Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini ISSN . : 2715-7032. ISSN (Prin. : 2715-7024 Vol. No. 1, (Mei, 2. , pp. http://ejournal. id/index. php/Juraliansi PERAN KEMAMPUAN SENI GURU DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MEWARNAI ANAK KELOMPOK B DI RA QURROTA AAoYUN KEPANJEN-MALANG Retno Subekti Wulansari1*,Evi Nurhalimah 2 Universitas Al-Qolam Malang. Indonesia retnosubektiwulansari24@alqolam. id, evinurhalimah@alqolam. Article Info ABSTRACT Article History Accepted : Abstract: The role of teachers' artistic abilities is important to be carried out professionally. Artistic abilities as a form of teacher hard skills will be an example for children in understanding coloring techniques correctly. The purpose of this study is to describe the role of teachers' artistic abilities, learning strategies, and the achievements of children's artistic development at RA Qurrota A'Yuna Kepanjen-Malang. The research methodology used is qualitativedescriptive with phenomenology about the artistic abilities of children who have succeeded in participating in competitions at the Malang Regency level. Data collection techniques used are observation data, interviews, and documentation. The results of the research and discussion that are realized in terms of the role of teachers' artistic abilities greatly influence children's artistic abilities in creating creative ideas that will support children's imaginative abilities during the process of applying drawing patterns. Therefore, the institution provides additional learning programs in the field of art exploration through coloring activities. The learning strategies used are about balance, the form of movement in arranging drawing patterns, the rhythm of the story pattern of the picture to be colored, the unity of color and image in harmony, and the contrast between coloring concepts that are determined based on the suitability of the drawing needs. Thus, children's coloring activities really require patience, full concentration, and learning motivation in carrying out non-academic activities. The goal of coloring is to create harmonious shapes, tell a story, and create clear color patterns. This lesson is perfect for children exploring their early childhood artistic abilities. Abstrak: Peran kemampuan seni guru penting dilakukan secara profesional. Kemampuan seni sebagai bentuk hard skill guru yang akan menjadi contoh untuk anak dalam memahami teknik mewarnai secara tepat. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan peran kemampuan seni guru, strategi pembelajaran, dan capaian perkembangan seni anak di RA Qurrota AAoYuna KepanjenMalang. Metodologi penelitian yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan fenomenologi tentang kemampuan seni mewarnai anak yang telah berhasil dalam mengikuti lomba di tingkat Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan data observasi, wawancara, dan Hasil penelitian dan pembahasan yang terwujud dalam segi peranan kemampuan seni guru sangat mempengaruhi kemampuan seni anak dalam menciptakan ide kreatif yang akan menunjang kemampuan imajinatif anak pada saat proses pengaplikasian pola gambar. Oleh karena itu, lembaga memberikan program belajar tambahsan dalam bidang eksplorasi seni melalui aktivitas mewarnai. Strategi pembelajaran yang digunakan tentang keseimbangan, bentuk gerak menyusun pola gambar, ritme pola cerita gambar yang akan diwarnai, kesatuan warna dan gambar secara selaras, dan kontras antara konsep pewarna yang ditentukan berdasarkan kesesuaian kebutuhan gambar. Sehingga, kegiatan mewarnai anak sangat membutuhan kesabaran, konsentrasi penuh, dan motivasi belajar dalam menjalankan aktivitas non akademik. Sasaran belajar mewarnai untuk mewujudkan keselarasan bentuk gambar yang memiliki cerita dengan pola warna yang jelas. Pembelajaran ini sangat cocok untuk anak untuk mengeksplorasi kemampuan seni anak usia dini. 06 Januari 2026 Approved : 20 Mei 2026 Keywords: Peran kemampuan seni Kegiatan Mewarnai anak Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 169 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah PENDAHULUAN Pengembangan pendidikan yang terkenal di Indonesia melalui semboyan AuIng ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayaniAy, milik Ki Hajar Dewantara . alam Nadia & Muthohar. ,2. , artinya . di depan memberi contoh sehingga dapat diteladani, di tengah memberi dorongan semangat, dan mengikuti dari belakang dengan memberi kekuatan dalam usaha melaksanakan tugas. Falsafah pendidikan Taman Siswa yang menjadi semboyan tujuan utama pendidikan di Indonesia menegaskan bahwa peran motivasional guru bersifat fundamental dalam teori dan praktik pendidikan. Mendidik bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi juga melibatkan kecakapan sosial dan kemampuan membentuk personalisasi dalam konteks relasi sosial dengan peserta didik (Rahman,dkk. ,2. Salah satu pada pendidikan anak usia dini yang memiliki peran penting sebagai teladan . ole mode. untuk anak usia dini dalam mengembangan aspek Role model pendidik, meliputi kemampuan yang dapat dilihat sikapnya, dapat didengar tutur bahasanya, dan dirasakan energinya dalam membentuk sikap, kebiasaan, dan karakter anak, seperti istilah dari jika menjadi seorang pendidik itu akan Audigugu dan ditiruAy (Berliana,dkk. ,2. Bentuk keteladanan pendidik menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak usia dini. Menurut Nawir & Ramadani. , . menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak berkaitan dengan minat belajar dan motivasi untuk berani mencoba, bertanya dan bereksplorasi. Apresiasi belajar anak akan membantu stimulus pada kemampuan kreativitas anak melalui kegiatan bermain yang bersifat bermakna. Strategi peranan guru dalam pembelajaran anak melalui program sekolah yang berpotensi mengembangkan kemampuan anak seperti kegiatan ekstrakurikuler. Fokus peneliti pada kegiatan ekstrakurikuler mewarnai. Biasanya, anak-anak akan lebih semangat belajar di waktu ekstrakulikuler daripada saat jam pelajaran berlangsung. Strategi belajar dilakukan secara seimbang menjadi salah satu bentuk motivasi untuk anak dalam mengembangkan, antara bidang akademik dan bidang non akademik akan membantu mengembangkan kemampuan keduanya meliputi keterampilan seni anak usia dini (Afifah & RofiAoah. ,2. Peran kemampuan seni guru merupakan bentuk kemampuan dalam memunculkan ide kreatif, melalui pola gambar dan warna yang sesuai dengan rasa dan emosi saat memadukan warna yang selaras (Muqorrobin & Fathoni. ,2. Kreativitas memberikan fasilitas dalam perkembangan kemampuan seni pada anak, kegiatan yang diwujudkan pada pembelajaran mewarnai yang memiliki estetika sebagai kebutuhan warna yang seimbang. Berberapa prinsip dasar dalam teknik kemampuan seni anak meliputi keseimbangan, gerakan, ritme, kesatuan, kontras (Henny,dkk. ,2. Bentuk keseimbangan antara warna senada pada pola gambar. Gerakan dalam membentuk pola gambar yang terikat, ritme gambar yang memiliki cerita, kesatuan memiliki pola, gambar, dan warna yang bersifat selaras, kontras ditunjukan pada warna yang menjadi kebutuhan gambar. Kemampuan seni guru terkait dengan teknik penguasaan keterampilan dalam menggambar, memiliki rancangan secara jelas, membutuhkan proses dan kesabaran dilakukan secara professional (Gunada. ,2. Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 170 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah Kegiatan ekstrakurikuler bermanfaat untuk mengenal dan mengasah potensi perkembangan fisik motori, sosial-emosional, seni dan kognitif pada anak. Kegiatan ekstrakurikuler meliputi bidang olahraga . eladiri dan sepak bol. , bermain musik dan tari, menggambar dan mewarnai. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang mengembangkan potensi seni anak usia dini berfokus pada ekstrakurikuler mewarnai. Ekstrakurikuler mewarnai populer dikalangan anak, yang dapat memberikan bukti nyata terkait perkembangan potensi anak. Ekstrakurikuler mewarnai memberikan dampak positif dalam mengasah keterampilan seni dan ekspresi diri anak usia dini (Fauziah,dkk. ,2. Anak usia dini yang mengikuti ekstrakurikuler mewarnai lebih terlihat hasilnya dengan meningkatnya kemampuan dalam memilih warna, memadukan gradasi warna pada pola gambar dan setelah gambarnya selesai. Karya anak akan di apresiasi dengan cara menceritakan kembali konsep gambar dan warna telah diciptakan (Mahmudah,dkk. ,2. Selain itu, kegiatan mewarnai ini sebagai bentuk mengekspresikan pikirkan dan imajinasi anak. Kegiatan ekstrakurikuler mewarnai termasuk salah satu kegiatan yang banyak diminati dan popular dengan banyak varian lomba. Selain itu, bentuk apresiasi kemampuan anak di aktualisasikan dalam pola perlombaan yang sering di adakan dari beberapa rumah makan atau instansi pemerintahan yang menyelenggarakan perlombaan salah satunya dalam kegiatan mewarnai khusus tingkat pendidikan anak usia dini, seperti lomba mewarnai bersama orangtua, lomba mewarnai dengan berbagai media . as kanvas, hias kipas, dan lainny. Salah satu sekolah RA Qurrota AAoyun di wilayah kepanjen yang memiliki program ekstrakurikuler mewarnai untuk anak didiknya. Sejak didirikannya ekstrakurikuler mewarnai dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok mewarnai A dan kelompok mewarnai B. Setiap tahun anggota dari ekstrakurikuler mewarnai yang mengikuti lomba mewarnai baik tingkat kecamatan maupun kabupaten seringkali berhasil memenangkan lomba sehingga membawa kemenangan dan nama baik untuk sekolah. Pendidik memberikan instruksi dalam kegiatan mewarnai hingga memberikan prestasi pada anak melalui lomba di tingkat pendidikan anak usia Strategi peran guru pada mengembangkan kemampuan anak melalui kegiatan ekstrakurikuler mewarnai seperti memberikan jam tambahan untuk kelas mewarnai, memberikan instruksi, mempersiapkan kebutuhan dalam kegiatan mewarnai, membuat konsep belajar anak lebih nyaman dan menyenangkan, menyusun aturan kegiatan belajar mewarnai untuk anak (Mughni & Indriati. Putri,dkk. ,2. Penelitian ini berupaya memahami peran guru tidak hanya sebagai pengajar, melainkan menjadi tugas tambahan yaitu memberikan bimbingan pada aktivitas non akademik, motivasi dalam bentuk mengarahkan, dan memberikan fasilitas dalam kegiatan mewarnai yang dilakukan oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru, strategi pembelajaran, serta capaian kemampuan mewarnai anak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler mewarnai di RA Qurrota AAoyun Kepanjen-Malang. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis penelitian deskriptif digunakan untuk mendalami informasi yang bersifat fenomenologi yang berkaitan dengan bentuk keberhasilan anak dalam bidang mewarnai menjadi bentuk stimulus pada kemampuan fisik motorik anak usia dini. Selain itu, aspek pendukung dalam kegiatan tersebut Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 171 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah peran kemampuan seni guru dalam menciptakan ide kreatif dalam pembelajaran. Pendekatan ini di pilih untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai peran guru dalam mengembangkan kemampuan mewarnai anak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari guru ekstrakurikuler mewarnai di RA Qurrota AAoyun Kepanjen, khususnya guru yang membina kelompok B. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari anak kelompok B yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mewarnai pada tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 25 anak, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 18 anak perempuan, serta dari dokumen pendukung yang Menurut Moloeng. menjelaskan tentang teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung peran dan strategi guru dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler mewarnai. Wawancara dilakukan secara terstruktur dengan kepala sekolah, wali kelas kelompok B, dan guru ekstrakurikuler mewarnai untuk memperoleh data yang mendalam terkait peran guru dan strategi pembelajaran yang diterapkan. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data berupa foto kegiatan, catatan, serta dokumen pendukung lainnya. Indikator mewarnai, meliputi komposisi dan gradasi warna . eserasian & transisi warn. , kerapian . idak keluar garis, tanpa noda, dan warna merat. , serta kreativitas . emilihan warna yang unik dan penambahan detail latar belakang. Komponen tersebut menjadi aspek penilaian, meliputi Komposisi & harmoni warna, menilai cara menggabungkan atau mengombinasikan warna agar terlihat hidup. Ini termasuk kehalusan gradasi . eralihan dari warna gelap ke teran. dan kontras objek utama dengan latar belakang. Kerapian & teknik, bentuk ketelitian dalam mewarnai secara penuh dan merata tanpa menyisakan ruang putih. Indikator utamanya adalah tidak ada warna yang keluar garis pola serta bebas dari noda. Kreativitas , orisinalitas dalam pemilihan warna, inovasi penggunaan teknik . eperti contour atau patternin. , dan penambahan ornamen pendukung pada gambar. Motorik halus, untuk indikator tumbuh kembang anak, hal ini dinilai dari cara memegang alat mewarnai . rayon/pensil warn. dan kontrol kekuatan tangan saat menggores. Kelengkapan & kesesuaian tema, kesesuaian hasil karya dengan tema yang ditentukan panitia dan penyelesaian seluruh objek gambar secara Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman . alam Moloeng. ,2. yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyeleksi dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan Penyajian data disusun dalam bentuk narasi deskriptif agar mudah dipahami, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan keterkaitan antara temuan penelitian dan tujuan Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan diskusi sejawat. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memastikan konsistensi informasi. Diskusi sejawat dilakukan dengan dosen pembimbing, rekan mahasiswa, dan guru di lokasi penelitian untuk memperoleh masukan serta memastikan validitas dan kredibilitas data penelitian. Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 172 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah HASIL DAN PEMBAHASAN Guru memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan mewarnai anak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler mewarnai. Dalam pelaksanaannya, guru berfungsi sebagai teladan yang memberikan contoh langsung kepada anak dalam pemilihan warna dan teknik Anak usia dini cenderung meniru apa yang dilihatnya, sehingga contoh yang diberikan guru menjadi acuan utama bagi anak dalam menghasilkan karya. Hal ini terlihat dari kesamaan antara hasil mewarnai anak dengan contoh yang ditunjukkan oleh guru, baik dari segi pemilihan warna maupun cara pengaplikasiannya. Selain sebagai teladan, guru juga berperan sebagai motivator dan inspirator dalam proses pembelajaran mewarnai. Anak sering mengalami kesulitan, seperti ragu dalam memilih warna atau belum mampu mengaplikasikan warna dengan baik. Dalam kondisi tersebut, guru memberikan bimbingan, arahan, serta dorongan positif agar anak tetap percaya diri dan berani mencoba. Motivasi yang diberikan guru mampu menumbuhkan semangat belajar anak serta mendorong anak untuk lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler mewarnai (Prasasti & Pamungkas. ,2. Peran guru sebagai pengembang kreativitas dan imajinasi anak juga tampak dalam kegiatan Guru memberikan kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan ide dan imajinasinya melalui pilihan warna dan detail gambar, tanpa membatasi secara kaku (Istiqomah & Suwadi,. Menurut Rahmiati, et al. , . menjelaskan bahwa kemampuan eksplorasi guru menujukkan model arahan dalam menciptakan hasil karya anak sesuai dengan objek gambar, namun tetap menghargai kreativitas masing-masing anak. Pendekatan ini membantu anak mengembangkan kemampuan motorik halus, kreativitas, serta rasa percaya diri dalam berkarya. Adapun strategi belajar mewarnai anak usia dini, dilihat pada gambar 4. 1, sebagai berikut : Gambar 4. 1 Strategi Belajar Mewarnai Anak Strategi pembelajaran pada gambar 4. 1, yang diterapkan guru dalam kegiatan ekstrakurikuler mewarnai disesuaikan dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak usia Pembelajaran dengan mengenalkan dasar-dasar mewarnai, seperti pengenalan warna primer dan sekunder serta cara mencampur warna, bertujuan untuk agar anak memiliki pemahaman awal mengenai warna sebelum mempraktikkan kegiatan mewarnai secara langsung seperti metode blocking, gradasi, dan grafito (Lubis,dkk. ,2022. Susanti,dkk. ,2. Teknik-teknik tersebut Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 173 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah diperkenalkan secara bertahap agar anak tidak merasa kesulitan. Guru memberikan contoh secara langsung sebagai panduan, kemudian meminta anak untuk mempraktikkannya pada gambar yang telah disediakan. Selama proses mewarnai, guru mendampingi anak satu per satu dan memberikan masukan secara langsung sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Selain pembelajaran rutin, guru juga menerapkan teknik latihan intensif atau drilling pada anak-anak tertentu, terutama bagi siswa yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba mewarnai. Latihan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan kelas reguler. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis anak serta kualitas hasil karya yang dihasilkan. Adapun hasil strategi belajar mewarnai pada peserta didik, dilihat pada gambar 4. 2, sebagai Gambar 4. 2 Hasil Strategi Belajar Mewarnai Anak Hasil strategi belajar pada gambar 4. 2, menunjukkan bahwa peran yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan mewarnai anak usia dini, khususnya dalam aspek motorik Pada kegiatan ekstrakurikuler mewarnai di RA Qurrota AAoyun Kepanjen, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur sentral yang memberikan stimulasi, arahan, dan contoh secara langsung kepada anak. Hal ini sejalan dengan karakteristik anak usia 3Ae5 tahun yang berada pada masa perkembangan pesat dan sangat membutuhkan pendampingan serta stimulasi yang tepat agar kemampuan motoriknya berkembang secara optimal (Luji,2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berperan efektif sebagai teladan dalam proses pembelajaran mewarnai. Anak-anak cenderung meniru cara guru dalam memilih warna dan mengaplikasikannya pada gambar. Proses meniru ini menjadi sarana belajar yang alami bagi anak usia dini, sehingga contoh yang diberikan guru sangat memengaruhi hasil karya anak. Keteladanan guru dalam bersikap, berkreasi, dan menampilkan hasil mewarnai yang menarik turut membentuk pola belajar anak dalam mengembangkan kemampuan mewarnainya. Selain sebagai teladan, guru juga berperan sebagai motivator dan inspirator bagi anak. Dalam proses pembelajaran, anak sering mengalami keraguan atau kesulitan, baik dalam memilih warna maupun dalam menyelesaikan Guru memberikan dukungan berupa pujian, dorongan, serta bimbingan yang membuat anak merasa dihargai dan percaya diri, sebagai bentuk motivasi yang diberikan guru terbukti mampu meningkatkan minat anak terhadap kegiatan mewarnai serta menumbuhkan keberanian anak untuk bereksplorasi dengan warna dan teknik yang berbeda (Sangadah & Pamungkas. ,2. Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 174 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah Peran guru sebagai pengembang kreativitas dan imajinasi anak juga menjadi temuan penting dalam penelitian ini. Guru memberikan ruang kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan ide dan imajinasinya melalui warna, tanpa membatasi secara kaku hasil karya Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan kreativitas anak. Kegiatan mewarnai tidak hanya menjadi sarana latihan motorik halus, tetapi juga menjadi media ekspresi emosi dan pengembangan daya imajinasi anak usia dini. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapangan, strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam kegiatan ekstrakurikuler mewarnai dilakukan secara bertahap dan sistematis. Guru memulai pembelajaran dengan pengenalan warna dasar dan campuran, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan teknik mewarnai seperti blocking, gradasi, dan grafito. Pemberian contoh secara langsung menjadi strategi utama agar anak lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Pendampingan individual selama proses mewarnai juga memungkinkan guru memberikan umpan balik sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Strategi latihan intensif atau drilling yang diterapkan pada anak-anak tertentu, terutama yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba, terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan teknis mewarnai. Melalui latihan berulang dan materi yang lebih menantang, anak menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hal kerapian, kombinasi warna, serta penguasaan teknik Pendekatan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak dapat menghasilkan peningkatan yang optimal. Hasil penerapan strategi tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mewarnai anak secara menyeluruh. Anak menjadi lebih rapi dalam mengisi bidang gambar, lebih kreatif dalam mengombinasikan warna, serta lebih percaya diri dalam menampilkan hasil karyanya. Selain peningkatan kemampuan teknis, kegiatan ekstrakurikuler mewarnai juga berdampak positif terhadap perkembangan sikap dan minat anak. Anak menunjukkan antusiasme yang tinggi, rasa bangga terhadap karya sendiri, serta keberanian untuk mengikuti berbagai ajang lomba mewarnai. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mewarnai yang didukung oleh peran guru yang optimal dan strategi pembelajaran yang tepat mampu menjadi sarana efektif dalam mengembangkan kemampuan mewarnai, kreativitas, dan kepercayaan diri anak usia dini. Selain berdampak pada perkembangan anak, kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap prestasi dan citra sekolah. SIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian dalam mengembangkan kemampuan seni guru melalui kegiatan ekstrakurikuler mewarnai anak kelompok B di RA Qurrota AAoyun Kepanjen. Guru berperan dalam memberikan contoh langsung dalam pemilihan warna dan teknik mewarnai. Sehingga, anak mampu meniru dan mengembangkan hasil karya. Selain itu, peranan guru sebagai motivator dalam membimbing anak dalam mengalami kesulitan pada proses mewarnai. Selain itu, kemampuan seni guru dapat menciptakan kreasi seni anak dalam memberikan fasilitas pada kegiatan mewarnai. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler mewarnai meliputi pengenalan. dan gradasi warna meliputi keserasian & transisi warn. , bentuk kerapian seperti tidak keluar garis, tanpa noda, dan warna merata, serta kreativitas dalam pola pemilihan warna yang unik dan penambahan detail latar belakang. Penerapan strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap kemampuan Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 175 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah mewarnai anak, yang ditunjukkan melalui perkembangan hasil karya. Kegiatan ekstrakurikuler mewarnai dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengembangkan kemampuan mewarnai, kreativitas, dan sikap positif anak usia dini apabila didukung oleh peran dan strategi guru yang Hal tersebut dalam memberikan saran penelitian dalam konsep pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler mewarnai, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Guru diharapkan dapat terus mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif, variatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini agar minat dan kemampuan anak semakin berkembang. Selain itu, keterlibatan orang tua perlu ditingkatkan sebagai bentuk dukungan moral dan material terhadap minat dan bakat anak dalam bidang mewarnai. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji lebih mendalam pengaruh faktor eksternal serta penerapan metode atau pendekatan pembelajaran lain yang berpotensi meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak usia dini secara lebih optimal. DAFTAR RUJUKAN Afifah,F. & RofiAoah. , . Peranan Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini : Studi Kasusu di SPS Kamboja 47 Sukowono. Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah. Joece : Journal of Early Childhood Education Studies. Vol. No. (Onlin. https://journal. stai-ypbwi. id/index. php/JOECES/article/view/597 Berliana,C. , . Guru. Tugas dan Peran dalam Pendidikan. Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. ILMA (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keagamaa. Vol. No. 2, (Onlin. https://ojs. id/index. php/ilma/article/view/760 Fauziah. , . Implementasi Ekstrakurikuler Mewarnai Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Kota Sukabumi. Univeristas Muhammadiyah Sukabumi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10 . (Onlin. https://jurnal. net/index. php/JIWP/article/view/8901 Gunada,I,W,A. , . Konsep. Fungsi dan Strategi Pembelajaran Seni Bagi Peserta Didik Anak Usia Dini. Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Kumarottama : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol 1. No. 2, (Onlin. https://e-journal. id/index. php/kumarottama/article/view/383 Henny,dkk. , . Stimulus Perkembangan Aspek Seni Anak Usia Dini. Universitas Muhammadiyah Buton. Generasi Emas : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Vol 6. No 1, (Onlin. https://journal. id/index. php/generasiemas/article/view/12249 Istiqomah,N. , & Suwadi. Evaluasi Ekstrakurikuler Melukis dan Mewarnai Berbasis CIPP Untuk Penguatan Kreativitas Sisa di SDN 5 Olean Situbondo. Universitas Negeri Islam Sunan Kalijaga. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol 10. No. 4, (Onlin. https://journal. id/index. php/pendas/article/view/38743 Lubis,H. ,dkk. , . Stimulasi Kegiatan Mewarnai Untuk Perkembangan Anak Usia Dini. Universitas Islam Negeri Sumatera Barat. Jurnal Pema Tarbiyah. Vol 1. No. 1, (Onlin. https://jurnaltarbiyah. id/index. php/pematarbiyah/article/view/1463 Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 176 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah Luji,A. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Dengan Kegiatan Mewarnai di PAUD Nazareth Oesapa Timur. Universitas Panca Sakti Bekasi. Edukids : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini. Vol 3. No 2, (Onlin. https://jurnalp4i. com/index. php/edukids/article/view/2432 Mahmudah. , . Pembelajaran Ekstrakurikuler Menggambar dan Mewarnai terhadap Hasil Prestasi di MIS Hidayatul Muhajirin. IAI Palangkaraya. Trihayu: Jurnal Pendidikan ke-SD-an 10 . (Onlin. https://jurnal. id/index. php/trihayu/ article/view/16055 Moloeng,L. , . Metodologi Penelitian Kualitatif. Cetakan 40. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mughni. A & Indriati. , . Perencanaan Pembelajaran dan Penilaian Perkembangan Anak Raudhatul Athfal. Cetakan I. Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah. Direktorat Jendral Pendidikan Islam. Kementrian Agama RI. Muqorrobin,S. , & Fathoni,T. , . Peran Guru dalam Mengembangkan Kreativitas melalui Seni Hasta Karya. Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogi. Mentari : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. No. (Onlin. https://jurnal. id/index. php/Mentari/article/view/211 Nawir,M. &Ramadani. Peranan Guru PAUD di Era Pendidikan Modern : Tantangan dan Strategi. Universitas Muhammadiyah Makassar. Lentera anak : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini. Vol 7. No. 1, (Onlin. https://ejournal. /jla/article/view/9510 Nadia,I. Q & Muthohar,S. , . Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Memperkuat Efektivitas Profil Pelajar Pancasila di Lembaga PAUD. Univeristas Islam Negeri Walisongo. Jurnal Kumara Cendekia. Vol Page 370-380, (Onlin. https://jurnal. id/kumara/article /view/92603 Putri,M. ,dkk. , . Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler di PAUD. Universitas PGRI Madiun. Seminar Nasional Sosial Sains. Pendidikan. Humaniora (SENASSDRA). Vol. No. 1, page 641-645, (Onlin. https://prosiding. id/index. php/SENASSDRA /article/view/5777/4590 Prasasti,S. ,& Pamungkas,J. Kegiatan Mewarnai Sebagai Strategi Kreatif Menstimulasi Perkembangan Seni Rupa Anak Usia Dini. Universitas Negeri Yogyakarta. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol No. (Onlin. https://murhum. org/index. php /murhum/article/view/1484 Rahmiati. Sri et al. Asyiknya Bermain Eksplorasi Buku Bahan Ajar Raudhatul Athfal. Cetakan I. Jakarta: Direktorat KSKK Madrasah. Direktorat Jendral Pendidikan Islam. Kementrian Agama RI. Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 177 Copyright . 2026 Retno subekti wulansari. Evi nurhalimah Rahman,E. ,dkk. , . Peranan Guru dalam Dunia Pendidikan. Sumatera Barat : PT Mafy Media Literasi Indonesia. Sangadah,L. & Pamungkas,J. , . Penanaman Nilai Karakter Disiplin dan Percaya Diri melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional. Universitas Negeri Yogyakarta. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. No. 2, (Onlin. https://murhum. org/index. php/murhum/article/view/1445 Susanti,C. ,dkk. , . Kemampuan Guru dalam Menerapkan Media Gambar Pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum 1 Belitang i OKU Timur. IAI IPMU Gumawang. Al-Misbah : Jurnal Prodi PGMI. Vol 10. No. 1, (Onlin. https://jurnal. id/index. php/misbah/article/view/404 Juraliansi : Jurnal Lingkup Anak Usia Dini, 7. , 2026 | 178