Volume 1 Issue 1 . Pages 1-10 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Miftakhur Rizki1. Susi Susanti2. Siti Nurlela3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro1,2,3 dikdas@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melatihkan critical thinking pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Design dari penelitian ini adalah pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Hasil aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media video dalam melatihkan critical thinking menunjukkan bahwa pengguaan media pembelajaran video dapat menciptakan pembelajaran yang mendorong siswa dalam memperhatikan materi yang disampaikan. Hasil aktivitas guru menunjukkan data guru terlibat aktif dalam menciptakan pembelajaran yang menarik siswa. Dan hasil tes critical thinking menunjukkan bahwa perolehan nilai dengan rata rata pada pretest adalah 72 meningkat menjadi 82,4 pada posttest. Nilai median pada pretest 73 meningkat menjadi 84 pada posttest. Nilai modus pada pretest sebesar 60 meningkat menjadi 73 dan 86 pada posttest. Nilai tertinggi pada pretest sebesar 90 meningkat 95 dengan nilai terendah pada pretest 60 meningkat menjadi 72 pada posttest. Sedangkan untuk hasil respons siswa menunjukkan data yang berkategori baik. Kata Kunci: media video, critical thinking. Madrasah Ibtidaiyah Abstract This study aims to train critical thinking in class IV Madrasah Ibtidaiyah students. This research is a descriptive research with a quantitative approach. The design of this study was a preexperimental design type one group pretest-posttest. The results of student activities during the implementation of learning using video media in practicing critical thinking show that the use of learning media providing videos can create learning that encourages students to pay attention to the material presented. The results of teacher activities show that teacher data is actively involved in creating learning that attracts students. And the results of the critical thinking test show that the average score in the pretest is 72, increasing to 82. 4 in the posttest. The median value at the pretest increased to 73 to 84 at the posttest. Mode value at pretest of 60 increased to 73 and 86 at posttest. The highest score in the pretest was 90, increased by 95, with the lowest score in the pretest, 60 increased to 72 in the posttest. Whereas the results of student responses show data that are in the good category. Keywords: video media, critical thinking. Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 1 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah PENDAHULUAN Mengutip dari Radio Edukasi Senin 24 April 2022 menyatakan bahwa peringkat untuk PISA. Indonesia ini tergolong rendah, ini perlu kita naikkan, kita termasuk negara Kita harus bangkit, kata Santi dalam Webinar Sharing Session GTK Kemendikbud. Selain itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Endang Susilawati, dkk. menunjukkan 21% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis sedang, 64% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, dan 15% siswa memiliki kemampuan berpikir kritis sangat rendah. Berpikir menjadi salah satu aktivitas yang tak lepas dari manusia. Melalui berpikir manusia akan memahami sebuah konsep baru hingga mampu menciptakan adanya ide-ide baru yang terjadi dari kehidupan sehari-hari. Menurut (Abu Ahmad dan Widodo, 2008:. berpikir merupakan kemampuan jiwa taraf tinggi yang hanya bisa dicapai dan dimiliki oleh individu manusia. Aktivitas berpikir manusia akan mengalami perkembangan dengan adanya pertambahan usia. Hal ini selajan dengan perkembangan intelektual individu serta perubahan umur sangat mempengaruhi kemampuan individu mengamati ilmu pengetahuan (Laura A. King, 2010:. Tujuan dari pendidikan nasional yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2. Tujuan diatas menjadi bekal dalam membekali peserta didik menjadi manusia yang memiliki kemampuan dalam mengadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Peserta didik merupakan anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu (Undang-undang Republik Indonesia No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dose. Potensi pada masing-masing peserta didik tidak sama sehingga proses pembelajaran harus mampu mendukung pengembangan potensi dari masing-masing peserta didik. Hal tersebut membutuhkan adanya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pelaksanaan proses pembelajaran dikelas menjadi salah satu hubungan yang harmonis antara guru dengan peserta didik. Pembelajaran merupakan proses yang sengaja dirancang untuk menciptakan terjadinya aktivitas belajar dalam individu (Pribadi Benny, 2010:. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik baiknya guru mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan media dari hasil belajar siswa sebesar 91. dan respon siswa sebesar 91,6% (Magfirah, dkk. https://media. com/media/publications/118998-ID-pengembangan-mediapembelajaran-berbasis. (Diakases pada Senin, 14 September 2022 Pukul 11. WIB). Hal diatas menunjukkan dengan adanya media pembelajaran mampu mencapai hasil belajar yang diharapkan. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 2 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Media merupakan semua alat fisik yang dapat menyajikan pesan dan merangsang peserta didik untuk belajar (Mohammad Hasan, 2021. Hal . Pemilihan media pembelajaran yang bervariatif mampu memberikan keunikan sendiri bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas. Adapun salah satu fungsi dari media pembelajaran yaitu pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar (Ahmad Riyadi dan Nana Sudjana, 2013:. Mengacu pada hal tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran yang menarik bagi siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, sehingga apa yang dipelajari siswa hari ini mampu dipahami hingga dewasanya kelak. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk melatihkan critical thingking pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. METODOLOGI Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di MIM 12 Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro pada semester ganjil Tahun Akademik 2022/2023. Subjek penelitian ini adalah selurus siswa kelas IV dengan jumlah siswa 19. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi digunakan untuk mengamati aktivitas pembelajaran yang melibatkan guru dan siswa,tes critical thinking pada siswa kelas IV yang mengacu pada Solo Taksonomi. dan respon siswa setelah melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan media video dikelas Pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain pre-experimental design tipe one group pretest-posttest . es awal-tes akhir kelompok tungga. One group pretest-posttest design adalah kegiatan penelitian yang memberikan tes awal . sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir . Arikunto, 2010:. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut. O1 X O2 Keterangan: X = perlakuan. engajaran critical thinking siswa dengan menggunakan media O1 = pemberian uji awal . O2 = pemberian uji akhir . ost tes. Penelitian ini hanya terdiri dari satu kelompok yang diberi treatment. Berikut langkah penelitian ini: Pretest, pemberian tes awal dilakukan guna mengetahui kemampuan siswa dalam critical thinking yang diberikan melalui lembar tes siswa kemudian dikerjakan secara Hasil dari pretest ini digunakan sebagai bahan awal guna membantu peneliti dalam mengembangkan keperluan selama pelaksanaan penelitian berlangsung. Treatment, peserta didik diberi perlakuan berupa penerapan pembelajaran berbasis media video dalam melatihkan critical thinking siswa kelas IV MIM Sumuragung. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 3 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Posttest. Tes akhir serupa dengan tes awal. Tes ini berguna untuk melihat perbedaan antara sebelum dan sesudah diberi treatment. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil selama pelaksanaan penelitian Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV MIM 12 Sumuragung. Adalah sebagai berikut: Aktivitas Siswa Hasil penelitian pada aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan media video pada siswa kelas IV di MIM 12 Sumuragung dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Aktivitas Siswa Rata-rata Berani Bertanya Menemukan gagasan Mempertanyakan gagasan orang lain Tepat waktu dalam menyelesaikan tugas Mandiri dalam menyelesaikan tugas Menyimak penjelasan guru Perilaku yang tidak relevan Tabel 1 Aktivitas siswa Analisis pada observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan media video pada siswa kelas IV di MIM Sumuragung dilakukan oleh dua observer selama pelaksanaan pembelajaran dikelas. Observer mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi yang telah Observer memberikan turus pada setiap aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung per 2 menit. Observer melakukan pengamatan pada aktivitas siswa dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Kemudian penelitian melakukan analisis rata-rata pada setiap aspek yang diamati pada setiap pertemuan. Adapun hasil penelitia pada aktivitas siswa dapat diketahui bahwa menyimak penjelasan guru menjadi aktivitas yang paling tinggi dengan nilai 36,7 dan aktivitas terendah pada perilaku yang tidak relevan. Sedangkan pada aktivitas siswa yang lainnya berada Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 4 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah pada rata-rata nilai 13. 6 pada aktivitas yang melibatkan peran aktif siswa selama proses pembelajaran. Data diatas menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran mampu memberikan motivasi tersendiri pada peserta didik khususnya tingkat madrasah ibtidaiyah dimana para peserta didik menjadi tertarik dalam memperoleh informasi yang disampaikan oleh guru kelasnya. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Farihatul Widad . menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis video efektif diterapkan pada masa pandemic covid-19 ini, sehingga mampu merangsang keaktifan dan kreatifitas siswa serta meningkatkan prestasi belajar. Aktivitas Guru Hasil penelitian pada aktivita guru selama proses pembelajaran dengan menggunakan media video pada siswa kelas IV di MIM 12 Sumuragung dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini. Tabel 2 Aktivitas Guru Aktivitas Guru Memberi motivasi yang dapat membangkitkanminat siswa Menjelaskan sub konsep Pertemuan 1 Pertemua 2 Pertemuan 3 Menjawab pertanyaan siswa Mendengarkan penjelasan siswa Menyimpulkan materi pembelajaran Perilaku tidak relevan Persentase Membimbing siswa merencanakan dan melaksanakan pemecahkan Membimbing siswa mengkomunikasikan hasil diskusinya Data aktivitas guru selama pelaksanaan pembelajaran menggunankan video dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan yang diamati oleh observer. Data pada masing-masing pertemuan dapat diketahui persentase pada pertemuan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 5 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah pertama menunjukkan persentase sebesar 98%, sedangkan pada pertemuan kedua dan ketiga mendapatkan persentase sebanyak 100%. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas guru dapat terlaksana dengan baik. Tes Critical Thinking Hasil dari Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah, dapat dilihat dari hasil perhitungan pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3 Data Pretest dan Postest Posttest Jumlah siswa Mean Median Modus 73 dan 84 Skor tertinggi Skor terendah Hasil perhitungan tabel di atas, menunjukkan adanya perubahan pada siswa dari penggunaan media untuk melatih Critical Thinking pada Siswa yang ditunjukkan dengan adanya perolehan nilai dengan rata rata pada pretest adalah 72 meningkat menjadi 82,4 pada posttest. Nilai median pada pretest 73 meningkat menjadi 84 pada posttest. Nilai modus pada pretest sebesar 60 meningkat menjadi 73 dan 86 pada posttest. Nilai tertinggi pada pretest sebesar 90 meningkat 95 dengan nilai terendah pada pretest 60 meningkat menjadi 72 pada posttest. Hal itu dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis video dapat digunakan untuk melatih Critical Thinking pada siswa pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Respon Siswa Data respon siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media video pada siswa kelas IV di MIM 12 Sumuragung dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini. Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 6 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Tabel 4 Respon Siswa Data tabel 4 diatas merupakan respon siswa setelah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media untuk melatihkan critical thinking pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. Adapun pengambilan data terhadap respons siswa melakukan pengisian lember respons siswa yang dilakukan sendiri oleh masingmasing peserta didik melalui lember respons siswa yang diberikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa . tampilan media berupa video pembelajaran sangat menarik mendapatkan skor rata-rata mencapai 7,6%. Bahasa yang digunakan dapat dimengerti dengan baik mendapatkan skor rata- rata mencapai 5,7%. Konten yang disampaikan sesuai dengan materi yang diajarkan mendapatkan skor rata-rata mencapai 7,3%. Saya memperhatikan video yang ditayangkan dengan seksama mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,8%. Saya lebih mudah untuk memahami isi materi pembelajaran dari video yang telah diputar mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,7%. Saya mudah memahami contoh soal yang diberikan mendapatkan skor rata-rata mencapai 5,7%. Media berbasis video yang dipakai sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya mendapatkan skor rata-rata mencapai 7,4%. Penggunaan media berbasis vidio memberikan pengalaman belajar yang positif mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,9%. Melalui video saya memiliki gambaran dalam Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 7 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah menyelesaikan tugas saya mendapatkan skor rata-rata mencapai 5,9%. Setelah melihat video, saya yakin dapat menyelesaikan tugas dengan baik mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,1%. Hal tersebut menunjukkan bahwa repons siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media video pada siswa kelas IV MIM 12 Sumuragung dalam melatikan critical thinking berkategori baik hal ini diperkuat dengan hasil belajar siswa terhadap kemampuan critical thinking yang mencapai 93 skor tertinggi dan skor terendah mencapai 72. Selain itu aktivitas siswa selama pembelajaran menujukkan adanya keterlibatan aktif siswa didalam kelas. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil dan pembahasan diatas, penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Hasil aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media video dalam melatihkan critical thinking menunjukkan bawah aktivitas menyimak penjelasan guru menjadi aktivitas yang paling tinggi dengan nilai 36,7 dan aktivitas terendah pada perilaku yang tidak relevan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengguaan media pembelajaran memberikan video dapat menciptakan pembelajaran yang mendorong siswa dalam memperhatikan materi yang disampaikan. Hasil aktivitas guru menunjukkan data pada pertemuan pertama mencapai persentase sebesar 98%, sedangkan pada pertemuan kedua dan ketiga mendapatkan persentase sebanyak 100%. Mengacu pada data tersebut menjukkan bahwa guru terlibat aktif dalam menciptakan pembelajaran yang menarik siswa. Hasil tes critical thinking menunjukkan bahwa perolehan nilai dengan rata rata pada pretest adalah 72 meningkat menjadi 82,4 pada posttest. Nilai median pada pretest 73 meningkat menjadi 84 pada posttest. Nilai modus pada pretest sebesar 60 meningkat menjadi 73 dan 86 pada posttest. Nilai tertinggi pada pretest sebesar 90 meningkat 95 dengan nilai terendah pada pretest 60 meningkat menjadi 72 pada posttest. Hasil respons siswa setelah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan video menunjukkan bahwa . tampilan media berupa video pembelajaran Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 8 Implementasi Penggunaan Media Berbasis Video Untuk Melatihkan Critical Thinking Pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah sangat menarik mendapatkan skor rata-rata mencapai 7,6%. Bahasa yang digunakan dapat dimengerti dengan baik mendapatkan skor rata-rata mencapai 5,7%. Konten yang disampaikan sesuai dengan materi yang diajarkan mendapatkan skor rata-rata mencapai 7,3%. Saya memperhatikan video yang ditayangkan dengan seksama mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,8%. Saya lebih mudah untuk memahami isi materi pembelajaran dari video yang telah diputar mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,7%. Saya mudah memahami contoh soal yang diberikan mendapatkan skor rata-rata mencapai 5,7%. Media berbasis video yang dipakai sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya mendapatkan skor rata-rata mencapai 7,4%. Penggunaan media berbasis vidio memberikan pengalaman belajar yang positif mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,9%. Melalui video saya memiliki gambaran dalam menyelesaikan tugas saya mendapatkan skor rata-rata mencapai 5,9%. Setelah melihat video, saya yakin dapat menyelesaikan tugas dengan baik mendapatkan skor rata-rata mencapai 6,1%. DAFTAR PUSTAKA