Volume 14 Nomor 1 . ISSN (P): 2087-4820 ISSN (E): 2579-8995 DOI: https://doi. org/10. 54180/elbanat. PACARAN. MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA. Apakah Berhubungan? Rosif1 1 STIT Maskumambang Gresik ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa di SMA Antariksa Surabaya. Pacaran, yang sering kali dianggap sebagai fenomena yang negatif, dalam konteks penelitian ini ditelaah dari perspektif positif, yaitu sebagai faktor motivasional dalam pencapaian akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kausal komparatif. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas II SMA Antariksa Surabaya. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara untuk mengidentifikasi alasan siswa berpacaran serta bagaimana hal tersebut memengaruhi prestasi belajar mereka. Hasil analisis menggunakan korelasi product moment menunjukkan bahwa pacaran yang dilakukan dengan tujuan sebagai teman belajar atau pendamping diskusi berkontribusi positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Pacaran juga ditemukan berfungsi sebagai motivasi tambahan bagi siswa untuk lebih giat dalam belajar. Namun, pacaran yang dilakukan hanya untuk menjaga gengsi atau mengikuti tren cenderung tidak memberikan dampak signifikan terhadap prestasi akademik. Dengan demikian, pacaran dapat dipertimbangkan sebagai salah satu faktor motivasi dalam peningkatan prestasi belajar siswa jika diarahkan pada tujuan yang positif. Kata Kunci: Pacaran. Motivasi Belajar. Prestasi Siswa. Prestasi Akademik. ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between dating as a motivation and academic achievement among students at Antariksa High School. Surabaya. Dating, often perceived as a negative phenomenon, is examined in this research from a positive perspective, specifically as a motivational factor in students' academic achievement. The research method employed is a descriptive quantitative approach with a causal-comparative design. The study's sample consists of 30 second-grade students at Antariksa High School. Surabaya. Data were collected through questionnaires and interviews to identify the reasons behind students' involvement in dating and how it influences their academic performance. The analysis results, using the product-moment correlation, indicate that dating, when done with the purpose of studying together or as a discussion companion, positively contributes to students' academic Dating was also found to serve as an additional motivation for students to study harder. However, dating solely for maintaining social prestige or following trends tends to have no significant impact on academic performance. Thus, dating can be considered a motivational factor in improving students' academic achievement when directed towards positive goals. Keywords: Dating. Learning Motivation. Student Achievement. Academic Performance. Pendahuluan Salah satu unsur yang perlu diperhatikan adalah perkembangan anak yang telah beralih dari fase anak-anak ke fase remaja dan mulai mengembangkan kepribadiannya, baik bersifat moral maupun sosial, lebih-lebih remaja yang telah mengenalkan dirinya dengan rosif@gmail. Jalan Raya Sembungan Kidul. Kalirejo. Kabupaten Gresik. Jawa Timur 61155 Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dunia pacaran. Semua orang mungkin sudah menyadari berbagai problematika yang merebak sejak kurang dari dasa warsa akhir ini, yaitu kenakalan remaja, khususnya di kalangan Baik problematika pertengkaran antar siswa maupan tawuran antar sekolah, yang salah satu pemicunya adalah seorang pacar. Pada dasarnya, pacaran termasuk sifat alamiah manusia, yaitu mencintai dirinya sendiri, serta membenci segala sesuatu yang menghalangi aktualisasi dirinya, karena itu mereka melakukan hubungan untuk kepentingan pribadinya sehingga hubungan tersebut memuncak menjadi hubungan cinta. 1 Kata cinta, selain mengandung perasaan aktif, juga mengandung tindakan yang aktif pula. Pengertiannya juga sama dengan kasih sayang. Sehingga kalau seseorang mencintai orang lain, artinya orang tersebut berperasaan kasih sayang atau berperasaan suka terhadap orang lain, sehingga menghasilkan perbuatanperbuatan yang positif. Cinta yang telah mendarah daging . dalam diri seseorang, biasanya orang tersebut rela mengorbankan orang yang dicintainya. Remaja jatuh cinta itu sangat wajar. Namun rasa cinta itu menjadi tak wajar lagi bila mereka mulai menjadikan cinta sebagai AukesucianAy melainkan sebagai ajang penyaluran gelora seksualnya. Akan tetapi, bila hubungan cinta yang timbul dengan sifatnya yang komunikatif AumencintaiAy selalu mengandung himbauan . serta dorongan . kepada sesama, di dalam hubungan pacaran, saling terbuka dan jujur serta melepaskan pikiran egoistik serta dibangkitkan kesedihan dalam situasi bersama. Peran pacar amat penting, karena dalam pacaran ada dorongan atau motivasi untuk pengarahan terhadap siswa bahwa pacaran yang mereka lakukan dapat digunakan sebagai motivasi dalam prestasi siswa. Seperti yang telah kita ketahui pacaran bisa menjadi baik sekali kalau dilakukan sesuai dengan ajaran Islam maka akan jauh rona-rona seksualitas. Betapa pentingnya hubungan suatu pacaran terhadap banyak hal, salah satunya menjadi motivasi dalam prestasi belajar seseorang atau siswa. Jelas sudah, telah begitu jauh langkah-langkah yang telah diayunkan untuk memproklamirkan pacaran di berbagai sekolah, yang sejauh ini telah merusak ajaran Islam. Wulan Dianti Ningrum. AuFenomena Pacaran pada Mahasiswa/i Muslim Universitas Swasta di YogyakartaAy (Universitas Islam Indonesia, 2. 2 Fransiskus Xaverius Yosua. AuDampak pacaran terhadap Minat dan Motivasi Belajar,Ay Jurnal Inovasi Global 2, no. : 625Ae630. 3 Alik Bima Afriansyah. Khususiyah Khususiyah, dan Yuanita Dwi Krisphianti. AuPengaruh Aktifitas Pacaran Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas XI SMK Pemuda Papar,Ay Nusantara of Research: Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri 5, no. : 29Ae32. El Banat Vol. 14 No. Rosif Maka amatlah penting jika pacaran yang dilakukan oleh siswa sebaiknya diarahkan kepada hal-hal yang positif. Sehingga pacaran yang mereka lakukan bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat, guna memperoleh prestasi belajar yang memuaskan. Kenakalan remaja di SMA Antariksa Surabaya banyak dikarenakan pergaulan dan juga karena persoalan pacar. Bagi remaja atau pelajar yang berpacaran di SMA Antariksa Surabaya peran pacar bagi remaja atau pelajar di SMA Antariksa Surabaya mempunyai peran penting dalam lingkungan sekolah, seperti halnya memberi semangat dalam belajar. Dari pemahaman ini adanya peran pacar di samping mereka bisa memberikan motivasi tersendiri dalam prestasi Sebagian siswa juga beranggapan dengan adanya seorang pacar di sampingnya, mereka merasa percaya diri dan bisa dikatakan tidak ketinggalan zaman dalam pergaulan remaja masa kini. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang akan ditempuh dalam melaksanakan penelitian guna mencapai suatu tujuan penelitian. Pernyataan ini relevan dengan pernyataan Kartono yang digunakan dengan baik untuk mempergunakan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang diteliti yaitu hubungan pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa. Rancangan penelitian pada dasarnya, merupakan alat -alat untuk mempermudah mengidentifikasi obyek dan instrumen yang dipakai, sesuai dengan tujuan yang berdasarkan pada rumusan yang ada, rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun mengkoreksikan tiga variabel, yang pertama AupacaranAy, kedua AuprestasiAy. Dalam penelitian ini, peniliti mempunyai populasi yaitu kelas II SMA Antariksa Surabaya dengan mengambil sampel 30 siswa kelas II SMA Antariksa Surabaya. Interview digunakan dalam sumber penggalian data yang dignakan untuk memperoleh informasi yang diteliti tentang. Pacaran yang dilakukan siswa SMA Antariksa Surabaya. 4 Dimas Ikhsanudin. AuPacaran Bebas Remaja Jaman Now,Ay Widya-Wastara: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 2, no. : 79Ae86. 5 Kartini Kartono. AuPengantar Ilmu Mendidik Teoritis,Ay Bandung: Mandar Maju 25 . 6 Dr Sugiyono. AuMetode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&DAy . El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Memperoleh hubungan pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa SMA Antariksa Surabaya. Untuk menganalisis korelasi antara kedua variabel dan menguji hipotesa kerja maka data penelitian dihitung dan dianalisis menggunakan rumus product moment dengan angka kasar seperti di bawah ini. NAexy Oe (Ae. (Aey ) {NAex Oe (Ae. 2 }{NAey 2 Oe (Aey ) 2 } Hasil Penelitian dan diskusi Pacaran dan motivasi belajar siswa Pacaran secara operasional perkembangan di masa remaja atau adolescence, yang berasal dari bahasa latin adoloscence . ata kerj. dan adoloscentia . ata bend. yang berarti tumbuh menjadi remaja. 7 Para ulama sepakat dari usia 12 sampai 20 tahun merupakan fase remaja yang meliputi tiga fase . Dari usia 12 sampai 15 tahun, disebut fase permulaan remaja, . Dari usia 15 sampai 18 tahun, disebut fase pertengahan remaja . Dari usia 18 sampai 20 tahun, disebut fase paripurna remaja Kaum remaja bisa diandaikan sebagai Aukelompok usiaAy yang berada di simpang jalan yang sangat tajam. Banyak rintangan dan godaan yang selalu siap menabrak mereka dan menyebabkan mereka ke lembah-lembah kehancuran. Kecuali problematika pacaran, kaum remaja yang sangat sensitif terhadap problematika jati diri . elf Pacaran dikategorikan sebagai nafsu syahwat yang tak dirahmat Allah, karena ketiga sifat yang menumbuhkan perasaan cinta menyatukan di luar perkawinan. Hal ini biasanya dilakukan dengan dalih sebagai suatu bentuk penjajakan guna mencari partner yang ideal dan serasi bagi masing-masing pihak. Tapi dalam kenyataannya masa penjajakan itu tidak lebih dimanfaatkan sebagai pengumbaran nafsu syahwat sematamata, dan bukan bertujuan untuk secepatnya melangsungkan suatu pernikahan. 7 Edy Hermawan. AuPendidikan pacaran dalam perspektif IslamAy (UIN Raden Intan Lampung, 2. Teguh Ansori. AuPenanggulangan Problematika Remaja Perspektif Dakwah,Ay Ansoruna: Journal of Islam and Youth Movement 1, no. : 89Ae102. 9 Lehan Syah dan Nila Sastrawati. AuTINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA PACARAN DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kasus Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassa. ,Ay Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan mazhab . El Banat Vol. 14 No. Rosif Hal seperti ini tercermin dari anggapan mereka yang berpacaran, mereka merasa keidealan dan kecocokan dalam memilih partnernya jika adanya sifat-sifat sebagai berikut: . Mereka merasa senang sekali jika selalu dapat berduaan, dan tak tertahan rasanya bila berpisah meski dalam waktu yang pendek. Keduanya merasa cocok satu sama lainnya. Mereka merasa cocok satu sama lainnya, karena segala permasalahan yang sedang dihadapi dan dirasakan menjadi masalah yang pemecahannya diselesaikan . Mereka satu dengan yang lainnya senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menuruti kemauan sang kekasih . 10 Hal ini dimungkinkan, karena perasaan cinta telah tumbuh secara sempurna dengan pertautan yang kuat. Asmara adalah asimilasinya ruh, dan asimilasi ini terjadi karena adanya Bila dicampur antara air dengan air, maka tidak mungkin antara keduanya dipisahkan kembali karena persamaannya yang ada padanya. Tetapi bagaimana juga mencampurkan antara air dengan minyak, namun masih dapat dipisahkan kembali karena tidak ada kesamaan sifat-sifatnya. Hal ini yang menyebabkan ada percintaan antara dua insan, sampai-sampai keduanya menderita sakit atau demam, sekalipun salah seorang di antara kedua orang yang saling jatuh cinta itu tidak mengetahui, orang yang dicintainya sakit juga. Kejadian seperti ini karena adanya pertautan jiwa yang timbul dengan adanya suatu maksud dan menghilang karena ketiadaan maksud tersebut. Komentar Ibnu Qoyyim tentang hal ini AuDalam kalbu seseorang terpadu antara perasaan ingin menyakiti, membenci, dan mencintai seseorang yang dicintainyaAy. 12 Oleh sebab itu cinta yang dilahirkan bersama sang pacar seharusnya cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini dapat disimpulkan, remaja yang berpacaran melalui sifat dan sikap dengan tahap-tahapan sebagai berikut. Perjumpaan Pertama (Perkenala. Pertemuan antara dua remaja yang belum saling kenal. Pertemuan seperti ini bisa terjadi pada suatu lembaga, organisasi, suatu pesta atau segala sesuatu yang menghalalkan percampuran antara laki-laki dan perempuan. Dari kondisi seperti ini maka terjadilah suatu perkenalan. Baik melalui teman atau inisiatf Azzahra Elisa Putri et al. AuAnalisis Pacaran Dalam Perspektif Hukum Islam,Ay Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2, no. Spesial Issues 3 . : 780Ae788. 11 Siti Romaeti. AuDampak pacaran terhadap moralitas remaja menurut pandangan Ustadz Jefri al-BukhariAy . 12 GUSNI RAHAYU. AuPerspektif Pendidikan Islam Tentang PacaranAy (Skripsi, 2. El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Hasrat berkenalan yang menggebu karena keduanya merasakan getaran yang lain. Dengan adanya sifat seperti ini komunikasi tanpa kata terjalin dengan lancar, karena sifat lahiriyah dapat mendeteksi oleh kedua belah pihak. Terutama yang berkaitan dengan daya tarik, fisik dan penampilan. 13 Mata dan senyuman yang selalu mengiringi yang mana hal tersebut menimbulkan debaran jantung dan hati mereka untuk saling merindukan dan ingin bertemu. Rasa yang telah dihati mereka dicerminkan dalam tatapan mata, mimik wajah dan berbagai ungkapan yang paling halus sekalipun. Sehingga masing-masing pihak masih selalu dihantui dengan pertanyaan Auapakah dia mencintai saya atau tidak?Ay. Pengungkapan Diri dan Pertalian. Masing-masing pihak pada tahap ini telah mengambil peran sebagaimana layaknya penjual dan pembeli di pasar. Si Juliet sebagai penjual, dan sang Romeo akan membeli dengan kata AuI Love YouAu. Jika si Juliet diam dengan senyum tersipu dan tertunduk malu, sang Romeo telah cukup mengerti dengan sikap itu, tinggal sekarang bagaimana konsekuensinya memelihara perjanjian itu. Dari perjanjian itu telah ada kesepakatan bahkan izin berkunjung ke rumah masing-masing yang diistilahkan dengan pacaran, apel mingguan, wakuncar . aktu kunjung paca. Dari hubungan yang telah terjalin . , mereka saling menumpahkan isi hati masing-masing. Persoalanmu menjadi permasalahannya, kesedihanmu menjadi gundahnya, uangmu menjadi uangnya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Dari hal ini terbentuknya kesamaan, kesepakatan, bahkan rencana perkawinan. Disisi lain kemanisan dan keramah tamahan yang ditawarkan masing-masing pihak pada tahapan ini, tidak lebih sebagai manipulasi peran. Dengan kelangsungan hubungan yang telah terjalin. Tanpa adanya manipulasi peran pada tahapan ini dijadikan sebagai pengendali kesan dengan harapan masing-masing pihak dapat 13 Rosidatun Munawaroh. AuKonsep TaAoaruf dalam Perspektif Pendidikan IslamAy (UIN Raden Intan Lampung, 2. 14 Gusni Rahayu. AuPerspektif Pendidikan Islam tentang Pacaran (Menguak Pemikiran Ustadz Felix Y. Siau. Ay (UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2. 16 Sabar Barokah. AuPacaran dan taAoaruf menuju pernikahan dalam pandangan hukum IslamAy (IAIN Purwokerto, 15 Ibid. El Banat Vol. 14 No. Rosif mengetahui dan memahami. Sebab kalau tidak demikian, mana mungkin tujuan pacaran itu dapat terlaksana. Pertalian dan pertemuan bagi mereka merupakan hal sangat wajib, karena hubungan yang mereka jalin saat ini hubungan pacaran, bukan seperti pada pertemuan pertama. Pembuktian. Pengungkapan diri dan pertalian yang begitu membuai pada tahapan kedua telah mengikat pertautan jiwa yang kuat dari kedua belah pihak. Hal ini menjadikan masing-masing pihak merasa saling ketergantungan guna memenuhi kebutuhan di antara mereka. Karena akan timbul kesedihan bagi mereka bila tidak menuruti kemauan sang kekasih. Dari tahapan-tahapan di atas dapat disimpulkan, karena adanya rasa tidak pernah merasa puas dan rasa ingin tahu yang dimotori syahwat yang tidak dirahmati Allah, dan dapat menghancurkan masa depan remaja, karena satu problematika AupacaranAy. Dalam perjalanan pacaran seharusnya ada tiga tahap atau sifat yang mendukung agar pacaran tersebut mencapai cinta suci. Tiga tahap tersebut sebagai berikut. Kelemah lembutan Kelemah lembutan yaitu: suatu jaminan yang membesarkan hati dalam kedua belah pihak. Banyak yang mengatakan sebagai dasar cinta Auorang tak menghiraukan seberapa banyak yang kita ketahui, sebelum mereka tahu seberapa banyak perhatian yang kita berikanAy. Dengan adanya kelemah lembutan dapat dijadikan sebagai usaha untuk mengelola dan mengatur gerak-gerik ekspresi hati dalam memaknai rasa yang menggetarkan dan deskripsikan agar hidup terarah dan selamat dari berbagai jebakan yang menghadang. Dengan adanya sikap perhatian dan sikap kelemah lembutan dalam pacaran, kedua insan tersebut dapat selalu memaafkan yang terjadi pada kedu pihak dalam mencapai citra kekasihnya. 17 Wiwin Nur Hidayah. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Bagi Remaja yang Pacaran dan Kebelet Menikah (CV. Pilar Nusantara, 2. 18 MUHAMMAD AULIA RAHMAN. AuANALISIS PERILAKU PERNIKAHAN DINI PADA ANGGOTA KOMUNITAS INDONESIA TANPA PACARAN KOTA PEKANBARU MENURUT TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAMAy (UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU, 2. El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa . Motivasi Motivasi adalah suatu jaminan yang diberikan berulang kali yang dapat memberikan dan menimbulkan rasa mantap dalam melakukan sesuatu. Motivasi yang diberikan seorang pacar dapat memberikan pemahaman yang konsepsional yang besar, dengan begitu mereka akan mengatahui landasan filosofinya, landasan teoritisnya, maka akan masuk kedalam tataran aplikasi dalam berpacaran. Seorang pacar memberikan motivasi dapat diungkapan dangan mengatakan Aukamu pasti bisa melakukannya AAy atau Autegarlah, jangan menyerah dalam AAy. Tantangan. Tahap akhir pada pacaran yaitu tantangan. Tantangan adalah suatu dorongan yang amat kuat dengan diwarnai kasih sayang untuk melakukan sesuatu. Setelah melewati tahap kelemah lembutan dan kemudian tahap yang dapat menanamkan rasa pede, cinta sejati harus dapat mendorong orang yang dicintai untuk berkembang melebihi batas tertentu berdasarkan kebiasaan yang telah Tantangan yang harus dijalani dapat membuat atau menambah kebiasaan pada remaja yang berpacaran. Tantangan mampu membuat orang yang kita cintai meyadari kekuatan dan kesucian cinta yang telah tumbuh pada dirinya. Tantangan juga memberikan dorongan mendaya gunakan kekuatan itu. Pelajar zaman sekarang, lebih cepat pacaran dari pada zaman dulu, pelajar yang masih duduk di bangku SD sampai SMA sudah berpacaran, hal ini disebabkan pergaulan antar pemuda-pemudi yang saat ini lebih bebas dari pada zaman dulu. Tak banyak batasan-batasan dari orangtua lagi, dan juga para remaja lebih cepat atau senang membaca tulisan-tulisan cinta dan seks. Pelajar yang sudah pacaran perlu belajar mengendalikan diri, sebab mereka sering bersama, apalagi berdua-duaan di tempat sepi, mereka mudah tergoda oleh perasaan yang kadang-kadang sukar untuk dikendalikan, kadang-kadang mereka belum tahu sampai dimana batas-batas tersebut yang tidak boleh dilanggar. Dengan siapa mereka memberikan masalah seks, kenyataannya orangtua masih berat untuk 19 Syska Istanti. AuCitra Perempuan Dalam Novel Cinta Suci Zahrana Karya Habiburrahman El Shirazy: Tinjauan Kritik Sastra FeminisAy (Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2. 20 Afriansyah. Khususiyah, dan Krisphianti. AuPengaruh Aktifitas Pacaran Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas XI SMK Pemuda Papar. Ay El Banat Vol. 14 No. Rosif memberikan pemahaman masalah seks pada putra-putrinya. Hal ini menyebabkan kebanyakan para remaja mencari informasi sendiri lewat media-media, seperti televisi. VCD, koran, dan lain sebagainya. Untuk mengadapi semua ini, pergaulan itu didasari oleh sikap hormatmenghormati antara pria dan wanita. Dengan senantiasa berpedoman pada batas-batas yang telah diterapkan atau yang telah diajarkan oleh agama, di antaranya: Menjaga pandangan mata Mata adalah satu karunia Allah yang amat cepat dan jauh jangkauannya. Memelihara cukuplah dengan menundukkan sebagian pandangan mata, bila berhadapan dengan lawan jenisnya. Jangan membidikkan kadua biji mata kita kepada mereka, dan jangan memandangnya berulang-ulang, karena pada keduanya ada hubungan anatomis . ematangan fungsi tubu. , fisiologis . sia baligh: mimri basah dan haid pertam. serta psikologis . nsting kecenderungan pada lawan jeni. yang dapat menjadikan mata sebagai panca indera yang sangat peka terhadap seks. Seorang penyair mengatakan Ausegala sesuatu itu sumbernya ialah pandangan. Siksa neraka yang terbesar berasal dari kemaksiatan yang dianggap kecil. Mula-mula memandang kemudian senyum dan salam. Sesudah itu berbicara, akhirnya ada janji dan kencanAy. Seperti kita ketahui, mata yang menikmati kelezatan memandang pertama kali. Sementara hati yang menikmati keberhasilan dalam mencapai . Menjauhi pergaulan bebas Pacaran dilarang keras dalam Islam, menjadi lumrah dengan adanya kebiasaan apel mingguan atau wakuncar . aktu kunjung paca. Pemuda-pemudi yang sholatnya tidak mencegah dirinya dari perbuatan keji dan munkar. Seusai sholat, mereka berpacaran, mandi bersama dalam satu kolam renang, masih jalan terus, mereka tidak sadar, itu adalah racun yang dikirim musuh-musuh Islam, kita serap, kita hirup semua itu tanpa disaring terlebuh dahulu. Menjauhi pergaulan bebas yang diakibatkan sudah pasti menimbulkan halhal negatif yang tidak diinginkan ini semua pasti telah dilukiskan mereka di belahan bumi barat, yang dulu hingga kini mengagungkan kebebasan dalam segala hal, termasuk kebebasan seks. Karena yang terjadi saat ini adalah meniru budaya Barat. El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Dari kasus-kasus di atas dan urutan-urutan angka, nyatalah begitu besar peran orangtua sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi putra-putrinya. Karena penyimpangan-penyimpangan itu sungguh merupakan lukisan kepribadian para pendidik. Adapun sang anak yang terlahir dari rasa cinta antara keduanya dalam keadaan suci, laksana kertas putih yang tak ternoda, dan orangtuanya yang menggoreskan tintanya. Para remaja juga harus memperhatikan, kapasitas cinta yang sebenarnya pada tingkat pacaran telah terwakili dengan perhatian dan kasih sayang yang bisa dibaca secara transparan melalui sikap dan ucapan. Bukan ukuran cinta sebenarnya yang ditentukan oleh seberapa mahal sang kekasih memberikan hadiah, kejutan, atau pengorbanan dalam bentuk apapun, melainkan lebih ditentukan seberapa dalamnya perhatian yang diterima sang kekasih atas kekurangan dan kelebihan . Memperdalam Pengajaran Religius Pengenalan ajaran agama bukan hanya akan membantu mereka memiliki kekuatan psikologis ketika menghadapi hidup apapun, tetapi sekaligus dapat menghantarkan mereka memahami dan menyadari makna hidupnya di dunia ini sebagai hamba Allah. Dengan penguasaan ajaran religius, kaum remaja akan lebih mampu mengarahkan setiap pikiran dan aktivitasnya ke wilayah yang serba tanggung jawab. Lantaran perbuatannya ada balasan yang akan dituainya. Jadi, penguatan ilmu agama sangat berguna untuk menumbuhkan penguatan sebagai rasa tanggung jawab. Karena remaja khususnya para pelajar belum bisa berjalan sendiri untuk melewati kehidupan yang serba modern, mereka perlu bimbingan dan pengarahan. Peran Motivasi dan terhadap Prestasi Motivasi berasal dari kata AumotifAy yang berarti Ausuatu pernyataan yang komplek di dalam suatu tujuan atau perangsangAy. Banyak para penulis yang mendefinisikan tentang motivasi. Para penulis mengemukakan dari dua segi yaitu bahasa . dan istilah . 21 Hermawan. AuPendidikan pacaran dalam perspektif Islam. Ay El Banat Vol. 14 No. Rosif Motivasi secara bahasa . yaitu Ausuatu perbuatan atau tindakan seseorang, dasar pikiran atau pendapatAy. 22 Adapun motivasi yaitu Auniat, dorongan, dasar untuk berbuat sesuatuAy. Sedangkan menurut Masnurvdkk. Ausesuatu yang menggerakkan seseorang individu untuk melakukan suatu tingkah laku atau tindakanAy. Motivasi secara istilah . adalah suatu tenaga penggerak dan pengaturan sasaran dari berbagai motivasi dari diri individu, sehingga tujuannya seperti yang diharapkan. Sedangkan Masnur mengatakan bahwa motivasi adalah Aukekuatan pendorong yang ada pada diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuanAy. Akan tetapi di sekolah seringkali terdapat seseorang siswa yang malas, tidak menyenangkan, suka membolos dan sebagainya. Dalam hal demikian berarti bahwa guru tidak dapat berhasil memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong siswa tersebut mengolah pikirannya. Dan juga nilai buruk pada suatu mata pelajaran tertentu belum tentu berarti bahwa siswa tersebut bodoh terhadap mata pelajaran itu. Seringkali terjadi siswa tersebut malas pada mata pelajaran itu tetapi sangat giat pada mata pelajaran yang lain, dikarenakan kurangnya motivasi dan perhatian dari seorang guru terhadap peserta didiknya. 25 Faktor yang bersumber dari diri sendiri . aktor interna. yang bisa merusak prestasi siswa karena kurang adanya motivasi dari seorang guru, faktor tersebut sebagai berikut: Tidak Mempunyai Tujuan Belajar Yang Jelas Siswa masuk sekolah hanya menghabiskan waktu untuk mengisi waktu senggang saja, oleh karena itu bukan kemajuan yang diperoleh tetapi kegagalan dan kekecewaan . Sebab menurut prinsip-prinsip belajar yang baik, belajar harus bertujuan dan terarah, karena tujuan akan menuntutnya dalam belajar untuk mencapai harapan-harapannya. 22 J S Badudu dan Sutan Mohammad Zain. AuEfektifitas Bahasa Indonesia,Ay Jakarta: Balai Pustaka . 23 M Masnur. Nur Hasanah, dan Basennang Saliwangi. Dasar-dasar interaksi belajar mengajar bahasa indonesia (Jemmars, 1. 24 Ibid. Sunarti Rahman. AuPentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar,Ay in Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 2022. 26 Oemar Hamalik. AuPsikologi belajar dan mengajarAy . 27 Abu Ahmadi dan Nur Ubhiyati. AuIlmu pendidikanAy . El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Oleh karena itu belajar akan mempunyai dan mencapai tujuan, apabila siswa tidak mempunyai tujuan yang jelas maka sukarlah siswa itu belajarnya. Kurang Minatnya Terhadap Pelajaran Kurang minat penyebabnya kurang perhatian dan usaha belajar, sehingga menghambat studinya, keadaan seperti itu biasanya ditimbulkan oleh dirinya sendiri atau mungkin timbul dari pihak pengajar sendiri. Minat seringkali timbul bila ada perhatian, karena itu untuk menumbuhkan menghubungkan pelajaran satu dengan pelajaran lainnya atau menghubungkan dengan hal-hal menarik bagi anak. Kesehatan Terganggu Kesehatan adalah faktor penting di dalam belajar, pelajar atau siswa tidak sehat badanya, tentu tidak dapat belajar dengan baik, konsentrasinya akan terganggu dan pelajaran sukar masuk, begitu juga anak yang badannya lemah sering pusing dan sebagainya tidak akan lama dalam belajar dan sering capek. Karena itu faktor kesehatan jasmani dan rohani turut menetukan apakah studi kita akan lancar atau tidak, karena ada gangguan emosional, mudah tersinggung, sikap yang agresif. Semua akan mengganggu kegiatan belajar. Kebiasaan Belajar Yang Jelek Setiap manusia mempunyai kebiasaan belajar yang berbeda, ada yang belajar pagi, siang atau malam hari, memang kebiasaan itu bersifat individual, tidak bisa ditentukan sama rata. Namun setiap kali kita harus berusaha memperbaiki kebiasaan belajar, sehingga kita pada akhirnya kita akan memiliki kebiasaan belajar yang baik, berencana dan efisien Karena hal itu sudah menjadi kebiasaan pelajar dalam perbuatannya, maka sifat ini akan mempengaruhi jalan fikirannya, karena fikiran yang teratur akan 28 Oemar Hamalik. AuProses belajar mengajarAy . 29 Ahmad Aunur Rohman dan Sayyidatul Karimah. AuFaktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI,Ay Jurnal At-Taqaddum 10, no. : 95Ae108. 30 Hamalik. AuPsikologi belajar dan mengajar. Ay 120 El Banat Vol. 14 No. Rosif menjadi modal yang tak ternilai harganya, hanya dengan fikiran yang teratur ilmu itu dapat dimengerti dan dikuasai. Sedangkan faktor eksternalnya dalam motivasi belajar adalah: Faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah Sekolah dapat diartikan tempat belajar yang baik secara efektif, karena sekolah adalah tempat belajar yang terpimpin, terarah, dan terkontrol. Sehingga anak yang baru masuk . sekolah, akan merasakan lingkungan yang lain dari lingkungan keluarganya. Anak sekolah akan terikat dengan aturanaturan sekolahnya, sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar dari lingkungan sekolah adalah: . Cara memberikan pelajaran, . Kurangnya bahan pelajaran, . Kurangnya alat-alat, . Bahan pelajaran tidak sesuai dengan kemampuan, . Penyelenggaraan pelajaran terlalu padat. Dari sumber di atas merupakan faktor yang menimbulkan kesulitan belajar di lingkungan sekolah, apabila sumber-sumber di atas dapat diatasi, maka kemajuan studi siswa tidak akan mengalami kesulitan dan proses belajar mengajar dengan baik. Faktor yang bersumber dari keluarga Sebagian besar dari kehidupan siswa adalah di lingkungan keluarga karena aspek kehidupan turut mempengaruhi kehidupan dan kemajuan siswa dalam belajar. Adapun masalah-masalah yang dapat menjadi problem antara lain: . Masalah ekonomi, . Masalah broken home, . Rindu kampung . agi siswa luar kot. , . Kurangnya kontrol orang tua. Orang tua yang kurang memperhatikan anak-anaknya dalam belajar akan dapat menghambat kemajuan studi mereka. Oleh karena itu harus dijaga agar jangan sampai timbul terputusnya komunikasi serta perselisihan dengan orang Irmalia Susi Anggraini. AuMotivasi belajar dan faktor-faktor yang berpengaruh: sebuah kajian pada interaksi pembelajaran mahasiswa,Ay Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran 1, no. 32 Arko Pujadi. AuFaktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa: studi kasus pada fakultas ekonomi universitas bunda mulia,Ay Business Management Journal 3, no. 33 Laili Sobriani Puspita Sari. Ika Oktavianti, dan Lintang Kironoratri. AuDampak Keluarga Broken Home Terhadap Motivasi Belajar Anak,Ay Jurnal Educatio FKIP UNMA 9, no. : 1153Ae1159. El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa tua, karena akan berakibat jelek pada studinya. Untuk itu orang tua harus mempunyai sifat kepemimpinan yang baik dan bijaksana. Faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat Pada umumnya orang tua tidak menghalangi kemajuan anaknya dalam belajar, akan tetapi ada beberapa aspek kehidupan masyarakat yang bisa mengganggu kelancaran studi mereka, antara lain: Gangguan dari lain jenis kelamin Pada umumnya tidak ada halangan bagi siswa untuk bergaul dengan jenis kelamin Asalkan ada batas yang normal, namun demikian banyak juga bahayanya dimana akibat pergaulan ini menimbulkan akses yang lebih jauh sehingga mengganggu studi. Sekolah sambil bekerja Pada umumnya, bekerja sambil sekolah seringkali mengalami keterlibatan dalam kemajuan studi, akan tetapi bila kemauan kita keras, maka keterlambatan itu tidak akan terjadi. Tidak mempunyai teman belajar bersama Teman belajar besar artinya bagi siswa, teman penting untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, memberikan bantuan dalam kesukaran dan banyak lagi yang diambil dari teman belajar. Jika tidak mempunyai teman belajar, maka akan menghambat studi walaupun terbatas. Anak remaja sudah seharusnya mendapatkan saran dan kualitas pendidikan yang baik. Maka yang utama dalam hal ini pemberian motivasi kepada remaja tersebut secara samar dan jelas, baik moril maupun materiil agar berkualitas pendidikan tersebut tidak sia-sia, melainkan menjadi nyata dan prestasi yang Motivasi dapat diberikan dari orangtua, guru, pacar, dan teman Pacaran sebagai Salah Satu Motivasi Belajar Di kalangan remaja, krisis spiritual terlihat sangat transparan pada setiap tindak-tanduk mereka, baik yang bertalian dengan kepribadiaannya ataupun sosialnya. 34 Umi Chulsum. AuPengaruh Lingkungan Keluarga. Kedisiplinan Siswa. Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Di Sma Negeri 7 Surabaya,Ay Jurnal ekonomi pendidikan dan Kewirausahaan 5, no. : 5Ae El Banat Vol. 14 No. Rosif Kasus-kasus kekerasan dan kejahatan yang melibatkan kaum remaja telah menunjukan grafis yang sangat mengerikan, baik itu kasus pemerkosaan, narkoba , penipuan dan lain-lain. 35 Karena para remaja telah mengalami krisisi spiritual yang meliputi: Penanaman pendidikan agama yang tidak lagi menjadi perhatian utama dari orangtua, kaum pendidik dan pemerintah. Adanya penanaman ajaran agama sejak dini akan membantu para remaja untuk memiliki psikologis ketika akan mengadapi hidup, sekaligus dapat memberikan pemahaman dan menyadari makna hidup dengan pegangan secara religius. Salah satunya, mereka dapat menjaga pandangan mata yang liar dan menjauhi pergaulan bebas yang merusak masa depan remaja tersebut. Pudarnya kontrol orangtua. Remaja juga memerlukan penuh perhatian penuh dari orang tua, karena kurangnya kontrol dan perhatian dari orang tua para remaja akan melakukan penyimpangan-penyimpangan yang merusak kepribadian para pendidik dan merusak diri remaja itu sendiri. Maka amat penting kontrol, perhatian dan pendamping dari pihak orangtua terhadap pertumbuhan putraputrinya. Pertumbuhan remaja merupakan setting sosial yang dihadapi oleh orangtua dan remaja tersebut. Karena para remaja merupakan anak-anak yang sosiologisnya dan biologisnya telah tumbuh, kemudian mereka mengekspresikan pertumbuhan tersebut dengan mencari pasangan . , untuk memberikan perhatian dan kasih sayang di luar rumah khususnya di lingkungan sekolah. Krisis spiritual seperti di atas banyak yang menyebabkan prestasi seorang siswa menjadi menurun karena tidak ada yang memberi motivasi pada dirinya, baik dari orangtua ataupun orang didekatnya . acar atau tema. Maka amat penting jika paacaran yang dilakukan oleh siswa sebaiknya diarahkan kepada hal-hal yang positif. Seorang pacar dapat memberikan motivasi belajar pada kekasihnya baik dengan perkataan atau perbuatan. Afriansyah. Khususiyah, dan Krisphianti. AuPengaruh Aktifitas Pacaran Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas XI SMK Pemuda Papar. Ay 36 Esther Rela Intarti. AuPeran Guru Penddidikan Agama Kristen Sebagai Konselor Pastoral dalam Pendampingan Pacaran di Kalangan Remaja,Ay Jurnal Dinamika Pendidikan 16, no. : 201Ae209. El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Pacar dapat memberikan motivasi pada kekasihnya melihat kebutuhankebutuhan sang kekasihnya dan pada tingkat kemampuan kekasihnya dalam berpikir kebutuhan tersebut meliputi: Kebutuhan sesuatu untuk suatu aktivitas Motivasi yang diberikan pada kebutuhan ini agar sang kekasihnya . dapat mengembangkan olah pikir pacarnya untuk bertambah dan menambah wawasan dalam kehidupan yang ada di sekelilingnya. Motivasi yang diberikan pada sang kekasih terhadap aktivitas yang dilakukan juga bukan hanya terpaku pada satu aktivitas saja tetapi banyak aktivitas yang bisa dia pelajari atau dipahami dalam pengembangan daya pikir kekasihnya. Kebutuhan mengatasi kesulitan Masalah demi masalah sering dialami para remaja, baik dengan keluarga, teman atau dengan pacarnya sendiri. Sebenarnya setiap masalah yang dihadapi dapat mendewasakan cara berfikir dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi remaja tersebut baik itu bersifat samar atau jelas. Akan tetapi remaja sering murung bila menghadapi masalah yang Adanya suatu motivasi pada kebutuhan ini amat perlu, karena motivasi yang diberikan dapat merubah pemikiran mereka yang masih anak-anak menjadi pemikiran secara dewasa. Sehingga setiap permasalahan yang akan dihadapi dapat terselesaikan. Tanpa adanya suatu motivasi pada diri remaja tersebut, tidak akan ada perubahan pada pemikiran dan pendewasaan remaja . Kebutuhan untuk mencapai hasil Seperti kita ketahui, pacaran bisa menjadi baik sekali kalau dilakukan secara ajaran Islam, sehingga akan jauh dari rona-rona seksualitas. Betapa pentingnya hubungan suatu pacaran terhadap banyak hal, salah satunya menjadi motivasi dalam prestasi belajar seseorang. Kebutuhan ini merupakan suatu kewajiban pada kedua kebutuhan di atas yang harus didapatkan. Seperti halnya, motivasi seorang pacar, orangtua dan teman yang diberikan tanpa paksaan, melainkan dengan perhatian dan kasih sayang akan tampak pada perubahan dan tingkah laku pada renaja tersebut. El Banat Vol. 14 No. Rosif Bagi seorang siswa mencapai hasil . merupakan kebanggaan sendiri pada dirinya. Di kalangan sekarang orangtua jarang memberikan motivasi pada putra-putrinya, karena orangtua sibuk dengan urusannya sendiri. Maka, kebanyakan motivasi sering didapatkan dari seorang teman atau pacarnya. Meski prestasi siswa tersebut tidak sampai pada urutan pertama hanya di tengah, tapi akan jadi kebanggaan pada diri siswa tersebut untuk terus naik dan naik. Melihat dari kebutuhan-kebutuhan tersebut maka pacaran bukan hanya sebagai perusak cinta. Tetapi bisa juga sebagai motivasi dalam perjalanan seorang siswa terhadap prestasi-prestasinya dan kedewasaan untuk kepribadian siswa Pembahasan Pacaran yang dilakukan siswa SMA Antariksa Surabaya Pacaran yang berada di kalangan remaja, khususnya di kalangan SMA adalah suatu yang wajar dan tidak bisa dihindari, bahkan pacaran merupakan salah satu kebiasaan atau kebudayaan serta menjadi ciri khas semua siswa SMA. Maka menjadi suatu hal yang sangat biasa dan sangat wajar jika siswa SMA Antariksa Surabaya juga melakukan pacaran sebagaimana pacaran yang dilakukan oleh siswa SMA yang lainnya. Adapun bentuk pacaran yang sering kita lihat dan kita ketahui ada dua macam dalam pacaran, yaitu. Pacaran dengan adanya komitmen yaitu suatu pacaran yang dilakukan dan berlanjut sampai ke janjang pernikahan. Pacaran tanpa adanya komitmen yaitu pacaran ini dilakukan tanpa berlanjut ke jenjang pernikahan. Sedangkan pacaran yang dilakukan oleh siswa SMA Antariksa Surabaya adalah pacaran tanpa adanya komitmen, tetapi melakukan pacaran sebatas pada waktu sekolah saja atau sebagai penjajakan sebelum ke jenjang pernikahan. Dalam konteks prestasi akademik, pacaran tanpa komitmen mungkin memiliki dampak yang beragam. Di satu sisi, jika hubungan tersebut mendukung dan memberikan motivasi, siswa mungkin mengalami peningkatan semangat belajar dan prestasi. Di sisi lain, hubungan yang kurang stabil atau penuh dengan konflik dapat mengalihkan perhatian siswa dari El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa tugas-tugas akademik mereka, yang berpotensi menurunkan prestasi mereka di Oleh sebab itu, penting untuk mengutamakan peran pendidikan dan pengarahan yang diberikan oleh guru dan orang tua. Dalam situasi di mana pacaran tanpa komitmen menjadi lazim, sekolah dan keluarga dapat berperan dalam memberikan pendidikan mengenai hubungan yang sehat, manajemen emosi, dan pentingnya fokus pada tujuan akademik dan masa depan. Dengan demikian, remaja dapat diberdayakan untuk membuat keputusan yang lebih bijak dan bertanggung jawab terkait hubungan mereka, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan akademik. Hubungan pacaran sebagai motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa Untuk mengetahui hubungan pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa SMA Antariksa Surabaya tidak cukup hanya berdasarkan pada hasil observasi . , penelitian selama berada di lapangan melakukan wawancara dengan staf ataupun dewan guru, tetapi dokumen yang ada di SMA Antariksa Surabaya merupakan data akurat atau data pokok, dari data tersebut dapat diketahui ada tidaknya hubungan pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa, di bawah ini dilaporkan hasil penelitian sekaligus pembahasannya. Dinamika yang terjadi di antara banyaknya peran pacar bagi seorang pelajar, salah satunya sebagai motivasi dan prestai belajar siswa, karena bersifat umum, awalnya diharamkan tapi tak dihiraukan. Pacaran merupakan sifat alamiah manusia yang mana untuk mencintai dirinya dan membenci segala sesuatu yang menghalangi aktualisasi dirinya. Oleh karena itu, bagi kalangan remaja, khususnya pelajar pacaran merupakan suatu kebudayaan dan kebiasaan untuk mengikuti zaman. Penelitian yang telah dilaksanakan secara observasi, angket, dokumentasi dan interview, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa pacaran yang dilakukan para pelajar dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu yang pertama pacaran dengan komitmen yakni pacaran dilanjutkan sampai ke jenjang pernikahan. Dan yang kedua pacaran tanpa adanya komitmen yakni pacaran tidak berlanjut ke jenjang pernikahan. Dinamika yang terjadi di antara banyaknya peran pacar bagi seorang pelajar, salah satunya sebagai motivasi dalam prestasi siswa. Maka amat penting jika pacaran El Banat Vol. 14 No. Rosif yang dilakukan oleh sebaiknya diarahkan kepada hal-hal yang positif melalui sifat, yang pertama dengan adanya sifat kelemah-lembutan dimana hal tersebut memberikan jaminan yang membesarkan hati, kedua motivasi yang dapat diberikan sebagai dorongan untuk melakukan sesuatu, yang ketiga tantangan yang untuk tahan dalam memahami kehidupan. Pacaran yang dilakukan oleh siswa karena adanya unsur kebutuhan yakni. pertama untuk teman bicara, yaitu pacaran yang mereka lakukan hanya sebatas teman bicara dan bercanda. Kedua sebagai teman belajar, yaitu antara siswa dan siswi yang melakukan pacaran dimanfaatkan sebagai taman diskusi dalam belajar, dan adakalanya hanya untuk jaga gengsi saja, agar tidak dikatakan ketinggalan zaman atau tidak laku oleh teman-temannya. Adapun korelasi antara pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa SMA Antariksa Surabaya adalah bahwa siswa yang melakukan pacaran untuk teman belajar, 75% mendapat prestasi belajar yang baik, sedangkan siswa yang melakukan pacaran untuk teman bicara 19%, dan pacaran yang dilakukan siswa untuk jaga gengsi saja 6%, mendapatkan prestasi belajar biasa saja. Untuk kejelasan data tersebut atau data siswa yang dijadikan sampel penelitian tentang hubungan pacaran sebagai motivasi dengan prestasi belajar siswa SMA Antariksa Surabaya terdapat pada daftar tabel lampiran: pertama dan kedua. Dengan dasar yang diperoleh dari prestasi belajar siswa SMA Antariksa Surabaya yang dijelaskan di atas maka, dikorelasikan dengan tujuan untuk mengetahui ada dan tidak adanya hubungan antara ketiganya. Adapun dalam pengumpulan data melalui angket, penulis membuatnya dalam struktur responden adalah siswa SMA, sedangkan untuk lebih mempermudah penelitian, dalam hal ini peneliti menggunakan ketentuan standar nilai sebagai berikut. Untuk jawaban a = 3 Untuk jawaban b = 2 Untuk jawaban c = 1 El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Untuk menganalisa korelasi antara kedua variabel dan menguji hipotesa kerja maka data penelitian dihitung dan dianalisis menggunakan rumus product moment dengan angka kasar seperti di bawah ini. NAexy Oe (Ae. (Aey ) {NAex 2 Oe (Ae. 2 }{NAey 2 Oe (Aey ) 2 } 30 x 1667 - 225 x 222 x 1724 Oe 225 2 ) . x 1662 - 222 2 ) 50010 - 49950 20 - 50625 ) . 60 - 49284 ) 1095 x 576 787,94 = 0,076 Berdasarkan data yang diperoleh, dapat dianalisis bahwa hipotesis kerja menunjukkan adanya hubungan antara pacaran sebagai faktor motivasi dengan prestasi belajar siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan kata lain, pacaran berperan sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik siswa. Analisis ini menunjukkan bahwa pacaran, yang sering kali dipandang negatif dalam konteks pendidikan, memiliki dimensi positif ketika dilihat sebagai sumber motivasi. Dalam studi ini, pacaran berfungsi sebagai penggerak internal yang memotivasi siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik. Hubungan romantis ini dapat memberikan dukungan emosional dan psikologis, yang mendorong siswa untuk lebih fokus dan termotivasi dalam belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Namun, penting untuk mempertimbangkan variabilitas individual dalam respon siswa terhadap pacaran sebagai motivasi. Sementara beberapa siswa mungkin mengalami peningkatan prestasi karena dorongan motivasional dari pacar, siswa lain El Banat Vol. 14 No. Rosif mungkin tidak menunjukkan perubahan yang signifikan atau bahkan mengalami gangguan dalam prestasi akademik mereka. Oleh karena itu, meskipun temuan ini menunjukkan hubungan positif, penting untuk diakui bahwa pacaran sebagai faktor motivasi mungkin tidak bersifat universal, dan efektivitasnya bisa sangat bergantung pada dinamika individu dan konteks hubungan. Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini mengindikasikan bahwa pacaran memiliki peran signifikan sebagai faktor motivasi di kalangan siswa SMA Antariksa Surabaya. Temuan utama menunjukkan bahwa siswa menjalin hubungan pacaran dengan berbagai alasan, termasuk untuk mendapatkan teman belajar, teman bicara, dan untuk menjaga status sosial. Pacaran yang dilakukan dengan tujuan mendukung kegiatan belajar terbukti dapat meningkatkan motivasi dan prestasi akademik siswa. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, hasil dan temuan dari studi ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut yang meneliti topik serupa dengan pendekatan yang lebih mendalam dan luas. Daftar Referensi Afriansyah. Alik Bima. Khususiyah Khususiyah, dan Yuanita Dwi Krisphianti. AuPengaruh Aktifitas Pacaran Terhadap Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas XI SMK Pemuda Papar. Ay Nusantara of Research: Jurnal Hasil-hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri 5, no. : 29Ae32. Ahmadi. Abu, dan Nur Ubhiyati. AuIlmu pendidikanAy . Anggraini. Irmalia Susi. AuMotivasi belajar dan faktor-faktor yang berpengaruh: sebuah kajian pada interaksi pembelajaran mahasiswa. Ay Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran 1, no. Ansori. Teguh. AuPenanggulangan Problematika Remaja Perspektif Dakwah. Ay Ansoruna: Journal of Islam and Youth Movement 1, no. : 89Ae102. Badudu. J S, dan Sutan Mohammad Zain. AuEfektifitas Bahasa Indonesia. Ay Jakarta: Balai Pustaka . El Banat Vol. 14 No. Pacaran. Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Barokah. Sabar. AuPacaran dan taAoaruf menuju pernikahan dalam pandangan hukum Islam. Ay IAIN Purwokerto, 2016. Chulsum. Umi. AuPengaruh Lingkungan Keluarga. Kedisiplinan Siswa. Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Di Sma Negeri 7 Surabaya. Ay Jurnal ekonomi pendidikan dan Kewirausahaan 5, no. : 5Ae20. Hamalik. Oemar. AuProses belajar mengajarAy . AiAiAi. AuPsikologi belajar dan mengajarAy . Hermawan. Edy. AuPendidikan pacaran dalam perspektif Islam. Ay UIN Raden Intan Lampung. Hidayah. Wiwin Nur. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Bagi Remaja yang Pacaran dan Kebelet Menikah. CV. Pilar Nusantara, 2020. Ikhsanudin. Dimas. AuPacaran Bebas Remaja Jaman Now. Ay Widya-Wastara: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 2, no. : 79Ae86. Intarti. Esther Rela. AuPeran Guru Penddidikan Agama Kristen Sebagai Konselor Pastoral dalam Pendampingan Pacaran di Kalangan Remaja. Ay Jurnal Dinamika Pendidikan 16, 2 . : 201Ae209. Istanti. Syska. AuCitra Perempuan Dalam Novel Cinta Suci Zahrana Karya Habiburrahman El Shirazy: Tinjauan Kritik Sastra Feminis. Ay Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2012. Kartono. Kartini. AuPengantar Ilmu Mendidik Teoritis. Ay Bandung: Mandar Maju 25 . Masnur. Nur Hasanah, dan Basennang Saliwangi. Dasar-dasar interaksi belajar mengajar bahasa indonesia. Jemmars, 1987. Munawaroh. Rosidatun. AuKonsep TaAoaruf dalam Perspektif Pendidikan Islam. Ay UIN Raden Intan Lampung, 2018. Ningrum. Wulan Dianti. AuFenomena Pacaran pada Mahasiswa/i Muslim Universitas Swasta di Yogyakarta. Ay Universitas Islam Indonesia, 2023. Pujadi. Arko. AuFaktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa: studi kasus pada fakultas ekonomi universitas bunda mulia. Ay Business Management Journal 3, no. Putri. Azzahra Elisa. Metaninda Permata Ayu. Mila Oksanti. Revina Susanti, dan Hisny Fajrussalam. AuAnalisis Pacaran Dalam Perspektif Hukum Islam. Ay Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2, no. Spesial Issues 3 . : 780Ae788. Rahayu. Gusni. AuPerspektif Pendidikan Islam tentang Pacaran (Menguak Pemikiran Ustadz El Banat Vol. 14 No. Rosif Felix Y. Siau. Ay UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA, 2015. RAHAYU. GUSNI. AuPerspektif Pendidikan Islam Tentang Pacaran. Ay Skripsi, 2015. RAHMAN. MUHAMMAD AULIA. AuANALISIS PERILAKU PERNIKAHAN DINI PADA ANGGOTA KOMUNITAS INDONESIA TANPA PACARAN KOTA PEKANBARU MENURUT TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM. Ay UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU. Rahman. Sunarti. AuPentingnya motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar. Ay In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 2022. Rohman. Ahmad Aunur, dan Sayyidatul Karimah. AuFaktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar siswa kelas XI. Ay Jurnal At-Taqaddum 10, no. : 95Ae Romaeti. Siti. AuDampak pacaran terhadap moralitas remaja menurut pandangan Ustadz Jefri al-BukhariAy . Sari. Laili Sobriani Puspita. Ika Oktavianti, dan Lintang Kironoratri. AuDampak Keluarga Broken Home Terhadap Motivasi Belajar Anak. Ay Jurnal Educatio FKIP UNMA 9, no. : 1153Ae1159. Sugiyono. Dr. AuMetode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&DAy . Syah. Lehan, dan Nila Sastrawati. AuTINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP FENOMENA PACARAN DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kasus Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin Makassa. Ay Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan mazhab . Yosua. Fransiskus Xaverius. AuDampak pacaran terhadap Minat dan Motivasi Belajar. Ay Jurnal Inovasi Global 2, no. : 625Ae630. El Banat Vol. 14 No.