P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan dan Etika Kerja Islam Enhancing the Organizational Commitment of Islamic Bank: The Role of Employee Empowerment and Islamic Work Ethic Muhammad Arif1. Zulkifli2. Firdaus3. Zulfadli Hamzah4. Mufti Hasan Alfani5. Putri Nuraini6. Sudianto7 1,2,3,4,5 Universitas Islam Riau. Jl. Kaharuddin Nasution No. 113 Pekanbaru. Indonesia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. Soebrantas No. 155 Pekanbaru. Indonesia e-mail: muhammadarif@fis. ABSTRACT This research is important to conduct in order to fill the gap in previous studies related to human resource issues in Islamic banks, particularly in the city of Pekanbaru. The purpose of this study is to analyze the impact of employee empowerment and Islamic work ethics on the organizational commitment of employees at Islamic banks in Pekanbaru. This study is a causal research with a quantitative approach. The population of this study consists of 941 employees of Islamic banks in Pekanbaru, with a sample size of 273 employees. The research instrument is a questionnaire distributed randomly, and the data analysis method uses Smart PLS 3. 0 software. The result of this study show that Islamic work ethics and employee empowerment have a positive impact on organizational commitment in Islamic Bank. The limitation of this study lies in the quantitative approach with survey method, which cannot delve deeper into the qualitative aspects of the influence of employee empowerment and Islamic work ethics on organizational commitment. Keywords: Islamic Bank. Organizational Commitment. Employee Empowerment. Islamic Work Ethic ABSTRAK Penelitian ini penting untuk dilakukan, untuk mengisi kejurangan dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu yang berkaitan dengan permasalahan sumber daya insani di bank syariah, khususnya di kota Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel pemberdayaan karyawan dan etika kerja Islam yang dimiliki oleh karyawan terhadap komitmen organisasi karyawan bank syariah di Kota Pekanbaru. Penelitian ini adalah adalah penelitian kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah karyawan bank umum syariah di kota Pekanbaru sejumlah 941 orang karyawan dengan sampel sebanyak 273 orang. Instrument penelitian ini berupa kuesioner yang disebarkan secara random, metode analisis data menggunakan Software Smart PLS 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika kerja Islam dan pemberdayaan karyawan berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi bank syariah. Limitasi dari penelitian ini adalah terletak pada pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sehingga tidak dapat menggali lebih dalam aspek kualitatif dari pengaruh pemberdayaan karyawan dan etika kerja Islam terhadap komitmen organisasi. Kata Kunci: Bank Syariah. Komitmen Organisasi. Pemberdayaan Karyawan. Etika Kerja Islam FIRST RECEIVED: 2025-04-24 REVISED: 2025-05-04 ACCEPTED: 2025-05-06 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-06-07 Corresponding Author: Muhammad Arif AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 PENDAHULUAN Sumber daya manusia (SDM) memegang peranan penting dalam organisasi termasuk bank syariah, keberhasilan organisasi ditentukan oleh kinerja dari masing-masing individu dalam organisasi. Upaya dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan merupakan tantangan manajemen untuk mencapai tujuan organisasi begitu juga pada bank syariah (Lubis et. Sumber daya manusia menjadi elemen penting dalam pengembangan bank syariah, karyawan mempengaruhi perkembangan perbankan syariah di Indonesia, oleh karena itu peningkatan kinerja karyawan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan bank syariah (ThoAoin, 2016. Rahmanti, 2. Perkembangan perbankan syariah di Indonesia dapat dilihat dari pertumbuhan market share dari setiap tahunnya secara nasional. Berikut ini perkembangan market share perbankan syariah di Indonesia tahun 2020-2023: Tabel 1. Market Share Perbankan Syariah di Indonesia Tahun 2020-2023 Kelompok Bank BUS. UUS, BPRS Aset (Rp Triliu. Persentase (%) Sumber: Otoroitas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2024 Tahun 2020 market share perbankan syariah di Indonesia sebesar 6,51 % dari perbankan secara nasional. Tahun 2021 market share sebesar 6,74 %, meningkat sebesar 0,23 % dari tahun sebelumnya. Tahun 2023 market share perbankan syariah sebesar 7,09 %, meningkat sebesar 0,35 % dari tahun sebelumnya. Tahun 2023 market share perbankan syariah sebesar 7,44 %, meningkat sebesar 0,35 % artinya peningkatan market share tahun 2023 sama dengan tahun 2022 atau tidak ada peningkatan. Gambar 1. Pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia Walaupun secara overal, market share perbankan syariah di Indonesia meningkat, akan tetapi peningkatan tersebut tidak signifikan. Peningkatan ini juga tidak sebanding dengan potensi yang dimiliki oleh Indonesia yaitu sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia yaitu 231,06 juta jiwa. Dengan kata lain market share perbankan Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 syariah di Indonesia dapat ditingkatkan. Artinya, untuk meningkatkan market share bank syariah salah satunya melalui manajemen sumber daya manusia. Dimensi penting dalam fungsi manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah pemberdayaan karyawan. Pemberdayaan karyawan merupakan hubungan interpersonal secara terus-menerus untuk menumbuhkan kepercayaan antara karyawan dan manajemen, dengan kata lain pemberdayaan adalah satu bentuk desentralisasi yang melibatkan bawahan membuat keputusan (Khan, 1. Fenomena yang terjadi saat ini di bank syariah adalah mayoritas karyawan bank syariah masih belum diberi kuasa oleh manajemen membuat keputusan dan perumusan Karyawan wajib mengikuti keputusan dan aturan yang telah ditentukan oleh pihak Namun demikian, karyawan berharap kepercayaan yang besar dapat diberikan pimpinan agar dapat memberikan pandangan positif terhadap perbaikan manajemen bank syariah (Putri, 2017. Asnaini, 2. Lemahnya pemberdayaan dirasakan karyawan bank syariah berpengaruh kepada komitmen bekerja. Komitmen organisasi merupakan kepercayaan karyawan terhadap tujuan, nilai-nilai organisasi, serta keinginan menjadi anggota organisasi dan loyal terhadap Karyawan yang memiliki komitmen organisasi baik akan loyal terhadap organisasi (Manan et. al, 2. Rendahnya komitmen karyawan bank syariah dilihat dari tingginya turnover karyawan bank syariah, sebagaimana data berikut : Tabel 2. Jumlah Keluar Masuk Pekerja Perbankan Syariah Tahun Bilangan Pekerja Perubahan 54,471 orang 54,840 orang 369 orang 55,538 orang 698 orang 50,934 orang - 4,608 orang Sumber : Data Statistik Perbankan Syariah OJK . Tabel 2 di atas menggambarkan tingginya turn over karyawan pada bank syariah di Indonesia, dengan kata lain dapat diartikan karyawan bank syariah memiliki komitmen organisasi yang rendah, sehingga dengan mudah meninggalkan bank syariah sebagai tempat mereka bekerja Selain faktor pembemberdayaan karyawan di bank syariah, tingginya turn over di bank syariah di duga juga disebabkan oleh kurang maksimalnya penerapan etika kerja Islam oleh karyawan di bank syariah itu sendiri seperti kurangnya integritas, profesionalisme dan tanggungjawab dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai karyawan bank syariah serta kurangnya kesadaran dan komitmen untuk mematuhi prinsip-prinsip syariah dalam bekerja. Hal ini dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan nasabah dan masyarakat terhadap bank syariah. Oleh karena itu, penting bagi bank syariah untuk meningkatkan kesadaran dan komitmen karyawan terhadap etika kerja Islam. Dengan demikian, bank syariah dapat meningkatkan kinerja dan reputasi yang baik di mata masyarakat dan berdampak pada tingginya market share perbankan syariah di Indonesia. Pelanggaran etika kerja Islam dapat di lihat tingginya fraud yang terjadi dibank syariah, berikut ini data yang mendukung argumen Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Jumlah Fraud di Bank Syariah Tahun 2022 BMI BTPN Syariah BRK Syariah BMS BSI Gambar 2. Pelanggaran di bank Syriah Tahun 2022 Sumber: Good Corporate Governance Report Masing-Masing Bank, 2023 Data pada Gambar 2. Di atas menggambarkan jumlah pelanggaran yang terjadi di bank syariah di Indonesia masih cukup tinggi. Dengan adanya pelanggaran ini menggambarkan bahwa etika kerja Islam belum dijalankan secara baik oleh karyawan bank syariah. Di duga karena hal ini juga mempengaruhi komitmen organisasional karyawan bank syariah, lemahnnya etika kan berdampak pada komitmen karyawan dalam bekerja. Kajian kinerja karyawan bank syariah telah diteliti banyak peneliti terdahulu dengan menggunakan berbagai variabel bebas. Di antara yang mengkaji permasalahan karyawan di bank syariah adalah mengenai hubungan antara pemeberdayaan dan prestasi karyawan di bank HSBC Lampung (Ali, 2. , pengaruh pemberdayaan terhadap prestasi kontekstual karyawan Bank Syariah Mandiri (Fardilla & Murkhana, 2. Bose . meneliti mengenai penyelidikan empirikal mengenai pemeberdayaan karyawan dan prestasi pekerja bank di UAE (Bose, 2. , penelitian pengelolaan prestasi karyawan bank Islam melalui etika kerja Islam saat pandemi Covid 19 (Filatrovi et. al, 2. Fanggidae et al. , . mengkaji pengaruh kerohanian di tempat kerja terhadap kinerja karyawan berdasarkan etika kerja Islam di BTPN syariah (Fanggidae et. al, 2. , faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi pekerja bank syariah (Rofiliana & Rofiuddin, 2. Paramita et al. , . mengkaji hubungan antara budaya organisasi, komitmen organisasi terhadap prestasi pekerja Bank Mandiri (Paramita et. al, 2. Santoso & Riyanto . mengkaji hubungan antara komitmen organisasi, kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap prestasi pekerja (Santoso & Riyanto, 2. Abdullah et al. , . terhadap hubungan antara komitmen organisasi dan kajian empirikal prestasi pekerja sektor perbankan Pakistan (Abdullah et. al, 2. Dari penelitian terdahulu tersebut belum ada kajian yang komprehensif menganalisis komitmen organiasi karyawan bank syariah dengan menguji faktor etika kerja Islam dan pemberdayaan karyawan. Namun demikian, penelitian ini berbeda dan penting dilakukan dengan mengukur pengaruh dan hubungan antara pemberdayaan karyawan dan etika kerja Islam terhadap komitmen organisasi yang belum pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif yang menganalisis pengaruh pemberdayaan karyawan dan etika kerja Islam terhadap komitmen organisasi karyawan bank Syariah di kota Pekanbaru. Data yang di peroleh dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa penyebaran kuesionar kepada responden penelitian. Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan bank umum Syariah yang ada di Kota pekanbaru sebanyak 941 orang. Sedangkan untuk jumlah sampel yang dapat ditentukan berdasarkan rumus Krejcie-Morgan adalah sebagai berikut : X2NP. -P) d2(N-. X2P. -P) Keterangan : n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi P = Proporsi populasi . D = Derajat ketelitian . X2 = Nilai tabel . Dalam penelitian ini jumlah populasi (N) = 941 orang, dengan nilai ketidak telitian sebesar 0,05 maka ukuran sampel : X2NP. -P) d2(N-. X2P. -P) . -0,. -0,. 806,72 . 2,35 1,96 . 903,36 = 273 Orang 3,31 Berdasarkan rumus statistik di atas sampel penelitian ini adalah sebanyak 273 orang karyawan bank syariah. Pada proses awal, data pada penelitian ini akan dilakukan analisa statistic deskriptif . ji frekuensi dan uji tanggapan responde. dengan bantuan SPSS. Kemudian pada proses selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan menggunakan Software Smart PLS 3. 0 yang merupakan teknik statistika multivarian yang melakukan perbandingan antara variabel dependen berganda dengan variabel independen PLS merupakan salah satu metode statistika SEM berbasis varian yang didesain untuk menyelesaikan regresi berganda ketika terjadi permasalahan spesifik pada data. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Partial Least Square (PLS) Dalam penelitian ini analisis data menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS) yang menggunakan software smartPLS 3. 0 M3. Partial Least Square (PLS) adalah model persamaan struktural (SEM) yang berbasis komponen variance. Pendekatan PLS adalah distribution free . idak menggunakan data berdistribusi tertentu, dapat berupa nominal. Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 kategori, ordinal, interval maupun rasi. Selain itu PLS juga dapat digunakan untuk mengukur sampel yang jumlahnya kecil. Berikut ini tahap-tahap menggunakan pendekatan Least Square (PLS) dengan menggunakan software smartPLS. Menilai Outer Model atau Measurement Model Terdapat tiga kriteria di dalam penggunaan teknik analisis data dengan SmartPLS untuk menilai outer model yaitu Convergent Validity. Discriminant Validity dan Composite Reliability. Berikut adalah gambar PLS Algorithm pada penelitian ini. Gambar 3. PLS Algorithm pada Penelitian Kiretria-kriteria pada PLS Algorithm dapat dijelaskan pada uraian dibawah ini. Convergent validity Convergent validity dari model pengukuran dengan refleksif indikator dinilai berdasarkan korelasi antara item score/component score yang diestimasi dengan software PLS. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi lebih dari 0,70 dengan konstruk yang diukur. Namun menurut Chin, 1998 . alam Ghozali, 2. untuk penelitian tahap awal dari pengembangan skala pengukuran nilai loading 0,5 sampai 0,6 dianggap cukup memadai. Dalam penelitian ini akan digunakan batas loading factor sebesar 0,50. Tabel 3. Outer Loading (Mesurement Mode. Indikator Outer Loading IWE18 IWE2 IWE3 KO10 KO11 KO3 KO4 KO5 KO6 KO7 KO8 KO9 PK10 PK11 PK12 PK4 PK9 Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Dari tabel 4. 9 diperoleh pengujian outer loading indikator untuk variable pemeliharaan harta memiliki nilai besar dari 0. sehingga Ukuran refleksif semua variabel dikatakan memenuhi syarat. Discriminant Validity Discriminant validity dilakukan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing variabel laten berbeda dengan variabel lainnya. Model mempunyai discriminant validity yang baik jika setiap nilai loading dari setiap indikator dari sebuah variabel laten memiliki nilai loading yang paling besar dengan nilai loading lain terhadap variabel laten lainnya. Hasil pengujian discriminant validity diperoleh sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Pengujian Discriminant Validity Indikator IWE18 IWE2 IWE3 KO10 KO11 KO3 KO4 KO5 KO6 KO7 KO8 KO9 PK10 PK11 PK12 PK4 PK9 Etika Kerja Islam Komitmen Organisasi Pemberdayaan Karyawan Dari tabel 4. 16 dapat dilihat bahwa beberapa nilai loading factor untuk setiap indikator dari masing-masing variabel laten tidak ada yang memiliki nilai loading factor yang tidak paling besar dibanding nilai loading jika dihubungkan dengan variabel laten lainnya. Hal ini berarti bahwa setiap variabel laten telah memiliki discriminant validity yang baik dimana beberapa variabel laten tidak memiliki pengukur yang berkorelasi tinggi dengan konstruk lainnya. Composite Reliability dan Average Variance Extracted (AVE) Kriteria validity dan reliabilitas juga dapat dilihat dari nilai reliabilitas suatu konstruk dan nilai Average Variance Extracted (AVE) dari masing-masing konstruk. Konstruk dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi jika nilainya 0,70 dan AVE berada diatas 0,50. Pada tabel 4. akan disajikan nilai Composite Reliability dan AVE untuk seluruh variabel. Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Tabel 5. Composite Reliability dan AVE Variabel Berdasarkan tabel 4. dapat disimpulkan bahwa semua konstruk memenuhi kriteria Hal ini ditunjukkan dengan nilai Cronbach's Alpha diatas 0. 6, composite reliability di atas 0,70 dan AVE diatas 0,50 sebagaimana kriteria yang direkomendasikan. R-Squares Dalam menilai model struktural dengan PLS, dimulai dengan melihat nilai R-Squares untuk setiap variabel laten endogen sebagai kekuatan prediksi dari model struktural. Perubahan nilai R-Squares dapat digunakan untuk menjelaskan pengaruh variabel laten eksogen tertentu terhadap variabel laten endogen apakah mempunyai pengaruh yang Nilai R-Squares 0,75 . , 0,50 . dan 0,25 . Hasil dari PLS RSquares merepresentasi jumlah variance dari konstruk yang dijelaskan oleh model (Latan dan Ghozali: 82, 2. Tabel 5. Hasil dari PLS R-Squares Pengujian Signifikansi dan Pengujian Hipotesis Dalam PLS pengujian secara statistik setiap hubungan yang dihipotesiskan dilakukan dengan menggunakan simulasi. Dalam hal ini dilakukan metode bootstrap terhadap sampel. Pengujian dengan bootstrap juga dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian. Parameter signifikansi yang diestimasi memberikan informasi yang sangat berguna mengenai hubungan antara variabel-variabel penelitian. Hasil pengujian dengan bootstrapping dari analisis PLS dapat dilihat pada output result for inner weight yang disajikan pada gambar model struktural. Gambar 4. Output Result for Inner Weight Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Pegujian Hipotesis Model struktural . nner mode. merupkan model struktural untuk memprediksi hubungan kausalitas antar variabel laten (Latan. Gozali, 2012:. Untuk memprediksi adanya hubungan kauslitas dalam SEM-PLS dengan menggunakan SmartPLS 3. 0 M3 sebagai Tabel 6. Model Struktural (Inner Mode. Berdasarkan hasil analisis yang dapat dilihat pada tabel diatas menunjukan nilai koefisien Etika Kerja Islam -> Komitmen Organisasi sebesar 0. 288 dengan nilai t hitung Nilai tersebut lebih kecil dari t tabel 1. Hasil ini membuktikan bahwa Etika Kerja Islam berpengaruh terhadap Komitmen Organisasi. Dengan makna, semakin baik etika kerja Islam, maka semakin tinggi komitmen organisasi karyawan bank syariah. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan etika kerja Islam dalam organisasi dapat meningkatkan komitmen karyawan dan memperkuat hubungan antara karyawan dan organisasi (Arif et ,2. Berdasarkan hasil analisis yang dapat dilihat pada tabel diatas menunjukan nilai koefisien Pemberdayaan Karyawan -> Komitmen Organisasi sebesar 0. 476 dengan nilai t hitung sebesar 6. Nilai tersebut lebih kecil dari t tabel 1. Hasil ini membuktikan bahwa Pemberdayaan Karyawan berpengaruh terhadap Komitmen Organisasi (Zulkifli et al. ,2. Dengan makna, bahwa pemberdayaan karyawan yang efektif dapat meningkatkan komitmen organisasi, sehingga penting bagi organisasi untuk memperhatikan dan meningkatkan pemberdayaan karyawan guna mencapai tujuan organisasi. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa etika kerja Islam berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Pemberdayaan karyawan berpengaruh positif terhadap komitmen organisasi. Etika kerja Islam dan Pemberdayaan Karyawan merupakan elemen yang sangat penting untuk meningkatkan komitmen organisasi bank Bank syariah yang menerapkan nilai-nilai etika yang baik dan memberdayakan karyawan untuk berpartisipasi lebih dalam proses pengambilan keputusan akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, harmonis dan berkomitmen tinggi. Saran untuk penelitian lanjutan dapat melakukan analisis komparatif antara bank syariah dan bank konvensional untuk mengetahui perbedaan dalam komitmen organisasi dan faktor-faktor yang Muhammad Arif. Zulkifli. Zulfadli Hamzah. Mufti Hasan Alfani. Putri Nuraini. Sudianto: Meningkatkan Komitmen Organisasi Bank Syariah: Peran Pemberdayaan Karyawan dan Etika Kerja Islam Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 DAFTAR PUSTAKA