HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Dewi Hastuty1. Agus Mangallo2 1,2,3* Program Studi Kebidanan. Fakultas Kesehatan Universitas Mega Buana Palopo. Jl. Luminda. Kota Palopo. Indonesia, 91913 Corresponding author: dewihastury77@gmail. com/082337258060 Info Artikel Sejarah artikel Diterima Disetujui Dipublikasi Abstrak : 11. : 22. : 28. Kata Kunci : Anemia Pada Ibu Hamil. Status Gizi. Status Sosial Ekonomi Anemia Merupakan salah satu isu gizi yang umum terjadi di berbagai belahan dunia. Sekitar satu dari tiga perempuan di seluruh dunia mengalami anemia, yang menunjukkan bahwa sebagian besar kasusnya terjadi pada wanita yang sedang dalam usia reproduktif, terutama selama Menurut WHO, diperkirakan sekitar 40% ibu yang tengah hamil di dunia menderita anemia. Berdasarkan informasi dari WHO pada tahun 2019, tingkat kejadian anemia di Indonesia masih sangat tinggi, yakni sekitar 44,2%, yang termasuk dalam kategori masalah kesehatan yang Masalah gizi pada saat hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan ibu maupun janin, sehingga memerlukan perhatian khusus. Asupan makanan yang tidak sehat dan seimbang pada saat hamil mengakibatkan kekurangan gizi, yang berujung pada terjadinya anemia. Tujuan untuk mengkaji keterkaitan antara kondisi sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada wanita hamil di Puskesmas Makale. Kabupaten Tana Toraja. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana peneliti mencari hubungan status sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Makale sebanyak 94 orang dan sampel sebanyak 48 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive Hasil: berdasarkan uji chi square ada hubungan status social ekonomi . ilai p = 0,015 < = 0,. dan statua gizi . ilai p = 0,043 < = 0,. terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Kesimpulan: ada hubungan status sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. The Relationship Between Socio-economic Status And Nutritional Status On The Incidence Of Anemia In Pregnant Women Abstrak Anemia is a nutritional problem that often occurs in various countries. One in three women in the world experiences anemia. This shows that most cases of anemia occur in women of childbearing age, especially during pregnancy. WHO estimates that around 40% of pregnant women in the world experience anemia. Based on 2019 WHO data, the prevalence of anemia in Indonesia is still high, namely around 44. where this prevalence falls into the category of serious health problems. Nutritional issues during pregnancy have a significant impact on the health of both the mother and the fetus, requiring special attention. unhealthy and unbalanced diet during pregnancy can lead to malnutrition, which can lead to anemia. Objective to determine the relationship between socio-economic status and nutritional status on the incidence of anemia in pregnant women at the Makale Community Health Center. Tana Toraja Regency. Method: This research is a quantitative study using a cross sectional approach, where researchers look for the relationship between socio-economic status and nutritional Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 status on the incidence of anemia in pregnant women at the Makale Health Center. Tana Toraja Regency. Population The population in this study was all 94 pregnant women at the Makale Community Health Center people and a sample of 48 people with a purposive sampling Results: based on the chi square test, there is a relationship between socio-economic status . value = 0. 015 < = 0. and nutritional status . value = 0. 043 < = 0. on the incidence of anemia in pregnant women at the Makale Community Health Center. Tana Toraja Regency . Conclusion there is a relationship between socioeconomic status and nutritional status on the incidence of anemia in pregnant women at the Makale Community Health Center. Tana Toraja Regency. Keyword : Anemia In Pregnant. Nutritional Status. Socio-Economic Status Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Pendahuluan Anemia merupakan suatu kondisi dimana nilai kadar hb atau jumlah sel darah merah dalam darah dibawah batas normal yaitu 11 gr/dl. Anemia adalah salah satu masalah gizi yang banyak terjadi di berbagai negara. 1/3 wanita di dunia mengalami anemia hal ini menunjukkan bahwa mayoritas kasus anemia terjadi pada WUS, khususnya pada masa WHO memprediksikan 40% bumil di dunia mengalami anemia. Berdasarkan data WHO tahun 2019, kasus anemia di Indonesia masih tinggi yaitu sekitar 44,2% dimana prevalensi tersebut masuk ke dalam kategori masalah kesehatan yang parah (Koerniawati, 2. Dari data WHO . , melansirkan bahwa terdapat sekitar 45% dari seluruh kehamilan mengalami anemia dan potensi tertinggi terjadi di TM i dibandingkan dengan TM I & II kehamilan. Mayoritas dari kasus tersebut karena ibu kekurangan Energi Kronis (KEK) dimana ibu mengalami kekurangan asupan energi dalam jangka waktu lama, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan status gizi ibu hamil (Floridha et al, 2. Ibu hamil memiliki risiko tinggi mengalami anemi disebabkan oleh pola makan yang kurang bervariasi dan tidak bergizi seimbang, kehamilan yang terlalu sering dalam waktu singkat, rendahnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi, adanya KEK serta infeksi yang mengakibatkan hilangnya zat besi. Selain itu, status ekonomi juga merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya anemia (Kemenkes RI, 2. Anemia pada ibu hamil dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Faktor langsung dapat berasal dari kepatuhan dalam mengonsumsi zat besi, adanya infeksi serta terjadinya perdarahan. Sementara itu, faktor tidak langsung dipengaruhi oleh status antenatal care (ANC), sikap, jumlah kehamilan, jarka antar kehamilan, usia, pola makan, pengetahuan, pendidikan, budaya, kondisi sosial ekonomi dan status gizi ibu hamil (Gustanela & Pratomo, 2. Pendapatan yang rendah dapat berdampak pada kondisi ibu hamil yang mengalami anemia, karena tidka terpenuhinya kebutuhan gizi harian selama masa kehamilan. Level ekonomi yang rendah juga mendorong masyarakat untuk menghabiskan pendapatan mereka untuk barangbarang ang tersedia di pasar, baik untuk memenuhi kebutuhan gizi maupuan unutk mencari pengobatan awal saat sakit akibat malnutrisi (Afriyanti, 2. Asupan gizi bagi ibu hamil adalah elemen kunci yang ahrus diperhatikan selama kehamilan. Nutrisi yang baik selama masa kehamilan adalah indicator penting untuk memastikan Kesehatan ibu dan bayi. Gizi yang baik untuk ibu hamil terdiri dari makanan sehat dan seimbang dengan porsi yang seharunya dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan Wanita yang tidak hamil. Kebutuhan gizi selama hamil meningkat sekitar 15% disbanding wanita pada umumnya. Peningkatan kebutuhan ini penting untuk mendukung pertumbuhan Rahim, payudara, volume darah, plasenta, air ketuban dan perkembangan janin (Sari, 2. Hal inilah yang menjadi dasar bagi peneliti dalam melakukan riset terkait Hubungan status sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja dan mempublikasikan agar bisa menjadi bahan referensi dan bahan kajian untuk menanggunalangi masalah Kesehatan khusuanya malasah anemia dalam kehamilan yang masih menjadi masalah Kesehatan ibu di Indonesia. Bahan dan Metode Penelitian ini adalah studi kuantitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja selama bulan Juli hingga September 2024. Kelompok yang menjadi objek penelitian ini adalah seluruh ibu yang sedang hamil di Puskesmas Makale sebanyak 94 orang. Untuk sampel, penelitian ini melibatkan 48 orang dengan metode purposive sampling dan menggunakan rumus Slovin untuk menentukan ukuran sampel yang tepat. Kriteria inklusi bagi sampel penelitian ini adalah ibu hamil trimester I dan i yang berada di area layanan Puskesmas Makale. Data sekunder diperoleh melalui Buku KIA dan catatan kehamilan, sementara data primer didapatkan melalui wawancara dan kuesioner yang dibagikan. Penelitian ini menerapkan dua jenis analisis, yaitu menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden seperti umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, anemia, status sosial ekonomi, dan status Analisis bivariat yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan uji statistik Chi Square untuk menganalisis hubungan antara dua variabel, yaitu antara status sosial ekonomi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Hasil Penelitian Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik Karakteristik Umur 20-35 tahun <20 tahun dan >35 tahun Paritas Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Rendah Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Total Berdasarkan tabel 1 di atas menujukkan bahwa dari 48 responden sebagian besar karakteristik responden umur 20-35 tahun sebanyak 45 orang . ,8%), paritas sebagian besar paritas 1-2 sebanyak 33 orang . ,8%), pendidikan sebagian besar pendidikan tinggi sebanyak 26 orang . ,2%) dan pekerjaan sebangain besar tidak bekerja sebanyak 45 orang . ,8%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi berdasarkan anemia pada ibu hamil, status sosial ekonomi dan status gizi Variable Anemia pada Ibu Hamil Tidak Anemia Anemia Status Sosial Ekonomi Baik Kurang Status Gizi Baik Kurang Total Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukkan, berdasarkan anemia pada ibu hamil sebagian besar responden mengalami anemia sebanyak 44 orangn . 7%) dan sebagian kecil tidak anemi sebanyak 4 orang . 3%), untuk status sosial ekonomi Sebagian besar responden memiliki status ekonomi kurang sebanya 45 orang . 8%) dan Sebagian kecil memiliki status ekonomi baik sebanyak 3 orang . 2%). Sedangkan untuk status gizi Sebagian besar ibu memiliki status gizi kurang sebanyak 36 orang . %) dan sebagian kecil memiliki status gizi baik sebanyak 12 orang . %). Analisis Bivariat Tabel 3 Hasil Uji Chi-Square hubungan status sosial ekonomi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil Anemia Pada Ibu Hamil Status Sosial Tidak Anemia Anemia Total yyI value Baik Kurang Baik Total Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa ibu hamil yang dengan status sosial ekonomi baik sebanyak 3 orang . 2%) dimana yang tidak anemia sebanyak 2 orang . 1%) sedangkan yang anemia sebanyak 1 orang . 1%). Untuk ibu hamil dengan status ekonomi kurang baik sebanyak 45 orang . 8%) dimana yang tidak anemia sebanyak 2 orang . 2%) sedangkan yang anemia sebanyak 43 orang . 6%). Berdasarkan hasil statistik chi square di peroleh nilai p value = 0. 015< = 0. 05 yang menunjukkan ada hubungan status sosial ekonomi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Tabel 4 Hasil Uji Chi-Square hubungan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil Anemia pada ibu hamil Status Gizi Tidak Anemia Anemia Total yyI value Baik Kurang Total Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa ibu hamil yang dengan status gizi baik sebanyak 12 orang . %) dimana yang tidak anemia sebanyak 3 orang . 2%) sedangkan yang anemia sebanyak 9 orang . 8%). Untukibu hamil dengan status gizi kurang sebanyak 36 orang . %) dimana yang tidak anemia sebanyak 1 orang . 1%) sedangkan yang anemia sebanyak 35 orang . 9%). Berdasarkan hasil statistik chi square di peroleh nilai p value = 0. 043< = 0. 05 yang menunjukkan ada hubungan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Pembahasan Hubungan status sosial ekonomi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil Berdasarkan hasil statistik chi square di peroleh nilai p value = 0. 015< = 0. 05 yang menunjukkan ada hubungan status sosial ekonomi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agustin, 2. menunjukkan ibu hamil yang mengalami anemia dengan status ekonomi rendah lebih banyak dibandingkan dengan status ekonomi tinggi. Status ekonomi merujuk pada posisi seseorang dalam masyarakat yang menunjukkan tinggi rendahnya pendapatan bulanan yang telah disesuaikan dengan biaya kebutuhan dasar. Keterbatasan finansial keluarga dalam membeli makanan sehari-hari dapat mengurangi baik kuantitas maupun kualitas makanan yang dikonsumsi oleh ibu, yang pada gilirannya menimbulkan penurunan status gizi. Dalam hal ini, anemia sering kali muncul sebagai masalah yang umum, terutama disebabkan oleh menstruasi yang terjadi setiap bulan. Sumber makanan yang diperlukan untuk mencegah anemia umumnya berasal dari protein yang mahal dan sulit diakses oleh mereka yang berpenghasilan rendah. Kekurangan ini meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi yang sedang dikandungnya. Anemia berperan dalam tingginya angka kematian di kalangan ibu, yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan (Agustin, 2. Situasi ini berpengaruh besar terhadap kemungkinan terjadi kelahiran premature. Angka kejadian tertinggi ditemukan pada kelompok dengan status sosial ekonomi yang Hal in disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang memadai . erutama anemi. dan kurangan kepatuhan ibu melakukan pemeriksaan ANC. Selain itu, kelahiran premature lebih sering terjadi pada bayi yang lahir dari hubungan yang tidak resmi dibandingkan dengan yang lahir dari pernikahan yang sah. Biaya pengakhiran kehamilan biasanya cukup tinggi dan dilakukan secara rahasia. Tidak ada tarif standar untuk layanan aborsi, karena praktik ini dilarang di Indonesia. Oleh karena itu, biaya yang harus ditanggung klien bervariasi dan umumnya sangat mahal (Afriyanti, 2. Bagi ibu hamil yang berasal dari latar belakang ekonomi yang baik, mereka akan lebih mungkin meraih kesejahteraan fisik dan spikologis yang optimal. Status gizi mereka cenderung meningkat, berkat asupan nutrisi yang berkualitas, termasuk makanan yang bersumber dari heawani yang bisa membantu menghindari masalah anemia serta suplemen Seseorang dengan status ekonomi yang baik dapat dengan mudah mengonsumsi makanan hewani yang cukup. Namun, meski seseorang berada dalam kategori status ekonomi yang baik, kemungkinan anemia tetap ada. Maka faktor ekonomi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil (Hardaniyati, 2. Asumsi peneliti ialah bahwa kondisi ekonomi adalah salah satu faktor yang Pendapatan yang rendah dapat berdampak pada ibu hamil yang mengalami anemia selama masa kehamilan, disebabkan oleh ketidakcukupan asupan gizi harian saat hamil. Sementara itu, masyarakat untuk menggunakan pendapatannya pada barang-barang yang tersedia di pasaran, termasuk untuk mendukung upaya perbaikan gizi, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi. Hubungan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil Berdasarkan hasil statistik chi square di peroleh nilai p value = 0. 043< = 0. 05 yang menunjukkan ada hubungan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Senada dengan penelitian yang lakukan oleh (Afriyanti, 2. diperoleh terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian anemia dengan dan status gizi . = 0,. < dari 0,05. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Kondisi gizi seorang ibu selama kehamilan adalah stsus gizi atau asupan gizi yang Kesehatan perkembangan janin. selama kehamilan, ibu adalah tempat janin berkembang. nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu dapat diteruskan kepada janin melalui tali pusat yang menghubungkan Ibu hamil yag memiliki status gizi yang baik memiliki peluang melahirkan bayi yang sehat. Anemiaadalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Kebutuhan fisiologis ini bervariasi untuk setiap individu, yang bisa dipengaruhi oleh faktor seperti jenis kelamin, lingkungan tinggal, kebiasaan merokok, dan tahap kehamilan (Floridha et al, 2. Asupan gizi bagi ibu hamil adalah elemen kunci yang ahrus diperhatikan selama Nutrisi yang baik selama masa kehamilan adalah indicator penting untuk memastikan Kesehatan ibu dan bayi. Gizi yang baik untuk ibu hamil terdiri dari makanan sehat dan seimbang dengan porsi yang seharunya dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan Wanita yang tidak hamil. Kebutuhan gizi selama hamil meningkat sekitar 15% disbanding wanita pada umumnya. Peningkatan kebutuhan ini penting untuk mendukung pertumbuhan rahim, payudara, volume darah, plasenta, air ketuban dan perkembangan janin (Sari, 2. Ibu yang menghadapi masalah dalam asupan gizi memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami persalinan yang berat atau berlangsung lama, melahirkan bayi yang lahir sebelum waktunya, mengalami pendarahan setelah melahirkan, dan umumnya, saat melahirkan, ibu mungkin tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menjalani kontraksi, sehingga lebih cenderung untuk menjalani operasi. Sekitar 41% . wanita hamil mengalami masalah gizi, yang berhubungan dengan timbulnya isu gizi seperti kekurangan energi kronis, ditambah dengan faktor sosial, ekonomi, dan biososial ibu dan keluarganya, yang mencakup pendidikan, pendapatan, pola makan, usia, jumlah kelahiran, dan lainnya. Masalah gizi ini dapat menyebabkan ibu menderita anemia, yang menghambat aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke janin, sehingga janin pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memantau status gizi ibu hamil (Sari et al. , 2. Peneliti berasumsi bahwa status gizi ibu hamil dipengaruhi oleh jenis nutrisi yang dikonsumsi, yang bisa menggambarkan keadaan gizi seseorang. Ibu hamil adalah salah satu kelompok yang sangat rentan terhadap masalah gizi, sehingga jika asupan mikroelemen esensial seperti zat besi tidak mencukupi selama kehamilan, dapat menyebabkan terjadinya Kesimpulan Berdasarkan penelitian di dapatkan bahwa . Ada hubungan status sosial ekonomi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Ada hubungan status gizi terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Saran Perlu bantuan dan pemerataan PMT bagi ibu hamil untuk membantu meningkatkan status gizi bagi ibu hamil selain itu perlu dilakukan penyuluhan terkait gizi bagi ibu hami secara massif agar ibu hamil memiliki pengetahuan akan gizi ibu hamil dapat mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil dan diharapkan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang beragam yang memenuhi standar gizi ibu hamil serta rutin melakukan pemeriksaan ANC. Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja yang telah memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian tentang Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Status Gizi terhadap Kejadian Anemia pada ibu Hamil di Puskesmas Makale Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Referensi