P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Peran Curiosity dalam Meningkatkan Financial Well-Being Mahasiswa Nicke Septiani, 2Hanna Monica Dita Amalia, 3Ratih Pratiwi Manajemen. Universitas Wahid Hasyim. Semarang E-mail: 1nickeseptiani3@gmail. hannamonicaditaamalia@gmail. com,3rara@unwahas. ABSTRAK Tujuan penelitian ini merupakan untuk mengetahui pengaruh curiosity terhadap financial wellbeing mahasiswa Program Studi Manajemen Angkatan 2022 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Latar belakang penelitian ini berakar pada kondisi ekonomi global dan nasional yang menekan kesejahteraan mahasiswa, terlihat dari melonjaknya biaya hidup dan kebutuhan dasar yang berdampak pada tekanan keuangan serta pencapaian akademis mahasiswa. Curiosity dianggap sebagai salah satu elemen psikologis yang mampu mendorong individu untuk mencari informasi, pengetahuan, dan strategi dalam mengelola keuangan, sehingga berpotensi meningkatkan financial well-being. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 56 mahasiswa sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner, kemudian dianalisis dengan regresi linear. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa curiosity memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap financial well-being dengan nilai t sebesar 3,395 dan signifikansi 0,001 (< 0,. Nilai R Square sebesar 0,176 menandakan bahwa curiosity berkontribusi sebesar 17,6% terhadap financial well-being, adapun 82,4% dipengaruhi oleh determinan lain yang berada di luar lingkup studi ini. Kata kunci : curiosity, financial well-being, mahasiswa ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of curiosity on the financial well-being of Management Study Program students. Class of 2022. Wahid Hasyim University. Semarang. The background of this study is rooted in global and national economic conditions that put pressure on student welfare, as seen from the soaring cost of living and basic needs that impact financial pressure and student academic achievement. Curiosity is considered a psychological element that can encourage individuals to seek information, knowledge, and strategies in managing finances, thus potentially improving financial well-being. This study applied a quantitative approach involving 56 students as a sample. Data collection was carried out through a questionnaire, then analyzed using linear regression. The results indicated that curiosity has a positive and significant influence on financial well-being with a t-value of 3. 395 and a significance of 0. 001 (<0. The R Square value of 0. 176 indicates that curiosity contributes 17. 6% to financial well-being, while 4% is influenced by other determinants outside the scope of this study. Keywords: curiosity, financial well-being, students PENDAHULUAN Kondisi ekonomi global pada tahun 2025 menghadapi perlambatan signifikan dengan pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan hanya sekitar 2,3 hingga 2,4 persen, yang merupakan tingkat pertumbuhan terendah sejak 2008 selain masa krisis global (United Nations, 2. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Kondisi ekonomi global saat ini berdampak besar bagi mahasiswa, terlihat dari krisis biaya hidup yang melambung tinggi, kenaikan tarif barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi yang tidak sebanding dengan penghasilan, sehingga membuat banyak mahasiswa harus mencari pekerjaan paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan, tetapi ini justru menyebabkan kelelahan, peningkatanan tekanan keuangan dan prestasi akademik mereka (University Business, 2. Peningkatan kekhawatiran mengenai kesejahteraan mahasiswa di pendidikan tinggi yang telah terkait dengan bertambahnya beban keuangan yang berhubungan dengan pendidikan di universitas, sebuah faktor yang berpotensi di perburuk oleh pandemi global dan penurunan ekonomi (Bennett et al. , 2. Menurut data Nudge . di tengah ketidakpastian ekonomi global, hanya 29% orang yang optimistis tentang masa depan keuangan mereka pada 2025, turun drastis dari 60% pada 2024. Ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam harapan. Kondisi ini sejalan dengan hasil studi lain yang mengungkapkan bahwa hampir setengah penduduk Indonesia berada dalam kategori rentan secara finansial. Sebuah studi yang dilakukan oleh tSurvey. id menunjukkan bahwa sebanyak 46% orang Indonesia termasuk dalam kategori rentan finansial, yang berarti mereka tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik dan rentan terhadap krisis keuangan. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan digitalisasi keuangan, masyarakat tidak hanya dapat mengakses produk keuangan dengan lebih mudah, tetapi mereka juga perlu belajar lebih banyak tentang pengelolaan keuangan agar orang dapat menggunakan layanan keuangan dengan bijak dan aman (Antara News, 2. Realitas ini sejalan dengan situasi ekonomi di Kota Semarang yang Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 turut menghadapi tantangan terkait harga kebutuhan pokok. Menurut data indeks harga konsumen (IHK) sebesar 105,36, inflasi tahunan kota Semarang sebesar 1,09% pada Januari 2025 terutama disebabkan oleh kenaikan harga barang dan jasa seperti makanan dan perawatan Hal ini juga berdampak pada kesehatan mental dan kepuasan hidup secara keseluruhan, terutama bagi mahasiswa rantau yang menghadapi berbagai tantangan keuangan (Elgeka & Querry, 2. Fenomena financial wellbeing menyimpan implikasi yang signifikan terhadap kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan, termasuk di kalangan mahasiswa di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Pentingnya fenomena ini terletak pada kemampuannya untuk membantu individu memenuhi kewajiban keuangan, merasa aman secara finansial, dan membuat pilihan yang meningkatkan kualitas hidup Pengelolaan keuangan yang baik dapat mengurangi stres finansial, meningkatkan fokus akademik, serta mendukung pencapaian tujuan jangka panjang mahasiswa . Sejumlah studi menyebutkan bahwa masih ada variabel potensial termasuk curiosity yang belum diperhatikan sebagai determinan financial well-being (Rohmah et al. , 2. Curiosity sebagai faktor psikologis yang mendorong individu mencari informasi, pengetahuan, dan solusi finansial, belum dikaji secara dengan financial well-being masih lemah (Rohmah et al. , 2. Faktor eksternal seperti akses informasi, literasi keuangan, maupun lingkungan sosial belum banyak diteliti dalam hubungannya dengan curiosity, padahal hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan financial well-being (Rosli & Khasanah, 2. Berdasarkan uraian latar belakang, permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan pada pertanyaan AuApakah P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Curiosity berpengaruh terhadap financial well-being?Ay Sejalan dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curiosity terhadap financial well-being. LANDASAN TEORI Curiosity (Rasa Ingin Tah. Curiosity merupakan aspek dalam diri seseorang yang penting untuk terus dipertahankan dan dikembangkan selama berlangsungnya proses pendidikan. Fakta ono berpotensi menjadi stimulasi mahasiswa semakin aktif dan tertarik mengikuti berbagai kegiatan, sekaligus menambah pengetahuan, memperoleh ketrampilan yang di miliki (Mardhiyana & Sejati, 2. dalam (Bayuningrum. Curiosity merupakan dorongan intrinsik yang menjadi faktor kunci dalam sekaligus memicu terjadinya eksplorasi (Haryanto, (Harianja, 2. Curiosity merupakan sikap yang mendorong individu untuk permasalahan (Harianja, 2. Menurut (Latifah & Widjajanti, 2. , indikator curiosity adalah sebagai Kemauan dalam belajar. Kemauan dalam mempelajari. Kemauan dalam memperoleh ilmu baru yang akan didapatkan. Kemauan mencari solusi dari suatu permasalahan. Financial Well Being (Kesejahteraan Keuanga. Menurut (CFPB, 2. dalam (Heny et al. , 2. financial well-being atau kesejahteraan keuangan merupakan kondisi ketika seseorang mampu keuangannya, serta dapat membuat DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pilihan yang mendukung tercapainya kenikmatan hidup. Sedangkan Menurut (Muir et al, 2. dalam (Heny et al. Financial well-being merupakan bilamana kondisi seseorang dapat mencukupi seluruh kebutuhannya mampu mengelola keuangan dengan baik, masih memiliki dana tersisa, serta merasakan keamanan finansial baik pada saat ini serta periode mendatang. Adapun menurut (Chavali et al. , 2. Financial wellbeing merupakan keadaan ketika seseorang merasa tenang karena dapat mengatur keuangannya secara efektif, mencakup pemenuhan kebutuhan saat ini serta persiapan masa depan. Di sisi lain, menurut (Zhang & Chatterjee, 2. well-being pandangan seseorang mengenai situasi keuangan harian, kompetensi dalam menanggapi kendala finansial jangka pendek, keyakinan akan tercapainya tujuan keuangan, serta adanya keluwesan dalam mengambil keputusan keuangan dan melakukan aktivitas maupun layanan yang berhubungan dengan konsumsi serta rekreasi, yang secara keseluruhan Menurut (Adam et al, 2. dalam (Lavonda et al. , 2. , indikator financial well-being adalah sebagai Memiliki kondisi keuangan yang Mampu menikmati hidup karena dapat mengelola uang. Merasa penghasilan yang Anda miliki. Tidak Dapat memenuhi biaya hidup tanpa perlu meminjam uang ke orang lain/bank METODOLOGI Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis statistik untuk menguji pengaruh curiosity Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. terhadap financial well-being mahasiswa Program Studi Manajemen Angkatan 2022 Universitas Wahid Hasyim Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2025 dengan populasi seluruh mahasiswa aktif Program Studi Manajemen angkatan 2022. Dari populasi tersebut, diperoleh sampel sebanyak 56 mahasiswa yang ditentukan sebagai responden penelitian melalui teknik convenience sampling. Dua jenis data, primer dan sekunder, digunakan dalam penelitian ini. Data primer didapatkan dari kuesioner yang disusun sesuai dengan indikator variabel penelitian, sementara data sekunder berasal dari berbagai literatur serta sumber relevan lainnya. Variabel yang diteliti meliputi curiosity selaku variabel bebas dan financial well-being selaku variabel terikat, keduanya diukur melalui skala likert. R tabel Curiosit (X) 0,842 0,2221 0,858 0,2221 0,828 0,2221 0,792 0,2221 0,796 0,2221 0,900 0,2221 0,783 0,2221 0,845 0,2221 0,822 0,2221 Financi al Well Being (Y) Hasil CronbachAos Alpha Koefisie AoAlpha Keteran Curiosity 0,824 > 60 Reliabel Financial Well Being 0,811 > 60 Reliabel Variabel Tabel 2. Uji reliabilitas Valid Valid Uji Normalitas Uji Validitas Ite Uji Reliabilitas Hasil olah data mengungkapkan Cronbach's Alpha 0,824, sedangkan financial well-being memiliki nilai 0,811. Keduanya lebih besar dari nilai batas minimum reliabilitas . , sehingga instrumen penelitian dapat dinyatakan reliabel dan memiliki konsistensi internal yang baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Variab korelasi r hitung seluruh item antara 0,792 hingga 0,858, lebih besar daripada nilai r tabel 0,2221. Untuk variabel financial well-being, nilai korelasi r hitung berkisar antara 0,783 hingga 0,900, juga lebih besar daripada r tabel. Dari hal tersebut, semua item dinyatakan valid dan dapat mengukur konstruk yang dibahas. Keteran Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tabel 1. Uji validitas Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel curiosity memiliki nilai Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Monte Carlo Sig . -taile. - Kriteria Keterangan 0,042 Monte Carlo Sig > 0,05 Data Normal Tabel 3. Uji normalitas Hasil olah data menngunakan One-Sample KolmogorovSmirnov Test pada residual data. Nilai Asymp. Sig. 0,045, mendekati batas signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data residual dapat dianggap P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. mendekati distribusi normal, sehingga layak digunakan untuk analisis regresi. Uji T Coefficientsa Uji Multikonearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Toleranc VIF Model Dependent Variable: financial_well_being Tabel 4. Uji multikonearitas Hasil memperlihatkan bahwa variabel Curiosity memiliki nilai Tolerance 1,000 dan VIF 1,000. Nilai tersebut berada dalam kategori yang aman (Tolerance > 0,1 dan VIF < . , dengan demikiaan dinyatakan Uji Heterodesitas Model 1(Con Coefficientsa Unstandar Coeff Coefficients B Error Beta - 2. t Sig. Dependent Variable: ABS_RES Tabel 5. Uji heterodesitas Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa analisis dilakukan dengan melihat hubungan antara variabel bebas (Curiosit. terhadap nilai residual (ABSRES). Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,022, yang mendekati batas penerimaan (> 0,. , sehingga dapat heteroskedastisitas dalam model regresi. Dependent Variable: financial_well_being Tabel 6. Uji T Hasil uji t memperlihatkan bahwa curiosity berpengaruh signifikan terhadap financial well-being, dengan nilai t sebesar 3,395 dan signifikansi 0,001 (< 0,. Temuan ini mengisyaratkan yakni seseorang, semakin baik pula tingkat financial well-being yang dimilikinya. Uji Koefisien Determinan Model Summary Unstandar Coefficients Mode B Error . Cons Coef Std. Adjust Error of Square Square Estimate Predictors: (Constan. , curiosity Tabel 7. Uji koefisien determinan Hasil pengujian nilai R Square sebesar 0,176. Artinya, sejumlah 17,6% financial well-being dapat dijelaskan oleh curiosity, sementara itu 82,4% dijelaskan oleh determinan lain yang berada di luar lingkup studi ini. Melalui pengolahan data dengan software IBM SPSS Statistics versi 27. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. penelitian ini mengindikasikan bahwa curiosity berpengaruh signifikan terhadap financial well-being mahasiswa. Terbukti melalui uji t dengan nilai signifikansi 0,001 (< 0,. dan nilai t hitung sebesar 3,395 yang berarti semakin tinggi curiosity seseorang, semakin baik pula tingkat financial well-being yang Uji F memberikan nilai 11,529 dengan signifikansi 0,001 (< 0,. menyatakan yakni model regresi memenuhi syarat untuk menjelaskan hubungan antara kedua variabel. Nilai R Square mencapai 0,176 memberikan bukti bahwa Curiosity memberikan kontribusi sebesar 17,6% terhadap variabel financial well-being, sedangkan sisanya 82,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Meskipun kontribusinya memiliki peran penting dalam mendorong informasi, serta strategi pengelolaan keuangan yang lebih baik. Studi sebelumnya oleh (Gillivary et al. , 2. menemukan bahwa curiosity berkorelasi positif dengan kemampuan pengambilan keputusan finansial, karena individu yang memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum bertindak. Selain itu, penelitian (Riitsalu & Murakas, 2. juga menegaskan bahwa faktor psikologis, termasuk motivasi intrinsik, dapat meningkatkan kemampuan individu well-being. Sehingga, penelitian ini memperkuat argumen bahwa curiosity bukan sekadar sifat kepribadian, melainkan komponen psikologis yang berkontribusi pada financial well-being mahasiswa. KESIMPULAN Hasil analisis yang dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan yakni curiosity memberikan pengaruh positif dan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 signifikan terhadap financial well-being Terlihat dari nilai uji T sebesar 3,395 dengan signifikansi 0,001 (< 0,. dan nilai uji F sebesar 11,529 dengan signifikansi 0,001 (< 0,. yang mengafirmasi kelayakan model regresi berperan untuk kerangka penjelas Koefisien determinan (R Squar. sebesar 0,176 berkontribusi sebesar 17,6% terhadap financial well-being, semesntara 82,4% sisanya di pengaruhi variabel lain di luar studi ini. Temuan ini menegaskan bahwa mengeksplorasi informasi, pengetahuan, serta metode pengelolaan keuangan yang efektif guna meningkatkan financial wellbeing. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan apresiasi yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam proses penulisan artikel ini. Terima kasih khusus ditujukan kepada institusi yang telah menyediakan sarana dan kesempatan, berpartisipasi, serta rekan-rekan yang turut memberikan saran, motivasi, dan bantuan berharga hingga artikel ini dapat diselesaikan dengan tuntas. DAFTAR PUSTAKA