http://journal. id/index. php/anterior PERSPEKTIF KOMPETENSI DOMINAN DI TINGKAT MANAJERIAL UNTUK PENGEMBANGAN ORGANISASI The Dominant Competencies Perspective at The Managerial Level for Organizational Development Selfiana1* Abstrak Muhammad Takrim *1Universitas Bina Insani. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia 2 Universitas Bina Insani. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia *email: takrim@binainsani. Manajer adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk memimpin suatu organisasi. Tugas dan fungsi tersebut membuat seorang manajer harus memiliki kompetensi khusus agar dapat menjalankan fungsi manajemen secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kompetensi dominan yang dimiliki oleh manajemen puncak pada perusahaan pemeliharaan alat transportasi udara. Hasil pemetaan kompetensi dominan akan digunakan manajer untuk fokus pada kekuatan yang dimiliki, sehingga diharapkan produktivitas dan kinerja dapat tercapai secara Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan manajemen talenta berbasis kekuatan. Melalui metode ini, kompetensi dapat dikelompokkan menjadi empat klaster, yaitu klaster berpikir, klaster berusaha, klaster berhubungan, dan klaster mempengaruhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang dominan dari manajemen puncak meliputi kemampuan mengembangkan anggota tim . , melibatkan diri dengan bawahan . , komitmen dalam menyelesaikan tugas . anggung jawa. , membaca tren berdasarkan data . , mengajukan gagasan terkait peluang bisnis . , ketekunan dalam meningkatkan pengetahuan . , mengantisipasi konsekuensi bisnis . , mengikuti aturan dan etika bisnis . , menjaga kualitas produk . , mengutamakan kepentingan perusahaan di atas pribadi . , menjaga keharmonisan tim . , pemecahan masalah dan pengambilan keputusan . , penyampaian pesan yang efektif . dan membangun hubungan yang berkualitas . Abstract Kata Kunci: Kinerja Kompetensi Berbasis Kekuatan Manajemen Bakat Keywords: Performance Competency Strength Based Talent Management A manager is someone who is responsible for leading an organization. Duties and functions make a manager must have specific competencies in order to carry out management functions optimally. The purpose of this study is to identified the dominant competencies possessed by top management in air transportation equipment maintenance companies. The results of the mapping of dominant competencies will be used by managers to focus on their strengths, so that productivity and performance are expected to be achieved This research uses quantitative methods using strength based talent Through this method, competencies can be grouped into four clusters, namely cluster thinking, cluster striving, cluster relating, and cluster influencing. The results showed that the dominant competencies of top management include the ability to develop team members . , involve themselves with subordinates . , commitment in completing tasks . , reading trends based on data . , proposing ideas related to business opportunities . , persistence in increasing knowledge . , anticipating business consequences . , following the rules and business ethics . , maintaining product quality . , prioritizing company interests over personal . , maintaining team harmony . , problem solving and decision making . , effective delivery of messages . and establishing quality relationships . A 2022 The Authors. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/bysa/4. 0/). PENDAHULUAN Pada tahun 1976. David McClelland melakukan penelitian dengan judul testing for competence rather than for intelligence dan mendefinisikan kompetensi sebagai sifat pribadi atau seperangkat kebiasaan yang mengarah pada kinerja pekerjaan yang lebih efektif atau unggul. Seorang pekerja harus menunjukkan kompetensi dibidang pekerjaannya. Kinerja terbaik seorang karyawan di dasari pada karakteristik pribadi yang disebut kompetensi (Chouhan & Srivastava, 2. Pengembangan karir melalui pengembangan konsep diri, tahap kehidupan dan pengembangan tugas mental yang Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 37 Ae 48 membentuk karir serta keluasan dan kekayaan karir. Seseorang harus memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Setiap orang memiliki peran yang berbeda dan akan melewati berbagai tahap Keseimbangan dalam berbagai peran berpotensi untuk meningkatkan kompetensi dan skill yang mampu mengembangkan karir seseorang. Super menekankan pada pentingnya pengembangan konsep diri yang berkembang sebagai hasil pengalaman bekerja dan jabatan yang dimilikinya (Super, 1. Tiga dimensi pertama kompetensi terdiri dari kompetensi kognitif, fungsional dan sosial. Kompetensi ini cukup universal dan konsisten. Pengetahuan . an pemahama. ditangkap oleh kompetensi kognitif, keterampilan ditangkap oleh kompetensi fungsional dan 'kompetensi' . erilaku dan sika. ditangkap oleh kompetensi sosial. Namun kompetensi meta agak berbeda dari tiga dimensi pertama karena berkenaan dengan memfasilitasi akuisisi kompetensi substantif lainnya. (Le Deist & Winterton. Kompetensi didefinisikan sebagai kemampuan manusia untuk berperilaku dengan cara memenuhi persyaratan pekerjaan dalam parameter yang diberikan oleh lingkungan organisasi untuk mencapai hasil yang Kompetensi manajerial adalah kegiatan, pengetahuan, keterampilan atau sikap dan mungkin juga meningkatkan kinerja manajemen (Boyatzis, 1. Berdasarkan penelitian diatas diketahui bahwa kompetensi merupakan gabungan antara pengetahuan, ketrampilan, konsep diri dan karakteristik kepribadian. Namun belum banyak penelitian yang menyoroti kompetensi yang berfokus pada talent atau bakat seseorang di Indonesia. Penelitian ini berfokus kepada karakteristik intrinsik dominan yang dimiliki oleh para manajer level Vice President dan General Manager di sebuah perusahaan pemeliharaan alat transportasi udara. Terdapat temuan bahwa kinerja grup cukup optimal, namun guna mengantisipasi persaingan global yang tanpa batas maka ada wacana untuk melakukan perubahan dalam manajemen talenta di level top manajemen agar perusahaan dapat lebih adaptif dan memiliki keunggulan kompetitif dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengidentifikasi kompetensi manajer berdasarkan individual talent ke dalam empat cluster: thinking, striving, relating dan Berdasarkan hasil pemetaan tersebut dapat diketahui kompetensi dominan yang dimiliki oleh para top manajemen dan usulan perencanaan dalam manajemen talenta guna mewujudkan perusahaan dengan produktivitas dan kinerja yang lebih optimal. p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 mengembangkan hubungan yang kuat dalam sistem organisasi (Payne, 2. Seorang manager perlu memiliki kemampuan emotional intelligence yaitu aspek kedalam meliputi emosi dan kesadaran diri serta kemampuan mengelola emosi aspek keluar yaitu tingkat empati, sadar terhadap emosi orang lain dan kemampuan mengelola hubungan dengan orang lain secara produktif. Semua aspek tersebut membutuhkan kompetensi. Aspek kedalam terdiri dari 1. Self-awareness : emotional selfawareness, accurate self-assessment, self-confidence. Self- management : emotional self-control, trustworthiness, conscientiousness, achievement orientation, adaptability, optimism, initiative. Relationship management : development of others, inspirational leadership, influence, communication, effecting change, conflict management, bond building, teamwork and collaboration. Aspek keluar meliputi social awareness : empathy, organizational awareness, service orientation (Kindersley, n. Model kompetensi pekerjaan yang direkomendasikan untuk Kepala Subdivisi Administrasi Umum, seorang Manajer Tingkat Awal di Departemen Pertanian disusun menjadi empat jenis karakteristik kompetensi yaitu motif, konsep diri, keterampilan dan kemampuan. Motif terdiri dari berpikir layanan, kepedulian terhadap pesanan, kualitas, dan akurasi, kepemimpinan tim, orientasi prestasi, mengembangkan orang lain dan pencari informasi. Konsep diri adalah integritas. Ketrampilan dan kemampuan terdiri dari kesadaran organisasi dan control diri (Vathanophas, 2. Model domain untuk kompetensi manajerial adalah . Ketrampilan intrapersonal. Ketrampilan ini berkembang sejak dini dan memliki konsekuensi penting untuk pengembanan karir di masa depan. Kompetensi ini termasuk harga diri, ketahanan dan kontrol diri dan menjadi dasar pengembangan karir. Interpersonal Ketrampilan interpersonal berkaitan dengan Ketrampilan ini di gambarkan dalam tiga komponen: a. Kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain, b. Kemampuan untuk secara akurat memahami dan mengantisipasi harapan orang lain dan c. Kemampuan untuk memasukkan informasi tentang harapan orang lain ke dalam perilaku selanjutnya. Ketrampilan teknis . etrampilan kerj. Ketrampilan ini adalah a. Ketrampilan yang terakhir berkembang, b. Ketrampilan yang mudah untuk diajarkan, c. Ketrampilan yang paling kognitif, d. Ketrampilan yang paling tidak tergantung dan berurusan dengan orang lain. Ketrampilan tekni ini meliputi membandingkan, menyusun, berinovasi. Ketrampilan Ketrampilan kepemimpinan mencakup a. Kemampuan untuk merekrut orang-orang berbakat untuk bergabung dengan tim, b. Kemampuan seseorang dalam mempertahankan bakat setelah direkrut, c. Kemampuan seseorang untuk memotivasi tim, d. Kemampuan efektif untuk mengembangkan dan mempromosikan visi untuk tim, d. Ketrampilan yang melibatkan sikap gigih dan sulit untuk dihalangi (Hogan Assessment Systems, 2. KAJIAN PUSTAKA Komunikasi merupakan kontributor potensial kinerja pekerjaan. Kompetensi komunikasi tingkat tinggi penting bagi organisasi. Dimensi keterampilan komunikasi meliputi keterampilan berpikir kritis yang melibatkan motivasi dan pengetahuan. Komponen kompetensi afektif, kognitif, dan perilaku yang tinggi sangat penting untuk membangun dan Selfiana dan Muhammad Takrim. Perspektif Kompetensi Dominan Di Tingkat Manajerial Untuk Pengembangan Organisasi. Penelitian organizational culture as moderator of the personality-managerial competency relationship: A study of primary care managers in Southern Thailand memperoleh temuan bahwa budaya humanistik, preskriptif dan kepemimpinan memoderasi hubungan antra kesadaran dan dimensi spesifik manajerial yaitu kemitraan, kolaborasi dan kepemimpinan visoner. Secara khusus ditemukan bahwa manajer tampaknya mampu menunjukkan kompetensi tertinggi ketika bekerja di lingkungan yang menekankan budaya humanistik tinggi, budaya kepemimpinan tinggi dan budaya preskriptif rendah (Chuttipattana & Shamsudin, 2. Penelitian berjudul managerial competencies and their influence on managerial performance : a literature review mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki oleh para manager yang sukses adalah communication skills, teamworking, proactiveness, vision, self-management, result-orientation, strategic-orientation, persistence, decision making, risk taking and creativity. (Bucur, 2. Kompetensi creative/inovative thinking merupakan kompetensi utama yang harus ditingkatkan. Kompetensi impact dan influence adalah kompetensi kedua yang perlu mendapatkan perhatian. Khusus untuk manajer, kompetensi change leadership perlu mendapatkan perhatian untuk intervensi lebih lanjut (Indah & Kuntari, 2. Penelitian berjudul pengaruh kompetensi manajer proyek terhadap keberhasilan proyek pada perusahaan kontraktor di Kabupaten Malang, memperoleh hasil bahwa secara stimultan antara variabel pengetahuan, keahlian, komitment kerja dan top management berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan proyek sebesar 0,831. - Secara parsial antara variabel pengetahuan, keahlian, komitment kerja dan top keberhasilan proyek yaitu masing-masing sebesar 0,286, 0,296, 0,280 dan 0,147. Variabel dominan yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu proyek adalah skill/ keahlian (Prianto et al. , 2. Kompetensi yang perlu dimiliki oleh para pekerja 4. adalah kemampuan IT, sains, teknik, beradaptasi, menaggapi perubahan, kemampuan bekerja di lingkungan interdisipliner, kompetensi antarbudaya, fleksibilitas, kemampuan berdaptasi dan kemampuan untuk mengubah pola pikir kemampuan membujuk dan mempengaruhi, berwirausaha dan berpikir komersial, serta pemahaman model bisnis (Prifti et al. , 2. Kompetensi memiliki efek positif dan langsung pada karir karyawan. Karyawan yang proaktif perlu meningkatkan kompetensi mereka dengan melakukan pengembangan diri dan keterampilan. Karyawan harus fleksibel terhadap dinamika pekerjaan dan cepat beradaptasi untuk menyelesaikan pekerjaan dengan Kompetensi juga memiliki efek positif dan langsung pada kinerja. Jika karyawan ingin memiliki kinerja tinggi maka perlu untuk meningkatkan kompetensi baik hardskill maupun softskil (Kusuma Wardhani, 2. Manajemen puncak dipengaruhi oleh lima kompetensi penting yang mempengaruhi kinerja pada tahun 2011, yaitu: pengaruh dan kolaborasi, pemikiran strategis, pembelajaran, motivasi, dan penilaian diri terhadap kapasitas belajar. Manajemen menengah terdapat dua kompetensi yang mirip dengan manajemen puncak yaitu pengaruh dan kolaborasi dan pemikiran strategis dan menjadi manajemen tim yang penting dan kepemimpinan transformasional. Namun motivasi untuk berkarir, belajar dan menilai kapasitas belajar menjadi kurang penting untuk tingkat ini (Bucur, 2. Mengadopsi pendekatan fenomenologis dan etnografis, berusaha untuk menggambarkan dan memahami fenomena dan mengidentifikasi strategi bagi para profesional SDM untuk meningkatkan talent management dalam BUMN di Cina. Temuan mengidentifikasi 12 tema yang terkait dengan pemilihan, pengembangan, dan praktik kepemimpinanmanajemen di Tiongkok. Memanfaatkan pendekatan grounded theory, temuan ini menghasilkan kerangka kerja untuk model talent management yang diusulkan untuk BUMN di Cina. Model talent management dapat memandu profesional SDM dalam memahami dan mengidentifikasi strategi talent management dalam perusahaan termasuk perencanaan tenaga kerja, akuisisi karyawan, manajemen kinerja, pengembangan, perencanaan suksesi, dan retensi. Pengembangan strategi talent management dalam perusahaan, praktisi SDM dapat bekerja untuk mengatasi kesenjangan bakat di perusahaan milik negara saat ini di Tiongkok (Brown. Talent management yang efektif merupakan sesuatu yang krusial dalam persaingan bisnis. Hal ini dikarenakan SDM merupakan salah satu keunggulan kompetitif bagi setiap perusahaan. Dengan program talent management diharapkan perusahaan dapat menemukan dan meningkatkan bakat-bakat dan keterampilan tenaga kerja sebagai salah satu sarana utama agar mereka tetap kompetitif. Tantangan paling utama pada talent management adalah untuk menemukan, menarik, membangun dan memelihara talent tersebut (Endratno, 2. The Gallup Organization mendefinisikan bakat sebagai pola berulang dari pikiran, perasaan, atau perilaku yang Bakat memperhitungkan dan mempertimbangkan apa yang ada di dalam orang tersebut, dan tidak memperhitungkan penampilan fisik. Untuk menjadi seorang manajer hebat dan mencapai kinerja terbaik, seseorang harus menemukan bakat terbaiknya dan fokus pada kekuatannya (Buckingham & Coffman. Tantangan bakat global yang perlu dikelola perusahaan seefektif mungkin, meliputi: terlalu sedikit talenta . engan kompetensi dan motivasi yang diinginka. terlalu banyak bakat . engan kompetensi dan motivasi yang diinginka. engan kompetensi dan motivasi yang diinginka. adalah tersedia di tempat atau posisi yang bakat . engan kompetensi dan motivasi yang Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 37 Ae 48 p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 diinginka. adalah tersedia dengan harga yang salah . erlalu maha. (Schuler et al. , 2. Arranger METODOLOGI Penelitian ini menggunakan adalah metode kuantitatif, menggunakan alat ukur strength based talent management yang disediakan oleh pihak ketiga dan dikerjakan secara online. Alat ukur ini telah dikembangkan dan di validasi kepada 2500 pegawai sebuah badan usaha di tahun 2003 Ae 2005. Setiap responden akan melakukan asesmen mandiri secara online dan menjawab 170 butir pertanyaan berhubungan dengan tema bakat. Tema bakat yang digunakan dalam penelitian ini di definisikan sebagai pola perasaan, pikiran dan tingkah laku yang berulang-ulang dan alamiah yang bersifat Skala psikometrik yang digunakan adalah skala likert. Rentang pilihan dari sangat setuju hingga sangat tidak setuju. Untuk pengukuran terkait minat terdapat 114 butir yang dinamakan personal strength statement yang menggambarkan pernyataan diri terhadap aktivitas pekerjaan yang menjadi potensi Hasil asesmen diolah menggunakan sistem IT dengan program yang sudah tersedia. Hasil asesmen disajikan dalam bentuk kualitatif yang menunjukkan urutan 34 bakat dengan kriteria penyajian berupa urutan teratas yang menunjukkan tema bakat . alent them. ering muncul sebagai perilaku tampak yang berulan. hingga ke urutan paling akhir yang merupakan tema bakat non dominan . arang muncul dalam keseharia. Data tersebut akan di identifikasi menjadi 14 bakat dominan yang merupakan kompetensi dominan yang dimiliki oleh responden. Tabel 3. 1 Definisi Operasional Variabel Clus Variabel Thinking (Berpiki. Dimensi (Tema Baka. Futuristic Strategic Ideation Analytical Learner Input Intellection Context Striving ( Semanga. Restorative Deliberative Discipline Consistency Focus Achiever Responsibility Belief Relating (Membina Empathy Connectednes Individualization Adaptability Harmony Includer Relator Developer Indikator Senang apa yang mungkin terjadi di masa Pandai menuju tujuan Memiliki banyak ide dan gagasan Percaya dan hanya untuk diuraikan Senang mempelajari halhal baru Suka berbagai info datau Suka dengan olah Senang sejarah atau masa Senang mengotak atik memperbaiki ke fungsi semula Teliti, hati-hati, melihat Positivity Influencing (Memengaru WOO Communication Self Assurance Significance Maximizer Competition Activator Command Suka menata dan menata kembali Pikirannya teratur. Adil, sesuai dengan Butuh sebelum bekerja dan tidak suka Memiliki stamina tinggi dan selalu bekerja keras Menunaikan janji Suka melayani dan orang lain Bisa perasaan sendiri Kesalingterkaitan, semua yang ada di Mampu karakter kinerja orang per orang Mudah menyesuaikan diri Tidak suka adanya Senang berkumpul. Senang bersahat Senang kemajuan orang lain dan senang memajukan orang Pandai membawa suasana riang bagi rekan -rekannya Selalu orang, walaupun belum di kenalnya Suka pikirannya dengan cara yang mudah dipahami orang Memiliki indra keenam Nyaman saat tampil dan menjadi pusat perhatian orang Perfeksionis dalam hal Senang kinerja dirinya dengan orang lain Tidak sabar bertindak. Berani berkonfrontasi dan ingin menjadi Sumber : Talents Mapping (Royani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Selfiana dan Muhammad Takrim. Perspektif Kompetensi Dominan Di Tingkat Manajerial Untuk Pengembangan Organisasi. Survey dilakukan di sebuah perusahaan pemeliharaan alat transportasi udara dan distribusikan serta diikuti oleh 46 orang yang memiliki posisi Vice President dan General Manager. VP : GM : Arranger Responsi Relator Includer Connect Learner Gambar 4. 1 Profil Responden Hasil penelitian dipetakan menjadi empat cluster yaitu cluster thinking, cluster striving, cluster relating, dan cluster influencing. Cluster thinking menunjukkan bakat-bakat individu yang menunjukkan kemampuan dalam berpikir, termasuk didalamnya bakat dalam menganalisa dan penyelesaian masalah. Cluster striving kelompok bakat yang dapat digunakan untuk mengetahui kuatnya tingkat motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang yang tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang jika dimiliki maka akan ada motivasi dan semangat kerja yang Cluster relating menunjukkan bakat-bakat individu yang bercirikan kemampuan membina hubungan dan bekerja sama dengan orang lain. Cluster bakat-bakat mempengaruhi orang lain agar dapat mengikuti yang diinginkan dan disarankan oleh si individu tersebut. Rekapitulasi jawaban hasil asesmen ditunjukkan dalam tabel berikut ini: Table 4. 1 : Rekapitulasi Jawaban Responden Rd 1 Rd 2 Rd 3 Rd 4 Rd 5 Maximiz Harmon Achiever Learner Maximiz Positivity Develop Consiste Belief Connect Develop Includer Individua Connect Analytica Responsi Maximiz Focus Disciplin Belief Includer Learner Harmon Context Futuristi Analytica Strategic Develop Analytica Futuristi Ideation Develop Connect Analytica Consiste Responsi Focus Relator Adaptabi WOO Focus Ideation Strategic Belief Comman Disciplin Includer Strategic Harmon Commu Disciplin Consiste WOO Includer Connect Analytica Delibera Input Comman Strategic Relator Restorati Context Responsi Ideation Delibera Maximiz Individua Positivity Develop Belief Adaptabi Intellecti Commu Disciplin Comman Arranger Learner Achiever Arranger Intellecti Input Context Commu Positivity Belief Activato Empathy Individua SelfAssuranc Consiste Significan SelfAssuranc Input Relator Competi Significan Achiever Restorati Delibera Empathy Futuristi Activato Competi WOO Focus Individua Significan Adaptabi Harmon Futuristi Disciplin Comman Positivity Futuristi Delibera Ideation Adaptabi Restorati Arranger Empathy Learner WOO Maximiz Focus Harmon Commu Achiever Adaptabi Activato Input Positivity Intellecti Arranger Significan Restorati Context SelfAssuranc Intellecti Strategic Intellecti Activato Activato SelfAssuranc Empathy Commu Input Achiever WOO Restorati Competi Significan Competi Empathy Delibera Comman SelfAssuranc Context Individua Competi Sumber : data diolah 2020 Table 4. 2 : Rekapitulasi Jawaban Responden No. Relator Relator Connect Responsi Belief Analytical Harmony Intellecti Input Consiste Responsi Ideation Rd 6 Develope Includer Consiste Learner Rd 7 Analytical Rd 8 Ideation Develope Discipline Deliberat Consiste Responsi Focus Harmony Intellecti Input Maximize Empathy Ideation Futuristic Belief Relator Maximize Develope Context Intellecti Connect Analytical Discipline Rd 9 Respon Develo Belief Futuris Restor Relator Rd 10 Analytic Commu Strategic Respons Develop Belief Analyti Comun Strategi Arrang Maximi Learne Achieve Learner Individua Futuristi Relator Intellecti Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 37 Ae 48 Focus Learner Positivity Includer Discipline Futuristic Deliberat Comman Restorati Connect Achiever Significan Adaptabil Futuristic Comman Strategic Individual Activator SelfAssuranc Commun Strategic Arranger Deliberat Consiste Arranger Harmony Leaner Context Relator Focus Strategic Commun Significan WOO Positivi Adapta Intellec Conne Input Comm Ideatio Achiev Focus Individ Signific Include SelfAssura Discipli Deliber Ideation Positivity Includer Arranger Maximize Individual Significan Restorati Competit Comman Belief Achiever Harmo Contex Activat Compe Consis WOO Adaptabil SelfAssuranc Context Empathy Empathy Positivity Activator Achiever Commun SelfAssuranc Competit Competit Activator Responsi Adaptabil Input WOO WOO Individual Restorati Empath Connect Ideation Includer Achiever Adaptabi Arranger Maximize Harmony Futuristic Arrange Focus Positivit Empathy Connect Deliberat Input Strategic Intellecti Ideation Significa Harmon Positivity Belief Relator Activato Maximiz Disciplin Input SelfAssuranc Individual Adaptabil Context Restorat Includer Consiste Belief Achiever Positivity Context Significan Deliberat Relator Deliberat Consiste Focus Input Activator Competi Context Empathy Disciplin Restorati Input Deliberat WOO Delibera Disciplin Competi Empathy Empathy Individual Intellecti Commun Comman Consiste Responsi Significan Responsi Positivity Maximize Includer Context WOO Restorati Input Harmony Focus Competi Develop Learner Individual Significan Futuristic Analytica Comman Focus Includer Context Includer Relator Restorati Intellecti Restorati Activator Analytica Commun Strategic Develop Maximize Learner Futuristic Belief Commun Consiste Responsi Develop Arranger WOO Maximize Focus Activator Analytica Learner Comman Ideation Commun Arranger Empathy Analytica Ideation Learner Intellecti Connect Relator Adaptabil SelfAssuranc Comman Achiever Comma WOO Rd 15 Analytica Restorati Connect Ideation WOO Focus Rd 14 Harmony Individual Futuristic Rd 13 Competi Connect WOO Learner SelfAssuran Context Rd 12 Relator Consiste Develop Arranger Disciplin Strategic Intellecti Belief Rd 11 Achiever SelfAssuranc Competi Activator Connect Disciplin Deliberat Achiever Input Strategic Empathy Significan Individual SelfAssuranc Activator Competi Sumber : data diolah 2020 Table 4. 4 : Rekapitulasi Jawaban Responden Consiste Responsi Positivity Rd 16 Rd 17 Rd 18 Rd 19 Rd 20 Strategic Responsi Analytica Consiste Maximiz Positivity Input Strategic Responsi Develop Comman Consiste Competi Ideation Learner Responsi Positivity Includer Includer Input Harmon Develop Belief Positivity Adaptabil Ideation Adaptabil Includer Develop Belief Connect Commu Delibera Develop Learner Includer Harmony Maximize Analytica Responsi Arranger Commun Disciplin Comman Strategic Significan Adaptabil SelfAssuranc Harmony Futuristic Sumber : data diolah 2020 Table 4. 3 : Rekapitulasi Jawaban Responden p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Includer Restorati Connect Maximiz Ideation Develop Maximiz Positivity Maximiz Learner Selfiana dan Muhammad Takrim. Perspektif Kompetensi Dominan Di Tingkat Manajerial Untuk Pengembangan Organisasi. Disciplin Strategic Comman Consiste Responsi Ideation Belief Achiever Learner Arranger Focus Ideation Maximiz WOO Positivity Adaptabi Harmon Restorati Develop Belief Arranger Individua Futuristi Delibera Achiever Harmon Connect Disciplin Belief Focus Significan Adaptabi Restorati Activato Commu Delibera Learner Harmon SelfAssuranc Analytica Intellecti Input Focus SelfAssuranc Comman Empathy Empathy Relator WOO Context Positivity Disciplin Significan Futuristi Relator Commu Input Significan Intellecti Adaptabi Context Activato Individua SelfAssuranc Competi WOO Harmon Analytica Consiste Belief WOO Relator Achiever Connect Analytica Arranger Focus Arranger Learner Analytica Ideation Individua Futuristi Relator Empathy Individua Significan Adaptabi Includer Harmon Futuristi Responsi Belief Focus Empathy Delibera Relator Connect Intellecti Maximiz Disciplin Positivity Context Intellecti Connect Commu Responsi Significan Restorati Commu Strategic Ideation Adaptabi Activato Arranger Disciplin Comman Futuristi Intellecti Input Context Adaptabi Restorati Disciplin Delibera Focus Achiever Empathy Intellecti Relator Significan Competi Comman Achiever Futuristi Strategic Individua Empathy Competi Includer Activato Activato Arranger SelfAssuranc Delibera Rd 25 Disciplin Consiste Includer Positivity Maximiz Relator Analytica Commu Comman Strategic Commu Responsi Develop Input Ideation Develop Harmon Responsi Connect Responsi Develop Achiever Learner Input Competi Delibera SelfAssuranc Competi Rd 24 Develop Maximiz Connect Comman Context WOO Rd 23 Rd 22 Ideation Relator Individua Context Rd 21 Sumber : data diolah 2020 Table 4. 5 : Rekapitulasi Jawaban Responden Restorati Activato SelfAssuranc Consiste WOO Consiste Achiever Develop Maximiz Achiever Learner Context Focus Strategic Comman Arranger Significan Intellecti Restorati Futuristi Competi Adaptabi Input Strategic Positivity Learner Adaptabi Commu Ideation Significan Futuristi Relator WOO Analytica Delibera Consiste Ideation Arranger Significan Includer Harmon Context Harmon SelfAssuranc Analytica Responsi Arranger Analytica Input Disciplin Strategic Consiste Arranger Belief Restorati Connect Focus WOO Focus Individua Commu Disciplin Input WOO Individua Futuristi Activato Strategic Restorati Belief Activato SelfAssuranc Positivity Activato Achiever Disciplin SelfAssuranc Intellecti Delibera Comman Empathy WOO Relator Intellecti Belief Adaptabi Includer Belief Commu Individua Empathy Adaptabi Includer Competi Context Empathy Delibera Consiste Competi Empathy Learner Positivity Harmon Context Futuristi Connect Maximiz Restorati Intellecti Focus Significan Activato Achiever SelfAssuranc Competi Sumber : data diolah 2020 Table 4. 6 : Rekapitulasi Jawaban Responden Rd 26 Rd 27 Rd 28 Rd 29 Rd 30 Analytica Strategic Develop Connect Positivity Context Commu Intellecti Significan Futurisiti Commu Comman Develop Ideation Comman Develop Includer Develop Learner Connect Analytica Consiste Focus Comman Individua Relator Commu Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 37 Ae 48 Responsi Ideation Includer Ideation Arranger WOO Includer Individua Includer Harmon Relator Harmon Futuristi Relator Input Belief Ideation Strategic Achiever Arranger Positivity Arranger Achiever Arranger Learner Consiste Intellecti Empathy Individua Activato Intellecti Analytica Consiste Ideation Belief Arranger Context Input Comman Consiste Learner Comman Maximiz Significan Harmon Restorati Commu Disciplin Delibera Positivity Restorati Disciplin Focus Individua Activato Maximiz SelfAssuranc Achiever Empathy Adaptabi Significan Competi Belief Adaptabi Learner Disciplin Strategic Intellecti Analytica Delibera Strategic Responsi Maximiz Significan Harmon Futuristi Strategic Futuristi Connect Consiste Responsi Adaptabi Relator SelfAssuranc Includer Activato Achiever Commu Responsi Maximiz Individua Delibera Develop Belief Positivity Futuristi Context Input Adaptabi Activato Empathy Restorati Individua Analytica Responsi Relator Develop Belief Adaptabi Connect Achiever Comman Strategic Maximiz Includer Learner Positivity Adaptabi Restorati Activato Positivity Achiever Empathy Focus Competi Connect Input Connect WOO Restorati Focus Focus WOO Significan Input Adaptabi Restorati SelfAssuranc Context Activato Maximiz Positivity Competi WOO Disciplin Empathy SelfAssuranc Intellecti Harmon Connect Disciplin WOO Context Learnet Competi Delibera Delibera Rd 31 Rd 32 Rd 33 Rd 34 Rd 35 Analytica Consiste Responsi Develop Activato Maximiz Consiste Includer Consiste Develop Learner Maximiz Responsi Includer Individua Harmon Relator SelfAssuranc Delibera Comman Competi Input Context Intellecti Empathy Commu Delibera Input Achiever Comman Competi Consiste Includer Disciplin Ideation Focus SelfAssuranc WOO Significan Strategic Commu Arranger Sumber : data diolah 2020 Table 4. 7 : Rekapitulasi Jawaban Responden p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Futuristi Responsi Ideation Futuristi Intellecti Connect Commu Responsi Ideation Belief Achiever Harmon Significan Input Context Arranger Arranger Maximiz Learner Focus Arranger Responsi Relator Individua Positivity Individua Positivity Harmon Relator Analytica Focus Empathy Input SelfAssuranc Learner Significan Strategic SelfAssuranc Consiste Competi Harmon Futuristi Connect Analytica Develop Achiever Belief Relator Focus Adaptabi Learner Analytica Belief Restorati Comman Intellecti Disciplin Positivity Competi Strategic WOO Arranger Intellecti Context Ideation Delibera Futuristi Commu Individua Empathy WOO Relator Disciplin Adaptabi Restorati Activato SelfAssuranc Competi Adaptabi Includer Empathy Restorati Activato SelfAssuranc Context Delibera Maximiz Disciplin Comman WOO Significan Competi Comman Individua Connect Strategic Activato Develop Disciplin Empathy Achiever Analytica Ideation Intellecti Restorati Focus Belief Futuristi Positivity Significan Input Commu Context Harmon Delibera WOO Sumber : data diolah 2020 Table 4. 8 : Rekapitulasi Jawaban Responden Rd 36 Rd 37 Rd 38 Rd 39 Rd 40 Relator Strategic Ideation Connect Develop Responsi Develop Connect Responsi Belief Selfiana dan Muhammad Takrim. Perspektif Kompetensi Dominan Di Tingkat Manajerial Untuk Pengembangan Organisasi. Input Positivity Includer Analytica Consiste Responsi Harmon Commu Comman Responsi Learner Adaptabi Ideation Ideation Develop Focus Positivity Relator Significan Harmon Futuristi Activato Commu Strategic Belief Maximiz Individua Adaptabi Learner Restorati Context Includer Activato Analytica Input Belief Maximiz Futuristi Restorati Intellecti Delibera Consiste Arranger Disciplin Arranger WOO Individua Significan Connect Focus Achiever WOO Intellecti Delibera Comman Context SelfAssuranc Empathy Competi Achiever Futuristi Ideation Develop Learner Develop Relator Positivity Includer Belief Futuristi Connect Responsi Arranger Ideation Comman Belief Achiever Significan Harmon Comman Maximiz Positivity Learner Includer Includer Harmon SelfAssuranc Consiste Arranger Maximiz Restorati Relator Connect Analytica Commu Input Relator Strategic Activato Intellecti Input Learner Strategic WOO Restorati Analytica Commu Individua Positivity Adaptabi Disciplin Comman Focus Intellecti Significan Activato Empathy Focus Individua Empathy Adaptabi SelfAssuranc Context Consiste Competi Disciplin Connect Learner Input Futuristi Connect Analytica Commu Input Includer Learner Relator Analytica Ideation Comman Develop Harmon Empathy WOO Significan Includer Consiste Ideation Empathy Harmon Restorati Intellecti Analytica Commu Strategic Develop Belief Connect Consiste Responsi Empathy Arranger Futuristi SelfAssuranc Disciplin Input Individua Adaptabi Context Context Delibera Competi Empathy Delibera Competi Achiever Activato Delibera Rd 41 Rd 42 Rd 43 Rd 44 Harmon Activato Strategic Responsi Arranger Adaptabi Adaptabi Harmon Activato Ideation Significan Connect WOO Adaptabi Analytica Consiste Belief Arranger Individua Relator Restorati Context Achiever Learner Individua Futuristi Input Significan Adaptabi Relator Arranger Maximiz Strategic Arranger Intellecti Restorati Commu Empathy Maximiz Disciplin Individua Empathy Focus WOO SelfAssuranc Context Positivity Futuristi Belief Futuristi Activato Disciplin Harmon Comman Achiever SelfAssuranc Intellecti Commu Disciplin Individua Context Ideation Maximiz Delibera Input WOO Context Strategic Significan Focus Consiste Activato Competi Activato Intellecti Competi Belief SelfAssuranc Disciplin Intellecti WOO Significan Relator Context Intellecti Delibera Competi Responsi Significan Restorati Disciplin Delibera Consiste Competi Analytica Sumber : data diolah 2020 Includer Harmon Commu Strategic Learner Includer Analytica SelfAssuranc Positivity Includer Focus Focus Develop Belief Adaptabi Develop Achiever Responsi Develop Connect Ideation Delibera Comman Maximiz Focus WOO Rd 45 Individua Empathy Positivity Sumber : data diolah 2020 Table 4. 9 : Rekapitulasi Jawaban Responden Maximiz Learner Commu Comman Strategic Restorati Achiever Consiste Maximiz Focus Achiever WOO Positivity SelfAssuranc Disciplin Competi Achiever Responsi Comman Arranger Restorati Competi Futuristi Relator SelfAssuranc Delibera Input Positivity Anterior Jurnal. Volume 21 Issue 2. April 2022. Page 37 Ae 48 Table 4. 10 : Rekapitulasi Jawaban Responden No. Analytical Discipline Consistency Belief Arranger Responsibility Ideation Developer Significance Restorative Communication Strategic Maximizer Empathy Adaptability Relator Context Connectedness Learner Focus Harmony Futuristic Intellection Deliberative Positivity Self-Assurance Achiever Individualization Includer Command WOO Input Activator Competition Berdasarkan cluster striving diperoleh hasil sebagai berikut Restorative . %). Deliberative . %). Arranger . %). Discipline . %). Consistency . %). Focus . %). Achiever . %). Responsibility . %). Belief . %). Tabel 4. 13 Individual Talents GM/VP Cluster Relating Rd 46 Cluster Thingking Futuristic Strategic Ideation Analytical Learner Input Intellection Context Cluster Striving Restorative Deliberative Arranger Discipline Consistency Focus Achiever Responsibility Belief Total Persentase (%) Total Total Cluster Influencing WOO Communication Self Assurance Significance Maximizer Competition Activator Command Total Persentase (%) Sumber : data diolah 2020 Berdasarkan cluster influencing diperoleh hasil sebagai berikut WOO . %). Communication . %). Self Assurance . %). Significance . %). Maximizer . %). Competition . %). Activator . %). Command . %). Tabel 4. 15 Urutan Individual Talents Berdasarkan Cluster Persentase (%) Sumber : data diolah 2020 Berdasarkan cluster thinking, diperoleh hasil sebagai berikut : Futuristic . %). Strategic . %). Ideation . %). Analytical . %). Learner . %). Input . %). Intellection . %) dan Context ( 11%). Tabel 4. 12 Individual Talents GM/VP Cluster Striving Cluster Relating Empathy Connectedness Individualization Adaptability Harmony Includer Relator Developer Positivity Sumber : data diolah 2020 Berdasarkan cluster relating diperoleh hasil sebagai berikut Empathy . %). Connectedness . %). Individualization . %). Adaptability . %). Harmony . %). Includer . %). Relator . %). Developer . %). Positivity . %). Tabel 4. 14 Individual Talents GM/VP Cluster Influencing Sumber : data diolah 2020 Berdasarkan hasil asesmen diatas, maka kompetensi dominan yang dimiliki di kelompokkan ke dalam empat cluster. Tabel 4. 11 Individual Talents GM/VP Cluster Thinking p-ISSN: 1412-1395. e-ISSN: 2355-3529 Persentase (%) Sumber : data diolah 2020 Talent Developer Includer Responsibility Analytical Ideation Learner Connectedness Consistency Maximizer Belief Harmony Strategic Communication Relator Arranger Positivity Command Futuristic Adaptability Achiever Significance Discipline Input Focus Individualization WOO Intellection Empathy Deliberative Restorative Prosentase Cluster Relating Relating Striving Thinking Thinking Thinking Relating Striving Influencing Striving Relating Thinking Influencing Relating Striving Relating Influencing Thinking Relating Striving Influencing Striving Thinking Striving Relating Influencing Thinking Relating Striving Striving Selfiana dan Muhammad Takrim. Perspektif Kompetensi Dominan Di Tingkat Manajerial Untuk Pengembangan Organisasi. Activator Context Self Assurance Competition Human Resource Studies, 4. , 198. https://doi. org/10. 5296/ijhrs. Buckingham. , & Coffman. First. Break All the Rules: What the WorldAos Greatest Managers Do Differently. Academy of Management Perspectives, 20. , 125Ae129. https://doi. org/10. 5465/amp. Bucur. Managerial core competencies as predictors of managerial performance, on different levels of management. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 2. , 70Ae84. http://garph. uk/IJARMSS/May2013/6. Chouhan. , & Srivastava. Understanding Competencies and Competency Modeling Ai A Literature Survey. IOSR Journal of Business and Management, 16. , 14Ae22. https://doi. org/10. 9790/487x-16111422 Chuttipattana. , & Shamsudin. Organizational culture as a moderator of the personality-managerial competency relationship: A study of primary care managers in Southern Thailand. Leadership in Health Services, 24. , 118Ae134. https://doi. org/10. 1108/17511871111125693 Endratno. Talent management. Talent Management Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi. https://doi. org/10. 11118/actaun200654030137 Hogan Assessment Systems. The Development of the Hogan Competency Model. December, 1Ae21. Indah. , & Kuntari. Analisis Profil Kompetensi Manager PT X Bandung dengan Menggunakan Assessment Center Method . 1Ae Kindersley. The Essential ManagerAos Book. Kusuma Wardhani. Influence of Competence. Transformational Leadership. Social Capital and Performance on Employee Careers. IJHCM (International Journal of Human Capital Managemen. , 1. , 81Ae94. https://doi. org/10. 21009/ijhcm. Le Deist. , & Winterton. What is competence? Human Resource Development International, 8. , 27Ae46. https://doi. org/10. 1080/1367886042000338227 Payne. Reconceptualizing Social Skills in Organizations: Exploring the Relationship between Communication Competence. Job Performance, and Supervisory Roles. Journal of Leadership & Organizational Studies, 11. , 63Ae77. https://doi. org/10. 1177/107179190501100207 Prianto. Dewi. , & Pujiraharjo. Pengaruh Kompetensi Manajer Proyek Terhadap Keberhasilan Proyek Pada Perusahaan Kontraktor Di Kabupaten Malang. 10, 156Ae168. https://doi. org/https://doi. org/10. 22219/jmts. Prifti. Knigge. Kienegger. , & Krcmar. A Competency Model for Au Industrie 4 . 0 Ay Employees. 46Ae60. Influencing Thinking Influencing Influencing Sumber : data diolah 2020 KESIMPULAN Urutan kompetensi dominan . erkait sifat/AykepribadianA. para GM dan VP menunjukkan bahwa mereka memiliki kompetensi dalam mengembangkan anggota tim (Develope. , melibatkan diri dengan bawahan (Include. , komitmen dalam menyelesaikan tugas (Responsibilit. , membaca trend berdasarkan data (Analytica. , mengusulkan gagasan terkait peluang bisnis (Ideatio. , semangat dalam menambah pengetahuan (Learne. , mengantisipasi konsekuensi bisnis (Connectednes. , mengikuti aturan dan kode etik bisnis (Consistenc. , menjaga kualitas produk (Maximize. , mendahulukan kepentingan perusahaan dibanding pribadi (Belie. , keharmonisan tim (Harmon. , pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Strategi. , menyampaikan pesan secara efektif (Communicatio. dan menjalin hubungan berkualitas (Relato. Jika ingin menjaga kesinambungan kinerja perusahaan maka calon penerus GM/VP yang akan ditempatkan harus memiliki keempat belas karakteristik seperti pada simpulan di atas. Jika tidak terdapat kandidat yang memenuhi keempat belas kriteria di atas maka dapat diambil minimal tujuh karakter teratas yaitu: Developer. Includer. Responsibility. Analytical. Ideation. Learner dan Connectedness. Namun jika ingin perusahaan dapat lebih maju berkembang di era yang sangat kompetitif yang disertai pesaing yang melewati batas negara . orderless stat. dengan tetap mempertahankan kesinambungan bisnis perusahaan . ustainable bussines. maka disarankan untuk memilih kandidat GM/VP penerus yang memiliki gabungan tujuh kompetensi berikut: Analytical. Learner & Strategic (Thinkin. Responsibility (Strivin. Developer & Connectedness (Relatin. Maximizer (Influencin. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan di level manajerial yang sama, namun di perusahaan lain yang sejenis agar dapat diperoleh kesimpulan dan pemetaan yang lebih luas. UCAPAN TERIMA KASIH Kami berterima kasih banyak kepada Jurnal Arterior yang telah memberikan kesempatan artikel ini terbit. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran pimpinan Universitas, serta kepada para Responden yang telah berkontribusi pada penelitian ini. REFERENSI