Pengembangan Prototipe Website Sound Wave Therapy untuk Mengatasi Masalah Insomnia dan Ansietas Rizka Febtrina1. Siti Raudah Saputri2*. Halimatun Sakdiah3. Yuni Sari BR Marbun4. Ayu Wandira BR Ginting5. Rima Amelia6 1, 2, 3,4 Fakultas Keperawatan. Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Pekanbaru. Indonesia 5,6 Fakultas Kesehatan & Informatika. Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Pekanbaru. Indonesia saputri22@gmail. Abstract Insomnia and anxiety problems are health problems that are often experienced by students, which can affect academic activities and have an impact on their quality of life. Sound wave therapy is known to have a positive effect in helping to overcome these problems. This study aims to develop and test the effectiveness of the Sound Wave Therapy website prototype in reducing the level of insomnia and anxiety in students. The study was conducted at the Payung Negeri Pekanbaru Health Institute in 2024 using a quasi-experimental pre-test and post-test one group design. The independent variable is sound wave therapy, while the dependent variable is the level of insomnia and anxiety. The number of respondents was 71 students who were selected by purposive The intervention was given for 14 consecutive days, with a duration of 30 minutes per night using alpha frequency binaural beats sound therapy . Ae13 H. Data collection used the Insomnia Rating Scale (IRS) and Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaires, with data analysis using the Paired t-test. The results showed a significant decrease in insomnia with a p-value of 0. 005 and anxiety with a p-value of 0. 018 after using sound wave therapy through this website. These findings prove that web-based sound wave therapy can be an effective alternative solution to reduce insomnia levels and reduce anxiety in college students. It is recommended that this therapy be used as a non-pharmacological approach that can be accessed independently and further developed for use in a wider population. Keyword: Anxiety, insomnia, sound wave therapy. Abstrak Masalah insomnia dan ansietas merupakan gangguan kesehatan yang sering dialami oleh mahasiswa, yang dapat memengaruhi aktivitas akademik serta berdampak pada kualitas hidup Sound wave therapy diketahui memiliki efek positif dalam membantu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas prototipe website Sound Wave Therapy dalam menurunkan tingkat insomnia dan ansietas pada Penelitian dilakukan di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru pada tahun 2024 dengan menggunakan desain quasi eksperimen pre-test dan post-test one group design. Variabel independen adalah terapi gelombang suara, sedangkan variabel dependen adalah tingkat insomnia dan ansietas. Jumlah responden sebanyak 71 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi diberikan selama 14 hari berturut-turut, dengan durasi 30 menit per malam menggunakan terapi suara binaural beats frekuensi alpha . Ae13 H. Pengumpulan data Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 1234/jkr. Available online: https://ojs. id/index. php/jkr 28 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 menggunakan kuesioner Insomnia Rating Scale (IRS) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS), dengan analisis data menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada insomnia dengan nilai p-value 0,005 dan ansietas dengan nilai p-value 0,018 setelah penggunaan terapi gelombang suara melalui situs web ini. Temuan ini membuktikan bahwa terapi gelombang suara berbasis web dapat menjadi solusi alternatif yang efektif untuk menurunkan tingkat insomnia dan mengurangi ansietas pada mahasiswa. Disarankan agar terapi ini digunakan sebagai pendekatan nonfarmakologis yang dapat diakses secara mandiri dan dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan pada populasi yang le bih luas. Kata kunci: Ansietas. Insomnia. Terapi gelombang suara PENDAHULUAN Gangguan tidur menjadi masalah yang menjadi perhatian khusus saat ini, salah satunya adalah insomnia (National Sleep Foundation. , 2. Kualitas dan jumlah tidur yang baik dapat dilihat dari pola tidur yang baik. Kualitas tidur yang baik dapat dilihat dari kedalaman tidur seseorang dalam rentang waktu yang disarankan, dan jumlah tidur yang baik dapat dilihat dari lama tidur seseorang. Salah satu gangguan tidur yang paling umum dialami oleh orang dewasa adalah insomnia, terutama mahasiswa. Gangguan ini ditandai dengan kesulitan memulai atau mempertahankan tidur, meskipun terdapat waktu yang cukup untuk Prevalensi insomnia global dilaporkan mencapai 20%-50% populasi dewasa, sementara di Indonesia angka prevalensinya adalah sekitar 20% (Anisya, 2. A Berdasarkan observasi awal dan hasil screening menggunakan kuesioner IRS di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, ditemukan bahwa lebih dari 40% mahasiswa mengalami gejala Tingginya menunjukkan bahwa mahasiswa di lokasi penelitian termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur, yang dapat berdampak pada penurunan konsentrasi, produktivitas akademik, dan kesehatan Insomnia dapat menyebabkan gangguan kognitif, emosional, serta kardiovaskular, obesitas, dan diabetes (Van Someren, 2. Ansietas atau gangguan kecemasan adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir yang Gangguan ini dapat memperburuk insomnia dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental lainnya. Secara global, diperkirakan mencapai 30% pada populasi usia dewasa muda, termasuk mahasiswa. Indonesia, studi menunjukkan bahwa sekitar 2035% mahasiswa mengalami tingkat kecemasan yang bervariasi (Muyasaroh, 2. Berdasarkan hasil screening awal menggunakan kuesioner DASS di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, ditemukan bahwa lebih dari 50% mahasiswa menunjukkan gejala Angka ini menunjukkan bahwa mahasiswa di lokasi penelitian merupakan kelompok yang rentan terhadap gangguan kecemasan akibat beban akademik, tekanan sosial, dan transisi kehidupan dewasa. Hubungan antara insomnia dan ansietas bersifat timbal balik, di mana satu gangguan sering memperburuk yang Rizka Febtrina dkk. Pengembangan Prototipe Website Sound Wave Therapy | 29 Untuk meminimalkan gangguan kecemasan dan gangguan tidur, diperlukan pendekatan nonfarmakologis seperti teknik relaksasi, pengelolaan stres, perubahan gaya hidup, dan terapi gelombang suara . ound wave therap. Terapi ini terbukti memiliki efek positif dalam membantu memperbaiki kualitas tidur. Faktor-faktor yang menyebabkan insomnia dan ansietas pada mahasiswa antara lain adalah tekanan akademik, beban tugas yang tinggi, kecemasan akan masa depan, gangguan berlebihan, dan kurangnya waktu istirahat. Jika masalah ini tidak ditangani dengan baik, maka dapat berdampak pada gangguan konsentrasi, penurunan prestasi akademik, risiko depresi, penurunan kualitas hidup, bahkan masalah kesehatan fisik seperti kelelahan kronis dan gangguan Selama ini, intervensi yang dilakukan di lingkungan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru masih bersifat umum dan belum terfokus, seperti pemberian edukasi kesehatan mental secara terbatas, dan penyuluhan. Namun, efektivitasnya belum maksimal karena tidak semua mahasiswa mengakses layanan tersebut secara aktif, dan pendekatan yang digunakan belum menyentuh aspek relaksasi berbasis teknologi yang dapat Terapi gelombang suara dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu terapi frekuensi binaural . inaural beat. , terapi gong . inging bowl. , terapi ultrasonik, dan terapi garputala . uning for. Dalam beberapa penelitian membuktikan adanya pengaruh terapi terhadap gangguan tidur dan (Young Rong, (Foundation. , 2. meneliti pengaruh terapi frekuensi binaural terhadap insomnia dengan mendengarkan suara 30 menit Penelitian menunjukkan adanya penurunan gangguan insomnia dalam kurun waktu 2 minggu. Sementara itu. Penelitian oleh (Liu. Yang, & Wang, 2. menunjukkan bahwa terapi musik dengan binaural beats yang dipadukan dengan stimulasi fotik ritmis efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan ketenangan Dalam studi tersebut, peserta mendengarkan musik yang dirancang khusus dengan pola frekuensi tertentu yang Hasilnya menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam gejala kecemasan, serta peningkatan suasana hati dan keseimbangan emosional. Temuan ini memperkuat peran terapi suara sebagai pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan secara efektif untuk mendukung kesehatan mental, terutama pada individu yang mengalami stres dan tekanan psikologis sehari-hari. Berdasarkan permasalahan diatas Melihat pengembangan inovasi yang dapat mempermudah akses terapi tersebut. Oleh karena itu, peneliti berencana untuk Prototipe Sistem Screening Masalah Kesehatan Berbasis Digital berupa Website Sound Wave Therapy yang dirancang untuk membantu individu dengan insomnia dan ansietas. Pengembangan website ini bertujuan memberikan solusi yang praktis,dan mudah Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif bagi individu yang mengalami insomnia dan Implikasi dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman keilmuan di bidang keperawatan jiwa dan komunitas, serta mendorong perawat untuk 30 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 digital dalam intervensi keperawatan. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi praktik keperawatan promotif dan preventif berbasis teknologi yang lebih responsif terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa, khususnya dalam METODE Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test one group design. Variabel independen dalam penelitian ini adalah terapi gelombang suara . ound wave therap. , sementara variabel dependen yang diukur adalah tingkat kecemasan . dan insomnia. Pengukuran dilakukan pada kelompok yang sama sebelum dan sesudah pemberian terapi untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi pada variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini melibatkan 71 mahasiswa dari Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru yang mengalami kecemasan dan insomnia, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Kriteria inklusi meliputi: . mahasiswa aktif Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, . mengalami kecemasan dan/atau insomnia berdasarkan hasil screening awal menggunakan kuesioner DASS dan IRS, . bersedia menjadi informed consent, dan . mampu mengikuti seluruh rangkaian intervensi Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan Instrumen digunakan adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur tingkat ansietas dan Insomnia Rating Scale (IRS) untuk menilai tingkat keparahan insomnia. Kedua instrumen ini telah melalui uji validitas dan reliabilitas, dan terbukti layak digunakan dalam Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebelum . re-tes. dan sesudah . ost-tes. intervensi terapi gelombang suara. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru dan dinyatakan lolos kaji etik untuk dilaksanakan. Sebelum menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dan hasilnya menunjukkan bahwa data terdistribusi normal . > 0,. Oleh karena itu, analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik, yaitu paired t-test, signifikan antara nilai pre-test dan post-test pada variabel kecemasan dan insomnia. Penelitian efektivitas terapi gelombang suara dalam menurunkan kecemasan dan insomnia di kalangan mahasiswa, serta menjadi referensi dalam pengembangan layanan Rizka Febtrina dkk. Pengembangan Prototipe Website Sound Wave Therapy | 31 HASIL Tabel 2 menunjukkan hasil uji statistik terhadap perubahan tingkat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik ansietas dan insomnia sebelum dan sesudah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan intervensi terapi gelombang suara pada Usia Pada Mahasiswa Institut kesehatan mahasiswa Institut Kesehatan Payung payung negeri pekanbaru. Negeri Pekanbaru. Nilai rata-rata ansietas menurun dari 12,48 (SD=6,. menjadi Karakteristik 8,78 (SD=3,. dengan nilai p = 0,018. Jenis kelamin yang berarti terdapat perbedaan signifikan Laki-laki secara statistik . < 0,. Sementara itu, rata-rata skor insomnia juga mengalami MinMean Median Mode Karakteristik Max penurunan dari 25,97 (SD=6,. menjadi Usia 18-25 20,90 21,00 1,244 19,87 (SD=4,. dengan nilai p = 0,005, yang juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan Permasalahan bahwa intervensi terapi gelombang suara Ansietas efektif dalam menurunkan tingkat ansietas Insomnia dan insomnia pada responden penelitian. Total Berdasarkan tabel diatas pada karakteristik Jenis Kelamin Mayoritas responden adalah perempuan sebanyak 55 orang . ,5%), sedangkan laki-laki berjumlah 16 orang . ,5%). Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa perempuan lebih tinggi dalam penelitian ini. Sedangkan pada karakteristik Usia. Rentang usia responden adalah 18Ae25 tahun, dengan rata-rata usia . 20,90 tahun, median 21 tahun, modus 21 tahun, dan standar deviasi 1,244. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada dalam kategori usia dewasa awal. Tabel 2. Distribusi Statistik Perubahan Ansietas dan Insomnia Sebelum dan Sesudah Intervensi Terapi Gelombang Suara pada Mahasiswa Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Variable Pre test MeanASD Post test MeanASD p-value Ansietas 12,48A5,330 8,78A3,620 0,018 Insomnia 25,97A5,498 19,87A4,162 0,005 PEMBAHASAN Penelitian mengembangkan dan menguji efektivitas prototipe website Sound Wave Therapy sebagai media intervensi nonfarmakologis untuk menurunkan kecemasan . dan insomnia pada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat ansietas dan insomnia setelah intervensi dilakukan. Berdasarkan dikumpulkan, mayoritas responden adalah perempuan, dengan 55 orang . ,5%), dan 16 orang . ,5%) adalah laki-laki. Responden perempuan lebih banyak daripada responden laki-laki. Penelitian ini sejalan dengan hasil studi yang dilakukan oleh tidur (Febriyanti. Pratiwi, & Sari, 2. yang menemukan bahwa mayoritas mahasiswa kesehatan, khususnya pada program studi keperawatan, didominasi oleh perempuan. Hal ini mencerminkan tren demografis dalam dunia pendidikan 32 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 keperawatan, di mana profesi ini secara historis lebih banyak diminati oleh Kecenderungan ini juga diperkuat oleh fakta bahwa perempuan memiliki respons emosional yang lebih laki-laki. Hasil mendukung teori sebelumnya yang menyatakan bahwa meskipun sumber ansietas dan insomnia dapat serupa pada laki-laki dan perempuan, perempuan dampaknya, sehingga lebih rentan mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan dan gangguan (Utami & Farilya, 2. Karakteristik usia responden pada pengumpulan data berada dalam rentang 18-25 tahun dengan rata-rata usia 20,90 tahun, median 21 tahun, dan modus 21 Standar deviasi sebesar 1,244. Mahasiswa berada di tahap perkembangan usia dewasa awal (Utami & Farilya, 2. Berdasarkan World Health Organitation (WHO), 2017 usia dewasa termasuk dalam usia pemuda yaitu 18-40 tahun (Dwilianto et al. , 2. Mahasiswa yang mengalami nonfarmakologi lain, seperti terapi musik. musik dapat membantu mereka tidur lebih Alat skrining yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Insomnia Rating Scale (IRS) untuk mengidentifikasi tingkat keparahan insomnia. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 54,4% mahasiswa mengalami ansietas dan 43,6% mengalami Setelah intervensi menggunakan prototipe website, terjadi penurunan nilai rata-rata pada kedua variabel, dengan pvalue masing-masing 0,018 untuk ansietas dan 0,005 untuk insomnia. Nilai ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah intervensi, sehingga hipotesis nol (HCA) ditolak yang berarti terdapat perubahan yang besar setelah terapi diberikan. Ini menunjukkan bahwa penggunaan prototipe terapi gelombang suara efektif dalam membantu mengurangi gejala gangguan tersebut. Prototipe dikembangkan berfungsi sebagai media Responden mendengarkan terapi suara sesuai dengan protokol intervensi. Intervensi diberikan selama 14 hari berturut-turut, dengan durasi 30 menit setiap malam sebelum tidur. Prototipe menyediakan terapi suara jenis binaural beats dengan frekuensi alpha . Ae 13 H. , yang dikenal efektif dalam menciptakan kondisi rileks dan mengurangi aktivitas pikiran yang berlebihan. Jenis suara yang digunakan meliputi suara alam seperti hujan, ombak, dan musik instrumental lembut yang telah dipilih berdasarkan literatur dan kebutuhan Dari aspek pengguna, mahasiswa sebagai sasaran intervensi adalah kelompok yang berada dalam fase dewasa awal dan rentan terhadap stres akademik, tekanan sosial, dan perubahan psikologis. Terapi gelombang suara melalui prototipe ini memberikan pendekatan yang fleksibel, berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan mental mereka secara mandiri. Penurunan skor pada kedua instrumen (DASS dan IRS) menunjukkan bahwa prototipe ini memiliki potensi besar sebagai inovasi dalam layanan keperawatan jiwa dan promotif-preventif di lingkungan pendidikan tinggi. Rizka Febtrina dkk. Pengembangan Prototipe Website Sound Wave Therapy | 33 Penelitian ini sejalan dengan temuan Dwilianto et al. , . yang menyatakan bahwa mahasiswa rentan mengalami ansietas akibat tekanan akademik yang tinggi dan kekhawatiran menyelesaikan tugas. Kekhawatiran ini, jika berlangsung secara terus-menerus, dapat berkembang menjadi kecemasan yang berdampak pada kondisi psikologis dan perilaku sehari-hari. Hal ini diperkuat oleh (Yuanyuan & Hui, 2. , yang dalam penelitiannya menemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan penurunan kualitas tidur serta konsentrasi di kalangan mahasiswa. Mereka menyimpulkan bahwa kecemasan akademik tidak hanya mengganggu memengaruhi produktivitas dan kesehatan mental secara keseluruhan. Penelitian ini sejalan dengan temuan (Wang. Kulkarni. Dolev, & Kain, 2. yang menyebutkan bahwa terapi musik, termasuk suara alam, memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kecemasan, memperbaiki suasana hati, dan membantu tubuh mencapai relaksasi Musik bekerja melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis dan pengurangan hormon stres seperti kortisol, sehingga menciptakan efek menenangkan yang bermanfaat secara psikologis maupun Dengan demikian, terapi musik dapat menjadi salah satu pendekatan nonfarmakologis yang efektif dalam mengatasi stres, meningkatkan ketenangan, dan memperbaiki kualitas tidur. Hasil ini juga diperkuat oleh penelitian Rahmawati & Santoso . yang menjelaskan bahwa terapi berbasis musik atau suara terbukti dapat menurunkan insomnia dan meningkatkan kualitas tidur. Mereka juga melaporkan bahwa terapi musik efektif dalam membantu individu yang mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia, karena kemampuannya menciptakan suasana rileks yang mendukung proses tidur. Temuan serupa dikemukakan oleh (Shalforoushan & Golmakani, 2. yang menunjukkan bahwa terapi menggunakan memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi mahasiswa dengan gangguan tidur. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan (Thoma, et al. , 2. yang menjelaskan bahwa musik dapat secara langsung menurunkan respons stres tubuh melalui mekanisme hormonal neurologis, termasuk penurunan kadar Terapi musik yang sesuai dengan preferensi emosional seseorang dapat membangkitkan ingatan positif dan menciptakan efek menenangkan yang bermanfaat bagi individu dengan gangguan Selain itu, (Karvounides. Allen, & OAoBrien, 2. menyebutkan bahwa musik terapi efektif dalam mengurangi kecemasan pada mahasiswa dengan tekanan akademik tinggi, karena mampu menciptakan suasana yang lebih tenang dan terkendali. Musik tidak hanya berfungsi sebagai pengalih perhatian, tetapi juga sebagai stimulan positif terhadap sistem saraf otonom dan pusat emosional otak. Hal ini dapat menghasilkan ingatan positif, yang dapat menyebabkan perasaan positif bagi mereka yang mengalami kecemasan (Novianti & Yudiarso, 2. Intervensi relaksasi menggunakan terapi musik diterima melalui organ pendengaran, kemudian ditransmisikan melalui saraf auditori menuju area otak yang mengatur emosi, seperti sistem limbik dan amigdala. Proses ini dapat menurunkan aktivitas saraf simpatik dan meningkatkan 34 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 1. Mei 2025 fungsi sistem parasimpatis, sehingga menciptakan efek menenangkan yang membantu tubuh bersiap untuk tidur. Penelitian (Shalforoushan Golmakani, 2. menunjukkan bahwa terapi binaural beats secara signifikan mampu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tingkat keparahan insomnia, terutama pada mahasiswa yang mengalami Mekanisme menunjukkan bahwa stimulasi auditori melalui musik atau suara terapeutik tidak emosional, tetapi juga berdampak langsung pada regulasi fisiologis yang berperan dalam siklus tidur. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada satu institusi pendidikan dengan jumlah responden terbatas, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi untuk populasi mahasiswa secara lebih luas. Kedua, durasi intervensi relatif singkat, yaitu hanya selama 14 hari, sehingga belum dapat menggambarkan dampak jangka panjang dari penggunaan terapi gelombang suara. Ketiga, meskipun prototipe website telah digunakan oleh responden, namun peneliti tidak mengevaluasi secara mendalam aspek user experience dan kepuasan pengguna Keterbatasan-keterbatasan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penelitian selanjutnya agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan aplikatif. Pekanbaru. Setelah dilakukan intervensi, terdapat penurunan yang signifikan pada insomnia dan kecemasan berdasarkan hasil analisis statistik. Responden merasa lebih rileks dan nyaman setelah Karakteristik jenis kelamin dan usia tidak secara langsung mempengaruhi hasil terapi, tetapi lebih bergantung pada bagaimana individu bereaksi terhadap terapi tersebut. SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada responden khususnya mahasiswa yang mengalami kecemasan dan insomnia untuk mempertimbangkan penggunaan terapi gelombang suara sebagai salah satu metode alternatif nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas tidur. Bagi pihak lokasi penelitian, yaitu Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru, hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam kesehatan mental mahasiswa yang lebih terstruktur, termasuk dengan menyediakan akses terhadap terapi berbasis teknologi seperti website Sound Wave Therapy. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan prototipe dengan cakupan fitur yang lebih luas serta melakukan uji efektivitas pada kelompok populasi yang berbeda dan dalam jangka waktu yang lebih berkelanjutan dari terapi gelombang suara. DAFTAR PUSTAKA