Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Vol. No. Mei 2026, pp. Perilaku Konsumen Digital: Analisis Bibliometrik terhadap Tren Penelitian Modern Loso Judijanto IPOSS Jakarta. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan tren penelitian mengenai perilaku konsumen digital melalui pendekatan Data penelitian diperoleh dari basis data Scopus menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan perilaku konsumen digital dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis dilakukan terhadap publikasi yang mencakup pola sitasi, kolaborasi penulis, kolaborasi institusi, kolaborasi negara, serta jaringan kemunculan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topik perilaku konsumen digital mengalami pertumbuhan yang signifikan dan berkembang menjadi bidang kajian yang bersifat Analisis sitasi mengidentifikasi bahwa penelitian mengenai kecerdasan buatan, pemasaran digital, perilaku belanja daring, dan interaksi manusia-teknologi menjadi tema yang paling Analisis kolaborasi menunjukkan bahwa India dan Amerika Serikat merupakan negara yang paling dominan dalam jaringan penelitian global. Sementara itu, analisis kata kunci mengungkap bahwa consumer behavior, digital marketing, commerce, social media, dan artificial intelligence merupakan tema utama yang mendominasi literatur. Hasil overlay visualization menunjukkan adanya pergeseran fokus penelitian dari pemasaran digital konvensional menuju pemanfaatan teknologi cerdas seperti machine learning, big data, predictive analytics, dan personalisasi pengalaman Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian perilaku konsumen digital di masa depan akan semakin berorientasi pada integrasi kecerdasan buatan dan analitik data untuk memahami serta memprediksi perilaku konsumen secara lebih akurat dalam ekosistem digital yang terus berkembang. Received May, 2026 Revised May, 2026 Accepted May, 2026 Kata Kunci: Perilaku Konsumen Digital. Analisis Bibliometrik. Pemasaran Digital. Kecerdasan Buatan. VOSviewer Keywords: Digital Consumer Behavior. Bibliometric Analysis. Digital Marketing. Artificial Intelligence. VOSviewer ABSTRACT This study aims to map the development and research trends in digital consumer behavior through a bibliometric approach. The research data were obtained from the Scopus database using keywords related to digital consumer behavior and analyzed using VOSviewer software. The analysis covered citation patterns, author collaboration, institutional collaboration, country collaboration, and keyword cooccurrence networks. The findings reveal that digital consumer behavior has experienced significant growth and evolved into a multidisciplinary field of study. Citation analysis identified research on artificial intelligence, digital marketing, online shopping behavior, and humanAetechnology interaction as the most influential themes. Collaboration analysis indicates that India and the United States play dominant roles in the global research network. Furthermore, keyword analysis shows that consumer behavior, digital marketing, commerce, social media, and artificial intelligence are the primary themes dominating the literature. The overlay visualization highlights a shift Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jbmws Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 168 in research focus from conventional digital marketing toward the adoption of advanced technologies such as machine learning, big data, predictive analytics, and customer experience personalization. These findings suggest that future research on digital consumer behavior will increasingly emphasize the integration of artificial intelligence and data analytics to better understand and predict consumer behavior within the rapidly evolving digital ecosystem. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta. Indonesia Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah membawa perubahan besar terhadap pola interaksi masyarakat, termasuk dalam aktivitas ekonomi dan konsumsi. Kehadiran internet, media sosial, perangkat mobile, serta platform perdagangan elektronik telah menciptakan ekosistem baru yang memengaruhi cara konsumen mencari informasi, membandingkan produk, mengambil keputusan pembelian, hingga memberikan ulasan terhadap suatu layanan (Shi et al. , 2. Transformasi ini menjadikan perilaku konsumen tidak lagi dapat dipahami hanya melalui pendekatan konvensional, karena konsumen digital memiliki karakteristik yang lebih dinamis, cepat berubah, dan sangat dipengaruhi oleh arus informasi daring. Menurut (Amornkitvikai et al. , 2. , perkembangan teknologi informasi telah mengubah hubungan antara produsen dan konsumen menjadi lebih interaktif serta berbasis pengalaman digital. Dalam konteks tersebut, perilaku konsumen digital menjadi salah satu topik yang semakin penting untuk dikaji karena memiliki implikasi langsung terhadap strategi pemasaran, inovasi bisnis, dan keberlanjutan perusahaan di era ekonomi digital (Al Sukaini, 2022. Kim & Kim, 2. Perubahan perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi utama dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Konsumen modern tidak lagi sepenuhnya bergantung pada iklan tradisional, tetapi lebih memperhatikan rekomendasi pengguna lain, ulasan produk, tren digital, serta pengaruh figur publik di platform Fenomena ini menunjukkan bahwa komunikasi digital memiliki kekuatan besar dalam membentuk preferensi dan persepsi konsumen. (Adamu et al. , 2024. Kim & Kim, 2. menjelaskan bahwa konsumen digital cenderung lebih aktif dalam mencari pengalaman personal dan interaksi dua arah dengan merek. Selain itu, kemudahan akses terhadap berbagai platform digital membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan, sehingga tingkat persaingan antarperusahaan menjadi semakin tinggi. Akibatnya, perusahaan dituntut untuk memahami pola perilaku konsumen secara lebih mendalam agar mampu menciptakan strategi pemasaran yang relevan dan kompetitif (Sweeney. Soutar. , & Mazzarol, 2. Di sisi lain, pandemi COVID-19 turut mempercepat transformasi perilaku konsumen menuju aktivitas digital. Pembatasan sosial yang terjadi di berbagai negara menyebabkan peningkatan signifikan pada penggunaan layanan daring, seperti belanja online, pembayaran digital, layanan pesan antar, hingga konsumsi konten digital. Perubahan tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga membentuk kebiasaan baru dalam masyarakat. Berdasarkan penelitian (Suganda & Arrifianti, 2. , pandemi telah mengubah pola konsumsi masyarakat secara permanen melalui peningkatan ketergantungan pada teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini mendorong meningkatnya perhatian akademisi terhadap kajian perilaku konsumen digital, baik dari perspektif pemasaran, psikologi konsumen, komunikasi, maupun teknologi Vol. No. Mei 2026: pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 169 Dengan demikian, penelitian mengenai perilaku konsumen digital berkembang sangat pesat dan menghasilkan berbagai pendekatan, teori, serta model analisis baru. Pesatnya perkembangan penelitian mengenai perilaku konsumen digital menyebabkan munculnya kebutuhan untuk memetakan tren penelitian secara sistematis. Berbagai studi telah membahas topik-topik seperti electronic word of mouth, customer engagement, social commerce, artificial intelligence dalam pemasaran, pengalaman pengguna, loyalitas pelanggan digital, hingga pengaruh algoritma terhadap keputusan konsumen. Namun, banyaknya publikasi yang tersebar di berbagai disiplin ilmu membuat peneliti sering mengalami kesulitan dalam memahami arah perkembangan penelitian secara menyeluruh. Oleh karena itu, analisis bibliometrik menjadi salah satu metode yang relevan untuk digunakan dalam mengidentifikasi pola perkembangan penelitian, jaringan kolaborasi penulis, tren kata kunci, serta tema-tema dominan yang berkembang dalam suatu bidang kajian. (Donthu et al. , 2. menyatakan bahwa analisis bibliometrik mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai evolusi penelitian dan membantu peneliti dalam menemukan peluang penelitian di masa mendatang. Analisis bibliometrik terhadap penelitian perilaku konsumen digital menjadi penting karena dapat memberikan kontribusi akademik maupun praktis. Dari sisi akademik, pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami struktur intelektual suatu bidang ilmu, mengidentifikasi penulis dan jurnal yang paling berpengaruh, serta menemukan celah penelitian yang masih belum banyak dieksplorasi. Dari sisi praktis, hasil analisis dapat menjadi dasar bagi perusahaan, pemasar, dan pengambil kebijakan dalam memahami perubahan perilaku konsumen di era digital. Selain itu, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan machine learning diperkirakan akan semakin memengaruhi perilaku konsumen pada masa mendatang, sehingga kajian bibliometrik dapat membantu memetakan arah penelitian baru yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Dengan demikian, penelitian berjudul AuPerilaku Konsumen Digital: Analisis Bibliometrik terhadap Tren Penelitian ModernAy menjadi penting dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika perkembangan kajian perilaku konsumen digital serta arah penelitian yang berkembang secara global. Meskipun penelitian mengenai perilaku konsumen digital mengalami perkembangan yang sangat pesat, hingga saat ini masih terdapat keterbatasan dalam pemetaan komprehensif terhadap tren penelitian yang berkembang dalam bidang tersebut. Banyak penelitian dilakukan secara terpisah dengan fokus yang beragam, seperti media sosial, e-commerce, loyalitas pelanggan, maupun kecerdasan buatan, sehingga belum memberikan gambaran utuh mengenai struktur perkembangan ilmu dan hubungan antar-topik penelitian. Selain itu, meningkatnya jumlah publikasi ilmiah dari berbagai negara dan disiplin ilmu menyebabkan sulitnya mengidentifikasi tema dominan, penulis berpengaruh, pola kolaborasi, serta arah perkembangan penelitian terbaru. Kondisi tersebut menimbulkan kebutuhan akan suatu pendekatan sistematis yang mampu mengintegrasikan dan memetakan keseluruhan perkembangan kajian perilaku konsumen digital. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menjawab permasalahan mengenai bagaimana tren perkembangan penelitian perilaku konsumen digital dapat dianalisis melalui pendekatan bibliometrik untuk mengidentifikasi tema utama, pola hubungan ilmiah, serta peluang penelitian di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai perilaku konsumen digital melalui pendekatan bibliometrik guna memperoleh gambaran yang komprehensif tentang tren penelitian modern. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode bibliometrik untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai perilaku konsumen digital. Analisis bibliometrik dipilih karena mampu memberikan gambaran sistematis mengenai tren publikasi, pola kolaborasi ilmiah, serta perkembangan tema penelitian dalam suatu bidang kajian tertentu. Data penelitian diperoleh dari basis data ilmiah internasional, seperti Scopus atau Web of Science, dengan menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan perilaku konsumen digital, seperti Audigital Vol. No. Mei 2026: pp. A 170 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science consumer behaviorAy. Auonline consumerAy. Aue-consumer behaviorAy, dan istilah lain yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan membatasi rentang tahun publikasi tertentu agar dapat menggambarkan perkembangan penelitian modern secara lebih terarah. Artikel yang diperoleh kemudian diseleksi berdasarkan relevansi topik, jenis dokumen, bahasa, dan kelengkapan metadata Tahapan analisis dilakukan melalui beberapa proses, yaitu identifikasi data, penyaringan dokumen, pengolahan metadata, dan visualisasi hasil bibliometrik. Data yang telah terkumpul diekspor dalam format yang sesuai untuk dianalisis menggunakan perangkat lunak bibliometrik VOSviewer. Analisis ini mencakup jumlah publikasi per tahun, penulis yang paling produktif, jurnal yang paling berpengaruh, negara dengan kontribusi penelitian tertinggi, serta pola kolaborasi Selain itu, penelitian juga menganalisis co-occurrence kata kunci untuk mengidentifikasi tema-tema dominan yang berkembang dalam penelitian perilaku konsumen Visualisasi jaringan bibliometrik digunakan untuk menunjukkan hubungan antar-topik penelitian dan memetakan arah perkembangan kajian secara ilmiah. Untuk memastikan validitas penelitian, proses seleksi dan pengolahan data dilakukan secara sistematis berdasarkan prosedur bibliometrik yang telah banyak digunakan dalam penelitian ilmiah. Interpretasi hasil analisis dilakukan dengan menghubungkan temuan bibliometrik terhadap perkembangan teknologi digital dan dinamika perilaku konsumen modern. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Dokumen yang Paling Sering Dikutip Citations Authors and year (Chintalapati & Pandey, 2. (Okonkwo, 2. (Fox & Gambino, . an Tonder et al. (Kooti et al. , 2. (Ukpere et al. (Lammi & Pantzar, 2. (Shah et al. , 2. (Liu et al. , 2. (Helbing, 2. Title Artificial intelligence in marketing: A systematic literature review Sustaining the luxury brand on the Internet Relationship Development with Humanoid Social Robots: Applying Interpersonal Theories to Human-Robot Interaction The importance of customer citizenship behaviour in the modern retail environment: Introducing and testing a social exchange model Portrait of an online shopper: Understanding and predicting consumer Rising trend in social media usage by women entrepreneurs across the globe to unlock their potentials for business success The data economy: How technological change has altered the role of the citizen-consumer The role of the IoT and digital twin in the healthcare digitalization process: IoT and digital twin in the healthcare digitalization process Electronic word of mouth 2. WOM 2. Ae The evolution of eWOM research in the new age Towards digital enlightenment: Essays on the dark and light sides of the digital revolution Source: Scopus, 2026 Tabel tersebut menunjukkan bahwa dokumen paling berpengaruh didominasi oleh tema artificial intelligence, perilaku belanja online, e-WOM, social media, dan transformasi digital. Artikel (Chintalapati & Pandey, 2. menjadi rujukan utama dengan 346 sitasi, menandakan kuatnya perhatian akademik terhadap peran AI dalam pemasaran digital. Dokumen lain seperti (Kooti et al. Liu et al. , 2024. Okonkwo, 2. memperlihatkan bahwa perilaku konsumen digital berkembang dari isu awal branding dan belanja daring menuju kajian yang lebih kompleks, seperti prediksi perilaku konsumen, interaksi manusia-teknologi, dan eWOM generasi baru. Pola sitasi ini menunjukkan bahwa penelitian perilaku konsumen digital tidak hanya membahas keputusan pembelian, tetapi juga mencakup relasi konsumen dengan teknologi, media sosial, data. IoT, dan perubahan peran konsumen dalam ekonomi digital modern. Vol. No. Mei 2026: pp. A 171 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science 1 Visualisasi jaringan Penulis Gambar 1. Visualisasi Penulis Sumber: Data Diolah Visualisasi co-authorship network tersebut menunjukkan tingkat kolaborasi yang sangat tinggi di antara para peneliti dalam bidang perilaku konsumen digital. Hampir seluruh penulis terhubung dalam satu klaster besar tanpa adanya kelompok yang terpisah secara signifikan, yang mengindikasikan bahwa penelitian di bidang ini berkembang melalui jaringan kolaborasi yang luas dan saling terintegrasi. Beberapa penulis seperti Muhammad Afzal. Muhammad Idris. Muhammad Rahim. Hameed Siddiqui. Lee Sungyoung. Kang Byeong Ho, dan Muhammad Bilal Amin tampak berada pada posisi yang relatif sentral dalam jaringan, sehingga dapat dianggap memiliki peran penting sebagai penghubung antarpeneliti. Banyaknya garis koneksi yang saling berpotongan menunjukkan intensitas kerja sama yang tinggi dalam menghasilkan publikasi ilmiah, baik dalam lingkup institusi maupun lintas negara. Pola ini mencerminkan bahwa penelitian perilaku konsumen digital merupakan bidang yang bersifat multidisipliner dan membutuhkan kolaborasi antara pakar teknologi, pemasaran, perilaku konsumen, serta analisis data untuk memahami perubahan perilaku konsumen di era digital yang semakin kompleks. Vol. No. Mei 2026: pp. A 172 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Gambar 2. Visualisasi Institusi Sumber: Data Diolah Visualisasi organizational collaboration network tersebut menunjukkan bahwa penelitian mengenai perilaku konsumen digital didukung oleh kolaborasi antar departemen dan institusi yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Node Auelectronic marketing and socialAy terlihat sebagai pusat jaringan dengan ukuran paling besar dan jumlah koneksi terbanyak, menandakan institusi atau departemen tersebut memiliki kontribusi dan peran kolaboratif yang dominan dalam publikasi yang Jaringan ini membentuk beberapa klaster yang menghubungkan bidang pemasaran elektronik, teknologi informasi bisnis, pemasaran digital, akuntansi, dan ilmu dasar, yang menunjukkan bahwa kajian perilaku konsumen digital berkembang secara multidisipliner. Klaster hijau berfokus pada departemen pemasaran elektronik dan digital marketing, klaster merah menghubungkan aspek teknologi informasi dan pemasaran digital, sedangkan klaster kuning dan biru mengaitkan disiplin akuntansi, bisnis, dan ilmu dasar. Keterhubungan yang kuat antarklaster mengindikasikan bahwa penelitian perilaku konsumen digital tidak hanya dipandang dari perspektif pemasaran, tetapi juga melibatkan aspek teknologi, bisnis, data, dan pengelolaan informasi untuk memahami perilaku konsumen dalam lingkungan digital yang semakin kompleks dan terintegrasi. Vol. No. Mei 2026: pp. A 173 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Gambar 3. Visualisasi Negara Sumber: Data Diolah Visualisasi country collaboration network menunjukkan bahwa penelitian mengenai perilaku konsumen digital berkembang melalui kolaborasi internasional yang cukup luas, dengan India dan Amerika Serikat tampil sebagai pusat jaringan yang paling dominan. Hal ini terlihat dari ukuran node yang lebih besar dan jumlah koneksi yang lebih banyak dibandingkan negara lain, yang mengindikasikan tingginya produktivitas publikasi serta intensitas kerja sama penelitian. India berperan sebagai hub utama yang menghubungkan berbagai negara seperti Pakistan. Sri Lanka. Oman. Mesir. Ghana. Inggris, dan Vietnam, sedangkan Amerika Serikat memiliki hubungan kolaboratif yang kuat dengan negara-negara di Eropa dan Timur Tengah. Klaster lain menunjukkan keterlibatan aktif Federasi Rusia. Jerman. Polandia. Yordania. Italia, dan Belanda dalam membentuk jaringan penelitian yang saling terhubung. Kehadiran negara-negara berkembang dan maju dalam satu jaringan kolaborasi menunjukkan bahwa isu perilaku konsumen digital telah menjadi perhatian global yang melampaui batas geografis, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, e-commerce, media sosial, dan transformasi perilaku konsumen di berbagai negara. Temuan ini juga mengindikasikan bahwa pertukaran pengetahuan lintas negara memainkan peran penting dalam memperkaya perspektif dan memperluas cakupan penelitian mengenai perilaku konsumen digital di era modern. 2 Visualisasi Jaringan Kata Kunci Visualisasi co-occurrence keywords menunjukkan struktur intelektual penelitian mengenai perilaku konsumen digital yang terbagi ke dalam beberapa klaster utama yang saling terhubung. Kata kunci Auconsumer behaviorAy muncul sebagai node terbesar dan paling sentral, menandakan bahwa konsep tersebut menjadi fokus utama dalam literatur yang dianalisis. Posisi sentral ini juga menunjukkan bahwa perilaku konsumen digital memiliki hubungan erat dengan berbagai topik lain seperti pemasaran digital, kecerdasan buatan, media sosial, e-commerce, machine learning, hingga pengalaman pelanggan. Tingginya tingkat keterhubungan antar kata kunci mengindikasikan bahwa penelitian di bidang ini berkembang secara multidisipliner dan semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi digital. Vol. No. Mei 2026: pp. A 174 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Gambar 4. Visualisasi Jaringan Sumber: Data Diolah Klaster merah didominasi oleh tema-tema yang berkaitan dengan pemasaran dan transformasi digital, seperti marketing, consumer behaviour, digital technologies, digital technology, innovation, dan sustainable development. Klaster ini menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian berfokus pada bagaimana perkembangan teknologi digital mengubah strategi pemasaran dan perilaku konsumen. Kehadiran kata kunci seperti digitalization dan marketing communications mengindikasikan bahwa perusahaan semakin mengandalkan teknologi digital untuk membangun hubungan yang lebih efektif dengan konsumen. Selain itu, keterkaitan dengan sustainable development menunjukkan mulai berkembangnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan dalam aktivitas pemasaran digital. Klaster hijau berpusat pada perkembangan teknologi analitik dan kecerdasan buatan yang mendukung pemahaman perilaku konsumen. Kata kunci seperti machine learning, deep learning, predictive analytics, data mining, learning systems, dan user experience menunjukkan bahwa penelitian terkini semakin memanfaatkan teknologi berbasis data untuk menganalisis pola konsumsi dan memprediksi keputusan pembelian. Dominasi kata kunci ini mencerminkan pergeseran pendekatan penelitian dari metode tradisional menuju pemanfaatan big data dan algoritma cerdas untuk menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku konsumen dalam lingkungan digital. Klaster kuning menggambarkan hubungan antara perilaku konsumen dengan aktivitas perdagangan digital dan interaksi sosial daring. Kata kunci seperti sales, social media, online shopping, marketplaces, social networking . , dan social behavior menunjukkan bahwa media sosial dan platform e-commerce telah menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan konsumen modern. Klaster ini memperlihatkan bahwa perilaku konsumen digital tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pemasaran, tetapi juga oleh interaksi sosial yang terjadi melalui berbagai platform digital. Fenomena ini memperkuat pentingnya strategi pemasaran berbasis komunitas dan keterlibatan konsumen dalam ekosistem digital. Sementara itu, klaster biru dan ungu menghubungkan tema-tema yang lebih spesifik seperti commerce, customer experience, augmented reality, behavioral research, public relations, digital marketing, dan artificial intelligence. Kehadiran kata kunci artificial intelligence yang berada di dekat pusat jaringan menunjukkan bahwa AI telah menjadi salah satu tema yang paling berpengaruh dalam penelitian perilaku konsumen digital saat ini. Vol. No. Mei 2026: pp. A 175 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science Visualisasi overlay visualization menunjukkan perkembangan temporal penelitian perilaku konsumen digital selama periode 2022Ae2025. Warna biru merepresentasikan topik yang lebih awal banyak diteliti, sedangkan warna hijau hingga kuning menunjukkan tema-tema yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Kata kunci consumer behavior tetap menjadi pusat penelitian sepanjang periode tersebut, namun terlihat adanya pergeseran fokus dari tema-tema tradisional seperti consumer, marketing communications, digital communication systems, dan online shopping menuju topik yang lebih berbasis teknologi dan analitik. Hal ini mengindikasikan bahwa studi perilaku konsumen digital terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi digital dan perubahan pola interaksi konsumen. Gambar 5. Visualisasi Overlay Sumber: Data Diolah Pada periode yang lebih awal . 2Ae2. , penelitian lebih banyak berfokus pada aspek dasar pemasaran digital dan perilaku konsumen, yang tercermin dari dominasi warna biru pada kata kunci seperti consumer, marketing, online shopping, digital communication systems, marketplaces, dan marketing communications. Tema-tema tersebut menekankan bagaimana konsumen berinteraksi dengan platform digital serta bagaimana perusahaan memanfaatkan media digital untuk membangun komunikasi pemasaran yang efektif. Selain itu, muncul pula topik seperti e-commerce, consumer behaviour, dan digitalization yang menjadi fondasi bagi perkembangan penelitian pada periode berikutnya. Sementara itu, warna hijau hingga kuning yang mendominasi kata kunci seperti machine learning, artificial intelligence, digital marketing, learning systems, predictive analytics, deep learning, decision making, dan personalizations menunjukkan arah penelitian terkini pada tahun 2024Ae2025. Tren ini mengindikasikan bahwa perhatian akademisi semakin bergeser ke pemanfaatan teknologi cerdas, analisis data besar, dan sistem prediktif untuk memahami serta memengaruhi perilaku konsumen. Visualisasi density map menunjukkan tingkat kepadatan dan frekuensi kemunculan kata kunci dalam penelitian perilaku konsumen digital. Area yang berwarna kuning terang menandakan topik yang paling sering muncul dan memiliki keterkaitan paling kuat dengan topik lainnya, sedangkan warna hijau hingga biru menunjukkan tingkat kemunculan yang lebih rendah. Pada peta ini, kata kunci consumer behavior menjadi pusat perhatian utama dengan tingkat kepadatan tertinggi, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar penelitian berfokus pada pemahaman Vol. No. Mei 2026: pp. A 176 Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science perilaku konsumen dalam lingkungan digital. Di sekitar tema inti tersebut terdapat kata kunci penting seperti commerce, sales, digital marketing, artificial intelligence, marketing, consumer behaviour, dan social media, yang menunjukkan bahwa kajian perilaku konsumen digital sangat erat kaitannya dengan aktivitas pemasaran, perdagangan elektronik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam memahami kebutuhan dan preferensi konsumen. Gambar 6. Visualisasi Densitas Sumber: Data Diolah Selain itu, peta kepadatan juga memperlihatkan munculnya sejumlah tema yang semakin berkembang, seperti machine learning, big data, predictive analytics, personalizations, customer experience, dan digital technologies. Kehadiran tema-tema tersebut mengindikasikan bahwa penelitian modern tidak lagi hanya berfokus pada perilaku pembelian konsumen, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi cerdas dan analisis data untuk memprediksi, mempersonalisasi, dan meningkatkan pengalaman konsumen. Di sisi lain, kata kunci seperti social networking . , online shopping, e-commerce, dan digitalization menunjukkan bahwa media sosial dan platform digital tetap menjadi konteks utama dalam penelitian perilaku konsumen. KESIMPULAN Hasil analisis bibliometrik menunjukkan bahwa penelitian mengenai perilaku konsumen digital mengalami perkembangan yang signifikan dan semakin multidisipliner dalam beberapa tahun terakhir. Tema utama yang mendominasi literatur adalah consumer behavior, yang terhubung erat dengan konsep digital marketing, e-commerce, social media, artificial intelligence, dan Analisis sitasi mengungkap bahwa penelitian paling berpengaruh banyak membahas kecerdasan buatan, perilaku belanja online, interaksi manusia-teknologi, serta transformasi digital dalam pemasaran. Jaringan kolaborasi penulis, institusi, dan negara menunjukkan tingkat kerja sama yang tinggi, dengan India dan Amerika Serikat berperan sebagai pusat kolaborasi global. Sementara itu, analisis kata kunci, overlay visualization, dan density map mengindikasikan adanya pergeseran fokus penelitian dari isu pemasaran digital konvensional menuju pemanfaatan teknologi cerdas seperti machine learning, predictive analytics, big data, dan personalisasi pengalaman Temuan ini menunjukkan bahwa masa depan penelitian perilaku konsumen digital akan Vol. No. Mei 2026: pp. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science A 177 semakin berorientasi pada integrasi teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan untuk memahami, memprediksi, serta mengoptimalkan perilaku konsumen dalam ekosistem digital yang terus berkembang. DAFTAR PUSTAKA