ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Juni, 2025, pp. 99Oe107 E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423. DOI:10. ye Digitalization of Financial Literacy and Social Media as a Sustainable Economic Strategy in Food & Beverages Digitalisasi Literasi Keuangan dan Media Sosial sebagai Strategi Ekonomi Berkelanjutan pada Food & Beverages Hamdan1 . Efa Ayu Nabila2 . Reyhan Algiffary Gunawan3 . Ajeng Putri Valentie4* . Carlos Perez5 1 Faculty of Management. Serang Raya University. Indonesia 2, 3, 4 Faculty of Economics and Business. University of Raharja. Indonesia 5 Faculty of of Computer Science. Ilearning incorporation. USA 1 hamdanunsera@gmail. com, 2 efa@raharja. info, 3 reyhan. algiffary@raharja. info, 4 ajeng. putri@raharja. info 5 carloszz11@ilearning. *Corresponding Author Info Artikel ABSTRACT Article history: The digitalization of financial literacy is a crucial foundation for strengthening the resilience and economic sustainability of the Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. sector, particularly in the dynamic and competitive food and beverage industry. This study aims to analyze the role of creative communication strategies, brand personality, and digital marketing engagement in encouraging the optimization of interactive social media and the utilization of user-generated content as instruments for improving MSME financial literacy. Using quantitative methods and a Structural Equation Modeling (SEM) approach based on SmartPLS software, this study involved 150 MSMEs in the food and beverage sector across Indonesia. The results show that creative communication strategies and brand personality have a significant influence on digital marketing engagement, which in turn encourages social media use and consumer participation in producing educational content. These findings confirm that the digitalization of financial literacy through digital platforms not only improves financial understanding but also strengthens MSME businessesAo position in a sustainable digital economy ecosystem. This study provides strategic implications for MSMEs, policymakers, and other stakeholders in developing social media-based financial literacy models relevant to the characteristics of the food and beverage sector. Penyerahan Februari 05, 2025 Revisi April 15, 2025 Diterima Juni 17, 2025 Diterbitkan Juni 23, 2025 Keywords: Financial Literacy MSMEs Local Economy Sustainable Kata Kunci: Literasi Keuangan UMKM Ekonomi Lokal Berkelanjutan This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. ABSTRAK Digitalisasi literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan ekonomi sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di industri food & beverages yang dinamis dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi komunikasi kreatif, kepribadian merek, serta keterlibatan digital marketing dalam mendorong optimalisasi media sosial interaktif dan pemanfaatan konten yang dihasilkan pengguna . sergenerated conten. sebagai instrumen peningkatan literasi keuangan UMKM. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis perangkat lunak SmartPLS, studi ini melibatkan 150 pelaku UMKM sektor food & beverages di berbagai wilayah Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kreatif dan kepribadian merek memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan digital marketing, yang selanjutnya mendorong penggunaan media sosial dan partisipasi konsumen dalam menghasilkan konten bernilai edukatif. Temuan ini Journal homepage: https://adi-journal. org/index. php/abdi ye E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 menegaskan bahwa digitalisasi literasi keuangan melalui platform digital tidak hanya meningkatkan pemahaman finansial, tetapi juga memperkuat posisi bisnis UMKM dalam ekosistem ekonomi digital yang berkelanjutan. Studi ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku UMKM, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan model literasi keuangan berbasis media sosial yang relevan dengan karakteristik sektor makanan dan minuman. This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. DOI: https://doi. org/10. 34306/abdi. This is an open-access article under the CC-BY license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. AAuthors retain all copyrights PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun belakangan, digital marketing telah menjadi salah satu instrumen utama yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk memperluas jangkauan bisnis mereka. Di Indonesia. UMKM memegang peran sentral dalam perekonomian daerah, namun masih banyak di antara mereka yang belum optimal dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan . Salah satu hambatan utama yang dihadapi adalah minimnya pemahaman tentang bagaimana strategi komunikasi yang efektif mampu meningkatkan partisipasi digital dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan literasi keuangan pelaku UMKM . Penelitian ini berupaya menjawab tantangan tersebut dengan mengkaji sejauh mana penerapan strategi komunikasi kreatif dan elemen kepribadian merek dapat berpengaruh terhadap keterlibatan dalam digital marketing . Selain itu, studi ini juga akan menelusuri dampak dari penggunaan media sosial interaktif serta konten buatan pengguna terhadap peningkatan kemampuan literasi keuangan dalam sektor UMKM. Fokus utama dalam penelitian ini adalah menganalisis peran digital marketing dalam membantu UMKM memperkuat pengetahuan serta keterampilan mereka dalam pengelolaan keuangan, sehingga mendorong keberlanjutan dan perkembangan ekonomi lokal . Lebih lanjut, penelitian ini mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG. ke-4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi keuangan UMKM dengan pendekatan edukatif berbasis digital . Literasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan wawasan keuangan, tetapi juga membangun kemampuan individu dalam mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional dan berkelanjutan . Struktur dari penelitian ini diawali dengan ulasan literatur yang membahas teori-teori seputar strategi komunikasi kreatif, kepribadian merek, keterlibatan digital marketing, dan literasi keuangan . Kemudian, dijelaskan metode yang digunakan, yaitu Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menganalisis hubungan antar variabel. Selanjutnya, bagian hasil dan pembahasan akan menguraikan temuan penelitian dan implikasinya, yang kemudian diakhiri dengan kesimpulan serta rekomendasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan UMKM melalui penerapan strategi digital marketing yang optimal . PENELITIAN TERDAHULU Sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1, sejumlah penelitian sebelumnya mengidentifikasi bahwa literasi keuangan merupakan faktor krusial dalam memperkuat kemampuan UMKM dalam mengelola aspekaspek keuangan usaha mereka, yang pada akhirnya memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan bisnis dan pertumbuhan ekonomi lokal. Pemahaman keuangan yang memadai memungkinkan pelaku UMKM untuk mengelola pencatatan keuangan, arus kas, perencanaan pajak, keputusan investasi, serta strategi pembiayaan usaha secara lebih terstruktur dan tepat. Studi yang dilakukan oleh Manzilati menegaskan pentingnya peningkatan pendidikan keuangan bagi UMKM di Indonesia, yang sering kali masih menghadapi tantangan dalam memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan, terutama dalam hal pengelolaan arus kas secara berkelanjutan, strategi pajak yang efisien, serta wawasan investasi untuk mendukung ekspansi bisnis . Kurangnya pemahaman ini seringkali mengarah pada pengambilan keputusan yang keliru, seperti penggunaan pinjaman secara berlebihan atau ketidaktahuan terhadap berbagai insentif fiskal yang ditawarkan oleh pemerintah. ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Juni, 2025, pp. 99Ae107 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. ye Gambar 1. SGDs Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas literasi keuangan tidak hanya berdampak pada pengambilan keputusan di level operasional, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi manajerial, memperkuat struktur permodalan, dan meningkatkan ketahanan usaha terhadap berbagai gejolak ekonomi, seperti inflasi, krisis keuangan, atau perubahan kebijakan pasar. UMKM yang memiliki pengetahuan keuangan yang baik cenderung lebih siap dalam mengelola risiko, beradaptasi terhadap perubahan pasar, serta mendorong inovasi produk dan layanan mereka. Lebih lanjut, penelitian dari Aribawa mengungkap bahwa masih banyak pelaku UMKM di Indonesia yang belum sepenuhnya memanfaatkan layanan dan produk keuangan formal, seperti kredit dengan bunga rendah, asuransi usaha, pembiayaan berbasis syariah, maupun platform finansial digital yang mendukung efisiensi bisnis . Penelitian ini menyoroti bahwa rendahnya literasi keuangan serta keterbatasan pemahaman terhadap manfaat dan risiko dari produk keuangan menjadi hambatan utama dalam mengakses layanan tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang bersifat sistematis dan berkelanjutan, seperti penyelenggaraan pelatihan literasi keuangan, kampanye edukasi melalui media digital dan komunitas lokal, serta sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan untuk meningkatkan kapasitas finansial UMKM. Dengan adanya peningkatan literasi keuangan. UMKM diharapkan dapat menjadi lebih tangguh dan responsif terhadap risiko ekonomi, seperti ketidakpastian kebijakan atau fluktuasi permintaan pasar. Mereka juga akan lebih mampu mengidentifikasi peluang-peluang baru, memperoleh akses terhadap berbagai sumber pembiayaan, serta merancang rencana bisnis jangka panjang yang berorientasi pada keberlanjutan. Hal ini secara langsung mendukung tercapainya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan baik di tingkat lokal maupun nasional, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang kompetitif di era digital. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) guna mengevaluasi keterkaitan antar variabel dalam studi ini. Sebanyak 135 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Indonesia dijadikan responden dalam penelitian ini. Variabel yang dianalisis mencakup Strategi Komunikasi Kreatif. Kepribadian Merek. Keterlibatan dalam Digital Marketing. Konten yang Dibuat oleh Pengguna (User-Generated Conten. , serta Platform Media Sosial Interaktif. Pemilihan responden dilakukan dengan metode purposive sampling, yakni berdasarkan kriteria tertentuAidalam hal ini, pelaku UMKM yang telah secara aktif menggunakan platform digital untuk keperluan pemasaran dan promosi. Hubungan kausal antar variabel dalam model penelitian dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Berikut adalah tabel karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian ini: Mengacu pada Tabel 1, sebagian besar responden dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki, dengan persentase sebesar 57,8%, sedangkan responden perempuan mencapai 42,2%. Temuan ini mencerminkan E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 ye Karakteristik Jenis kelamin Laki laki Perempuan Usia 18-30 Tahun 31-45 Tahun 40-60 Tahun Sektor usaha Manufaktur Perdagangan dan jasa Tabel 1. Karakteristik Sampel Jumlah Responden . = . Persentase (%) 57,8% 42,2% 33,3% 44,4% 22,2% 37,0% 63,0% bahwa pelaku UMKM yang terlibat dalam studi ini mayoritas adalah laki-laki. Ditinjau dari kelompok usia, responden terbanyak berada pada rentang usia 31Ae45 tahun sebesar 44,4%, diikuti oleh usia 18Ae30 tahun sebesar 33,3%, dan usia 40Ae60 tahun sebesar 22,2% . Komposisi usia tersebut mengindikasikan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif yang aktif menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Sementara itu, berdasarkan sektor usaha, responden paling banyak berasal dari sektor perdagangan dan jasa sebesar 63,0%, sedangkan sisanya sebesar 37,0% bergerak di sektor manufaktur. Hal ini menunjukkan dominasi sektor perdagangan dan jasa dibandingkan sektor manufaktur dalam konteks penelitian ini . Pola distribusi karakteristik responden ini mengindikasikan bahwa pelaku UMKM yang dijadikan sampel dalam penelitian ini umumnya adalah laki-laki yang berada dalam usia produktif serta beroperasi di sektor perdagangan dan jasa . Informasi ini menjadi landasan penting dalam memahami preferensi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi strategi digital marketing pada UMKM, yang dapat disesuaikan dengan karakteristik demografis dan sektoral mereka . HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan hasil analisis data yang diperoleh melalui pemanfaatan perangkat lunak SmartPLS 4. 0, yang digunakan untuk menguji model konseptual serta hubungan antar variabel dalam penelitian ini . Model yang dibangun mengintegrasikan variabel Strategi Komunikasi Kreatif. Kepribadian Merek. Keterlibatan dalam Digital Marketing. Konten Buatan Pengguna (User-Generated Conten. , serta Platform Media Sosial Interaktif dalam konteks peningkatan Literasi Keuangan pelaku UMKM . Proses analisis dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM), yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguji hubungan kausal antar variabel yang telah ditentukan . Model Fit Uji model fit dilakukan untuk mengetahui sejauh mana model yang dihasilkan dapat menggambarkan data dengan baik . Berikut adalah hasil uji kesesuaian model berdasarkan berbagai indikator yang diperoleh dari SmartPLS: Gambar 2. Model SmartPLS Pengaruh Digital Marketing dan Literasi Keuangan terhadap Ekonomi Berkelanjutan Gambar 2 menggambarkan arah hubungan antar konstruk dalam penelitian yang melibatkan tiga variabel utama, yaitu Digital Marketing (X. Financial Literacy (X. , dan Sustainable Economy (Y). Variabel ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Juni, 2025, pp. 99Ae107 ye ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Financial Literacy berperan sebagai mediator yang menjembatani pengaruh antara Digital Marketing terhadap Sustainable Economy. Nilai path coefficient () dan t-statistic pada masing-masing jalur menunjukkan signifikansi dan kekuatan hubungan. Tabel 2. Model Fit Indikator Model Fit SRMR (Standardized Root Mean Square Residua. NFI (Normed Fit Inde. RMSEA (Root Mean Square Error of Approximatio. CFI (Comparative Fit Inde. Nilai 0,05 0,94 Tabel Referensi <0. >0. <0. >0. Berdasarkan Tabel 2, hasil analisis menunjukkan bahwa model penelitian ini memiliki tingkat kecocokan yang memadai. Nilai SRMR (Standardized Root Mean Square Residua. tercatat sebesar 0,08, yang berada di bawah ambang batas < 0,10, menandakan bahwa kesalahan residu dalam model tergolong rendah . Selain itu, nilai NFI (Normed Fit Inde. sebesar 0,91 dan CFI (Comparative Fit Inde. sebesar 0,94, keduanya melebihi angka 0,90, yang mengindikasikan bahwa model memiliki kesesuaian yang tinggi dengan data empiris . Adapun nilai RMSEA (Root Mean Square Error of Approximatio. sebesar 0,05, yang lebih kecil dari 0,08, mencerminkan tingkat kesalahan aproksimasi yang rendah, sehingga model ini dapat dikategorikan memiliki tingkat kecocokan yang baik. Secara keseluruhan, indikator-indikator model fit tersebut menunjukkan bahwa model struktural dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria kecocokan yang layak dan dapat digunakan untuk proses analisis lebih lanjut . Path Coefficients Uji signifikansi jalur bertujuan untuk mengukur seberapa kuat dan signifikan hubungan antar variabel. Berikut adalah hasil uji koefisien jalur yang menunjukkan pengaruh langsung antar variable dalam model penelitian . Tabel 3. Hasil Path Coefficients Koefisien T-statistik Jalur () Strategi Komunikasi Kreatif Ie 0. Keterlibatan Digital Marketing Kepribadian Merek Ie Keterlibatan 0. Digital Marketing Keterlibatan Digital Marketing Ie 0. User-Generated Content User-Generated Content Ie Literasi 0. Keuangan UMKM Platform Media Sosial Interaktif Ie 0. Literasi Keuangan UMKM Variable P-value Merujuk pada Tabel 3, hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh hubungan antar variabel dalam model penelitian ini terbukti signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai T-statistik yang melebihi angka 1,96 dan P-value yang lebih kecil dari 0,05 . A Variabel Strategi Komunikasi Kreatif terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap Keterlibatan Digital Marketing, dengan koefisien jalur sebesar 0,38, nilai T-statistik 4,56, dan P-value 0,000. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin inovatif dan kreatif strategi komunikasi yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat keterlibatan dalam aktivitas digital marketing . A Variabel Kepribadian Merek juga menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Keterlibatan Digital Marketing, dengan nilai koefisien 0,26. T-statistik 3,24, dan P-value 0,001. Hal ini menggarisbawahi bahwa identitas merek yang kuat mampu meningkatkan interaksi dan partisipasi konsumen dalam pemasaran digital . E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 ye A Keterlibatan dalam Digital Marketing secara signifikan berpengaruh terhadap Konten yang Dihasilkan Pengguna (User-Generated Conten. , dengan nilai koefisien sebesar 0,45. T-statistik 5,12, dan P-value 0,000. Artinya, semakin tinggi tingkat keterlibatan digital, maka semakin besar pula dorongan bagi pengguna untuk menghasilkan konten terkait . A User-Generated Content berkontribusi positif terhadap Literasi Keuangan UMKM, dengan koefisien 0,32. T-statistik 4,15, dan P-value 0,000. Artinya, semakin banyak konten yang dibuat oleh pengguna, semakin baik pemahaman keuangan UMKM. A Platform Media Sosial Interaktif juga berpengaruh terhadap Literasi Keuangan UMKM, dengan koefisien 0,40. T-statistik 4,78, dan P-value 0,000, yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial interaktif dapat meningkatkan literasi keuangan UMKM secara signifikan. Hasil ini mengonfirmasi bahwa strategi komunikasi kreatif, kepribadian merek, dan keterlibatan digital marketing memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan UMKM melalui user-generated content dan pemanfaatan media sosial interaktif. Analisis Variance Explained (RA) Nilai RA berfungsi untuk menunjukkan sejauh mana proporsi varians suatu variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model. Adapun nilai RA yang dihasilkan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut: Tabel 4. Uji R-Square Variabel Endogen Keterlibatan Digital Marketing User-Generated Content Literasi Keuangan UMKM Tabel 4 menyajikan hasil Uji R-Square yang menunjukkan bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan sebesar 45% varians pada variabel Keterlibatan Digital Marketing, 49% varians pada variabel Konten yang Dihasilkan Pengguna, serta 55% varians pada variabel Literasi Keuangan UMKM. Persentase tersebut mengindikasikan bahwa model memiliki daya jelaskan yang cukup baik, terutama dalam menguraikan faktorfaktor yang memengaruhi peningkatan literasi keuangan di kalangan UMKM. Berdasarkan hasil analisis jalur dan nilai RA yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Strategi Komunikasi Kreatif serta Kepribadian Merek memberikan pengaruh signifikan terhadap Keterlibatan dalam Digital Marketing, yang kemudian mendorong peningkatan dalam Konten yang Dihasilkan oleh Pengguna. Selanjutnya, variabel Konten yang Dihasilkan Pengguna dan Platform Media Sosial Interaktif terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan Literasi Keuangan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi yang tepat serta pemanfaatan platform media sosial secara efektif dapat secara substansial membantu UMKM dalam meningkatkan pemahaman keuangan mereka. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa digital marketing melalui optimalisasi konten buatan pengguna dan keterlibatan aktif di media sosial memiliki peran yang krusial dalam mendukung peningkatan literasi keuangan UMKM, yang pada akhirnya dapat memperkuat ketahanan dan pertumbuhan ekonomi lokal . IMPLIKASI MANAJERIAL Meningkatnya literasi keuangan pada pelaku UMKM memberikan dampak yang signifikan terhadap pengelolaan bisnis, khususnya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengambilan keputusan keuangan . Oleh karena itu, para manajer UMKM perlu memberikan perhatian lebih terhadap pentingnya pelatihan keuangan bagi para pelaku usaha agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik terkait prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan, seperti pengelolaan arus kas, penyusunan anggaran, dan perencanaan perpajakan . Dengan kemampuan tersebut. UMKM akan lebih mampu mengelola sumber daya secara optimal, meminimalkan risiko keuangan, serta meningkatkan profitabilitas, yang secara keseluruhan mendukung kelangsungan bisnis dalam jangka panjang . , . ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. Vol. No. Juni, 2025, pp. 99Ae107 ADI Bisnis Digital Interdisiplin (ABDI Jurna. ye Di sisi lain, perusahaan maupun institusi keuangan yang memiliki peran dalam mendukung UMKM juga dituntut untuk menciptakan produk serta layanan yang lebih selaras dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman keuangan para pelaku usaha. Untuk mendukung hal ini, penting bagi perusahaan untuk mengembangkan program edukasi yang dapat dengan mudah diakses oleh UMKM, seperti seminar, pelatihan, maupun kursus daring yang membahas aspek-aspek penting dalam pengelolaan finansial. Akses yang lebih luas terhadap informasi dan pelatihan tersebut tidak hanya membantu UMKM dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga mendorong peningkatan kepercayaan diri mereka dalam membuat keputusan finansial secara lebih strategis, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih menyeluruh. KESIMPULAN Hasil analisis menggunakan SmartPLS menunjukkan bahwa seluruh jalur dalam model penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan. Strategi Komunikasi Kreatif terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap Keterlibatan Digital Marketing dengan nilai koefisien sebesar 0. 38 dan t-statistik 4. Selain itu. Kepribadian Merek juga berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan Keterlibatan Digital Marketing, dengan nilai koefisien 0. 26 dan t-statistik sebesar 3. Selanjutnya. Keterlibatan Digital Marketing memberikan dampak yang sangat kuat terhadap Konten yang Dihasilkan Pengguna, dengan koefisien jalur 45 dan t-statistik 5. Temuan lain menunjukkan bahwa baik Konten yang Dihasilkan Pengguna maupun Platform Media Sosial Interaktif berperan penting dalam meningkatkan Literasi Keuangan UMKM, masing-masing dengan koefisien 0. 32 dan 0. 40, serta didukung oleh nilai t-statistik yang signifikan. Secara keseluruhan, model ini mampu menjelaskan sebesar 55% varians dalam Literasi Keuangan UMKM, yang mengindikasikan bahwa keterlibatan dalam digital marketing memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan pemahaman keuangan pada pelaku UMKM. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan kepada para pelaku UMKM untuk memberikan perhatian lebih dalam merancang Strategi Komunikasi Kreatif dalam aktivitas pemasaran digital mereka. Strategi ini terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap Keterlibatan Digital Marketing yang kemudian mendorong peningkatan Konten yang Dihasilkan Pengguna. Dalam hal ini, penting bagi UMKM untuk menyampaikan komunikasi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen, yang tidak hanya memperkuat interaksi dengan pelanggan, tetapi juga membantu dalam menyampaikan edukasi keuangan melalui media digital. Penguatan terhadap peran Konten yang Dihasilkan Pengguna serta optimalisasi Platform Media Sosial Interaktif menjadi kunci dalam memperluas jangkauan informasi edukatif yang bermanfaat bagi peningkatan literasi keuangan secara berkelanjutan bagi UMKM. Penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualita. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonom. , serta SDG 9 (Industri. Inovasi, dan Infrastruktu. Peningkatan literasi keuangan UMKM sejalan dengan SDG 4 karena menyediakan edukasi finansial yang relevan. Sementara itu, strategi pemasaran digital dan komunikasi yang inovatif turut mendukung SDG 8 dengan meningkatkan daya saing dan kinerja ekonomi UMKM. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran dan edukasi keuangan sejalan dengan SDG 9, karena mendorong inovasi dan penguatan infrastruktur bisnis yang berbasis teknologi secara berkelanjutan. DEKLARASI Tentang Penulis Hamdan (HH) https://orcid. org/0000-0003-1169-3108 Efa Ayu Nabila (EA) https://orcid. org/0000-0002-6446-2613 Reyhan Algiffary Gunawan (RA) Ajeng Putri Valentie (APV) Carlos Perez (CP) Kontribusi Penulis Konseptualisasi: H. , . Metodologi: E. , . Perangkat Lunak: R. , . Validasi: A. , dan C. , . Analisis Formal: H. , dan E. , . Investigasi: R. , . Sumber daya: A. , . Kurasi Data: C. , . Penulisan Draf Awal: H. , dan E. , . Peninjauan dan Penyuntingan Tulisan: R. , dan A. , . Visualisasi: C. , . Semua penulis. , dan C. , telah membaca dan menyetujui naskah yang telah diterbitkan. E-ISSN: 2963-4148 | P-ISSN: 2963-4423 Pernyataan Ketersediaan Data Data yang disajikan dalam studi ini tersedia atas permintaan dari penulis terkait. Pendanaan Penulis tidak menerima dukungan finansial untuk pengabdian, kepenulisan, dan/atau penerbitan artikel ini. Deklarasi Konflik Kepentingan Penulis menyatakan bahwa mereka tidak memiliki konflik kepentingan, baik secara finansial maupunhubungan pribadi, yang dapat memengaruhi pekerjaan yang dilaporkan dalam makalah ini DAFTAR PUSTAKA