membaca nyaring bergiliran. Selain itu, soal latihan yang lengkap di akhir bab berfungsi efektif untuk mengulas materi, mengevaluasi penguasaan siswa, dan memberikan umpan balik yang membantu guru menyesuaikan metode pengajaran secara tepat, sehingga secara keseluruhan penyajian materi ini mendukung proses pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan terstruktur. Hasil Kualitas tampilan dan kegrafikaan pada Bab 7 tergolong tepat dan sesuai dengan kebutuhan siswa SD, ditandai dengan ukuran, jenis, dan format huruf yang jelas, formal, serta nyaman dibaca, sehingga mendukung keterbacaan dan pemahaman materi. Penataan paragraf dan pemformatan teks yang konsisten dan rapi juga memperkuat struktur bacaan. Selain itu, penggunaan ilustrasi yang proporsional dan kontekstual, dengan gambar yang menarik, berwarna cerah, dan ramah anak, secara efektif melengkapi isi materi serta meningkatkan minat Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 dan keaktifan belajar siswa, sehingga secara keseluruhan tampilan buku ini mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan dan efektif DAFTAR PUSTAKA