Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. PERPINDAHAN MODA TRANSPORTASI DARI KENDARAAN PRIBADI KE SEPEDA DITINJAU DARI SELF-ESTEEM (STUDI KASUS KOTA BANJARMASIN) Emma Ruhaidani1. Dyta Setiawati2. Dyah Pradhitya Hardiani3 1Prodi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Jl. Parman. Pasar Lama. Banjarmasin. Email korespondensi : emma. ftumbjm@gmail. 2Prodi Psikologi. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Jl. Parman. Pasar Lama. Banjarmasin. Email : nandhita007@gmail. 3Prodi Teknik Sipil. Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Jl. Parman. Pasar Lama. Banjarmasin. Email : dyah. hardiani@umbjm. ABSTRAK Transportasi memiliki banyak dampak terhadap lingkungan, keadilan sosial, ekonomi, budaya, penggunaan lahan, dan bentuk perkotaan terutama dalam pengembangan transportasi. Sehingga di dalam mengurangi dampak yang dihasilkan maka dapat dimulai dengan menerapkan suatu konsep sustainable transportation atau transportasi berkelanjutan yang bertujuan untuk mempromosikan cara yang lebih baik dan sehat dengan mengurangi dampak sosial dan lingkungan dalam praktik mobilitas masyarakatnya. Konsep Sustainable transportation sebagai pendukung konsep transportasi berkelanjutan melalui pemilihan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan, yakni dengan mengakomodasi kendaraan tidak bermotor atau sepeda. Pemilihan moda transportasi dalam kegiatan sehari-hari tentu saja kembali lagi kepada individu masing-masing. Pemilihan moda transportasi dalam kegiatan sehari-hari tentu saja kembali lagi kepada individu masing-masing. Bagi manusia Self-esteem atau harga diri sangatlah penting dalam kehidupan manusia itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel perpindahan moda transportasi serta melihat besarnya peluang perpindahan moda transportasi pribadi ke sepeda untuk masyarakat Kota Banjarmasin yang memiliki sepeda dilihat dari self-esteem. Penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan mengenai transportasi berkelanjutan khususnya di Kota Banjarmasin. Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa nilai self-esteem tingkat sedang sebesar 76,38%, kategori rendah sebesar 12,59% dan kategori tinggi sebanyak 11,03%. Berdasarkan analisis data, didapat nilai r_hitung berada diantara 0,4-0,599, artinya terdapat pengaruh hubungan antara variabel X . erpindahan moda transportas. tehadap Y . elf-estee. Hasil analisis R2 sebesar 0,12. Artinya 12% perubahan variabel self-esteem (Y) dapat diterangkan oleh variabel (X), sedangkan 88% dijelaskan variabel lain diantaranya Self-esteem (Y) dan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Sustainable transportation, sepeda, self-esteem ABSTRACT Transportation has many impacts on the environment, social justice, economy, culture, land use, and urban forms especially in the development of transportation. So that in reducing the resulting impact it can be started by applying a concept of sustainable transportation or sustainable transportation that aims to promote a better and healthier way by reducing social and environmental impacts in the mobility practices of its people. The concept of Sustainable transportation as a supporter of the concept of sustainable transportation through the selection of more environmentally friendly transportation facilities, namely by accommodating non- 69 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 motorized vehicles or bicycles. The selection of modes of transportation in daily activities of course returns to each individual. The selection of modes of transportation in daily activities of course returns to each individual. For humans self-esteem or self-esteem is very important in human life This research uses quantitative research methods with regression analysis. This research aims to find out the influence of variable transportation modes of transportation and see the magnitude of opportunities for the transfer of private modes of transportation to bicycles for the people of Banjarmasin City who have bicycles seen from self esteem. This research can be used as a reference in policy making regarding sustainable transportation, especially in the city of Banjarmasin. Based on the analysis of self esteem data, it was found that the moderate level of selfesteem was 76. 38%, the low category was 12. 59% and the high category was 11. Based on the analysis of data, the value of r_hitung is between 0. 599, meaning that there is an influence on the relationship between variable X . ransfer of modes of transportatio. and Y . elf estee. The R^2 analysis result is 0. This means that 12% of changes in variable self esteem (Y) can be explained by variable (X), while 88% of other variables are explained including Self esteem (Y) and other variables that were not studied in this study. Keywords: Sustainable transportation, bike, self-esteem PENDAHULUAN Transportasi memegang peranan penting Hal dikarenakan transportasi berhubungan kegiatan-kegiatan konsumsi, dan distribusi. Meningkatnya pertumbuhan masyarakat berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan Meningkatnya transportasi dan berlangsung secara terus polusi dan kondisi lingkungan yang Paradigma transportasi yang dominan pada Single-Mode-Mobility atau mobilitas dengan moda kendaraan pribadi seperti mobil dan kendaraan bermotor justru menambah pembiayaan, khususnya lingkungan saat timbulnya polusi akibat transportasi yang dapat mengancam kesehatan manusia. Hal ini juga dikarenakan Penerapan dari konsep transportasi meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan individu masyarakatnya yakni dengan menerapkan moda pribadi yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui sepeda. Konsep Sustainable transportation sebagai berkelanjutan melalui pemilihan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan, yakni dengan mengakomodasi kendaraan tidak bermotor atau sepeda memang menjadi bagian penting didalam penerapan konsep transportasi berkelanjutan tersebut. Transportasi berkelanjutan berwawasan Bersepeda merupakan bagian Tujuan bersepeda adalah untuk lingkungan berkelanjutan yang sehat dan Belakangan ini aktivitas bersepeda menjadi kegiatan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarmasin. Terlebih pada saat wabah Covid-19 melanda dunia. Jumlah pengguna sepeda meningkat 5 sampai 10 kali lipat. Untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna sepeda di Kota Banjarmasin. Pemerintah menyediakan lajur khusus sepeda yang berupa marka maupun stick Akan tetapi, pada hari-hari diluar hari libur atau Hari Minggu, lajur tersebut nyaris tidak dilewati oleh pesepeda. Dalam hal ini terlihat bahwa masih kurangnya antusiasme masyarakat Banjarmasin menggunakan sepeda sebagai sarana dalam melakukan aktivitas, baik untuk hiburan, hobi, olahraga, sarana bekerja, dll. Masyarakat masih saja 70 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 menggunakan angkutan bermotor lainnya sebagai alat transportasi. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan konsep sustainable Pemilihan moda transportasi dalam kegiatan sehari-hari tentu saja kembali lagi kepada individu masing-masing. Faktor personal dan subjektif serta faktor objektif dalam bentuk lingkungan yang kemudian dideskripsikan dengan lebih detil melalui berbagai variabel di dalamnya . Pemerintah selaku pemangku kebijakan harus merumuskan agar masyarakat mau berpindah ke transportasi yang ramah lingkungan agar konsep sustainable transportation dapat terlaksana, diluar dari keinginan individu masing-masing Bagi manusia Self-esteem atau harga diri sangatlah penting dalam kehidupan manusia itu sendiri. Manusia dianugerahi berbagai macam kemampuan, seperti kemampuan bersosial maupun kemampuan lain yang mendukung interaksi sosialnya dalam kehidupan sehari-hari. Harga diri merupakan bagian dari konsep diri yang memiliki arti sebagai suatu hasil penilaian individu terhadap dirinya yang diungkap dalam sikap yang dapat bersikap positif maupun negatif . Harga diri dapat disimpulkan bahwa sebagai penilaian individu terhadap diri sendiri dalam rentang positif hingga negatif sebagai kebutuhan utama untuk menjalani kehidupan yang diperoleh dari pengalaman hidup dan pandangan lingkungan terhadap individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem atau harga diri berpindah moda transportasi serta melihat besarnya peluang perpindahan moda transportasi pribadi ke sepeda untuk masyarakat Kota Banjarmasin yang memiliki sepeda. Penelitian ini dapat transportasi berkelanjutan khususnya di Kota Banjarmasin. TINJAUAN PUSTAKA Transportasi berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan pengembangan kendaraan yang ramah lingkungan serta Non-MotorizedTransport (NMT) pengaturan tata ruang untuk mengurangi pergerakan kendaraan bermotor dengan menyediakan fasilitas bersepeda . Trend gaya hidup masyarakat yang ramah lingkungan di Indonesia dilakukan dengan pemanfaatan sepeda sebagai alternatif untuk mendukung pergerakan masyarakat . Bersepeda merupakan bagian moda transportasi berkelanjutan ecofriendly. Tujuan lingkungan berkelanjutan yang sehat dan ramah (Dutta, 2. Iphan Fitrian Radam . dalam Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Sungai Kota Banjarmasin menuliskan bahwa Pengaruh faktor gaya hidup terhadap probabilitas pilihan angkutan sungai pada kondisi eksisting sebesar 0,079 - 0,167 tanpa perbaikan angkutan sungai. Jika desain perahu angkutan sungai diperbaiki sesuai rencana, terjadi peningkatan probabilitas pilihan angkutan sungai sebesar 0,225 0,296. Hal ini menunjukkan bahwa faktor gaya hidup dan desain moda transportasi Gituri. Maulana Ichsan, dkk . dalam Studi Analisis Faktor-Faktor Pengaruh Ketersediaan Infrastruktur Transportasi Sepeda Dan Pemilihan Moda Transportasi Sepeda Universitas Indonesia menyatakan bahwa penilaian infrastruktur transportasi sepeda bahwa variabel fasilitas yang berpengaruh paling kuat. Sedangkan bagi keinginan untuk bersepeda, variabel kehandalan merupakan variabel yang paling Tehan dan Wacks . dalam Black . , mengemukakan dasar kebutuhan 71 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 psikologis manusia serta bagaimana hal itu mempengaruhi dalam pemilihan moda Pengaruh dikelompokkan dalam 2 . Katagori yang dimaksud adalah: Kebutuhan seperti suasana, kenyamanan dan Kebutuhan keinginan pribadi, seperti identitas pribadi atau status. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti dan data yang Metode pengumpulan data Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut: Angket atau Kuesioner Penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner, daftar pertanyaannya dibuat secara berstruktur dengan bentuk pertanyaan pilihan berganda . ultiple choice question. dan pertanyaan Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang persepsi desain interior dari responden Metode Dokumentasi Metode memperoleh data tentang pesepeda yang ada di Banjarmasin, misalnya club Populasi dan sampel Populasi yang penulis gunakan sebagai objek penelitian adalah penduduk Kota Banjarmasin. Sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode random sampling dengan memberikan kuesioner kepada masyarakat Kota Banjarmasin yang memiliki sepeda. Skala pengukuran variabel Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini mengacu pada Skala Likert (Likert Scal. Setelah data-data yang peneliti perlukan terkumpul, data tersebut peneliti susun untuk dikelompokkan kemudian diolah perhitunganperhitungan statistik yaitu menggunakan SPSS versi 24. 0 for windows Teknik pengujian instrumen Uji Validitas uji validitas ini menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS 22 dengan variabel (X) adalah Perpindahan Moda Transportasi Dari Kendaraan Pribadi Ke Sepeda dan variabel (Y) adalah Self-esteem sebagai variabel terikat . Uji Reliabilitas Pengujian dilakukan dengan program SPSS menggunakan menu analisis Scale dengan teknik Alpha Cronbach Butir pertanyaan yang ada pada instrumen instrumen yang baik. Untuk pengujian menggunakan batasan tertentu seperti kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik. TEKNIK ANALISIS DATA Untuk melaporkan hasil penelitian maka data yang telah diperoleh terlebih dahulu harus dilakukan analisis, agar data yang diperoleh dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang ada. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini Analisis self-esteem Berdasarkan dari nilai Mean pada skala Selfesteem yang diberikan pada responden adalah 17,57. Dari hasil tersebut dapat ditentukan jumlah subjek yang berada di 72 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 kategori Self-esteem tinggi ada sejumlah 14 orang . ,03%), kategori Self-esteem dengan tingkat sedang ada sejumlah 97 orang . ,38%), dan dalam kategori tingkat rendah ada sejumlah 16 orang . ,59%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mempunyai Self-esteem dalam kategori yang sedang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Kategori Tingkat Self-Esteem Kategori Interval Frekuensi Rendah < 11,71 3,74 Sedang 11,72 Ae 23,42 91,59 Tinggi > 23,43 4,67 Analisis deskripsi data hasil penelitian Pembahasan dalam analisis statistik deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan data, peringkasan data, dan penyajian hasil peringkasan data. Data yang diperoleh dari penelitian ini masih acak dan tidak terorganisir dengan baik. Analisis deskripsi data berupa analisis inferensial kuantitatif. Peneliti akan menggunakan langkah-langkah analisis data sebagai berikut: Seluruh peneliti periksa kemudian menyeleksi keutuhan kuesioner dan memberi bobot pada setiap alternatif jawaban yang diberikan responden. Penskoran setiap variabel dilalaken dengan menggunakan Skala Likert, . Sangat Sering (SS) . Sering (SR) . Kadang-Kadang (KK) = . Jarang (JR) . Tidak Pernah (TP) Menghitung frekuensi data dalam bentuk persentase dan membuat tabel distribusi frekuensi skor sekolah, kemudian diinterpretasikan kategori sebagai berikut: Skor Ou 80 % = Sebagian sangat besar . 60 % O skor < 80 % = Sebagian besar . 40 % O skor < 60 % = Sebagian kecil . 20 % O skor < 40 % = Sebagian sangat Mengelompokkan skor masing-masing variabel penelitian menggunakan skor rata-rata ideal (M. dan standar deviasi (Sd. Untuk menghitung rata-rata ideal (M. dengan formula (Suryabrata, 2014: . ycAycn = {. cuycnycoycaycn ycnyccyceycayco ycyceycyceycuyccycaE. cuycnycoycaycn ycnyccyceycayco ycyceycycycnycuyciyciyc. } . Untuk menghitung besarnya simpangan baku ideal (Sd. ycIyccycn = 6 {. cuycnycoycaycn ycnyccyceycayco ycyceycycycnycuyciyciyc. Oe . cuycnycoycaycn ycnyccyceycayco ycyceycyceycuyccycaE. } . Tabel 2. Kategori X,Y Variabel Posisi Ratarata Hitung Kategori Penilaian Variabel X>Mi 1 Sdi Tinggi Mi - 1 Sdi < X < Mi 1 Sdi Sedang X < Mi Ae 1 Sdi Rendah X dengan Y Kemudian membuat grafik sebaran skor sekolah berupa histogram untuk masing-masing variabel penelitian. Pengujian Untuk mengetahui hubungan masingmasing variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan teknik regresi. 73 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 Agar dapat digunakan teknik tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan analisis sebagai berikut: Uji Normalitas Dalam penelitian ini, uji normalitas yang digunakan adalah uji One Sample Kolmogor of Smirnov. Kriteria pengujian ini adalah sebagai berikut: A Jika nilai signifikansi (Sig 2 taile. > 0,05 maka data berdistribusi A Jika nilai signifikansi (Sig 2 taile. < 0,05 maka data tidak berdistribusi A Untuk terdistribusi normal atau tidak dapat diketahui dengan metode grafik P-P plot, yaitu apabila suatu grafik menunjukkan titik-titik tersebar disekitar garis dan mengikuti garis diagonal maka residual pada model regresi ini terdistribusi normal. Uji Linieritas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dua variabel secara signifikan mempunyai hubungan yang linier, biasanya dilakukan jika melakukan analisa korelasi atau regresi linier. Dasar pengambilan keputusan dengan melihat angka probabilitas lajur Deviation from Linierity sig. , yaitu: Probabilitas Sig. > 0,05, berarti tidak terdapat perbedaan kelinieran antara variabel independen . ariabel beba. dengan variabel dependen . ariabel Probabilitas Sig. < 0,05, berarti terdapat perbedaan kelinieran antara variabel independen . ariabel beba. dengan variabel dependen . ariabel terika. Uji homogenitas Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diambil memiliki varian atau karakteristik yang sama. Dalam uji homogenitas, penulis menggunakan formula Uji Levene dibantu dengan program SPSS. Apabila nilai statistik < 0,05 maka data tidak homogen, sebaliknya jika nilai statistik >0,05 maka data homogen. Pengujian hipotesis Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka data akan dianalisis dengan langkah untuk mengetahui pengaruh antara masingmasing variabel bebas dengan variabel terikat dalam penelitian ini dilakukan: Menyusun memasukan skor yang didapat: (X): Perpindahan Moda Transportasi Dari Kendaraan Pribadi Ke Sepeda (Y): Self-esteem Menghitung regresi dari nilai X dan Y antara variabel, yaitu: Gambar 1. Sub Struktur I (Regresi Sederhan. DISKUSI DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 3. Hasil Uji Coba Instrumen TOTAL Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation Sig. Pearson Correlation 74 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. TAL Pearson Correlation Sig. Sig. Pearson Correlation Sig. Pearso Correl Sig. Pearson Correlation Sig. Pearso Correl Sig. Pearso Correl Sig. Pearso Correl Sig. Pearso Correl Correl Pearson Correlation Sig. Tabel 4. Variabel X Sig. TOTAL Sig. Pearson Correlation TOTAL TAL Pearso Correl Sig. Pearso 75 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 Sig. V10 TAL Pearso Correl Sig. Pearso Correl TAL Sig. Pearso Correl Sig. Pearso Correl Sig. Uji Reliabilitas Tabel 5. Reliability Statics Cronbach's Alpha N of Items Tabel 6. Reabilitas Perpindahan Moda Transportasi (X) Cronbach's Alpha N of Items Berdasarkan hasil uji coba reliabilitas di atas. Perpindahan Moda Transportasi Dari Kendaraan Pribadi Ke Sepeda . cU ) dengan Self-esteem (Y) di Banjarmasin termasuk tinggi karena hasil > 0,6. Artinya jika nilai koefisien alfa yang didapatkan dari perhitungan SPSS 22 lebih besar dari 0,6 maka disimpulkan kuesioner tersebut Pengujian Pengujian Normalitas Pengujian moralitas dilakukan dengan Onesample kolmogorov- Smirnov dengan program SPSS 22. Tabel 7. One Ae Sample Kolmogorov-Smirnov Test Dari hasil perhitungan SPSS di atas, dapat dilihat bahwa nilai uji masing-masing butir berada di atas 0,3, sehingga masing-masing butir soal dinyatakan valid. Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Most Extreme Differences Std. Deviation Absolute Positive 76 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. 2021 Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal Calculated from data Lilliefors Significance Correction Dari hasil uji normalitas tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel X dengan Y mempunyai sebaran data yang berdistribusi normal, dimana harga apabila nilai kolmogorov- Smirnov atau nilai Asymp. Sig, . -taile. > 0,05 Pengujian hipotesis Untuk mengetahui hubungan Perpindahan Moda Transportasi Dari Kendaraan Pribadi Ke Sepeda . cU ) dengan Kinerja Self-esteem (Y) di Banjarmasin dibuat hipotesis sebagai Ha : AuAda pengaruh Perpindahan Moda Transportasi Dari Kendaraan Pribadi Ke Sepeda . cU) dengan Self-esteem (Y) di BanjarmasinAy. Ho : AuTidak Terdapat Perpindahan Moda Transportasi Dari Kendaraan Pribadi Ke Sepeda . cU ) dengan Self-esteem (Y) di BanjarmasinAy. Pengujian menggunakan analisis bivariat, yaitu analisis korelasi dan regresi sederhana 1 Data diolah dengan bantuan program komputer SPSS versi 22. 0 for Windows. Berikut disajikan tabel ringkasan hasil korelasi dan regresi sederhana 1 prediktor antara (X) terhadap (Y) Tabel 8. Ringkasan Hasil Uji Korelasi dan Regresi . cU) terhadap (Y) Variabel Koefisien 0,458 Konstanta 17,384 ycEaycnycycycuyci 0,465 Variabel Koefisien 0,120 Berdasarkan tabel di atas selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis, yaitu: Mencari koefisien korelasi antara (X ) terhadap (Y) Koefisien korelasi ( ycycuyc ) dicari untuk menguji hipotesis dengan melihat seberapa besar (X ) terhadap (Y). Berdasarkan analisis yang telah program komputer SPSS versi 22. 0 for Windows, didapatkan koefisien korelasi antara (X) terhadap (Y) sebesar 0,458. Nilai koefisien korelasi ini selanjutnya interpretasi koefisien korelasi sebagai Tabel 9. Interprestasi Koefisien Korelasi (X) terhadap (Y) Korela yeeyeOyeOyeiyenyeayeO Nilai Interprest Keterang (X) ap (Y) 0,458 Sedang Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai r_hitung berada diantara, 0,40-0,599, sehingga koefisien korelasi/regresi yang dihasilkan termasuk dengan nilai Sehingga terdapat pengaruh hubungan antara variabel X dengan Y dalam kategori signifikasi sedang . osisi ama. Membuat persamaan garis regresi 1 prediktor . egresi sederhan. Dari perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 22. 0 for windows didapatkan besarnya konstanta . = 16,809 dan nilai koefisien regresi . = 0,458, sehingga persamaan regresi linier sederhananya sebagai berikut: Y = a bX 77 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 1 | [Emma-Dyta-Dyah_Desembe. = 17,384 0,458 X Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien sangat kecil yaitu (X1 ) sebesar 0,105 yang berarti apabila (X) meningkat 1 poin maka (Y) akan meningkat sebesar 0,105 poin. Koefisien determinasi ( ycI2 ) Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis digunakan untuk menjelaskan proporsi dari ragam Self-esteem (Y) yang Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 16. 0 for windows menunjukkan ycI2 sebesar 0,120. Nilai tersebut berarti 12 % perubahan pada Self-esteem (Y) diterangkan oleh variabel (X) . Sedangkan 88 % dijelaskan variabel lain diantaranya Self-esteem (Y) dan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan analisis terhadap data dan hasil pengolahan yang dilakukan dihasilkan beberapa kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian yaitu: Dari hasil perhitungan, didapatkan bahwa nilai self-esteem tingkat sedang sebesar 76,38%, kategori rendah sebesar 12,59% dan kategori tinggi sebanyak 11,03%. Nilai r_hitung berada diantara 0,40,599, artinya koefisien regresi yang dihasilkan termasuk nilai positif. Sehingga terdapat pengaruh hubungan antara variabel X . erpindahan moda transportas. terhadap Y . elf-estee. Baron. Robert. , & Byrne. Psikologi Sosial Jilid 2. Erlangga. Jakarta Feist. , & Feist. Teori Kepribadian. Salemba Humanika. Jakarta Ghufron. Nur Rini Risnawati. Teori-Teori Psikologi. Ar-ruzz Media. Jakarta Mawening. Haryadi. Setiadji. Strategi Pengembangan Fasilitas Meningkatkan Motivasi Bersepeda Masyarakat Kota Surakarta (Doctoral dissertation. Magister Teknik Sipi. Mruk. Self-esteem and Positive Psychology: Research. Theory, and Practice 4rd Edition. Springer Publishing Company Inc. New York RADAM. , 2020. The Analysis of Lifestyle Affecting the Choice on River Transport Banjarmasin. International Business Management | vol: 10 | issue : 19 | 2016-01-01 Rusmandani. and Arifin. , 2015. Perencanaan Implementasi Lajur Sepeda Di Kota Tegal. Rekayasa Sipil, 9. , pp. DAFTAR PUSTAKA