Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Hubungan Literasi Numerasi Aspek Konteks Indikator Saintifik dan Aspek Level Kognitif Indikator Pengetahuan Peserta Didik Rifda Nur Hikmahwati Arif1. Salma Samputri2. Nurfitra Yanto3 1,2,3 Program Studi Pendidikan IPA. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia Info Artikel ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif yang bertujuan untuk mengetahui . seberapa tinggi literasi numerasi aspek konteks indikator saintifik peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar, . seberapa tinggi literasi numerasi aspek level kognitif indikator pengetahuan peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar, . ada tidaknya hubungan literasi numerasi pada aspek level kognitif indikator pengetahuan dengan aspek konteks indikator saintifik peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling sehingga sampel dalam Literasi Numerasi, penelitian adalah 35 peserta didik. Instrumen penelitian berupa soal pilihan Aspek Level Kognitif, ganda sebanyak 8 butir. Teknik pengumpulan data yaitu dengan Aspek Konteks pemberian tes secara langsung di sekolah. Data diolah menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi pearson dengan bantuan SPSS 23. Keywords: Hasil analisis menunjukkan bahwa. literasi numerasi aspek konteks indikator saintifik peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar berada pada Numeracy Literacy, kategori 66,43. literasi numerasi aspek level kognitif indikator Cognitive Level Aspects, pengetahuan peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar berada pada Context Aspects kategori tinggi yaitu 66,57. Hasil penelitian yang diperoleh adalah r hitung > r tabel atau 0,610 > 0,334 yang menunjukkan bahwa terdapat Corresponding Author: hubungan positif antara aspek level kognitif indikator pengetahuan dengan Rifda Nur Hikmahwati aspek konteks indikator saintifik peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar yaitu 0,610 yang termasuk dalam kategori tinggi. Arif Email: rifdanha@unm. ABSTRACT This research is a correlative descriptive study which aims to find out . how high the numeracy literacy is in the context aspect of the scientific indicators of class Vi students at SMPN 3 Makassar, . how high the numeracy literacy is in the cognitive level aspect of the knowledge indicator of class Vi students at SMPN 3 Makassar, . there is whether there is a relationship between numeracy literacy in the cognitive level aspects of knowledge indicators and the context aspects of scientific indicators of class Vi students at SMPN 3 Makassar. The population of this study was class Vi students at SMPN 3 Makassar. The sample was selected using a purposive sampling technique so that the sample in the study was 35 The research instrument is in the form of 8 multiple choice The data collection technique is by giving tests directly at The data was processed using descriptive statistical analysis and Pearson correlation with the help of SPSS 23. The results of the analysis showed that. numeracy literacy in the context aspect of scientific indicators for class Vi students at SMPN 3 Makassar is in the 66. numeracy literacy aspect of the cognitive level of knowledge indicators for class Vi students at SMPN 3 Makassar is in the high category, namely 66. The research results obtained were r count > r _________________ Sejarah Artikel: Diterima: bulan, tahun Disetujui: bulan, tahun Dipublikasi: bulan, tahun _________________ Kata kunci: Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 424 | 430 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. table or 0. 610 > 0. 334 which shows that there is a positive relationship between the cognitive level aspect of the knowledge indicator and the context aspect of the scientific indicator for class Vi students at SMPN 3 Makassar, namely 0. 610 which is included in the high category. A 2023 Rifda Nur Hikmahwati Arif. Salma Samputri. Nurfitra Yanto This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license PENDAHULUAN Kompetensi literasi numerasi menjadi syarat penting dalam mengembangkan kemampuan abad ke-21. Pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dianggap penting untuk mengintegrasikan kompetensi literasi numerasi. Keterampilan ini memiliki nilai penting bagi setiap individu karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir Selain itu, kompetensi literasi numerasi juga membantu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan pengetahuan matematika, termasuk simbol dan angka (Diva. Khafidin, & Ulya, 2. Literasi numerasi meliputi tiga hal penting, yaitu berhitung, relasi numerasi, dan operasi aritmatik. Berhitung adalah kemampuan untuk menghitung dengan kata-kata dan mengenali jumlah benda. Sedangkan relasi numerasi berkaitan dengan kemampuan membandingkan jumlah benda seperti lebih banyak, lebih sedikit, lebih tinggi, atau lebih pendek. Sementara itu, operasi aritmatik mencakup kemampuan melakukan penjumlahan dan pengurangan dasar. Ketiga aspek ini merupakan dasar-dasar penting dalam pembelajaran matematika yang sebaiknya dikenalkan kepada anak sejak usia dini hingga masuk ke kelas rendah (Mahmud & Pratiwi, 2. Untuk mendukung berkembangnya literasi numerasi, pada tahun 2021 diadakan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mencakup literasi membaca dan numerasi. Oleh karena itu, sebaiknya guru Sekolah Dasar (SD) lebih fokus pada pengembangan pembelajaran matematika yang berorientasi pada AKM aspek literasi numerasi. Pengembangan pembelajaran matematika SD mengacu pada konsep pembelajaran kolaboratif, tematik, dan terintegrasi. Kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran kolaboratif memiliki efisiensi kognitif dalam melakukan penyelesaian masalah yang membutuhkan pemikiran tingkat tinggi, sehingga guru perlu merancang lingkungan belajar kolaboratif yang efektif (Patriana. Sutama, & Wulandari, 2. Asesmen adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengungkapkan mutu dari proses dan hasil pembelajaran. Jadi, bisa disimpulkan bahwa asesmen merupakan penggunaan alat penilaian untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang tingkat keberhasilan siswa dalam memahami kompetensi tertentu. Menurut Resti dan Kresnawati . , asesmen berbeda dengan evaluasi yang hanya berfokus pada kemampuan kognitif yang berkaitan dengan penilaian nilai . Pentingnya menggali keadaan budaya literasi di Indonesia menjadi topik menarik untuk dibahas. Saat ini, tingkat literasi di Indonesia masih sangat rendah dan belum menjadi bagian budaya yang diperkokoh dan dihayati oleh masyarakat. Di tengah maraknya Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 425 | 430 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. popularitas budaya pop, minat terhadap buku sudah tidak lagi menjadi prioritas utama. Bahkan, masyarakat lebih condong untuk mengkonsumsi budaya lisan dengan berbicara dan mendengarkan daripada membaca dan menuangkan pemikiran mereka menjadi tulisan. Budaya komunikasi secara lisan atau lisan memimpin dominasi di masyarakat Indonesia. Masyarakat cenderung lebih menyukai menghabiskan waktu menonton penggunaan ponsel cerdas dalam memperbaharui status mereka dan mengikuti acara televisi daripada membaca (Perdana, 2. Sejauh ini belum banyak data terkait kemampuan literasi numerasi pada peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar mengingat asesmen nasional merupakan program baru. Kemampuan numerasi juga diperlukan dalam pembelajaran agar peserta didik mudah dalam memahami dan menguasai materi yang diberikan serta bermanfaat untuk pemecahan Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelatif dengan populasi adalah peserta didik kelas Vi SMP Negeri 3 Makassar. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling atau subyektif sampling sehingga sampel dalam penelitian adalah 35 peserta didik. Variabel bebas penelitian ini yakni kemampuan literasi numerasi pada aspek . konteks saintifik . level kognitif penggetahuan. Penelitian ini mencari hubungan literasi numerasi antara aspek konteks saintifik dengan aspek level kognitif pengetahuan. Instrumen penelitian terdiri dari soal asesmen kompetensi minimum (AKM). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS 23. Untuk menghitung tingkat kemampuan literasi sains peserta didik dapat digunakan rumus berikut: ycAycE = ycI y 100 ycIycA (Tiro, 2. Keterangan: = Nilai kemampuan literasi numerasi = Jumlah skor soal yang dijawab benar = Skor maksimal dari tes Hasil skor yang diperoleh dikonversi untuk memperoleh nilai tes literasi numerasi. Setelah penilaian, nilai literasi numerasi siswa digolongkan berdasarkan dengan interval nilai yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Interval Nilai Interval Nilai O 40 41Ae70 Ou 70 Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Kategori Rendah Sedang Tinggi 426 | 430 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Hasil data tes literasi numerasi pada indikator saintifik dan pengetahuan dianalisis secara deskriptif untuk melihat skor rata-rata dan nilai rata-rata dari masing-masing indikator selanjutnya digunakan statsitik inferensial untu melihat korelasi antara indikator tersebut. Dilakukan analisis korelasi untuk mengetahui derajat korelasi antara variabel X . ndikator saintifi. dengan varibel Y . ndikator pengetahua. Untuk mengindentifikasi tinggi rendahnya korelasi digunakan kriteria penafsiran tabel sebagai berikut: Tabel 2. Interval Korelasi Interval Korelasi 0,000-0,199 0,200-0,399 0,400-0,599 0,600-0,799 0,800-1,000 Kategori Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi HASIL Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 35 Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 35 peserta didik. Data hasil indikator saintifik dan indikator pengetahuandapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Indikator Saintifik dan Indikator PengetahuanPeserta Didik Sampel Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3 Sampel 4 Sampel 5 Sampel 6 Sampel 7 Sampel 8 Sampel 9 Sampel 10 Sampel 11 Sampel 12 Sampel 13 Sampel 14 Sampel 15 Sampel 16 Sampel 17 Sampel 18 Sampel 19 Sampel 20 Sampel 21 Sampel 22 Sampel 23 Sampel 24 Sampel 25 Sampel 26 Sampel 27 Indikator Saintifik Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Indikator Pengetahuan 427 | 430 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Sampel Sampel 28 Sampel 29 Sampel 30 Sampel 31 Sampel 32 Sampel 33 Sampel 34 Sampel 35 Total Indikator Saintifik Indikator Pengetahuan Indikator Saintifik Soal asesmen kompetensi minimum (AKM) pada indikator saintifik diberikan pada peserta didik kelas Vi dan diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Analisis Indikator Saintifik Statistik Jumlah Sampel Skor Maksimal Skor Minimal Skor Rata-Rata Standar Deviasi Varians Nilai Rata-Rata Hasil 2,66 1,43 2,06 66,43 Indikator Pengetahuan Soal asesmen kompetensi minimum (AKM) pada indikator pengetahuan diberikan pada peserta didik kelas Vi dan diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Analisis Indikator Pengetahuan Statistik Jumlah Sampel Skor Maksimal Skor Minimal Skor Rata-Rata Standar Deviasi Varians Nilai Rata-Rata Hasil 3,31 1,88 3,52 66,57 Korelasi indikator saintifik dengan indikator pengetahuan Hasil uji korelasi indikator saintifik . dengan indikator pengetahuan . dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 6. Hasil Korelasi Indikator Saintifik Dengan Indikator Pengetahuan Pearson Correlation Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 428 | 430 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. PEMBAHASAN Penelitian dilaksanakan di SMPN 3 Makassar pada tanggal 1 Juni 2023 s. d 1 Agustus 2023 dan berlangsung kurang lebih selama 1 bulan. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan secara offline yakni dengan membagikan lembar soal dan atau link google form. Sebelumnya peserta didik diberikan pengarahan terkait petunjuk pelaksanaan pengisian jawaban pada Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 peserta didik yang merupakan tempat penelitian berlangsung. Berdasarkan data tes kemampuan literasi numerasi yang telah terkumpul selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dengan menghitung nilai rata-rata ketercapaian kemampuan literasi numerasi pada indikator saintifik dan pengetahuan peserta Persentase ini diperoleh dengan membandingkan jumlah peserta didik yang menjawab benar dengan jumlah keseluruhan peserta didik yang mengerjakan soal tersebut kemudian mencari nilai rata-rata ketercapaian literasi numerasi peserta didik. Data di atas diperoleh dari tes literasi numerasi yang berupa soal pilihan ganda, pada aspek konteks indikator saintifik yang berjumlah 4 nomor dengan empat pilihan jawaban dan aspek level kognitif indikator pengetahuan yang berjumlah 5 nomor dengan empat pilihan jawaban. Aspek Konteks (Indikator Saintifi. Masalah yang diklasifikasikan dalam konteks saintifik berkaitan dengan aplikasi matematika di alam semesta dan isu serta topik yang berkaitan dengan sains dan teknologi. Konteks ini dapat meliputi antara lain cuaca atau iklim, ekologi, ilmu medis . bat-obata. , ilmu ruang angkasa, genetika, pengukuran, dan keilmuan matematika itu sendiri (OECD, 2. Konteks yang terkait dengan keilmuan matematika disebut konteks intra-matematika, sedangkan yang terkait dengan keilmuan lainnya disebut ekstra-matematika. Diketahui bahwa skor rata-rata kemampuan literasi Numerasi pada indikator saintifik peserta didik yaitu 2,66. Persentase kemampuan literasi Numerasi pada indikator saintifik peserta didik SMPN 3 Makassar yaitu 66,43 yang termasuk kategori sedang. Aspek Level Kognitif (Indikator Pengetahua. Asesmen Kompetensi Minimum mengharuskan peserta didik menggunakan berbagai keterampilan kognitif dalam menjawab soal-soal. Dengan merujuk pada International Association for the Evaluation of Educational Achievement atau IEA (Mullis, 2. , level kognitif literasi matematika-numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum dibagi menjadi tiga level, yaitu knowing, applying, dan reasoning. Diketahui bahwa skor rata-rata kemampuan literasi numerasi pada indikator pengetahuan peserta didik yaitu 3,31. Persentase kemampuan literasi numerasi pada indikator pengetahuan peserta didik SMPN 3 Makassar yaitu 66,57 yang termasuk kategori sedang. Korelasi Indikator Saintifik Dan Indikator Pengetahuan Adapun hasil perhitungan pada uji signifikansi korelasi pearson diperoleh r hitung = 0,610 dan r tabel = 0,334 dalam hal ini r hitung > r tabel atau 0,610 > 0,334 yang berarti Jadi r hitung = 0,610 dimana berada dalam kategori tinggi dan dapat disimpulkan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 429 | 430 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 424-430 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi numerasi indikator saintifik dengan indikator pengetahuan peserta didik Kelas Vi SMPN 3 Makassar. SIMPULAN Berdasarkan penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa: Literasi numerasi aspek konteks indikator saintifik peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar berada pada kategori 66,43. Literasi numerasi aspek level kognitf indikator pengetahuan peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar berada pada kategori tinggi yaitu 66,57. Hasil penelitian yang diperoleh adalah r hitung > r tabel atau 0,610 > 0,334 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara aspek level kognitif indikator pengetahuan dengan aspek konteks indikator saintifik peserta didik kelas Vi SMPN 3 Makassar yaitu 0,610 yang termasuk dalam kategori tinggi. DAFTAR PUSTAKA