HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya INOVASI BUDIDAYA KANGKUNG CABUT BERBASIS PROGRAM KKN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA BAWOMAENAMOLO. KECAMATAN LUAHAGUNDRE MANIAMOLO Maria Septyani Laia1. Samson Wau2. Nimar Sidarniwati Hondro3. Yoelman Dachi4. Arenawati Gaurifa5. Brigita Ferni Wati Hondro6. Sri Selitiani Duha7. Novita Yanti Jagate8. Dorotea Hesti Marda Debora Fau9. Ruben Saputra Gowasa10. Olisman Laowo11. Baziduhu Laia12 (Universitas Nias Ray. eptyanily@gmail. com1, samsonwau101@gmail. com2, nimarhondro@gmail. yoelganteng92@gmail. com4, arenawatigaurifa3@gmail. peigitahondro2001@gmail. com6, sri@gmail. com7, novitayantizagoto@gmail. mardadeborafau@gmail. com9, rubensaputragowasa@gmail. olismanlaowo6@gmail. com11, baziduhulaia5@gmail. Abstract The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) is a form of student engagement aimed at making a tangible contribution to solving community problems in rural areas. Bawomaenamolo Village, located in Luahagundre Maniamolo District, has considerable agricultural potential. however, most farmers still rely on traditional cultivation practices that result in relatively limited One agricultural commodity with strong development potential is water spinach (Ipomoea aquatic. , particularly the pull-harvest variety, which is a short-cycle vegetable with high market Through the KKN program, students introduced a simple, efficient, and practical innovation in pull-harvest water spinach cultivation that can be easily adopted by local farmers using home gardens or small paddy fields. The program was implemented through several stages, including observation of local agricultural conditions, socialization with farmers, joint planting practices, and continuous assistance during crop maintenance and harvesting. The results showed that farmers were able to understand the cultivation techniques, apply proper maintenance methods, and harvest the crop within 20Ae30 days. In addition to providing new agricultural experience for farmers, this innovation has the potential to increase household income through the sale of harvested products in local markets. Therefore, the innovation of pull-harvest water spinach cultivation through the KKN program can serve as an alternative strategy for empowering rural communities in the agricultural This activity not only enhances farmersAo skills but also opens opportunities for sustainable Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya improvements in community welfare when supported by village authorities and implemented Keywords: KKN. Pull-Harvest Water Spinach Cultivation. Agricultural Innovation. Farmer Empowerment. Bawomaenamolo Village Abstrak Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam memecahkan persoalan di desa. Desa Bawomaenamolo di Kecamatan Luahagundre Maniamolo memiliki potensi pertanian yang cukup besar, namun sebagian besar petani masih mengandalkan pola budidaya tradisional dengan hasil yang relatif terbatas. Salah satu komoditas yang berpotensi dikembangkan adalah kangkung cabut, yaitu tanaman sayuran berumur pendek dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi. Melalui program KKN, mahasiswa memperkenalkan inovasi budidaya kangkung cabut yang sederhana, efisien, dan dapat diterapkan oleh petani lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan maupun sawah kecil. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi kondisi pertanian, sosialisasi kepada petani, praktik penanaman bersama, hingga pendampingan dalam proses perawatan dan Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani mampu memahami teknik budidaya kangkung cabut, melakukan perawatan sesuai arahan, dan memanen hasilnya dalam kurun waktu 20Ae30 hari. Selain memberikan pengalaman baru bagi petani, inovasi ini juga berpotensi menambah pendapatan rumah tangga melalui penjualan hasil panen ke pasar Dengan demikian, inovasi budidaya kangkung cabut berbasis program KKN dapat menjadi alternatif strategi pemberdayaan masyarakat desa di bidang pertanian. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan petani, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan apabila didukung oleh pemerintah desa dan dilakukan secara konsisten. Kata Kunci: KKN. Budidaya Kangkung Cabut. Inovasi Pertanian. Pemberdayaan Petani. Desa Bawomaenamolo Pendahuluan KKN berperan sebagai jembatan yang Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan menghubungkan antara ilmu akademik salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang diperoleh di perguruan tinggi dengan yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai wujud implementasi tridharma perguruan masyarakat desa. Melalui kegiatan ini, pengabdian kepada masyarakat. Program Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya dimiliki, tetapi juga berkontribusi dalam kesadaran dan kemandirian petani melalui mengidentifikasi dan memecahkan berbagai pendekatan partisipatif dan pemberdayaan permasalahan sosial dan ekonomi di tingkat Dengan demikian. KKN tidak Sebagaimana dikemukakan oleh Sari dan Nugroho . KKN memberikan pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga proses transfer teknologi dan pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah pedesaan. Potensi Desa Dengan demikian, program Bawomaenamolo sebenarnya cukup besar. KKN tidak hanya berfungsi sebagai sarana namun pemanfaatannya belum optimal pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga sebagai media strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan tradisional yang kurang efisien. Kondisi ini masyarakat desa. berdampak pada rendahnya produktivitas Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan nilai tambah hasil pertanian. Salah satu memiliki peran strategis dalam mendukung komoditas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah kangkung pemberdayaan petani di wilayah pedesaan. cabut, karena permintaan pasar terhadap Melalui sayuran ini relatif tinggi dan stabil. Dengan KKN, dapat secara langsung mengaplikasikan berpotensi menjadi sumber pendapatan pertanian yang diperoleh dari perguruan cepat apabila didukung inovasi teknologi tinggi kepada masyarakat petani, sehingga budidaya dan pendampingan yang tepat. terjadi proses adaptasi teknologi yang sesuai Gambar. Lahan Pendidikan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia . menegaskan bahwa KKN pertanian yang ramah lingkungan dan kapasitas sumber daya manusia di tingkat Selain Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya diwariskan secara turun-temurun, sehingga efisiensi penggunaan lahan, pupuk, dan tenaga kerja belum optimal. Akibatnya, hasil panen relatif rendah, biaya produksi cukup tinggi, dan daya saing produk pertanian di pasar menjadi terbatas. Selain itu, penanganan pascapanen yang masih panen menurun dengan cepat, sehingga nilai jualnya rendah. Kondisi tersebut Lahan Kebun berdampak pada terbatasnya peningkatan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hadir sebagai sarana kolaboratif antara pendapatan dan kesejahteraan petani secara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah Permasalahan ini perlu segera diatasi desa untuk menjawab tantangan tersebut. melalui penerapan inovasi budidaya yang Melalui pendekatan partisipatif. KKN dapat lebih efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan potensi lokal. Kangkung cabut budidaya kangkung cabut, mulai dari dipandang sebagai komoditas unggulan pemupukan organik, teknik penanaman karena memiliki permintaan pasar yang efisien, hingga penanganan pascapanen tinggi, umur panen singkat, serta peluang keterampilan teknis petani, program ini juga mendorong terbentuknya pola usaha yang budidaya yang tepat, kangkung cabut dapat lebih berkelanjutan, sehingga diharapkan menjadi sumber pendapatan harian yang mampu meningkatkan taraf hidup petani. Selain memperluas akses pasar, dan pada akhirnya Jika Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat menjadi wadah strategis untuk Desa Bawomaenamolo. Rendahnya mendampingi petani dalam penerapannya. Desa Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa Bawomaenamolo Sebagian besar petani masih mengandalkan memberikan pelatihan teknik budidaya dan Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya memperkenalkan praktik pascapanen yang kangkung cabut dengan penerapan teknik mampu menjaga kualitas produk. Dengan budidaya yang lebih efisien, pemanfaatan demikian, keterlibatan KKN tidak hanya pupuk organik maupun kombinasi, serta menjawab keterbatasan pengetahuan dan penerapan metode pascapanen yang tepat. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan memperkuat akses terhadap pasar lokal. Desa Bawomaenamolo. Selain serta mendorong peningkatan pendapatan yang pada akhirnya berdampak pada masalah utama yang dihadapi petani adalah kesejahteraan petani. lemahnya sistem pascapanen dan distribusi Metode Pelaksanaan hasil pertanian. Kangkung cabut yang dipanen sering kali tidak bertahan lama Desain Program KKN Pendekatan karena tidak ada teknik penyimpanan yang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan memadai, sehingga petani terpaksa menjual petani sebagai mitra utama menjadi strategi hasil panen dengan harga murah. Minimnya penting dalam meningkatkan efektivitas akses langsung ke pasar besar membuat posisi tawar petani rendah, sementara rantai Kolaborasi ini memungkinkan terjadinya proses saling belajar, di mana mahasiswa keuntungan mereka. Oleh karena itu, inovasi pascapanen yang diperkenalkan akademik yang dimiliki, sementara petani melalui KKN, seperti teknik pengemasan sederhana, pengelolaan rantai dingin, dan kearifan lokal yang relevan dengan kondisi penguatan koperasi tani, dapat menjadi Menurut Sari dan Nugroho solusi untuk meningkatkan nilai jual produk . , pola kemitraan semacam ini tidak serta menstabilkan pendapatan petani. hanya memperkuat transfer teknologi dan Artikel ilmiah ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan bersama mengimplementasikan inovasi budidaya terhadap program yang dijalankan. Dengan kangkung cabut melalui program Kuliah demikian, pendekatan kolaboratif menjadi Kerja Nyata Bawomaenamolo. (KKN) Desa Tujuan partisipatif, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat produktivitas dan kualitas hasil panen Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Gambar. 2 Foto Bersama Aparat Desa Menggali kebutuhan dan harapan petani terhadap program pendampingan KKN agar intervensi tepat sasaran. Sosialisasi Budidaya Pelatihan Kangkung Teknik Cabut Inovatif Memberikan pemahaman kepada petani komoditas kangkung cabut. Tahapan Kegiatan KKN . Survei dan Observasi Awal Kondisi Memperkenalkan inovatif seperti hidroponik sederhana. Pertanian dan Kebutuhan Petani pemanfaatan pupuk organik, dan teknik Gambar. 3 Foto Di Kebun penanaman berkelanjutan. Menekankan pentingnya penggunaan menjaga kesuburan tanah dan kualitas hasil panen. Melibatkan petani secara aktif dalam pelatihan agar transfer pengetahuan lebih mudah diterapkan di lapangan. Pendampingan Praktik Penanaman dan Perawatan Langsung di Lahan Petani Membimbing petani secara langsung dalam proses penanaman, mulai dari Survei lahan Mengidentifikasi kondisi lahan, jenis tanah, dan ketersediaan sumber air. hingga penanaman bibit. Menjelaskan teknik perawatan yang Mengetahui pola budidaya yang selama tepat, termasuk pola penyiraman, ini dilakukan petani, termasuk teknik pemupukan, dan pengendalian hama ramah lingkungan. pengendalian hama. Memetakan Menyediakan . ahan percontoha. sebagai sarana belajar praktis dan pembanding bagi petani. Mendorong partisipasi aktif petani . roduktivitas teknolog. maupun non-teknis . kses pasar, permodala. Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 keterampilan baru dapat diadopsi secara mandiri. E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bawomaenamolo. Kecamatan Luahagundre Gambar. 4 Sedang Survei Maniamolo, selama periode KKN, yaitu dari bulan Juli tahun 2025. Metode Pelaksanaan Inovasi Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang Inovasi budidaya yang diterapkan . Pengolahan Lahan: Menggunakan media tanam campuran pupuk kompos dan kesuburan tanah. Penanaman: Pelaksanaan Pembersihan lahan Menggunakan tanam dengan jarak tanam yang optimal . Monitoring dan Evaluasi Hasil Panen serta Feedback dari Petani Melakukan dan sistem irigasi sederhana berbasis selang Metode Pelaksanaan Gambar. 5 Sedang Mengolah Tanah produktivitas hasil panen. Mengevaluasi budidaya baru yang diterapkan, dengan metode tradisional. Mengumpulkan masukan dari petani terkait kelebihan, kekurangan, dan tantangan yang dihadapi selama proses pendampingan. Menyusun rekomendasi perbaikan budidaya kangkung cabut di masa Penanaman Kangkung Program ini dilakukan dengan melibatkan Lokasi dan Waktu mahasiswa KKN dan petani setempat. Langkah-langkahnya: Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Pelatihan: Mahasiswa KKN mengajarkan Mahasiswa E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya KKN cara menanam kangkung dengan sistem fasilitator dan pendamping teknis. Mereka hidroponik sederhana dan menggunakan pupuk organik yang dibuat dari limbah Masyarakat, . Praktik Budidaya: Petani khususnya kelompok tani, terlibat aktif menanam kangkung dengan cara baru ini dalam seluruh proses, mulai dari persiapan selama 3 bulan dengan bimbingan dari lahan hingga panen. Pengamatan: Mengukur hasil panen. Faktor Pendukung dan Kendala . Pendukung: Antusiasme petani yang tinggi, dukungan pemerintah desa, dan bimbingan teknis yang kontinu dari menggunakan metode baru. mahasiswa KKN. Analisis: Membandingkan data hasil . Kendala: Keterbatasan panen dan pendapatan untuk melihat ketergantungan pada pasokan bahan perubahan yang terjadi. organik dari luar, dan fluktuasi harga di pasar lokal. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui: Observasi: Pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman, kondisi Gambar. 6 Hasil Tanaman hama/penyakit, dan aktivitas petani. Wawancara: Wawancara mengetahui pengetahuan awal, respons, dan dampak yang dirasakan. Dokumentasi: Pengambilan foto dan video sebagai bukti visual dari setiap tahapan kegiatan. Pencatatan: Pencatatan harian mengenai biaya operasional, jumlah hasil panen, dan pendapatan yang diperoleh petani. Keterlibatan Masyarakat Mahasiswa Analisis Data Data . asil Data Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya kualitatif . asil wawancar. dianalisis untuk maupun penerapan langsung di lahan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung pertanian mereka. Tingginya antusiasme ini dan kendala. menunjukkan adanya penerimaan yang Hasil Kegiatan dan Pembahasan Hasil Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor Gambar. Hasil Panen Kangku pemberdayaan berbasis KKN, sebagaimana dinyatakan oleh Wijayanti dan Prasetyo . Dari menekankan pada penerapan budidaya ramah lingkungan. Penggunaan pupuk organik cair yang diaplikasikan secara rutin serta pemanfaatan pestisida alami terbukti mampu mengurangi ketergantungan petani Pelaksanaan kangkung cabut melalui program KKN di Desa Bawomaenamolo menunjukkan hasil Berdasarkan data lapangan, hasil panen kangkung mengalami peningkatan dari rata-rata 1,2 kg per meter persegi menjadi 1,5 kg per meter persegi, atau naik sekitar 25%. Peningkatan produktivitas ini sejalan dengan penelitian Rahmawati et al. yang menegaskan bahwa penerapan meningkatkan efisiensi lahan sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen. Keberhasilan program ini juga terlihat Sebanyak 85% petani di desa berpartisipasi aktif dalam kegiatan, baik dalam pelatihan pada bahan kimia sintetik. Selain itu, penggunaan sistem hidroponik sederhana membantu efisiensi penggunaan air, yang sangat relevan dalam konteks penghematan sumber daya di era perubahan iklim. Temuan ini selaras dengan penelitian Ningsih et al. , yang menjelaskan bahwa teknologi budidaya hemat air dan rendah bahan kimia merupakan solusi strategis untuk mewujudkan pertanian Di sisi lain, efisiensi biaya juga menjadi salah satu capaian penting dari program ini. Penggunaan pupuk organik dan pestisida alami berhasil menekan biaya produksi hingga sekitar 15%. Dengan biaya produksi yang lebih rendah, margin keuntungan memperlihatkan bahwa inovasi budidaya Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya tidak hanya berdampak pada produktivitas, penerapan teknik budidaya yang lebih tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi. terstruktur, seperti penggunaan pupuk Secara keseluruhan, program KKN yang organik, pengaturan jarak tanam, serta mengusung inovasi budidaya kangkung pengendalian hama dan penyakit secara Seiring produktivitas dan kualitas hasil pertanian, tetapi juga memberikan dampak sosial- pendapatan petani pun turut mengalami ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Selain kenaikan, sehingga memberikan dampak itu, penerapan sistem budidaya ramah positif terhadap kondisi ekonomi rumah tangga mereka (Sari & Nugroho, 2022. Rahmawati et al. , 2. pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Selain program KKN juga berkontribusi besar dalam aspek pemberdayaan masyarakat. Pembahasan Melalui Peningkatan produktivitas dan efisiensi ini secara langsung berdampak positif pada pengetahuan dan keterampilan baru yang pendapatan petani. Dari data hasil panen sebelumnya belum mereka kuasai. Hal ini dan biaya, terbukti bahwa pendapatan tidak hanya meningkatkan kompetensi bersih petani meningkat secara signifikan. Hal menumbuhkan motivasi petani untuk terus KKN Menurut penelitian Sari dan berhasil menumbuhkan rasa percaya diri Nugroho . , keterlibatan mahasiswa dan pengetahuan baru di kalangan petani. Meskipun demikian, terdapat beberapa masyarakat mampu mendorong lahirnya kendala seperti kurangnya ketersediaan bahan baku organik secara terus-menerus. kepercayaan diri petani dalam mengelola Hasil pelaksanaan program KKN dengan usahataninya secara mandiri. budidaya yang diterapkan efektif. Selain itu, fokus pada inovasi budidaya kangkung Dampak positif lain dari program ini cabut menunjukkan adanya peningkatan terlihat pada aspek sosial dan ekonomi. produktivitas yang signifikan. Berdasarkan Meningkatnya hasil panen dan pendapatan observasi lapangan, produktivitas tanaman berimplikasi langsung pada kesejahteraan kangkung cabut meningkat sekitar 25% dibandingkan dengan metode budidaya keberhasilan budidaya kangkung cabut Peningkatan ini disebabkan oleh membuka peluang bagi pengembangan Selain Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya usaha agribisnis lokal, baik dalam bentuk terhenti setelah periode KKN berakhir. penjualan sayuran segar maupun produk Dengan demikian, program KKN dapat olahan bernilai tambah. Hal ini sejalan berkembang menjadi model pemberdayaan dengan temuan Putri et al. , yang berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi berbasis komunitas berperan penting dalam memperluas peluang ekonomi desa dan (Rahmawati et al. , 2. memperkuat ketahanan pangan lokal. Namun, dalam pelaksanaannya, program Penutup ini juga menghadapi sejumlah tantangan. Simpulan Keterbatasan sumber daya, baik dari sisi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sarana produksi maupun modal usaha. Desa masih menjadi hambatan utama bagi petani. Selain Bawomaenamolo Melalui perubahan teknologi pertanian menuntut pendekatan partisipatif, mahasiswa dan adaptasi yang berkesinambungan. Akses pasar yang terbatas juga menjadi kendala, memperkenalkan serta menerapkan inovasi karena sebagian besar hasil panen masih teknik budidaya yang lebih efisien dan dipasarkan dalam lingkup lokal dengan nilai jual yang belum maksimal. Tantangan organik, teknik penanaman yang lebih ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi terstruktur, hingga praktik pascapanen yang tepat terbukti mampu meningkatkan upaya lanjutan tetap diperlukan untuk produktivitas, memperbaiki kualitas hasil menjaga keberlanjutan program (Wijayanti panen, serta menambah pendapatan petani. & Prasetyo, 2. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa KKN Oleh karena itu, rekomendasi yang Penerapan tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu dapat diberikan adalah perlunya dukungan maupun perguruan tinggi. Dukungan ini Lebih jauh, program ini dapat berupa pelatihan intensif, bantuan mampu memperkuat kesadaran kolektif sarana produksi, maupun fasilitasi akses petani akan pentingnya inovasi, kerja sama, pasar yang lebih luas. Selain itu, integrasi dan pengelolaan pertanian yang adaptif terhadap perubahan lingkungan maupun KKN pemberdayaan desa lainnya sangat penting, kebutuhan pasar. agar kegiatan yang telah dirintis tidak Saran Copyright . Maria Septyani Laia. Samson Wau. Nimar Sidarniwati Hondro. Yoelman Dachi. Arenawati Gaurifa. Brigita Ferni Wati Hondro. Sri Selitiani Duha. Novita Yanti Jagate. Dorotea Hesti Marda Debora Fau. Ruben Saputra Gowasa. Olisman Laowo. Baziduhu Laia. This work is licensed undera Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Pertama, pemerintah desa bersama E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya Selatan. Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , https://doi. org/10. 57094/haga. pelatihan lanjutan, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh petani Harefa. Edukasi Pembuatan tidak berhenti pada program KKN saja. Bookcapther Pengalaman Observasi Di melainkan terus berkembang seiring waktu. SMP Negeri 2 Toma. Haga : Jurnal Kedua, perlu adanya penguatan akses pasar Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 69- berbasis kangkung cabut, sehingga nilai jual https://doi. org/10. 57094/haga. dan daya saing produk semakin meningkat. Harefa. Preservation Of Hombo Ketiga, riset lanjutan sangat diperlukan Batu: Building Awareness Of Local Wisdom Keempat. Among The Young Generation Of Nias. Haga : Jurnal KKN https://doi. org/10. 57094/haga. Harefa. Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 110. Strengthening terintegrasi dengan program pembangunan Mathematics And Natural Sciences daerah, sehingga dampaknya dapat lebih Education Wisdom Of South Nias: Integration Of Dengan Based Traditional pemerintah, dan perguruan tinggi akan Education. Haga : Jurnal Pengabdian Kepada Local demikian, sinergi antara mahasiswa, petani. Concepts The Masyarakat, 3. Modern pertanian desa yang mandiri, inovatif, dan https://doi. org/10. 57094/haga. Daftar Pustaka