JVK JURNAL VOKASI KESEHATAN http://ejournal. poltekkes-pontianak. id/index. php/JVK FAKTOR Ae FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Galuh Pradian Yanuaringsih1 uO. Siti Aminah2. Indah Jayani3. Ida Tri Wahyuni4 1,2,4 Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Info Artikel Abstrak Sejarah Artikel: Diterima 24 Oktober Disetujui 31 Januari Di Publikasi 31 Januari Kelompok usia remaja merupakan salah satu populasi yang paling besar di dunia. Di usia remaja merupakan usia yang beresiko terhadap masalah kesehatan. Salah satu penyakit yang cukup rentan di derita oleh remaja adalah Anemia. Untuk mengatasi kejadian anemia pada remaja salah satu cara yaitu dengan pemberian tablet tambah darah. Pemberian tablet tambah darah umumnya diberikan pada Anak sekolah menengah. Faktor faktor yang berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada siswa, faktor antara lain Usia. Frekuensi konsumsi tablet tambah darah. Pengetahuan. Sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Ae faktor yang berhubungan dengan Konsumsi tablet Tambah darah pada siswi Kelas VII di SMP Negeri 3 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dan tek nik pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 177 Responden. Dengan uji analisis menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil Penelitian didapatkan bahwa sikap dengan p-value 0,001 < dengan nilai OR 2,601 dan pengetahuan dengan nilai p-value 0,001 < dengan nilai OR 1,601 merupakan faktor yang mempengaruhi dan komsumsi tablet tambah darah pada siswi kelas VII di SMP Negeri 3 Kediri. Keywords: Anemia. Remaja. Pengetahuan. Sikap. Dukungan Guru FACTORS RELATED TO THE CONSUMPTION OF IRON TABLETS IN ADOLESCENT FEMALES Abstract The teenage age group is one of the largest populations in the world. Adolescence is an age at which one is at risk of health problems. One disease that teenagers are quite susceptible to is anemia. One way to overcome the incidence of anemia in teenagers is by giving blood supplement tablets. Blood supplement tablets are generally given to middle school children. Factors related to the consumption of blood supplement tablets among students include age, frequency of consumption, knowledge, attitudes, family support, and friend support. This study aims to determine the factors related to the consumption of blood supplement tablets among Class VII female students at SMP Negeri 3 Kediri. This research used the Cross Sectional method and Simple Random Sampling sampling technique with a total of 177 respondents. With analysis tests using the Multiple Logistic Regression Test. The research results showed that attitude with a p-value 0. 001 < with OR value of 2. 601 and knowledge with p-value 0. < with OR value of 1. 601 were factors that influenced the consumption of blood supplement tablets in class VII students in Kediri 3 Public Middle School. A2025 Poltekkes Kemenkes Pontianak uO Alamat korespondensi: Prodi Kebidanan D. i Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Email: galuhpradian@unik-kediri. ISSN 2442-5478 Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. Pendahuluan Kelompok usia remaja merupakan salah satu populasi yang paling besar di dunia. Di usia remaja merupakan usia yang beresiko terhadap masalah kesehatan. Penyebanya adalah mobilitas aktivitas yang cukup padat yang dalam hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit, cedera dan masalah kesehatan lainnya. Selain masalah kesehatan fisik masalah mental dan psikologis remaja harus sehat, jika ketiga faktor tersebut sehat maka produktivitas remaja akan meningkat. Maka daripada itu asupan gizi yang optimal diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan aspek Ae aspek tersebut. (Oktavia et al. , 2. Salah satu penyakit yang cukup rentan di derita oleh remaja adalah Anemia. World Health Organization menyatakan bahwa lebih dari 30% penduduk di dunia mengalami anemia. Persentase pada negara maju sebesar 4,3-20% dan pada negara berkembang sebesar 30-48% dengan anemia gizi Secara global, sebesar 43% diderita anakanak, 38% ibu hamil, 29% wanita tidak hamil, dan sebesar 29% semua wanita usia subur didiagnosa (WHO, 2. Prevalensi anemia di Asia tenggara pada remaja putri mencapai 25 Ae 40% (WHO, 2. Anemia pada remaja putri dapat menghambat perkembangan psikomotor, kinerja kogntif dan kinerja skolastik. (Awalia, 2. Remaja putri rentan terkena anemia dikarenakan kekurangan banyak darah pada saat mentruasi. (Awalia, 2. Angka kejadian anemia pada remaja putri di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sebesar 32% yang berarti 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. (Kementrian Kesehatan RI. Anemia pada remaja bida berdampak negatif pada kinerja, gangguan konsentrasi belajar, tingkat kebugaran yang menurun. Dan yang lebih penting remaja putri adalah calon ibu, jika sejak remaja maka anakn meningkatkan resiko kejadian anemia pada saat hamil, melahirkan dan pada bayi cenderung terjadi kelahiran prematur. BBLR dan angka kematian ibu. (UNICEF, 2. Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018 didapatkan cakupan teblet tambah darah pada remaja putri sebesar 76,2% dan 76,2 2%. 80,9 % remaja putri mendapatkan tablet tambah darah di Dari angka 80,9% konsumsi tablet tambah darah remaja putri Ou 52 butir hanya 1,4 % sedangkan < 52 butir sebesar 98,6 %. (Kementrian Kesehatan RI, 2. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan pada siswi Kelas VII di SMP Negeri 3 Kediri pada bulan September dari 20 responden 12 . %) siswa tidak meminum secara rutin tablet tambah darah yang diberikan pihak sekolah tiap minggunya dengan alasan rasanya tidak enak. Hal ini menunjukkan rendahnya kesadaran siswa kelas VII dalam Konsumsi tablet tambah darah. Untuk mengatasi kejadian anemia pada remaja salah satu cara yaitu dengan pemberian tablet tambah darah. Dengan pemberian talet tambah darah pada remaja akan meningkatkan IQ pada penderita anemia. (Falkingham et al. , 2. Pemberian tablet tambah darah pada remaja putri juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementrian Kesehatan HK. 03/V/0595/2016 tentang pemberian tablet tambahd arah pada remaja putri dan wanita usia Pemberian tablet tambah darah umumnya diberikan pada Anak sekolah menengah (SMP. /Sederaja. dan sekolah menengah Atas (SMA/Sederaja. (Kementrian Kesehatan, 2. Kegiatan promosi kesehatan merupakan meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia dan pemberian tablet tambah darah, yang nantinya akan membentuk sikap dan perilaku kesehatan agar terhindar dari anemia. Perilaku sangat dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang dan kegiatan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan misalnya konseling, penyuluhan dan penyebaran informasi melalui berbagai media Faktor faktor yang berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada siswa, faktor antara lain Usia. Frekuensi konsumsi tablet tambah darah. Pengetahuan. Sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman. (Aryanti, 2. Metode Penelitian dilakukan pada Bulan September 2024 dengan sampel seluruh siswi kelas VII di SMP Negeri 3 Kota Kediri dengan teknik pengambilan sambel simple random sampling dengan jumlah responden 177 Responden. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII dan bersedia menjadi responden. Sedangkan kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah siswi yang tidak memiliki smartphone. Jenis penelitian ini cross sectional, dengan sumber data primer dan pengambilan kuisioner menggunakan Google Form yang berkerja sama dengan Guru BK. Uji analisis bivariat yang digunakan adalah spearman Dan Uji multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda. Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Jenis Kategori Frekuensi Persentase Karakteristik Usia Frekuensi Konsumsi Tablet Fe Pengetahuan 12-13 tahun 14-15 tahun Teratur Tidak Teratur Kurang Cukup Baik Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. Sikap Negativ Positiv Dukungan Guru Kurang Baik Total Berdasarkan diinterpresentasikan bahwa hampir seluruhnya 7 % responden berusia 12-13 tahun. Hampir sebagian besar 58,8% responden frekuensi konsumsi tablet Fe Teratur. Hampir setengahnya 41,2 % responden memiliki pengetahuan kurang. Sebagian besar 57,1 % responden memiliki perilaku kurang. Sebagian besar 77,4% responden memiliki dukungan guru baik. Tabel 2. Faktor Ae Faktor Yang Berhubungan Dengan Konsumsi Tablet Tambah Darah Variabel P value Dukungan Guru 0,395 1,376 Pengetahuan 0,001 1,601 Sikap 0,001 2,601 Berdasarkan hasil dari tabel 2 dapat diketahui bahwa variabel berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada adalah Pengetahuan dengan 0,001 < 0,05 (P value < ) yang artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi tablet tambah darah pada remaja dengan nilai OR 1,601. Dan sikap dengan nilai 0,001 < 0,05 (P value < ) yang artinya ada hubungan antara sikap dengan konsumsi tablet tambah darah pada remaja dengan nilai OR 2,601. Yang artinya perilaku mempunyai pengaruh 2,601 kali lipat terhadap konsumsi teblet Fe. Hubungan antara dukungan Guru dengan konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi Berdasarkan uji analisis didapatkan 0,395 > 0,05 (P Value > ) yang artinya tidak ada hubungan antara dukungan guru dengan konsumsi tablet tambah darah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Rodhiyana (Rodhiyana et al. , 2. yang menyatakan tidak ada hubungan antara dukungan guru dengan konsumsi tablet tambah darah. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan guru dengan konsumsi tablet tambah (Aryanti, 2. Hal ini bisa terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan guru pada saat siswa mengkonsumsi tablet tambah darah di kelas sehingga menyebabkan siswi tidak teratur dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Hubungan Pengetahuan Konsumsi Tablet tambah darah pada siswi Berdasarkan uji analisis didapatkan 0,001 < 0,05 (P Value < ) yang artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi tablet tambah Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di SMAN 1 gianyar yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan konsumsi tablet tambah darah Faktor yang mempengaruhi pengetahuan lingkungan dan budaya. (Notoatmodjo, 2. Pengetahuan bukan hanya dipengaruhi baik tidaknya pengetahuan seseorang tentang anemia remaja tetapi juha dipengaruhi oleh pengindreaan tentang anemia pada remaja. Meski mendapat informasi tentang anemia pada remaja tetapi jika tidak ada ketertarikan maka pengetahuan remaja juga akan kurang. Remaja yang memiliki pengetahuan yang kurang dan tidak mengkonsumsi tablet Tambah darah disebabkan oleh rendahnya persepsi yang rendah sehingga mempengaruhi kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah (Aryanti, 2. Diharapkan dengan memiliki pengetahuan yang baik maka bisa meningkatkan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet tambah darah. Hubungan antara sikap dengan konsumsi tablet tambah darah Berdasarkan hasil uji analisis didapatkan bahwa sikap memiliki peran yang sangat besar terhadap konsumsi tablet Fe pada siswi kelas VII di SMP Negeri 3 Kota Kediri. Didapatkan 0,001 < 0,05 (P Value < ) Sikap yang dimiliki siswi dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti pengalaman pribadi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Awalia menyebutkan bahwa sikap siswi dalam konsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas informasi yang terdapat pada media masa sehingga mempengaruhi sikap siswa dalam konsumsi tablet Fe. (Awalia, 2. Sikap sering diartikan sebagai bentuk perasaan seseorang yang dapat menjadi niat untuk melakukan suatu tindakan, yang erat kaitannya dengan remaja outri dalam menyikapi persoalaan manfaat konsumsi tablet tambah darah hingga dapak yang ditimbulan. (Mardiah et al. , 2. Penutup Dari hasil penelitian disimpulkan bawa faktor dominan yang berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada siswi kelas VII di SMP Negeri 3 kota kediri adalah Sikap dan pengetahuan. Jurnal Vokasi Kesehatan Volume 11 Nomor 1, hlm. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Kota Kediri yang memberikan kesempatan untuk penelitian di sekolah tersebut, dan para siswi Kelas VII yang bersedia menjadi Responden. Daftar Pustaka