PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN 8 . : HLM. PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN e-ISSN: 2621-8119 DOI: https://doi. org/10. 46774/pptk. Implementasi Kemitraan Triple Helix pada Sistem Informasi Pemantauan Covid 19 di Sumatera Selatan: SiPantau Covid-19 "Implementation of the Triple Helix Partnership in the COVID-19 Monitoring Information System in South Sumatra: SiPantau Covid-19" Ekowati Retnaningsih 1*. Irwan2. Nuryanto1. Oktaf Juairiyah3. Reni Oktarina1. Oom Komalasari1 Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Universitas Multi Data Palembang Badan Perencanaan Pembangunan. Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara Korespondensi Penulis: Phone : 628127849262, alamat email: ekowati. peneliti@gmail. ABSTRACT Diterima : 5 Desember 2025 Direvisi : 19 Desember 2025 Diterbitkan : 30 Desember 2025 This is an open access article under the CC BY-SA license . ttps://creativecommons. org/licens es/by-sa/4. PPTK is indexed Journal and accredited as Sinta 4 Journal . ttps://sinta. id/journ als/profile/7. The COVID-19 pandemic, which began in 2020, led to a surge in confirmed cases in Indonesia, reaching 4. 2 million by the end of Transmission occurred largely through the mobility of travelers from high-risk areas to other regions. At that time. Indonesia lacked a digital system to monitor population mobility, and manual tracking methods effectively posed health risks. address this challenge, the Research and Development Agency of South Sumatra Province initiated applied research to develop a COVID-19 monitoring information system based on a triple helix partnership model . cademia, government, and private secto. Using an operational research approach, the study identified key issues: rapid virus transmission, high mobility, absence of a digital monitoring system, and weak inter-actor coordination. Triple helix actors included MDP University. Balitbangda, travelers, transport operators, community leaders, and government officials. Roles were distributed: academia developed the application, the government provided oversight and enforcement, and the public acted as users. The final product consisted of a mobile application for users and field officers, a web-based platform for the control room, and modules for related institutions. The system was piloted and implemented through a Governor's Decree. The triple helix partnership proved effective in developing the monitoring system. Keywords: Triple helix. Information system. Covid-19. South Sumatra ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada tahun 2020 menyebabkan lonjakan kasus di Indonesia, dengan 4,2 juta kasus terkonfirmasi hingga akhir 2021. Penularan banyak terjadi melalui mobilitas pelaku perjalanan dari daerah berisiko tinggi ke wilayah Pada saat itu. Indonesia belum memiliki sistem digital untuk memantau pergerakan masyarakat secara efektif, sementara metode manual dinilai berisiko. Untuk menjawab tantangan tersebut. Badan Litbang Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi penelitian terapan yang bertujuan menghasilkan aplikasi sistem informasi pemantauan Covid-19 berbasis kemitraan triple helix PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 . kademisi, pemerintah, dan sektor swast. Penelitian menggunakan metode operasional riset. Hasil penelitian mengidentifikasi sejumlah masalah: penyebaran cepat Covid-19, tingginya mobilitas masyarakat, belum adanya sistem pemantauan digital, dan lemahnya sinergi antaraktor. Aktor triple helix yang terlibat antara lain Universitas MDP. Balitbangda, pelaku perjalanan, pengusaha angkutan. Ketua RT, serta jajaran Peran masing-masing diatur: akademisi sebagai pengembang aplikasi, pemerintah sebagai pengawas dan penindak lanjut, dan masyarakat sebagai pengguna. Produk yang dihasilkan mencakup aplikasi mobile untuk pengguna dan petugas, serta aplikasi berbasis web untuk control room. Modul untuk instansi terkait juga telah dikembangkan dan diuji coba, dengan implementasi ditetapkan melalui SK Gubernur. Kemitraan triple helix terbukti efektif dalam mengembangkan sistem ini. Kata kunci: Triple helix. Sistem informasi. Covid-19. Sumatera Selatan. PENDAHULUAN terjadi melalui perantara benda yang digunakan oleh penderita. Ada juga kasus . , namun ada kemungkinan terjadi penularan meskipun risiko penularan sangat rendah. (Kementrian Kesehatan 2. Riwayat kontak dekat memiliki peran yang signifikan, karena orang yang pernah berinteraksi secara dekat dengan kasus Covid19 berisiko lebih tinggi dan menunjukkan hasil (PR: 2,17. 95%CI: 1,58Ae2,99. p<0,. Di antara sumber kontak dekat, paparan dalam keluarga (PR: 3,33. 95%CI: 1,89Ae5,85. p<0,. , tetangga (PR: 2,41. 95%CI: 1,36Ae4,25. p=0,. , dan teman (PR: 2,67. 95%CI: 1,10Ae6,48. p=0,. secara seropositif dibandingkan dengan paparan di tempat kerja. (Wahyono et al. Hasil penelitian Ekowati et al, menunjukkan bahwa Perilaku pencegahan penularan Covid-19 dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap dari masyarakat itu sendiri (Retnaningsih et al. Salah satu resiko tinggi untuk kontak dengan penderita Covid-19 adalah kondisi saat dalam perjalanan, dikarenakan jarak fisik cukup dekat. Untuk itu perlu dikembangkan Sistem Informasi Pemantauan Covid-19 bagi pelaku perjalanan berbasis GPS. Pada tahun 2020 Indonesia belum mempunyai Sistem Informasi Pemantauan Covid-19. Untuk itu Pemerintah Sumatera Selatan melakukan Covid-19 tahun 2020 ditetapkan sebagai pandemi global (Luo et al. (Cucinotta and Vanelli 2. dikarenakan dapat menular dengan sangat cepat sehingga jumlah kasus terkonfirmasi terus bertambah setiap harinya. Hingga Januari 2023, lebih dari 600 juta penduduk dunia telah terkonfirmasi SARS-CoV-2, dengan sekitar 1% kematian (WHO 2. Indonesia salah satu negara penyumbang kasus Covid-19 yang cukup besar yaitu telah menyumbang sekitar 4,2 juta kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga akhir tahun 2021 (WHO 2. Cakupan vaksinasi kedua di Indonesia baru mencapai 32,73% pada tahun 2021 (Kesehatan 2. , salah satunya karena masih banyakn ya masyarak at yang ragu . ,9%) untuk melakukan vaksinasi Covid-19 (Simanjorang et al. Menurut studi virologi dan epidemiologi, penularan Covid-19 adalah melalui droplet dari orang yang terinfeksi. Jarak penularan sekitar 1 meter. Droplet adalah partikel dari air liur dengan ukuran diameter 5-10 AAm. Virus Penyebaran Covid-19 tidak hanya melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi, tetapi bisa juga melalui permukaan benda yang telah terpapar droplet dari orang Dengan demikian, penularan dapat Implementasi Kemitraan Triple Helix pada SiPantau Covid-19 di Sumatera Selatan penelitian dan mengembangkan SiPantau Covid berbasis kemitraan Triple Helix. Tiga aktor dalam triple helix berperan sebagai berikut: . Akademisi (Perguruan Tinggi dan Penelit. yang merupakan think tank dari komunitas intelektual di lingkungan lembaga pendidikan dan lembaga penelitian dan berperan penting dalam proses inovasi. Bisnis merupakan Pelaku Bisnis dapat diartikan sebagai pelaku usaha dan masyarakat yang berperan sebagai pengguna teknologi atau inovasi. Pemerintah sebagai fasilitator. Semua aktor menjalankan perannya dengan baik dan bersinergi satu dengan lainnya sehingga tercipta inovasi yang bermanfaat (Okmi et al. Pada tahun 2020 pemerintah Republik Indonesia belum mempunyai alat digital berbentuk aplikasi untuk memantau Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengisi gap tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: Identifikasi permasalahan di lapangan. Identifikasi stakeholder terkait pemantauan Covid-19 bagi pelaku perjalanan. Pembagian peran Triple Helix. Pengembangan Pengembangan modul. Uji coba aplikasi dan model. Implementasi Covid-19 membawa tantangan besar bagi sistem kesehatan dan manajemen informasi masyarakat. Dalam situasi seperti ini, data menjadi aset paling berharga. Informasi yang cepat, akurat, dan dapat pengambilan keputusan yang tepat. Di sinilah peran ICT sangat diperlukan Ai menyediakan sistem digital yang terintegrasi dan responsif. Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT) menjadi sangat vital, khususnya dalam penanganan pandemi global seperti Covid-19. Salah satu wujud nyata kontribusi ICT adalah pengembangan aplikasi SiPantau Covid, sebuah solusi digital yang dirancang untuk memantau pergerakan dan status kesehatan individu secara real-time dalam upaya mitigasi penyebaran virus. dengan desain operasional riset. Tahapan penelitian yaitu : . Identifikasi permasalahan. Identifikasi stakeholder terkait pemantauan Covid-19 bagi pelaku perjalanan. Pembagian Triple Helix. Pengembangan aplikasi. Pengembangan . Uji coba aplikasi dan model. Pelatihan awal. Implementasi. Responden penelitian adalah stakeholder dalam unsur Triple Akademisi. Bisnis/Masyarakat dan Pemerintah. Aplikasi SiPantau COVID dikembangkan dengan mengusung konsep real-time monitoring berbasis mobile dan web, memanfaatkan integrasi teknologi seperti: Geolocation Trackin (GPS) (Darmawan 2. Untuk memantau pergerakan pengguna dan memastikan mereka berada dalam zona aman Dashboard memberikan visualisasi data penyebaran, kepatuhan karantina, serta tren kasus COVID berdasarkan lokasi (Siska and Putri 2. Push Notification System pada aplikasi untuk mengingatkan pengguna mengenai protokol kesehatan, pemberitahuan risiko, serta update terbaru dari otoritas kesehatan. Dalam pengembangan aplikasi ini. ICT juga menempatkan prioritas tinggi pada aspek keamanan siber dan perlindungan data pribadi. Penggunaan enkripsi data, sistem autentikasi berlapis, serta kebijakan privasi yang transparan menjadi bagian integral dari sistem, mengingat data pengguna mencakup informasi sensitif seperti lokasi dan riwayat kesehatan. Dampak dan Manfaat ICT melalui SiPantau COVID adalah peningkatan Respons Pemerintah dan Tenaga Kesehatan. Data realtime mempercepat respons dalam tracing dan isolasi kasus potensial. Implementasi edukasi dan kesadaran Masyarakat. Pengguna mendapatkan akses terhadap informasi resmi dan akurat terkait COVID-19, mengurangi hoaks dan kepanikan. Selain itu juga, sebagai bentuk efisiensi koordinasi lintas lembaga. Platform digital memudahkan komunikasi antara pemerintah, rumah sakit, dan lembaga penanganan bencana. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada tahun Penelitian ini adalah penelitian terapan. PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN secara manual. Belum ada sinergi para aktor penganggualangan Covid-19. Identifikasi permasalahan Hasil didapatkan: . Covid-19 menyebar dan menular semakin cepat dan meluas. Aktifitas diberhentikan, pelaku perjalanan tetap melakukan aktifitas khususnya terkait dengan aktifitas untuk mencari nafkah sehingga beresiko untuk tertular Covid-19. Pemerintah belum dapat memantau secara seksama aktifitas pelaku perjalanan karena blum mempunyai teknologi untuk pemantauan yang cepat dan akurat. Belum ada inovasi untuk menciptakanalat pemantauan yang efektif sehingga pemantauan dilaksanakan Identifikasi Stakeholder Terkait Pemantauan Covid-19 Bagi Para Pelaku Perjalanan Pembagian Peran Stakeholder Dilakukan identifikasi stakeholder untuk mengembangkan alat pemantauan yang efektif berbasis digital dan berbasis GPS agar lebih mudah dilaksanakan. Tabel 1. Menunjukkan hasil identifikasi Stakeholder terkait dan peran/tugasnya. Tabel 1. Hasil identifikasi stakeholder terkait dan pembagian peran Triple Helix Unsur Stakeholder Peran/Tugas Akademisi Dosen MDP Peneliti Balitbangda Menyusun bisnis proses aplikasi yang akan dibangun Mengembangan aplikasi Bisnis/User Pelaku Perjlanan Ketua RT Pengusaha angkutan Menggunakan aplikasi secara patuh Pemerintah Jajaran Dinas Provinsi Sumatera Selatan Jajaran Dinas Kabupaten/kota Puskesmas Petugas terminal udara, laut. Memastikan bahwa pelaku perjalanan mengisi data di aplikasi Sinstem Informasi Pantau Covid-19 Pengembangan Aplikasi Perencanaa Sistem Isolasi mandiri atau karantina mandiri merupakan salah satu cara yang dianjurkan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19. Isolasi mandiri dilakukan oleh PJ. OTG. ODP dan PDP Ringan. Proses isolasi selama 14 hari dilakukan di tempat masin-masing dan dipantau oleh tenaga Kesehatan. Orang yang dipantau melaporkan kesehatan setiap harinya sesuai dengan Protokol Isolasi Mandiri (Kemenkes 2. Aplikasi yang dihasilkan terdiri dari (Gambar. - Aplikasi mobile khusus pengguna ditujukan bagi individu dalam . eperti Pelaku Perjalanan. OTG. ODP, dan PDP ringa. yang sedang menjalani isolasi Mobile Apps Petugas Pemantau, untuk peugas pemantau agar dapat melakukan pemantauan secara efektif dan efisien. Web-based AppsControl Room, untuk posko Gugus TUgas Covid -19 agar dapat memonitor pemantauan terhadap pelaku perjalanan OTG. ODP. PDP ringan secara global. Implementasi Kemitraan Triple Helix pada SiPantau Covid-19 di Sumatera Selatan . Gambar 1. Tampilan Mobile Apps Keterangan : . Mobile Apps Pengguna . Mobile Apps Petugas Pemantau . Mobile Apps Control Room Tingkatan User Super Admin BPBD Provinsi Diskominfo Provinsi BPBD Kab/Kota Diskominfo Kab/Kota KKP Dinkes Provinsi Dishub Provinsi Dinkes Kab/Kota Dishub Kab/Kota Puskesmas Petugas Pendataan Petugas Pendataan Petugas Pendataan PJ. OTG. ODP. PDP Ringan Gambar 2. Tingkatan User Petugas Pendataan PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Identifikasi Aktor Tabel 2. Identifikasi Aktor Aktor Deskripsi User Super Admin Tim Gugus Tugas yang dapat melakukan proses input, update delete akun user, membuat akun admin kab/kota, membuat akun puskesmas, melihat peta sebaran, membuat akun petuga pendata, melihat peta sebaran. Admin Kab/Kota Tim Gugus Tugas Kabupaten/Kota baik pada Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan. Petugas Pendata Tim Puskesmas pada kabupaten/kota : OTG. ODP dan PDP Ringan. Tim Posko Perbatasan Dinas Perhubungan kabupaten/kota dan KKP yang melakukan pendata pelaku perjalanan (PJ) (Dinas Perhubungan Prov. Sumsel dan KKP User Pengguna Orang yang dipantau yakni PJ. OTG. ODP dan PDP Ringan. Sistem informasi ini menyajikan : Petugas di titik masuk Hilang Pantauan Tetap Terpantau Terinstall Aplikasi Jumlah Orang Terdata (PJ. OTG. ODP. PDP Ringan ) Melanggar Proses Isolasi Mandiri OTG Selesai ODP Tidak Terinstall Aplikasi PDP Ringan Sehat Petugas Fasyankes Gambar 3. Alur Sistem Informsi Aplikasi SiPantau Covid-19 Berubah Status Implementasi Kemitraan Triple Helix pada SiPantau Covid-19 di Sumatera Selatan Alur proses pendataan pelaku perjalanan: PJ masuk wilayah kab/kota melalui pintu masuk . arat, air, udar. Petugas Pendataan Dishub dan KKP mendata PJ menggunakan mobile apps A A Admin Dishub dan KKP menverifikasi data PJ . eb app. Data PJ masuk ke Puskesmas A A OTG. ODP & PDP mengisi laporan mandiri Puskesmas memantau melalui web apps Gambar 4. Alur proses pendataan pelaku perjalan Pergerakan individu yang diisolasi: Gamar 5. Pergerakan individu yang diisolasi Laporan Kesehatan: Gambar 6. Laporan Kesehatan PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 Web Ae based Aplikasi Control Room Gambar 7. Tampilan dashboard web-based control room Peta sebaran per kecamatan di aplikasi: Gambar 8. Tampilan Peta sebaran per kecamatan di aplikasi Peta sebaran per desa di aplikasi: Gambar 9. Tampilan Peta sebaran per desa di aplikasi Implementasi Kemitraan Triple Helix pada SiPantau Covid-19 di Sumatera Selatan Pengembangan Modul : Dinas Kesehatan. Puskesmas. Dinas Perhubungan. Pelaku Perjalanan dilaksanakan sehingga tidak memerlukan Implementasi Setelah aplikasi selesai dikembangkan, maka disusun sebagai pegangan para actor yang terkait pemanfaatan Sistem Infromasi Pantau Covid-19. Terdapat 3 modul sebagai panduan yaitu: . Panduan untuk Dinas Kesehatan. Panduan untuk puskesmas. Panduan untuk jajaran Perhubungan. Masuk pada tahap implementasi, dilaksanakan:. Penetapan Surat Keputusan Gubernur informasi pantau covid-19 di Sumatera Selatan melalui SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 311/KPTS/BALITBANGDA/2020 tentang Pembentukan Tim Penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Sistem Informasi Pantau CORONA VIRUS Disease 2019 Provinsi Sumatera Selatan tanggal 6 April 2020, . Dilaksanakan pelatihan bagi seluruh petugas yang terlibat. Dilaksanakan launching pada tanggal 4 Mei 2020 oleh Gubernur. Ketua DPRD dan stakeholder terkait se Sumatetra Selatan dan 17 kabupaten/kota sebagai tanda dimulainya penggunaan aplikasi sistem informasi pantau Diagram alir proses aplikasi Pantau Covid-19 Sumsel (Gambar . Uji Coba Aplikasi dan Model Pelatihan Awal Pelatihan bagi petugas terkait menjadi bagian penting dalam suksesnya penerapan aplikasi system informasi pantau covid-19. Setelah semua model selesai disusun sebelum implementasi, dilakukan uji coba model dan pelatihan awal untuk mengetahui permaslahan yang ada dan selanjutnya dilakukan perbaikanperbaikan. Dalam hal ini, semuanya dapat Gambar 10. Diagram alir proses aplikasi Pantau Covid-19 Sumsel Pada contoh gambar diagram alir proses aplikasi Covid SS menunjukan bahwa data pelaku perjalanan yang telah berhasil di input akan dilakukan data proses oleh sistem dengan cara menentukan terlebih dahulu perhitungan sesuai algoritma sistem yaitu apakah individu termasuk kedalam kategori (If Tetangga or Keluarga or teman Then seropositif or no seropositif ) yang dimana hasil dari data proses ini akan menjadi sebuah data keputusan atau data record sehingga hasil yang didapatkan dari aplikasi ini adalah sebuah database yang PPTK: Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 2 Tahun 2025 dapat di monitoring dan juga di tracking oleh petugas atau triple helix . DISKUSI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan system informasi pantau covid-19 melalui penggunaan mobile phon berbasis kemitraan triple helix sangat membantu upaya pemantauan penularan Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian terdahulu yaitu meneliti manfaat mobile phone untuk aktifitas terkait Covid-19 serta kemitraan triple helix atau penta helix dalam penanggulangan covid-19. disebutkan di atas, jelas bahwa MPND merupakan solusi efektif untuk secara substansial mengurangi risiko yang terkait dengan COVID-19. (Okmi et al. Hasil Penelitian Rahmat Priambudi . menunjukkan beberapa faktor pendorong keberhasilan Kolaborasi Pentahelix TFRIC-19 adalah : . Kesadaran akan masalah yang dihadapi bersama, . Adanya semangat kebersamaan dan gotong royong. Saling Optimalisasi jaringan atau Kerjasama tim yang solid, smart dan cepat Menurut Rahmat, kolaborasi dalam model pentahelix dengan sinergi dan efisien, dalam waktu singkat mampu menghasilkan sejumlah produk inovatif yang siap diproduksi dan digunakan untuk penanggulangan Covid19 . Meskipun kondisi yang terbatas akibat pandemi, para peneliti berhasil berkontribusi dan menunjukkan kemampuannya. Kolaborasi berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi, industri dan para start up, komunitas dan organisasi profesional, serta dukungan dari media sehingga dapat memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Pembangunan ekosistem riset, inovasi, dan teknologi sebagai pendekatan dalam menangani pandemi menjadi sebuah terobosan penting dalam menyelesaikan masalah secara terstruktur dan konstruktif. Model kolaborasi pentahelix dengan pendekatan ekosistem inovasi dalam melawan Covid-19 ini dapat diadopsi serta diterapkan dalam berbagai penelitian lain atau untuk mengatasi masalahmasalah nasional lainnya. (Priambudi 2. Nur Hidayah dalam penelitiannya menyatakan bahwa untuk mengatasi masalah pada saat pandemi Covid-19, dibutuhkan bantuan dan keterkaitan dari 3 aktor sebagai Triple Helix Model yaitu para pihak dari akademisi, pebisnis dan pemerinta. (Hidayah and Rodhiah 2. Menurut Raja Muhammad Amin dkk, diperlukan penguatan kerjasama melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dengan Mohammed Okmi et al, tahun 2025 melakukan Studi kualitatif untuk memberikan kedalaman kontekstual dan membahas dimensi sosial-etika dan regulasi yang lebih luas yang tidak dapat ditangkap oleh analisis kuantitatif Sementara studi kuantitatif mengukur perubahan mobilitas dan menilai dampak NPI menggunakan metrik mobilitas, studi kualitatif menjelaskan tantangan mendasar dalam aksesibilitas data, masalah privasi, dan kendala Temuan kuantitatif menunjukkan efektivitas penguncian dan pembatasan perjalanan dalam mengurangi penularan . isalnya, studi yang menganalisis matriks asal-tujuan dan indeks mobilita. , penelitian kualitatif menyoroti hambatan seperti ketidakpercayaan dalam berbagi data, lanskap regulasi yang terfragmentasi, dan kurangnya perjanjian berbagi data yang terstandarisasi, yang dapat menghambat penerapan wawasan secara langsung. Meskipun pandemi dan penyakit menular dapat dikelola dan dikendalikan dengan antibiotik dan antivirus, teknologi big data, termasuk MPND, telah memainkan peran penting dalam menangani dan memperlambat COVID-19. Jejak spasiotemporal unik yang melekat dalam MPND membuatnya sangat cocok untuk memantau perubahan perilaku mobilitas manusia, mengamati dinamika perilaku menjaga jarak sosial, mengevaluasi kepatuhan tingkat populasi terhadap NPI seperti penguncian, dan pembatasan perjalanan, dan menyelidiki efek NPI dalam memperlambat penyebaran SARS-CoV-2. aplikasi yang Implementasi Kemitraan Triple Helix pada SiPantau Covid-19 di Sumatera Selatan pemetaan secara komprehensif peran dari pemangku kepentingan potensial untuk COVID-19. Permasalahan dominasi struktural dan dinamika dalam kemitraan atau kolaborasi yang terbentuk harus diselesaikan secara tuntas agar semua pihak dapat berkontibusi optimal agar terwujud tatanan baru diera new normal ini. (Amin. Febrina, and Wicaksono Pelaksanaan Community Development bertujuan untuk menerapkan kebijakan dalam rangka memperkuat ketahanan nasional akibat dampak pandemi COVID-19. Dengan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat, meliputi: kolaborasi antar pihak, keterlibatan seluruh lapisan penerapan prinsip melindungi, penggunaan teknologi yang pengoptimalan sumber daya bersama dalam Adapun bentuk-bentuk adaptasi yang dikembangkan mencakup ketangguhan dan keluwesan dalam menjaga stabilitas pembangunan serta pengelolaan infrastruktur pendukung untuk penanganan dan pencegahan COVID-19 (Ibrahim Nugrahani 2. dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Ke depan, pendekatan berbasis teknologi seperti ini harus terus dikembangkan, tidak hanya untuk COVID-19, tetapi juga sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini menggunakan anggaran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Terima kasih diucapkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. DAFTAR PUSTAKA