JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2022,pp. 391 - 402 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2614-8870 . n page 391 http://journal. id/index. php/kompak PERAN KOMPLEKSITAS TUGAS SEBAGAI PEMODERASI DALAM MENENTUKAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT JUDGMENT Olivia Virlianda1. Jaeni2 Universitas Stikubank/Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jl. Kendeng V Bendan Ngisor, e-mail: ovirlianda@gmail. Universitas Stikubank/Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jl. Kendeng V Bendan Ngisor, e-mail: jaeni@edu. ARTICLE INFO Article history: Received 30 September 2022 Received in revised form 2 November 2022 Accepted 10 November 2022 Available online 1 Desember 2022 ABSTRACT This study aims to analyze the effect of compliance pressure, audit expertise, audit experience, and self-efficacy on audit judgment moderated by task The technique used in sampling is purposive sampling technique and obtained by 120 people. Data was collected using a survey method with data collection techniques using a questionnaire distributed to the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP). The data analysis technique used moderated regression analysis. The results show that compliance does not affect the audit judgment. Meanwhile, audit expertise, audit experience, and self-efficacy affect the audit judgment. The complexity of the task does not strengthen the effect of obedience pressure on audit judgment. addition, complexity strengthens the effect of audit expertise, audit experience, and self-efficacy on audit judgment. Keywords : compliance pressure, audit expertise, audit experience, self-efficacy, audit judgment, task complexity Pendahuluan Badan pengawasan keuangan dan pembangunan adalah lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan yang berupa audit. pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). serta pendidikan dan pelatihan pengawasan sesuai dengan peraturan yang Menurut keputusan presiden no. 9 tahun 2004 tentang perubahan atas keputusan presiden 103 tahun 2001 dalam pasal 52. BPKP bertugas untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara atau daerah dan pembangunan nasional. BPKP juga berfungsi sebagai auditor untuk permintaan audit dari pemerintah pusat dan kasus-kasus tertentu seperti kasus yang melibatkan unsur tindak pidana korupsi . Pemberian opini dalam audit ini dihasilkan melalui kualitas judgment dan keputusan dari BPKP. Kualitas judgment dan keputusan yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik juga. Received Sep 30 , 2022. Revised Nov 29, 2022. Accepted Nov 12, 2022 n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Menurut Margaret & Raharja, audit judgment diperlukan ketika dihadapkan pada ketidakpastian dan keterbatasan informasi maupun data yang diperoleh dan auditor dituntut untuk bisa membuat asumsi yang bisa digunakan untuk membuat dan mengevaluasi judgment . Judgment tergantung pada kedatangan informasi, dimana informasi tersebut tidak hanya mempengaruhi pilihan yang akan diambil tetapi juga mempengaruhi bagaimana cara pilihan itu dibuat. Semakin banyak informasi baru yang datang maka akan muncul judgment dan keputusan atau pilihan yang baru. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi audit judgment baik yang bersifat teknis maupun non teknis, namun dalam penelitian ini faktor-faktor yang diteliti adalah tekanan ketaatan, keahlian auditor, pengalaman auditor, dan self-efficacy dengan kompleksitas tugas sebagai pemoderasi. Tekanan ketaatan dapat diartikan sebagai perasaan yang menekan atau merasa tertekan dengan yang dialami oleh karyawan dalam menghadapi pekerjaan Andryani. Piturungsih, & Furkan . Tekanan ketaatan pada umumnya dihasilkan oleh individu yang memiliki kekuasaan, tekanan tersebut dapat membawa dampak pada judgment yang diambil oleh auditor. Tekanan ketaatan dapat semakin kompleks ketika auditor dihadapkan pada situasi konflik dimana auditor berusaha untuk memenuhi tanggungjawab profesionalnya tetapi auditor juga harus bisa memenuhi tuntutan dari Beberapa penelitian menguji tentang pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Miftarahma. Hasan, & Andreas. Ayudia. Irwanti. Septiaji & Hasymi. Alawiyah & Widajantie. Sitanggang. Margaret & Raharja. dan Wijayantini. Yuniarta, & Atmaja menyatakan bahwa tekanan ketaatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Suwandi menyatakan bahwa tekanan ketaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Penelitian mengenai tekanan ketaatan terhadap audit judgment juga dilakukan oleh Putri. Nirmala & Latrini. dan Nugraha & Januarti yang mendapatkan hasil positif tetapi tidak signifikan. Hasil yang berbeda dikemukakan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan dan Vincent & Osesoga yang mendapatkan hasil negatif dan tidak signifikan terhadap audit judgment. H1 : Tekanan ketaatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgment Standar Profesional Akuntan Publik tahun 2001 tentang standar umum menjelaskan bahwa dalam melakukan audit, auditor harus memiliki keahlian dan struktur pengetahuan yang cukup. Keahlian audit dapat diperoleh auditor melalui pembelajaran panjang yang dasar ilmunya diperoleh melalui pembelajaran di kampus dan ditingkatkan dengan pendidikan formal dan pelatihan mengenai auditing serta sertifikasi. Auditor juga dapat mengintegrasikan pengalaman dan mempelajari pengetahuan yang didapat dalam setiap penugasan. Sehingga keahlian dan pengetahuan auditor dapat berkembang dan mendukungnya untuk melakukan penilaian profesional . Beberapa penelitian menguji tentang pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan. Nirmala & Latrini. Nugraha & Januarti. Tumurang. Ilat, & Kalalo. Vincent & Osesoga. Alawiyah & Widajantie. Sitanggang. dan Margaret & Raharja menyatakan bahwa keahlian audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit H2 : Keahlian audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment Pengalaman merupakan akumulasi gabungan dari semua yang diperoleh melalui berhadapan dan berinteraksi secara berulang-ulang dengan sesama benda alam, keadaan, gagasan, dan penginderaan . Pengalaman auditor dapat dilihat dari lamanya seseorang bekerja pada profesi yang sama sebagai auditor. Menurut Butt 1998 dalam Miftarahma. Hasan, & Andreas . , auditor yang berpengalaman akan membuat pertimbangan yang relatif lebih baik dalam tugas-tugas profesionalnya dari pada auditor yang kurang berpengalaman. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 391 Ae 402 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n Beberapa penelitian menguji tentang pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan. Rakhman. Kartini, & Usman. Ayudia. Maryani & Ilyas. dan Septiaji & Hasymi menyatakan bahwa pengalaman audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Widyakusuma. Sudarma, & Roekhudin dan Nugraha & Januarti menyatakan bahwa pengalaman audit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgment. Hasil yang berbeda dikemukakan oleh Vincent & Osesoga dan Miftarahma. Hasan, & Andreas yang mendapatkan hasil positif tetapi tidak signifikan terhadap audit judgment. H3 : Pengalaman audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment Menurut Bandura, self-efficacy adalah kepercayaan ataupun keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tertentu . Auditor yang memiliki self-efficacy yang tinggi akan percaya dan paham dengan dirinya sendiri bahwa mereka mampu mengerjakan berbagai tugas yang ada selama proses auditing berdasarkan pengetahuan, keahlian, dan kompetensinya karena mampu mengintegrasikan seluruh kapabilitasnya dengan permasalahan atau fenomena audit yang Beberapa penelitian menguji tentang pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Putri. Narayana & Juliarsa. Septiaji & Hasymi. Maryani & Ilyas. Tumurang. Ilat, & Kalalo. dan Suwandi menyatakan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Karimullah & Yuyetta menyatakan bahwa self-efficacy berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap audit H4 : Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment Kompleksitas tugas adalah persepsi individu tentang kesulitan suatu tugas yang disebabkan oleh terbatasnya kapasitas dan daya ingat serta kemampuan untuk mengintegrasikan masalah yang dimiliki oleh seorang pembuat keputusan. Tekanan ketaatan dapat diartikan sebagai perasaan yang menekan atau merasa tertekan dengan yang dialami oleh karyawan dalam menghadapi pekerjaan . Tinggi rendahnya kompleksitas tugas dan tekanan untuk mematuhi atasan akan berdampak pada kemampuan dalam berinovasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan judgment yang diambil oleh auditor. Beberapa penelitian menguji tentang pengaruh kompleksitas tugas sebagai pemoderasi tekanan ketaatan terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Miftarahma. Hasan, & Andreas. Andryani. Piturungsih, & Furkan. dan Nugraha & Januarti menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Ayudia. Irwanti. Putri. dan Nirmala & Latrini menyatakan bahwa kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment. H5 : Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment Semakin tinggi kompleksitas tugas audit maka keahlian audit sangat penting untuk dimiliki oleh seorang auditor. Melalui keahliannya, auditor akan menjadi lebih aktif dalam menghadapi tugas audit, mengolah informasi yang relevan, dan berinteraksi sosial dengan sesama auditor, atasan, maupun entitas yang diperiksanya, sehingga dapat menunjang pemberian judgment yang tepat untuk menentukan kualitas dari hasil audit dan juga opini yang akan dikeluarkan oleh auditor . Peran Kompleksitas Tugas Sebagai Pemoderasi Dalam Menentukan Faktor Yang Mempengaruhi Audit Judgment (Olivia Virliand. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan dan Nirmala & Latrini menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Nugraha & Januarti menyatakan bahwa kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment. H6 : Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment Dengan banyaknya kerumitan dan tingginya kompleksitas tugas dapat mendorong auditor untuk melakukan kesalahan-kesalahan sehingga mengakibatkan judgment yang diambilnya menjadi kurang tepat. Seseorang yang telah lama bekerja pada perusahaan tertentu telah terbiasa melaksanakan pekerjaannya sehari-hari dan memperoleh banyak pengalaman yang dapat menunjang peningkatan kinerjanya . Dengan banyaknya pengalaman dalam bidang audit dapat membantu auditor dalam memahami dan menyelesaikan masalah dengan berbagai kompleksitas tugas yang dihadapinya. Beberapa penelitian juga menguji tentang pengaruh kompleksitas tugas sebagai pemoderasi pengalaman audit terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan dan Rakhman. Kartini, & Usman menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Ayudia. Widyakusuma. Sudarma, & Roekhudin. Nugraha & Januarti. dan Miftarahma. Hasan, & Andreas menyatakan bahwa kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. H7 : Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment Kompleksitas tugas dapat di artikan sebagai tugas-tugas yang tidak terstruktur, sulit untuk dipahami, ambigu, tetapi berkaitan satu sama lainnya. Tugas-tugas ini membuat alternatif-alternatif yang ada tidak dapat diidentifikasi sehingga data tidak dapat diprediksi. Auditor yang memiliki self-efficacy yang tinggi akan percaya dan paham dengan dirinya sendiri bahwa mereka mampu mengerjakan berbagai tugas yang ada selama proses auditing. Sehingga auditor yakin dengan kemampuannya dapat menyelesaikan tugas yang mudah maupun yang kompleks tanpa rasa keraguan dalam mengeluarkan judgment. Beberapa penelitian juga menguji tentang pengaruh kompleksitas tugas sebagai pemoderasi selfefficacy terhadap audit judgment. Penelitian yang dilakukan oleh Putri. Narayana & Juliarsa. Karimullah & Yuyetta menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment. H8 : Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment Salah satu fenomena yang terkait dengan penelitian ini terjadi pada PT Garuda Indonesia di tahun Dikutip dari okezone, fenomena ini berawal dari laporan keuangan Garuda Indonesia untuk tahun buku 2018 yang membukukan laba bersih sebesar US$ 809,85 ribu atau setara dengan Rp. 11,33 miliar dimana angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2017 yang menderita kerugian sebesar US$ 216,5 juta. Laporan keuangan tahun 2018 tersebut dianggap tidak sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) oleh dua komisaris PT Garuda Indonesia, yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, berdasarkan hasil pertemuan Sekertaris Jendral Kementrian Keuangan Hadiyanto dengan pihak Kantor Akuntan Publik (KAP) diperoleh kesimpulan bahwa adanya dugaan audit yang tidak sesuai dengan standar Setelah diadakan serangkaian pemeriksaan yang panjang, akhirnya PT Garuda Indonesia dikenakan sanksi dari berbagai pihak . Berdasarkan uraian latar belakang diatas masih terdapat banyak perbedaan atas hasil yang diperoleh dari penelitian sebelumnya mengenai tekanan ketaatan, keahlian auditor, pengalaman auditor, dan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 391 Ae 402 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n self-efficacy terhadap audit judgment. Begitu juga dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan kompleksitas tugas sebagai pemoderasi juga memperoleh hasil yang berbeda-beda. Oleh karena itu, judul pada penelitian ini adalah "Peran Kompleksitas Tugas Sebagai Pemoderasi Dalam Menentukan Faktor yang Mempengaruhi Audit Judgment (Studi Empiris pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tenga. Metode Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan pada kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah yang melaksanakan pemeriksaan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu auditor yang telah bekerja lebih dari satu tahun dan auditor yang sudah pernah melakukan tugas pemeriksaan. Penentuan sampel dihitung dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut . ycA ycu= . ycA yce 2 ) Keterangan : n = sampel N = populasi e = toleransi error, yaitu 0,1 Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis data primer. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei langsung ke kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah. Instrumen penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert. Seluruh data yg diperoleh, diolah dengan menggunakan model analisis Moderating Regression Analysis (MRA) melalui SPSS sebagai pengujian hipotesis dengan persamaan sebagai berikut : ycU = yca yca1 ycU1 yca2 ycU2 yca3 ycU3 yca4 ycU4 yca1 ycU1 ycU5 yca2 ycU2 ycU5 yca3 ycU3 ycU5 yca4 ycU4 ycU5 yuA Analisis data pada penelitian ini terdiri dari analisis statistik deskriptif dengan menggunakan analisis linear berganda untuk mengolah data yang sebelumnya telah dilakukan uji kualitas data dan uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2 Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Peran Kompleksitas Tugas Sebagai Pemoderasi Dalam Menentukan Faktor Yang Mempengaruhi Audit Judgment (Olivia Virliand. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Berdasarkan data pada tabel 2, dapat diketahui bahwa hasil uji normalitas yang ditunjukan pada nilai asymp. sebesar 0,096 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa data terdistribusi normal dan sudah mencukupi uji asumsi normalitas sehingga sampel tersebut dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Uji Multikolinearitas Tabel 3 Uji Multikolinearitas Variabel Tekanan Ketaatan Keahlian Audit Pengalaman Audit Self-Efficacy Kompleksitas Tugas Perhitungan Tolerance VIF 0,518 1,929 0,505 1,981 0,343 2,915 0,637 1,571 0,687 1,455 Keterangan Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Berdasarkan data pada tabel 3, dapat diketahui bahwa setiap variabel independen dalam penelitian ini memiliki nilai TOL lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Hal ini berarti bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau terbebas dari masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4 Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. Tekanan Ketaatan Keahlian Audit Pengalaman Audit Self-efficacy Kompleksitas Tugas TK*KT KA*KT PA*KT SE*KT Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan data pada tabel 4, dapat diketahui bahwa setiap variabel dalam penelitian ini memiliki probabilitas signifikansi diatas tingkat kepercayaan 0,05 atau sebesar 5%. Hal ini berarti bahwa penelitian ini tidak mengandung adanya heteroskedastisitas. 2 Uji Hipotesis (Uji . Tabel 5 Uji Hipotesis (Uji . Model (Constan. Tekanan Ketaatan 1 Keahlian Audit Pengalaman Audit Self-efficacy Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 391 Ae 402 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n Kompleksitas Tugas TK*KT KA*KT PA*KT SE*KT Dependent Variable: Audit Judgment Berdasarkan data pada tabel 5, dapat diketahui bahwa : Tekanan ketaatan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar -2,603 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,011 dimana lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis pertama diterima. Keahlian audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar 2,848 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,005 dimana lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis ke dua diterima. Pengalaman audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar 4,251 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis ke tiga diterima. Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar 3,186 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,002 dimana lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis ke empat diterima. Kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar -0,250 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,803 dimana lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ke lima ditolak. Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar -3,307 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,001 dimana lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ke enam diterima. Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar 2,909 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,005 dimana lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ke tujuh diterima. Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment karena nilai t statistics sebesar -3,156 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,002 dimana lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ke delapan diterima. 3 Pembahasan Pengaruh Tekanan Ketaatan Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar -2,603 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,011 dimana lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa tekanan ketaatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis pertama (H. yang menyatakan bahwa tekanan ketaatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Miftarahma. Hasan, & Andreas. Ayudia. Irwanti. Septiaji & Hasymi. Alawiyah & Widajantie. Sitanggang. Margaret & Raharja. dan Wijayantini. Yuniarta, & Atmaja yang menyatakan bahwa tekanan ketaatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa audit judgment dipengaruhi oleh tinggi atau rendahnya tingkat tekanan ketaatan yang diterima oleh seorang auditor. Tekanan ketaatan yang pada umumnya dihasilkan oleh individu yang memiliki kekuasaan, seperti auditor senior, atasannya, maupun entitas yang diperiksanya, untuk melakuan tindakan yang menyimpang dari standar etika dan sikap profesionalisme dapat mempengaruhi auditor dalam mengambil judgment. Hal ini sesuai dengan teori penetapan tujuan yang mengasumsikan bahwa tekanan ketaatan akan berimplikasi pada audit judgment, dimana seorang auditor harus Peran Kompleksitas Tugas Sebagai Pemoderasi Dalam Menentukan Faktor Yang Mempengaruhi Audit Judgment (Olivia Virliand. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 mendapatkan dilema antara menjalankan tugas secara profesionalisme atau mengikuti keinginan atasan atau bahkan keinginan dari klien untuk mendapatkan judgment wajar tanpa pengecualian. Pengaruh Keahlian Audit Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar 2,848 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,005 dimana lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa keahlian audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis ke dua (H. yang menyatakan bahwa keahlian audit berpengaruh positif terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan. Nirmala & Latrini. Nugraha & Januarti. Tumurang. Ilat, & Kalalo. Vincent & Osesoga. Alawiyah & Widajantie. Sitanggang. dan Margaret & Raharja yang menyatakan bahwa keahlian audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa audit judgment dipengaruhi oleh tinggi atau rendahnya tingkat keahlian audit yang dimiliki oleh seorang auditor. Keahlian audit yang dapat diartikan sebagai keberadaan dari pengetahuan tentang lingkungan audit, pemahaman terhadap masalah yang timbul dalam lingkungan audit, dan keterampilan untuk memecahkan permasalahan tersebut secara mudah, cepat, intuisi, dan sangat jarang atau tidak pernah membuat kesalahan dapat mempengaruhi auditor dalam mengambil judgment. Hal ini sesuai dengan teori kognitif yang mengasumsikan bahwa salah satu bentuk pembelajaran bagi manusia yaitu belajar aktif, dimana auditor dapat belajar dari berbagai audit yang telah diselesaikannya. Semakin banyaknya masalah audit yang dapat diselesaikan oleh auditor maka semakin meningkat pula keahlian auditnya dan semakin tepat audit judgment yang dihasilkan. Pengaruh Pengalaman Audti Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar 4,251 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,000 dimana lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa pengalaman audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis ke tiga (H. yang menyatakan bahwa pengalaman audit berpengaruh positif terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan. Rakhman. Kartini, & Usman. Ayudia. Maryani & Ilyas. dan Septiaji & Hasymi yang menyatakan bahwa pengalaman audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa audit judgment dipengaruhi oleh tinggi atau rendahnya tingkat pengalaman audit yang dimiliki oleh seorang auditor. Pengalaman audit yang merupakan suatu proses gabungan dari semua pembelajaran yang diperoleh melalui audit yang telah dilakukan berkali-kali sehingga dapat membuat seorang auditor memiliki sikap profesional yang lebih tinggi dapat mempengaruhi auditor dalam mengambil judgment. Hal ini sesuai dengan teori kognitif yang mengasumsikan bahwa pemahaman setiap orang terjadi setelah memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam dirinya. Seorang auditor yang berpengalaman akan mampu mengasah kepekannya dalam memahami informasi, kecurangan, dan kesalahan penyajian laporan keuangan yang berhubungan dengan pembuatan judgment. Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar 3,186 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,002 dimana lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit Dengan demikian, hipotesis ke empat (H. yang menyatakan bahwa self-efficacy berpengaruh positif terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri. Narayana & Juliarsa. Septiaji & Hasymi. Maryani & Ilyas. Tumurang. Ilat, & Kalalo. dan Suwandi yang menyatakan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 391 Ae 402 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa audit judgment dipengaruhi oleh tinggi atau rendahnya tingkat self-efficacy yang ada pada diri seorang auditor. Self-efficacy yang merupakan kepercayaan ataupun keyakinan seseorang mengenai kemampuan dirinya untuk mengatur dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tertentu dapat mempengaruhi auditor dalam mengambil judgment. Hal ini sesuai dengan teori kognitif yang mengasumsikan bahwa proses belajar seseorang mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang telah dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pemahaman dan pengalaman sebelumnya. Dengan selfefficacy yang tinggi, auditor dapat menyelesaikan tugas yang mudah maupun yang kompleks tanpa rasa keraguan dalam mengeluarkan judgment. Kompleksitas Tugas Memoderasi Pengaruh Tekanan Ketaatan Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar -0,250 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,803 dimana lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis ke lima (H. yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment ditolak. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ayudia. Irwanti. Putri. dan Nirmala & Latrini yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa semakin tinggi tingkat kompleksitas tugas dapat memperlemah pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit judgment. Adanya tekanan untuk mematuhi atasan maupun entitas yang diperiksa dapat membawa dampak pada judgment yang diambil oleh auditor sehingga kemampuan dalam berinovasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertimbangan yang tinggi akan berkurang seiring dengan semakin tingginya kompleksitas tugas yang diterima oleh auditor. Hal ini tidak sesuai dengan teori penetapan tujuan yang mengasumsikan bahwa niat individu untuk mencapai tujuan merupakan sumber motivasi kerja yang utama. Dengan mengetahui tujuannya, auditor dapat menyelesaikan auditnya dengan berbagai kompleksnya tugas meski adanya tuntutan dari atasan maupun entitas yang diperiksa. Kompleksitas Tugas Memoderasi Pengaruh Keahlian Audit Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar -3,307 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,001 dimana lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis ke enam (H. yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan dan Nirmala & Latrini yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa semakin tinggi tingkat kompleksitas tugas dapat memperkuat pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment. Semakin tinggi kompleksitas tugas audit maka keahlian audit menjadi skill yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang auditor dan semakin tepat audit judgment yang dihasilkan. Melalui keahliannya, auditor akan menjadi lebih aktif dalam menghadapi tugas audit, mengolah informasi yang relevan, dan berinteraksi sosial dengan sesama auditor, atasan, maupun entitas yang diperiksanya, sehingga dapat menunjang pemberian judgment yang tepat untuk menentukan kualitas dari hasil audit dan juga opini yang akan dikeluarkan oleh auditor. Hal ini sesuai dengan teori penetapan tujuan yang mengasumsikan bahwa auditor yang mengetahui tujuan dan maksud dari tugasnya tidak akan mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada suatu tugas yang kompleks sehingga tidak dapat mempengaruhi keakuratan dari judgment yang diambilnya. Peran Kompleksitas Tugas Sebagai Pemoderasi Dalam Menentukan Faktor Yang Mempengaruhi Audit Judgment (Olivia Virliand. n p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 Kompleksitas Tugas Memoderasi Pengaruh Pengalaman Audti Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar 2,909 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,005 dimana lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis ke tujuh (H. yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andryani. Piturungsih, & Furkan dan Rakhman. Kartini, & Usman yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. Hal ini mengartikan bahwa semakin tinggi tingkat kompleksitas tugas dapat memperkuat pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. Seseorang yang telah lama bekerja sebagai auditor pasti telah terbiasa melaksanakan pekerjaan sehari-harinya dan memperoleh banyak pengalaman yang dapat menunjang peningkatan Dengan banyaknya pengalaman dalam bidang audit tersebut dapat membantu auditor dalam memahami dan menyelesaikan masalah dengan berbagai kompleksitas tugas yang Hal ini sesuai dengan teori penetapan tujuan yang mengasumsikan bahwa pemahaman mengenai tujuan dapat membantu auditor untuk tetap bersikap profesional sesuai dengan etika profesi dan standar profesional yang berlaku sehingga menghasilkan audit judgment yang baik. Kompleksitas Tugas Memoderasi Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Audit Judgment Berdasarkan hasil uji hipotesis atau uji t yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai t statistics sebesar -3,156 dimana lebih besar dari t tabel sebesar 1,987 dan p value sebesar 0,002 dimana lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment. Dengan demikian, hipotesis ke delapan (H. yang menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment diterima. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri. Narayana & Juliarsa. dan Karimullah & Yuyetta menyatakan bahwa kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit Hal ini mengartikan bahwa semakin tinggi tingkat kompleksitas tugas dapat memperkuat pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment. Auditor yang memiliki self-efficacy yang tinggi akan percaya dan paham dengan dirinya sendiri bahwa mereka mampu mengerjakan berbagai tugas yang ada selama proses auditing. Sehingga auditor yakin dengan kemampuannya dapat menyelesaikan tugas yang mudah maupun yang kompleks tanpa rasa keraguan dalam mengeluarkan judgment. Hal ini sesuai dengan teori penetapan tujuan yang mengasumsikan bahwa dengan memahami tujuan dan sasarannya auditor akan percaya dengan dirinya ketika dihadapkan pada suatu tugas yang kompleks sehingga tanpa ragu auditor dapat mengambil judgment yang baik. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan judul Peran Kompleksitas Tugas Sebagai Pemoderasi Dalam Menentukan Faktor Yang Mempengaruhi Audit Judgment yang telah dilakukan kepada pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah yang melakukan audit dapat disimpulkan bahwa : Tekanan ketaatan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit judgment dengan signifikansi sebesar 0,011. Keahlian audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment dengan signifikansi sebesar 0,005. Pengalaman audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment dengan signifikansi sebesar 0,000. Self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment dengan signifikansi sebesar 0,002. Kompleksitas tugas tidak memoderasi pengaruh tekanan ketaatan terhadap audit Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh keahlian audit terhadap audit judgment. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2022 : 391 Ae 402 JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2614-8870 n Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh pengalaman audit terhadap audit judgment. Kompleksitas tugas memoderasi pengaruh self-efficacy terhadap audit judgment. References