34 Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . PKM Edukasi dan Pelatihan Keselamatan Berkendara Bagi Pengemudi Ojek di Kota Makassar Qadriathi Dg Bau1. Sulaiman A2. Idham Khalid Daeng Patunru3 Universitas Negeri Makassar1 Politeknik Negeri Kupang2 Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba3 Email: qadriathi. bau@unm. Abstrak. Ketidakdisiplinan dalam berlalu lintas menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan. Mengendarai sepeda motor sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Motor dipilih sebagai moda transportasi untuk berbagai keperluan, mulai dari berangkat sekolah, bekerja, hingga untuk sekedar menyalurkan hobi. Tak sedikit juga yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada sepeda motor. Salah satu cara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan memberikan edukasi atau pembelajaran tentang cara berlalu lintas yang baik dan benar kepada pengemudi ojek. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan pelatihan keselamatan berkendara bagi pengemudi ojek di Kota Makassar. Adapun manfaatnya diharapkan meningkatkan perilaku safety riding atau keselamatan berkendara bagi pengemudi ojek karena safety riding dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Berdasarkan hasil pelatihan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pengemudi ojek sebagai mitra mengenai keselamatan berkendara atau safety riding semakin tinggi Kata Kunci: Keselamatan Berkendara. Pengemudi Ojek. Kota Makassar PENDAHULUAN Ketidakdisiplinan dalam berlalu lintas menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan. Salah satu cara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan memberikan edukasi atau pembelajaran tentang cara berlalu lintas yang baik dan benar. Perilaku berkendara tidak aman merupakan perilaku yang dapat membahayakan individu pengendara dan individu lain yang ada di sekitarnya (Nirmala dan Patria, 2. Pada umumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi karena individu melakukan perilaku berisiko atau tidak aman ketika berkendara. Perilaku berkendara tidak aman diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti berkendara dengan kecepatan tinggi, berkendara dalam kondisi mabuk, berkendara tanpa lisensi, tidak menggunakan helm, tidak pelanggaran rambu- rambu. Faktor lain yang menyebabkan kecelakaan adalah kondisi Rem berpengaruh pada kondisi kendaraan. Perlunya pengecekan rutin kendaraan oleh pengemudi pada bagian kendaraan . an, rem, mesi. sebelum dijalankan dapat menjadi upaya untuk menghindari kecelakaan lalu lintas (Rianti dan Farida, 2022. Qadriathi dan Bakhrani, 2. Mengendarai sepeda motor sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari bagi mayoritas masyarakat Indonesia. Motor dipilih sebagai moda transportasi untuk berbagai keperluan, mulai dari berangkat sekolah, bekerja, hingga untuk sekedar menyalurkan hobi. Tak sedikit juga yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada sepeda motor, seperti para pengemudi Ojek Online yang mengandalkan kendaraan ini untuk menjalankan berbagai layanan transportasi dan pengantaran. Pengendara kecelakaan dalam berkendara yang berarti terdapat perbedaan perilaku safety riding berdasarkan riwayat kecelakaan (Septiari dkk, 2. Pengendara yang menggunakan PKM Edukasi dan Pelatihan Keselamatan Berkendara. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . kendaraan dengan tidak aman cenderung menurun seiring bertambahnya pengalaman, pengalaman kesalahan dalam berkendara hingga mengakibatkan kecelakaan, dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan menilai risiko (Wahyuningsih dan Ramdana. Qadriathi dan Rahmansyah, 2. Keselamatan berkendara bagi pengemudi ojek sangat penting, baik untuk diri sendiri maupun penumpang. Pengemudi ojek perlu menggunakan perlengkapan berkendara lengkap, mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga jarak aman, serta berkendara dengan Perilaku berkendara tidak aman membahayakan individu pengendara dan individu lain yang ada di sekitarnya. Safety riding adalah upaya atau program berkendara dengan selamat yang dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan dampak akibat kecelakaan lalu lintas. Tujuan keselamatan berkendara bagi pengemudi ojek di Kota Makassar. Adapun manfaatnya diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pengemudi ojek guna meningkatkan perilaku safety riding atau keselamatan berkendara karena safety riding dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan Beberapa faktor internal tersebut pengetahuan, sikap, pendidikan, persepsi, riwayat kecelakaan dan masa berkendara. Ditinjau dari faktor eksternal yaitu: cuaca, kondisi jalan, dukungan keluarga dan peran teman kerja. Safety riding merupakan perilaku aman berkendara. Perilaku sendiri dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu: predisposisi . engetahuan, pemungkin . asa berkendara, kepemilikan Surat ijin mengemudi, riwayat kecelakaa. , dan pendorong . ukungan keluarga, peran teman kerja Atas dasar seluruh uraian tersebut di atas, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) khususnya pengemudi ojek sebagai mitra yang terdiri dari penyuluhan seperti ceramah diselingi pelatihan keselamatan berkendara diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengemudi ojek sebagai mitra terkait bagaimana mengemudi motor yang baik dan benar. Indikator pengabdian ini dapat dilihat dari perubahan tingkat pengetahuan dan kemampuan mitra dalam mengemudi motor secara baik dan METODE PELAKSANAAN Berdasarkan tujuan dan target yang akan dicapai dan hasil identifikasi serta observasi yang dilakukan maka langkah-langkah yang dilakukan untuk mendukung realisasi kegiatan terdiri atas 5 tahap yakni: . tahap perencanaan, . tahap persiapan, . tahap pelatihan, . tahap monitoring dan evaluasi, dan . tahap pelaporan. Tahap perencanaan dilakukan survei ke komunitas ojek di Kota Makassar. Pada pelaksanaan survei awal ini juga dilakukan pengambilan data awal tentang bagaimana pengetahuan pengemudi ojek mengenai safety riding. Tahap persiapan merupakan tahap persiapan perizinan dan lokasi kegiatan PKM beserta kelengkapannya. Tahap dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta saat praktik. Pada tahap ini terbagi menjadi tiga sesi yaitu sesi pertama terkait penyajian materi keselamatan Tahap kedua memberikan demonstrasi berkendara yang aman seperti memberikan contoh persiapan sebelum Sesi ketiga diskusi mengenai rambu maupun marka. Tahap pelatihan ini memberikan contoh keselamatan berkendara sebagai contoh pemakaian helm yang baik dan benar. Tahap selanjutnya yaitu monitoring dan Pada tahap ini dilakukan evaluasi hasil pemahaman pengemudi ojek terhadap materi keselamatan berkendara. Selanjutnya, tahap akhir kegiatan PKM berupa pembuatan PKM Edukasi dan Pelatihan Keselamatan Berkendara. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . laporan akhir kegiatan sekaligus pelaporan hasil kegiatan PKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan PKM ini diikuti oleh komunitas ojek sebagai mitra kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan pelatihan. Adapun pelaksanaan kegiatan sebagai Penyampaian materi pelatihan Materi disajikan secara bertahap terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama terkait penyajian materi keselamatan berkendara atau safety Tim pengabdi menyampaikan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas maupun persiapan pengemudi ojek sebelum Selanjutnya diskusi berserta tanya jawab untuk mengetahui pemahaman mitra dalam berkendara guna meningkatkan Beberapa materi yang diberikan kepada pengemudi Ojek agar lebih aman dan nyaman saat berkendara, yaitu: Cara menggunakan Riding Gear secara Lengkap, yaitu: pastikan selalu memakai perlengkapan berkendara yang memadai, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan Selain menjaga keamanan, ini kenyamanan saat berada di jalan. Sediakan juga helm untuk penumpang, dan untuk kenyamanan ekstra, berikan penutup kepala atau shower cap agar penumpang merasa lebih higienis saat menggunakan helm yang disediakan. Merencanakan rute dengan bijak terdiri bayangkan terlebih dahulu rute yang akan diambil sambil melihat panduan dari peta di smartphone. Hindari Jika ragu mengenai arah, sebaiknya berhenti sejenak di tepi jalan untuk memeriksa rute. Ini penting untuk menjaga fokus dan mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi di depan. Mengutamakan keselamatan, bukan keselamatan penumpang dan diri Hindari terburu-buru, meskipun dikejar waktu. Perkirakan waktu penjemputan dan pengantaran dengan mengorbankan keselamatan. Ingat, keselamatan adalah yang paling utama dalam setiap perjalanan. Gambar 1. Tim Pengabdi Memberikan Materi Keselamatan Berkendara Demonstrasi Pada sesi kedua tim pengabdi melakukan demostrasi cara berlalu lintas salah satunya mempraktekkan cara penggunaan helm yang Gambar 2. Tim Pengabdi Mempraktekkan Cara Penggunaan Helm yang Benar PKM Edukasi dan Pelatihan Keselamatan Berkendara. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . Tahap Evaluasi Tahap pelaksanaan evaluasi ini merupakan tahap akhir pelaksanaan kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui pemahaman pengemudi ojek sebagai mitra mengenai keselamatan berkendara dengan memberikan kuiz. Hasil Kegiatan Berdasarkan program pendidikan dan pelatihan mengenai keselamatan berkendara untuk pengemudi ojek di Makassar diperoleh informasi bahwa para peserta atau mitra menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi yang disajikan. Sesi pelatihan banyaknya interaksi timbal balik antara penyaji dan peserta. Selain itu, setiap peserta menerima bimbingan dan instruksi secara khusus agar materi yang disampaikan dapat dimengerti dan diterapkan dengan baik, meskipun ada beberapa tantangan yang dihadapi selama sesi pelatihan. Sesi terakhir hati-hati mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih aman dan juga mendatangkan kepuasan, tanpa harus menghadapi risiko yang tidak perlu. Setelah semua materi keselamatan berkendara disampaikan selanjutnya sebagian peserta atau mitra melakukan praktik langsung cara mengendarai kendaraan yang baik dan benar didampingi oleh tim pengabdi sehingga memudahkan dalam melakukan didampingi oleh pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Makassar. Gambar 3. Foto Bersama Tim Pengabdi dengan Mitra Pada kegiatan ini, ada beberapa hal yang menjadi faktor penghambat yaitu masih ada pengemudi ojek yang masih menggunakan helm tidak ber-SNI dan ada juga pengemudi yang mengabaikan penggunaan perlengkapan mengemudi seperti jaket pelindung diri. Namun, terdapat juga faktor pendukung seperti dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Makassar. Kepolisian maupun Jasa Raharja untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan serta minat dan antusias para pengemudi ojek sebagai mitra cukup tinggi dalam mendukung terlaksananya kegiatan sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami dan diserap dengan baik. KESIMPULAN Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa berkendara bagi pengemudi ojek oleh tim PKM dengan menggunakan metode ceramah, demostrasi, diskusi serta pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta mengenai keselamatan berkendara atau safety riding. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dinas Perhubungan Kota Makassar. Kepolisian, dan Jasa Raharja atas Terima pengabdian kepada masyarakat ini yaitu komunitas ojek Kota Makassar. PKM Edukasi dan Pelatihan Keselamatan Berkendara. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2025 . DAFTAR PUSTAKA