JurnalDan Ilmu-ilmu Perikanan danBandeng Budidaya(Chanos Perairanchano. Wahyu et al. Kinerja Reproduksi Produksi Benih Ikan Volume 19, 2. Desember Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan danNomor Budidaya Perairan, 2024: Vol. Desember 2024:119-127 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan KINERJA REPRODUKSI DAN PRODUKSI BENIH IKAN BANDENG (Chanos chano. YANG DIPRODUKSI OLEH PEMBENIHAN DI BALI UTARA Reproductive and Production Performance of Milkfish (Chanos chano. Fry Produced by Hatcheries in North Bali Wahyu1*. Diah Ayu Satyari Utami2. Sofian3. Sahroni2. I Gede Aris Suarsana2 Program Studi Teknologi Pembenihan Ikan. Politeknik Negeri Lampung. Rajabasa. Kota Bandar Lampung, 35141. Lampung. Indonesia Program Studi Budi Daya Ikan. Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana. Desa Pengambengan. Jembrana 82218. Bali. Indonesia Program Studi Ilmu Perikanan. Universitas PGRI Palembang. Indonesia *Corresponding author: wahyumasrizalnd@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja reproduksi dan produksi benih ikan bandeng (Chanos chano. yang produksi oleh unit pembenihan di Bali Utara. Penelitian ini dilakukan di beberapa unit pembenihan ikan bandeng di Desa Penyabang dan Desa Gerogak. Kecamatan Gerogak. Bali Utara. Parameter yang diamati meliputi kriteria induk, derajat pembuahan, derajat penetasan, kualitas air, perkembangan larva, dan kinerja Kinerja perkembangan larva dan produksi diamati hingga hari ke-21 Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk yang digunakan oleh usaha pembenihan di Bali Utara memiliki kualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia. Performa reproduksi yang dicapai adalah 89,3% untuk derajat pembuahan dan 91,8% untuk derajat penetasan. Performa produksi pada usaha pembenihan ikan bandeng menunjukkan nilai sintasan 93,4%, dengan panjang akhir antara 1,3-1,4 cm, dan berat akhir antara 0,120,13 gr. Hasil ini menunjukkan bahwa unit pembenihan ikan bandeng di Bali Utara mempunyai kinerja reproduksi dan produksi yang baik. Kata Kunci: Bandeng. Benih. Performa reproduksi. Performa produksi. ABSTRACT This study aimed to evaluate the reproductive and production performances of milkfish (Chanos chano. fry produced by hatcheries in North Bali. This study was conducted in several hatchery units producing milkfish fry in Penyabang and Gerogak village. Gerogak District. North Bali. Parameters observed included broodstock criteria, fertilization rate, hatching rate, water quality, larval development, and production Larval development and production performances were followed up to 21 days of rearing. The results of the study showed that the broodstock used by hatcheries in North Bali had a quality that complied with Indonesian quality standards. The reproductive performance achieved was 89. 3% for egg fertilization and 91,8% for hatching rates. The production performances in milkfish hatcheries showed a survival rate of 93,4%, with a final length between 1,3-1,4 cm, and a final weight between 0,12-0,13 g. These results indicate that the milkfish hatchery units in North Bali has good reproductive and production Keywords: Milkfish, fry. Production performances. Productive performances. e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chano. Wahyu et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:119-127 PENDAHULUAN Ikan bandeng Chanos chanos Forsskall merupakan salah satu komoditas utama budidaya air payau yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. (Andriyanto, 2013. Iskandar et al. , 2. Keunggulan dari komoditas adalah memiliki rasa daging yang enak, tekstur pulen, nilai gizi yang baik dan harga relatif terjangkau oleh segala lapisan masyarakat (Dharma et al. , 2019. Fitri et , 2016. Minarseh et al. , 2. Ikan dibudidayakan secara polikultur dengan komoditas lainnya dan banyak masyarakat di Indonesia yang melakukan usaha (Ardini et al. , 2022. Dharma et , 2. Kegiatan budidaya bandeng tersebar dibanyak wilayah di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2022. Indonesia hanya mampu memproduksi ikan bandeng 706 ton, nilai ini menunjukan penurunan sebesar 2,83 % tahunnya sejak 2018. Sedangkan jumlah benih bandeng atau nener yang mampu diproduksi adalah sebesar 451,73 juta ekor, dengan penuruan sebesar 30,48 % setiap tahunnya sejak 2018 (KKP, 2. Data tersebut menunjukan bahwa kegiatan budidaya bandeng di Indonesia saat ini mengalami penurunan produksi yang harus menjadi perhatiaan oleh semua pihak yang terkait. Salah satu permasalahan yang menjadi penyebab penurunan produksi ini adalah kurang tersedianya benih atau berkesinambungan (Ningsih, 2. Ketersedian nener yang bersumber dari pengembangan produksi ikan bandeng, karena nener dari perairan alami tidak cukup ketersediaannya. Terbatasnya ketersediaan nener bandeng dapat diatasi dengan rantai distribusi nener dari daerahdaerah sentra pembenihan bandeng (Mukhlis et al. , 2. Salah satu sentra pembenihan bandeng di Indonesia adalah Pulau Bali. Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Provinsi Bali (Mahardika et al. , 2. Pembenihan bandeng dikawasan ini didominasi oleh hatchery skala kecil hingga menengah. Inkonsistensi kualitas benih ikan bandeng berdampak langsung terhadap produksi kegiatan budidaya yang terus menurun (Aslianti & Nashuka, 2. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah evaluasi pada kegiatan pembenihan ikan bandeng untuk menyusun langkah-langkah perbaikan dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja reproduksi dan kinerja produksi ikan bandeng yang diproduksi oleh unit pembenihan di Bali Utara. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Mei hingga 30 Juni 2023, di beberapa unit pembenihan ikan bandeng yang terletak di Desa Penyabang dan Desa Gerokgak. Kecamatan Gerokgak. Kabupaten Buleleng. Provinsi Bali. Seleksi Induk Sebagai awal dari sebuah kegiatan pembenihan, perlu dilakukan seleksi induk terlebih dahulu. Seleksi induk pada pembenihan ikan bandeng dilakukan untuk ikan jantan dan ikan betina. Induk ikan diseleksi berdasarkan bobot tubuh, panjang tubuh, usia, dan kelengkapan organ induk. Data dan informasi yang diambil terkait induk terdiri dari sumber induk, jenis kelamin induk, usia, bobot induk, panjang induk, morfologi induk, dan fisiologi induk. Pemijahan dan Penetasan Telur Setelah proses seleksi induk bandeng, kemudian dilanjutkan dengan tahap pemijahan ikan. Pemijahan induk bandeng dilakukan secara alami di kolam pemijahan pada saat malam hari pukul 00 WITA. Selanjutnya dilakukan pengambilan telurnya dilakukan di pagi harinya pukul 05. 00 - 05. 30 WITA. Telur Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chano. Wahyu et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:119-127 hasil pemijahan dipindahkan kedalam bak penampungan telur yang diberikan aerasi dan kemudian dilakukan penyaringan telur untuk memisahkan telur yang dibuahi dan tidak dibuahi. Telur yang tidak terbuahi akan mengapung didalam wadah pengumpulan telur, sedangkan telur yang tidak terbuahi akan mengendap pada dasar wadah. Selanjutnya telur yang telah terbuahi dipindahkan kedalam bak penetasan telur dengan kapasitas A12 m 3 000 Ee air yang telah dilengkapi dengan aerasi. Sebelum dilakukan penebaran telur, dasar bak penetasan diberikan lapisan pasir sebagai media bantu pengamatan visual untuk telur yang mengendap didasar bak. Bak penetasan diisi sekitar A110. 000 butir telur/bak. Penetasan terjadi pada rentang 16-24 jam pasca penebaran telur. Telur yang menetas akan menjadi larva dan mengapung didekat permukaan air, sedang telur yang tidak menetas akan mengendap didasar Kinerja Reproduksi Data kinerja reproduksi yang dikumpulkan selama penetasan telur terdiri atas jumlah telur, derajat pembuahan atau fertilization rate (FR) yang dihitung dengan rumus sebagai yaycI = Oc ycNyceycoycyc ycyceycycaycycaEaycn y 100% Oc ycNyceycoycyc ycycuycycayco Nilai derajat penetasan atau hatching rate (HR) yang dihitung dengan rumus: yaycI = Oc ycNyceycoycyc ycoyceycuyceycycayc y 100% Oc ycNyceycoycyc ycyceycycaycycaEa Pemeliharaan dan Perkembangan Larva Telur yang telah menetas dipindahakan kedalam bak beton pemeliharaan larva dengan kapasitas 000 Ee air yang dilengkapi dengan A6 titik aerasi pada dasar wadah. Sebelum larva ditebar, wadah dan peralatan terlebih dahulu dibersihkan secara mekanis dan dilanjutkan dengan sterilisasi. Sterilisasi menggunakan larutan klorin A100 ppm, pengeringan selama A5 jam. Setelah itu, air pemeliharaan yang telah terfiltrasi dialirkan kedalam wadah pemeliharaan Lama pemeliharaan larva yang dilakukan adalah selama 21 hari. Pengelolaan kualitas air dalam bak penyiponan dan pergantian air yang dimulai pada hari ke-12 pasca penebaran (D. Penyifonan bertujuan untuk menghilangkan sisa pakan dan kotoran yang ada pada dasar kolam, sedangkan pergantian air dilakukan untuk menjaga kualitas air untuk tetap optimal Penyifonan dilakukan setiap pagi hari 00 WITA, setelah penyifonan air ditambahkan untuk menjaga volume air bak pemeliharaan. Pergantian air dilakukan setiap 3 hari sekali, dengan volume pergantian air sebanyak 50%. Air yang digunakan untuk pergantian air berasal dari tandon yang telah terfiltrasi. Pemantauan dan pengukuran parameter kualitas air selama pemeliharaan larva dilakukan pada bak air tandon, bak Parameter seperti suhu, pH. DO, dan salinitas yang diukur 2 kali/hari. Sedangkan konsentrasi TAN, nitrit, dan nitrat yang diukur 1 kali/minggu. Pakan yang digunakan dalam pemeliharaan larva ikan bandeng terdiri atas pakan alami berupa Chlorella, rotifera, dan Artemia. Selain itu, pada akhir pemeliharaan larva juga ditambahkan pakan buatan. Dosis dan frekuensi pemberian pakan pada larva dapat dilhat pada Tabel 1. Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chano. Wahyu et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:119-127 Tabel 1. Jenis pakan, dosis pakan, dan frekuensi pemberian pakan pada kegiatan pemeliharaan larva ikan Bandeng Umur D2-D10 D10-D21 Jenis Pakan Egg yolk Chlorella Chlorella Rotifera Chlorella Rotifera Pakan buatana Dosis 000 sel/ ml 000 sel/ ml 14 individu/larva 000 sel/ ml 22 individu/larva 5 gr/hari atau Frekuensi 1 hari sekali 1 hari sekali 2 kali sehari 1 hari sekali 2 kali sehari 2 kali sehari Keterangan: a pakan buatan komersil pre starter powder untuk benih kandungan protein min 37%, lemak min 7%, serat kasar max 3%, dan air max 12% Pemantauan pertumbuhan larva dilakukan dengan sampling pengukuran panjang dan bobot larva setiap Perkembangan larva juga diamati pada setiap minggunya melalui mikroskop pada perbesaran 40y. Kinerja Produksi Parameter kinerja produksi yang diamati terdiri atas panjang akhir dan bobot akhir. Penghitungan sintasan atau survival rate (SR) dilakukan dengan Oc ycoycaycycyca ycaycoEaycnyc ycIycI = y 100% Oc ycoycaycycyca ycaycycayco Analisis Data Data hasil pengamatan ditabulasi dengan menggunakan Microsoft Excel Selanjutnya. Data-data hasil penelitian tersebut dianalisis dengan metode secara deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Induk Indukan yang digunakan berasal dari kegiatan pembesaran induk oleh para pembudidaya didaerah Bali Utara, sumber indukan umumnya berasal pulau Jawa. Indukan jantan yang digunakan memiliki bobot minimal 9 kg, dengan panjang 85100 cm dan usia A4,5 tahun. Sedangkan indukan betina memiliki bobot minimal 10 kg, dengan panjang 85-100 cm dan usia A4,5 tahun (Tabel . Informasi indukan tersebut sesuai dengan Pebrianti & Affandi . , bahwa indukan bandeng dari daerah Bali Utara memiliki bobot >9 kg dengan panjang total >80 cm, dan usia minimal 3 tahun. Tabel 2. Data kuantitatif induk pada kegiatan pembenihan ikan bandeng di Bali Utara Kriteria Kuantitatif Umur Panjang total Bobot Pembenihan di Bali Utara Jenis kelamin Jantan Betina A4,5 tahun A4,5 tahun 85 Ae 100 cm 85 Ae 100 cm Ou9 kg Ou10 kg Standar SNIa Jenis kelamin Betina Jantan Ou 3 tahun Ou 3 tahun Ou 60 cm Ou 60 cm Ou 3 kg Ou 3 kg Keterangan: a Mengacu pada SNI 6148. 1:2013 dari BSN . Kriteria seleksi untuk indukan bandeng yang baik menurut Romdlianto et al. , . adalah memiliki rataan ukuran 97,07 cm dan bobot tubuh 7,01 kg. Sedangkan menurut SNI 6148. 1:2013 kriteria minimal indukan bandeng adalah berusia minimal 3 tahun, panjang tubuh minimal 60 cm, dan bobot tubuh minimal adalah 3 kg (BSN, 2013. Indukan yang digunakan pada kegiatan pembenihan Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chano. Wahyu et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:119-127 ikan bandeng di Bali Utara telah sesuai dan cukup baik. sejalan dengan Iskandar et al. yaitu nilai FR dengan kisaran 82-98% dan HR dengan kisaran 80-95% dari pembenihan ikan bandeng dengan pengkayaan pakan Sedangkan nilai minimal kinerja reproduksi dari SNI 6148. 2:2013 adalah 80% untuk nilai FR dan HR (BSN. Kinerja Reproduksi Kinerja reproduksi pembenihan ikan di Bali utara menunjukan nilai FR sebesar 89,3 %, dan nilai HR sebesar 91,8 % (Tabel . Kinerja reproduksi tersebut Tabel 3. Kinerja reproduksi pembenihan ikan Bandeng di Bali Utara Kriteria Reproduksi Fertilization rate (%) Hatching rate (%) Bali Utara 89,3 % 91,8 % Keterangan: apenelitian oleh Ningsih . Acuana 75,3 % 75,8 % SNIb Ou80 % Ou80 % bMengacu pada SNI 6148. 2:2013 dari BSN . Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan penelitian oleh Ningsih . yaitu 75,3% untuk FR dan 75,8% untuk HR dari hasil pembenihan di Jepara. Jawa Tengah. Kinerja reproduksi pembenihan ikan bandeng di Bali Utara telah sesuai dan cukup baik. signifikan pada 30-35 ppt. Nilai salinitas ini cendrung mendekati salinitas air laut, pembenihan didaerah ini umumnya lansung mengambil dari air laut. Nilai parameter suhu pada kisaran 27-30 0C disebabkan umumnya bak berada pada ruang terbuka, dan mendapatkan paparan matahari secara lansung. Kadar oksigen terlarut dapat dijaga dengan baik pada kisaran 7-9,3 mg/Ee. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dari SNI yang hanya >3mg/Ee pemeliharaan larva. Nilai pH selama pemeliharaan larva berkisar 7-8,36 dan nilai ini masih berada pada rentang optimal sesuai dengan SNI 6148. 3:2013 (BSN, 2013. Kualitas Air Kisaran kualitas air dalam kegiatan pembenihan bandeng di Bali Utara menunjukan sebagian nilai parameter yang masih berada pada kisaran optimal yang mendukung kegiatan Namun pengamatan pada parameter konsentrasi TAN dan Nitrit menunjukan nilai yang lebih tinggi dibanding nilai yang direkomendasikan (Tabel . Nilai salinitas pada kisaran optimal dan tidak berfluktuasi secara Tabel 4. Parameter kualitas pembenihan ikan Bandeng di Bali Utara Parameter Salinitas . Suhu . C) Oksigen terlarut . g/E. pH . Total ammonia nitrogen/TAN . g/E. Nitrit . g/E. Nitrat . g/E. Bak Tandon Nilai optimal 5-35a 28-32a 7,0-9. 7,0-9,3 7,0-8,8 Ou3,0a 7,1-8,36 7,0-8,25 7,0-8,25 7,0-8,5a 0,25 0,25 0,25-0,30 <0,1 mg/Ee b <0,01 mg/Ee b <3 mg/Ee b Keterangan: a Mengacu pada SNI 6148. 3:2013 dari BSN . , b Mengacu pada Kumararaja & Saraswathy . Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chano. Wahyu et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:119-127 Nilai pengamatan pada parameter TAN mencapai kisaran 0,25-0,30 mg/Ee dan nitrit hingga mencapai 5 mg/Ee. Nilai direkomendasikan oleh Kumararaja & Saraswathy . untuk kegiatan pembenihan ikan finfish, yaitu <0,1 mg/Ee untuk TAN dan <0,01 mg/Ee untuk nitrit. Sedangkan nilai nitrat selama pembenihan 0,1 mg/Ee dan nilai ini masih berada pada dalam nilai yang baik untuk pemeliharan larva, sesuai Kumararaja & Saraswathy . yang merekomendasikan nilai nitrat <3,0 mg/Ee untuk pemeliharaan Perkembangan Larva Perkembangan panjang tubuh, bobot, dan morfologi larva ikan bandeng dapat dilhat pada Tabel 5. Tabel 5. Perkembangan larva ikan bandeng Umur Panjang . Bobot . Morfologi 0,4-0,5 0,003-0,04 Larva belum memiliki organ ekor dan belum menyerupai D14 0,7- 0,8 0,005-0,007 Larva mampu bergerak melawan arus dan oragn ekor mulai terbentuk D21 1,3-1,4 0,012-0,013 Pergerakan ikan aktif dan lincah, serta tubuh mulai menyerupai ikan Larva ikan bandeng pada D7 memiliki panjang tubuh 0,4-0,5 cm dengan bobot 0,003-0,004 gr. Pada umur ini larva belum memiliki organ menyerupai ekor dan belum menunjukan bentuk seperti ikan. Saat D14, panjang tubuh larva berkisar 0,7-0,8 cm dengan bobot 0,005-0,007 gr. Pergerakan larva pada D14 telah mampu melawan arus dan organ yang menyerupai ekor telah mulai Saat umur D21, panjang larva berkisar 1,3-1,4 cm dengan bobot 0,0120,013 gr. Pergerakan larva sudah aktif dan lincah, serta bentuk tubuh mulai menunjukan mirip seperti ikan. Perkembangan larva dari kegiatan pembenihan di Bali Utara sesuai dengan SNI 6148. 3: 2013. Pebrianti & Affandi . dan Supryady et al. , . yaitu larva umur 21 hari memilliki panjang pada Gambar kisaran 1,4-1,7 cm. Bobot larva dari pembenihan di Bali Utara setelah pemeliharaan 21 hari juga telah sesuai dengan SNI 6148. 3:2013 yaitu 0,0080,012 gr (BSN, 2013. Menurut Juario & Duray . , larva ikan bandeng pada hari ke- 6 pasca penetasan telah mulai meunjukkan perkambang sirip dada dan sirip kaudal, dan selesei pada hari ke-7. Selanjutnya pada hari 14 ke 15, perkembangan sirip larva semakin baik. Larva mulai berenang melingkar dengan cepat pada siang hari dan larva menunjukkan fototaksis yang kuat pada malam hari. Pada hari ke-21, sirip perut larva telah berkembang, serta pigmen kulit tersebar pada bagian atas tubuh dan dinding perut. Pada usia ini larva cukup kuat terhadap penanganan dan Kinerja Reproduksi Dan Produksi Benih Ikan Bandeng (Chanos chano. Wahyu et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember 2024:119-127 dapat diangkut lalu pemeliharaan lanjutan. Kinerja Produksi Nilai sintasan dari pembenihan bandeng di Bali Utara yang ditemukan 93,4% pemeliharaan larva selama 21 hari. Rentang nilai yang sama juga ditemukan oleh Aslianti & Nashuka . yang meneliti kinerja produksi hatchery skala rumah tangga (HSRT) didaerah yang sama pada 2019, yaitu pada kisaran SR sebesar 82,57-92,04%. Hasil ini juga cendrung lebih baik dibandingkan dengan nilai SR dari SNI 6148. 3:2013 yaitu minimal 30% (BSN, 2013. , dan beberapa hasil pembenihan tampa rekayasa dalam DAFTAR PUSTAKA Andriyanto. Kondisi terkini budidaya ikan bandeng di kabupaten Pati. Jawa Tengah. Media Akuakultur. Volume 8 No. Ardini. Gustiana. , & Anzitha. Analisis Pengaruh Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Ikan Bandeng (Chanos Chano. di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Inovasi Penelitian. Volume 2 No. hal : 3765-5772. Aslianti. , & Nasukha. Dampak Molase Terhadap Peningkatan Kualitas Benih Bandeng (Chanos Chanos Forska. Produk Hatchery Skala Rumah Tangga Di Bali Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. Volume 11 No. hal : 751-761. [BSN] Badan Standardisasi Nasional. Ikan bandeng (Chanos chanos. Forska. - Bagian 1: Induk Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta. proses pembenihan dilokasi lain yang tidak mencapai 30% (Ningsih, 2024. Pebrianti & Affandi, 2. SIMPULAN Kinerja reproduksi dan produksi kegiatan pembenihan ikan bandeng di Bali Utara menunjukan nilai yang sesuai dan cendrung lebih tinggi dibandingkan dengan SNI dan lokasi pembenihan UCAPAN TERIMA KASIH