Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 33-36 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Peningkatan Perkembangan Bahasa Reseptif Anak Kelompok B Melalui Kegiatan Bermain Peran Iista Sundari. Rika Partika Sari. Asnawati Affiliation: PAUD HARAPAN BUNDA Desa Dusun Tengah Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma Corresponding Author: iistasundari1997@gmail. rkpar85@gmail. Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui kegiatan bermain peran pada anak kelompok B di HARAPAN BUNDA Kabupaten Seluma. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazim dikenal dengan classroom action research prosedur yang digunakan berbentuk siklus . Subjek utama dalam penelitian ini adalah pada anak paud kelompok B berjumlah 15 orang. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan model Jhon Elliot dimana setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan melalui dua siklus yaitu siklus I dan ke II tiap siklusnya terdiri dari satu kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan penekananya digunakan untuk menentukan peningkatan proses yang dinyatakan dalam sebuah predikat, sedangkan analisis data kuantitatif digunakan untuk menentukan peningkatan hasil dengan menggunakan persentase. Hasil peningkatkan perkembangan bahasa reseptif pada anak melalui kegiatan bermain peran di PAUD HARAPAN BUNDA Kabupaten Seluma pada siklus I pertemuan I sebesar 72% dan pada siklus II pertemuan I didapati peningkatan sebesar 89%. Simpulan penelitian bahwa melalui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kemampuan, terbukti pada siklus II terjadi peningkatan signifikan, hasil persentase pencapaian sebesar 89% dengan kriteria berkembang sangat baik (BSB). Keyword: Perkembangan Kegiatan Bermain Peran Pendahuluan Anak usia dini merupakan individu yang unik dan memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam aspek fisik, kognitif, sosial emosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi yang khusus dan sesuai dengan tahap yang sedang dilalui oleh anak (Hasnida, 2. Salah satu aspek yang penting untuk distimulasi adalah aspek bahasa, karena dalam kehidupan manusia tidak lepas dari penggunaan bahasa dan pemerolehan bahasa. Melalui bahasa anak dapat menciptakan berbagai interaksi simbolik dalam hal mengungkapkan perasaan, pengalaman, dan pengetahuannya (Ambara, 2018: Bahasa merupakan hal penting dalam kehidupan manusia sebagai alat untuk berkomunikasi antar individu. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Dengan adanya kemampuan berbahasa, anak dapat mengungkapkan ide, pikiran, perasaan atau informasi kepada orang lain dengan adanya kemampuan berbahasa juga dapat membantu anak dalam mengungkapkan ekspresi, menyampaikan pendapatnya serta mampu meningkatkan kemampuan anak dalam melakukan komunikasi dan memaksimalkan kemampuan yang ada dalam dirinya (Arnianti, 2019: . Kemampuan bahasa anak pada umumnya dapat dibedakan atas kemampuan berbahasa reseptif . endengar dan memaham. dan kemampuan ekspresif atau berbicara (Khairin, 2012: . Bahasa reseptif adalah kemampuan dalam mendengar dan memahami bahasa lisan yang dikatakan orang lain. Bahasa reseptif lebih menekankan pada kemampuan seseorang dalam mengingat dan memahami bahasa yang disampaikan oleh orang lain. Kemampuan memahami juga meliputi keterampilan anak dalam memahami aturan guru didalam kelas, perintah dan penjelasan (Andini, 2016: . Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada di Kelompok B di PAUD HARAPAN BUNDA Kabuapten Seluma dilakukan survei terhadap kemampuan berbahasa reseptif anak e-ISSN 2723-5718 usia 5-6 tahun, perkembangan bahasa reseptif anak masih belum optimal. Dari 15 orang anak hanya 4 orang anak saja yang mampu berbahasa reseptif dengan baik, sehingga aspek pengembangannya belum tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini masih banyak anak yang mengalami kesulitan dalam memahami sebuah cerita, anak belum bisa mengikuti arahan yang disampaikan guru dan masih banyak juga anak yang belum mengenali objek dan gambar. Terkait dengan berbagai masalah tersebut perlu dilakukan perbaikan dalam mengembangkan bahasa reseptif anak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan stimulasi yang tepat agar kemampuan bahasa reseptif anak dapat berkembang dengan baik, salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu melalui kegiatan bermain peran. Metode Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas, atau lazim dikenal dengan classroom action research prosedur yang digunakan berbentuk siklus . Wardhani . 3: . penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat. Dalam PTK ini peneliti menggunakan model Jhon Elliot maka dalam setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok yaitu: perencanaan . , pelaksanaan . , pengamatan . , dan refleksi . Subjek penelitian ini adalah berjumlah 15 orang anak pada kelompok bermain. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar lembar observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif kualitatif-kuantitatif. Analisis dilakukan pada setiap siklus menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Ngalim Purwanto . 0: . Hasil Penelitian Berdasarkan hasil reflesi dari 15 anak di Satuan PAUD HARAPAN BUNDA Kabupaten Seluma berdasarkan aspek yang diamati pada siklus I persentase yang didapat yaitu 72% dengan kriteria (BSH). Dari hasil refleksi diatas perkembangan bahasa reseftif pada anak melalui kegiatan bermain peran di PAUD HARAPAN BUNDA Kabupaten Seluma setelah tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa sudah mengalami peningkatan dengan baik, terlihat 15 orang anak dari aspek yang diamati menunjukkan kriteria penilaian Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal ini dikarenakan adanya jeda waktu yang diberikan untuk membantu anak memahami konsep permainan yang diberikan sebelum memasuki siklus II. Persentase keberhasilan secara keseluruhan yang diperoleh pada Siklus II Pertemuan ke I sebesar 89% . riteria BSB) Sehinnaga mencapai sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, maka penelitian dihentikan. Pembahasan Penelitian tindakan dilakukan untuk Penelitian tindakan dilakukan untuk mengetahui peningkatkan perkembangan bahasa reseptif pada kelompok B di PAUD HARAPAN BUNDA Kabupaten Seluma. Hasil penelitian pada Siklus I, dapat diketahui meningkat secara bertahap. Peningkatan yang dicapai pada Siklus I belum mencapai indikator keberhasilan yang telah Pada Siklus 1 peningkatan perkembangan bahasa reseptif melalui kegiatan bermain peran baru mencapai 72% dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan. Hasil persentase pencapaian yang diperolah pada Siklus I belum mencapai persentase yang diharapkan menurut Acep Yoni . 0: . sebesar 75% - 100% atau kriteria BSB, sehingga penelitian dilanjutkan pada Siklus II. Early Child Research and Practice - ECRP, 2023: 4. , 33-36 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Hasil penelitian pada Siklus II, dapat diketahui kemampuan anak meningkat dratis. Peningkatan yang dicapai pada Siklus II mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah Hasil persentase pencapaian yang diperoleh pada Siklus II berhasil mencapai kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan peningkatan prosentase mencapai 89%. Pada siklus ini anak sudah mampu secara keseluruhan melalukan kegiatan bermain peran dengan Hal ini sesuai dengan indikator keaksaraan menurut Permendikbud No. 137 Tahun 2014 yaitu anak dapat menjawab pertanyaan yang lebih kompleks, anak dapat memahami aturan dalam suatu permainan, anak dapat berkomunikasi secara lisan, anak dapat memahami arti kata dalam cerita. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa melalui kegiatan bermain peran dapat meningkatkan perkembangan bahasa reseptif pada anak kelompok B di PAUD HARAPAN BUNDA Kabupaten Seluma. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II. Pelaksanaan tindakan pada siklus I, persentase yang ditunjukkan dari siklus I sebesar Pelaksanaan tindakan pada Siklus II menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan tindakan pada Siklus I. Persentase hasil pencapaian pada Siklus II sebesar 89% dalam kriteria Berkembang Sangat Baik Artinya terjadi peningkatan terhadap perkembangan bahasa reseftif pada anak melalui kegiatan bermain peran di PAUD HARAPAN BUNDA sehingga mencapai kriteria krtuntasan keberhasilan yang telah ditetapkan penelitian yaitu 75% - 100%. Daftar Pustaka