JPN Jurnal Pembangunan Nagari ISSN: 2527-6387 Vol. No. Desember, 2025. Hal. DOI: 10. 30559/jpn. Copyright A Balitbang Provinsi Sumatera Barat Balitbang Provinsi Sumatera Barat Determinasi Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasien dalam Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Berdasarkan Model UTAUT Nurmaines Adhyka1. Tosi Rahmaddian2. Intan Kamala Aisyiah3. Novia Zulfa Hanum4. Muthia Azzahra5 Universitas Singaperbangsa. Karawang. Indonesia. Email: nurmaines. adhyka@fikes. Universitas Baiturrahmah. Padang. Indonesia. Email: tosi_rahmaddian@fkm. Universitas Baiturrahmah. Padang. Indonesia. Universitas Baiturrahmah. Padang. Indonesia. Universitas Baiturrahmah. Padang. Indonesia. Artikel Diterima: . Oktober 2. Artikel Direvisi: . November 2. Artikel Disetujui: . Desember 2. ABSTRACT Online registration services, which are designed to enhance accessibility and efficiency, remain underutilized in one Type C hospital in Padang. This study aims to analyze the factors influencing patient behavior in using the online registration system based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). quantitative cross-sectional design was employed involving 98 respondents selected through simple random The variables examined included performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, demographic factors, and prior experience. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The findings show that 55. 1% of respondents had not optimally used the online registration system. Several factors were significantly associated with usage behavior, including age, gender, performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, and experience . ll p < 0. Multivariate analysis indicated that effort expectancy was the most dominant factor influencing patient behavior (OR OO . These results highlight that perceived ease of use is the key determinant of patientsAo adoption of digital It is concluded that enhancing patientsAo digital literacy, simplifying the application interface, and strengthening supporting facilities are critical strategies to improve the utilization of online registration systems in hospitals. Keywords: Effort expectancy. Online registration. Patient behavior. UTAUT ABSTRAK Layanan pendaftaran online yang dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan masih menjadi permasalahan pada salah satu rumah sakit (RS) C di Kota Padang karena tingkat pemanfaatannya tetap Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan 98 responden yang dipilih secara acak sederhana. Variabel yang diteliti meliputi performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, serta faktor demografis dan pengalaman. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan bahwa 55,1% responden belum memanfaatkan pendaftaran online dengan optimal. Beberapa faktor berhubungan signifikan, yaitu usia, jenis kelamin, performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, dan pengalaman . emua p < 0,. Analisis multivariat menunjukkan bahwa effort expectancy merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku pasien (OR OO . Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan merupakan determinan utama dalam adopsi layanan digital. Disimpulkan bahwa peningkatan literasi digital pasien, penyederhanaan tampilan aplikasi, dan optimalisasi dukungan fasilitas menjadi strategi penting untuk mendorong pemanfaatan sistem pendaftaran online di rumah sakit. Kata Kunci: Effort Expectancy. Pendaftaran Online. Perilaku Pasien. UTAUT Penulis Koresponden: Nama : Tosi Rahmaddian Email : tosi_rahmaddian@fkm. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 139 Pendahuluan Pemanfaatan layanan pendaftaran online yang dikembangkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi pelayanan rumah sakit masih menjadi permasalahan pada salah satu rumah sakit tipe C di Kota Padang. Rendahnya pemanfaatan layanan ini mengindikasikan adanya masalah perilaku pengguna dalam mengadopsi teknologi digital, yang pada dasarnya merupakan hasil interaksi faktor internal dan eksternal sebagaimana dijelaskan oleh teori perilaku manusia (Fadhila et al. , 2. Padahal, sistem pendaftaran online dirancang untuk mempersingkat waktu tunggu, memperbaiki alur administrasi, dan meningkatkan kepuasan pasien (Faulina et , 2. serta sejalan dengan arah transformasi digital sistem kesehatan Indonesia yang menekankan layanan berbasis teknologi informasi (Rumana et al. , 2. Permasalahan rendahnya adopsi pendaftaran online berdampak pada peningkatan waktu tunggu, ketidakefisienan proses registrasi, dan tidak optimalnya pencapaian standar pelayanan Kondisi ini dapat menghambat pemenuhan tuntutan pelayanan digital sebagaimana diamanatkan dalam regulasi nasional, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima pasien. Selain itu, inefisiensi pendaftaran manual berpotensi menambah beban kerja petugas dan memperpanjang antrian layanan rawat jalan. Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang dikembangkan oleh (Venkatesh et al. , 2. menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam memahami perilaku masyarakat terhadap adopsi layanan digital. Model ini mengintegrasikan delapan teori penerimaan teknologi dan menekankan empat konstruk utama, yaitu performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions. Faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan pengalaman juga menjadi moderator dalam pembentukan perilaku penggunaan teknologi (Dwivedi, 2015. Venkatesh et al. , 2. Meskipun demikian, pengaruh masing-masing konstruk dapat bervariasi antar konteks layanan dan lokasi, sehingga perlu kajian empiris yang lebih spesifik. Penelitian yang menganalisis perilaku penggunaan pendaftaran online di rumah sakit dengan menggunakan pendekatan UTAUT masih terbatas. Hal ini menimbulkan kesenjangan penelitian, mengingat data internal menunjukkan bahwa pemanfaatan pendaftaran online hanya berkisar 2631% sepanjang empat bulan terakhir tahun 2024, jauh di bawah target penerapan pendaftaran digital. Selain itu, hasil wawancara dengan Kepala Instalasi Rekam Medis menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merupakan kelompok usia lanjut yang kurang terbiasa menggunakan teknologi, sehingga sering mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan keluarga. Komentar pengguna di aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (Mobile JKN) dan O. X pada tahun 2023Ae2024 juga mencatat keluhan terkait kuota pendaftaran, ketidaksesuaian jadwal praktik dokter, dan ketidakpastian waktu tunggu antrean. Salah satu rumah sakit swasta tipe C di Kota Padang adalah Rumah Sakit Islam X dengan jumlah kunjungan rawat jalan yang tinggi, yaitu 27. 680 pasien pada tahun 2023 dan 14. pasien pada JanuariAeApril 2024 (Laporan Kunjungan Pasien RSIX, 2. Rumah Sakit Islam X telah menerapkan pendaftaran online sejak 2017 melalui WhatsApp. Mobile JKN, dan O. plikasi milik rumah sakit X), namun penggunaannya tetap rendah meskipun aplikasi telah diperbarui dan diwajibkan. Berdasarkan hasil temuan survei pendahuluan pada Bulan Juni 2024 menunjukkan rendahnya skor performance expectancy . %), effort expectancy . %), social influence . %), dan facilitating condition . %), dan hal ini mengindikasikan adanya hambatan pada faktor-faktor UTAUT. 140 | Nurmaines Adhyka. Tosi Rahmaddian. Intan Kamala Aisyiah. Novia Zulfa Hanum. Muthia Azzahra Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis determinasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online di Rumah Sakit Islam X tahun 2024 dengan menggunakan pendekatan model UTAUT. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi faktor dominan yang memengaruhi perilaku adopsi teknologi, sehingga dapat menjadi dasar bagi rumah sakit dalam penyempurnaan strategi implementasi layanan digital. Metodologi Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Islam (RSI) X pada MeiAeJuli 2024. Alasan pemilihan Rumah Sakit Islam X sebagai lokasi penelitian didasarkan pertimbangan bahwa rumah sakit ini merupakan rumah sakit swasta tipe C dengan jumlah kunjungan rawat jalan yang tinggi . pasien pada tahun 2023 dan 14. 595 pasien pada JanuariAeApril 2. , telah menerapkan pendaftaran online sejak 2017 melalui aplikasi, namun penggunaannya tetap rendah. Selanjutnya juga berdasarkan pertimbangan hasil survei pendahuluan Juni 2024 yang menunjukkan rendahnya skor performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating condition, yang mengindikasikan adanya hambatan pada faktor-faktor UTAUT. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) (Venkatesh et al. , 2. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Dependen: Use Behavior Variabel ini merujuk pada perilaku aktual pasien dalam menggunakan sistem pendaftaran Definisi operasional use behavior dalam penelitian ini mencakup: Frekuensi penggunaan pendaftaran online pada kunjungan sebelumnya. Pilihan metode pendaftaran . nline atau langsun. Konsistensi penggunaan layanan digital ketika tersedia. Kesiapan dan kemauan pasien untuk menggunakan pendaftaran online pada kunjungan Indikator tersebut kemudian dikategorikan menjadi: Baik Ie pasien menggunakan pendaftaran online secara konsisten atau lebih dari satu kali. Kurang Ie pasien tidak pernah atau hanya satu kali menggunakan pendaftaran online meskipun layanan tersedia. Pengukuran dilakukan melalui pertanyaan terstruktur yang dijawab oleh responden pada saat Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan RSI X, dengan total 423 per tahun dan rata-rata 5. 141 pasien per bulan. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin . oleransi 10%), dan diperoleh 98 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, yaitu setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih. Daftar kunjungan pasien harian digunakan sebagai sampling frame, kemudian nomor rekam medis diacak menggunakan tabel angka acak. Responden yang terpilih diminta kesediaannya sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Wawancara dilakukan Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 141 oleh peneliti dan dua enumerator terlatih yang sebelumnya diberikan pelatihan tentang cara menyampaikan pertanyaan, etika wawancara, dan prosedur standar untuk menjaga konsistensi antar pewawancara. Sebelum wawancara dimulai, responden diberikan penjelasan dan menandatangani persetujuan partisipasi. Analisis dilakukan menggunakan SPSS versi 25: Univariat: mendeskripsikan karakteristik responden dan distribusi variabel. Bivariat (Chi-Squar. : menguji hubungan antara masing-masing variabel independen dengan use behavior. Multivariat (Regresi Logistik Gand. : menentukan faktor dominan yang memengaruhi perilaku penggunaan pendaftaran online. Etika Penelitian Penelitian memperoleh izin dari RSI X dan dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip etika penelitian kesehatan, termasuk kerahasiaan data, anonimity, dan persetujuan responden. Hasil dan Pembahasan Gambaran karakteristik responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 1. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap 98 responden pengguna sistem pendaftaran online di Rumah Sakit Islam Padang, diperoleh gambaran umum mengenai karakteristik demografi dan persepsi mereka terhadap faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan sistem digital berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Ditinjau dari segi usia, mayoritas responden merupakan pasien muda . Ae35 tahu. sebesar 55,1%, sedangkan kelompok pasien dewasa (>35 tahu. sebanyak 44,9%. Berdasarkan jenis kelamin, responden perempuan lebih dominan . ,1%) dibandingkan laki-laki . ,9%). Tabel 1. Distribusi Responden di RSI X Umur Pasien Muda . -35 tahu. Pasien Dewasa (>35 tahu. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Poliklinik Tujuan Jantung Penyakit Dalam Saraf Jenis Aplikasi Pendaftaran Online Mobile JKN Periode Penggunaan Pendaftaran Online < 2 tahun > 2 tahun Sumber : Data diolah, 2024 Frekuensi Persentase (%) 142 | Nurmaines Adhyka. Tosi Rahmaddian. Intan Kamala Aisyiah. Novia Zulfa Hanum. Muthia Azzahra Gambar 1. Perbandingan Perilaku Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Berdasarkan Variabel Independen Sumber : Data diolah, 2024 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi use behavior, sebanyak 55,1% responden menunjukkan perilaku penggunaan sistem yang kurang baik, sementara 44,9% sudah menunjukkan perilaku baik. Data ini mengindikasikan bahwa penerimaan teknologi pendaftaran daring masih memerlukan penguatan, khususnya melalui edukasi, sosialisasi, dan pendampingan pengguna. Kondisi serupa ditemukan oleh Suradi . di RS Aisyiyah Pariaman . ,4%) dan Widyapraba dkk. di RSUD Gambiran Kediri . ,0%), yang menegaskan bahwa adopsi sistem digital masih menghadapi hambatan perilaku dan literasi teknologi (Suradi et al. , 2023. Widyapraba et al. , 2. Hasil penelitian pada dimensi performance expectancy, 53,1% responden menyatakan kurang percaya terhadap efektivitas sistem daring, sementara 46,9% menganggap sistem tersebut bermanfaat. Rendahnya kepercayaan ini menunjukkan bahwa sebagian pasien belum merasakan peningkatan efisiensi atau kenyamanan yang signifikan. Temuan ini sejalan dengan Rumana dkk. di RSUP Fatmawati . ,0%) dan Dinata dkk. di RSUD K. Wongsonegoro Semarang . ,3%), yang menunjukkan bahwa ekspektasi pasien terhadap kecepatan dan keakuratan layanan digital belum sepenuhnya terpenuhi (Dinata et al. , 2020. Rumana et al. , 2. Faktor effort expectancy juga menunjukkan tantangan utama dalam adopsi sistem digital, di mana 57,1% responden menyatakan kesulitan dalam menggunakan aplikasi pendaftaran Kesulitan ini sering disebabkan oleh antarmuka aplikasi yang kompleks, kurangnya petunjuk penggunaan, dan keterbatasan literasi digital. Temuan ini konsisten dengan Anggraini . di RSUD Banyumas . ,2%), yang menyoroti pentingnya desain aplikasi yang ramah pengguna . ser-friendl. dan dukungan teknis bagi pasien (Anggraini et al. , 2. Dalam dimensi social influence, 56,1% responden menyatakan adanya pengaruh sosial dalam penggunaan pendaftaran daring. Faktor sosial, seperti dukungan keluarga, teman, atau tenaga kesehatan, terbukti memiliki peran penting dalam meningkatkan partisipasi pasien terhadap sistem digital. Penelitian di RSUD Tugurejo Semarang yang dilakukan oleh Hanifah , dengan tingkat dukungan sosial sebesar 61,0%, menunjukkan bahwa faktor sosial memberikan kontribusi positif terhadap penerimaan teknologi baru di sektor kesehatan (Hanifah et al. , 2. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 143 Hasil dari dimensi facilitating condition, terlihat bahwa 51,0% responden menilai fasilitas pendukung belum memadai, sementara 49,0% menyatakan sudah cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa aspek infrastruktur, seperti ketersediaan jaringan internet, petugas pendamping, dan panduan teknis, masih perlu ditingkatkan. Temuan tersebut memperkuat studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa kesiapan sistem pendukung berperan besar dalam mendorong efisiensi layanan digital, sebagaimana ditunjukkan pada penelitian di RSUD dr. Soewandhie Surabaya . ,0%) dan RSUD Wongsonegoro . ,6%) (Nugroho & Hariani, 2. Proporsi responden yang belum berpengalaman dalam pendaftaran online mencapai 54,1%, mengindikasikan bahwa mayoritas pengguna masih berada pada fase adaptasi terhadap layanan digital. Temuan ini konsisten dengan kajian di RSUD dr. Slamet Garut dan RSUP Prof. Dr. Kandou Manado, yang menemukan bahwa pengalaman penggunaan sebelumnya merupakan determinan penting dalam membentuk persepsi kemudahan serta kepuasan terhadap teknologi rumah sakit (Nurjaman et al. , 2. Variabel Usia Jenis Kelamin Performance Expectancy Effort Expectacy Social Influency Facilitating Condition Experience Tabel 2. Analisis Bivariat Perilaku Kurang Baik Kategori n (%) Pasien Muda . -35 t. Pasien Dewasa (>35 t. Laki-laki 29 . Perempuan 25 . Kurang Percaya 32 . Percaya 22 . Kurang Baik 35 . Baik 19 . Kurang Baik 35 . Baik 19 . Kurang Baik 32 . Baik 22 . Belum Berpengalaman 32 . Sudah Berpengalaman 22 . Perilaku Baik n (%) 26 . p-value 0,004 0,001 0,003 0,000 0,000 0,001 0,003 Sumber: Data diolah, 2024 Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online . = 0,. Pasien dewasa (>35 tahu. dengan perilaku kurang baik sebesar 64,7%, lebih tinggi dibandingkan pasien muda . Ae35 tahu. sebesar 44,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa pasien muda lebih adaptif terhadap teknologi digital, sedangkan pasien dewasa masih menghadapi hambatan dalam literasi digital dan kepercayaan terhadap sistem daring. Hasil penelitian ini sejalan dengan studi sebelumnya yang mengindikasikan bahwa perbedaan usia berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan dan kepercayaan diri dalam pemanfaatan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, intervensi berupa pendampingan dan pelatihan digital bagi kelompok usia dewasa menjadi penting untuk memfasilitasi proses adaptasi mereka terhadap sistem pendaftaran online (Rohman & Marsilah. Uji statistik juga menunjukkan hubungan bermakna antara jenis kelamin dan perilaku penggunaan . = 0,. , di mana pasien laki-laki yang berperilaku kurang baik sebesar 65,9%, lebih tinggi dibandingkan perempuan . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa perempuan lebih aktif dan responsif terhadap layanan digital rumah sakit, kemungkinan karena peran mereka dalam pengelolaan kesehatan keluarga dan preferensi terhadap kemudahan layanan. Hasil ini 144 | Nurmaines Adhyka. Tosi Rahmaddian. Intan Kamala Aisyiah. Novia Zulfa Hanum. Muthia Azzahra selaras dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa faktor gender memengaruhi tingkat penerimaan terhadap teknologi. Oleh karena itu, rumah sakit perlu merancang strategi komunikasi dan edukasi digital yang lebih inklusif, dengan pendekatan yang disesuaikan antara laki-laki dan perempuan untuk meningkatkan adopsi sistem pendaftaran online (Suradi et al. Hubungan Performance Expectancy dengan Perilaku Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara performance expectancy dan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online . = 0,. Sebagian besar pasien yang kurang percaya terhadap manfaat sistem . ,5%) menunjukkan perilaku penggunaan yang kurang baik, sedangkan pasien yang percaya terhadap manfaat sistem . ,2%) menunjukkan perilaku yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa persepsi pasien terhadap kegunaan sistem menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan pendaftaran online secara konsisten. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa semakin kuat keyakinan pasien terhadap manfaat teknologi, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk memanfaatkannya (Rahmaddian et al. , 2025. Rumana et al. , 2021. Tami et al. Secara teoretis, performance expectancy mencerminkan sejauh mana individu percaya bahwa teknologi akan meningkatkan efisiensi dan kinerja (Venkatesh et al. , 2. Dalam konteks rumah sakit, pasien yang meyakini bahwa sistem pendaftaran online dapat mempercepat proses administrasi dan mengurangi waktu tunggu akan lebih terdorong untuk Sebagai upaya untuk meningkatkan kepercayaan pasien, rumah sakit perlu memastikan keandalan dan responsivitas sistem melalui pemantauan berkala, pembaruan sistem IT, serta peningkatan layanan bantuan teknis. Upaya seperti perbaikan bug aplikasi, penyediaan alternatif jalur pendaftaran, dan respons cepat terhadap keluhan pasien dapat memperkuat persepsi manfaat dan meningkatkan loyalitas pengguna. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori UTAUT bahwa performance expectancy merupakan salah satu faktor kunci dalam pembentukan perilaku penggunaan teknologi di bidang layanan kesehatan. Hubungan Effort Expectancy dengan Perilaku Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara effort expectancy . arapan terhadap kemudahan penggunaa. dan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online . = 0,. Sebanyak 62,5% pasien yang merasa penggunaan aplikasi sulit menunjukkan perilaku kurang baik, sedangkan 54,8% pasien yang merasa prosesnya mudah menunjukkan perilaku baik. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi kemudahan penggunaan merupakan faktor utama dalam menentukan keberhasilan adopsi sistem digital rumah sakit. Temuan tersebut mengonfirmasi bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap minat dan perilaku adopsi teknologi digital, sebagaimana dibuktikan dalam penelitian di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan di Cina (Sulistiyowati et al. , 2024. Yu et al. Secara teoretis, effort expectancy menggambarkan sejauh mana pengguna percaya bahwa teknologi mudah dipahami dan dioperasikan (Venkatesh et al. , 2. Pasien yang Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 145 merasakan antarmuka aplikasi sederhana dan navigasi yang jelas cenderung memiliki motivasi dan kepercayaan diri lebih tinggi dalam menggunakan sistem daring. Dalam rangka memperkuat persepsi kemudahan tersebut, rumah sakit disarankan menerapkan desain aplikasi yang berorientasi pada pengguna . ser-centered desig. , meningkatkan panduan penggunaan, serta menyediakan dukungan teknis langsung bagi pasien yang mengalami kesulitan. Program sosialisasi digital khusus bagi pasien dewasa juga penting untuk mengatasi kesenjangan literasi teknologi. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori UTAUT bahwa effort expectancy memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pengguna, dan bahwa kemudahan akses merupakan kunci keberhasilan implementasi sistem pendaftaran online di rumah sakit. Hubungan Social Influence dengan Perilaku Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara social influence . engaruh sosia. dan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online . = 0,. Sebanyak 63,6% pasien dengan pengaruh sosial rendah menunjukkan perilaku kurang baik, sedangkan 55,6% pasien dengan pengaruh sosial tinggi menunjukkan perilaku yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan dari keluarga, teman, dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi dan kepercayaan pasien untuk menggunakan sistem daring. Hasil penelitian ini konsisten dengan kajian sebelumnya yang mengindikasikan bahwa dukungan sosial menjadi faktor penting yang meningkatkan partisipasi pasien dalam layanan digital rumah sakit, sebagaimana terlihat pada studi di RSUD K. Wongsonegoro Semarang . = 0,. dan penelitian Hanifah dkk. (Hanifah et al. , 2018. Nugroho & Hariani. Dalam kerangka teori UTAUT, social influence mencerminkan sejauh mana dorongan sosial dari lingkungan memengaruhi keputusan individu untuk menggunakan teknologi (Venkatesh et al. , 2. Sebagai upaya untuk meningkatkan efek positif pengaruh sosial, rumah sakit dapat melakukan kampanye edukatif berbasis komunitas, menampilkan testimoni pasien, serta melibatkan tenaga kesehatan sebagai duta digital . igital health ambassado. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat persepsi positif dan meningkatkan adopsi sistem pendaftaran Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori UTAUT bahwa social influence merupakan faktor eksternal signifikan yang berperan dalam membentuk niat dan perilaku pengguna teknologi di layanan kesehatan. Hubungan Facilitating Condition dengan Perilaku Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara facilitating condition . ondisi pemfasilitas. dan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online . = 0,. Sebanyak 64,0% pasien yang menilai fasilitas pendukung belum memadai menunjukkan perilaku kurang baik, sedangkan 54,2% pasien yang merasa fasilitas sudah memadai menunjukkan perilaku yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketersediaan sarana dan dukungan teknis menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan penggunaan sistem digital di rumah sakit. 146 | Nurmaines Adhyka. Tosi Rahmaddian. Intan Kamala Aisyiah. Novia Zulfa Hanum. Muthia Azzahra Penelitian ini konsisten dengan hasil studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa infrastruktur teknologi, ketersediaan akses internet, serta dukungan teknis berperan penting dalam meningkatkan tingkat adopsi layanan digital (Astuti et al. , 2020. Nugroho & Hariani. SaAoidah, 2. Dalam kerangka teori UTAUT (Venkatesh et al. , 2. , facilitating condition menggambarkan sejauh mana individu percaya bahwa infrastruktur organisasi dan dukungan teknis tersedia untuk mendukung penggunaan teknologi. Untuk meningkatkan efektivitas sistem pendaftaran online, rumah sakit perlu memastikan tersedianya fasilitas yang ramah pengguna, seperti koneksi internet stabil, perangkat pendaftaran mandiri . elf-service kios. , serta petugas pendamping bagi pasien yang mengalami Selain itu, penyediaan panduan penggunaan aplikasi dan pelatihan internal bagi petugas dapat memperkuat keandalan sistem. Hasil penelitian ini memperkuat model UTAUT bahwa facilitating condition merupakan komponen kunci yang memengaruhi perilaku penggunaan teknologi dalam konteks layanan kesehatan digital. Hubungan Experience dengan Perilaku Penggunaan Sistem Pendaftaran Online Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara experience . engalaman penggun. dan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online . = 0,. Sebanyak 65,9% pasien yang belum berpengalaman menunjukkan perilaku kurang baik, sedangkan 51,1% pasien yang sudah berpengalaman menunjukkan perilaku yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman langsung dalam menggunakan teknologi berpengaruh kuat terhadap tingkat penerimaan dan konsistensi penggunaan sistem pendaftaran Hasil penelitian ini sejalan dengan kajian terdahulu yang mengindikasikan bahwa pengalaman penggunaan teknologi di masa lalu merupakan determinan penting yang membentuk kepercayaan diri, persepsi kemudahan, serta tingkat kepuasan pasien dalam mengadopsi layanan digital (Adhyka et al. , 2025. Mishra et al. , 2016. Nurjaman et al. Putera et al. , 2. Dalam konteks teori UTAUT (Venkatesh et al. , 2. , experience berperan sebagai faktor moderasi yang memperkuat hubungan antara persepsi kemudahan, kepercayaan terhadap sistem, dan perilaku aktual pengguna. Untuk memperluas pengalaman pengguna, rumah sakit disarankan melakukan edukasi digital berkelanjutan, seperti pelatihan singkat di loket pendaftaran, penyediaan panduan interaktif dalam aplikasi, serta pendampingan langsung bagi pengguna baru. Selain itu, program patient digital literacy dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan pasien dalam mengoperasikan sistem daring. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori UTAUT bahwa experience merupakan elemen penting dalam membentuk perilaku dan keberlanjutan penggunaan teknologi dalam layanan kesehatan modern. Variabel Independen Usia Gender Performance Expectacy Effort Expectacy Social Influency Facilitating Condition Experience Sumber: Data diolah, 2024 Tabel 3. Analisis Multivariat p-value 0,112 0,457 0,001 0,041 0,451 0,028 0,319 0,442 0,004 0,974 0,910 0,000 0,006 0,431 0,001 0,763 0,436 0,001 1,201 0,928 0,016 OR (Exp B) 18,892 19,960 13,750 28,378 19,994 21,441 13,325 Keterangan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 147 Berdasarkan hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda, seluruh variabel independen dalam model menunjukkan hubungan yang bermakna dengan perilaku pasien dalam penggunaan sistem pendaftaran online di Rumah Sakit Islam X Padang . < 0,. Variabel effort expectancy . arapan terhadap kemudahan penggunaa. merupakan faktor paling dominan dengan nilai p = 0,000 dan OR = 28,378, yang berarti pasien yang menilai aplikasi mudah digunakan memiliki kemungkinan sekitar 28 kali lebih besar untuk berperilaku baik dibandingkan mereka yang merasa kesulitan. Hasil ini menegaskan bahwa persepsi kemudahan merupakan determinan utama dalam penerimaan dan keberlanjutan penggunaan sistem digital rumah sakit. Dalam konteks pelayanan kesehatan, penelitian oleh (A. Mishra et al. , 2. dan (Rumana et al. , 2. , juga menegaskan bahwa semakin mudah suatu sistem digunakan, semakin tinggi tingkat partisipasi pasien terhadap layanan digital rumah sakit (Kapoor et al. Rumana et al. , 2. Selain itu, variabel facilitating condition . ondisi pemfasilitas. menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku pasien . = 0,001. OR = 21,. Hal ini menunjukkan bahwa tersedianya fasilitas pendukung seperti jaringan internet yang stabil, panduan penggunaan aplikasi, serta bantuan teknis dari petugas pendaftaran sangat berperan dalam meningkatkan penggunaan sistem daring. Hasil ini menunjukkan keselarasan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan bahwa kesiapan infrastruktur dan dukungan organisasi merupakan faktor penting dalam memperkuat adopsi sistem digital di rumah sakit (Nugroho & Hariani, 2018. SaAoidah, 2. Faktor social influence . engaruh sosia. juga berpengaruh signifikan . = 0,001. OR = , mengindikasikan bahwa dukungan dari keluarga, teman, dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan motivasi serta kepercayaan pasien dalam memanfaatkan pendaftaran online. Temuan serupa menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan dalam mempercepat adopsi teknologi dengan mendorong terbentuknya norma positif dalam penggunaan layanan kesehatan digital (Hanifah et al. , 2. Variabel performance expectancy . arapan terhadap kinerja siste. turut menunjukkan hubungan signifikan . = 0,004. OR = 13,. Pasien yang percaya bahwa sistem daring memberikan manfaat nyata seperti efisiensi waktu, kemudahan akses, dan peningkatan kualitas pelayanan cenderung lebih aktif menggunakan sistem tersebut. Temuan tersebut konsisten dengan studi sebelumnya yang menyatakan bahwa persepsi manfaat sistem berkontribusi signifikan terhadap keputusan fasilitas kesehatan dalam mengadopsi teknologi informasi (Dinata et al. , 2020. Suradi et al. , 2. Dari sisi karakteristik individu, usia dan jenis kelamin juga berpengaruh signifikan terhadap perilaku pasien. Pasien muda . Ae35 tahu. lebih adaptif terhadap teknologi . = 0,001. OR = 18,. , sementara pasien perempuan lebih aktif dan konsisten menggunakan layanan digital dibanding laki-laki . = 0,028. OR = 19,. Hasil tersebut sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa individu dalam kelompok usia produktif dan perempuan cenderung memiliki literasi digital yang lebih tinggi serta lebih menerima inovasi berbasis teknologi (Afdoli & Malau, 2019. Rohman & Marsilah, 2. Selain itu, pengalaman . juga menjadi faktor penting . = 0,016. OR = , di mana pasien yang memiliki pengalaman sebelumnya dalam menggunakan aplikasi lebih cenderung untuk terus memanfaatkannya. Hal ini mendukung teori pembelajaran perilaku 148 | Nurmaines Adhyka. Tosi Rahmaddian. Intan Kamala Aisyiah. Novia Zulfa Hanum. Muthia Azzahra dalam model UTAUT2 (Venkatesh et al. , 2. , bahwa pengalaman positif terhadap sistem akan memperkuat niat dan konsistensi penggunaan teknologi di masa mendatang. Secara keseluruhan, hasil analisis ini menegaskan bahwa seluruh konstruk utama UTAUTAiyakni performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditionAibersama faktor demografis . sia, gender, dan pengalama. berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan sistem pendaftaran online. Faktor effort expectancy menjadi determinan paling dominan, sehingga rumah sakit perlu memprioritaskan peningkatan kemudahan penggunaan, pelatihan digital, penyederhanaan antarmuka aplikasi, serta penguatan dukungan teknis agar seluruh pasien, termasuk kelompok usia lanjut, dapat memanfaatkan sistem secara optimal. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menginterpretasikan hasil. Pertama, desain penelitian cross sectional hanya menangkap kondisi pada satu waktu, sehingga tidak dapat menjelaskan perubahan perilaku penggunaan sistem pendaftaran online dalam jangka panjang. Kedua, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuesioner yang berpotensi menimbulkan response bias, misalnya akibat kecenderungan responden memberikan jawaban yang dianggap paling sesuai secara sosial . ocial desirability bia. Selain itu, data berasal dari satu rumah sakit sehingga generalisasi temuan ke fasilitas kesehatan lain yang memiliki karakteristik berbeda harus dilakukan dengan hati-hati. Variabel use behavior juga diukur menggunakan indikator persepsi, bukan data penggunaan aktual . isalnya system lo. , sehingga hasilnya mungkin belum menggambarkan perilaku penggunaan secara objektif. Pembagian kategori seperti AubaikAy dan Aukurang baikAy menggunakan cut-off skor tertentu dapat pula menyederhanakan variasi persepsi responden. Kesimpulan dan Rekomendasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik demografi serta beberapa konstruk utama UTAUT memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku penggunaan layanan digital Performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, dan pengalaman terbukti berkontribusi terhadap kecenderungan pasien untuk menggunakan sistem pendaftaran online. Sementara itu, variabel usia dan jenis kelamin juga memperlihatkan pola hubungan tertentu terhadap tingkat pemanfaatan layanan digital. Secara keseluruhan, faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku penggunaan adalah effort expectancy . emudahan penggunaa. dengan nilai OR = 28,378, yang menegaskan pentingnya persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan dalam meningkatkan adopsi layanan pendaftaran berbasis Penelitian ini memberikan gambaran bahwa pemanfaatan sistem pendaftaran online di rumah sakit dipengaruhi oleh kombinasi faktor individual, persepsi teknologi, dan dukungan fasilitas, sehingga penguatan ekosistem digital menjadi elemen penting dalam meningkatkan penggunaan sistem secara berkelanjutan. Beberapa rekomendasi penelitian yang diusulkan adalah sebagai berikut: Perlu peningkatan kemudahan penggunaan sistem, termasuk penyederhanaan tampilan, penyediaan panduan visual, dan optimalisasi alur pendaftaran agar lebih intuitif bagi seluruh kelompok usia. Jurnal Pembangunan Nagari. Vol. No. Desember, 2025 | 149 Memperkuat sosialisasi dan edukasi digital melalui media rumah sakit, petugas layanan, maupun kanal online untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman pasien dalam menggunakan aplikasi. Menyediakan dukungan fasilitas . acilitating condition. seperti helpdesk, customer service digital, dan titik layanan bantuan khusus di area rumah sakit untuk pasien dengan literasi teknologi rendah. Mengoptimalkan persepsi manfaat . erformance expectanc. dengan menampilkan keunggulan nyata seperti waktu tunggu yang lebih singkat, kepraktisan administrasi, dan integrasi dengan layanan klinis. Melakukan evaluasi berkala berbasis data penggunaan aktual, misalnya melalui system log, untuk menilai efektivitas kebijakan digital dan mengidentifikasi hambatan penggunaan secara lebih komprehensif. Mengembangkan strategi inklusi digital agar sistem lebih ramah bagi pasien lansia, pasien dari kelompok pendidikan rendah, atau mereka yang jarang menggunakan teknologi Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih kepada Direktur RSI X Kota Padang beserta jajaran serta pasien yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Konflik Kepentingan Penulis menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dalam penelitian dan penulisan artikel Referensi