Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 1, tahun 2026, hlm. ISSN: 2828-3031 PERANAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL DALAM MENDORONG PENGADAAN BERKELANJUTAN Annisa Ahmad Politeknik Pengadaan Nasional. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan kewirausahaan sosial untuk mendorong pengadaan berkelanjutan. Kewirausahaan sosial berperan sangat penting dalam kemajuan masyarakat. Berfokus pada keberlanjutan dan menciptakan perubahan dalam kegidupan masyarakat. Salah satu faktor penggerak pengadaan berkelanjutan adalah inovasi. Inovasi mampu menciptakan solusi yang efektif secara ekonomi dan juga ramah lingkungan. Pemberdayaan ekonomi juga berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Praktik bisnis yang tidak memperhatikan pengadaan berkelanjutan dapat menimbulkan berbagai risiko internal dan Sebaliknya jika praktik bisnis memperhatikan pengadaan berkelanjutan, akan menimbulkan dampak positif yaitu ketertarikan investor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berbagai literatur terkait kewirausahaan sosial dan pengadaan berkelanjutan digunakan dalam penelitian ini. Diharapkan penelitian ini akan memberikan pendekatan ilmiah praktis bagi perusahaan. Received: 3 Des 2025 Revised: 7 Jan 2026 Accepted: 7 Jan 2026 Published: 8 Jan 2026 Kata kunci: Kewirausahaan Sosial Pengadaan Berkelanjutan Masyarakat Pemberdayaan Ekonomi Inovasi Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Annisa Ahmad Program Studi Bisnis Digital Politeknik Pengadaan Nasional. Pekanbaru. Indonesia Email: annisaahmad083@gmail. PENDAHULUAN Kewirausahaan sosial telah menjadi kekuatan pendorong yang mempercepat perubahan positif dalam masyarakat secara luas. Konteks di mana konsep kewirausahaan sosial diaplikasikan dapat bervariasi, tergantung pada sudut pandang dan lingkungan tertentu. Namun, inti dari kewirausahaan sosial tetap sama yaitu menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat atau lingkungan sambil tetap mempertahankan model bisnis yang berkelanjutan. Dampaknya yang paling mencolok adalah kemampuannya untuk menciptakan peluang ekonomi bagi individu yang kurang beruntung, melalui pendekatan yang memadukan inovasi bisnis dengan pemecahan masalah sosial. Selain itu, kewirausahaan sosial juga berperan penting dalam meningkatkan standar hidup, dengan menyediakan akses kepada layanan yang sebelumnya tidak Kewirausahaan sosial, menurut Ashoka . , merujuk pada individu yang menghadapi tantangan sosial dengan pendekatan inovatif yang tidak konvensional. Tidak puas dengan status quo dan menciptakan solusi yang lebih efektif daripada yang telah ada sebelumnya. Dalam esensinya, kewirausahaan sosial melibatkan kombinasi dari keberanian untuk menantang norma-norma yang Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 ada dengan gagasan-gagasan yang segar serta keinginan untuk menciptakan dampak sosial yang Inovasi menjadi inti dari kewirausahaan sosial, karena melalui ide-ide baru, masalahmasalah sosial yang rumit dapat dipecahkan dengan cara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan ini menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Dengan demikian, definisi Ashoka tentang kewirausahaan sosial memperjelas bahwa itu bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang memberikan solusi yang berkelanjutan dan berdampak positif pada masyarakat. Kewirausahaan sosial telah berkembang menjadi salah satu pendekatan strategis untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan lingkungan di tingkat global. Dalam beberapa penelitian, peran kewirausahaan sosial telah dikaitkan dengan penguatan nilai-nilai keberlanjutan melalui inovasi yang didukung oleh teknologi (Nicholls et al. , 2. Melalui pendekatan yang berfokus pada keberlanjutan dan dampak jangka panjang, kewirausahaan sosial menjadi pendorong inovasi yang menciptakan perubahan yang signifikan dalam masyarakat. Dampak positifnya tidak hanya dirasakan oleh individu yang terlibat secara langsung, tetapi juga merambah ke seluruh lapisan masyarakat. Ini menciptakan perubahan yang berarti bagi kesejahteraan bersama, karena inovasi yang dihasilkan mampu memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan terhadap masalah-masalah sosial yang kompleks. Aspek keberlanjutan menjadi topik penting karena berbagai pihak termasuk konsumen, semakin menyadari penting menggunakan produk yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan didorong untuk mengambil langkah-langkah konkrit agar pemenuhan kebutuhan tetap dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kewirausahaan sosial dalam pengadaan berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan teoritis dan praktis bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang hubungan antara kewirausahaan sosial dan pengadaan berkelanjutan. TINJAUAN LITERATUR Kewirausahaan Sosial Kewirausahaan sosial adalah pendekatan yang mengintegrasikan tujuan sosial dengan prinsip-prinsip bisnis untuk menciptakan solusi inovatif terhadap masalah masyarakat. Dees . mendefinisikan kewirausahaan sosial sebagai "penciptaan nilai sosial melalui cara-cara yang " Nicholls et al. menambahkan bahwa kewirausahaan sosial sering kali berfokus pada dampak sosial yang berkelanjutan melalui strategi berbasis pasar dan inovasi. Beberapa konsep dan teori dalam literatur akademis telah menjadi landasan penting dalam memahami kewirausahaan sosial. Salah satunya adalah konsep "Social Innovation" yang dikemukakan oleh Howaldt dan Schwarz . , yang membahas bagaimana inovasi dapat menjadi alat untuk menciptakan perubahan sosial yang positif. Teori tentang "Hybrid Organizations" yang dikembangkan oleh Battilana dan Lee . juga memberikan wawasan berharga dalam konteks kewirausahaan sosial, membahas tentang organisasi yang secara simultan mengejar tujuan sosial dan ekonomi dalam model bisnis, menggabungkan elemen-elemen dari sektor non-profit dan profit. Pemahaman tentang konsep ini memberikan landasan yang kokoh bagi para praktisi dan akademisi untuk merancang dan mengelola inisiatif kewirausahaan sosial yang berkelanjutan dan efektif. Pengadaan Berkelanjutan Pengadaan berkelanjutan berarti memastikan bahwa produk dan layanan yang dijual merupakan hasil dari sebuah proses produksi yang mempertimbangkan aspek-aspek keberlanjutan yang ramah pada lingkungan, dan berdampak positif bagi ekonomi dan sosial (WWF Indonesia. Tujuan utamanya adalah mencapai manfaat ekonomi yang optimal sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memberikan hasil sosial yang positif, sehingga mendukung pembangunan berkelanjutan dalam jangka panjang. Aspek utama dalam pengadaan berkelanjutan adalah lingkungan, sosial, dan tata kelola . Pengadaan berkelanjutan penting karena menciptakan peluang bisnis karena dapat membuka peluang untuk inovasi produk dan layanan ramah lingkungan serta potensi pendapatan tambahan dari program daur ulang. ISSN: 2828-3031 METODE Metode dalam penelitian ini yaitu kualitatif atas literatur-literatur yang sesuai. Literaturliteratur yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Metode penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi aktual secara menyeluruh yang melukiskan gejala saat ini, menentukan masalah atau memeriksa kondisi dan praktik yang sesuai, membuat perbandingan atau evaluasi, dan menemukan apa yang dilakukan orang lain dengan masalah yang sama untuk membuat rencana dan keputusan. Oleh karena itu, pendekatan penelitian deskriptif ini digunakan untuk melukiskan fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara aktual dan cermat. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kewirausahaan Sosial Dalam Pengadaan Berkelanjutan Kewirausahaan sosial merupakan kekuatan penting yang membawa perubahan menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya guna. Tidak hanya menjadi katalisator, tetapi juga agen perubahan yang memberdayakan individu dan komunitas melalui penyediaan akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan peluang ekonomi. Dengan memungkinkan akses ini, kewirausahaan sosial secara aktif mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta mendorong partisipasi yang lebih luas dalam proses pembangunan. Dampaknya meluas, tidak hanya pada tingkat individu atau komunitas tertentu, tetapi juga pada skala yang lebih besar, menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kewirausahaan sosial bukan hanya menghasilkan perubahan sosial yang positif, tetapi juga mempromosikan keberlanjutan di semua lapisan masyarakat, memperkuat fondasi bagi pertumbuhan yang inklusif dan Inovasi merupakan motor penggerak utama dalam upaya mencapai pengadaan berkelanjutan, dan kewirausahaan sosial memiliki peran sentral dalam menghasilkan inovasi-inovasi yang mendukung solusi-solusi berkelanjutan bagi tantangan sosial dan lingkungan. Melalui pendekatan yang kreatif dan berorientasi pada keberlanjutan, kewirausahaan sosial mampu menciptakan solusi yang tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan serta berdampak positif bagi masyarakat. Tantangan dalam menghasilkan inovasi berkelanjutan dalam kewirausahaan sosial tidaklah Diperlukan sumber daya yang memadai, termasuk modal, pengetahuan, dan jaringan, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi inovasi. Selain itu, perlu adanya kesadaran akan pentingnya inovasi berkelanjutan di kalangan masyarakat dan pemerintah agar upaya ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang signifikan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan secara keseluruhan. Pemberdayaan ekonomi dan sosial melalui kewirausahaan sosial berperan yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka akses terhadap modal usaha dan menyediakan dukungan lainnya yang diperlukan. Salah satu aspek kunci dari keberhasilan kewirausahaan sosial adalah memberikan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan memungkinkan individu untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam ekonomi lokal, kewirausahaan sosial tidak hanya menciptakan peluang pekerjaan tetapi juga mengurangi tingkat pengangguran. Selain itu, akses terhadap modal usaha juga merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Melalui kemitraan dengan lembaga keuangan atau penyedia modal lainnya, kewirausahaan sosial dapat membantu individu atau kelompok masyarakat untuk mendapatkan modal yang diperlukan untuk memulai atau mengembangkan usaha. Penyediaan layanan dasar yang berkualitas merupakan pilar fundamental dalam memajukan masyarakat dan menciptakan kesetaraan akses terhadap peluang. Kewirausahaan sosial berperanan penting dalam upaya ini dengan mengisi kesenjangan yang seringkali ditinggalkan oleh sektor swasta atau pemerintah. Kolaborasi dan kemitraan adalah pilar utama dalam mempercepat pengadaan berkelanjutan, dan kewirausahaan sosial memiliki peran sentral dalam memfasilitasi sinergi antara berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, sektor publik, swasta, dan masyarakat sipil perlu bersatu untuk mencapai tujuan bersama. Kewirausahaan sosial, dengan sifatnya yang inovatif JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 dan orientasi pada dampak sosial, seringkali berfungsi sebagai katalisator untuk membangun dan memperkuat kemitraan-kemitraan ini. Dengan menggabungkan sumber daya dan keahlian dari berbagai sektor, kewirausahaan sosial menciptakan platform yang memungkinkan kolaborasi yang efektif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, tantangan-tantangan kompleks yang dihadapi dalam pembangunan berkelanjutan dapat diatasi secara lebih efisien. Kewirausahaan sosial juga berperan dalam membangun kepercayaan dan memperkuat kapasitas kolaboratif. Dengan mempromosikan dialog terbuka dan transparansi, kewirausahaan sosial membantu menciptakan lingkungan di mana berbagai pihak dapat bekerja sama dengan lebih efektif dan saling memahami. Selain itu, kewirausahaan sosial juga mendorong terciptanya inovasi dalam kemitraan. Dengan menciptakan model bisnis yang berkelanjutan secara finansial, kewirausahaan sosial menawarkan pendekatan baru untuk mengatasi tantangan sosial dan lingkungan, yang seringkali lebih menarik bagi pihak-pihak lain untuk bergabung dalam kemitraan. Dengan demikian, kewirausahaan sosial tidak hanya memfasilitasi kolaborasi dan kemitraan, tetapi juga mendorong transformasi sistemik menuju pengadaan berkelanjutan. Melalui kerja sama lintas-sektor yang didorong oleh nilai-nilai sosial dan lingkungan, kewirausahaan sosial memberikan kontribusi yang signifikan dalam mempercepat perubahan menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kewirausahaan sosial menjadi pendorong utama dalam perjalanan menuju pengadaan Lebih dari sekadar agen perubahan, ia menjadi katalisator bagi transformasi sosial dan ekonomi yang lebih luas. Melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan, kewirausahaan sosial mengatasi tantangan-tantangan masyarakat dengan solusi yang memadukan keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan kesejahteraan ekonomi. Dengan memanfaatkan prinsip-prinsip bisnis untuk menciptakan nilai sosial, entitas kewirausahaan sosial mampu mempengaruhi sistem secara menyeluruh, merangkul inklusivitas dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang berpusat pada dampak, kewirausahaan sosial membuka jalan bagi transformasi yang berkelanjutan, membangun fondasi bagi masyarakat yang lebih adil, berkelanjutan, dan berdaya. Pentingnya Pengadaan Berkelanjutan Secara umum, praktik bisnis yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan, akan mengakibatkan berbagai kerugian. Potensi risiko yang dapat muncul jika perusahaan tidak menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan adalah risiko internal dan eksternal. Risiko internal seperti ketidakpastian pasokan dapat menghambat perusahaan dalam memperoleh pendapatan serta mempertahankan pangsa pasarnya. Dengan risiko ini, perusahaan bisa saja sewaktu-waktu harus menghentikan produksi dan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Tidak hanya itu, masalah dengan kontinuitas pasokan ini nantinya juga akan berdampak pada biaya. Ketika bahan baku menjadi semakin langka, dapat dipastikan harganya akan semakin meningkat. Bukan tidak mungkin biaya produksi ini justru menjadi lebih tinggi daripada biaya yang dikeluarkan oleh mereka yang menjalankan praktik berkelanjutan. Peningkatan biaya akan menyebabkan margin yang lebih rendah bagi perusahaan. Perusahaan yang pertumbuhannya terkait erat dengan fluktuasi harga sumber daya alam akan membatasi kemampuan mereka untuk membuat estimasi bisnis dan pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing mereka. Selanjutnya yaitu risiko eksternal. Dampak lingkungan yang tinggi serta praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab dapat mengurangi brand value dan reputasi sebuah perusahaan. Konsumen, khususnya generasi milenial, semakin sadar lingkungan dan memiliki kecenderungan untuk memilih produk dari perusahaan-perusahaan yang dinilai bertanggung jawab dalam pengelolaan bisnisnya. Perusahaan perlu menyadari bahwa kepercayaan konsumen bisa saja hilang karena adanya laporan yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab. sisi lain, pembuat kebijakan berupaya terus mendorong regulasi berkaitan dengan keberlanjutan, dan investor cenderung memprioritaskan perusahaan yang dapat membuktikan bahwa mereka memiliki dampak sosial yang positif dan dapat beroperasi tanpa merusak lingkungan. Selain itu, hilangnya kepercayaan publik juga dapat terjadi karena kurangnya kepatuhan hukum perusahaan atas peraturan-peraturan yang ditetapkan pemerintah. ISSN: 2828-3031 Dampak Positif Pengadaan Berkelanjutan Pengadaan berkelanjutan . ustainable procuremen. memberikan sejumlah dampak positif yang signifikan, mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pertama aspek ekonomi yaitu praktik pengadaan berkelanjutan dapat menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan melalui efisiensi sumber daya, perusahaan yang memprioritaskan keberlanjutan dapat meningkatkan reputasi mereknya, menarik pelanggan yang sadar lingkungan dan sosial serta mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar, melibatkan pemasok yang menjunjung standar etika dan lingkungan membantu mengurangi risiko gangguan rantai pasokan, masalah hukum, dan kerusakan reputasi akibat praktik yang tidak bertanggung jawab. Ketertarikan investor terhadap isu lingkungan dan sosial pada suatu perusahaan dapat semakin meningkat karena manfaat jangka panjang yang ditawarkan perusahaan tersebut. Salah satu referensi yang menjadi pedoman adalah Agenda Pembangunan Berkelanjutan Persatuan BangsaBangsa (UN-SDG 2. yang ditujukan untuk mencapai masa depan berkelanjutan dalam hal penanganan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, kesetaraan gender, perubahan iklim, hak-hak asasi manusia, perdamaian dan keadilan sosial. Terdapat 193 negara yang menjadi bagian dalam upaya-upaya ini, termasuk Indonesia yang telah melembagakan kerangka tersebut di dalam Peraturan Presiden No. 59/2017. Di tahun 2015. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menginisiasi strategi yang berani dan visioner untuk mengembangkan sistem dimana lembaga jasa keuangan didorong untuk menyertakan prinsip-prinsip Lingkungan. Sosial, dan Tata Kelola (ESG/LST) di dalam manajemen risiko mereka untuk keputusan peminjaman dan investasi. Sesuai dengan visi ini. OJK menerbitkan serangkaian peraturan tentang obligasi untuk kegiatan bisnis yang ramah lingkungan berdasarkan Peraturan OJK (POJK) No. 60/2017. OJK bersama dengan WWF-Indonesia dan 13 bank nasional yang mewakili 60% dari portofolio nasional telah membentuk sebuah platform yakni Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia (IKBI). Platform IKBI memfasilitasi berbagi pengetahuan di antara anggotanya, seperti bagaimana membuat pembiayaan berkelanjutan menjadi lebih mudah diakses dan terbuka untuk semua pelaku di industri keuangan non-bank, dan industri terkait lainnya. Hal ini menjadi cerminan bahwasanya sektor finansial juga secara bertahap bergerak menuju ke arah keberlanjutan dan diharapkan industri lain dapat mengikutinya. Kedua aspek lingkungan yaitu dengan memilih pemasok yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan, organisasi turut serta dalam konservasi sumber daya alam dan perlindungan keanekaragaman hayati dan pengadaan berkelanjutan berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca, polusi, dan limbah secara keseluruhan. Ketiga yaitu aspek sosial yaitu pengadaan berkelanjutan mempromosikan praktik ketenagakerjaan yang adil, memastikan pembayaran upah yang layak, dan mengeliminasi pekerja anak di seluruh rantai pasokan dan dengan mengimplementasikan pengadaan berkelanjutan, perusahaan berkontribusi secara langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. DISKUSI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kewirausahaan sosial dalam pengadaan berkelanjutan. Kontribusi penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan teoritis dan praktis bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang hubungan antara kewirausahaan sosial dan pengadaan berkelanjutan. Kewirausahaan sosial menjadi pendorong utama dalam perjalanan menuju pengadaan Lebih dari sekadar agen perubahan, ia menjadi katalisator bagi transformasi sosial dan ekonomi yang lebih luas. Melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan, kewirausahaan sosial mengatasi tantangan-tantangan masyarakat dengan solusi yang memadukan keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan kesejahteraan ekonomi. Secara umum, praktik bisnis yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan, akan mengakibatkan berbagai kerugian. Potensi risiko yang dapat muncul jika perusahaan tidak menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan adalah risiko internal dan eksternal. Risiko internal JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 seperti ketidakpastian pasokan dapat menghambat perusahaan dalam memperoleh pendapatan serta mempertahankan pangsa pasarnya. Selanjutnya yaitu risiko eksternal. Dampak lingkungan yang tinggi serta praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab dapat mengurangi brand value dan reputasi sebuah perusahaan. Pengadaan berkelanjutan . ustainable procuremen. memberikan sejumlah dampak positif yang signifikan, mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pertama aspek ekonomi yaitu praktik pengadaan berkelanjutan dapat menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan melalui efisiensi sumber daya, perusahaan yang memprioritaskan keberlanjutan dapat meningkatkan reputasi mereknya, menarik pelanggan yang sadar lingkungan dan sosial serta mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar, melibatkan pemasok yang menjunjung standar etika dan lingkungan membantu mengurangi risiko gangguan rantai pasokan, masalah hukum, dan kerusakan reputasi akibat praktik yang tidak bertanggung jawab. Kedua aspek lingkungan yaitu dengan memilih pemasok yang berkomitmen pada praktik ramah lingkungan, organisasi turut serta dalam konservasi sumber daya alam dan perlindungan keanekaragaman hayati dan pengadaan berkelanjutan berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca, polusi, dan limbah secara keseluruhan. Ketiga yaitu aspek sosial yaitu pengadaan berkelanjutan mempromosikan praktik ketenagakerjaan yang adil, memastikan pembayaran upah yang layak, dan mengeliminasi pekerja anak di seluruh rantai pasokan dan dengan mengimplementasikan pengadaan berkelanjutan, perusahaan berkontribusi secara langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. KESIMPULAN Kewirausahaan sosial berperan penting dalam pengadaan berkelanjutan dengan mengintegrasikan tujuan sosial dan lingkungan ke dalam model bisnisnya, serta mendorong inovasi untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan yang terabaikan. Peran utama adalah menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Selain itu, juga berperan dalam membangun kemitraan lintas sektor dan memperkuat kapasitas masyarakat lokal untuk beradaptasi dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. BATASAN Dalam proses melakukan penelitian ini, terdapat keterbatasan yaitu keterbatasan waktu penelitian, tenaga dan kemampuan peneliti. Penelitian ini hanya melakukan pengkajian terhadap peranan kewirausahaan sosial terhadap pengadaan berkelanjutan sehingga perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut. Kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan perolehan dari analisis literatur yang dilakukan, penelitian lebih lanjut hendaknya menggunakan metode penelitian yang berbeda. REFERENSI