JUIIM . Vol 7 No 2 Juli 2026 01-12 e-ISSN: 2809-9419 . p-ISSN : 2809-9400 Received 26 Februari 2026 / Revised 01 Maret 2026 / Accepted 13 Juli 2026 Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen https://jurnal. id/index. php/JUIIM PENGARUH HARGA. LOKASI. KUALITAS PRODUK. DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI NINGRAT COFFEESHOP PALEMBANG Fransesco Felix Wijaya1. Herry Widagdo2 1Universitas Multi Data Palembang. Jln. Rajawali No. 14, 30113. Indonesia 2Universitas Multi Data Palembang. Jln. Rajawali No. 14, 30113. Indonesia Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, lokasi, kualitas produk, dan media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen pada Ningrat Coffeeshop Palembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan 129 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel harga, lokasi, kualitas produk, dan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen. Temuan khusus menunjukkan bahwa kualitas produk merupakan variabel yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen Ningrat Coffeeshop Palembang dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan volume penjualan di masa depan. Keywords: Harga. Lokasi. Kualitas Produk. Media Sosial. Keputusan Pembelian. Pendahuluan Pada perkembangan zaman yang makin pesat, semakin hari manusia semakin kreatif dan inovatif menciptakan bisnis baru, terutama perkembangan industri kuliner khususnya kedai kopi . , mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Minum kopi tidak lagi sekedar minuman penghilang rasa kantuk melainkan telah menjadi gaya hidup terutama bagi kalangan muda dan pekerja urban. Survei Goodstat pada 2024, mengungkapkan bahwa 40% responden di Indonesia mengonsumsi dua gelas kopi per hari, sementara 29% lainnya mengonsumsi satu gelas per hari. Sebagian besar konsumen lebih memilih kopi . dari pada membuatnya sendiri dirumah. Hal ini sejalan dengan tren global dimana konsumsi kopi terus meningkat. Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1 berikut: Gambar 1 Data Konsumsi Kopi di Indonesia (Sumber : Edufarmes. org, 2. Dari Gambar 1 diatas menunjukkan bahwa industri ini memiliki potensi ekonomi yang besar dan terus tumbuh. Industri coffeeshop di Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan pesat. Berdasarkan data Poidata . , terdapat 461. 991 coffeeshop di Indonesia per Agustus 2025. Adapun di wilayah Sumatera Selatan sendiri jumlahnya mencapai sekitar 6. 421 coffeeshop. Fakta ini menunjukkan tingginya tingkat persaingan bisnis coffeeshop, sekaligus potensi besar dalam menarik konsumen melalui strategi pemasaran yang tepat. Berikut data pesaing Ningrat Coffeeshop dapat dilihat pada tabel 1 berikut : Tabel 1. 1 Data Pesaing Ningrat Coffeeshop Palembang Nama Coffeeshop Alamat Continue Cafe Jl. Raden Patah Kambang Iwak Kecik Nagara Jl. Telaga Kambang Iwak Kecik Eleu Cafy Jl. Jaksa Agung R Soeprapto Kopi Nostalgia Sanjo Jl. Diponegoro Talang Semut Noe Jl. KH Ahmad Dahlan Kopi Dari Hati Jl. Talang Kerangga Jl. Kartini Kambang Iwak Sumber : Penulis, 2025 Tabel 1 memperlihatkan beberapa pesaing dari Ningrat coffeeshop. Persaingan bisnis coffeeshop saat ini semakin dinamis dengan beragam keunikan konsep yang ditawarkan untuk menarik minat konsumen. Ningrat Coffeeshop hadir dengan nuansa vintage klasik yang elegan, bersaing ketat dengan Nagara Cafe yang mengusung tema 80Aos classic house dan Eleu Cafe dengan desain cozy. Selain itu, pasar juga diramaikan oleh Kopi Nostalgia yang menonjolkan aspek estetik. Kafe Sanjo dengan daya tarik fasilitas photobox. Noe Cafe yang memadukan tema Asian Fusion dengan suasana hijau alami, serta Kopi Dari Hati yang menyediakan fasilitas coworking space. Keberagaman identitas visual dan fungsional ini tidak hanya memperluas pilihan bagi preferensi konsumen, tetapi juga menjadi elemen krusial dalam strategi pemasaran untuk meningkatkan performa bisnis di tengah kompetisi yang ketat. Menurut (Kotler dan Amstrong, 2. dalam (Suryani dan Fietroh, 2025 p. Harga didefinisikan sebagai sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukarkan konsumen untuk mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa. Harga memiliki peran penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut (Monro. dalam (Jumawan dan Prasetyo, 2024 p. menyatakan bahwa harga yang terlau tinggi dapat menyebabkan resistensi pembelian karena dianggap tidak sepadan dengan nilai yang diterima, sementara harga yang terlalu rendah dapat menimbulkan kecurigaan tentang kualitas produk. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada merk kopi berskala nasional maupun internasional seperti fore coffee. Janji jiwa, atau Starbucks sementara penelitian yang menyoroti coffeeshop independen atau lokal misalnya Ningrat coffeeshop Palembang masih sangat terbatas. Selain itu, kombinasi variabel yang diteliti juga cenderung parsial, seperti hanya menyoroti aspek harga dan promosi atau kualitas dan lokasi sehingga penelitian yang menguji pengaruh harga, lokasi, kualitas produk dan media sosial secara simultan terhadap keputusan pembelian masih jarang ditemukan. Lebih lanjut, penelitian dengan fokus geografi di Kota Palembang juga masih terbatas, padahal kota ini menunjukkan pertumbuhan industri coffeeshop yang sangat pesat dan kompetitif, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Landasan Teori Pengertian Keputusan Pembelian Menurut . chiffman dan kanuk, 2. ndrasari, 2019 p. mendefinisikan keputusan pembelian konsumen merupakan seleksi terhadap dua pilihan alternatif atau lebih, dengan perkataan lain, pilihan alternatif harus tersedia bagi seseorang ketika mengambil keputusan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian, ada dua faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu bauran pemasaran . arketing mi. yang terdiri dari produk . , harga . , promosi . , dan tempat . Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor eksternal kebudayaan, faktor sosial, faktor kepribadian, dan faktor psikologis. Pengertian Harga Menurut (Philip Kotle. dalam (Indrasari, 2019 p. harga adalah sejumlah nilai atau uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa untuk jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaatmanfaat harga yang telah menjadi faktor penting yang mempengaruhi pilihan pembeli, hal ini berlaku dalam negara miskin, namun faktor non harga telah menjadi lebih penting dalam perilaku memilih pembeli pada dasawarsa . Dalam arti yang paling sempit harga . adalah jumlah uang yang dibebankan atas suatu atau jasa. Pengertian Lokasi Menurut (Siagian et. al, 2. dalam (Halim et al. , 2025. , p. Lokasi usaha yang strategis memiliki peran penting dalam menciptakan kenyamanan sekaligus memudahkan konsumen untuk menjangkau tempat tersebut. Lokasi yang berada di pusat keramaian, dekat dengan area perkantoran, kampus, atau pusat aktivitas masyarakat, umumnya lebih disukai karena memberikan kemudahan akses serta efisiensi waktu bagi pelanggan. Selain itu, faktor pendukung seperti ketersediaan lahan parkir, keamanan lingkungan, dan kedekatan dengan sarana transportasi juga turut memengaruhi kenyamanan pengunjung. Pengertian Kualitas Produk Kualitas Produk menurut (Kotler and Armstrong, 2. dalam (Firmansyah, 2019 p. arti dari kualitas produk adalah Authe ability of a product to perform its functions, it includes the productAos overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributesAy yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya. Pengertian Media Sosial (Mayfield, 2. dalam (Zusrony, 2020 p. mendefinisikan media sosial sebagai media yang memudahkan para penggunanya untuk berpartisipasi, berbagi serta menciptakan peran, khususnya blog, jejaring sosial, wiki/ensiklopedia online, forum-forum maya, termasuk virtual worlds atau dengan menggunakan avatar/karakter 3D. Kerangka Pemikiran Berdasarkan teori dan hasil-hasil dari penelitian terhadulu, maka ada beberapa variabel yang diidentifikasi mempengaruhi Keputusan Pembelian yaitu: Harga. Lokasi. Kualitas Produk dan Media Sosial untuk itu akan dilakukan sejauh mana pengaruh variabel tersebut terhadap Keputusan Pembelian di Ningrat Coffeeshop sehingga kerangka teoritis dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut dalam gambar 2 : Gambar 2. Kerangka Pemikiran Sumber : Penulis, 2025 Keterangan : Pengaruh Secara Parsial Pengaruh Secara Simultan Metode Penelitian Ruang Lingkup. Lokasi. Objek Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan pada pengunjung di Ningrat coffeeshop untuk menggambarkan secara objektif kondisi variabel-variabel yang diteliti, serta memahami bagaimana faktor-faktor seperti harga, lokasi, cita rasa dan media sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen di kafe tersebut. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah variabel independen berupa Harga. Lokasi. Kualitas Produk, dan Media Sosial serta variabel dependen yaitu Keputusan Pembelian. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini ditetapkan berdasarkan jumlah pelanggan pada bulan terakhir, dengan pertimbangan bahwa data tersebut dapat dianggap mewakili kondisi terkini dan menggambarkan perilaku konsumen saat penelitian dilakukan. oleh karena itu populasi pada peneliti ini ditetapkan sebanyak 190 orang konsumen dari periode satu bulan Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pria dan Wanita Berusia 17-50 tahun Responden yang sudah membeli coffee di Ningrat coffee minimal 1 kali Untuk menentukan jumlah sampel yang akan digunakan, maka peneliti menggunakan formula Slovin untuk mengukurnya, yaitu (Hendryadi et al, 2. dalam (Maulana, 2. Keterangan : n = Ukuran sampel N = Jumlah Populasi e = Toleransi kesalahan . rror toleranc. yaitu 5% . Rumus slovin digunakan jika jumlah populasi diketahui. Disamping itu, menurut Hendriyadi et al. , dalam Maulana . sebagai berikut : ycu= = 128,81 1 190 . 2 Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah sampel dibulatkan menjadi 129 responden. Metode Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu literatur, pengamatan, kuesioner, dan wawancara di Ningrat Coffeeshop Palembang. Pada penelitian ini, kuesioner diukur menggunakan skala Likert, menurut (Sugiyono, 2. skala Likert dipakai sebagai alat untuk menilai sikap, pendapat, serta persepsi individu maupun kelompok terhadap suatu fenomena tertentu. Pada skala likert terdapat skor yang terdiri dari 1 Ae 5 yaitu: Tabel 3 Skala Likert Skala Likert Skor Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Hasil Penelitian dan Pembahasan Karakeristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelami Laki Ae Laki Perempuan Jumlah Jumlah Responden Frekuensi Persentase % 77,5% 22,5% Sumber : Data yang diolah, 2025 Berdasarkan Usia Tabel 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Jumlah Responden Usia Frekuensi Persentase % 15- 20 Tahun 20 Ae 29 Tahun 30 Ae 39 Tahun >40 Tahun Jumlah 13,2% 67,4% 16,3% 3,1% Sumber : Data yang diolah, 2025 Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 6 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Jumlah Responden Persentase% 41,9% 41,9% 5,4% Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa Karyawan Wirasusaha Frekuensi Lainnya Jumlah Sumber : Data yang diolah, 2025. Responden Berdasarkan Frekuensi Pembelian Tabel 7 Karakteristik Responden Berdasarkan Frekusensi Pembelian Frekuensi Pembelian < 3 kali Jumlah Responden Frekuensi Persentase% 17,8% 3 kali > 3 kali Jumlah 58,1% Sumber : Data yang diolah, 2025 Hasil Penelitian Uji Validitas Tabel Hasil Uji Validitas Harga Variabel Indikator R Hiung R Tabel Harga Variabel Lokasi X11 X12 X13 X14 X15 0,650 0,732 0,628 0,559 0,530 Hasil 0,1716 0,1716 0,1716 0,1716 0,1716 Tabel Hasil Uji Validitas Lokasi Indikator Rhitung Rtabel X21 0,505 0,1716 X22 0,680 0,1716 X23 0,595 0,1716 X24 0,530 0,1716 X25 0,452 0,1716 Hasil Tabel Hasil Uji Validitas Kualitas Produk Indikator Rhitung Rtabel Hasil X31 0,532 0,1716 X32 0,443 0,1716 X33 0,357 0,1716 X34 0,391 0,1716 Kualitas X35 0,395 0,1716 Produk X36 0,439 0,1716 Variabel Variabel Media Sosial Tabel Hasil Uji Validitas Media Sosial Indikator Rhitung Rtabel X41 0,732 0,1716 X42 0,779 0,1716 X43 0,642 0,1716 X44 0,529 0,1716 Hasil Tabel Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian Variabel Indikator Rhitung Rtabel Hasil 0,411 0,1716 KepuY2 0,563 0,1716 0,256 0,1716 Pembelian 0,417 0,400 0,1716 0,1716 Uji Normalitas Tabel Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Differences Extreme Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. - Sig. Interval Confidence Lower Bound Upper Bound Berdasarkan hasil pengelolaan data diatas menunjukan nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,442. > 0,05. Oleh karena itu, data memenuhi kriteria standar Asymp. Sig yang menunjukan distribusi normal. Uji Regresi Linear Berganda Tabel Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. HARGA LOKASI Std. Error Beta Sig. Collinearity Statistics Tolera VIF KUALITAS PRODUK MEDIA SOSIAL Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN Nilai Koefisien yang digunakan yaitu Unstandardized Cofficients. Dari nilai tersebut maka dibuat persamaan linear sebagai berikut Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 e Y = 2,207 0,260 Harga 0,335 Lokasi 0,104 Kualitas Produk 0,206 Media Sosial Persamaan regresi tersebut bisa diartikan sebagai berikut : Nilai konstanta . memiliki nilai positif sebesar 2,207. Nilai positif artinya bahwa tingkat kepuasan pelanggan akan positif, atau 2,207, bila variabel Harga. Lokasi. Kualitas Produk, dan Media Sosial bernilai 0. Nilai koefisien variabel harga sebesar 0,260 artinya jika variabel kualitas produk terjadi kenaikan sebesar 1, maka nilai variabel Lokasi akan mengalami kenaikan sebesar 0,260. Nilai koefisien variabel lokasi sebesar 0,335 artinya jika variabel harga terjadi kenaikan sebesar 1, maka nilai variabel harga akan mengalami kenaikan sebesar 0,335. Nilai koefisien variabel kualitas produk sebesar 0,104 artinya jika variabel kualitas pelayanan terjadi kenaikan sebesar 1, maka nilai variabel pelayanan akan mengalami kenaikan sebesar 0,104. Nilai koefisien variabel media sosial sebesar 0,206 artinya jika variabel aksesibilitas terjadi kenaikan sebesar 1, maka nilai variabel aksesibilitas akan mengalami kenaikan sebesar 0, 206. Uji Parsial (Uji T) Tabel Hasil Uji T Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error (Constan. HARGA LOKASI KUALITAS PRODUK MEDIA SOSIAL Beta Sig. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN Berdasarkan tabel diatas maka hasil analisis pengujian sebagai berikut : Nilai t-hitung pada variabel Harga adalah 2. 154 > t- tabel 1,98 dan nilai sig 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuutusan pembelian. Nilai t-hitung pada variabel Lokasi adalah 1. 903 > t- tabel 1,98 dan nilai sig 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Lokasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuutusan pembelian. Nilai t-hitung pada variabel Kualitas Produk adalah 2. 719 > t- tabel 1,98 dan nilai sig 007 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Kualitas Produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuutusan pembelian. Nilai t-hitung pada variabel Media Sosial adalah 3. 810 > t- tabel 1,98 dan nilai sig 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Media Sosial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuutusan pembelian. Uji Simultan (Uji F) Tabel Hasil Uji F ANOVAa Sum of Squares Model Mean Square Regression Residual Total Sig. Berdasarkan tabel 4. 22 menunjukkan berdasarkan hasil uji simultan . ji F), diperoleh nilai F hitung sebesar 160. 465 dengan tingkat signifikansi sebesar . Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa harga, lokasi, kualitas produk, dan media sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis penelitian mengenai pengaruh harga, lokasi, kualitas produk, dan media sosial terhadap keputusan pembelian di Ningrat Coffeeshop Palembang, dapat disimpulkan beberapa temuan utama sebagai berikut: Harga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan harga yang kompetitif serta sesuai dengan nilai yang dirasakan konsumen dapat meningkatkan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian di Ningrat Coffeeshop Palembang. Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Keberadaan lokasi usaha yang strategis dan mudah dijangkau memberikan kemudahan bagi konsumen sehingga mendorong meningkatnya minat untuk membeli produk. Media sosial menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Pemanfaatan media sosial yang dikelola secara optimal mampu meningkatkan daya tarik, interaksi, serta mendorong konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Kualitas produk dalam penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Meskipun demikian, kualitas produk tetap berperan penting sebagai elemen pendukung dalam menciptakan kepuasan serta membangun loyalitas pelanggan. Secara bersama-sama, variabel harga, lokasi, kualitas produk, dan media sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,833. Ini berarti bahwa 83% perubahan keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut, sedangkan 17% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Daftar Pustaka