JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 10 No 2 Agustus 2023 Usulan Rancangan Tata Letak Gudang untuk Meminimalisir Reject Komponen Field Campaign Return pada Perusahaan Alat Berat di Jakarta Casban1. Dzuhri Dhimas2. Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Jakarta Jalan Cempaka Putih Tengah No. 27 Jakarta 10510 E-mail : casban@ftumj. ABSTRAK Komponen field campaign (FC) return yang mengalami kerusakan . tidak dapat dikirimkan ke factory, kondisi warehouse yang kurang tertata dan penempatan komponen masih tercampur menyebabkan proses pencarian komponen membutuhkan waktu lama dan tertukar pada proses Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab reject FC return dan memberikan usulan rancangan tata letak gudang untuk meminimalisir reject. Penelitian dilakukan pada Perusahaan alat berat yang berlokasi di Jakarta. Penelitian dilaksanakan di bulan April sampai Desember 2022. Pengolahan data dilakukan dengan tahap perhitungan data jumlah FC return, perhitungan dimensi dan berat, perhitungan luas area warehouse, pemecahan masalah dengan menggunakan diagram fishbone dan analisis 5W 1H, membuat rekomendasi usulan perbaikan tata letak. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya reject FC return dipengaruhi aspek tidak ada tempat penyimpanan komponen, penempatan komponen masih tercampur. PIC kurang teliti dalam melakukan identifikasi komponen, forklip menabrak komponen, masih belum ada tata letak yang baik. Usulan perbaikan untuk yaitu pembuatan rak untuk tempat penyimpanan, pembuatan labelling dan melakukan re-layout area warehouse dengan pilihan tata letak alternatif 2 karena jumlah kapasitas penyimpanan komponen yang lebih banyak dibanding tata letak alternatif 1. Kata kunci: Tata Letak. Reject Komponen. Field Campaign. Perusahaan Alat Berat. ABSTRACT Field campaign (FC) return components that were damaged . could not be sent to the factory, the warehouse conditions were unorganized and the placement of components was still mixed up causing the component search process to take a long time and they were mixed up during the shipping process. The aim of this research is to find out the factors that cause rejected FC returns and to propose a warehouse layout design to minimize rejects. The research was conducted at a heavy equipment company located in Jakarta. The research was carried out from April to December 2022. Data processing was carried out by calculating the number of FC return data, calculating dimensions and weight, calculating the area of the warehouse, solving problems using fishbone diagrams and 5W 1H analysis, making recommendations for layout improvements. The results of the analysis can be concluded that the factors causing the rejected FC return are influenced by the aspect that there is no place to store components, the placement of components is still mixed, the PIC is not careful in identifying components, the forklift crashes into components, there is still no good layout. Proposed improvements for namely making shelves for storage, making labeling and re-laying the warehouse area with the choice of alternative layout 2 because the total storage capacity of components is more than alternative layout 1. Keywords: Layout. Component Reject. Field Campaign. Heavy Equipment Company. DOI: /10. 24853/jisi. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi PENDAHULUAN Perkembangan dunia industri yang semakin maju pesat, memberikan dampak mempertahankan eksistensinya, agar dapat terus bersaing dengan perusahaan lainnya yang bergerak dalam dibidang manufaktur maupun Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang memproduksi, menghasilkan serta menjual produk barang, sedangkan perusahaan yang memberikan suatu layanan kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari layanan jasa. Salah satu perusahaan dalam bidang jasa yaitu perusahaan distributor alat berat. Alat berat merupakan peralatan yang digunakan untuk membantu dalam kegiatan pertambangan, konstruksi, perhutanan dan perkebunan, sehingga fungi alat berat sangat penting sebagai alat produksi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kegiatan Kondisi alat berat harus tetap berada dalam kondisi optimal agar dapat beroperasi secara normal dan dapat difungsikan sesuai dengan standar. Banyak alat berat yang dijual di Indonesia dengan berbagai merek, salah satunya dipasarkan oleh perusahaan alat berat yang berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini sebagai salah satu anak perusahaan alat berat dari Jepang yang bertujuan untuk melakukan penjualan, pendistribusian dan pelayanan purna jual alat berat di Indonesia. Perusahaan alat berat tersebut mempunyai 2 kantor cabang berlokasi di Jakarta dan Balikpapan, sedangkan untuk warehouse support berada di 4 lokasi yaitu Jakarta. Balikpapan. Banjarmasin dan Palembang. Jenis pelayanan yang menjadi kegiatan utama perusahaan meliputi spare parts, marketing dan service yang diberikan untuk memberi kepuasan kepada customer. Cakupan pelayanan yang diberikan untuk memberikan solusi apabila customer yang mengalami masalah terhadap unit, maka akan ditindak lanjuti oleh perusahaan untuk menangani dengan cara pengecekan terlebih dahulu sampai mengganti komponen pada unit yang mengalami Proses penggantian komponen pada unit yang masih dalam masa garansi, maka perusahaan akan mengambil komponen yang sudah mengalami kerusakan atau Field Campaign (FC) return untuk disimpan di P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Jangkan waktu penyimpanan FC Return menunggu sampai dari pihak dari pengiriman komponen FC return untuk dilakukan Analisa keusakan dan proses Pada saat ada permintaan pengiriman FC return maka PIC . erson in charg. harus segera mencari FC return yang diminta sesuai sepesifikasi komponen, kemudian melakukan proses pengiriman komponen tersebut ke factory. Hasil pengamatan pendahuluan terhadap kegiatan FC return pada area warehouse yang berada di Jakarta yang memiliki luas area sebesar 330 m2. Perusahaan harus menyimpan semua FC return karena factory akan melakukan proses investigasi terhadap semua FC return. berdasarkan catatan perusahaan terdapat FC return pada tahun 2022 sebanyak 449 pcs yang disajikan pada table 1. Tabel 1. Data FC return periode tahun 2022 Jenis cacat Jumlah . FC return complete FC return reject Total Berdasarkan data pada table 1, jumlah FC return pada tahun 2022, sebanyak 384 unit dapat dikirim . sebanyak 384 unit, namun sebanyak 115 unit mengalami kerusakan . sehingga tidak dapat dikirimkan ke Kondisi yang ditemukan dilapangan pada saat proses pencarian dan pengambilan FC return yang dilakukan oleh operator membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan lead time pengiriman menjadi lebih lama. Faktor lain yang ditemukan yaitu kondisi warehouse yang kurang tertata dengan baik sehingga menyebabkan FC return sulit ditemukan, penempatan komponen masih tercampur dengan komponen lain. Dengan kondisi warehouse tersebut dapat menyebabkan kegiatan pengambilan barang menjadi yang tidak efisien yang dapat menyebabkan terjadinya pemborosan sehingga menimbulkan Berdasarkan permasalahan yang sudah dijelaskan maka tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab reject FC return di warehouse dan memberikan usulan rancangan tata letak gudang untuk meminimalisir reject. TINJAUAN PUSTAKA JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Tingkat efisiensi operasional dari sebuah perusahaan akan ditentukan berdasarkan tata letak mesin dan peralatan. Strategi perusahaan akan dapat dicapai secara efektif dengan perancangan tata letak yang baik untuk mendapatkan perbedaan terhadap harga yang lebih murah dan dapat memberikan respon yang cepat (Heizer & Munson, 2. Tujuan dasar tata letak fasilitas adalah untuk menjamin kelancaran aliran kerja, bahan, orang, dan informasi melalui sistem. Tujuan desain fasilitas adalah untuk mencapai . Pemanfaatan ruang, peralatan, dan orang. Perbaikan proses penyampaian informasi aliran barang atau orang menjadi lebih singkat. Lingkungan kerja dengan kondisi yang lebih aman sehingga dapat meningkatkan semangat . Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik. Fleksibilitas sebagai sesuatu yang dinamis, jika tata letak yang direncanakan cukup fleksibel untuk penyesuaian atau pengaturan tata letak yang baru dengan mudah, cepat dan murah. Pergudangan menyimpan dan proses penanganan barang mulai dari penerimaan barang dan pencatatan, penyimpanan, pemilihan, pelabelan, sampai dengan proses pengiriman barang (Warman. Tata letak gudang mempunyai tujuan untuk mendapatkan optimalisasi pengeluaran biaya untuk proses yang berkaitan dengan penerimaan bahan baku dan pengeluaran biaya yang terkait dengan luas area dalam gudang, sehingga diperlukan pengaturan yang lebih baik dalam melakukan optimalisasi pemanfaatan ruang dalam area gudang, yaitu optimalisasi mempertimbangan biaya pemeliharaan material yang lebih sedikit. Efektivitas tata letak gudang untuk mengurangi terjadinya kerusakan selama waktu penyimpanan. Receiving . mempunyai aktivitas yang berkaitan dengan penerimaan material dari supplier yang datang ke warehouse, setelah dilakukan aktivitas inspeksi bertanggung jawab untuk mengirimkannya ke gudang . untuk disimpan (Utojo, 2. Departemen bertanggung jawab terhadap pemeriksaan awal terhadap kuantitas dan kualitas material yang datang dan untuk itu akan mempunnyai hubungan yang erat dalam pelakasanaan tugas ini dengan departemen pengendalian kualitas Volume 10 No 2 Agustus 2023 . ulity contro. Shipping atau pengiriman merupakan upaya pengiriman barang dari suati bagian ke bagian lain yang dapat memudahkan konsumen (Desilia, 2. Pengiriman mempunyai keterkaitan dalam proses persiapan untuk stocking yang digunakan dalam proses pemenuhan jumlah permintaan konsumen, tahapan poses pengepakan barang dan proses pengangkutan dengan moda transport yang sudah ditentukan untuk pengiriman ke METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan di warehouse FC return perusahaan alat berat yang berlokasi di Jakarta. Penelitian dilaksanakan di bulan April sampai Desember 2022. Metode pengumpulan data melalui . Observasi adalah metode pengumpulan data dengan cara mengamati secara langsung fenomena dan kondisi area warehouse FC return. Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan secara langsung kepada pihak yang terkait langsung dengan objek penelitian di area warehouse. Pedoman wawancara disajikan pda table 2. Tabel 2. Pedoman Wawancara Dimensi Indikator 1 Flow Process Informasi flow process FC return diterima di warehouse sampai dikirim ke Factory 2 Penyimpanan Informasi cara penyimpanan FC return di warehouse 3 Monitoring Informasi perawatan kondisi FC return di warehouse 4 Pencarian Informasi metode pencarian FC return ketika barang harus dikirim ke factory 5 Jumlah FC Informasi mengenai jumlah data FC return Pengolahan Data dilakukan dengan tahap . Perhitungan data berdasarkan presentase jumlah FC return yang berstatus complete dan . Perhitungan dimensi dan berat untuk mengklasifikasikan FC return. Perhitungan luas area warehouse untuk penyimpanan FC . Pemecahan masalah dengan menggunakan diagram fishbone dan analisis 5W 1H. Membuat rekomendasi yang akan digunakan sebagai usulan perbaikan tata letak. Flowchart penelitian disajikan pada gambar 1. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Tabel 3. Data dimensi dan berat komponen Kategor Small Mediu Large Extra Large Panjang Lebar Tinggi Jumlah Berat . >50 Berdasarkan data pada tabel 3 dimensi dan berat komponen terbagi dalam 4 kategori yaitu small sebanyak 168 pcs, medium sebanyak 286 pcs, large sebanyak 64 pcs dan extra large sabyak 81 pcs. Data rekapitulasi FC return di tahun 2022 yang dicatat PIC penanggung jawab di warehouse yang direkap setiap bulannya untuk mengetahui jumlah FC return yang diterima disajikan pada tabel 3. Tabel 4. Data FC return tahun 2022 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Jumlah . Gambar 1. Flowchart Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Data ukuran luas area warehouse yaitu 16. m x 20 m = 330 m2 yang terbagi dalam beberapa area untuk penyimpanan komponen FC return, administrasi, penyimpanan forklift, penerimaan barang dan pengiriman barang. Dimensi dan berat komponen FC return dilakukan pencatatan dengan cara mengukur dimensi panjang dan lebar sampai menimbang berat komponen sebelum masuk ke dalam Perseberan data dimensi FC return sangat beragam, yang dapat diklasifikasikan menjadi 4 kategori ukuran yaitu small, medium, large, dan extra large, setiap klasifikasi berdasarkan ukuran maksimal panjang, lebar dan tinggi. Data dimensi dan berat komponen disajikan pada tabel 3. Berdasarkan data pada tabel 4, jumlah FC return selama periode tahun 2022 sebanyak 499 pcs. Hasil pengukuran luas area dan tata letak warehouse untuk mengetahui penggunaan area. Data luas dan tata letak warehouse disajikan pada gambar 2. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 10 No 2 Agustus 2023 Tabel 5. Data FC return complete dan reject Gambar 2. Data luas dan tata letak warehouse Berdasarkan data pada gambar 2 bahwa untuk area penyimpanan komponen sebesar 20 x 12 m, area admin warehouse sebesar 1. 2 x 2m, area penyimpanan forklift sebesar 1 x 2 m dan area penerimaan / pengiriman sebesar 6 x 2 m. Data complete dan reject FC return di tahun 2022 dilakukan pencatan setiap bulan untuk mengetahui perbandingan antara FC return yang di reject maupun diterima atau complete oleh factory. Data perbandingan FC return di tahun 2022 disajikan pada tabel 5. Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah FC retun FC return complete . Berdasarkan data pada tabel 5 bahwa FC retun complete sebanyak 384 pcs dan FC retun reject sebanyak 115 pcs. Jumlah FC retun reject selama tahun 2022 masih tinggi sehingga perlu meminimalisir reject. Langkah pemecahan permasalahan FC retun reject dilakukan analisa dengan menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah. Hasil analisis diagram fishbone disajikan pada Gambar 3. Diagram fishbone FC retun reject JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Berdasarkan hasil analisis diagram fishbone terhadap permasalahan FC return reject dapat diketahui factor penyebab masalah dari aspek . Material yaitu dipengaruhi oleh kondisi penyimpanan komponen secara sembarangan dan masih belum tertata dengan rapih di warehouse, penempatan komponen hanya diletakkan di lantai, peralatan yang dapat digunakan untuk tempat penyimpanan komponen masih belum tersedianya. Lingkungan yaitu penempatan komponen masih tercampur dengan komponen yang lain, karena diletakan secara menumpuk dan masih pengelompokkan berdasarkan jenis kompoonen yang disimpan di warehouse. Manusia yaitu PIC masih kurang tidak teliti dalam melakukan mengakibatkan komponen tertukar pada saat proses pengiriman, hal ini dipengaruhi karena masih belum ada labelling untuk identifikasi jenis dan tipe komponen. Mesin yaitu masih belum tersedianya jalur untuk lalu lintas forklift, sehingga akan potensi terjadi kecelakaan forklift menabrak komponen yang tersimpan di warehouse, tata letak untuk jalur forklift saat melintas masih belum ada. Metode yaitu management warehouse tidak sesuai standard, karena penyimpanan komponen masih belum rapih dan masih belum adanya tata letak di Berdasarkan hasil analisis diagram fishbone dibuatkan tindakan perbaikan dengan analisis 5W 1H untuk menyusun usulan perbaikan solusi pemecahan permasalahan FC return reject. Hasil analisis 5W 1H FC return reject disajikan pada table 6. Tabel 6. Analisis 5W 1H Faktor What Why Where When Who How Membuat Saat proses Management tidak standard. PIC Metode Warehouse penyimpanan warehouse tidak rapi Tidak adanya Warehouse warehouse FC FC Return layout di Return PIC tertukar Saat Proses Membuat PIC Manusia PIC tidak teliti FC return . Warehouse shipping FC tagging/ label Warehouse tidak adanya Return FC Return labelling pada FC return FC Return Membuat rack diletakan secara dengan kategori Saat proses PIC Tidak adanya Warehouse penyimpanan komponen untuk Warehouse FC Return FC Return di 3 Lingkungan FC Return tercampur dengan yang lain FC Return Membuat rack diletakan di dengan kategori FC Return disimpan lantai. Tidak Saat proses PIC secara sembarang di adanya alat Warehouse peletakan FC Warehouse komponen untuk Return menyimpan FC Material Berdasarkan hasil analisis 5W 1H pada tabel 6 mendapatkan 3 langkah usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu usulan . Pembuatan rak untuk tempat penyimpanan sesuai dengan kategori dimensi komponen, yang difungsikan untuk memaksimalkan area warehouse. Setiap rak diberi kode penomoran rak yang digunakan untuk mempermudah saat proses penyimpanan dan proses pencarian barang. Desain rancangan rak yang akan digunakan dapat dibuat dengan JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 10 No 2 Agustus 2023 dimensi total panjang 400 cm, lebar 70 cm dan tinggi 180 cm. Rancangan desain rak disajikan pada gambar 4. Gambar 4. Rancangan desain rak Desain rak yang digunakan di warehouse dilengkapi dengan slot rak untuk setiap kategori Data ukuran dimensi slot rak disajikan pada tabel 7. Tabel 7. Ukuran dimensi slot rak Kategori Small Medium Large Dimensi Dimensi slot rak komponen P x L x P x L x T . T . 25 x 25 x 20 400 x 70 x 25 40 x 40 x 30 400 x 70 x 35 60 x 70 x 50 400 x 70 x 55 Berdasarkan data pada tabel 7, untuk komponen kategori small maka dimensi tinggi slot rak sebesar 25 cm, kategori medium maka dimensi tinggi slot rak sebesar 35 cm dan kategori large maka dimensi tinggi slot rak sebesar 55 cm. Usulan . Pembuatan desain labelling yang memuat informasi mengenai identitas dari FC return yang disimpan di warehouse. Labelling ini dipasangkan pada komponen FC return pada saat sebelum disimpan di dalam warehouse. Desain labelling yang digunakan berisi mengenai nomor label, nama komponen, part number, jumlah komponen, nama customer, tanggal masuk atau diterima, kategori dimensi dan nomor rack yang akan digunakan untuk menyimpan komponen. Rancangan desain labelling disajikan pada gambar 5. Gambar 5. Rancangan desain labelling Usulan . re-layout warehouse, dalam melakukan re-layout ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan yaitu tahap . melakukan perhitungan jumlah komponen yang diterima pada kurun waktu tahun 2022, sehingga dapat memperkirakan seberapa banyak FC return yang akan diterima di tahun Tahap . melakukan perhitungan dimensi ukuran panjang, lebar dan tinggi komponen yang diterima, sehingga dapat menentukan dimensi rak yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan FC return. Tahap . melakukan pengukuran luas area warehouse untuk mengetahui dimensi atau area yang akan digunakan untuk penyimpanan, sehingga dapat menentukan berapa banyak jumlah rak yang harus dibuat untuk memaksimalkan kapasitas. Tahap . membuat rancangan desain tata letak yang akan digunakan sebagai usulan perbaikan. Rancangan desain tata letak dibuat dalam 2 alternatif pilihan yaitu tata letak alternatif 1 disajikan pada gambar 6. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X masih membutuhkan waktu dan pertimbangan dari kebijakan manajemen perusahaan terkait dengan biaya re-layout dan biaya pembuatan Pertimbangan rekomendasi perbaikan maka dilakukan perbandingan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada 2 alternatif tata letak. Perbandingan tata letak disajikna pada tabel 7. Tabel 8. Perbandingan tata letak 1 dan 2 Deskripsi Estimasi Gambar 6. Rancangan desain tata letak 1 Rancangan desain tata letak alternatif 1 untuk area penyimpanan diposisikan pada arah memanjang dengan lebar area untuk akses forklift sebesar 2,5 m, untuk area penerimaan dan pengiriman barang diposisikan pada arah sejajar, sedangkan untuk area rak penyimpanan diposisikan pada arah depan dan samping. Alternatif pilihan tata letak 2 memiliki perbedaan baik dari posisi rak, jumlah rak yang digunakan dan area lainnya. Rancangan desain tata letak alternatif 2 disajikan pada gambar 7. Estimasi Total Biaya Perbaikan Kelebihan Kekurangan Gambar 7. Rancangan desain tata letak 2 Rancangan desain tata letak alternatif 2 untuk area penyimpanan diposisikan pada arah melintang terhadap area penerimaan dan pengiriman barang, sedangkan untuk area rak penyimpanan diposisikan sejajar di samping. Perbaikan yang dilakukan dalam re-layout warehouse sudah disesuaikan dengan desain pembuatan rak, namun perubahan tersebut Dampak Tata letak 1 Tata letak 2 A Total = 3 hari A Total = 3 hari A Jam/hari = 8 A Jam/hari : 8 A Manpower A Manpower = 3 orang = 3 orang A Biaya A Biaya Rp 25,000/jam Rp 25,000/jam A Total biaya = A Total biaya = Rp. 1,800,000 Rp. 1,800,000 A Jumlah rack = A Jumlah rack = A Harga satuan A Harga satuan Rp 3,500,000 Rp 3,500,000 A Harga total = A Harga total = Rp 42,000,000 Rp 52,500,000 Biaya A Biaya biaya rack = Rp 54,300,000 biaya rack = Rp 43,800,000 A Estimasi biaya A Kapasitas rack lebih lebih banyak A Posisi A Posisi rak lebih area extra teratur karena large lebih teratur karena A Kapasitas A Estimasi biaya pembuatan rak lebih sedikit lebih mahal A Operasional warehouse harus dihentikan selama 3 hari untuk proses perbaikan. A Adanya perbaikan re-layout maka dapat diestimasi bahwa jumlah reject FC return akan mengalami penurunan karena kondisi warehouse sudah lebih baik daripada sebelumnya. A Re-layout dapat memisahkan penyimpanan komponen sudah JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI sesuai standard dimensi dan jenis A Memudahkan PIC warehouse dalam menyimpan, monitoring dan mencari komponen FC Berdasarkan hasil perbandingan dari 2 alternatif tata letak, maka dapat diputuskan bahwa tata letak alternatif 2 lebih baik dengan pertimbangan jumlah kapasitas penyimpanan komponen pada tata letak 2 lebih banyak daripada tata letak 1, kondisi tersebut sangat penting karena kapasitas penyimpanan sebagai prioritas pertama untuk langkah antisipasi jika melihat trend kenaikan jumlah FC return pada tahun-tahun berikutnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian lain bahwa penerapan perubahan tata letak hasil perancangan dapat memberikan dampak bagi perusahaan untuk mengurangi jarak perpindahan jarak barang dalam proses dan dapat mempercepat proses pengambilan dan penyimpanan barang (Andi dan Santoso. Hasil perancangan simulasi tata letak mendapatkan penghematan waktu dalam proses dibandingkan dengan model simulasi awal (Parwadi, dkk, 2. Hasil perancangan dapat memberikan manfaat dalam mempercepat waktu siklus dan mengurangi tingkat resiko bahaya dalam proses produksi (Reza, dkk. Perubahan tata letak dapat mengurangi ongkos material handling dibandingkan tata letak eksisting (Yusraini, dkk, 2. Dalam melakukan perancangan perlu menentukan prioritas pengembangan yang perlu dilakukan dimulai dari kesesuaian ukuran sampai pemilihan jenis material yang menjawab prioritas kebutuhan konsumen (Chrisdio dan Benedikta, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya reject FC return dipengaruhi dari aspek material yaitu tidak ada tempat penyimpanan komponen, aspek lingkungan yaitu penempatan komponen masih tercampur, aspek manusia yaitu PIC kurang teliti dalam melakukan identifikasi komponen, aspek mesin yaitu forklip menabrak komponen, aspek metode yaitu masih belum ada tata letak yang baik pada area warehouse. Volume 10 No 2 Agustus 2023 Usulan perbaikan untuk meminimalisir reject komponen field campaign return yaitu pembuatan rak untuk tempat penyimpanan di melakukan re-layout area warehouse dengan pilihan tata letak alternatif 2 dengan alasan karena jumlah kapasitas penyimpanan komponen yang lebih banyak dibanding tata letak alternatif 1. DAFTAR PUSTAKA