JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. PENDEKATAN EKONOMI HIJAU DALAM PENGELOLAAN REDUKSI EMISI KARBON OLEH TUMBUHAN DI KOTA CILEGON GREEN ECONOMY APPROACH IN MANAGING CARBON EMISSION REDUCTION BY PLANTS IN CILEGON CITY Mahdani1,2. Muhlisin Muhlisin1,3. Anis Masyuroh3 Febiana Eka Damayani3* Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. Provinsi Banten. Jl Syeh Nawawi Al-Bantani. Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten. Palima. Serang. Banten. Indonesia Program Studi Manajemen Universitas Banten. Jl. Univbanten. Kiara. Kec. Walantaka. Kota Serang. Banten. Indonesia. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Banten Jaya. Jalan Ciwaru No. 73 Kota Serang. Banten Indonesia. *Email: febianaena@gmail. disubmit: 28 Oktober 2024, direvisi: 3 Desember 2024, diterima: 10 Desember 2024 ABSTRAK Pengurangan emisi CO2 menjadi instrumen utama untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi hijau di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Emisi karbon dioksida yang berasal dari sektor transportasi menjadi salah satu faktor utama penyebabnya. Kota Cilegon dengan aktivitas industri dan transportasi yang tinggi, serta ruang terbuka hijau (RTH) publik yang terbatas, turut berkontribusi. Jalan Protokol Kota Cilegon meliputi Jalan Ahmad Yani. Jalan S. Tirtayasa dan Jalan Jendral Sudirman. Tujuan dari penelitian ini menganalisis besarnya emisi CO2 yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, menganalisis kemampuan daya serap vegetasi dalam menyerap emisi CO2 kendaraan bermotor dan perencanaan penghijauan yang tepat untuk memaksimalkan reduksi emisi COCC kendaraan bermotor di Jalan Protokol Kota Cilegon. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, beberapa analisis meliputi analisis jejak ekologis energi, analisis serapan vegetasi dan perencanaan penghijauan. Hasil yang diperoleh total emisi CO2 di Jalan Protokol Kota Cilegon sebesar 4. 400,003 ton/tahun. Terdapat sebanyak 016 tumbuhan yang terdapat di Jalan Protokol Kota Cilegon dengan kemampuan daya serap vegetasi sebesar 395,328 ton/tahun. Sisa emisi yang belum terserap sebesar 4004,68 ton/tahun. Perencanaan penghijauan dilakukan dengan penambahan vegetasi, kebijakan pemerintah dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Penambahan vegetasi di Jalan Protokol Kota Cilegon sebanyak 692 tumbuhan dari penambahan tersebut menunjukkan potensi peningkatan penyerapan karbon dioksida sebesar 101,43%. Kata kunci: Reduksi emisi karbon, ekonomi hijau, fiksasi karbon vegetasi, pengendalian pencemaran ABSTRACT CO2 emission reduction is the main instrument to promote green growth in developing countries such as Indonesia. Carbon dioxide emissions from the transportation sector are a main contributing factor. Cilegon City with its high industrial and transportation activities, as well as limited public green spaces, contributes to this. Cilegon City protocol roads include Jalan Ahmad Yani. Jalan S. A Tirtayasa, and Jalan Jendral Sudirman. This research aims to analyze the amount of CO2 emissions generated by motorized vehicles, analyze the absorption capacity of vegetation in absorbing CO 2 emissions from motorized vehicles and proper greening planning to maximize the reduction of COCC emissions from motorized vehicles on the Cilegon City Protocol Road. The research method uses quantitative with a descriptive approach, some of the analysis includes energy ecological footprint analysis, vegetation absorption analysis, and Mahdani. Muhlisin. Masyuroh. Damayani . JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah, 08. , page 177 Ae 193. https://doi. org/10. 56945/jkpd. A The Author. Published by Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. greening planning. The results obtained total CO2 emissions on the Cilegon City Protocol Road amounted to 4,400. 003 tons / year. There are 8,016 plants on the Cilegon City Protocol Road with a vegetation absorption capacity of 395. 328 tons/year. The remaining unabsorbed emissions amounted to 4004. tons/year. Greening planning is carried out by adding vegetation, government policies and collaboration between the government and the community. The addition of vegetation on the Cilegon City Protocol Road is 692 plants from the addition shows the potential to increase carbon dioxide absorption by 101. Keywords: Carbon emmision reduction, green economy, vegetation carbon fixation, air pollution control PENDAHULUAN menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi Penggerak utama ekonomi hijau dengan pengelolaan lingkungan (Afjal. PobrkliN et al. , 2. Secara pengelolaan sumber daya berkelanjutan, sebagai kerangka kerja penting untuk lingkungan, yang semuanya berkontribusi mencapai netralitas karbon dan mengatasi secara signifikan dalam mengurangi emisi tantangan perubahan iklim secara efektif Dengan memprioritaskan sumber (Rani & Sharma, 2. energi terbarukan, seperti matahari dan Pemanasan global, atau angin, ekonomi hijau dapat meminimalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil, peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, yang merupakan kontributor utama emisi dan daratan secara berkelanjutan. Hal ini gas rumah kaca (Rani & Sharma, 2. diakibatkan oleh emisi gas rumah kaca Selain itu, praktik berkelanjutan di sektor- (GRK) yang berlebihan. Gas-gas rumah sektor seperti transportasi, pengelolaan kaca, seperti CO2. CO. NO. NOx. SOx, limbah, dan penggunaan lahan semakin dan CH4 bertindak seperti selimut yang mengurangi degradasi lingkungan dan memerangkap panas matahari di atmosfer, meningkatkan efisiensi energi (Tippa & Amodekar. Intergovernmental Panel on Studi Climate Change (IPCC) mengadopsi prinsip-prinsip ekonomi hijau bahwa antara tahun 1990 hingga 2005, suhu global bumi telah meningkat sekitar emisi karbon, menyoroti manfaat spasial 0,15EE-0,3EE (Ainurrohmah & Sudarti, dan temporal dari transisi tersebut (Hu et Meningkatnya suhu planet bumi , 2. Selain itu, mengintegrasikan keterbukaan perdagangan dan kebijakan diantaranya naiknya volume permukaan air meningkatnya peristiwa cuaca ekstrem. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. dan perubahan curah hujan dan pola cuaca keanekaragaman hayati. Namun, potensi (Caneba, 2. ini sering kali belum dimanfaatkan secara Salah optimal karena kurangnya integrasi antara terhadap perubahan iklim adalah emisi gas pengelolaan lingkungan dan kebijakan rumah kaca, termasuk COCC, yang berasal ekonomi daerah 2. dari berbagai sumber, termasuk sektor Kota Cilegon, yang terletak di Karbon dioksida (COCC) adalah Provinsi Banten, dikenal sebagai "Kota gas polutan utama yang menyumbang Industri" dengan urbanisasi yang pesat. hampir setengah dari total polutan udara Kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan (Sari Transportasi bertanggung jawab atas 60% pencemaran tantangan utama akibat perkembangan udara, selebihnya berasal dari industri Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) . %), (Anwar et al. , 2. menyebutkan Kota Cilegon menunjukkan peningkatan hasil laporan lembaga IPPC pada tahun jumlah kendaraan selama 2014 mengenai zat yang menjadi penyebab meningkatnya emisi CO2 terutama di jalan rumah kaca hingga 78% sejak tahun 1970 protokol (Ambarsari et al. , 2. Peranan hingga tahun 2010 adalah emisi gas karbon Ruang Terbuka Hijau (RTH) dioksida (CO. Selain itu, tingginya emisi COCC dapat menyebabkan penyakit asidosis Namun, pembangunan RTH di perkotaan, termasuk di Kota Cilegon, masih belum optimal. Kondisi RTH publik penumpukan karbon dioksida dalam darah. Kota Cilegon belum memenuhi luas 20% yang mengakibatkan kekurangan oksigen dari wilayah kota, luas tiap RTH belum (Safitri, 2. Tumbuhan berperan penting dalam kecamatan belum merata, tutupan dan mengurangi emisi karbon melalui proses rendah, dan belum semua jenis RTH dioksida (COCC) menjadi oksigen dan terkelola dengan baik (Muhlisin, 2. Keberadaan ruang hijau dan Pendekatan ekonomi hijau, dapat vegetasi tidak hanya berfungsi sebagai memberikan keuntungan maksimal yang penyerap karbon, tetapi juga sebagai dapat diperoleh ekosistem tumbuhan dari penyejuk iklim mikro, penahan polusi mendorong pertumbuhan ekonomi yang JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Metode ini memberikan METODE PENELITIAN investasi pada infrastruktur hijau, seperti Penelitian ini menggunakan metode penanaman pohon, revitalisasi taman kota, kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. dan perlindungan vegetasi alami, sebagai Beberapa analisis yang dilakukan dalam bagian dari strategi pembangunan yang penelitian ini meliputi analisis emisi CO2 menghasilkan nilai tambahan dalam bidang berdasarkan volume kendaraan bermotor, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ekonomi analisis kemampuan daya serap vegetasi terhadap emisi CO2 dan perencanaan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di Pengumpulan Kota Cilegon. dilakukan melalui traffic counting selama 6 Berdasarkan hari, mencakup pekan libur dan pekan menggabungkan volume kendaraan, jenis penataan ruang yang diwujudkan dalam kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan sistem koridor, salah satunya melalui faktor emisi. Daya serap vegetasi dihitung penanaman vegetasi di jalan. Penataan ini berdasarkan jenis dan jumlah vegetasi di dilakukan karena vegetasi pada jalan lokasi tersebut. Untuk memaksimalkan berperan penting dalam mereduksi emisi penyerapan COCC, perencanaan penghijauan gas CO2 oleh aktivitas kendaraan bermotor dilakukan dengan menambah vegetasi di udara perkotaan (Sarasidehe et al. yang memiliki daya serap tinggi serta Salah satu solusi potensial yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan aturan jarak tanam yang tercantum memanfaatkan kemampuan vegetasi dalam dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum mereduksi emisi karbon. Tumbuhan yang No. 05/PRT/M/2012. tumbuh di sepanjang jalan. Karbon dioksida melalui Data menyerap polutan di udara terutama gas Hasil dari proses ini akan tersimpan di HASIL DAN PEMBAHASAN Besaran Emisi Karbon Dioksida Bedasarkan Volume Kendaraan Pengumpulan dalam tubuh vegetasi sebagai karbon kendaraan melalui metode traffic counting selama 6 hari, yaitu pada hari Senin. Rabu, vegetasi (Arini et al. dan Minggu selama dua pekan berturut- JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 1. Volume Kendaraan Teramati di jalan Protokol Kota Cilegon (Agustus 2. Isi Silender Jenis Kendaraan 100- 250 CC 1000 Ae 2500 3000CC 3300 CC 800 CC 8000 CC Roda 2 (Bensi. Roda 4 pribadi (Bensi. Roda 4 pribadi . Truk kecil . Bus Kecil (Sola. Bus Besar . Jumlah Volume Kendaraan . nit/har. Volume kendaraan . nit/tahu. Keterangan: (A: Jalan Ahmad Yani. B: Jalan S. A Tirtayasa. C: Jalan Jendral Sudirma. (Sumber : Analisis data,2. turut, yang mencakup pekan libur sekolah dan pekan normal. Pengamatan dilakukan pada tiga rentang waktu: pagi, siang, dan sore, disesuaikan dengan waktu produktif vegetasi dalam menyerap COCC saat terpapar matahari (Dinindra et al. , 2. antara letak geografis Jalan S. A Tirtayasa yang strategis sebagai penghubung antar perbelanjaan yang besar di sekitarnya. Dominasi dengan kapasitas mesin 100-250 cc terlihat jelas pada ketiga ruas jalan, dengan volume kendaraan masing masing 7. 154 unit/hari. Volume Kendaraan Jumlah 572 unit/hari dan 7. 021 unit/hari. Hasil diidentifikasi melalui pengolahan data volume kendaraan dalam 1 hari dan jumlah kendaraan berdasarkan kapasitas silinder yang mewakili weekday dan weekend yang kemudian dikalikan dengan 365 hari. Tabel 1 menyajikan volume kendaraan. tertinggi berada di Jalan S. A Tirtayasa unit/hari 808 unit/tahun, sebaliknya Jalan Jendral Sudirman tahun masing masing sebesar 2. unit/tahun, unit/tahun 528 unit/tahun. Hal ini dikarenakan penduduk Indonesia sangat bergantung pada kendaraan roda dua untuk bepergian sehari-hari karena harganya yang lebih Diketahui bahwa volume kendaraan ini sejalan dengan volume kendaraan per kendaraan paling rendah yaitu sebesar 863 unit/hari dan 4. 445 unit/tahun. Perbedaan ini disebabkan oleh kombinasi terjangkau, mudah perawatannya, dan sesuai dengan infrastruktur jalan yang kurang memadai di Indonesia (Nurlia et , 2. Bus besar berkapasitas 8. 000 cc memiliki volume kendaraan terendah di ketiga ruas jalan, sebesar 138 unit/hari, 132 unit/hari dan 134 unit/hari. Hasil ini sejalan dengan volume kendaraan per tahun JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. masing masing sebesar 50. 400 unit/tahun, s = n x P x 365 hari . 112 unit/tahun dan 48. 792 unit/tahun. Keterangan : s = Total Jarak Tempuh Hal ini disebabkan oleh kebijakan Dinas Kendaraan . m/tahu. n = Jumlah Perhubungan Kendaraan . nit/har. P = Panjang Jalan Kota Cilegon membatasi lalu lintas bus besar di jalan . protokol untuk menghindari kemacetan. Berdasarkan Tabel 2 Jalan Ahmad Yani memiliki jarak tempuh kendaraan tertinggi sebesar 16. 301 km/tahun. Jarak Tempuh Kendaraan Perhitungan jarak tempuh tidak yang dipengaruhi oleh panjang ruas jalan dan volume kendaraan yang melintas. kendaraan karena pada penelitian ini Sebaliknya, memiliki jarak tempuh terendah, yaitu Berikut Jalan Jenderal km/tahun. Sudirman Jarak perhitungan, dengan panjang Jalan Ahmad kendaraan yang rendah ini disebabkan oleh Yani 3,48 km. Jalan S. tirtayasa 1,52 km panjang ruas jalan yang relatif pendek dan Jalan Jendral Sudirman 0,46 km. Tabel dibandingkan dengan jalan lain. Kendaraan roda dua mendominasi 2 menyajikan jarak tempuh kendaraan. jarak tempuh di ketiga jalan tersebut. Tabel 2. Jarak Tempuh Kendaraan Bermotor di Jalan Protokol Kota Cilegon (Agustus 2. Jenis Kendaraan Roda 2 (Bensi. Roda 4 Pribadi (Bensi. Roda 4 Pribadi . Bus kecil . Bus besar . Truk kecil . Total . m/tahu. Jarak Tempuh Kendaraan . m/tahu. Jalan Jalan Jalan S. Ahmad Jendral Tirtayasa Yani Sudirman masing-masing 534 km/tahun di Jalan Ahmad Yani, km/tahun Jalan Tirtayasa, dan 1. 763 km/tahun di Jalan Jenderal Sudirman. Sebaliknya, bus besar terendah, yaitu 175. 393 km/tahun di Jalan (Sumber : Analisis data,2. Ahmad Yani, 73. 130 km/tahun di Jalan Tirtayasa, dan 48. 796 km/tahun di Jalan Jenderal Sudirman. Hal kendaraan dan panjang ruas jalan (Adhianti , 2. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Total Konsumsi Bahan Kendaraan Per Tahun Total Bakar liter/tahun, 229. 196 liter/tahun dan 65. liter/tahun. Sebaliknya, kendaraan truk kontributor konsumsi paling rendah di liter/tahun yang dikonversi ke dalam CO2 ketiga ruas jalan tersebut dengan total memakai emisi faktor. Total konsumsi bahan bakar selama satu tahun perjalanan liter/tahun dan 6. 997 liter/tahun. liter/tahun, dapat diperoleh melalui rumus berikut dan Tabel 3 menyajikan total konsumsi bahan bakar kendaraan. yc = yeIyeN yeo yei Total Emisi Bermotor . CO2 Perhitungan Kendaraan CO2 Keterangan : C = Total Konsumsi Bahan dilakukan dengan menggunakan rumus Bakar Kendaraan . iter/tahu. Efisiensi Bahan Bakar . iter/k. S = Jarak Tempuh Kendaraan . m/tahu. Oc yeIyeayeOyeiyeO ycycya = Oc yc yeo yeE Keterangan: Emisi CO2 = Total Emisi. Berdasarkan data Tabel 3. Jalan Ahmad Yani merupakan ruas jalan dengan total konsumsi bahan bakar kendaraan Tabel 3 Total Konsumsi Bahan Bakar oleh Kendaraan Bermotor yang melintas di Jalan Protokol Kota Cilegon terbesar, 1. 381 liter/tahun. Sebaliknya. Jalan Jenderal Sudirman konsumsi bahan bakar terendah, yaitu 291 liter/tahun. Perbedaan konsumsi yang signifikan ini dikarenakan total konsumsi bahan bakar kendaraan berbanding lurus dengan panjang jarak perjalanan yang ditempuh kendaraan atau nilai efisiensinya maka semakin tinggi pula konsumsi bahan bakar kendaraan yang dihasilkan (Ambarsari dkk. , 2. Pada ketiga ruas jalan, kendaraan roda empat berbahan bakar bensin menjadi kontributor utama konsumsi bahan bakar, dengan total konsumsi mencapai 491. Jenis Kendaraan Roda 2 (Bensi. Roda 4 Pribadi (Bensi. RataRata Efisien Total Konsumsi Kendaraan . iter/tahu. Jalan Jalan Jalan Ahmad Jendral Yani Tirtayasa Sudirman 0,034 0,092 Roda 4 Pribadi 0,134 . Bus kecil 0,134 . Bus besar 0,169 . Truk kecil 0,134 . Total (Sumber : Analisis data,2. CO2 . on/tahu. C = Total Konsumsi Bahan Bakar . iter/tahu. c = Faktor Emisi Bahan Bakar Kendaraan . g/lite. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 4 menyajikan total emisi CO2 kendaraan bermotor. Tabel tersebut menunjukkan bahwa Jalan Ahmad Yani berkontribusi paling besar terhadap emisi COCC, Sedangkan 778,91 ton/tahun. Jenderal Sudirman Jalan memiliki kontribusi paling rendah dengan 377,143 ton/tahun. Hal mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsumsi bahan bakar kendaraan maka semakin tinggi emisi CO2 yang dihasilkan. Pada ketiga ruas jalan, kendaraan Tabel 4. Total Emisi CO2 Kendaraan Bermotor di Jalan Protokol Kota Cilegon Jenis Kendaraan Roda 2 (Bensi. Roda 4 Pribadi (Bensi. Roda 4 Pribadi . Bus kecil . Bus besar . Truk kecil . roda empat berbahan bakar bensin menjadi kontributor utama penghasil emisi CO2 134,750 ton/tahun, 529,443 ton/tahun 151,131 ton/tahun. Sebaliknya, kendaraan truk kecil berbahan bakar solar sebagai kontributor penghasil emisi CO2 terendah di ketiga ruas jalan, 68,176 ton/tahun, 27,707 ton/tahun dan 18,753 ton/tahun. Hasil tersebut membuktikan bahwa nilai emisi tidak hanya ditentukan dari jumlah kendaraan dimana berdasarkan penelitian ini roda dua . epeda moto. jumlahnya paling banyak, tetapi emisi juga dipengaruhi oleh efisiensi bahan bakar kendaraan tersebut. Emisi Faktor CO2 Total Total Emisi CO2 (Ton/Tahu. Jalan Jalan Jalan S. A Jendral Ahmad Tirtayasa Sudirm Yani 2,31 713,656 329,959 92,580 2,31 134,750 529,443 151,131 2,68 696,928 286,669 69,492 2,68 85,966 37,046 23,086 2,68 79,439 33,122 22,101 2,68 68,176 27,707 18,753 778,915 243,945 377,143 (Sumber : Analisis data,2. Kemampuan Vegetasi dalam Menyerap Emisi CO2 Data sepanjang Jalan Protokol Kota Cilegon diperoleh melalui survei lapangan yang inasikan dengan data sekunder dari penelitian (Muhlisin, 2. Proses perhitungan daya serap vegetasi dilakukan jenis-jenis vegetasi yang tumbuh di sepanjang jalan Selanjutnya, kemampuan daya masing-masing menyerap polutan. Nilai daya serap setiap jenis vegetasi kemudian dikalikan dengan memperoleh total daya serap keseluruhan. Tabel 5. Tabel 6 dan Tabel 7 merupakan JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 5. Daya Serap Vegetasi Habitus Pohon terhadap CO2 di Jalan Protokol Kota Cilegon Nama Lokal Angsana Beringin Cassia Glodokan Tiang Kersen Krasak Palem Ekor Tupai Palem Kenari Mangga Mahoni Saga Tanjung Asam Jawa Asama Londo Nama Latin 11,12 Jl. Ahmad Yani 535,90 295,47 016,42 590,94 049,26 45,60 11,12 52,52 55,60 157,56 52,52 445,11 Pterocarpus Ficus Cassia sp Polyalthia Muntingia Ficus superba Wodyetia Phoenix Mangifera Swietenia Adenanthera Mimusops Tamarindus Pithecellobiu m dulce Jumlah Jl. SA Tirtayasa Jl. Jend. Sudirman 032,84 15,20 55,60 100,80 52,52 105,04 890,22 112,43 562,15 221,18 105,90 203,40 1,49 4,47 5,96 5,96 168,904 Keterangan: n = Jumlah individu. KP = Kemampuan Penyerapan Vegetasi . on/tahu. DS = Daya Serap . g/pohon/ tahu. Sumber Hasil analisis dari Muhlisin et al. , 2022, 2020 hasil inventarisasi dan perhitungan daya Tabel 6 Daya Serap Vegetasi Habitus Perdu terhadap CO2 di Jalan Protokol Kota Cilegon Nama Nama Ilmiah Lokal Anak Duranta Erecta Beringin Ficus Putih Bunga Bougainvillea Kertas Dracaena Dracaena Three Color Kamboja Plumeria rubra Palem Hyophorbe Botol Palem Ptychosperma Jepang Palem Dypsis Kuning Pandan Cordyline Bali Palem Veitchia Putri Pucuk Syzygium Merah Song Of Dracaena Jamaika Total daya serap . on/tahu. Jl. Yani 0,25 3,98 Jl. Tirtayasa 3,56 430,80 0,25 Jl. Jend. Sudirman 3,25 3,25 7,96 349,941 7,96 16,43 52,52 52,52 52,52 52,52 52,52 155,58 0,25 32,86 210,08 52,52 733,16 048,28 367,64 141,049 141,049 141,049 Keterangan: n = Jumlah individu. KP = Kemampuan Penyerapan Vegetasi . on/tahu. DS = Daya Serap . g/pohon/ tahu. Sumber Hasil analisis dari Muhlisin et al. , 2022, 2020 JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. serap vegetasi habitus pohon, perdu, herba dan semak. Tabel Tabel 6 merupakan daya serap vegetasi habitus perdu. Di Jalan Ahmad Yani memiliki kemampuan penyerapan CO2 penyerapan CO2 oleh berbagai jenis pohon tertinggi, yaitu sebesar 141,049 ton/tahun, di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon. sementara Jalan Jendral Sudirman memiliki Jalan daya serap terendah, hanya sebesar 0,002 kemampuan penyerapan CO2 tertinggi, ton/tahun. Perbedaan ini disebabkan oleh yaitu 168,904 ton/tahun. variasi jumlah dan jenis tanaman perdu di Jenderal Sudirman Di Jalan S. Tirtayasa, vegetasi memiliki daya serap terendah sebesar setiap jalan, yang memiliki kemampuan penyerapan CO2 yang berbeda. Di Jalan Ahmad Yani dan Jalan S. 2,108 ton/tahun. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi jumlah pohon dan kemampuan Tirtayasa, penyerapan spesifik masing-masing jenis merupakan jenis perdu yang paling efektif dalam menyerap CO2. Dengan 12 individu Di Jalan Ahmad Yani, pohon di Jalan Ahmad Yani, tanaman ini mampu mahoni menjadi spesies yang paling efektif dalam menyerap CO2, dengan lima pohon sedangkan di Jalan S. A Tirtayasa, satu individu mampu menyerap 535,9 kg/tahun. 562,15 430,80 kg/tahun. Di sisi lain, pohon angsana Sebaliknya, memiliki daya serap terendah. Di Jalan Ahmad Yani, satu individu bunga kertas Di Jalan S. Tirtayasa dan Jendral hanya menyerap 0,25 kg/tahun, sementara menyerap 44,8 kg/tahun. Sudirman, kg/tahun, di Jalan S. A Tirtayasa, 13 individu mampu menyerap total 3,25 kg/tahun. mendominasi penyerapan CO2. Jalan S. Di Jalan Jendral Sudirman, tanaman Tirtayasa, dua pohon menyerap 6. 430,80 bunga kertas mendominasi dengan dua kg/tahun, sementara di Jenderal Sudirman, individu, yang menyerap total 2 kg/tahun. Rendahnya penyerapan ini disebabkan oleh kg/tahun. Sebaliknya, pohon asam di kedua jumlah tanaman yang sedikit dan kapasitas jalan tersebut memiliki penyerapan CO2 penyerapan CO2 bunga kertas yang lebih masing-masing kg/tahun dan 5,96 kg/tahun. 4,47 dibandingkan dengan Tabel 7 menunjukkan daya serap vegetasi habitus herba dan semak. Di Jalan JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 7 Daya Serap Vegetasi Habitus Herba dan Semak terhadap CO2 di Jalan Protokol Kota Cilegon Nama Lokal Bromelia Giant Bakung Bayam Merah Kencana Ungu Lidah Mertua Nama Ilmiah Alcantarea Crinum asiaticum Amaranthus Ruellia Tuberos L Sansevieria Lee Kuan Vernonia elliptica Yew Total daya serap . on/tahu. Jl. Yani 1,95 263,25 5,47 5,17 2,06 4,12 24,75 Jl. Tirtayasa Jl. Jend Sudirman 5,35 3,41 0,53 0,132 0,31 39,14 141,049 Keterangan: n = Jumlah individu. KP = Kemampuan Penyerapan Vegetasi . on/tahu. DS = Daya Serap . g/pohon/ tahu. Sumber: Hasil analisis dari Muhlisin et al. , 2022, 2020 Ahmad Yani 39,14 penyerapan CO2 tertinggi, yaitu sebesar kg/tahun, akibat jumlah tanaman yang 0,310 ton/tahun, sedangkan Jalan Jenderal lebih sedikit dan kapasitas penyerapan CO2 Sudirman memiliki penyerapan terendah, yang lebih rendah. yaitu 0,039 ton/tahun. Perbedaan variasi jumlah dan jenis herba serta semak di setiap lokasi. Pada Jalan Ahmad Yani. Sisa Emisi CO2 Terhadap Vegetasi Eksisting Pengurangan CO2 penyerapan CO2 tertinggi, di mana 135 dihitung berdasarkan hasil emisi CO2 dan 263,25 daya serap vegetasi eksisting. Berdasarkan kg/tahun. Sebaliknya, proses pengurangan tersebut diperoleh juga mertua memiliki daya serap terendah, sisa emisi yang tidak terserap . on/tahu. dengan dua individu hanya menyerap 4,12 Tabel 8 menunjukan data sisa emisi kg/tahun. Jalan S. Tirtayasa, lidah CO2 dari potensi penyerapan vegetasi mertua merupakan herba yang dominan. Berdasarkan Tabel 8 , analisis dengan 60 individu mampu menyerap terhadap sisa emisi CO2 menunjukkan bahwa kg/tahun. Sebaliknya, kencana ungu, dengan 220 individu hanya mampu menyerap 0,53 kg/tahun. koridor jalan utama Kota Cilegon untuk menyerap emisi CO2 masih Di Jalan Jenderal Sudirman hanya sangat rendah. Dari total emisi yang memiliki tanaman lidah mertua, dengan 19 dihasilkan di Jalan Ahmad Yani. Jalan S. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tirtayasa, dan Jalan Jenderal Sudirman, berkontribusi terhadap akumulasi CO2 di hanya sebagian kecil yang berhasil diserap atmosfer, memperburuk konsentrasi gas oleh vegetasi. Persentase emisi terserap rumah kaca dan perubahan iklim. Hasil ini bervariasi, dengan Jalan Jenderal Sudirman kualitas dan kuantitas ruang terbuka hijau 44,80%, sedangkan Jalan S. Tirtayasa (RTH) Penambahan pohon dan pemilihan jenis- 4,24%. Hal menunjukkan bahwa jumlah dan kualitas vegetasi saat ini belum cukup memadai penyerapan karbon yang tinggi dapat untuk menyerap seluruh emisi CO2 yang meningkatkan kapasitas penyerapan CO2 ekosistem perkotaan secara signifikan. Sisa emisi yang tidak terserap Tabel 8. Sisa Emisi CO2 Terhadap Vegetasi Eksisting di Jalan Protokol Kota Cilegon Koridor Jalan Jalan Ahmad Yani Jalan S. A Tirtayasa Jalan Jendral Sudirman Total Emisi CO2 on/tahu. 778,915 243,945 Daya Serap CO2 Vegetasi . on/tahu. 173,654 52,729 377,143 168,945 6,25% 4,24% Sisa Emisi yang Tidak Terserap . on/tahu. 605,26 191,22 44,80% 208,20 Persentase Emisi Terserap Tabel 9. Perencanaan Beberapa Jenis Vegetasi untuk Penghijauan di Jalan Protokol Kota Cilegon Nama Lokal Nama Ilmiah Jenis Habitu Jumlah Individu Daya Serap g/tahu. Daya Serap Vegetasi Eksisting . on/tahu. Tabebuya Bunga Kupukupu Glodonga n tiang Bintaro Kamboja Bromelia Giant Handroanthu Bauhinia Perencanaan Vegetasi Pohon Total Daya Serap 173,654 52,729 168,945 662,89 626,11 932,02 Polyalthia Pohon 30 longifolia. Cerbera Pohon 4 manghas Plumeria Perdu 80 10 alba Aechmea Herba 160 20 fasciata Total Penyerapan . g/tahu. Total Penyerapan . on/tahu. Total Penyerapan keseluruhan . on/tahu. 016,42 1,95 121,10 2684,1211 2857,77 203,638 256,37 932,02 209,93202 378,87 Pohon Keterangan: (A: Jalan Ahmad Yani. B: Jalan S. A Tirtayasa. C: Jalan Jendral Sudirma. (Sumber : Analisis data,2. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Perencanaan Penghijauan di Jalan Protokol Kota Cilegon menggunakan Pendekatan Ekonomi Hijau Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan vegetasi di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Jalan S. A Tirtayasa, dan Jalan Jenderal Sudirman dalam menyerap COCC masih rendah. Untuk meningkatkan penambahan vegetasi dengan jenis yang memiliki daya serap tinggi. Mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2012,perencanaan penghijauan menerapkan jarak tanam rapat, yaitu pohon besar dengan jarak 6 meter dan perdu Jenderal Sudirman, penambahan vegetasi menghasilkan daya serap 378,87 ton/tahun dengan alokasi lahan 230 mA. Pemilihan pertimbangan yang sesuai dengan kondisi keefektifan tanaman dalam menyerap CO2. Selain itu, vegetasi ini telah terbukti tahan terhadap iklim di Kota Cilegon, yang umumnya panas dengan tingkat polusi tinggi, terutama karena sebelumnya sudah ditanam di jalan lingkar selatan Kota Cilegon. diperlukan dukungan kebijakan pemerintah Pendekatan Ekonomi Hijau dalam Pengelolaan Vegetasi untuk Reduksi COCC untuk memperluas ruang terbuka hijau Pendekatan ekonomi hijau dalam (RTH) di jalan raya protokol Kota Cilegon. pengelolaan vegetasi di Jalan Protokol Kolaborasi Kota Cilegon berfokus pada integrasi Selain masyarakat menjadi kunci keberhasilan program penghijauan ini demi mengurangi pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi fungsi vegetasi sebagai penyerap karbon dioksida (COCC). Beberapa strategi utama COCC Tabel perencanaan beberapa jenis vegetasi untuk penghijauan di jalan protokol kota cilegon. Berdasarkan Tabel 9 perencanaan penambahan vegetasi. Pada Jalan Ahmad yang dapat dilakukan meliputi: Penambahan Vegetasi Berbasis Efisiensi Lingkungan dan Ekonomi Yani menghasilkan daya serap CO2 sebesar Penambahan 692 tumbuhan di 857,7751 ton/tahun dengan alokasi lahan Jalan Protokol Kota Cilegon menjadi 845 mA. Jalan S. A Tirtayasa juga langkah strategis untuk meningkatkan daya mengalami peningkatan vegetasi dengan serap karbon dioksida hingga 101,43%. daya serap CO2 1. 2356,37 ton/tahun Pemilihan jenis vegetasi dengan daya serap dengan alokasi lahan 5. 049 mA. Pada Jalan karbon tinggi, seperti trembesi (Samanea JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. (Terminalia catapp. , dapat memaksimalkan manfaat Muhlisin. Suharyana, et al. , 2020. Muhlisin & Budiarto, 2. lingkungan dengan biaya yang efisien saman (Handayani et al. , 2024. Purnomo et , 2. Pengelolaan Jejak Ekologis dan Energi Secara Berkelanjutan Kebijakan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Analisis jejak ekologis energi dari merancang strategi mitigasi. Pemerintah Pemerintah Kota Cilegon dapat dapat mendorong penggunaan transportasi publik atau kendaraan rendah emisi di mendukung peningkatan ruang terbuka Jalan hijau di sekitar jalan protokol, revitalisasi taman-taman kota, pengembangan taman Kombinasi ini akan mendukung vegetasi kecamatan, dan penekanan pemenuhan yang ada dalam menyerap emisi dengan ruang terbuka hijau privat terutama di lebih efektif. Kebijakan fiskal hijau dapat lingkungan insustri. Kebijakan ini dilkukan mendorong emisi yang lebih rendah dan sebagai upaya pemenuhan 30% luas ruang terbuka hiaju dari luas wilaah Kota Cilegon sebagai amanat Peraturan Menteri positif antara langkah-langkah fiskal dan Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2008 dan pengurangan emisi (Omodero & Alege. Permen Agraria dan Tata Ruang Nomor 14 Tahun (Muhlisin. Muhlisin et al. , 2. Protokol Pemerintah. Masyarakat, dan Swasta . ollaborative antara pemerintah, masyarakat, dan instiusi Corporate Social Responsibiliy (Muhlisin. COCC menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan pemangku kepentingan. Kolaborasi dapat vegetasi tidak hanya berkontribusi pada Pendekatan Cilegon Dengan pendekatan ini, pengelolaan Kolaborasi Kota Jalan Protokol Kota Cilegon. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Simpulan Total emisi CO2 yang dihasilkan kendaraan bermotor di Jalan Protokol Kota Cilegon mencapai 4. 400,003 ton/tahun. Jalan Ahmad Yani menjadi penyumbang JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 191 Ae 207. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. CO2 terbesar dengan 2. 778,92 menetapkan kebijakan terkait perluasan ton/tahun, diikuti oleh Jalan S. Tirtayasa Ruang Terbuka Hijau (RTH), 243,95 ton/tahun, dan Jalan Jenderal khususnya di Jalan Protokol Kota Sudirman 377,143 ton/tahun. Cilegon. Terdapat 8. 016 tumbuhan di Jalan Masyarakat diharapkan untuk lebih Protokol Kota Cilegon dengan kemampuan sadar akan pentingnya penghijauan dan daya serap vegetasi sebesar 395,328 peran vegetasi dalam mengurangi emisi ton/tahun. COCC. Meskipun terdapat sisa emisi yang belum terserap Perlua danya dorongan penggunaan 004,68 ton/tahun di wilayah rendah emisi untuk mengurangi sumber Pendekatan ekonomi hijau di Jalan emisi karbon di jalan protokol dan Protokol Kota Cilegon mengintegrasikan menjajagi pemberian insentif pajak keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan hijau bagi pengguna kendaraan ramah ekonomi melalui optimalisasi vegetasi sebagai penyerap karbon dioksida (COCC). Strategi utamanya mencakup penambahan 692 tumbuhan untuk meningkatkan daya serap karbon, pengembangan kebijakan ruang terbuka hijau (RTH), kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan swasta, serta Langkah ini tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara berkelanjutan bagi kawasan tersebut. Rekomendasi Perlunya peningkatan jumlah vegetasi dengan kemampuan penyerapan CO2 yang tinggi. Pemerintah DAFTAR PUSTAKA