MODAL SOSIAL PRAMUWISATA DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI BENGKULU TAHUN 2023 Diyas Widiyarti*. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia E-mail: diyas. widiyarti@unib. ABSTRACT The purpose of this study is to determine the social capital of tour guides in increasing tourist visits in Bengkulu Province in 2023, the impact of tourists who decreased due to the covid-19 outbreak in 2019 caused a vacuum in the economy in the tourism industry for three years running, but with the government's decision through the speech of the President of the Republic of Indonesia. Mr. Joko Widodo explained the abolition of the Minister of Home Affairs Instruction Number 50 and 51 of 2022 concerning the imposition of restrictions on community activities in the 2019 corona virus disease conditions in the Java and Bali Regions, has been enforced as before, this is an opportunity as well as a challenge in increasing aspects of tourist visits in various tourist destinations, especially in Bengkulu Province. The research method is descriptive qualitative, with data collection such as focus group discussions (FGD. , interviews and The results of the study explain that the social capital aspect is important, namely the tour guides collaborate between associations or associations and communities including the Indonesian Tourism Players Association (ASPI), the Indonesian Republican Hotel Association (PHRI), the Indonesian Travelers Association (ASITA), the Indonesian Tour Guide Association (HPI), the Bengkulu Heritage Society (BHS). The Bengkulu Provincial Tourism Office and the Bengkulu City Tourism Office, in intensifying mentoring activities to tourist villages in Bengkulu Province, promoting tourist attractions on social media and in person, and prioritizing work operational guidelines in accordance with national work competency standards in supporting certified human resources. In conclusion, social capital which includes aspects of trust, networking and norms as a form that explains that the dynamics of tourism issues require a collaborative or synergized response and require the same vision and mission in increasing tourist visits by all tour guide stakeholders throughout Indonesia and especially in Bengkulu Province in 2023 on an ongoing basis. Keywords: Social Capital. Tour Guide. Tourist Visit ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui modal sosial pramuwisata yang akan digunakan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Bengkulu pada tahun 2023. Ini disebabkan oleh penurunan jumlah wisatawan yang disebabkan oleh wabah COVID-19 pada tahun 2019, yang menghentikan perekonomian sektor pariwisata selama tiga tahun. Namun, dengan pidato Presiden RI Bapak Joko Widodo yang mengklarifikasi penghapusan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022 tentang pemberdayaan sektor pariwisata. Metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan wawancara, fokus diskusi grup (FGD), dan Hasil menunjukkan bahwa komponen modal sosial menjadi penting yakni pramuwisata melakukan kolaborasi antar assosiasi atau himpunan dan komunitas diantaranya Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPI). Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI). Asosiasi Pelaku Perjalanan Indonesia (ASITA). Himpunan Pemandu Wisata Indonesia (HPI). Bengkulu Heritage Society (BHS). Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, dalam menggiatkan kegiatan pendampingan kepada desa wisata di Provinsi Bengkulu, melakukan promosi objek wisata dalam media sosial dan secara langsung, dan mengedepankan pedoman oprasional bekerja yang sesuai kepada standar kompetensi kerja nasional dalam mendukung sumber daya manusia yang tersertifikasi. Kesimpulannya modal sosial yang meliputi aspek kepercayaan . , jaringan . dan norma . sebagai wujud yang menjelaskan bahwa dinamika isu kepariwisataan membutuhkan respon berkolaborasi atau bersinergi serta membutuhkan visi dan misi yang sama dalam meningkatkan kunjungan wisata oleh seluruh steakholder pramuwisata di seluruh Indonesia dan khususnya di Provinsi Bengkulu tahun 2023 secara berkelanjutan. Kata Kunci: Modal Sosial. Pramuwisata. Kunjungan Wisata PENDAHULUAN Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 daN 51 Tahun 2022 tentang pemberlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat pada kondisi corona virus disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali telah resmi tidak diberlakukan kembali, hal tersebut telah ditegaskan oleh pidato presiden RI bapak Ir. Joko widodo pada hari JumAoat 30 Desember 2022 yang menjelaskan bahwa Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dengan baik dan sekaligus bisa menjaga stabilitas Kebijakan gas dan rem yang menyeimbangkan penanganan kesehatan dan perekonomian menjadi kunci keberhasilan . ttps://detiksumsel. diakses 16 Januari 2023 pukul 10. Wi. Keputusan pemerintah tersebut memberikan harapan dan peluang akan kepastian bangkitnya sistem ekonomi dan stabilitas sosial lainya, salah satunya dalam industri pariwisata yang salah satunya menjadi industri yang memiliki keterkaitan dengan sektor lain. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara . yang masuk ke Indonesia awal tahun 2020 mengalami penurunan yaitu 7,62 persen bila dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara bulan Desember 2019 sebanyak 1,37 juta. Hal ini terjadi karena penurunan jumlah kunjungan ini disebabkan karena merebaknya Covid-19 yang terjadi di akhir Januari 2020. Oleh karenamya pariwisata dikatakan sebagai gabungan fenomena dan hubungan timbal balik yaitu adanya interaksi dengan wisatawan, supplier bisnis, pemerintah dan tujuan wisata serta masyarakat daerah wisata yang mempengaruhi bagaimana dinamika ekonomi yang Provinsi Bengkulu dalam tahun kemajuan 2023 berupaya dan bersiap dalam adapatasi dari sumber daya manusia dan pekerja dalam industri pariwisata yang memegang peranan utama dan strategis, secara keseluruhan kualitas pelayanan pariwisata akan baik jika sumber daya manusia dan pekerja dalam industri pariwisata yang dimiliki juga memiliki kualitas dan kompetensi Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 yang diperlukan (Winarno, 2. Diketahui Provinasi Bengkulu Tahun 2019-2021 dilihat pada Jumlah Pengunjung Wisatawan Bengkulu Tahun 2019-2021. Tabel 1. Jumlah Pengunjung Wisatawan Bengkulu Tahun 2019 - 2021 Tahun Luar Negeri Dalam Negeri Jumlah (Sumber: Dinas Pariwisata Kota/Kabupaten dan Kantor Imigrasi Wilayah Kelas 1A) Kenaikan jumlah wisatawan yang signifikan pada masing-masing kategori wisatawan akhirnya mampu membuat kenaikan pada jumlah wisatawan secara keseluruhan di Provinsi Bengkulu dengan peningkatan mencapai 43,68%. Namun kenaikan ini belum dapat mengembalikan jumlah wisatawan sebelum covid-19 Hal yang menarik ditahun 2019 sebelum pandemi menyerang jumlah wisman meningkat sebesar 21. Maka, dalam isu trend kunjungan wisata setiap tahun nya penting menjadi evaluasi bagi pemerintah pada khususnya dan pihak-pihak terkait pada umumnya yang dilakukan di Provinsi Bengkulu, yang sangat dinamis, pentingnya dalam meningkatkan dan mempertahankan inovasi dalam kepariwisataan agar daya tarik wisata di masing-masing daerah dapat berkembang dan roda-roda ekonomi dapat berputar berjalan, hal ini sejalan dalam visi dan misi pemerintah Provinsi Bengkulu AuMewujudkan Masyarakat Bengkulu yang Maju Sejahtera dan HebatAy Pemerintah provinsi Bengkulu telah bertekad untuk mengembangkan dan menata pariwisata sebagai salah satu upaya mengejar ketertinggalan dan meningkatakan pertumbuhan ekonomi berbasis pada industri kerakyatan. Kebijakan pengembangan pariwisata tersebut telah dituangkan dalam RPJMD 2017-2021 dimana sektor pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas dan Provinsi Bengkulu. Dengan keterlibatan dan peran dari bagaimana keterkaitan dari modal sosial dalam relasi pengembangan industri pariwisata menjadi satu hal yang menarik diteliti lebih lanjut karena bagaiman unsur-unsur modal sosial . spek kepercayaan, aspek jaringan dan aspek nilai dan norm. peran modal sosial berupa kepercayaan sangat membantu fasilitas pariwisata dalam menjalin sebuah hubungan antar steakholder dan menciptakan hubungan baru dalam bentuk kerjasama. Peran modal sosial berupa jaringan juga berperan dalam pemasaran maupun promosi antar industri pariwisata. Peran modal sosial berupa nilai dan norma juga berfungsi untuk menertibkan tata prilaku dan mengatur pola kelegalisasian setiap organisasi dalam kepariwisataan, pada Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu akhirnya daya dukung subyek untuk melakukan bagaimana AuhospitalityAy . Pelayanan yang dimaksud dalam rangka mendukung suatu tindakan yang dilakukan keinginan customer . akan suatu produk/jasa yang mereka butuhkan, tindakan ini dilakukan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan/customer untuk memenuhi apa yang mereka butuhkan tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui modal sosial pramuwisata dalam mengenalkan potensi pariwisata di Provinsi Bengkulu dan steakholder pramuwisata dalam kapasitas TINJAUAN PUSTAKA Modal Sosial Dilihat dari segi sumber daya yang terendap di dalamnya, modal dapat dikategorikan menjadi beberapa bentuk: modal finansial, modal fisik, modal manusia dan modal sosial. Masingmasing bentuk modal tersebut memiliki perbedaan dalam pola atau proses investasi untuk memperoleh keuntungan ekonomi . conomic gai. dan manfaat sosial . ocial benefi. (Usman, 2018:. Berikut uraian konsep modal sosial yang dijelaskan oleh beberapa tokoh-tokoh teori modal sosial : Modal Sosial menurut Pierre Bourdieu Bourdieu dalam Field . menyatakan bahwa modal budaya yang dimiliki orang bukan sekedar finansial mereka. Dibangun oleh kondisi keluarga dan pendidikan di sekolah, modal budaya pada batas- batas tertentu dapat beroperasi secara independent dari tekanan uang, dan bahkan memberikan kompensasi bagi kekurangan uang sebagai bagian dari strategi individu atau kelompok untuk meraih kekuasaan dan status. Berbeda dengan modal sosial. Bourdiueu menjelaskan modal sosial adalah jumlah sumber daya, aktual atau maya, yang berkumpul kelompok karena memiliki jaringan tahan lama berupa hubungan timbal balik berkenalan dan pengakuan Bourdieu dalam Field . menyatakan bahwa istilah modal sosial adalah satu-satunya cara untuk menjabarkan prinsip-prinsip yang menjadi kentara manakala memperoleh hasil yang sangat tidak setara dari modal yang lebih ekuivalen . konomi atau buday. mampu memobilisasi sekuat tenaga modal dari suatu kelompok (Modal sosial saat ini banyak dipakai oleh para akademisi maupun praktisi dalam berbagai kajian. Modal sosial terutama hadir sebagai alternatif bentuk modalitas lain seperti modal ekonomi, modal budaya dan modal manusia. Pierre Bourdieu memperkenalkan konsep modal sosial dalam konteks bentuk-bentuk Bourdieu Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 Menurut Bourdieu, bukan hanya modal ekonomi yang mudah dikonversikan ke dalam bentuk uang, melainkan modal budaya yang pada situasi tertentu, dapat dikonversikan menjadi modal yang memiliki nilai ekonomi. Usman . menjelaskan modal mengalokasikan dan menggunakan dana yang dimiliki sebagai sumber daya moneter untuk memperoleh keuntungan ekonomi atau manfaat sosial melalui kegiatan produktif. Modal fisik lebih dihubungkan kepada faktor produksi barang atau jasa yang dalam konteks ini adalah bahan baku serta infrastruktur untuk mengolahnya. Modal manusia lazim dikaitkan dengan upaya mendayagunakan kepandaian, keterampilan . , tingkat dan keragaman pendidikan Modal sosial memfokuskan pada upaya mendayagunakan relasirelasi sosial (Usman, 2018: 3-. Modal sosial diartikan sebagai sumber daya . baik virtual . , jejaring dan relasi-relasi yang saling memberi Aktor-aktor yang terlibat yang terlibat dalam jejaring tersebut sama-sama mendambakan sebuah jalinan relasi sosial yang dapat didayagunakan sebagai sumber daya yang mendapatkan keuntugan ekonomi atau manfaat sosial (Bourdieu, dalam Usman 2018:. Modal Sosial menurut James Coleman Modal sosial menurut Coleman . alam Usman 2018:. ialah representasi sumber daya yang di dalamnya terendap relasi-relasi . ecripocal relationshi. dan jejaring sosial yang melambangkan kepercayaan . Coleman . alam Usman 2018:. menjelaskan tiga bentuk modal sosial yaitu kewajiban dan . bligation expectatio. yang didasarkan pada kepercayaan . rust worthines. lingkungan sosial. kedua kapasitas aliran informasi struktur sosial. norma-norma dijalankan dengan berbagai sanksi. Dalam hal ini dapat dirumuskan bahwa setiap warga atau keluarga dalam konteks bencana memiliki kewajiban sosial dan harapan untuk saling membantu misalnya dengan saling bertukar informasi dan pengalaman mengenai kesiapsiagaan dalam pengurangan resiko Coleman mampu menunjukkan bahwa modal sosial tidak terbatas pada mereka yang kuat, namun juga mencakup manfaat rill bagi orang miskin dan komunitas yang menurut Coleman mempresentasikan sumberdaya karena hal ini melibatkan harapan resiprositas, dan melampaui individu mana pun sehingga melibatkan jaringan yang lebih luas yang hubunganhubungannya diatur oleh tingginya Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu tingkat kepercayaan dan nilai-nilai bersama (Coleman, dalam Field 2014:. Definisi Coleman tentang modal sosial menjembatani individu dan kolektif. Secara gamblang ia melihat modal sosial sebagai aset modal bagi individu namun melihatnya teerbangun dari sumber-sumber Ketika menentukan apakah sumber-sumber tersebut dapat dipraktikkan atau tidak Coleman percaya bahwa element krusial batas-batas kewajiban yang dijalankan dan level kejujuran lingkungan sosial. Pada gilirannya itu semua bersifat spesifik menurut konteksnya dan dibangun oleh variasi struktur sosial termasuk di samping level kewajiban-kewajiban, kebutuhankebutuhan aktual yang perlu dimintakan bantuan, eksistensi sumber bantuan lain . eperti dinas kesejahteraan pemerinta. , tingkat kemakmuran . ang mengurangi jumlah bantuan yang diperlukan dari orang lai. , perbedaan budaya dalam hal kecenderungan memberikan dan meminta bantuan, tingkat kedekatan jaringan sosial dan logistik kontak sosial (Coleman, dalam Field 2014:. Modal Sosial menurut Robert Putnam Putnam dalam Usman . menjelaskan modal sosial sebagai fitur organisasi sosial yang terdiri dari kepercayaan . , norma, meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan Dasar teori Putnam menekankan bahwa kapital sosial sebagai suatu nilai tentang kepercayaan timbal balik . utual trus. antara anggota masyarakat keseluruhan terhadap pemimpinya. Kapital sosial ini dilihat sebagai institusi sosial yang melibatkan jaringan . , norma-norma . dan kepercayaan sosial . ocial trus. yang mendorong pada . oordinasi dan kooperas. untuk kepentingan bersama. Hal ini juga mengandung pengertian bahwa diperlukan adanya suatu social networks . etworks of civic engagemen. ikatan/jaringan sosial yang ada dalam masyarakat dan produktivitas komunitas. Modal serangkaian nilai-nilai atau normanorma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota kerjasama di antara mereka. Singkatnya kehidupan ekonomi kebudayaan, di mana kebudayaan membentuk seluruh aspek manusia, termasuk perilaku ekonomi dengan (Fukuyama. Usman 2018:. Teori modal sosial yang Putnam menunjukkan kesamaan menonjol Dukhemian Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 tentang solidaritas. Penggunaan kata seperti produktivitas dan secara efektif berarti bahwa ia melihat modal sosial sebagai sesuatu yang fungsional, namun konteksnya menjelaskan bahwa ia tidak sedang aktor individu teori pilihan rasional yang melakukan kalkulasi (Putnam, dalam Field 2014:. Mendefinisikan Modal Sosial: Norma. Jaringan dan Kepercayaan sebagai Elemen Inti Secara umum norma merupakan nilai yang bersifat kongkret. Diciptakan untuk menjadi panduan bagi setiap individu untuk berperilaku sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Terkait hal ini. Putnam menjelaskan bahwa nilai-nilai terkandung di dalam suatu jaringan sosial, dengan demikian dapat dikatakan bahwa posisi nilai-nilai menjadi penting sebagai pengikat atau perekat kohesivitas mempersatukan dalam menjalin hubungan. Pada umumnya norma yang terbentuk secara spontan cenderung bersifat informal, dalam arti tidak dituliskan dan Selain merentangkan norma-norma sosial, mulai dari norma sosial hierarkis hingga norma spontan, kita juga dapat merentangkan norma lainnya hasil pilihan rasional, serta norma turun menurun dan arasional. Lebih lanjut, bahwa akan terbentuk empat macam norma dengan empat sifat yang berbeda yakni spontan-arasional . lami teratur sendir. , spontan rasional . ertata hierarkis-arasional . dan hierarkis rasional . Nilai dan norma merupakan pra yang melandasi timbulnya kepercayaan norma-norma informal ini tidak akan lenyap dan akan tetap di kemudian hari (Fukuyama, dalam Rusydan 2019:. Unsur modal sosial selanjutnya adalah jaringan sosial. Definisi jaringan sebagai unsur modal sosial adalah sekelompok orang yang memiliki normanorma atau nilai-nilai informal di samping norma-norma atau nilai-nilai yang diperlukan untuk transaksi biasa di Pertukaran informasi yang diwadahi oleh jaringan untuk berinteraksi akhirnya berkontribusi memunculkan kepercayaan di antara mereka. Jaringan sosial dapat terbentuk karena adanya nilai dan norma yang dipegang teguh bersama yang kemudian melandasi lahirnya kerja Namun demikian, kerja sama sosial tidak serta merta muncul begitu saja. Hal tersebut dapat dimunculkan dengan menciptakan identitas bersama, pertukaran moral dan pengulangan Istilah tersebut dianggap sama dengan istilah tukar-menukar di pasar . arket exchang. , padahal tidak Di pasar, barang-barang ditukarkan serentak. Pembeli dan penjual mengikuti perkembangan nilai tukar dengan cermat. Sedangkan menyangkut pengorbanan timbal balik, pertukaran bisa terjadi pada waktu yang berbeda. Pihak yang satu memberikan manfaat tanpa mengharapkan balasan langsung, dan tidak mengharapkan imbalan yang (Fukuyama, dalam Rusydan 2019:. Sementara itu, bentuk modal sosial berdasarkan tipe ikatan sosial . aringan Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu sosia. dapat dibedakan sebagai berikut (Woolcock, dalam Rusydan 2019: . Modal sosial mengikat . onding social capita. , berarti ikatan antara orang dalam situasi yang sama, seperti keluarga dekat, teman akrab dan rukun tetangga. Modal . ridging mencakup ikatan yang lebih longgar dari beberap orang, seperti teman jauh dan rekan kerja. Modal sosial menghubungkan . inking social capita. , menjangkau orang-orang pada situasi berbeda yang sepenuhnya berada di memanfaatkan banyak sumber daya dari yang tersedia di dalam Unsur modal sosial yang ketiga adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah efek samping yang sangat penting dari norma-norma sosial yang kooperatif yang memunculkan modal sosial. Kepercayaan adalah sesuatu yang dipertukarkan dengan berlandaskan norma-norma bersama demi kepentingan orang banyak. Kepercayaan menyangkut hubungan timbal balik. Bila masing-masing pihak memiliki pengharapan yang sama-sama dipenuhi oleh kedua belah pihak, maka tingkat kepercayaan tinggi akan terwujud (Fukuyama, dalam Rusyidan 2019: . Peran Pramuwisata Pramuwisata Menurut Yoeti . , pemandu wisata bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan, informasi dan petunjuk arah ke tempat dan tujuan yang diminati. Menurut World Federation of Tour Guide Association (WFTGA, 2. , pramuwisata adalah seseorang dengan kualifikasi sesuai dengan area lisensi yang mereka miliki guna memandu wisatawan sesuai dengan menginterpretasikan budaya dan alam ditempat kunjungan. Stanton dalam Jumail . menyatakan bahwa pramuwisata harus mampu dalam memahami keinginan wisatawan, mengetahui rute-rute wisata, dan tidak hanya memberi informasi tetapi juga harus menghibur selama kegiatan wisata tersebut. Purnomo. Sudana. Mananda . mengemukakan bahwa kualitas pramuwisata dapat dicapai pramuwisata, pendidikan dan pelatihan memiliki peranan yang besar terhadap Tujuan utama pendidikan profesional adalah untuk memperoleh materi dan pengetahuan yang berkaitan dengan teknis pekerjaan agar pemandu melakukan pekerjaan dalam menangani Kompetensi terdiri dari tiga ukuran: pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pengetahuan adalah informasi yang dimiliki oleh pemandu wisata dan Kompetensi pemandu wisata secara fisik dan mental dalam melaksanakan tugas. sikap adalah perasaan seorang pemandu wisata dalam melaksanakan profesionalitasnya. Black and Ham . menyarankan bahwa kegiatan pelatihan harus menekankan tiga peran penting pemandu wisata dalam Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 berperilaku sesuai dengan prinsipprinsip ekowisata yaitu sebagai seorang pemberi informasi khusus, sebagai interpreter, dan sebagai motivator untuk nilai-nilai konservasi dan penerapan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Menurut Irawati . , pemandu wisata adalah pemimpin dalam suatu perjalanan wisata, secara umum tugas seorang pemandu wisata adalah: To conduct to direct, yaitu melaksanakan kegiatan pariwisata bagi wisatawan sesuai program yang ada. To conduct to direct, yaitu membimbing wisatawan menuju tempat dan daya tarik wisata yang To inform, yaitu memberikan informasi dan gambaran tentang objek dan daya tarik wisata yang dikunjungi, informasi sejarah dan budaya serta berbagai informasi Kunjungan Pariwisata Rantetadung . menyatakan bahwa pengaruh kunjungan wisatawan sangat berarti untuk pengembangan industri pariwisata dan pendapatan asli daerah sehingga wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara tertarik untuk berkunjung. Adanya dukungan alokasi dana dari pemerintah setiap tahunnya menjadikan sektor pariwisata mengembangkan tempat wisata agar banyak dikunjungi oleh wisatawan. Banyaknya wisatawan yang berkunjung menjadikan sektor pariwisata berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah. Sebagai sumber penerimaan pendapatan, pariwisata tidak terlepas dari pengaruh jumlah kunjungan wisatawan. Majunya sektor pariwisata disuatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang berkunjung. Kedatangan wisatawan tersebut akan mendatangkan penerimaan bagi daerah yang dikunjunginya. Bagi wisatawan mancanegara yang datang dari luar negeri, kedatangan mereka akan mendatangkan devisa dalam negara. Semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung maka akan memberi dampak yang positif bagi Daerah Tujuan Wisata (DTW) terutama sebagai sumber pendapatan daerah (Nasrul, 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus, yaitu penelitian yang menyelidiki secara cermat suatu peristiwa, aktivitas, proses ataupun sekelompok individu. Penelitian berbentuk studi kasus peneliti gunakan dengan maksud untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dalam menggali informasi mengenai modal sosial kunjungan wisata di Provinsi Bengkulu Tahun 2023. Teknik merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Menurut Sugiyono . bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka dapat dilakukan dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi serta fokus group diskusi. FGD pengumpulan data dan karenanya mengutamakan proses. FGD tidak Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu dilakukan untuk tujuan menghasilkan pemecahan masalah secara langsung ataupun untuk mencapai konsensus. FGD memperoleh beragam informasi tentang masalah atau topik tertentu yang sangat mungkin dipandang secara berbeda-beda dengan penjelasan yang berbeda pula. Kecuali apabila masalah, maka FGD tentu berguna untuk mengidentifikasi berbagai strategi dan pilihan pemecahan HASIL DAN PEMBAHASAN Kebaharuan atau novelty dalam penelitian yang telah dihasilkan ialah menjelaskan peran dan aspek steakholder pramuwisata dalam kapasitas kinerja, analisa teori modal sosial yang berkaitan dengan kemampuan dan kapasitas sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang berkorelasi . dan kepercayaan . masyarakat atau kelompok mencapai strategi atau tujuan. Berkembangnya Desa Wisata di Masa Pandemi Covid 19 di Provinsi Bengkulu Gerakan sadar wisata yang dilakukan pada masa kondisi pandemi di tahun 2021, oleh seluruh pelaku wisata perekonian, yang berdampak kepada kondisi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Dipilihnya sektor ekonomi produktif di bidang pariwisata salah satunya karena dengan melihat adanya potensi yang sangat dimungkinkan guna menciptakan keberlangsungan serta keberlanjutan dari sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, melalui gerakan pendampingan adanya desa wisata yang mulai di kembangkan di tahun 2021 yang diawali dari kegiatan pemerintah Pariwisata Provinsi Bengkulu menyelenggarakan adanya lomba desa wisata yang melibatkan kelompok sadar wisata se-Provinsi Bengkulu yang diikuti oleh: Kabupaten Bengkulu Utara. Seluma. Kepahiang. Rejang Lebong. Bengkulu Tengah. Bengkulu Selatan. Lebong. Kaur. Muko-Muko dan Kota Bengkulu, hal ini yang menjadi pengauatan bentuk inovasi desa dalam bidang ekonomi produktif hasil penilaian ditahun 2021-2023 dimana bapak FR menjelaskan bahwa: AuPenyelenggaran lomba desa wisata sebagai bagian kinerja kelemban Pemerintah Provinsi yang mengacu pada aspek pencapaian yang disusun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setiap tahunya. Provinsi Bengkulu diawali di tahun 2021 penyelenggaraan lomba desa wisata yang terus berjalan hingga tahun ini 2023Ay (FGD Senin, 29 Mei 2. Berdasarkan penjelasan tersebut maka berikut daftar desa pemenang berdasarkan penilaian lomba desa wisata yang telah diselenggarakan oleh Pemerintah Pariwisata Provinsi Bengkulu berdasarkan uraian waktu dari tahun 2021 hingga 2022 yang dapat dilihat pada tabel Pemenang lomba desa wisata provinsi bengkulu tahun 2021-2022 sebagai Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 Tabel 1. Pemenang Lomba Desa Wisata Provinsi Bengkulu Tahun 2021-2022 Dalam Tahun Pemenang Lomba Desa Wisata Nominasi/ Pemenang Tahun Tahun Juara 1 Desa Wisata Blitar Seberang Desa Air Sempiang Kabupaten Kabupaten Rejang Lebong Kepahiang Juara 2 Desa Wisata Penembang Desa Wisata Sumber Urip Kabupaten Bengkulu Tengah Rejang Lebong Juara 3 Desa Wisata Suka Baru Desa Wisata Lubuk Resam. Kabupaten Bengkulu Utara Kabupaten Seluma (Sumber: Data Sekunder Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, 2. Kepercayaan (Trus. Dalam Aksi Bersinergi Bersama Asosiasi ASPHI. ASITA, dan Komunitas BHS Kotler & Keller . mengatakan bahwa. AuTrust is the willingness of a firm to rely on a business It depends on a number of interpersonal and interorganizational factors, such as the firmAos perceived competence, integrity, honesty and benevolenceAy Kepercayaan menurut Mowen . adalah Ausemua seseorang dan semua kesimpulan yang dibuat seseorang tentang objek, atribut, dan manfaatnyaAy. Trust atau rasa percaya merupakan mengambil resiko dalam hubunganhubungan sosialnya yang didasari oleh perasaan yakin bahwa yang lain akan diharapkan dan akan senantiasa bertindak dalam suatu pola tindakan yang saling mendukung satu sama lain, paling tidak yang lain tidak akan bertindak merugikan diri atau kelompoknya. Bersinergi menjadi satu kata kunci dalam menemukan kata kepercayaan artinya telah menyatakan konsensus dalam berbagai aksi. Breanding desa wisata menjadi tugas dan tanggung jawab tidak hanya dari masyarakat dan kelompok sadar wisata itu sendiri akan tetapi melibatkan bagaimana pihak-pihak yang disebut dengan pramuwisata dapat peluang berkolaborasi. Dalam pernyataan informan KR, menjelaskan bahwaAy Sebagai insan pariwisata sudah semestinya saling mengedepankan suatu kepercayaan, anggota, kepercayaan sesama masyarakat dan kepercayaa pemerintah, sehingga bila ini telah diterapkan dengan kata lain sepenuh hati maka, kendala-kendala dapat teratasi dan memiliki solusiAy (FGD. Senin 29 Mei 2. Pernyataan menjelaskan bahwa bentuk dukungan yang dilakukan dari pramuwisata hanya menjadi bagian dukungan dan motivasi agar sektor produktif industri pariwisata Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu bisa beradaptasi pasca pandemi covid19, adapun wilayah desa yang menjadi dampingan salah satunya ialah berasal dari catatan lomba desa wisata yang telah menjadi pemenang di tahun 2021-2022. Seperti pernyataan KR menerangkan bahwaAy sebagai bentuk dukungan, karena sebagai assosiasi yang konsen dengan bidang industri pariwisata, secara khusus keterbatasan akses yang dimiliki oleh SDM di desa, sehingga wujud perhatian yang disebut juga sebagai relawan yang tidak berkepentingan secara pribadi namun secara khusus objek yang didampingi menjadi bagian dari paket wisata yang mendukung berbagai bidang assosiasi, maka bersama HPI. ASSITA. ASPHI bersama sudah melakukan MOU dengan beberapa desa diantaranya: desa batu ampar, desa air sempiang kabupaten kepahiyang, desa penembang, desa rindu bengkulu tengah kemandirian dari desa terbentuk dengan SDM dan pengelolaan SDA yang berkelanjutanAy (FGD. Senin 29 Mei Jejaring Sebagai Bentuk Kolaborasi Promosi Jaringan merupakan infrastruktur yang dinamis dari modal sosial yang berwujud pada kerjasama. Jaringan dilihat pada bentuk kerjasama yang terealisasi pada setiap kelembagaan yang mendukung kegiatan dalam suatu Promosi Melalui Kegiatan Jelajah Heritage Wujud dari kegiatan tersebut ialah seperti yang dilakukan oleh komunitas BHS yang mulanya merintis kegiatan bagi internal kelompok masing-masing dalam penguatan literasi seperti yang disampaiakan oleh AS menjelaskan bahwa: AuPengenalan cerita dan nilai-nilai sejarah negara ingris yang berada di Bengkulu menjadi penting, hal ini menjadi nilai jual serta napak tilas bahwa Provinsi Bengkulu menjadi sajarah dalam aksi perjuanganAy (FGD. Senin 29 Mei Tempat yang menjadi nilai sejarah atau objek yang memiliki cerita sejarah diantaranya: Benteng fort malabrough, tugu tomas parr, lapangan merdeka, goverment house, kampung cina, yang konsepnya dapat dikembangkan menjadi program dengan nama kegiatannya ialah Auwalking tourAyyang sudah dimulai sejak Bentuk kegiatan tersebut tidak saja melibatkan komunitas BHS tetapi juga melibatkan asosiasi seperti ASITA dan HPI untuk bersama-sama aktif dalam Ketua HPI TM menjelaskan bahwa AoKegiatan jelajah ini merupakan kegiatan yang dikonsep secara santai namun berkesan dengan cara berjalan kaki, wisatawan dan pemandu terkesan lebih akrab, sehingga harapan dari berwisata ialah dapat menikmati dan informasi dari objek wisata. Wisatawan lebih tertarik, hal ini terlihat saat kegiatan kunjungan wisata yang dilakukan pada hari Jumat, 23 Juni 2023, kunjungan tamu berjumlah 30 orang, ekspedisi Indonesia selama 365 Hari dalam rangkaian Carnaval Sumatra, wisatawan yang Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 berasal dari negara Swiss dan GermanyAy (Wawancara. Senin 26 Juni 2. Dapat dilihat pada Gambar 02. Kegiatan Walking Tour Oleh HPI berkolaborasi bersama BHS. Promosi Wisata Melalui Media Sosial Desa Wisata Blitar Seberang Ditetapkannya sebagai pemenang dalam lomba desa wisata tahun 2021 oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu. Desa Blitar Seberang sangat aktif mempromosikan dilaman media social. Seperti yang disampaikan oleh RN bahwaAy Desa Blitar Seberang di Kabupaten Rejang Lebong sangat pantas menjadi potensi pemenang juara 1 karena objek wisata yang sangat unik, dimana dimilikinya sumber daya alam berupa air terjun trisakti yang sangat indah, kearifan lokal atau budaya seperti: festival cotume buto ijo, wisata edukasi gula dari air nira, wisata petik buah kopi, dan masih banyak lainnya yang menjadi bentuk inovasi dari desa yang dipilih menjadi desa wisata, sehingga masyarakat dapat bertumbuh dalam menyajikan berbagai inovasi mancanegara dan wisata lokal domestik dapat terhibur dengan seluruh atraksi wisata yang disajikanAy (FGD. Senin 29 Mei 2. Promosi Melalui Dialog Interaktif Radio Pengguna literasi informasi baik melalui media sosial dan media eletronik menjadi salah satu rekomendasi promosi kepariwisataan, kegiatan rutin Aunumpang nampangAy ini menjadi salah satu bentuk strategi promosi dalam mengulas objek dan destinasi Provinsi Bengkulu yang dilakukan pada hari senin, 07 november TM menjelaskan bahwaAy Fungsi dan peran HPI menjadi salah satu faktor pendukung, karena wisatawan yang berkunjung ke setiap objek wisata memiliki pendamping yang secara legal dan formal tersertifikasi sesuai dengan Sehingga informasi yang di sampaikan mempunyai singkronisasi dengan ruang lingkup dari destinasi yang disajikanAy (Wawancara. Senin 26 Juni 2. Promosi Wisata Oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Media promosi menjadi kunci strategis dalam mendatangkan kunjungan wisata sehingga media sosial intagram salah satu media yang digunakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dalam memperbaharui informasi seputar kegiatan wisata. Bapak FR menjelaskan bahwaAy Disaat zaman yang serba teknologi ini menjadikan yang sulit menjadi mudah karena layanan dan fasilitas yang mendukung, seperti media dipublikasihan daya jangkauan nya tidak hanya sebatas lokal, nasional bahkan mancanegara sehingga dinas melalui bidang pemasaran dan di seksi promosi menggencarkan media instagram tersebut karena daya jangkauan penggunanya yang dilihat strategis selain dari website, sehingga layanan ini diharapkan menjadi media yang efektif dalam mendukung bagaimana informasi yang diharapkan, seperti dalam kalender event di tahun 2023 telah disusun Se-Kabupaten dan Kota di Provinsi Bengkulu dalam satu tahun tersebut harapannya wisatawan mengetahui waktu tepat yang ingin Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu dikunjungi di bumi raflesia bengkuluAy (FGD. Senin 29 Mei 2. Jejaring Hotel Sebagai Akomodasi Pengunjung Provinsi Bengkulu menjadi salah satu wilayah yang berkembang cukup pesat, dengan hadirnya investasi hotel dan penginapan menjadi salah satu fasilitas yang digunakan dalam berwisata. AR sebagai ketua persatuan hotel indonesia wilayah Bengkulu PHRI menjelaskanAyHotel Bengkulu, pilihannya sudah beragam, tersedia fasilitas hotel bintang I,II,i dan non bintang, dan julah akomodasi, kamar dan tempat tidur yang dirasa mencukupi untuk kondisi saat ini, karena bila dilihat berdasarkan informasi reservasi hotel dibengkulu juga intesintas sering digunakan oleh para pembisnis, maka dirasa menjadi penting ketersedian berdasarkan kuantitas dan kualitas inovasi hotel yang telah tersediaAy (FGD. Senin 29 Mei 2. Norma Sebagai Wujud Konsensus Norma merupakan sekumpulan aturan yang diharapkan dipatuhi oleh anggota masyarakat pada suatu entitas sosial tertentu. Setiap kesepakatatan akan diatur oleh beberapa kebijakan yang diwujudkan dalam suatu ketetapan baik secara tertulis atau tidak tertulis. Sehingga norma menjadi suatu ketetapan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi dalam dinamika berkelompok sosial dan berorganisasi di masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh KR bahwaAy Sebagai mempunyai beban moral bila, dalam menjalankan intruksi pariwisata tidak disesuaikan dengan standar operasional prosedur atau sesuai dengan pedoman yang berlaku dalam CHSE-MICE . anduan kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungan hidup pada kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pamera. menjadi pentingAy (FGD. Senin 29 Mei 2. Kompetensi dan Legalisasi Sedarmayanti . 1: . menyatakan bahwa kompetensi merupakan: AuKarakteristik mendasar yang dimiliki seseorang yang berpengaruh langsung terhadap, atau dapat memprediksikan kinerja yang sangat baikAy. Kompetensi yang dimiliki pegawai baik secara individual harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi dan mampu mendukung setiap perubahan yang dilakukan manajemen. Kompetensi melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut (Wibowo, 2. Narimawati . indikator kompetensi dapat dibagi menjadi tiga yaitu: Au. Kompetensi intelektual adalah karakter sikap dan perilaku maupun kemauan dan kemampuan intelektual individu . apat berupa pengetahuan, keterampilan, pemahaman profesional, pemahaman konseptual dan lain-lai. yang bersifat relatif stabil ketika menghadapi permasalahan di tempat kerja, yang dibentuk dari sinergi antara watak konsep diri. Motivasi internal, serta kapasitas pengetahuan konstektual, . Kompetensi emosional adalah karakter Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 sikap dan perilaku atau kemauan dan kemampuan untuk menguasai diri dan memahami lingkungan secara objektif dan moralis sehingga pola emosinya permasalahan ditempat kerja, yang dibentuk dari sinergi antara watak Motivasi internal, serta kapasitas pengetahuan emosional, . Kompetensi sosial adalah karakter sikap dan perilaku atau kemauan dan kemampuan untuk membangun simpulsimpul kerja sama dengan orang lain yang relatif bersifat stabil ketika menghadapi permasalahan di tempat kerja yang terbentuk melalui sinergi antara watak, konsep diri motivasi internal serta konseptualAy. Sertifikasi dan kopetensi menjadi suatu kelayakan bagi pelaku industri dalam menciptakan daya dukung yang berkualitas berdasarkan tolak ukur sumber daya manusia hal ini diketahui oleh kegiatan pelaksanaan sertifikasi kopetensi kerja (PSKK) tahun 2023 sektor pariwisata hotel dan restoran, kepemanduan wisata serta biro perjalanan wisata yang dilaksanakan pada sabtu dan minggu, 16-17 Mei 2023 oleh lembaga penyelenggara LSP-Rafflesia. TM menjelaskan bahwaAy Kegiatan peningkatan kopetensi yang telah terlaksana menjadi bagian yang jangan pernah disia-siakan karena disinilah keberharuan atas lisiensi yang dilakukan, karena jangka berlaku setiap kopetensi berbeda-beda, ada yang satu tahun, dua tahun atau tiga tahun, karena kegiatan ini juga didukung oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh wilayah atau daerah di Provinsi Bengkulu, maka sangat merugi jika ditinggalkan, namun alhamdulilah 30 orang yang telah disertifikasi berjalan dengan baik dan lancarAy(FGD. Senin 29 Mei 2. Kompetensi penting dari sumber daya manusia yang industri wisata akan semakin optimis dengan mengedepankan sumber daya yang telah memahami dan berkompetensi. Pembahasan Modal sosial pramuwisata dalam meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Bengkulu diketahui dari aspek pendampingan potensi wisata, promosi wisata dan peningkatan kompetensi bidang sumber daya manusia yang Robert Putnam menjelaskan modal sosial merujuk pada elemen inti yakni norma, kepercayaan dan jaringan sosial yang melekat dan menjadi bagian dari organisasi sosial (Putnam dalam Field: . Putnam dalam Usman . merujuk modal sosial sebagai fitur organisasi sosial yang terdiri dari kepercayaan . , norma, dan jaringan, yang dapat meningkatkan memfasilitasi tindakan terkoordinasi. Dasar teori Putnam menekankan bahwa kapital sosial sebagai suatu nilai tentang kepercayaan timbal balik . utual trus. antara anggota masyarakat maupun masyarakat secara keseluruhan terhadap Kapital sosial ini dilihat sebagai institusi sosial yang melibatkan . , norma-norma . dan kepercayaan sosial . ocial trus. yang mendorong pada sebuah Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu kolaborasi sosial . oordinasi dan kooperas. untuk kepentingan bersama. Hal ini juga mengandung pengertian bahwa diperlukan adanya suatu social networks . etworks of civic engagemen. ikatan/jaringan sosial yang ada dalam masyarakat dan norma yang mendorong produktivitas komunitas. Teori dikemukakan Putnam menunjukkan Dukhemian Penggunaan kata seperti produktivitas dan secara efektif berarti bahwa ia melihat modal sosial sebagai menghadirkan produktivitas. (Putnam, dalam Field 2014:. Dasar dari teori modal sosial Putnam juga menekankan pada mutual trust yakni timbal balik atau saling balas budi pada anggota (Usman. Berdasarkan analisa teori yang telah dikategorikan sebagai berikut: Trust/Kepercayaan Kepercayaan merupakan harapan yang diberikan dari satu pihak kepada pihak lainnya tanpa harus memonitor secara langsung. Menurut (Sopiah, 2. ada lima dimensi yang mendasari konsep diantaranya kejujuran . dan bersikap sebenarnya . hruth fulnes. , . pengetahuan dan keterampilan teknis dan antar pribadi, . konsistensi yaitu andal, dapat diramalkan dan pertimbangan yang baik dalam menangani situasi, . yaitu kesediaan melindungi dan menyelamatkan muka seseorang, dan . keterbukaan dengan kesediaan berbagi gagasan dan informasi secara bebas. Menurut Johnson kepercayaan berfungsi sebagai dasar untuk membangun dan memelihara Koneksi intrapersonal yang kuat memberikan peluang luar biasa untuk menciptakan keterikatan dan dukungan sosial antara karyawan dan perusahaan. Kepercayaan berkembang ketika seseorang yakin akan ketergantungan dan integritas orang lain. Menurut Robins dan Judge . , kepercayaan adalah antisipasi positif bahwa pihak lain tidak akan berperilaku oportunistik, yang menyinggung risiko dalam hubungan manusia. Ide ini mungkin tidak dipahami di tempat kerja atau kepercayaan yang dimiliki individu satu sama lain. Menurut McShane dan Von Glinov . , kepercayaan didefinisikan sebagai ekspektasi optimis seseorang terhadap orang lain dalam skenario yang berisiko. Bentuk kepercayaan antar anggota dalam suatu assosiasi atau komunitas ketika menjalankan tugas atau pekerjaan menjadi insan atau aktor pelaku wisata seperti HPI. ASPHI. ASITA dan BHS di antaranya menanamkan prinsip dan mindset/pandangan bahwa setiap pelaku wisata atau pramuwisata bukanlah saingan dan musuh yang harus Dalam pramuwisata dipandang sebagai mitra untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan dibidang industri wisata. Kemudian bentuk saling kepercayaan berikutnya ialah saling percaya yang dilakukan oleh aktor-aktor dalam membangun kohesi berupa kesatuan mengembangkan potensi sumber daya alam dan kemampuan berdasarkan Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 sumber daya manusia sehingga bersedia dan berkomitmen dalam mengelola dan menciptakan usaha berkelanjutan serta mengembangkan ekonomi kreatif agar masyarakat dan desa berdaya dengan penuh percaya diri bahwa daya dukung menjadi penting agar tercipta sistem ekonomi berkelanjutan di desa khususnya yang telah menjadi desa wisata ditahun 2021 dan tahun 2022 yang saat ini telah Hal ini terlihat dari kegiatan kolaborasi yang dilakukan bersama memberikan pendampingan bagi desa wisata, berupaya memenuhi kebutuhan dan mencari solusi dari hambatan yang Memberikan saran dan memotivasi kelompok sadar wisata yang dilakukan oleh HPI. ASITA. BHS. PHRI dan ASPHI sehingga tumbuh rasa percaya diri dalam mengelola potensi wisata dapat mengorganisasi kebutuhan wisata, hingga melatih sumber daya manusia dalam peningkatan kapasitas yang mempuni. Kepercayaan ini hadir atas kebersamaan dalam interaksi, kedekatan dan komunikasi. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat desa wisata untuk didampingi ialah sebagai jalan memberikan akses kemudahan dari permasalahan yang secara kelompok membutuhkan saran pihak-pihak terkait dalam hal ini ialah kelompok Kemudian bentuk kepercayaan berikutnya ialah tentang kesatuan dan memajukan usaha wisata secara kolektif. Berkembangnya salah satu desa wisata menjadi identitas wilayah secara lebih luas ialah Provinsi Bengkulu, sehingga penganugerahan lomba desa wisata tingkat nasional yang diselenggarakan oleh kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi bentuk semangat dan optimis bahwa potensi lokal yang dimiliki dapat diterima dan diakui secara Jaringan/Networking Jaringan sosial yang ada pada proses kegiatan usaha ini mencakup jaringan dalam bentuk relasi di internal anggota himpunan/assosiasi atau bonding social capital untuk internal anggota dan jaringan menghubungkan . inking social capita. yaitu menjangkau orang-orang pada situasi berbeda yang sepenuhnya berada di luar komunitas itu sendiri yang terdiri dari komunitas kelompok sadar wisata dan masyarakat dalam desa wisata yang diorganisir. Melakukan promosi dari sisi media sosial literasi yang dilakukan oleh internal assosiasi atau himpunan dalam menggiatkan dan mengkatifkan kembali aktivitas berwisata yang secara langsung pasca peristiwa covid 19 yang melanda ditahun 2020, 2021 dan tahun 2022 menjadi harapan yang ingin dicapai atas pulihnya aktivitas wisata di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu. Peran mempromosikan pakat-paket wisata yang menarik dilakukan secara intensif oleh assosiasi atau Himpunan, keterlibatan pendampingan yang dilakukan kolaborasi bersama dari BHS. HPI. ASPHI dan ASITA melengkapi strategi promosi yang Diyas Widiyarti. Muhamad Galy Njoman Ari Pribowo: Modal Sosial Pramuwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata Di Bengkulu dilakukan, secara tidak langsung pendamping mengetahui secara detail kondisi secara langsung, sehingga dalam diidentifikasi secara jelas. Kepada kelompok yang didampingi dalam hal ini desa wisata dapat membuat paket-paket wisata yang menarik dengan ulasan yang komunikasi yang baik dan benar sesuai dengan standar kompetensi kerja Peran lainnya dari Dinas Pariwisata Kota dan Provinsi membantu bagaimana mempromosikan aktivitas wisata menjadi rangkaian kalender of event di Provinsi Bengkulu. Teori dikemukakan Putnam menunjukkan Dukhemian Penggunaan kata seperti produktivitas dan secara efektif berarti bahwa ia melihat modal sosial sebagai menghadirkan produktivitas. (Putnam, dalam Field 2014:. Dasar dari teori modal sosial Putnam juga menekankan pada mutual trust yakni timbal balik atau saling balas budi pada anggota masyarakat (Usman, 2018: . Dari penjelasan atau uraian beberapa bentuk modal sosial di atas Robert Putnam melihat modal sosial sebagai sebuah fungsional, artinya kehadiran modal sosial dalam ranah tertentu menghadirkan fungsi-fungsi yang dapat menguatkan asosiasi tertentu yang menerapkan modal sosial dalam proses sosialnya, sekaligus menekankan pada mutual trust yakni melakukan timbal balik yang saling menguntungkan yang dilakukan dalam bentuk balas budi. Norma Sosial Proses usaha yang dijalankan terdapat norma-norma dalam bentuk adanya nilai-nilai pekerjaan yang satu profesi yang dilandasi sebagai pelaku wisata yang membentuk pola-pola kebiasaan pada assosiasi atau himpunan dan masyarakat dalam hal ini ialah memprioritaskan dengan mengajari dan membimbing anggota dari asosiasi atau himpunan serta kolompok sadar wisata, kemudian norma dalam bentuk nilai-nilai guyub rukun, alturisme yakni saling peduli dan memperhatikan, gotong royong dalam pekerjaan tertentu, adanya kesepakatan-kesepakatan. Bentuk norma yang menjadi prinsip memprioritaskan dengan mengajari dan membimbing kelompok sadar wisata agar, memiliki cara pandang yang sama sebagai pelaku wisata yang berpedoman pada standar kerja nasional bidang pariwisata dan dalam sisi kebijakan dan standar operasional prosedur dan CHSEMICE . anduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungan hidup pada kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan Pada proses pelaksanaan dilapangan dengan mengedepankan prinsip pelayanan prima atau hospitality kepada wisatawan yang berkunjung. Bentuk norma berikutnya terlihat kompetensi atau kualifikasi bidang skill yang terakriditasi. Partisipasi anggota dan Pramuwisata pendukung sumber daya manusia yang Sehingga dengan adanya legalisasi yang diakui diharapkan sebagai Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah Volume 17 Nomor 3 September 2023 : 239 - 258 tersertifikasinya sumber daya manusia tersebut memperlihatkan bahwa bidang yang ditekuni mempunyai syarat dan ketentuan yang berlaku yang secara berkala ditingkatkan oleh pelaku industri pariwisata dibidangnya. KESIMPULAN Modal sosial Pramuwisata dalam meningkatkan kunjungan wisata di Provinsi Bengkulu tahun 2023 yang diterapkan oleh assosiasi atau himpunan serta kelompok sadar wisata ialah dengan membangun sistem kepercayaan . antar individu, kelompok dan masyarakat sebagai pelaku wisata. Keterbatasan kemampuan atas peningkatan kapasitas diri menyebabkan kolaborasi yang sinergi oleh kelompok pramuwisata yang terdiri dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPI). Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI). Asosiasi Pelaku Perjalanan Indonesia (ASITA), Himpunan Pemandu Wisata Indonesia (HPI). Bengkulu Heritage Society (BHS). Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu bersama sama memberikan solusi akan kendala dan hambatan yang dihadapi oleh pramuwisata dan desa wisata secara khususnya dengan menjalankan program pendampingan bersama kepada desa wisata yang sedang tumbuh dan Jejaring atau Media promosi dikembangkan oleh assosiasi atau Himpunan dan kelompok sadar wisata menjelaskan bahwa peluang dalam domestik atau mancanegara di Provinsi Bengkulu, bentuk inovasi dari desa wisata, wisata buatan, wisata budaya, dan wisata sejarah yang ditawarkan sebagai pilihan bagi pengunjung dalam menikmati keunikan wisata di Provinsi Bengkulu. Adaptasi mendukung dalam peningkatan kualitas berkompetensi dalam standar sertifikasi nasional, dan senatiasa mendukung sumber daya manusia agar pedoman dalam menjalankan wisata beracu pada CHSE-MICE . anduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungan hidup pada kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pamera. DAFTAR PUSTAKA