JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI. GAYA KEPEMIMPINAN DAN KINERJA KARYAWAN DI GELANGGANG OLAHRAGA MATRAMAN Rachmat Dimas Sundawa Universitas Ibnu Chaldun dimassundawa123@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tiga variabel berikut: budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan di Gelanggang Olahraga Matraman. Ketiga variabel tersebut saling berhubungan, saling terkait, dan berkorelasi. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada di Gelanggang Olahraga Matraman sebanyak 25 orang. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh karena semua anggota populasi diikutsertakan dalam metode sampel. Semua data diperoleh melalui kuesioner dan diukur menggunakan korelasi rank spearman. Teknik analisis data yang disebut analisis deskriptif korelasional digunakan bersama dengan program IBM SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi & kinerja karyawan dan gaya kepemimpinan & kinerja karyawan keduanya mempunyai hubungan yang nyata tapi tidak searah . Hasil penelitian juga menunjukan bahwa budaya organisasi & gaya kepemimpinan memiliki hubungan yang nyata dan searah . Kata Kunci: budaya organisasi, gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan Abstract The purpose of this research was to determine the relationship between the following three variables: organizational culture, leadership style and employee performance at the Matraman Sports Center. These three variables are interconnected, interrelated, and correlated. The sample of this study were all employees at the Matraman Sports Center as many as 25 people. The sample selection method used is saturated sampling because all members of the population are included in the sample method. All data were obtained through a questionnaire and measured using Spearman's rank correlation. A data analysis technique called correlational descriptive analysis was used together with the IBM SPSS 24 program. The results showed that organizational culture & employee performance and leadership style & employee performance both had a significant but not unidirectional . The results of the study also show that organizational culture and leadership style have a real and positive relationship. Keywords : organizational culture, leadership style and employee performance PENDAHULUAN Maka. Latar Belakang Masalah Peranan perusahaan dengan upaya meningkatkan sangatlah penting bagi sebuah perusahaan, keahlian serta keterampilan melalui promosi dimana sumber daya manusia ini sendiri jabatan, proses pendidikan, pelatihan dan termasuk salah satu dari bagian perusahaan. Tanpa adanya peran dari sumber daya memecahkan masalah-masalah yang akan manusia sebuah perusahaan tidak akan tersebut pun tak luput dari adanya tantangan sebagaimana mestinya. Upaya budaya organisasi. Budaya organisasi pun 92 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 juga memiliki aturan dan pantangan yang dengan tepat waktu, menyepelekan pekerjaan berlaku untuk mengatur bagaimana anggota yang telah menjadi tanggung jawabnya, di dalam organisasi bersikap. Tidak meninggalkan ruangan sebelum jam istirahat kepemimpinan juga perlu diperhatikan dalam ataupun jam pulang kerja. Fenomena lain rangka peningkatan sumber daya manusia. Karena, kepemimpinan kepala bagian yang satu jalannya perusahaan supaya perusahaan dapat dengan yang lain masih terdapat kurangnya berjalan sebagaimana mestinya. Sebagai Dari hasil observasi tersebut maka membimbing individu karyawan ataupun tim penulis bermaksud ingin menyusun suatu yang berada dibawah kuasanya. penelitian dengan judul AuHubungan Budaya Seorang Organisasi. Gaya Kepemimpinan dan Gelanggang Kinerja dalam pembentukan perilaku organisasi. Olahraga Matraman. Dari judul tersebut CEO kemudian diidentifiikasi masalah penelitian, berhubungan dengan karyawan yang lebih diantaranya: . masih terdapatnya karyawan rendah darinya dapat mempengaruhi perilaku yang mengabaikan aturan perusahaan, . karyawan dalam organisasi tersebut. Apabila terdapatnya budaya organisasi maka perilaku mengabaikan larangan perusahaan serta . CEO pun akan lebih terjaga dan tidak masih kurangnya koordinasi dari kepala semena-mena kepada karyawannya. bagian yang satu dengan yang lain sehingga Gelanggang Olahraga Matraman KaryawanAy organisasi akan memiliki pengaruh besar menimbulkan miss communication. Dalam merupakan suatu tempat yang berfungsi sebagai Pusat Pembinaan Olahraga yang masalah meliputi: Pertama. Apakah terdapat obeservasi yang dilakukan penulis tentang hubungan budaya organisasi terhadap kinerja keadaan kegiatan di Gelanggang Olahraga karyawan Gelanggang Olahraga Matraman? Matraman, dimana masih terdapat karyawan Kedua. Apakah terdapat hubungan gaya yang mengabaikan aturan dan larangan kepemimpinan terhadap kinerja karyawan Gelanggang Olahraga Matraman?. Ketiga karyawan yang tidak melakukan pekerjaan Apakah terdapat hubungan budaya organisasi sesuai dengan peraturan yang ada. Seperti Gelanggang Olahraga Matraman? Jakarta Selain Timur. Dari 93 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 TINJAUAN PUSTAKA organisasi lainnya. Menurut Kusdi . Budaya Organisasi budaya mengandung makna seperangkat Budaya dalam bidang pembelajaran asumsi atau sistem keyakinan dan nilai-nilai organisasi berawal ketika terjadi perubahan serta norma yang dikembangkan dalam paradigma dalam cara memandang organisasi organisasi untuk menjadi pedoman tingkah yaitu ketika organisasi tidak lagi dipandang laku anggota-anggotanya dalam menghadapi seolah sebagai instrumen yang bersifat dan mengatasi masalah dalam melakukan formal serta rasional yang dibentuk sekedar adaptasi eksternal dan integrasi internal. Gaya Kepemimpinan kebutuhan hidupnya. Penggunaan istilah Teori budaya organisasi biasanya mengacu pada banyak ditemukan dalam karya tulis yang budaya yang berlaku dalam perusahaan atau dikemukakan oleh para ahli sesuai dengan organisasi, kerena pada umumnya suatu perusahaan ataupun organisasi merupakan pengalamannya yang dirasakan pada dunia kerja sama antara beberapa orang yang praktek ketika beliau menjadi praktisi pada dimana mereka membentuk kelompok atau berbagai kegiatan yang dilalui pada sebuah satuan kerjasama tersendiri. Menurut Riyadi bahwa ada Pengertian budaya organisasi hingga . saat ini sudah banyak dikemukakan oleh para kepemimpinan situasional, adalah gaya yang berbeda meskipun memiliki makna yang didasarkan saling berhubungan pada hal-hal Sutrisno . mengatakan bahwa berikut ini: Jumlah petunjuk dan pengarahan yang nilai-nilai . , . , asumsi-asumsi . serta norma yang sudah lama berlaku, disepakati dan diikuti oleh seluruh diberikan oleh pimpinan. Jumlah diberikan oleh pimpinan, dan Tingkat kesiapan atau kematangan para anggota organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah di organisasinya. khusus, fungsi atau tujuan tertentu. Menurut Robbins . yang Selanjutnya Riyadi . dikutip oleh Nur . menyatakan bahwa mengutip teori kontingensi dari Fiedler dalam budaya organisasi ialah suatu sistem dari Sujak . , kepemimpinan akan berhasil makna organisasi yang berarti bersama yang tergantung pada penerapan gaya seorang pemimpin terhadap tuntunan situasi. Dalam pengaplikasian gaya kepemimpinan dalam anggota-anggotanya 94 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 proses adaptasi terhadap kondisi dapat dilalui Penelitian Armiaty dan Ariffin . dengan mengutip Dessler situasi dan menerapkan gaya kepemimpinan beberapa faktor utama penilaian kinerja yaitu yang relevan sesuai dengan tuntunan situasi. terdiri atas: Gaya kepemimpinan seseorang bisa Mutu pekerjaan, adalah kualitas dalam hal dilihat dan dinilai dari 6 . indikator, yakni: kemampuan mengambil keputusan, diterimanya kerja yang telah dilakukan. Produktivitas, adalah mutu dan efisiensi dari kerja yang dihasilkan dalam periode mengendalikan emosional waktu tertentu. Pengetahuan mengenai pekerjaan, adalah Kinerja keterampilan/keahlian bawahan, tanggung jawab dan kemampuan Definisi praktis yang digunakan pada pekerjaan. dikemukakan oleh para ahli walaupun dengan Kehandalan, adalah sejauh mana seorang penggunaan kata yang berbeda akan tetapi karyawan dapat diandalkan menyangkut memiliki makna yang sama. Menurut Priansa penyelesaian tugas dan tindak lanjut. dalam Mathis dan Jackson . Ketersediaan, adalah sejauh mana seorang mengatakan bahwa pada dasarnya kinerja karyawan tepat menyelesaikan pekerjaan merupakan hal-hal yang dilakukan atau tidak yang diberikan tepat waktunya, serta dilakukan oleh pegawai dalam mengerjakan meninjau periode istirahat yang ditetapkan dan catatan kehadiran keseluruhan. Hal yang sama dikemukakan oleh Ketidaktergantungan, adalah sejauh mana Benardin dan Russel . mengatakan kerja yang dijalankan dengan sedikit atau bahwa kinerja adalah hasil yang diterapkan tanpa supervisi. oleh fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan Hipotesis Berdasarkan Hasil kerja yang dimaksud tersebut tinjauan literatur di atas, maka didapatkan merupakan hasil kemampuan, keahlian dan hipotesis penelitian sebagai berikut: Ho: Tidak terdapat hubungan yang signifikan Kinerja merupakan konsep multidimensional yang meliputi tiga aspek, yaitu sikap . Kepemimpinan dan Kinerja Karyawan. H1: Terdapat hubungan yang signifikan . Budaya Budaya Organisasi. Organisasi. Gaya Gaya Kepemimpinan dan Kinerja Karyawan. 95 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 METODOLOGI PENELITIAN keseluruhan data tersebut di proses oleh IBM Metode SPSS 24 dengan hasil deskriptif karakteristik korelasional yang dimana bertujuan untuk responden sebagaimana yang disajikan dalam mengetahui apakah terdapat hubungan pada Tabel 1 di bawah ini: ketiga variabel, yakni mencari hubungan (X). Tabel 1 Deskripsi Karakteristik Responden kepemimpinan (Y) dan kinerja karyawan (Z) Sampel yang digunakan sampling jenuh dikarenakan seluruh anggota populasi akan digunakan sebagai sampel sebanyak 25 Analisis data yang digunakan analisis diketahui bahwa responden yang memiliki deskriptif ini menggunakan mean, median, tingkat usia tertinggi terdapat pada usia 52 modus, standard eror mean, dan pembuatan tahun dan usia terendah koresponden ialah 22 tabel frekuensi. Lalu analisis korelasional tahun, dengan rata-rata umur pada angka 60 tahun serta standar eror mean pada menetapkan kekuatan hubungan antara ketiga Hasil tersebut menunjukan variabel yaitu budaya organisasi (X), gaya bahwa seluruh responden masih berusia kepemimpinan (Y) dan kinerja karyawan (Z) serta menggunakan korelasi Rank Spearman yang dimana rumusnya adalah sebagai kebersihan serta pelaksana kegiatan yang Dimana Berdasarkan tabel 1 tersebut dapat Gelanggang Olahraga Matraman. Lalu dari segi lama bekerja reponden, dapat diketahui bahwa lama kerja tertinggi selama 21 tahun dan terendah selama 4 tahun PEMBAHASAN dengan rata-rata lama kerja pada angka 11. Deskripsi Identitas Responden tahun serta standar eror mean pada angka Pengambilan data pada penelitian ini Dari hal tersebut dapat menunjukkan berasal dari Gelanggang Olahraga Matraman bahwa keadaan saat ini dapat dilihat dari sebanyak 25 responden, dimana secara 96 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 Tabel 2 Indikator Penelitian Berdasarkan Budaya Organisasi pelayanan dan pelaksanaan supaya cukup Gelanggang Olahraga Matraman. Sedangkan pendapatan per bulan yang didapatkan oleh koresponden sudah cukup memadai, hal tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata pendapatan yang dihasilkan setiap bulannya Berdasarkan tabel 2 di atas dapat sebesar Rp. 000,- dimana pendapatan minimum responden sebesar Rp. mengendalikan bawahan dengan budaya dan pendapatan maksimal responden sebesar organisasi dapat dilihat dari nilai Rhoxy = Rp. 000,- dengan standar eror mean 471 serta Nilai P= 0. Dari hal tersebut untuk penghasilan sebesar Rp. 966,-. Selanjutnya dapat diketahui bahwa dari mengandalikan bawahan memiliki hubungan jumlah 25 responden sebanyak 21 responden yang erat dengan budaya organisasi, dimana berjenis kelamin laki-laki yang dimana dari mengendalikan bawahan semakin tinggi pula persentasenya sebesar 84 persen dari jumlah keseluruhan responden. Sedangkan jumlah kualitas budaya organisasinya. Dapat dikatakan bahwa pemimpin responden yang berjenis kelamin perempuan mengendalikan bawahan, dimana hal tersebut tersebut dapat diketahui bahwa jumlah juga tergantung pada budaya organisasi persentasenya sebesar 16 persen dari jumlah Apabila kualitas budaya sebuah keseluruhan responden. Hubungan Indikator Penelitian dengan Variabel yang Dianalisis Hubungan Indikator Penelitian dengan Variabel Budaya Organisasi. Lalu hubungan antara ketersediaan dan budaya organisasi dapat dilihat dari nilai Rhoxy = -0. 502 serta Nilai P = 0. Hal tersebut dapat diartikan bahwa ketersediaan memiliki hubungan yang erat dengan budaya organisasi akan tetapi memiliki hubungan 97 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 yang tidak searah, dimana semakin tingginya Kemampuan hubungan dengan kinerja karyawan namun budaya organisasinya. hubungan tersebut tidak searah, hal tersebut Hubungan Indikator Penelitian dengan dapat dilihat dari nilai Rhoxy = -0. 377 serta Variabel Gaya Kepemimpinan. Nilai P = 0. Hal tersebut dapat diartikan Tabel 3 Indikator Penelitian Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Hubungan Antar Variabel yang Dianalisis Hubungan Budaya Organisasi dengan Gaya Kepemimpinan. Tabel 5 Indikator Budaya Organisasi dengan Gaya Kepemimpinan Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat dengan gaya kepemimpinan akan tetapi memiliki hubungan yang tidak searah, hal tersebut dapat dilihat dari data tabel di atas Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa memiliki nilai Rhoxy = -0. 475 serta Nilai P = masing-masing dari indikator memiliki Nilai Peluang lebih besar dari nilai lpha atau P > ketersediaan karyawan semakin rendah gaya : 0. 05 & : 0. 1 maka H0 diterima (H1 Hal tersebut berarti bahwa tidak Hubungan Indikator Penelitian dengan terdapatnya hubungan antara masing-masing Variabel Kinerja Karyawan. indikator budaya organisasi dengan variabel Tabel 4 Indikator Penelitian Berdasarkan Kinerja Karyawan gaya kepemimpinan. Hubungan Budaya Organisasi dengan Kinerja Karyawan. Tabel 6 Indikator Budaya Organisasi dengan Kinerja Karyawan Berdasarkan tabel 4 menunjukkan 98 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 Berdasarkan data tabel 6 menunjukkan masing-masing Dari tabel 8 di atas dapat dilihat bahwa memiliki Nilai Peluang lebih besar dari nilai bawahan dengan budaya organisasi dapat lpha atau P > : 0. 05 & : 0. 1 maka H0 dilihat dari nilai Rhoxy = 0. 471 serta Nilai P diterima (H1 ditola. Hal tersebut berarti = 0. Dari hal tersebut menunjukan bahwa bahwa tidak terdapatnya hubungan antara masing-masing indikator budaya organisasi memiliki hubungan yang erat dengan budaya dengan variabel kinerja karyawan. Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan kemampuan dalam mengendalikan bawahan Kinerja Karyawan. Tabel 7 Indikator Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan Dapat pemimpin haruslah memiliki kemampuan dalam mengendalikan bawahan. Apabila kualitas budaya sebuah organisasi lemah, maka semakin tidak beraturannya segala kondisi organisasi tersebut. Hubungan Kinerja Karyawan dengan Budaya Organisasi. Berdasarkan data tabel 7 menunjukkan Tabel 9 Indikator Kinerja Karyawan dengan Budaya Organisasi bahwa kemampuan komunikasi memiliki hubungan dengan kinerja karyawan namun tidak searah, hal tersebut dapat dilihat dari nilai Rhoxy = -0. 377 dan nilai P = 0. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin semakin rendah kinerja karyawannya. Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Budaya Organisasi. Tabel 8 Indikator Gaya Kepemimpinan dengan Budaya Organisasi Berdasarkan data tabel 9 di atas menunjukkan hubungan antara indikator kinerja karyawan dengan budaya organisasi, hal tersebut dapat dilihat dari data tabel di atas memiliki nilai Rhoxy = -0. 502 serta Nilai P = 0. dapat dilihat bahwa ketersediaan memiliki hubungan yang erat 99 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 antara budaya organisasi dengan kinerja pegawai (Putri, 2. Budaya Organisasi Hubungan Kinerja Karyawan dengan hubungan yang tidak searah memiliki arti Gaya Kepemimpinan semakin tingginya Tabel 10 Indikator Kinerja Karyawan dengan Gaya Kepemimpinan . Gaya kepemimpinan memiliki hubungan dengan kinerja karyawan Gelanggang Olahraga Matraman walaupun hubungan Hasil tersebut didukung oleh penelitian yang Berdasarkan menunjukkan hubungan antara indikator kepemimpinan, hal tersebut dapat dilihat dari data tabel di atas memiliki nilai Rhoxy = 0. 475 serta Nilai P = 0. dapat dilihat bahwa ketersediaan memiliki hubungan yang erat dengan gaya kepemimpinan akan tetapi Berdasarkan pengujian yang dilakukan berarti hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa: Budaya organisasi memiliki hubungan Gelanggang Olahraga Matraman Hasil terdapatnya hubungan yang signifikan kepemimpinan dengan kinerja karyawan (Ariska. Gaya hubungan yang tidak searah memiliki arti semakin tingginya gaya kepemimpinan . Budaya organisasi memiliki hubungan yang positif dengan gaya kepemimpinan menyatakan bahwa terdapatnya hubungan Gelanggang Olahraga Hasil Matraman tersebut didukung oleh penelitian yang menyatakan bahwa terdapatnya hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi dengan gaya kepemimpinan (Atami, 2. Budaya Organisasi dengan gaya kepemimpinan memiliki hubungan tingginya budaya organisasi maka akan semakin tinggi kinerja karyawannya. 100 Manajemen FE Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2023 KESIMPULAN Pertama. Gaya mempunyai hubungan yang tidak searah Dimana kemampuan komunikasi maka rendah kinerja Kedua. Gaya kepemimpinan dengan budaya organisasi mempunyai hubungan yang cukup erat, hal tersebut terdapat pada Dimana semakin tinggi pula budaya organisasinya. Ketiga. Kinerja karyawan memiliki hubungan dengan budaya organisasi namun tidak searah, hal tersebut terdapat pada Dimana tingginya ketersediaan maka semakin rendah Kusdi. Budaya Organisasi Ae Pengertian. Makna dan Aplikasinya dalam kehidupan Organisasi. Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat. Riniwati. Harsuko. Mendongkrak Motivasi dan Kinerja: Pendekatan Pemberdayaan SDM. Malang: UB Press. Riyadi. Slamet. Publish Maret 2011. Pengaruh Kompensasi Finansial. Gaya Kepemimpinan, dan Motivasi KerjaTerhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan Manufaktur di Jawa Timur. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 13 No. Surabaya. Sudjana. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Sutrisno. Edy. Budaya Organisasi. Cetakan ke-5. Jakarta: Prenadamedia Group. Nur. Muhammad. Organisasi Dan Managemen. Cetakan Pertama. Yogyakarta. budaya organisasinya. Keempat. Kinerja karyawan memiliki kepemimpinan, hal tersebut terdapat pada Dimana DAFTAR PUSTAKA