Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 REVIEW ARTIKEL: ANALISIS EFEKTIVITAS ARANG AKTIF BERBASIS TUMBUHAN SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH FARMASI ARTICLE REVIEW: EFFECTIVENESS ANALYSIS OF PLANT-BASED ACTIVATED CHARCOAL AS ADSORBENT FOR PHARMACEUTICAL WASTE TREATMENT Taufik Hidayat. Gatut Ari Wardani. Salsabila Putri Awalia Rahmat*. Dandi Ardiansyah. Widya Puspitasari. Fauzan Khoeruman Nur. Vinka Fitria Rohganala Prodi Farmasi. Fakultas Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Letjen Mashudi No. Setiaratu. Kec. Cibeureum. Kab. Tasikmalaya. Jawa Barat 46196 *e-mail korespondensi: salsabilapar28@gmail. ABSTRAK Peningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Adsorpsi menggunakan arang aktif berbasis tumbuhan merupakan salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini merupakan narrative review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas arang aktif dari berbagai biomassa tumbuhan sebagai adsorben limbah Data diperoleh melalui pencarian literatur di basis data Google Scholar dan ScienceDirect, dengan kata kunci yang relevan. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis berdasarkan bahan baku, metode sintesis, karakteristik arang aktif, serta efisiensi penghilangan berbagai senyawa farmasi. Hasil menunjukkan bahwa arang aktif dari bahan seperti biji labu, kulit kacang tanah, kulit pisang, dan daun teh memiliki luas permukaan yang tinggi serta kapasitas adsorpsi maksimum yang bervariasi, dengan efisiensi penghilangan mencapai lebih dari 90% pada kondisi optimal. Teknik aktivasi kimia menggunakan KOH atau HCEPOCE, serta modifikasi enzimatik seperti imobilisasi laccase, terbukti mampu meningkatkan kinerja adsorpsi. Dengan karakteristik yang ekonomis, berkelanjutan, dan efisien, arang aktif berbasis tumbuhan memiliki potensi besar sebagai teknologi pengolahan limbah farmasi di masa depan. Kata Kunci : Arang Aktif. Adsorben. Limbah Farmasi ABSTRACT Increased drug consumption and pharmaceutical industry activities have led to significant accumulation of pharmaceutical waste, which has the potential to pollute the aquatic environment. Adsorption using plant-based activated charcoal is one of the effective and environmentally friendly methods in overcoming this problem. This study is a narrative review that aims to evaluate the effectiveness of activated charcoal from various plant biomasses as pharmaceutical waste adsorbents. Data were obtained through literature searches in Google Scholar and ScienceDirect databases, with relevant keywords. A total of 20 selected articles were analyzed based on raw materials, synthesis methods, activated charcoal characteristics, and removal efficiency of various pharmaceutical Results showed that activated charcoal from materials such as pumpkin seeds, peanut shells, banana peels, and tea leaves had a high surface area and varied maximum adsorption capacity, with removal efficiency reaching more than 90% under optimal conditions. Chemical activation techniques using KOH or HCEPOCE, as well as enzymatic modifications such as laccase immobilization. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 are proven to improve adsorption performance. With economical, sustainable, and efficient characteristics, plant-based activated charcoal has great potential as a future pharmaceutical waste treatment technology. Keywords: Activated Charcoal. Adsorbent. Pharmaceutical Waste Diterima: 08 Mei 2025 Direview: 23 Juni 2025 Diterbitkan: 06 Agustus 2025 PENDAHULUAN Sampah obat, yang sering kali dihubungkan dengan limbah farmasi dan obat-obatan yang tidak terpakai atau telah kadaluarsa, mencakup berbagai barang yang dirancang untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati penyakit pada manusia maupun hewan. Dalam beberapa dekade terakhir, jenis limbah ini telah menjadi objek penelitian yang mendalam. Selain itu, konsumsi obat di seluruh dunia setiap tahunnya telah melebihi 1. 000 ton dan terus mengalami peningkatan. Pasar negara berkembang, seperti Tiongkok. India. Brasil, dan Indonesia, memainkan peran besar dalam masalah ini akibat peningkatan penggunaan. (Bungau et al. , 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Amalia Asyayidah dan Agustina pada tahun 2024 menunjukkan jumlah limbah B3 yang dihasilkan oleh industri farmasi di Indonesia. Pada tahun 2020, total limbah B3 mencapai 11. 612,15 ton, dan pada tahun 2021, jumlahnya melonjak menjadi 43. 087 ton. Selain itu, limbah non-B3 pada tahun 2020 tercatat sebesar 179. 672,32 ton, sementara pada tahun 2021 jumlahnya berkurang menjadi 967,67 ton. Kenaikan signifikan pada limbah B3 dari tahun 2020 ke tahun 2021 perlu diwaspadai, karena jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang (Amalia Asyayidah & Agustina, 2. Limbah farmasi adalah limbah medis yang tidak menular. Ini termasuk obat-obatan atau barang-barang yang mungkin terkontaminasi oleh obat-obatan seperti kemasan terkait peralatan medis, atau dalam beberapa kasus, alat pelindung diri (APD) yang terkontaminasi oleh obat-obatan, tetapi bukan agen infeksius. Limbah farmasi dihasilkan dari berbagai sumber termasuk rumah sakit, klinik swasta, apotek komunitas, industri farmasi, laboratorium dan pusat penelitian, dan rumah tangga (Hanning et al. , 2. Dengan melakukan reduksi dan pemisahan limbah, rumah sakit dapat mendaur ulang sebagian besar limbah yang dihasilkan. Langkah ini tidak hanya berpotensi mengurangi biaya pembuangan, tetapi juga menurunkan emisi gas rumah kaca. Di samping itu, penggunaan farmasi secara global juga terus menunjukkan tren peningkatan. (Overgaard et al. , 2. Limbah farmasi menjadi salah satu sumber pencemar lingkungan yang cukup signifikan di Indonesia. Dengan meningkatnya kebutuhan obat akibat pertumbuhan populasi dan berkembangnya industri farmasi, akumulasi limbah farmasi pun semakin meningkat dan memerlukan penanganan yang Industri farmasi menghasilkan limbah cair yang memiliki karakteristik berbahaya dan beracun. Di antara berbagai kontaminan yang ada, obat-obatan seperti antibiotik, analgesik, dan antiinflamasi merupakan yang paling berbahaya. (Rimantho & Athiyah, 2. Obat antiinflamasi (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, dan diklofenak, banyak digunakan dan sering terdeteksi dalam limbah, air permukaan, serta dapat ditemukan dalam sistem air tanah. Obat antiinflamasi non-steroid, termasuk ibuprofen, naproxen, dan aspirin, adalah jenis obat yang umum digunakan dan biasanya terakumulasi dalam jumlah yang signifikan dalam limbah kota. (Patneedi & Durga Prasadu, 2. Pengelolaan limbah farmasi yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran air, tanah, dan berdampak buruk pada kesehatan manusia serta ekosistem, maka diperlukan metode pengelolaan limbah yang efektif. Salah satu metode yang banyak digunakan untuk mengatasi limbah farmasi adalah adsorpsi menggunakan arang aktif. Arang aktif dapat dibuat dari salah satu jenis bahan yang mengandung karbon. Bubur kayu dengan kadar abu rendah, batubara, lignit, dan pati gandum hitam adalah beberapa contoh sumbernya. Setelah arang . arbon yang hampir murn. diperoleh melalui proses kimiawi, arang dipecah menjadi bentuk butiran halus. (Derlet & Albertson, 1. Karbon aktif adalah struktur yang homogen secara struktural bahan dengan luas permukaan tinggi, memiliki struktur mikro dan menunjukkan stabilitas Oleh karena itu banyak digunakan dalam berbagai proses industri sebagai adsorben, katalis atau pendukung katalis. Sifat adsorpsi karbon aktif tergantung terutama pada ukuran partikel, porositas. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 kandungan abu, tingkat karbonisasi dan metode aktivasi. (Iqbal & Ashiq, 2. Karbon aktif mengandung karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen dan sulfur. (Llady et al. , 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah sebuah studi deskriptif yang dilaksanakan dengan pendekatan Narrative Review. Pencarian artikel dilakukan melalui metode pencarian manual atau hand searching online pada dua basis data, yaitu Google Scholar dan Science direct, dengan menggunakan kata kunci AuEffectiveness of Plant Activated Charcoal as Pharmaceutical Waste AdsorbentAy. Hasil dari proses pencarian dan seleksi artikel menunjukkan bahwa sebanyak 559, tetapi artikel yang telah teridentifikasi untuk dilakukan tinjauan kelayakan secara penuh sebanyak 20. Artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, seperti publikasi dalam rentang 10 tahun terakhir, penggunaan arang aktif berbahan dasar alami, serta adanya data kuantitatif terkait kemampuan adsorpsi terhadap limbah farmasi. Artikel yang tidak memenuhi kriteria tersebut dikeluarkan selama proses seleksi. Tabel 1. Prisma flow Identification Identification of studies via databases and registers Activated carbon for adsorbents: Databases . = . Screening Activated carbon as adsorbents pharmaceutical waste . = . Reports with plant based result . = . Included Reports assessed for eligibility . = . Records removed before Duplicate records removed . = . Records marked as ineligible by automation tools . = . Records removed for other reasons . = . Exclusion of study report without plant based result . = . Reports not retrieved . = . Reports excluded: Journal less than 5 years old . = . Studies included in review = . Reports of included studies . = . Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Berbagai jenis tanaman telah diteliti dan dimanfaatkan sebagai bahan yang dijadikan arang aktif sebagai adsorben limbah farmasi. Tabel 2. Menyajikan hasil review artikel mengenai karakteristik arang aktif dari beberapa tanaman yang ditemukan di Indonesia. Karakteristik yang didapatkan meliputi luas permukaan, kapasitas adsorpsi, dan efisiensi adsorpsi. Tabel 2. Hasil Review No. Arang Aktif Tanaman Biji (Cucurbita Akar beringin (Ficus benjaminae L. Kulit (Pericarpium Punicae granat. Limbah Farmasi Antibiotik Ciprofloxacin Fenol Diklofenak. Kayu tamarind Methylen orange (Tamarindus indica L. Cangkang buah Diklofenak argan (Argania cafein spinosa L. Daun geranium Ibuprofen (Pelargonium graveolens L. Minyak kernel Amoksisilin argan (Argania (L. Skeel. Luas Permukaan Arang Aktif 2730 mA/g. Kapasitas Adsorpsi Maksimum 884,9 mg/g. 988 mA/g dan jari-jari pori rata-rata 24 nm PPs: 47,6 mA/g MPPs: 1249,1 mA/g. LMPPs: 232,7 mA/g 26,95 mg/g Amoxicillin: 22 mg/g Ciprofloxacin: 80 mg/g Carbamazepin e: 606. 06 mg/g Diclofenac: 21 mg/g ACTW-3:1: 35 mg/g 07 mA/g ACTW-2:1: 36 mA/g ACTW-1:1: 09 mA/g CTW (Charcoal Tamarind Woo. : 99. mA/g dan 1007,76 mA/g Efisiensi Adsorpsi 89,2% Referensi pada (Alacabey, suhu (Nirmala et , 2. 68% dengan (Al et al. Laccase 99% pada pH (Phothitonti Prasertboon yai, 2. Diclofenac (Bouhcain dan et al. , 2. kafein 92%. 69 mA/g diclofenac dan untuk kafein 76 mg/g 1618 mA/g 03 mg/g 2% dalam (Belhamdi et al. , 2. 12% pada (Thabede et , 2. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Cangkang Buah Pewarna toksik 283. 4 mA/g Cassia dan ciprofloxacin Bakeriana (Cassiae untuk congo red dan 600 red (Theamwo mencapai 99% ng et al. mencapai 90%. Kulit Kacang Tetrasiklin Tanah Amoksisilin (Arachidis dan Biochar Kulit Kacang Tanah: 84,4 mA/g Dimodifikasi CTAB: 83,6 mA/g TET (Egbedina et al. , 2. AMX pada kondisi Kulit (Mesocarpium cocos nucifera. Kulit (Vigna radiata L. Limbah (Vitis vinifera L. Daun Eucalyptus (Eucalyptus Foliu. Kulit (Epicarpium Musa Diklofenak dan 437 mA/g Tetrasiklin mg/g. Amoksisilin mg/g. 28 mg/g Serat Palm Date (Phoenix dactylifera L. Kulit (Pinus pinea L. Tylosin, sebuah 1726. 11 mA/g Karbamazepin, 1463 mA/g DCF dan AMX (Daouda et mencapai lebih al. , 2. dari 98% 99,16% (Mondal et , 2. Ranitidine 405 mA/g Methylen blue 084 mA/g 88 mg/g (Mousavi et , 2. Residu farmasi K-Eucal-20: 00 mA/g K-Eucal-40: 00 mA/g 80 mg/g KEucal-20 dan 78 mg/g KEucal-40 Amoksisilin 393,70 mg/g, 338,98 mg/g. 147 mg/g (Gouaich et , 2. mg/g, mg/g. Dorzolamide mg/g, mg/g. karbamazepin (Mestre et dan diclofenac al. , 2. sebesar 80% . Amoksilin 59 mA/g Kulit kentang Limbah cair 405 mA/g (Pericarpium Solani tuberos. dorzolamide dan Amoksisilin (Al-sareji et , 2. 91,63% 90,29% (Melliti et , 2. Dorzolamide (Kyzas & dan Deliyanni. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Daun (Camellia plane (Platanus Kulit (Citrus sinensi. Pramipexole (PRM) 1151 mA/g 112 mg/g Carbamazepine dan diklofenak OPs: 22. 8 mA/g MOPs: 367. mA/g LMOPs: 93. mA/g MOPs: Carbamazepin e: 80 mg/g Diclofenac: 90 Tongkol Jagung Tetrasiklin Hidroklorida MOPs 81,98% 90,53%. LMOPs 81,98% 90,53% untuk dan diklofenak Penambahan Metode batch Penambahan dapat adsorpsi sonikasi dapat sebesar 2,092 meningkatkan distribusi, dan kapasitas 323,80% volume pori, adsorpsi tetapi memiliki adsorpsi sebesar 5,330 ukuran pori (Liakos et , 2. (Al-sareji et , 2. (Wardani et , 2. PEMBAHASAN Struktur pori internal arang aktif bertanggung jawab atas kualitas penyerapnya, dan luas permukaannya berkisar antara 300 hingga 3500 m/g. Kemampuan penyerapan arang aktif bubuk meningkat seiring dengan luas permukaan pori penyerap. Semakin tinggi luas permukaan, semakin baik juga dalam penyerapan limbah farmasi (Dewi et al. , 2. Biji Labu (Cucurbita pep. Mengingat banyaknya limbah pertanian, cangkang biji labu sebagai bahan baku arang aktif adalah keputusan yang berkelanjutan dan ekonomis. Permukaan karbon aktif mencapai 2730 mA/g, menunjukkan potensi adsorpsi yang tinggi. Kapasitas penyerapan maksimum ciprofloxacin adalah 884,9 mg/g, yang menghilangkan efisiensi jarak 99% atau lebih dalam kondisi optimal. Proses aktivasi menggunakan KOH meningkatkan jenis adsorpsi karbon aktif dan membuatnya efektif dalam menghilangkan kotoran dalam obat -obatan seperti ciprofloxacin dari air. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Demiral, 2. bahwa kulit biji labu dapat memperbaiki perairan yang terkontaminasi zat lain dengan persentase penghilangan 35% berhasil dihilangkan setelah 24 jam. Akar Beringin (Ficus benjaminae L. Karbon aktif yang dihasilkan dari akar beringin menunjukkan kinerja superior dibandingkan karbon aktif yang ada di pasaran dalam hal penyerapan fenol, menjadikannya pilihan yang hemat biaya dan lebih ramah lingkungan. Data yang diperoleh menunjukkan luas permukaan spesifik 988 mA/g dan ratarata ukuran pori 24 nm, yang mengindikasikan adanya struktur berpori yang sangat baik. Kapasitas adsorpsi maksimum menunjukan hasil 26,95 mg/g. Skor efisiensi penyerapan fenol maksimum mencapai 89,2% pada kondisi terbaik . osis 2,5 g, pH 7, durasi kontak 60 menit, dan suhu 30AC). Aktivasi menggunakan KOH memperbesar jumlah tempat aktif dan meningkatkan porositas, yang Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 berkontribusi pada peningkatan efisiensi penyerapan. Dengan fitur fisik dan kimia yang memadai, karbon aktif dari akar beringin dapat dimanfaatkan untuk menghapus berbagai jenis polutan organik, termasuk senyawa obat, dari limbah air. Metode produksi karbon aktif akar beringin yang sederhana dan terjangkau menjadikannya opsi menarik untuk digunakan dalam sektor industri dalam pengelolaan limbah farmasi. Kulit Buah Delima (Pericarpium Punicae granat. Kulit buah delima adalah limbah dari sektor pertanian yang sangat melimpah dan dapat diubah menjadi arang aktif yang efisien. Metode produksinya yang ramah lingkungan dan hemat biaya membuatnya menjadi alternatif yang menarik untuk pemulihan limbah. Arang aktif yang dihasilkan dari kulit buah delima memiliki luas permukaan spesifik yang tinggi. Pomegranate Peels mencapai 47,6 mA/g. Modified Pomegranate Peels (MPP. 1249,1 mA/g, dan Laccase-modified pomegranate peel (LMPP) 232,7 mA/g, serta mengandung berbagai kelompok fungsi yang meningkatkan kemampuannya dalam menyerap zat. Laccase-modified pomegranate peel (LMPP) menunjukkan kemampuan penyerap yang sangat tinggi, mampu menghilangkan kontaminan farmasi seperti amoksisilin, karbamazepin, siprofloksasin, dan diklofenak hingga 98% dalam kurun waktu 2 jam. Proses adsorpsi berlangsung melalui interaksi fisik dan kimia antara kontaminan dan kelompok fungsi di permukaan arang aktif. Dengan mengimobilisasi laccase, kemampuan dalam mendekontaminasi polutan meningkat, sehingga menjadi lebih efisien untuk pengolahan air limbah. Penelitian lain mengungkapkan bahwa kulit buah delima dapat mengolah atau menghilangkan zat limbah farmasi seperti paracetamol dengan hasil kapasitas penghilangan paracetamol sebesar 214 mg/g tercapai (Solmaz et al. , 2. Kayu Tamarind (Tamarindus indica L. Karbon aktif yang berasal dari kayu tamarind memiliki area permukaan yang luas dan tingkat porositas yang optimal, sehingga efektif dalam menyerap senyawa organik seperti mikroorganisme. Karbon aktif dari kayu tamarind menunjukkan kemampuan tinggi dalam penghilangan mikroorganisme dengan tingkat efisiensi mencapai 99% pada pH 6, serta kapasitas adsorpsi maksimum sekitar 39. 35 mg/g. Proses pengikatan terjadi dengan sangat cepat, mencapai keadaan seimbang dalam waktu 20 menit. Perbandingan antara jumlah phosphoric acid (HCEPOCE) yang digunakan dan jumlah charcoal tamarind wood (CTW) yang diolah untuk membuat arang aktif (ACTW). ACTW-3:1: 1063. 07 mA/g. ACTW-2:1: 36 mA/g. ACTW-1:1: 357. 09 mA/g, dan CTW (Charcoal Tamarind Woo. : 99. 77 mA/g. Luas permukaan arang aktif meningkat seiring dengan peningkatan rasio impregnasi HCEPOCE terhadap CTW. Metode produksi yang memanfaatkan limbah kayu tamarind menjadikannya solusi yang berkelanjutan dan hemat biaya untuk pengolahan limbah obat. Dengan daya serap yang tinggi terhadap senyawa anionik seperti mikroorganisme, karbon aktif dari kayu tamarind dapat dimanfaatkan untuk menghapus berbagai kontaminan farmasi dari limbah cair. Ketahanan dan biaya rendah dalam pembuatan karbon aktif kayu tamarind menjadikannya pilihan menarik untuk kegunaan industri dalam pengelolaan Cangkang Buah Argan (Argania spinosa (L. Karbon aktif yang berasal dari cangkang buah argan memiliki efisiensi tinggi dalam mengikat senyawa obat, sehingga menjadi pilihan yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah. Karbon aktif yang diambil dari cangkang buah argan memiliki luas permukaan spesifik sekitar 1007,76 mA/g dan batas adsorpsi maksimum 126 mg/g untuk diclofenac serta 210 mg/g untuk kafein. Durasi keseimbangan untuk diclofenac dan kafein masing-masing adalah 60 menit dan 90 menit. Metode produksi yang memanfaatkan limbah cangkang buah argan menjadikan ini pilihan yang berkelanjutan dan ekonomis. Dengan kemampuan adsorpsi yang tinggi, karbon aktif dari cangkang buah argan berpotensi digunakan untuk mengurangi berbagai polutan farmasi dalam air limbah, memberikan solusi terhadap isu pencemaran lingkungan. Karbonisasi dan Karakterisasi dilakukan menggunakan analisis termogravimetri (TGA), spektroskopi inframerah (FT-IR), dan metode BET untuk menentukan luas permukaan dan volume pori. Daun Geranium Mawar (Pelargonium graveolens L. Karbon aktif yang berasal dari daun geranium mawar memiliki luas permukaan yang besar dan tingkat porositas yang baik, yang membuatnya mampu menyerap senyawa obat seperti ibuprofen secara efektif. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Karbon aktif dari daun geranium mawar menunjukkan kemampuan maksimum dalam menyerap ibuprofen sebesar 113,76 mg/g. Proses penyerapan mengikuti model isoterm Freundlich, yang menunjukkan bahwa penyerapan terjadi di permukaan yang bervariasi. Dengan kemampuan penyerapan yang tinggi dan efisiensi yang baik yaitu 74,12%, karbon aktif dari daun geranium mawar dapat dimanfaatkan untuk menghapus polutan obat dari air limbah, menyediakan solusi untuk isu pencemaran lingkungan. Karbonisasi pada suhu 600 AC dengan aliran nitrogen, diikuti dengan aktivasi kimia menggunakan asam ortofosfat (HCEPOCE). Karakterisasi dengan teknik seperti TGA. SEM, dan FTIR. Minyak Kernel Argan (Argania spinosa (L. ) Skeel. Karbon aktif yang diperoleh dari limbah pengolahan minyak kernel argan menunjukkan potensi besar sebagai adsorben dalam penghapusan limbah farmasi, dengan tingkat penghilangan amoksisilin mencapai 77,2% dalam kondisi terbaik. Karbon aktif yang dihasilkan memiliki luas permukaan spesifik sebesar 1618 mA/g serta kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 303,03 mg/g untuk Karbonisasi pada suhu 400 AC, diikuti dengan aktivasi kimia menggunakan KOH pada suhu 800 AC. Karakterisasi dilakukan dengan analisis BET untuk menentukan luas permukaan, volume pori, dan analisis FT-IR. Cangkang Buah Cassia Bakteriana (Cassia bakeriana Crai. Karbon aktif yang diperoleh dari cangkang buah Cassia bakeriana memiliki area permukaan yang sedang . 4 mA/. namun menunjukkan kemampuan adsorpsi yang luar biasa, yang diakibatkan oleh interaksi elektrostatik serta interaksi A-A antara permukaan karbon dan molekul senyawa. Kemampuan adsorpsi yang luar biasa ini adalah 970 mg/g untuk congo red dan 600 mg/g untuk ciprofloxacin. Tingkat keberhasilan penghilangan congo red mencapai 99% dan ciprofloxacin mencapai 90%. Karbonisasi pada suhu 700 AC dalam atmosfer nitrogen, diikuti dengan aktivasi kimia menggunakan kalium hidroksida (KOH) dengan rasio 1:1. karakterisasi dengan BET dan FT-IR. Kulit Kacang Tanah (Arachis hypogae. Dengan menggunakan sintesis arang aktif dari kulit kacang tanah yang melibatkan proses karbonisasi dan aktivasi menggunakan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB), arang aktif yang telah dimodifikasi dengan CTAB menunjukkan peningkatan luas permukaan dan kapasitas adsorpsi maksimum terhadap tetrasiklin yang mencapai 272 mg/g, di mana efisiensi pengurangan tetrasiklin mencapai 99%. Sedangkan untuk amoksisilin, kapasitas adsorpsinya adalah 305 mg/g dengan efisiensi penghapusan yang mencapai 98%. Proses modifikasi menggunakan CTAB meningkatkan interaksi elektrostatik serta sifat hidrofobik. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Setyawan et al. , 2. bahwa arang kulit kacang tanah teraktivasi memiliki daya serap terhadap ion logam Cu(II) yang optimal pada pH 3, dengan kemampuan daya serap mencapai 45,6553 mg/g. Selain itu, pada konsentrasi optimum 90 ppm, arang tersebut mampu menyerap ion logam Cu(II) hingga 17,6857 mg/g. Pemanfaatan arang aktif yang berasal dari kulit kacang tanah bukan hanya membantu mengurangi limbah pertanian tetapi juga menawarkan solusi untuk masalah pencemaran air akibat Sintesis arang aktif dengan karbonisasi kulit kacang tanah pada suhu 600 AC dalam lingkungan terbatas oksigen. Arang aktif dimodifikasi menggunakan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB). Karakterisasi arang aktif menggunakan teknik seperti FTIR. SEM, dan XRD. Kulit Kelapa (Mesocarpium Cocos nucifera. Kulit kelapa adalah produk sampingan pertanian yang melimpah di Benin, sehingga pemanfaatannya sebagai bahan dasar untuk menghasilkan arang aktif tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menawarkan solusi untuk pengelolaan limbah di sektor farmasi. Proses penyerapan mengikuti pola isoterm Langmuir, yang menunjukkan bahwa penyerapan berlangsung di permukaan yang seragam dan adsorbat tersebar dalam satu lapisan. Arang aktif yang diproduksi memiliki luas permukaan spesifik sebesar 437 mA/g serta nilai iodine tertinggi mencapai 930,28 mg/g. Arang aktif yang diperoleh dari kulit kelapa menunjukkan potensi luar biasa sebagai adsorben untuk limbah farmasi, dengan efisiensi penghilangan yang sangat tinggi. Kulit Kacang Hijau (Vigna radiata L) Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Kulit kacang hijau sebagai sumber untuk arang aktif menawarkan kelebihan karena merupakan produk sampingan dari pertanian yang banyak dan terjangkau. Melalui tahap karbonisasi dan aktivasi, karakteristik adsorpsi arang aktif meningkat, sehingga menjadi efektif dalam mengeliminasi senyawa obat dari air. Tingkat efisiensi yang tinggi dalam penghilangan RH menandakan bahwa arang aktif yang berasal dari kulit kacang hijau bisa menjadi solusi yang ramah lingkungan dan hemat biaya untuk menangani masalah pencemaran limbah farmasi. Dengan efisiensi penghilangan RH mencapai 99,16% di kondisi terbaik yaitu pada pH 2 dan dosis adsorben sebesar 0,75 g/L, menunjukkan adanya area permukaan spesifik yang tinggi, yang berkontribusi pada kemampuan adsorpsinya yang efektif. Limbah Kayu Anggur (Vitis vinifera L. Arang aktif yang terbentuk dengan metode karbonisasi dari limbah kayu anggur memiliki tingkat pengurangan methylene blue mencapai 98% dalam kondisi terbaik, yaitu pada pH 11, konsentrasi awal Methylen blue 100 mg/L, serta dosis adsorben 12,25 g/L. Luas permukaan yang dihasilkan adalah 084 mA/g dan kapasitas adsorpsi maksimum mencapai 5,88 mg/g. Tingginya tingkat pengurangan menunjukkan bahwa arang aktif yang berasal dari limbah kayu anggur dapat menjadi alternatif yang efektif dan berkelanjutan untuk menangani pencemaran limbah farmasi, terutama dalam penghilangan zat berbahaya seperti methylene blue dari air. Daun Eucalyptus Camaldulensis (Eucalyptus Camaldulensis Foliu. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa arang aktif yang dihasilkan menunjukkan kapasitas dalam menghilangkan ascorbic acid sebesar 190. 80 mg/g pada K-Eucal-20 dan 305. 78 mg/g pada K-Eucal40, dengan luas permukaan K-Eucal-20: 92. 00 mA/g dan K-Eucal-40: 200. 00 mA/g Tingkat efisiensi adsorpsi yang diperoleh mencapai 98% dalam kondisi yang paling optimal, menandakan bahwa arang aktif yang berasal dari daun Eucalyptus camaldulensis sangat ampuh dalam menyerap senyawa farmasi dari air. Eucalyptus camaldulensis memiliki potensi sebagai solusi yang efektif dan ramah lingkungan untuk menangani pencemaran limbah farmasi, khususnya dalam penghilangan ascorbic acid dari sumber air. Kulit Pisang (Epicarpium Musa paradisiaca. Kulit pisang sebagai sumber bahan untuk arang aktif menunjukkan potensi yang signifikan karena merupakan produk sampingan pertanian yang berlimpah dan terjangkau. Prosedur aktivasi menggunakan asam fosfat memperbesar area permukaan dan meningkatkan struktur pori arang aktif, yang berperan penting dalam meningkatkan kapabilitas adsorpsi. Dengan aktivasi kimia menggunakan asam fosfat (HCEPOCE) dan kemudian dikarbonisasi pada suhu 450 AC menghasilkan luas permukaan 911,59 mA/g dan tingkat efisiensi penghapusan mencapai 91,63% untuk amoksisilin dan 90,29% untuk Kapasitas adsorpsi puncak untuk amoksisilin berada di angka 393,70 mg/g, sementara untuk karbamazepin tercatat 338,98 mg/g. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Nadir et al. , 2. kulit pisang kepok yang diekstraksi pektinnya mampu mengadsorpsi logam Mn dengan kapasitas maksimum sebesar 0,182 mg/g pada waktu adsorpsi optimum selama 150 menit. Persentase efisiensi adsorpsi yang dicapai adalah 36,403%, yang menunjukkan bahwa kulit pisang kepok tidak hanya berfungsi sebagai bahan limbah. Hal ini menunjukkan bahwa arang aktif yang berasal dari kulit pisang dapat menjadi metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam menangani pencemaran limbah Serat Pohon Kurma (Phoenix dactylifera L. Proses aktivasi menggunakan ZnClCC meningkatkan luas permukaan yaitu 1726. 11 mA/g, serta struktur pori dari arang aktif serat palm fiber, yang berperan dalam meningkatkan kapasitas adsorpsi secara Maksimum kapasitas adsorpsi yang diperoleh adalah 147 mg/g, dan model adsorpsi paling tepat menggunakan isotherm Langmuir serta model kinetik pseudo-order kedua. Tingkat efisiensi penghapusan yang mencapai 99% menunjukkan bahwa arang aktif yang dihasilkan dari serat palm date dapat menjadi solusi yang efisien dan ramah lingkungan untuk mengatasi pencemaran dari limbah farmasi, terutama dalam menghilangkan Tylosin dari sumber air. Serat diimpregnasi dengan ZnClCC sebagai agen aktivasi dan kemudian dikarbonisasi pada suhu 432 AC selama 10 menit. Karakterisasi arang aktif dilakukan menggunakan analisis CHNS-O. BET. FTIR. SEM, dan XRD. Kulit Pinus (Pinus pinea L. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 Proses karbonisasi dan aktivasi menggunakan uap memperluas area permukaan serta mengubah struktur pori dari arang aktif, yang berpengaruh pada kemampuan adsorpsi yang tinggi. Luas permukan arang aktif kulit pinus adalah 1463 mA/g. Kapasitas adsorpsi tertinggi untuk karbamazepin mencapai 150 mg/g, sementara untuk diclofenac adalah 120 mg/g. Tingkat pengurangan yang mencapai 80% untuk karbamazepin dan 75% untuk diclofenac menunjukkan bahwa arang aktif yang berasal dari kulit pinus dapat menjadi solusi yang efisien dan berkelanjutan dalam menangani pencemaran limbah dari industri Karbonisasi pada suhu 400 AC selama 1 jam dan aktivasi dengan uap pada suhu 800 AC. Karakterisasi dengan analisis BET untuk menentukan luas permukaan, serta FTIR dan SEM. Kulit Kentang (Pericarpium Solani tuberos. Kulit kentang sebagai sumber bahan untuk arang aktif memiliki kemampuan besar karena merupakan limbah pertanian yang banyak ditemukan dan ekonomis. Proses aktivasi menggunakan KOH memperluas area permukaan dan memperbaiki struktur pori arang aktif, yang meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Luas permukaan arang aktif yang dihasilkan adalah 405 mA/g. Tingkat keefektifan penghapusan mencapai 95% untuk dorzolamide dan 92% untuk pramipexole. Kapasitas maksimum adsorpsi untuk dorzolamide tercatat sebesar 66 mg/g, sedangkan untuk pramipexole mencapai 56 mg/g. Hal ini menunjukkan bahwa arang aktif yang berasal dari kulit kentang dapat berfungsi sebagai solusi yang ampuh dalam mengatasi masalah pencemaran limbah farmasi. Daun Teh Pohon Plane (Camellia sinensis L. and Platanus acerifoli. Karbon aktif dari daun teh yang disintesis dengan metode dua langkah menunjukkan kinerja terbaik dalam mengadsorpsi pramipexole dengan kapasitas maksimum 112 mg/g pada PH 3. Luas permukaannya yaitu 1151 mA/g. Adsoprsi mengikuti model langmuir dan kinetika orde satu semu,dan melibatkan gugus fungsi C=O,C-H,dan O-H. Hasil ini menunjukkan bahwa arang aktif yang berasal dari daun teh efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan air limbah yang terkontaminasi senyawa farmasi dengan efisiensi penghilangan yaitu sekitar 49%. Kulit Jeruk (Citrus sinensis L. Adsorben yang dihasilkan dari kulit jeruk ini memiliki puncak difraksi yang signifikan terlihat pada 2 = 16,3 serta 22,3, yang merupakan karakteristik selulosa. ini menunjukkan bahwa selulosa yang ada dalam adsorben OPs adalah jenis amorf. Kandungan karbon aktif kulit jeruk mengandung . 45%), 68%), hydrogen . 76%), nitrogen . 38%), and sulfur . 95%). Luas permukaan untuk OPs 8 m2/g. MOPs sebesar 367. 5 m2/g dan untuk LMOPs 93. 4 m2/g. MOPs memiliki efisiensi penghilangan untuk carbamazepine mencapai 81,98% dan untuk diclofenac mencapai 90,53% setelah beberapa siklus penggunaan. LMOPs memiliki persentase penyisihan 81,98% dan 90,53% untuk karbamazepin dan diklofenak, setelah siklus ke-3, sedangkan persentase penyisihan sebesar 43,30% dan 56,40% untuk karbamazepin dan diklofenak. Hasil tersebut menunjukan bahwa karbon aktif dari kulit jeruk memiliki efektivitas sebagai adsorben limbah farmasi. Tongkol Jagung (Zea may. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Wardani et al. , 2. Penelitian ini menggunakan metode batch dikombinasikan dengan metode sonikasi. Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa gelombang ultrasonik . mampu meningkatkan efek adsorpsi terhadap tetrasiklin hidroklorida. Waktu adsorpsi menjadi lebih cepat dengan hasil yang lebih maksimal. Arang aktif yang diperoleh dari proses aktivasi arang tongkol jagung. Aktivasi dilakukan dengan perendaman dalam asam klorida selama 24 jam, yang dapat meningkatkan sifat arang sebagai adsorben, seperti membersihkan pori-pori, menambah luas permukaan, dan menambah kelompok aktif yang lebih baik. Lapisan kitosan yang ditambahkan pada bahan arang yang diaktifkan mempengaruhi permukaan arang aktif, juga dapat mengurangi luas permukaan, pori distribusi, dan volume pori, tetapi masih mempunyai potensi untuk meningkatkan ukuran pori. Proses adsorpsi dengan menggunakan metode sonikasi dapat meningkatkan kapasitas adsorpsi dari 2,092 mg. g-1 menjadi 5,330 mg. g-1 . KESIMPULAN Berbagai sumber limbah pertanian, seperti biji labu, akar beringin, kulit buah delima, kayu tamarind, dan lainnya, memiliki potensi yang signifikan untuk dijadikan arang aktif yang efektif dalam Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada. Volume 25 Nomor 2. Agustus 2025 mengadsorpsi senyawa farmasi dari air limbah. Karbon aktif yang dihasilkan dari bahan-bahan ini menunjukkan luas permukaan yang tinggi dan kapasitas adsorpsi yang baik, memungkinkan penghilangan kontaminan farmasi dengan efisiensi yang sangat tinggi. Metode produksi yang ramah lingkungan dan ekonomis menjadikan arang aktif dari limbah pertanian sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah farmasi. Dengan karakteristik fisik dan kimia yang memadai, arang aktif ini dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan limbah, memberikan alternatif yang menarik untuk industri dalam upaya menjaga kualitas lingkungan. DAFTAR PUSTAKA