JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 Tahun 2021 | 57-67 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Internalisasi Civic Engagement di Perguruan Tinggi melalui Program Kuliah Kerja Nyata Sunarto A 1. Sutrisno A 2 Informasi artikel Sejarah Artikel: Diterima Desember 2021 Revisi Januari 2021 Dipublikasikan Januari Keywords : Internalization. Civic Engagement. Higher Education How to Cite : Sunarto & Sutrisno. Internalisasi Civic Engagement di Perguruan Tinggi melalui Program Kuliah Kerja Nyata. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, vol. , pp. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Internalisasi civic engagement mahasiswa melalui program KKN tematik di Institut Teknologi Bandung (ITB) baik dari aspek perencanaan dan pelaksanaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi khusus di ITB pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada pengelola lembaga, mahasiswa pelaksana serta observasi dan dokumentasi pada kegiatan KKN. Analisis data dilakukan dengan membaca keseluruhan transkrip untuk memperoleh informasi, melakukan kompilasi, kemudian memperoleh hasil pola umum data, pengelompokan data, dan melakukan urutan kejadian, kategori, dan tipologinya. Penelitian dilaksanakan di ITB, pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa civic engagement yang dikembangkan terintegrasi pada program kuliah kkerja nyata tematik (KKN-T). Civic engagement diaktualisasikan dalam bentuk empat tema dasar yakni tema air, tema pendidikan, tema infrastruktur dan tema energi. Keempat tema ini menjadi isu utama yang dilakukan mahasiswa untuk berpartisipasi pada lingkungan masyarakat guna menyiapkan generasi muda yang memiliki rasa sosial kemanusiaan yang tinggi dalam ber kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berlandaskan atas dasar nilai-nilai filosofi bangsa Indonesia. ABSTRACT Internalization of Civic Engagement in Higher Education through Real Work Program. This study aims to determine the internalization of student engagement through the thematic KKN program at the Bandung Institute of Technology (ITB). This research is a qualitative research, with a special study approach at ITB at the Institute for Research and Community Service. Data collection was carried out by interviewing institution managers, implementing students as well as observing and documenting KKN activities. Data analysis was carried out by reading the entire transcript to obtain information, compiling it, then obtaining the results of the general pattern of data, grouping data, and carrying out the sequence of events, categories and typologies. The research was conducted at ITB, data collection was obtained by means of observation, interviews and documentation. The results of this study explain that civic engagement developed at the Bandung Institute of Technology is integrated in the thematic real work lecture program (KKN-T). Civic engagement is actualized in the form of four basic themes, namely the theme of water, the theme of education, the theme of infrastructure and the theme of energy. These four themes are the main issues for students to participate in the community environment in order to prepare young people who have a high sense of social humanity to live as a nation and state based on the philosophical values of the Indonesian nation. Alamat korespondensi: Universitas Muhammadiyah Ponorogo E-mail: Naratm63@gmail. Sutrisno@umpo. Copyright A 2021 Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENDAHULUAN DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. Keterlibatan warga negara (Civic email: jpk@umpo. Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement permasalahan social menjadi bagian utama untuk membangun kesejahteraan social di Masyarakat berbangsa dan bernegara maka dari itu peran warga negara dalam membangun Keterlibatan merupakan bagian dari upaya warga negara menyelesaikan berbagai konflik social di kalangan masyarakat. Partisipasi dan permasalahan-permasalahan di masyarakat tentu tidak lepas dari pembelajaran. Pembelajaran yang dimaksud adalah bagaimana proses belajar di perguruan tinggi untuk melibatkan mahasiswa dalam berpartisipasi terkait persoalan-persoalan di masyarakat sehingga memiliki suatu pengalaman dan peran sebagai warga negara yang peduli dengan persoalan di Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan dalam melibatkan perguruan tinggi untuk mengambil perannya dalam membahas persoalan-persoalan terkini atau yang hangat, membentuk kebijakan perguruan tinggi dan melakukan partisipasi Ada diungkapkan Syvertsen. Constance & Michael (Karliani, 2. yaitu: . kemampuan kewarganegaraan meliputi . emampuan berkomunikasi, bermufakat, analisis kritis terhadap informasi politi. keterlibatan kewarganegaraan . imulasi pemilu, keterlibatan dalam pemilu, dan keterlibatan dalam kegiatan komunita. kesadaran akan isu dan konsep pendidikan . su kewarganegaraan, isu internasional, isu persaingan, dan peristiwa nasional yang sedang terjad. Kemampuan civic communication and critical analysis pada mahasiswa dalam rangka membangun sinergis antara dunia akademik dan Bentuk bersinergi dunia . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan akademik khususnya perguruan tinggi dan masyarakat dapat dibentuk melalui program kuliah kera lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa. Keterlibatan warga negara dalam hal ini mahasiswa melalui kegiatan dilakukan oleh setiap mahasiswa akhir dalam Melalu program KKN mahasiswa diajak untuk bisa mengembangkan kemampuan potensi dari dalam berhubungan dengan masyarakat untuk ikut serta dan ambil bagian dalam KKN menawarkan solusi bagi setiap masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat untuk dapat mencari solusi dan bisa memanfaatkan setiap potensi sumber daya alam yang dimiliki untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Pade kurun waktu tahun 1980-1990an, program KKN diselenggarakan di ITB sebagai mata kuliah pilihan Pada realitasnya hanya sedikit mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini, mayoritas mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan lain, hal ini dikarenakan bahwa kurangnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan KKN yang dilaksanakan di ITB menimbulkan beberapa dampak negatif diantaranya . keterikatan ITB dengan masyarakat umum, khususnya masyarakat pedesaan sangat . Peranan ITB kurang dirasakan oleh masyarakat bawah. kepekaan sosial kurang tertanam pada mahasiswa ITB. Orientasi kebanyakan lulusan S1 ITB adalah bekerja di perusahan besar di dalam maupun di luar negari melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama di luar negeri. Jarang dijumpai mahasiswa ITB yang memiliki pemberdayaan masyarakat di kelas akar Mengingat pentingnya kegiatan yang berisi interaksi langsung antara mahasiswa dan masyarakat bawah. Sekaligus sebagai pembinaan karakter ITB menyelenggarakan kuliah kerja nyata yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement masyarakat bagi mahasiswa ITB. Kuliah ini bukan hanya bahasa teoretik dikelas dan di kampus namun juga menghendaki kehadiran dan praktek di lapangan dalam rentang waktu tertentu serta diberikan bobot SKS yang disesuaikan dengan jumlah jam kerja yang dilakukan mahasiswa dan bersifat tematik. Program KKN T oleh ITB berorietasi pada nilai pengabdian masyarakat bagi para Medel KKN T merupakan bagian dari perkuliahan pilihan yang harus dipilih oleh mahasiswa. Perkulihan ini bebot hingga 2 sks, model KKN T sudah ada sejak tahaun 1998. Namun Saat itu. KKN Tematik merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa dan setelah vakum selama beberapa tahun, akhirnya KKN Tematik kembali dilaksanakan pada tahun 2011 dan hanya sebagai mata kuliah pilihan saja. KKN T dilakukan selama 1 bulan tepatnya pada waktu liburan akhir tahun pelajaran diantara bulan juni-agustus. KKN ini terdapat tema dasar yang meliputi pendidikan, infrastruktur, pendidikan, air dan energi. Namun demikian program KKN T akan terus mengembangkan konsep kebutuhan sebagaimana yang diperlukan oleh masyarakat (Nur Huda Arif, 2. Program KKN mengembangkan keterlibatan warga negara merupakan kegiatan yang mengembangkan keterampilan berinteraksi secara sosial dengan masyarakat. Terdapat pola dasar dalam KKN yang dilakukan diantaranya . adanya interaksi langsung antara individu satu dengan individu lain. interaksi antara kelompok sosial, . interaksi antara kelompok individu (Gunawan, 2000:. Kegiatan KKN juga memiliki tiga sasaran dasar diantaranya, pertama, media dalam menginteraksikan pengalaman teori di kelas pada lapangan. Kedua, membangun kualitas pribadi mahasiswa untuk siap Ketiga, membangun kerjasama di berbagai aspek organisasi kemasyarakatan yang moderen dan Namun program KKN sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa dalam penyelesaian isu-isu dan permasalahan sosial kemasyarakatan juga banyak yang mengalami permasalahan, berdasarkan temuan empiris di lapagan menunjukkan bahwa kegiatan KKN hanya sebatas formalitas di perguruan tinggi hingga tidak berdampak signifikan pada kondisi sosial yang dilakukan sebagai objek KKN. Belum lagi tidak adanya evaluasi secara berkali pagi penyelenggara KKN. Dengan demikian dapat diartikan bawah kegiatan KKN saat ini belum sepenuhnya membangun kesadaran mahasiswa dalam berpartisipasi untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Maka diperlukan konsep program KKN yang dapat memberikan kontribusi untuk membangun keterlibatan warga negara khususnya mahasiswa secara langsung baik masyarakat dan dapat menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk dapat berkontribusi membangun peradaban kehidupan masyarakat yang lebih baik. Agar program KKN dapat dilakukan dengan baik maka harus mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi publik, partisipasi sosial. Hingga akan berdampak langsung dapa kegiatan KKN yang Hal tersebut merupakan dasar adanya pengembangan keterlibatan warga negara muda yang dikemas dalam bentuk KKN Tematik yang dikembangkan secara sistematis, transparan serta objektif sehingga diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi pada lingkungan masyarakat dimana tempat KKN menumbuhkan kepekaan sosial, tolong menolong, peduli terhadap sesama serta ikut memajukan dan membangun SDM di daerah-daerah yang masing tertinggal. Penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut . bagaimanakah perencanaan KKN-T di ITB untuk JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement membentuk Civic Engagement mahasiswa. bagaimanakah pelaksanaan KKN-T di ITB untuk membentuk Civic Engagement Dengan demikian penelitian ini memiliki tujuan agar dapat berkontribusi dalam upaya menyelesaikan permasalahanpermasalahan sosial masyarakat bangsa Indonesia sehingga akan terwujud masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera melalui kegiatan KKN Tematik yang dapat di lakukan di berbagai perguruan tinggi. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalu metode fenomenologi dengan pendekatan studi khusus. Penelitian dilakukan di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB untuk melihat bagaimana konsep perencanaan dan pelaksanaan civic engagement melalui kegiatan KKN T yang diselenggarakan setiap tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara pada pengelola LPPM serta mahasiswa pelaksana, observasi dan dokumentasi dilakukan dengan mengetahui bentuk kegiatan yang telah dilakukan. Variabel penelitian ini adalah civic engagement dan program KKN T sebagai program utama dalam pelaksanaan pembentukan kepribadian mahasiswa pengetahuan dalam kelas dalam bentuk menyelesaikan berbagai persoalan dan isuisu yang terjadi di masyarakat. Analisis data informasi dilapangan secara umum. melakukan kompilasi . hasil kompilasi diurutkan agar tebentuk pola umum data. data pola umum diurutkan berdasarkan proses kejadian, kategori, dan tipologinya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hakikat Civic Engagement Pelibatan kewarganegaraan atau civic engagement yang menekankan pada suatu . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan partisipasi dalam layanan sukarela kepada komunitas lokal, baik oleh individu yang bertindak secara independen atau sebagai peserta dalam suatu kelompok. (Adler and Goggin, 2. civic engagement . an individualAos duty to embrace the responsibilities of citizenship with the obligation to actively participate, alone or in concert with others, in volunteer service activities that strengthen the local communityAy. Atau dapat dimaknai bahwa Keterlibatan warga negara adalah tugas individu untuk merangkul tanggung jawab kewarganegaraan dengan kewajiban untuk berpartisipasi aktif, sendiri atau bersama dengan orang lain, dalam kegiatan layanan sukarela yang memperkuat masyarakat Adapaun Dean Robert Hollister . of Tufts University prefers the term active citizenship to civic engagement, but his definition also emphasizes the importance of collaboration with others in a variety of venues: AuActive citizenship is about collective action more than the behavior of individuals. It is about activityApursuing through work in all sectors, not just Ay Dapat dimaknai bahwa Dean Robert Hollister (Adler and Goggin, 2005: dari Tufts University dalam pandangannya bahwa lebih memilih istilah kewarganegaraan aktif untuk keterlibatan sipil, tetapi maknanya juga yang menekankan pentingnya kolaborasi atau kerjasama dengan orang lain di berbagai tempat: AuKewarganegaraan aktif adalah tentang tindakan kolektif lebih dari perilaku Ini adalah tentang kolaborasi, tentang kegiatan bersama yang intens mengejar isu-isu komunitas melalui pekerjaan di semua sektor, bukan hanya Dalam buku Jacoby . yang berjudul AuCivic Engagement In Higher EducationAy bahwa ada beberapa universitas yang telah menerapkan civic engagement sebagai berikut: pertama. The Center For Sosial Justice Research. Teaching. And Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement Service di Georgetown University di Washington. DC, mempromosikan dan mengintegrasikan pembelajaran berbasis komunitas dengan penelitian berbasis komunitas untuk memajukan keadilan dan kebaikan bersama. Siswa didorong untuk kolaborasi, dan analisis kritis terhadap isuisu komunitas dalam upaya untuk meminimalkan layanan yang berorientasi pada amal. Dengan dipandu oleh ketiga nilai ini, proyek-proyek siswa termasuk melakukan survei, wawancara, atau kelompok fokus. merekam sejarah lisan. mengembangkan peta aset. penelitian kebijakan. menulis hibah. berpartisipasi dalam program pendidikan dan sosialisasi. Kedua. University Minnestoa. Moris: Kursus Statistik dalam Pembelajaran Kewarganegaraan. Contoh inovatif dari mengintegrasikan keterlibatan sipil dalam konteks disiplin dapat ditemukan di University of Minnesota. Morris dalam kursus pengantar tentang statistik (Sungur. Winchester. Anderson, dan Kim, dalam Jacoby, 2. Siswa bekerja dengan bagian masyarakat untuk mengidentifikasi pengumpulan dan analisis data kuantitatif selama semester lima belas minggu. Mereka diminta untuk membuat konsep, mengimplementasikan, dan menafsirkan temuan-temuan penelitian mereka dan kemudian dengan jelas mengartikulasikan temuan-temuan itu melalui narasi dan grafik ke lembaga-lembaga yang bekerja Selain interpretasi tradisional dan pelaporan hasil ilmiah, siswa di kelas membuat tampilan grafik yang relevan dan ringkasan singkat dari temuan mereka untuk digunakan oleh media lokal. Seorang siswa bekerja dengan Departemen Administrasi Minnesota untuk melacak jumlah kematian terkait alkohol di lima wilayah sebagai bagian dari inisiatif di seluruh negara bagian atas mengemudi dalam keadaan mabuk. Siswa lain memantau peningkatan tingkat anak-anak yang hidup dalam kemiskinan di satu Departemen Pendidikan Minnesota. Ketiga. Universitas Massachusetts Amherst: Program Sekolah Kewarganegaraan. Percakapan antara dua University Massachusetts di Washington. DC, stasiun kereta api mengarah pada penciptaan Program Citizen Scholars pada tahun 1998. Kedua instruktur tersebut membahas bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk menciptakan peluang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan keterlibatan sipil mereka sebagai bagian dari pengalaman sarjana. Dari percakapan awal itu muncul hibah setahun dari Korporasi untuk Layanan Nasional dan Komunitas yang membantu dalam pengembangan dan implementasi program. Program Citizen Scholars terdiri dari kursus-kursus untuk service learning yang (Mitchell, 2. Perencanaan Konsep Civic Engagement pada program KKN Kegiatan KKN merupakan salah satu pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi Pelaksanaan keterlibatan warga negara muda dalam pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan wajib bagi setiap perguruan tinggi dengan berbagai macam istilah ada yang menyebutkan KKN. Kuliah Kerja Praktek (KKP), dan Program Pemantapan Profesi Keguruan (P2K). Latar belakang lahirnya KKN Tematik ITB yaitu dengan dikeluarkannya Keputusan Rektor Institut Teknologi Bandung Nomor 150/ SK/ 11. A/ PP/ 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan KKN T Pada kurun waktu tahun 1980-1990-an KKN diselenggarakan di ITB sebagai mata kuliah pilihan. Yang menjadi persoalan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Diperkirakan bahwa kurang JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement KKN dilaksanakan di ITB menimbulkan beberapa dampak negatif antara lain . Keterikatan antara ITB dengan masyarakat umum, khususnya masyarakat pedesaan sangat kurang. Peranan ITB kurang dirasakan oleh masyarakat bawah. Kepekaan sosial kurang tertanam pada mahasiswa ITB. Orientasi kebanyakan lulusan SI ITB adalah bekerja di perusahaan-perusahaan besar di dalam maupun di luar negeri atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama diuar negeri. Jarang dijumpai mahasiswa ITB yang memiliki orientasi pengabdian bagi masyarakat dikelas akar rumput. Mengingat pentingnya kegiatan keterlibatan warga negara muda khususnya mahasiswa, sekaligus sebagai upaya pembinaan karakter. ITB memandang perlu untuk menyelenggarakan kuliah yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan masyarakat bagi mahasiswa ITB. Kuliah ini bukan hanya bahasan teoritis di kelas dan kampus tetapi juga menghendaki kehadiran dan praktek di lapangan dalam rentang waktu tertentu serta diberikan bobot SKS yang disesuaikan dengan jumlah jam kerja yang dilakukan mahasiswa, dan bersifat Selanjutnya kuliah ini disebut KKN-T Kuliah Kerja Nyata Tematik tingkat KKN-T. Tujuan kegiatan KKN Tematik di ITB yaitu . kegiatan KKN-T diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan sosial, tolong menolong, peduli terhadap sesama . hususnya masyarakat bawa. Minimal sekali dalam rentang waktu studi di perguruan tinggi, mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat bawah yang merupakan jumlah mayoritas di negeri ini. KKN-T yang bersifat multi disiplin diharapkan menumbuhkan semangat dan kemampuan kerja sama antar mahasiswa antar disiplin keilmuan. pemilihan topik yang tepat memungkinkan KKN-T permasalahan yang ada di masyarakat. Dengan demikian. ITB makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil yang selama ini hanya melihat ITB sebagai . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan tempat belajar mahasiswa cerdas di Indonesia, namun manfaat langsung jarang . ikut memajukan serta membangun SDM di daerah-daerah yang masih tertinggal. Pembimbingan penilaian pada kegiatan KKN Tematik ITB yaitu, dalam persiapan pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan KKN Tematik satuan pengelola perlu melibatkan sejumlah dosen pembimbing sesuai dengan tema KKN-T, kriteria pelaksanaan evaluasi dan penilaian prestasi peserta KKN-T diatur lebih rinci perumusan bersama dosen pembimbing. Data di atas dapat diperkuat melalui wawancara dari Lembaga Kemahasiswaan bahwa konsep KKN-Tematik di ITB dalam bentuk mata kuliah pilihan 2 SKS dan tidak diwajibkan disebabkan ada matakuliah kerja praktik lapangan yang wajib masing-masing. Kegiatan KKN-Tematik di ITB melalui prosedur pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester ganjil-genap dan memiliki kuota berdasarkan anggaran karena tidak dipungut biaya dari mahasiswa atau gratis. Sebelum KKN-T terlebih dahulu dilakukan survei lapangan oleh Lembaga Kemahasiswaan dalam bentuk Tim Penyelenggara Kegiatan KKN Tematik. Tim Penyelenggara Kegiatan KKN Tematik melakukan koordinasi dengan Lembaga Daerah atau BAPEDA (Badan Pengawas Daera. terkait dengan penentuan lokasi atau daerah menjadi basis kegiatan yang berdasarkan data. Dari Koordinasi dengan BAPEDA, maka dilakukan survei lapangan dengan menyisir daerah yang memang perlu dilakukan Setelah dilakukan survei lapangan. Tim Panitianya menyusun tema dan menyusun proposal kegiatan kemudian diajukan ke Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk ditindak lanjuti (Misalnya tema KKN Tematik pada tahun 2018 bulan JuliAgustus yang dilaksanakan di Kabupaten Cianjur kurang lebih satu bulan lamanya Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement yang terdiri tiga gelombang yang masingmasing dua minggu waktu kegiatan. Adapun Agroforesty. Pendidikan. Infrastruktur, dan Air dan pada tahun 2016 tema KKN-Tematik terdiri dari infrastruktur, energi, air, dan pendidikan, ini menandakan pelaksanaan KKNTematik berdasarkan hasil survei dan berbasis kebutuhan masyarakat setempa. Setelah disepakati proposal kegiatan KKNTematik. Tim Penyelenggara Kegiatan KKN Tematik melakukan tes wawancara untuk memilih mahasiswa yang memang siap melakukan KKN Tematik, wawancara Buku laporan kegiatan KKN berisi berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik ITB pada tahun 2016 sebagai bentuk didikasi kepada masyarakat terkait kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam buku tersebut tulisan mantan Presiden RI Ke-3 yaitu B. Habibie bahwa Auhanya anak bangsa sendirilah yang dapat diandalkan untuk membangun Indonesia, tidak mungkin kita mengharapkan dari bangsa lainAy. Memiliki makna bahwa pentingnya memberdayakan anak bangsa dalam mengambil bagian untuk membangun negeri sendiri. Pelaksanaan Civic Engagement melalui program KKN Pengembangan keterlibatan warga negara muda atau mahasiswa dalam kegiatan masyarakat di Institut Teknologi Bandung diaktualisasikan pada program KKN. Program KKN memberikan wawasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperolah di perguruan tinggi untuk di implementasikan pada masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi guna meningkatkan tarap hidup masyarakat yang lebih sejahtera. Program ini sepenuhnya dilaksanakan oleh mahasiswa kemahasiswaan ITB. Keterlibatan warga negara dalam bentuk kegiatan KKN yang dilaksanakan berbentuk tematik dengan membagai mahasiswa menjadi beberapa bagian kelompok atau sesuai tema dilakukan untuk menyeleksi mahasiswa yang memang siap untuk melaksanakan kegiatan dan menyesuaikan anggaran kegiatan yang di sepakati oleh LPPM. Kegiatan pengabdian KKN Tematik ITB yang berbasis tema memberi pengetahuan kepada kami terkait proses penyelenggaraan kegiatan KKN Tematik yang diawali dengan koordinasi kepada pemerintah dan melakukan survei dan dibutuhkan di masyarakat sehingga kegiatan KKN Tematik dapat terlaksana dengan baik kebutuhan masalah yang dialami oleh masyarakat tempat dimana program KKN akan dilakukan. Program ini dilaksanakan selama 21 satu hari full bermalam dan berinteraksi dengan masyarakat setempat secara langsung. Implementasi kegiatan KKN di ITB pertama, diadakan pendaftaran peserta yang ingin mengikuti program KKN, kemudian diadakan seleksi secara umum bagai para pendaftar KKN yang diinfokan melalui mading, video di megatron, social media dan poster selama dua minggu. Pada tahun 2016 terhidung terdapat 355 mahasiswa yang Kedua, diadakan pelatihan bagi mahasiswa yang lolos dalam seleksi pendaftaran KKN. Pelatihan merupakan tahap pembekalan materi bagi peserta untuk dapat terjun ke masyarakat secara langsung pemilihan materi pelatihan sebelumnya telak didiskusikan oleh tim materi dan metode serta dirapatkan oleh seluruh panitia KKN, berikut materi pelatihan Mengenal Indonesia dan masyarakat, social mapping, rural appraisal, socioprenerur, pelatihan medik, mitigasi bencana, manajemen desain, mulok sunda, leadership, outbound. Ketiga, peresmian dan penutupan dilakukan sepenuhnya oleh pihak pimpinan kampus beserta elemen lembaga masyarakat sekitar serta peresmian bentuk kegiatan yang sudah Sebagai contoh pelaksanaan KKN tematik ITB pada tahun 2016 dilaksanakan di desa Mekarwangi. Desa Mekarwangi merupakan hasil pemekaran Desa Selaawi JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement letak desa Mekarwangi termasuk desa paling jauh dari pusat kecamatan Talegong. Desa Mekarwangi pegunungan yagn membentar dari utara ke Desa Mekarwangi teridri dari 3 kadusunan, 6 RW dan 19 RT. Warga Desa Mekarwangi berjumlah 2248 jiwa atu 822 KK. Terdapat beberapa masalah yang ada di desa Mekarwangi diantaranya ialah . fasilitas sekolah yang tidak memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar bak di sekolah formal maupun Diniyah khususnya di kadusunan dua, . akses menuju desa Mekarwangi dalam kondisi yang buruk dan rawan longsor, sehingga sangat menyulitkan untuk mengakses sehingga banyak kegiatan perekonomian terganggu dan tidak berjalan dengan baik. sistem distribusi air tidak memadai untuk mengalirkan air dari sumber yang berasal dari pegunungan membuat masyarakat rentan terkena penyakit karena tidak terjaga kesterilan air tersebut. kemudian jumlah air terbatas di musim kemarau membuat warga kesulitan mendapat air bersih. sarana penanggulangan belum merata di beberapa titik kampung, membuat warga belum dapat menikmati listrik. Hal ini disebabkan karena lokasi di dominasi oleh pegunungan. Di tahun 2016 terdapat beberapa tema KKN Tematik ITB sebagaimana dijelaskan pada buku KKN tematik ITB 2016 Berdikari Negeri jangan bangun tanpa membangun . yakni tema air, tema energi, tema infrastruktur, dan tema pendidikan. implementasi dari masing-masing tema Tema air Kegiatan tema air menjadi tema yang fokus menyediakan sumber air bagi masyarakat yang membutuhkan serta sarana yang layak untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK) di kampung Cipait. Selain kegiatan yang sifatnya infrastruktur, tema air juga melaksanakan kegiatan bersama kebersamaan antar warga maupun dengan peserta KKN. Tema Energi . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Tema energi merupakan tema yang fokus untuk mengatasi permasalahan rasio elektrifikasi di jawa barat, terutama bagi daerah-daerah yang terisolir dan sulit terjangkau oleh aliran listrik PLN. Tema energi mengaplikasikan sumber energi terbaru dan ramah lingkungan seperti air, memanfaatkan potensi energi yang ada di daerah tersebut. Tema energi berkegiatan di Kampung Babakan Tipar Tema Infrastruktur Tema infrastruktur bertanggung jawab dalam proses penyelesaian masalah Pada rangkaian KKN tematik ITB 2016, tema infrastruktur mempunyai tanggung jawab memperbaiki jembatan yagn menghubungkan desa Mekarwangi dan Desa Nyalingdung. Jembatan tersebut melitas diatas sungai Cilaki. Tema Pendidikan Tema pendidikan merupakan salah satu tema dalam kegiatan KKN Tematik ITB 2016 yang bergerak dibidang pendidikan formal dan informal bagi anak-anak dan orang tua. Tujuan tema pendidikan adalah memberikan motivasi secara langsung bagi anak-anak. Memberikan motivasi kepada orang tua agar mendukung anaknya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi tanpa Memberikan terkait informasi biaya sekolah untuk meringankan tanggung jawab orang tua, membantu menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana pembelajaran baik untuk pendidikan formal dan nonformal. Tema pendidikan juga bergerak dibidang sosial untuk pemberdayaan masyarakat agar peduli terhadap kebutuhan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Kegiatan Keterlibatan warga negara melalui kegiatan KKN bagi mahasiswa akan berpengaruh pada keterampilan sosial dan kemasyarakatan secara langsung. Kegiatan ini juga memberikan manfaat secara memberikan pengalaman secara langsung dan efektif dalam menyelesaikan persoalanpersoalan yang terjadi. Mahasiswa dituntut untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement kegiatan kemasyarakatan (Sitti Mauludy Khairina, 2. Pendidikan Kewarganegaraan pada Program KKN Pendidikan Kewarganegaraan (PK. secara operasional berlandaskan pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Wahab & Sapriya, 2. , khususnya pada pasal 3 yang menyatakan bahwa AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Sedangkan Dalam dimensi kurikuler. Pendidikan mempunyai tujuan agar peserta didik memiliki beberapa kemampuan, yang di antaranya : . Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu . Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti-korupsi. Berkembang secara positif dan berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. (Wahab & Sapriya, 2011. Berkaitan dengan pernyataan tersebut di atas, partisipasi warganegara memegang peranan penting dalam dimensi PKn dalam hal kurikuler. Hal-hal diatas mencerminkan bahwa PKn menjadi salah satu instrumen untuk mengembangkan potensi-potensi yang diperlukan dalam kehidupan seharihari. Dimensi partisipasi warga negara menurut Quigley, dkk . dalam (Winataputra, 2. , dikembangkan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berperan serta secara efektif dalam masyarakat, pengalaman berperan serta kesadaran berkemampuan dan berprestasi unggul dari siswa, dan mengembangkan pengertian tentang pentingnya peran serta aktif warganegara. Keterlibatan warga negara . ivic engagemen. merupakan suatu kondisi atau norma dimana warga negara bermasyarakat berdasarkan keterampilan, keahlian, pengetahuan, yang berkombinasi dengan nilai-nilai, motivasi dan komitmen untuk melakukan perubahan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik. (Jacoby, 2009. Adler & Goggin, 2005. Ehrlich, 2000. Carpini & Keeter, 1. Civic engagement sering disebut dengan istilah civic participation, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakan warga negara baik individu berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan pemerintahan dan berbagai kegiatan dalam lingkungan masyarakat. The New York Time . menjelaskan bahwa civic engagement adalah mengerjakan sesuatu untuk membuat sesuatu yang berbeda dalam hidup warga pengetahuan, keterampilan, nilai, dan motivasi untuk membuat sesuatu yang berbeda. Menurut Keeter . terdapat 18 indikator civic engagement yang dibagi dalam tiga indikator besar, yaitu civic indikator, electoral indicators, dan indicator of political voice Civic indicator masyarakat, . relawan untuk organisasinon pemilu, . aktif dalam keanggotaan pengumpulan dana lari jalan atau bersepeda, . pengumpulan dana lain untuk amal. Electoral indicator meliputi: . voting pada umumnya, . membujuk yang lainnya. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan. Sunarto. Sutrisno | Internalisasi Civic Engagement . menampilkan stiker, gambar, atau kampanye, . relawan untuk kandidat atau organisasi politik. Indicators of political voice meliputi: menghubungi pejabat, . menghubungi media cetak, . menghubungi siaran media, . protes, . petisi melalui email, . petisi tertulis, . memboikot, . Pemecahan masalah yang eksis di tengah masyarakat menjadi misi utama dalam keterlibatan warga negara. Masalahmasalah yang eksis biasanya ditangani secara tradisional, yaitu langsung terjun ke Kegiatan KKN merupakan salah satu pengejawantahan daripada Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Sesuai hakikatnya. KKN merupakan proses pembelajaran yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Mahasiswa diajarkan untuk merasakan tengah-tengah masyarakat, berbakti untuk masyarakat, memberikan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dimana mahasiswa itu SIMPULAN Perencanaan Program engagement yang terintegrasi pada KKN-T merupakan program yang dilaksanakan secara tematik dengan empat tema dasar yakni tema air, tema energi, tema infrastruktur dan tema Pendidikan adapun tujuan secara umum dari KKN-T yakni . menumbuhkan kepekaan sosial, tolong . hususnya menumbukkan semangat dan kemampuan kerja sama antar mahasiswa antar disiplin permasalahan yang ada di masyarakat, . Ikut memajukan serta membangun SDM di daerah-daerah yang masih tertinggal. Pelaksanaan Kegiatan KKN-T dilaksanakan secara sistematis, terstruktur, kolaboratif, transparan serta objektif guna menyiapkan generasi muda yang memiliki rasa sosial kemanusian yang tinggi dalam . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan berkehidupan berbangsa dan bernegara dengan berlandaskan atas dasar nilai-nilai filosofi bangsa Indonesia. Evaluasi program civic engagement KKN T dilakukan dengan survei hasil kegiatan yang sudah terselenggara dengan jangka waktu tertentu hal dilakukan baik oleh tim mahasiswa penyelenggara maupun juga dari LPPM sebagai bentuk tanggung jawab sosial kemasyarakatan dari hasil proyek kegiatan yang sudah dilakukan sehingga akan dapat diketahui analisis kebutuhan dan program kerja civic engagement selanjutnya. Keterlibatan warga negara dalam proses pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi ajuan mengembankan keterampilan bagi warga negara muda untuk dapat berbagai persoalan dan isu-isu global. Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata kuliah yang memiliki peran sama kesadaran warga negara muda untuk menjadi warga negara yang baik, warga negara yang baik berorientasi pada pembentuk keterampilan sikap, pengetahuan dan keterampilan warga negara secara Sehingga Keterlibatan warga negara melalu program perkuliahan pendidikan Kewarganegaraan dan KKN menjadi bagian untuk dalam memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi warga negara muda dalam membangun kehidupan sosial kemasyarakatan yang DAFTAR PUSTAKA