Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 51-57 | 51 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 BEBAS DARI GHIBAH: KUNCI KEBAHAGIAAN DI BALIK JERUJI Supardi*. Rizka Himawan. Toni Ardi Rafsanjani Universitas Muhammadiyah Kudus. Kudus. Indonesia *Corresponding author : supardi@umkudus. Info Artikel Abstrak DOI : https://doi. org/10. 26751/jai. Article history: Received 2024-08-13 Revised 2024-09-05 Accepted 2024-09-05 Ghibah merupakan masalah sosial yang dapat merusak hubungan antarmanusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program pengabdian masyarakat dalam mengurangi perilaku ghibah di kalangan narapidana Rutan Kudus. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi kelompok, dan kegiatan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang dampak negatif ghibah dan memotivasi mereka untuk berubah. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pendidikan peserta. Disarankan untuk memperpanjang durasi program, memperkaya materi, dan membentuk kelompok diskusi untuk mendukung perubahan perilaku jangka panjang. Kata Kunci: Ghibah, narapidana, efektivitas, pengabdian masyarakat. Keywords: Backbiting, prisoners, effectiveness, community service Abstract Backbiting is a social problem that can damage human This research aims to measure the effectiveness of the community service program in reducing backbiting behavior among Kudus Detention Center inmates. The methods used are counseling, group discussions and interactive activities. The research results showed that this program was successful in increasing participants' understanding of the negative impacts of backbiting and motivating them to change. Obstacles faced included limited time and differences in participants' educational It is recommended to extend the duration of the program, enrich the material, and form discussion groups to support longterm behavior change. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Dalam ajaran Islam, ghibah merupakan dosa besar yang dapat merusak hubungan sesama manusia dan menjauhkan diri dari rahmat Allah. Bagi seorang muslim, penjara bukan hanya tempat untuk menjalani hukuman, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ghibah seringkali dipandang sebagai bentuk pelampiasan emosi negatif, seperti rasa iri, dengki, atau kesepian. Namun, kebiasaan buruk ini justru dapat memicu stres, kecemasan, dan merusak hubungan A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Di balik jeruji besi, di mana kebebasan terbatas, hati manusia tetap merindukan Dalam lingkungan yang penuh tantangan, godaan untuk terlibat dalam ghibah . seringkali sulit dihindari. Kehidupan di penjara adalah kesempatan untuk introspeksi dan memulai hidup baru. Dengan meninggalkan kebiasaan buruk seperti ghibah, seorang napi dapat membangun karakter yang lebih kuat dan meraih kebahagiaan sejati. Ghibah seringkali dipandang sebagai bentuk pelampiasan emosi negatif, seperti rasa iri, dengki, atau kesepian. Namun, kebiasaan buruk ini justru dapat memicu Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 51-57 | 52 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 stress, kecemasan, dan merusak hubungan sosial (Halimaini, et. , 2. Hasanah dan Hartono . melakukan analisis terhadap larangan ghibah dalam QurAoan Surat Al-Hujurat ayat 12 dengan pendekatan fenomenologi sosial sehingga diharapkan masyarakat dapat meminimalisir kebiasaan ghibah. Ghibah merupakan perbuatan atersebut disamakan dengan memakan daging manusia yang telah Izzah . menjelaskan bahwa di era globalisasi, kemudahan akses terhadap media sosial telah meningkatkan potensi terjadinya ghibah atau fitnah. Dalam QS Al-Hujurat ayat 12 dan dalam hadits Rasulullah SAW mempelajari terkait larangan, bahaya, serta dampak negatif ghibah dan pentingnya menjaga lisan. Materi Psikologi: Dampak individu dan hubungan sosial, serta teknik mengelola emosi negatif. Materi Komunikasi: Cara membangun hubungan positif, dan menghindari konflik. Tahap Pelaksanaan A Pembukaan: Sambutan perwakilan Rutan dan tim pengabdian. Penyampaian Materi: Sesi 1: Pemahaman ghibah dan dampaknya. Pembentukan Tim: Bentuk tim pengabdian yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu . gama, psikologi, pendekatan yang holistik. Koordinasi dengan Rutan: Ajukan permohonan izin dan koordinasi jadwal pelaksanaan kegiatan dengan pihak Rutan Kudus. Penyusunan Materi: Materi Agama: Ayat-ayat AlQuran, hadis, dan kisah para menjaga lisan dan menghindari A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Sesi Teknik-teknik membangun komunikasi positif. METODE PELAKSANAAN Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pembinaan kerohanian di rutan Kelas II B Kudus tentang AuBebas dari Ghibah: Kunci Kebahagiaan di Balik JerujiAy dengan dua tahap selama 2 . pertemuan selama masing-masing pertemuan selama satu jam pada tanggal 29 Maret 2024 dan 1 April 2024, dengan lama pertemuan selama 2 . Tahap Persiapan Penyediaan Media: Persiapkan media yang akan digunakan, seperti slide presentasi, video, leaflet, atau buku panduan. Sesi 3: Diskusi kelompok untuk berbagi pengalaman dan mencari A Kegiatan Interaktif: Role-playing: Simulasi situasi yang melibatkan ghibah dan cara Latihan relaksasi: Membantu peserta mengelola stres dan emosi negatif. Penutupan: Kesimpulan pemberian motivasi kepada peserta untuk terus memperbaiki diri. Tahap Evaluasi Evaluasi Peserta: Kumpulkan umpan balik dari peserta melalui angket atau diskusi terbuka untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kepuasan mereka terhadap program. Evaluasi Tim: Lakukan evaluasi internal tim untuk mengidentifikasi hal-hal yang berjalan baik dan perlu Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 51-57 | 53 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Evaluasi Dampak: Lakukan tindak lanjut beberapa bulan setelah kegiatan untuk melihat perubahan perilaku Tindak Lanjut A Pembentukan Kelompok Diskusi: Bentuk kelompok diskusi yang berkelanjutan di dalam Rutan untuk membahas masalah-masalah yang terkait dengan ghibah dan komunikasi Kerjasama dengan Petugas Rutan: Libatkan petugas Rutan dalam kegiatan-kegiatan pembinaan yang A Penyebarluasan Hasil: Publikasi hasil pengabdian masyarakat dalam bentuk laporan atau artikel untuk menginspirasi pihak lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Pemahaman: A Sangat Memahami: 6% (Jumlah peserta 3 oran. A Memahami: 86% (Jumlah peserta 43 A Kurang Memahami: 8% (Jumlah peserta 4 oran. A Tidak Memahami: 0% (Jumlah peserta 0 oran. Perubahan Perilaku: A Sangat Termotivasi Berubah: 10% (Jumlah peserta 5 A Termotivasi untuk Berubah: 80% (Jumlah peserta 40 oran. A Kurang Termotivasi Berubah: 10% (Jumlah peserta 5 A Tidak Termotivasi untuk Berubah: 0% (Jumlah peserta 0 oran. A Indikator Perubahan Perilaku: Peningkatan Komitmen untuk menghindari ghibah dalam kehidupan seharihari A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Tanggapan Peserta: A Positif: 90% (Jumlah peserta 45 Peserta merasa terbantu dalam memahami dampak negatif ghibah. Peserta merasa termotivasi untuk memperbaiki diri. Peserta kegiatan interaktif. A Netral: 10% (Jumlah peserta 5 oran. A Negatif: 0 % (Jumlah peserta 0 Hambatan: A Kurangnya Waktu: Waktu yang disediakan untuk kegiatan terasa A Kurangnya Fasilitas: Fasilitas yang tersedia kurang mendukung kegiatan. A Perbedaan Tingkat Pendidikan: Kesulitan dalam memahami materi pendidikan yang rendah. Pembahasan Berdasarkan disimpulkan bahwa: A Mayoritas peserta: Memahami dampak negatif ghibah. Termotivasi untuk menghindari ghibah dan memperbaiki diri. Memberikan tanggapan positif terhadap program. A Hambatan yang dihadapi: Kurangnya waktu dan fasilitas menjadi kendala dalam pelaksanaan Perbedaan peserta perlu diperhatikan dalam penyampaian materi. Implikasi Keberhasilan: Program ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta memotivasi mereka untuk berubah. Peningkatan: Perlu peningkatan kualitas program dengan memberikan waktu yang lebih banyak, menyediakan fasilitas yang lebih Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 51-57 | 54 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 lengkap, dan menyesuaikan materi dengan tingkat pendidikan peserta. Pengembangan: Perlu dikembangkan program lanjutan untuk memantau perubahan perilaku peserta dalam jangka panjang dan Perubahan Perilaku Kurang Termotivasi untuk Berubah Tidak Termotivasi untuk Berubah Sangat Termotivasi untuk Berubah Rekomendasi Meningkatkan Durasi: Memberikan waktu yang lebih lama untuk setiap sesi agar materi dapat disampaikan secara lebih mendalam. Termotivasi untuk Berubah Memperkaya Materi: Menambahkan studi kasus atau kisah nyata yang relevan dengan kehidupan A Membentuk Kelompok Pendukung: Membentuk kelompok diskusi yang berkelanjutan di dalam Rutan untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Kerjasama dengan Petugas Rutan: Meningkatkan kerjasama dengan Rutan mengintegrasikan program ini ke dalam kegiatan pembinaan rutin. Tanggapan Peserta Netral Negatif Positif Diagram Tingkat Pemahaman Tabel Tidak Sangat Kurang Memahami MemahamiMemahami Tingkat Pemahaman Tingkat Pemahaman Sangat Memahami Memahami Kurang Memahami Tidak Memahami Jumlah . Prosentase Jumlah . Prosentase Perubahan Perilaku Memahami A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Perubahan Perilaku Sangat Termotivasi Termotivasi Kurang Termotivasi Tidak Termotivasi Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 51-57 | 55 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 Tanggapan Peserta Tanggapan Peserta Positif Netral Negatif Jumlah . Prosentase Foto Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Rutan Kelas II B Kudus Pembahasan Berdasarkan diagram dan tabel Tingkat Pemahaman tersebut memberikan gambaran narapidana di Rutan terkait pemahamannya tentang ghibah, dimana sebagian besar . %) narapidana memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai apa itu ghibah. Sedangkan 6% menunjukkan adanya segmen kecil yang memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang ghibah, yang dapat karena telah memiliki pengetahuan agama yang lebih luas atau mengalami pengalaman pribadi yang membuatnya lebih sensitif terhadap masalah ini, sebagaimana didukung penelitian Muhammad Yusril dilaksanakan bimbingan rohani Islam oleh petugas, maka pemahaman Narapidana lebih A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved baik yang didukung kemauan belajar Narapidana. Meskipun persentasinya kecil, yaitu 8% namun tetap perlu diperhatikan bahwa ada sejumlah narapidana yang masih kurang memahami konsep ghibah, yang dapat diakibatkan berbagai faktor seperti tingkat partisipasi dalam program pembinaan. Berdasarkan diagram dan tabel Perubahan Perilaku tersebut, sebanyak 80% termotivasi untuk berubah, yang merupakan persentase Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar memiliki keinginan yang kuat untuk mengubah perilaku mereka, yang karena mungkin telah menyadari dampak negatif dari perilaku sebelumnya dan siap untuk melakukan langkah konkret dalam perbaikan, sebagaimana didukung penelitian Ayu Sriana . setelah dilaksanakan bimbingan rohani Islam oleh petugas, maka perilaku Narapidana lebih baik dan didukung kemauan belajar Narapidana. Sebanyak 10% kurang termotivasi untuk berubah, hal ini menunjukkan adanya sekelompok individu yang memiliki motivasi lebih rendah untuk berubah. Mungkin karena masih ragu-ragu, merasa sulit keluar dari zona nyaman, atau belum sepenuhnya menyadari pentingnya perubahan. Sedangkan banyaknya peserta yang sangat termotivasi untuk berubah sebanyak 10%. Hal ini menunjukkan adanya segmen kecil dengan momtivasi yang sangat tinggi untuk Mereka mendapatkan pengalaman yang sangat memotivasi atau memilii komitmen yang kuat terhadap perubahan. Dengan melihat diagram dan tabel tentang Tanggapan Peserta, dapat diketahui bahwa distribusi tanggapan peserta terhadap sebanyak 90% yang mengindikasikan bahwa tanggapan positif. Ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki pandangan yang baik atau mendukung, sebagaimana didukung penelitian Alisa Kurniawati . setelah dilaksanakan bimbingan rohani Islam oleh petugas, ada pengaruh positif terhadap Jurnal Abdimas Indonesia Volume 6 Nomor 1 . 51-57 | 56 pISSN 2654-4822, eISSN 2654-2544 kebermaknaan hidup Narapidana dan mempunyai korelasi sangat kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,795. Sebanyak 10% netral, kategori ini menunjukkan adanya sekelompok kecil peserta yang memiliki pandangan netral. Kerjasama dengan petugas Rutan: Meningkatkan kerjasama lebih intensif Rutan mengintegrasikan program ini ke dalam kegiatan pembinaan rutin. UCAPAN TERIMA KASIH KESIMPULAN Program ini telah memberikan kontribusi positif dalam upaya pembinaan narapidana di Rutan Kudus. Namun, perlu adanya upaya keberlanjutan program dan mencapai hasil yang lebih optimal. Implikasi Hasil dari program ini dapat menjadi rujukan bagi pelaksanaan program pembinaan serupa di lembaga pemasyarakatan lainnya. Selain itu, temuan dalam program pengabdian ini pengembangan pengabdian lebih lanjut mengenai dampak ghibah terhadap kesehatan mental dan sosial individu. Saran Disarankan untuk program melakukan pengabdian lanjutan dengan jangka waktu yang lebih panjang untuk mengukur dampak jangka panjang dari program ini terhadap perubahan perilaku peserta. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi secara berkala untuk faktor-faktor mempengaruhi keberhasilan program dan melakukan penyesuaian yang diperlukan. Rekomendasi: Untuk meningkatkan efektivitas program di masa mendatang, disarankan untuk: Memperpanjang Memberikan waktu yang lebih banyak untuk setiap sesi agar materi dapat disampaikan secara lebih mendalam. Memperkaya materi: Menambahkan studi kasus atau kisah nyata yang relevan dengan kehidupan peserta. A 2024-LPPMAeUniversitas Muhammadiyah Kudus All rights reserved Penulis kepada Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Kudus telah memberikan ijin dan dukungan berupa tempat, sound system dan support peserta sehingga pengabdian kepada Narapidana ini dapat terlaksana. Terimakasih juga kami sampaikan kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus yang telah memberikan kesempatan dan ijin dalam program pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA