JURNAL BASICEDU Volume 9 Nomor 6 Tahun 2025 Halaman 1912 - 1919 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Rosita Herlinda1A. Haifaturrahmah2. Sukron Fujiaturrahman3 Universitas Muhammadiyah Mataram1,2,3 E-mail: rositaherlin23@gmail. com1, haifaturrahmah@yahoo. com2, sukronfu27@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas 1 sekolah dasar berdasarkan analisis dokumen sekunder yang relevan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya angka kesulitan membaca pada siswa kelas awal yang berdampak pada prestasi akademik jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan praktik, tantangan, serta pendekatan pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap berbagai jurnal, laporan resmi, dan dokumen publik terkait literasi awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi seperti fonetik dasar, media interaktif. Whole Language, dan Phonics terbukti meningkatkan kemampuan decoding, retensi makna, serta motivasi belajar siswa. Selain itu, kolaborasi rumah-sekolah dan penggunaan teknologi digital turut memberikan dampak positif terhadap perkembangan literasi anak. Kesimpulannya, strategi pengajaran berbasis bukti mampu meningkatkan kemampuan membaca secara signifikan pada siswa kelas awal dan mendukung kualitas pendidikan nasional. Implementasi strategi ini membutuhkan dukungan kebijakan, distribusi sumber daya yang merata, serta pelatihan guru yang komprehensif di seluruh wilayah Indonesia. Penerapan teknologi digital juga dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi keterbatasan inftrastruktur pendidikan. Guru, orang tua, dan sekolah perlu berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk literasi awal. Investasi pada literasi dini meruapakan langkah strategis untuk membangun generasi yang lebih cerdas, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan Kata Kunci: strategi membaca, literasi dini, pembelajaran fonik Abstract This study aims to describe teachers strategies in addressing reading difficulties among first grade elementary school students based on an analysis of relevant secondary dokuments. The background of this research stems from the high prevalence of reading challenges in early grade students, which impacts long term academic achievement. The purpose of the study is to identify effective practices, challenges, and instructional approaches that support the development of students foundational literacy skills. The study employs a qualitative descriptive approach through content analysis of various journals, official repors, and public dokuments related to early literacy. The findings indicate that strategies such as basic phonics, interactive media, the Whole Language approach, and Phonics instruction have been proven to enhance decoding skills, meaning retention, and students learning motivation. In addition, home-school collaboration and the use of digital technology contribute positively to childrens literacy development. In conclusion, evidence based instructional strategies significantly improve early grade students reading abilities and support the overall quality of national The implementation of these strategies requires policy support, equitable distribution of resources, and comprehensive teacher training across Indonesia. The use of digital technology can also serve as an innovative solution to address limitations in educational infrastructure. Tearchers, parents, and schools need to collaborate in creating a conducive learning environment for early literacy is a strategic stepn toward fostering a generation that is smarter, more confident, and better prepared to face global challenges. Keywords: reading strategies, early literacy, phonics instruction Copyright . 2025 Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman ACorresponding author : Email : rositaherlin23@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Membaca merupakan keterampilan dasar yang esensial dalam proses pendidikan, terutama pada jenjang sekolah dasar. Sebagai fondasi bagi pengembangan kemampuan belajar siswa, kemampuan membaca memungkinkan anak-anak untuk mengakses pengetahuan, memahami konsep, dan berinteraksi dengan dunia Di indonesia, kurikulum pendidikan dasar menekankan penguasaan literasi sejak dini, mengingat membaca bukan hanya alat komunikasi, tapi juga kunci sukses akademik dan sosial di masa depan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua siswa mampu mengembangkan keterampilan ini dengan lancar, khususnya pada tahap awal sekolah. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang tantangan membaca menjadi krusial untuk mendukung perkembangan holistik siswa (Ardana, 2. Pada siswa kelas 1 sekolah dasar, kesulitan membaca sering kali muncul sebagai hambatan utama dalam proses belajar. Anak-anak usia 6-7 tahun ini baru saja memasuki dunia pendidikan formal, di mana transisi dari bermain ke pembelajaran terstruktur dapat menimbulkan berbagai kendala. Faktor-faktor seperti keterlambatan perkembangan bahasa, kurangnya stimulasi literasi di rumah, atau bahkan gangguan penglihatan dan pendengaran dapat menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, menyusun kata, atau memahami makna bacaan sederhana (Emilia Safitri et al. , 2. Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa sekitar 20-30% siswa kelas awal mengalami disleksia ringan atau kesulitan literasi dasar, yang jika tidak ditangani sejak dini dapat berdampak jangka panjang pada prestasi belajar mereka. Kondisi ini menuntut intervensi yang tepat untuk mencegah putus asa dan meningkatkan motivasi belajar (Erianti et al. , 2. Guru sebagai aktor utama di kelas memegang peran sentral dalam mengatasi kesulitan membaca siswa. Dengan pengalaman dan pengetahuan pedagogis, guru tidak hanya bertindak sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai pendekteksi dini masalah besar. Strategi pengajaran yang inovatif dan berbasis bukti dapat membantu siswa mengatasi hambatan, misalnya melalui aktivitas yang melibatkan penglihatan, pendengaran, dan sentuhan (Hutabarat Ranto et al. , 2. Di era pendidikan inklusif saat ini, guru diharapkan mampu menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan individu siswa, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi rendah atau daerah terpencil. Keberhasilan guru dalam hal ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa untuk terus belajar (Munawir et al. Artikel ini akan membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas 1 sekolah dasar. Mulai dari teknik fonetik dasar hingga penggunaan media interaktif seperti permainan dan bercerita bergambar, strategi-strategi ini dirancang untuk membuat proses belajar leboh menyenangkan dan efektif (Dasra, 2. Pendekatan berbasis penelitian, seperti metode Whole Language atau Phonics, akan dieksplorasi beserta contoh implementasinya di kelas. Selain itu kolaborasi dengan orang tua dan dukungan sekolah juga menjadi elemen penting yang akan dibahas untuk menciptakan lingkungan belajar yang holistik. Secara keseluruhan, pemahaman tentang strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca tidak hanya relevan bagi pendidik, tetapi juga bagi pembuat kebijakan pendidikan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, diharapkan siswa kelas 1 dapai mencapai kemampuan literasi dasar yang kuat, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan, sekaligus mendorong diskusi lebih lanjut tentang inovasi pengajaran literasi di sekolah dasar (Syajida et al. , 2. Penelitian sebelumnya yang menekankan pada penggunaan metode fonetik sebagai strategi utama untuk mengatasi kesulitan membaca pada anak usia dini telah memberikan dasar penting dalam memahami bagaimana suara huruf dapat dipelajari secara sistematis, namun artikel ini memperkuat kebaruan dalam mengintegrasikan pendekatan fonetik tersebut ke dalam konteks spesifik kelas 1 sekolah dasar di Indonesia, di Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. mana guru tidak hanya mengandalkan latihan suara tetapi juga mempertimbangkan faktor budaya lokal dan keterbatasan sumber daya sekolah yang sering kali kurang memadai, sehingga strategi yang dihasilkan lebih adaptif dan dapat diterapkan secara luas tanpa memerlukan alat canggih (Fahmiyah et al. , 2. Penelitian lain yang mengeksplorasi pendekatan multisensory dalam pembelajaran membaca telah menunjukkan efektivitasnya dalam melibatkan penglihatan, pendengaran, dan gerakan fisik untuk memperkuat pemahaman literasi awal, tetapi artikel ini menambahkan dimensi kebaruan dengan menekankan peran guru aktif sebagai fasilitator yang tidak hanya menerapkan teknik multisensory secara umum, melainkan juga menyesuaikannya dengan profil psikologis siswa kelas 1 yang sering kali memiliki motivasi rendah atau gangguan perhatian, sehingga strategi yang dikembangkan lebih personal dan berbasis asesmen diagnostik harian, yang berbeda dari penelitian sebelumnya yang cenderung bersifat umum tanpa mempertimbangkan variasi individu siswa di tingkat kelas rendah (Pridasari & Anafiah, 2. Sebuah penelitian yang membahas peran kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca telah memberikan wawasan tentang pentingnya dukungan keluarga untuk memperkuat keterampilan literasi di rumah, namun artikel ini memperkenalkan kebaruan dengan fokus eksklusif pada inisiatif guru independen di sekolah, di mana strategi dikembangkan tanpa bergantung pada partisipasi orang tua yang sering kali tidak konsisten, sehingga guru dapat mengimplementasikan intervensi langsung di kelas melalui permainan edukatif dan pengulangan yang disesuaikan dengan waktu terbatas, yang membedakan dari penelitian sebelumnya yang lebih menekankan keterlibatan eksternal dan kurang memperhatikan kemandirian guru dalam konteks sekolah dasar, sehingga kontribusi kebaruan artikel ini terletak pada pemberdayaan guru sebagai agen utama perubahan (Putu et al. , 2. Penelitian ini penting dilakukan karena kesulitan membaca pada siswa kelas 1 sekolah dasar merupakan fondasi utama untuk pembelajaran selanjutnya, di mana kegagalan dalam mengatasi masalah ini dapat berdampak negatif pada perkembangan akademik, emosional, dan sosial anak sepanjang hidup mereka, sehingga dengan mengembangkan strategi yang adaptif dan berbasis praktik guru di Indonesia, penelitian ini tidak hanya mengisi kesenjangan dalam literatur pendidikan yang sering kali didominasi oleh konteks Barat, tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan angka putus sekolah dan peningkatan literasi nasional, terutama di daerah dengan sumber daya terbatas, sehingga penelitian ini memiliki nilai strategis dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan terkait pendidikan inklusif dan METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan analisis dokumen sekunder untuk menggambarkan secara mendalam strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas 1 sekolah dasar. Desain kualitatif dipilih karena sifatnya yang eksploratif dan mendalam, memungkinkan peneliti untuk menganalisis fenomena melalui sumber data yang sudah tersedia tanpa memerlukan interaksi langsung di lapangan. Pendekatan deskriptif ini bertujuan untuk menyusun gambaran rinci tentang praktik, tantangan, dan strategi pengajaran literasi awal berdasarkan literatur, laporan, dan dokumen publik, sehingga menghasilkan pemahaman kontekstual yang kaya tentang isu pendidikan dasar di Indonesia. Metode ini menghindari memastikan pengumpulan data primer di lapangan untuk efisiensi dan aksesibilitas, dengan fokus pasa sintesis data sekunder yang kredibel. Tahapan atau prosedur dari awal hingga akhir: 1. Perumusan masalah dan tujuan, 2. Tinjauan literatur awal, 3. Pengumpulan data sekunder, 4. Analisis data, 5. Penyusunan laporan dan Kesimpulan. Penelitian ini diperkirakan berlangsung selama 3-6 bulan, tergantung pada kompleksitas data dan aksesibilitas sumber. Tahap awal . erumusan dan refleksi literatu. memakan waktu 1 bulan, pengumpulan data 1-2 bulan, analisis 1 bulan, dan penyusunan laporan 1 bulan. Durasi ini efisien Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. karena tidak melibatkan pengumpulan data lapangan. Bahan: dokumen sekunder seperti jurnal penelitian, laporan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, buku teks pendidikan, artikel online dari sumber terpercaya . isalnya Google Scholar. JSTOR, atau situs pemerinta. dan dokumen publik lainnya yang membahas literasi awal dan strategi pengajaran di sekolah dasar Indonesia. Penelitian menggunakan panduan analisis isi . ontent analysis guid. yang dibuat peneliti. Seperti kategori checklist . isalnya: praktik guru, tantangan siswa, strategi spesifi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pencarian digital, termasuk database akademik, situs web resmi dan arsip publik. Teknik analisis data menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi tema, pola, dan konteks dari dokumen. Jumlah literatur 10, dipilih dari jurnal terakreditasi dan bereputasi, dan relevan langsung dengan tema penelitian mengenai strategi guru dan kesulitan membaca siswa kelas awal. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis dokumen sekunder dari berbagai sumber literatur pendidikan dan laporan resmi Kementerian dan Kebudayaan, sering ditemukan bahwa kesulitan membaca pada siswa kelas 1 sekolah dasar di Indonesia sering kali disebabkan oleh faktor internal seperti keterlambatan perkembangan bahasa dan eksternal seperti minimnya paparan literasi di lingkungan rumah (Prameswari & Subayani, 2. Data menunjukkan bahwa 20-30% siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dan menyusun kata yang dapat berkembang menjadi masalah prestasi jangka panjang jika tidak segera diatasi. Temuan ini menggarisbawahi urgensi intervensi diri, di mana guru berperan sebagai detektor utama melalui observasi harian di kelas. Salah satu strategi utama yang teridentifikasi adalah penerapan teknik fonetik dasar yang berfokus pada pengenalan suara huruf dan pengucapan kata sederhana. Dokumen penelitian menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan kemampuan decoding siswa, dengan peningkatan rata-rata 15-20% pada tes literasi awal setelah implementasi selama satu semester. Guru dapat mengintegrasikan latihan fonetik melalui aktivitas rutin seperti mixer suara vokal dan konsonan, yang membantu siswa membangun fondasi membaca yang kokoh tanpa tekanan berlebih (Ilmiah & Pustaka, 2. Lebih lanjut, penggunaan media interaktif seperti permainan edukatif dan cerita bergambar muncul sebagai pendekatan yang paling disukai dalam analisis dokumen. Sumber-sumber kredibel melaporkan bahwa alat bantu visual ini tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik bagi anak usia 6-7 tahun, tetapi juga meningkatkan retensi makna membaca hingga 25%. Contohnya permainan kartu huruf atau buku cerita interaktif dapat diterapkan dalam sesi kelompok kecil sehingga siswa merasa terlibat secara aktif dan mengurangi rasa bosan dalam pembelajaran literasi (Sulistyaningrum et al. , 2. Media Interaktif Permainan . isalnya kartu huru. Tabel Penggunaan Media Interaktif Kelebihan Dampak Contoh Penerapan Pembelajaran Membuat Meningkatkan Permainan gambar/benda kompetitif pengenalan huruf nyata Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Cerita Memberikan konteks visual un tuk pemahaman Retensi makna hingga 25% Membaca buku cerita interaktif bersama siswa kelompok kecil Buku cerita Melibatkan siswa Menumbuhkan dalam alur cerita minat membaca pertanyaan atau aktivitas kecil Siswa menebak jalannya cerita Pendekatan Whole Language yang menekankan pemahaman konteks keseluruhan teks daripada pemecahan huruf secara terpisah, juga menjadi temuan kunci dari sintesis data sekunder. Literatur menyoroti bahwa strategi ini mendukung perkembangan holistik siswa dengan generasi membaca dengan pengalaman sehari-hari, seperti mendongeng dari cerita rakyat Indonesia. Hasil analisis menunjukkan peningkatan motivasi belajar sebesar 30% pada siswa yang menerima pengajaran ini, terutama di daerah pedesaan di mana akses buku terbatas (Asyari & Budi Prasetyo, 2. Sementara itu, metode Phonics yang sistematis dengan penekanan pada aturan pengucapan fonem terbukti efektif dalam mengatasi kesulitan spesifik seperti disleksia ringan. Dari dokumen evaluasi program nasional, strategi ini berhasil menurunkan tingkat kesalahan pengenalan kata hingga 18% setelah pelatihan Implementasi di kelas meliputi latihan berjenjang, mulai dari kata dua suku kata hingga kalimat pendek yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa untuk memastikan kemajuan bertahap (Buwono et al. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah merupakan elemen pendukung yang krusial, sebagaimana tergambar dalam laporan dokumen sekunder (Penelitian, 2. Temuan menunjukkan bahwa program rumah-sekolah, seperti sesi membaca bersama di rumah, dapat memperkuat stimulasi literasi di luar jam pelajaran, dengan dampak positif pada 40% siswa dari latar belakang ekonomi rendah. Strategi ini menekankan peran orang tua sebagai mitra melalui panduan sederhana seperti membaca koran bersama anak setiap malam. Secara keseluruhan, pembahasan temuan ini menunjukkan bahwa strategi pengajaran literasi yang berbasis bukti, seperti fonetik, media interaktif. Whole Language, dan Phonics tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional (Fahmiyah et al. , 2. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya di daerah terpencil memerlukan dukungan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah. Dengan demikian, penerapan strategi holistik ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang melek huruf sejak dini, sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan dalam pendidikan dasar Indonesia (Juniarty et al. , 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, penting bagi pemerintah Indonesia untuk mengintegrasi strategi holistik ini ke kurikulum nasional dengan menyediakan pelatihan intensif bagi para guru di seluruh daerah (Kepengawasan et al. , 2. Pelatihan ini tidak hanya mencakup teknik-teknik pengajaran seperti fonetik dan media interaktif, tetapi juga pendekatan kolaboratif yang melibatkan orang tua dan komunitas lokal. Dengan cara ini, guru dapat lebih siap menghadapi keragaman siswa, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi yang berbeda, sehingga proses pembelajaran literasi menjadi lebih inklusif dan Namun, tantangan utama dalam penerapan strategi ini terletak pada keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, di mana akses terhadap bahan ajar seperti buku cerita atau alat permainan edukatif masih minim. Hal ini sering kali diperburuk oleh kurangnya tenaga pendidik yang terampil, sehingga diperlukan investasi jangka panjang dari pemerintah untuk mendistribusikan sumber daya secara merata. Tanpa dukungan ini. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. potensi strategi holistik untuk meningkatkan kemampuaan membaca siswa mungkin tidak tercapai sepenuhnya, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari pusat kota (Nordian, 2. Di sisi lain, peran teknologi digital dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dengan memanfaatkan aplikasi mobile dan platform online yang menyediakan latihan fonetik interaktif (Syahputra et al. , 2. Guru dapat menggunakan alat-alat ini untuk melengkapi sesi tatap muka, memungkinkan siswa berlatih di rumah melalui permainan yang menarik dan mudah diakses. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan pembelajaran, tetapi juga mendorong siswa untuk belajar secara mandiri, sehingga membangun kebiasaan literasi yang berkelanjutan sejak usia dini. Evaluasi berkala terhadap efektivitas strategi ini sangat penting untuk memastikan bahwa programprogram literasi memberikan hasil yang optimal. Sekolah dapat melakukan penilaian melalui tes sederhana dan observasi harian, dengan melibatkan partisipasi orang tua untuk mnedapatkan gambaran lengkap tentang perkembangan siswa. Data dari evaluasi ini kemudian dapat digunakan untuk menyesuaikan metode pengajaran, seperti meningkatkan fokus pada Whole Language di daerah dengan tradisi lisan yang kuat, atau memperkuat Phonics untuk siswa dengan kesulitan spesifik (Dini, 2. Dampak jangka panjang dari penerapan strategi holistik ini melampaui kemampuan membaca semata, karena siswa yang melek huruf sejak dini cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan performa akademik yang lebih baik di jenjang pendidikan selanjutnya (Budiana & Pastika, 2. Hal ini juga berkontribusi pada pengurangan kesenjangan sosial, di mana anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat bersaing lebih baik di duni kerja masa depan. Dengan demikian, investasi dalam literasi awal bukan hanya tentang pendidikan, tetapi juga tentang membangun fondasi masyarakat yang lebih cerdas dan inovatif . Untuk mendukung hal ini, guru dan orang tua perlu diberikan panduan praktis yang mudah diikuti, seperti tips harian untuk membaca bersama atau aktivitas sederhana di rumah. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat diperkuat melalui workshop reguler, di mana orang tua belajar bagaimana mendukung perkembangan literasi anak tanpa memerlukan keahlian khusus (Fitriani et al. , 2. Pendekatan ini akan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, di mana siswa merasa didorong dari berbagai sisi. Akhirnya, dengan komitmen bersama dari semua pihak, penerapan strategi holistik ini dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan dasar Indonesia. Generasi mendatang akan lebih siap menghadapi tantangan global, dengan kemampuan literasi yang kuat sebagai dasar untuk inovasi dan Ini menunjukkan bahwa investasi dalam pendidikan awal bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa yang lebih cerah (Arifin, 2. KESIMPULAN Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa kesulitan membaca pada siswa kelas 1 SD di Indonesia, yang disebabkan oleh faktor internal seperti keterlambatan bahasa dan eksternal seperti kekurangan stimulasi literasi rumah, dapat diatasi melalui intervensi dini berdasarkan bukti, seperti teknik fonetik dasar, media interaktif . isalnya permainan kartu huruf dan cerita bergamba. , pendekatan Whole Language holistik, serta metode Phonics sistematis, yang terbukti meningkatkan decoding, retensi makna, dan motivasi belajar hingga 15-30%. kolaborasi guru-orang tua sebagai pilar utama mendukung keberhasilan ini, sementara tantangan sumber daya di daerah terpencil menuntut inovasi seperti integrasi teknologi digital dan program nasional untuk memperkuat fondasi literasi, mendorong generasi melek huruf sejak dini, dan pengembangan memicu model pendidikan inklusif yang berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Basicedu Vol 9 No 6 Tahun 2025 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Rosita Herlinda. Haifaturrahmah. Sukron Fujiaturrahman DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. UCAPAN TERIMA KASIH Kami ucapkan terima kasih banyak atas tersusunnya artikel ini hingga selesai, sehingga tulisan yang kami buat dapat diterima dan menjadi referensi bagi para pembaca. DAFTAR PUSTAKA