e-ISSN: 2746-6493 p-ISSN: 0852-7105 Vol. No. April 2025. DOI: https://doi. org/10. 55122/mediastima. Pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dari Perspektif Tourism Supply Chain . Iwan Setyawan, . Filda Angellia, . Junias Robert Gultom Program Studi Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi 1,2,. Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 Email: . setyawan510@gmail. Abstrak Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan merupakan satu-satunya destinasi wisata yang mengemban amanat untuk membina dan melindungi, menciptakan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai seni dan budaya Betawi. Namun dalam perkembangannya belum dapat dikelola secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai pengelolaannya dengan metode studi eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Narasumber dipilih secara purpossive dengan kriteria adalah seseorang yang secara langsung terhubung dengan pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan tersebut dan mengetahui secara mendalam dinamika dalam pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan. Hasil penelitian ini menunjukkan konsep tourism supply chain belum dapat terimplementasi sebagaimana idealnya. Hal ini disebabkan seluruh pengelolaannya masih tersentral pada satu Unit Pengelola Kawasan. Pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan tidak mungkin bisa maksimal jika hanya dikelola sendiri, oleh karena itu melibatkan pihak ketiga yang kredibel dapat menjadi salah satu solusi untuk pengelolaan yang lebih profesional. Kebijakan pemerintah daerah yang konsisten dan tegas masih sangat dibutuhkan dalam melestarikan dan menjaga budaya Betawi yang semakin tergerus oleh kemajuan teknologi. Kata Kunci: Betawi. Budaya. Setu Babakan. Tourism Supply Chain Abstract Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan area is the only tourist destination that has the mandate to foster protect, create, and develop Betawi art and cultural values. However, in its development, it has not been managed optimally. This study aims to dig deeper into its management using an exploratory study method with a qualitative approach. The resource person was selected purposively, with the criteria being someone who is directly connected to the management of the Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan area and knows in depth the dynamics in the management of the Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan area. The results of this study indicate that the tourism supply chain concept has not been implemented as ideally. This is because all management is still centralized in one Area Management Unit. The management of the Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan cannot be maximized if it is only managed by itself. therefore, involving a credible third party can be one solution for more professional management. Consistent and firm local government policies are still needed to preserve and maintain Betawi culture, which is increasingly being eroded by technological advances. Keywords: Betawi. Culture. Setu Babakan. Tourism Supply Chain Iwan Setyawan, . Filda Angellia, . Junias Robert Gultom Pendahuluan Urbanisasi, pembangunan perkotaan, globalisasi, dan modernisasi merupakan faktor-faktor yang turut berkontribusi negatif terhadap terkikisnya budaya asli di perkotaan tersebut. Beberapa bukti empiris menyebutkan diantaranya hilangnya warisan budaya (Fu et al. , hilangnya bahasa dan tradisi lokal, komersialisasi budaya, dan dominasi budaya asing (Taptiani et al. , 2. , serta kaum mudanya tidak tertarik dengan bahasa budaya mereka sendiri (Molete & Phindane, 2. Masalah-masalah tersebut dihadapi juga oleh suku Betawi, yang tidak dapat dipungkiri, sebagai ibu kandung budaya di kota Jakarta. Kini, eksistensi mereka semakin terkikis (Musthofa, 2. Padahal jauh sebelum hal ini terjadi, para tokoh Betawi bersama DPRD dan Gubernur telah berupaya untuk menjaga dan melestarikan budaya Betawi diantaranya dikeluarkan SK Gubernur No. 92 tahun 2000 tentang Penataan Lingkungan Perkampungan Budaya Betawi Di Kelurahan Srengseng Sawah. Kecamatan Jagakarsa. Kotamadya Jakarta Selatan dan selanjutnya tetapkan dengan dikeluarkannya Perda No. 3 Tahun 2005. Namun. Perkampungan Budaya Betawi (PBB) tersebut yang berlokasi di area destinasi wisata Setu Babakan sepertinya kurang maksimal dalam pengelolaannya. Dari aspek fasilitas misalnya. Fakhrona et al. merekomendasikan beberapa hal yang perlu menjadi prioritas perbaikan yang meliputi menambah/memperluas dan melakukan peremajaan fasilitas umum . oilet dan mushal. , penataan dan perbaikan kembali warung kuliner, memberikan papan petunjuk arah, menambah dan memperbaiki tempat duduk, menyediakan papan informasi, menambah tempat sampah, menambah aksen dan nuansa Betawi pada desain kawasan, menambah jumlah petugas parkir, memberikan pelatihan pada petugas terkait pelayanan kepada pengunjung, menambah petugas informasi, memisahkan jalur antara pejalan kaki dan kendaraan. Mengoptimalkan interface dan informasi yang disajikan pada website resmi dan media sosial, dan pengecekan berkala pada wahana permainan. Hellen & Susanto . juga menyoroti beberapa fasilitas yang memerlukan perhatian serius seperti wahana permainan yang kurang terawat, toilet yang kotor, dan lahan parkir yang sempit, serta belum tersedianya paket wisata. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan peneliti ini untuk mengeksplorasi rantai pasok dalam pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan dan menawarkan konsep Tourism Supply Chain Framework. Tinjauan Pustaka Tourism Supply Chain (TSC) merupakan sebuah konsep Supply Chain Management (SCM) yang diimplementasikan pada bidang pariwisata. SCM sendiri melibatkan penggunaan berbagai pendekatan untuk mengintegrasikan secara efisien aktivitas pemasok, produsen, penyedia pergudangan, dan pengecer sehingga barang diproduksi dalam jumlah yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat, dalam urutan yang tepat, dan didistribusikan dengan biaya yang diminimalkan di seluruh sistem sambil memenuhi harapan layanan pelanggan (Afemei, 2. SCM dalam industri pariwisata adalah serangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengelola dan mengoordinasikan secara efisien lintas organisasi dalam jaringan rantai pasokan pariwisata (Soratana et al. , 2. Lebih lanjut. Soratana et al. menjelaskan 2-10E E Vol. No. April 2025 Pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dari Perspektif Tourism Supply Chain bahwa produk pariwisata itu kompleks. Suatu produk pariwisata dapat dicapai melalui kombinasi berbagai layanan. Oleh karena itu, organisasi pariwisata perlu mempertimbangkan di luar struktur pasar mereka. Layanan dalam rantai pasokan pariwisata adalah, misalnya, sistem reservasi, transportasi ke dan dari destinasi, transportasi di sekitar destinasi, penyedia transportasi dan atraksi lokal, wisata, fasilitas, dan pemasok untuk mendukung bisnis lokal, seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1. Reservasi Agen tur Operator tur Agen daring Reservasi mandiri Transportasi Tambahan Penyedia Transportasi Ke dan dari tujuan & Di sekitar tujuan Ke dan dari akomodasi Anda A Kereta api A Bus A Maskapai A Feri A Kapal pesiar A Parkir mobil di A Perusahaan penyewaan mobil Penyedia Atraksi A Taman nasional & kawasan lindung A Kawasan warisan A Objek wisata yang dibangun . aman hiburan, museum & Pemasok Destinasi Bisnis Wisata A Tur bus A Tur perahu A Bermain ski atau A Tur berbasis A Tur sepeda, hiking, mengamati burung, dan safari A A A A A A A A Layanan binatu Makanan & minuman Layanan kebersihan Berkebun Perawatan Pasokan energi & air Perabotan & kerajinan Daur ulang & pembuangan limbah Pengunjung A Pengalaman A Pengetahuan Fasilitas A A A A A Akomodasi Kafe & restoran Bar Toko Pasar Selama perjalanan Sebelum perjalanan Gambar 1. Tourism supply chain Sumber: Soratana et al. Namun demikian, mengelola wisata budaya, seperti PBB Setu Babakan berbeda dengan jika hanya mengelola wisata saja karena dalama wisata budaya terdapat tujuan dan penekanan yang berbeda. Wisata budaya merupakan jenis kegiatan pariwisata yang motivasi utama pengunjungnya adalah untuk mempelajari, menemukan, merasakan, dan mengonsumsi atraksi/produk budaya berwujud dan tidak berwujud dari suatu destinasi wisata (World Tourism Organization, 2. Atraksi/produk tersebut berhubungan dengan sekumpulan ciri khas material, intelektual, spiritual dan emosional dari suatu masyarakat yang meliputi seni dan arsitektur, warisan sejarah dan budaya, warisan kuliner, sastra, musik, industri kreatif dan budaya yang hidup dengan gaya hidup, sistem nilai, kepercayaan dan tradisi (World Tourist Organization, 2. Metode. Data, dan Analisis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksploratory. Pemilihan metode ini didasarkan bahwa topik tentang pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan dari perspektif tourism supply chain belum banyak yang meneliti (Creswell & Creswell, 2. Pada tahap penelitian ini, tourism supply chain didefinisikan sebagai pihak-pihak yang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dalam menangani dan melayani wisatawan yang berkunjung ke PBB Setu Babakan. Dengan menggunakan teknik sampling purpossive dengan kriteria dimana sumber adalah seseorang yang secara langsung terhubung dengan pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan tersebut dan mengetahui secara mendalam dinamika dalam pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan, yang pada gilirannya memastikan validitas dan keandalan 3-10E E Vol. No. April 2025 Iwan Setyawan, . Filda Angellia, . Junias Robert Gultom pengumpulan data. Wawancara yang bersifat semi terstruktur dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lengkap dari nara sumber dalam hal ini Bapak Indra Sutisna. Kom, tokoh Betawi yang turut aktif menginisiasi pengusulan PBB Setu Babakan dan sekarang masih aktif sebagai Sekretaris di Forum Pengkajian dan Pengembangan (Forjiban. PBB Setu Babakan. Dipilihnya Wawancara semi terstruktur karena peneliti menyadari belum memiliki pengetahuan yang luas tentang pengelolaan destinasi wisata tersebut, sehingga peneliti hanya mengajukan pertanyaan yang bersifat umum di awal, untuk pertanyaan selanjutnya berdasarkan atau mengikuti pertanyaan awal (Hair et al. , 2. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah tipe ideal Max Weber. Tipe ideal adalah standar murni yang dapat digunakan untuk membandingkan data atau "realitas" (Neuman, 2. Tipe ideal yang dimaksud adalah model kerangka tourism supply chain yang ideal kemudian peneliti bandingkan dengan realitas berdasarkan informasi yang peneliti per oleh. Hasil dan Pembahasan Pengelolaan Kawasan PBB Setu Babakan Pariwisata mencakup berbagai macam aktivitas ekonomi yang bergantung dan memiliki dampak penting pada lingkungan alam dan penduduk lokal di destinasi wisata tersebut (Ogonowska & Torre, 2. karena pariwisata dianggap akan menghasilkan pendapatan dan pendapatan yang lebih tinggi berarti peningkatan kesejahteraan di penduduk setempat (Konovalov et al. , 2. Pandangan ini sejalan dengan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan dari perspektif tourism supply chain (TSC). Dalam penelitian ini. Framework TSC yang digunakan, mengadopsi model Soratana et al. yang didefinisikan sebagai para pihak yang terlibat dalam berbagai kegiatan mulai dari reservasi, transportasi, penyedia atraksi, wisata, fasilitas, dan pemasok destinasi bisnis. Bagaimana TSC diselaraskan dalam pengelolaan PBB Setu Babakan tersebut menjadi prioritas utama. Hal ini perlu dilakukan karena PBB Setu Babakan berada dalam naungan Dinas Pariwisata. Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dan pengelolaannya didasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 305 Tahun 2014 dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 197 Tahun 2015. Dalam Pergub No. 305 Tahun 2014. PBB Setu Babakan dikelola oleh Unit Pengelola Kawasan (UPK) PBB yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam pelaksanaan pelestarian Perkampungan Budaya Betawi. Dalam tugasnya. Kepala UPK dibantu oleh Subbagian Tata Usaha. Subbagian Tata Usaha terdiri dari dua satuan pelaksana, yaitu Satuan Pelaksana Pelayanan dan Informasi dan Satuan Pelaksana Prasarana dan Sarana. Unit Pengelola Kawasan PBB juga mempunyai Subkelompok Jabatan Fungsional. Struktur Organisasi UPK PBB dapat dilihat pada Gambar 2 berikut. 4-10E E Vol. No. April 2025 Pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dari Perspektif Tourism Supply Chain Kepala Unit Subbagian Tata Usaha Satuan Pelaksana Pelayanan Informasi Satuan Pelaksana Prasarana & Sarana Subkelompok Jabatan Fungsional Gambar 2. Bagan Susunan Organisasi UPK Perkampungan Budaya Betawi Sumber: Lampiran Peraturan Gubernur Pemprov DKI Jakarta No. 305 Tahun 2014 Dalam mengupas TSC di kawasan PBB dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap sebelum perjalanan dan selama perjalanan. Tahap Sebelum Perjalanan Tahap sebelum perjalanan adalah tahap ketika calon pengunjung mulai mencari informasi tentang PBB Setu Babakan hingga mereka tiba di lokasi. Dalam konteks TSC, pada tahap ini ada pihak yang menyediakan fasilitas yang memudahkan calon pengunjung mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, reservasi, dan transportasi menuju destinasi PBB Setu Babakan. Layanan Informasi Dalam tata kelola di PBB Setu Babakan, pihak yang menyediakan informasi dan promosi adalah Satuan Pelaksana Pelayanan dan Informasi sebagaimana tertuang dalam Pasal 5 Pergub No. 305 Tahun 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam upaya memberikan informasi UPK PBB hanya menggunakan media sosial, seperti Instagram: @PBB Setubabakan. Facebook: Upkpbb Setu Babakan. Youtube: UPKPBB Setu Babakan. Tiktok: @lensa betawi sebagai media informasinya. Penggunaan social media marketing memang memiliki kelebihan dibandingkan media marketing lainnya seperti diantaranya memberikan informasi tanpa batas, meningkatkan jangkauan, biaya yang rendah, interaksi sosial secara real time. Tetapi tak bisa dipungkiri social media marketing juga memiliki kelemahan seperti membutuhkan banyak waktu dan feedback negatif yang dapat diketahui masyarakat luas (Arsath, 2. Reservasi Bagi calon pengunjung yang akan berkunjung, bagi pengunjung individual dapat langsung mengunjungi lokasi, tetapi bagi pengunjung komunitas atau rombongan dan memerlukan tour guide dan workshop, sebaiknya memberikan informasi terlebih dahulu melalui IG atau email upkPBB Setubabakan@gmail. com agar dapat diberikan layanan yang maksimal. AuBisa by IG. Email, disuratin, ya gitu. Kan kalau dari jauh, nanti mubazir juga. Misalkan ada kontaknya, ada ig-nya, kami mau berkunjung. (S-baris 472-. 5-10E E Vol. No. April 2025 Iwan Setyawan, . Filda Angellia, . Junias Robert Gultom AuDan memang sebaiknya begitu, kenapa? Kalau srog langsung, terkadang pelayanan ga bisa maksimal ketika di hari itu lagi padat. Apalagi kalau butuh pemandu. Ay (S-baris 475-. Aktivitas marketing lain, seperti publikasi dilakukan oleh Forum Kajian dan Pengembangan Kawasan Perkampungan Setu Babakan melalui Komite Kesenian dan Pemasaran sebagaimana tertuang dalam Pasal 12 Pergub Provinsi DKI Jakarta No. 197 Tahun 2015. Aktivitas reservasi ini masih bersifat manual, padahal teknologi sudah sedemikian majunya. Penyediaan sistem yang dapat memberikan kemudahan reservasi berikut paket wisata yang dipilih dapat meningkatkan layanan kepada calon pengunjung. Disamping itu, reservasi online berpengaruh pada niat berkunjung tempat wisata (Zhao et al. , 2. Tahap Selama Perjalanan Transportasi ke dan dari Kawasan PBB Setu Babakan Meskipun tidak memiliki mitra transportasi khusus ke PBB Setu Babakan, tetapi lokasi PBB cukup strategis. Berbagai moda transportasi publik seperti Commuter line dan Transjakarta mudah ditemukan untuk menuju PBB Setu Babakan. Namun transportasi publik tersebut tidak dapat langsung ke Setu Babakan, misalnya untuk Commuter line, hanya sampai di Stasiun Universitas Pancasila, sedangkan Transjakarta hanya sampai di Halte SMA 109 untuk selanjutnya, calon pengunjung harus menggunakan ojek pangkalan atau ojek online ke lokasi. Kondisi ini tentu membuat calon pelanggan kurang nyaman apalagi ketika tiba musim Hal ini tentunya harus menjadi bagian evaluasi pihak UPK PBB dalam meningkatkan pelayanan kepada wisatawan karena transportasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan wisatawan (Loi et al. , 2017. Panjaitan & Simarmata. Penyedia Atraksi Banyak orang menganggap bahwa daya tarik wisata merupakan hal yang penting dalam proses pariwisata. Daya tarik wisata sering kali menjadi alasan untuk mengunjungi suatu destinasi tertentu (Richards, 2002 ). Daya tarik wisata dapat berupa daya tarik alam seperti flora dan fauna, daya tarik buatan seperti, yaitu museum, peninggalan sejarah, pusaka purbakala, seni budaya, dan tempat hiburan, serta daya tarik wisata lainnya yang merupakan perpaduan antara buatan manusia dan alam sekitar seperti agrowisata (Erislan. Objek wisata yang ada di Kawasan PBB Setu Babakan adalah Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong, museum, rumah adat, pagelaran seni, dan agrowisata. Pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan berbagai objek wisata seperti Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong, museum, rumah adat, dan agrowisata adalah Unit Pengelola Kawasan yang dibantu oleh Satuan Pelaksana Prasarana dan Sarana, sedangkan untuk pagelaran seni dibawah tanggung jawab Satuan Pelaksana Pelayanan dan Informasi bekerja sama dengan Komite Kesenian dan Pemasaran- Forum Pengkajian dan Pengembangan PBB. Daya tarik wisata Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong merupakan objek wisata yang banyak diminati wisatawan. Setu Babakan memiliki luas 30 Hektar sedangkan Setu Mangga 6-10E E Vol. No. April 2025 Pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dari Perspektif Tourism Supply Chain Bolong seluas 12 Hektar. Objek wisata lainnya adalah museum, rumah adat, dan Satuan Pelaksana Pelayanan dan Informasi sesuai Pasal 5 Pergub DKI Jakarta No. Tahun 2014 hanya bertugas sebatas menyusun dan menyajikan data kegiatan pertunjukan dan promosi. melaksanakan seleksi dalam rangka penyelenggaraan pertunjukan seni budaya Betawi. melaksanakan penyelenggaraan pertunjukan seni budaya Betawi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pertunjukan seni budaya Betawi yang meliputi sarana, prasarana pertunjukan, kegiatan pertunjukan, keamanan kenyamanan, jumlah dan kepuasan penonton. dan menyusun dan melaksanakan penyelenggaraan promosi dan pameran budaya Betawi serta pertunjukan seni budaya Betawi. Sedangkan upaya untuk kegiatan pelestarian dan pengembangan seni budaya Betawi menjadi tanggung jawab Forum Pengkajian dan Pengembangan PBB sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 ayat 2e Pergub DKI Jakarta No. 197 Tahun 2015. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pelestarian budaya ini kerapkali terbentur dengan aturan. Ya, artinya struktur yang di dalam pengelolaan pemerintah itu enggak salah-salah banget, cuma maksud saya jangan kaku-kaku banget, kenapa? Ini ada kultur yang lagi kita bangun. Jadi struktur ama kultur itu kan harus berimbang. (S-baris 621-. Pernah latihan disini. Ngga ini fungsinya bukan untuk latihan, untuk RMB. Akhirnya. Sanggar Setu Babakan masyarakat itu ga terfasilitasi. (S-baris 628-. Akibat dari dualisme ini, generasi muda yang harusnya bisa menjadi penerus pelestari budaya tidak terakomodasi sehingga pada akhirnya lapisan budaya tersebut hilang. Tapi akhirnya, lapis-lapis budaya di masyarakat, hilang. Ay (S-baris 601-. Tak bisa dipungkiri juga hadirnya Smartphone turut andil besar menjauhnya kesadaran budaya pada generasi sekarang. Nah sekarang, kita dilawannya ama ini . ambil menunjukkan Smartphon. Five point Zerro. Sehingga anak-anak bias. Si Topa. Si siapa yang tadinya latihan-latihan begini, adek-adeknya ngga ngikutin lagi. (S-baris 648-. Wisata Wisata dalam pariwisata adalah perjalanan singkat atau tamasya untuk rekreasi, pendidikan, atau aktivitas fisik. Wisata yang ada di Kawasan PBB Setu Babakan adalah wisata air dengan menggunakan perahu bebek dan keliling Setu menggunakan Andong atau Sepeda. Pihak yang bertanggung jawab adalah Satuan Pelaksana Prasarana dan Sarana Fasilitas Fasilitas dalam pariwisata adalah sarana dan prasarana yang disediakan untuk mendukung kenyamanan, keselamatan, dan kemudahan wisatawan. Fasilitas ini dapat berupa akomodasi, tempat makan, transportasi, dan tempat rekreasi. Berdasarkan uraian di atas, maka framework tourism supply chain Perkampung Wisata Budaya Betawi Setu Babakan seperti ditampilkan pada Gambar 3 7-10E E Vol. No. April 2025 Iwan Setyawan, . Filda Angellia, . Junias Robert Gultom Unit Pengelola Kawasan : Koordinator Reservation A Reservasi Additional Transportation Transport Provider Ke dan dari tujuan & Di sekitar tujuan Ke dan dari Akomodasi A Commuter line A Bus Transjakarta A Ojek Online Attraction A Museum A Rumah adat A Pagelaran Seni A Setu Babakan dan Setu Mangga Bolong Sebelum perjalanan Suppliers for the Excursion A Wisata air dengan perahu bebek A Keliling Setu dengan Andong dan Sepeda A Menikmati Argowisata Tourist A Pengalaman A Pengetahuan A A A A Produk kerajinan Listrik dan Air Rumah warga sekitar Tenaga kebersihan Facilities A A A A Homestay Mesjid Toilet Toko oleh oleh Selama perjalanan Customer Supplier Gambar 3. Tourism Supply Chain Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengelolaan kawasan PBB Setu Babakan belum sepenuhnya menerapkan konsep tourism supply chain, tetapi semua aktivitas dalam pengelolaan ditangani oleh satu unit khusus yang bernama unit pengelola kawasan (UPK). Proses pemberian layanan terhadap calon wisatawan dimulai dari penyediaan sosial media sebagai media promosi dan komunikasi dengan calon wisatawan. Reservasi dilakukan secara mandiri dan dapat langsung berkunjung bagi wisatawan individual, tetapi bagi wisatawan komunitas atau rombongan disarankan untuk menghubungi admin di salah satu media sosial seperti IG atau dapat berkirim surat elektronik melalui email yang tersedia. Untuk selanjutnya, wisatawan dapat mengunjungi berbagai destinasi seperti museum, pagelaran budaya, rumah adat, setu babakan dan setu mangga bolong disertai dengan wisata airnya. Untuk fasilitas umum tersedia tempat ibadah, toilet, dan tempat parkir. Wisatawan juga dapat menikmati kuliner tradisional Betawi dan membeli oleh-oleh berupa hasil kerajinan tangan seperti ondelondel dan banyak lagi yang lainnya. Dalam mengelola Kawasan PBB Setu Babakan sebaiknya melibatkan pihak-pihak yang swasta yang profesional dalam mengelola industri pariwisata, sehingga biaya operasional pengelolaan tidak hanya mengandalkan dana APBD DKI Jakarta tetapi dari para investor yang turut Untuk mendorong minat wisatawan berkunjung, pengelola kawasan PBB Setu Babakan harus mengkreasi sesuatu yang dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung, seperti penambahan wahana bermain, pagelaran budaya yang dilaksanakan setiap hari, dan digitalisasi pelayanan. Bagi peneliti selanjutnya dapat menyinergikan konsep pariwisata dan wisata budaya sehingga dapat memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kami ucapkan kepada para pihak yang telah turut berkontribusi bagi terselesaikannya penelitian ini, khususnya Rektor dan Jajaran LPPM Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 dan Bapak Indra Sutisna selaku perwakilan dari Forjibang PBB Setu Babakan yang telah mengizinkan dan menyediakan waktu untuk melakukan wawancara. 8-10E E Vol. No. April 2025 Pengelolaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dari Perspektif Tourism Supply Chain Referensi