JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) p-ISSN : 2808-8786 . VOL 4. No. Oktober 2024, pp. 01 - 08 e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika Pengaruh Audit Tenure. Firm Size Dan Firm Age Terhadap Audit Delay Bambang Widjanarko Susilo1. Nur Rokhman2. Robby Andika Kusumajaya3. Nur Saidah 1,2,3,4 Universitas Sains Dan Teknologi Komputer Semarang Jl. Majapahit No. Pedurungan Kidul. Kec. Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50192 Email : bambang. widjanarkosusilo@stekom. id1, nurrohman@stekom. id2, robby@stekom. saidah01@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 20 Februari 2024 Received in revised form 14 Maret 2024 Accepted 23 Mei 2024 Available online 30 Oktober 2024 ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of audit tenure, firm size and firm age on audit delay. The research covers 48 real estate companies on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2021, purposive sampling techniques. By using the SPSS v24 tool to perform multiple linear regression analysis. The statistical results obtained by the tenure audit and the size of the company are not significant factors affecting the audit delay. Only the age of the company is significant on the audit delay Keywords: tenure audit. company size. company age, audit delay Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh audit tenure, firm size dan firm age terhadap audit delay. Penelitian mencakup 48 perusahaan real estate di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2021,teknik purposive sampling. Dengan menggunakan alat SPSS v24 untuk melakukan analisis regresi linier berganda. Hasil statistik didapat audit tenure dan size perusahaan bukan merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi audit delay. Hanya umur perusahaan yang signifikan pada audit delay. Kata Kunci: Audit Tenure. Size Perusahaan. Umur Perusahaan. Audit Delay PENDAHULUAN Perusahaan Terbuka atau go public keharusan issue LK . aporan keuanga. sebagai pertanggunganjawaban dan OJK mewajibkan tiap laporan keuangan Perusahaan untuk diaudit oleh Kantor Akunta Publik (KAP) untuk mencerminkan keabsahan kepastian kondisi keuangan Perusahaan dengan rentang maksimal 90 hari dari tanggal 31 Desember akhir tahun. Setiap keterlambatan audit delay KAP dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dari banyak pihak stake holder dan setiap keterlambatan bisa mendapatkan sanksi. Keterlambatan audit juga bisa memberi sinyal negatif kepada berbagai pihak . dan termasuk juga memberi dampak buruk ke Perusahaan tersebut. Beda jumlah selisih hari dari KAP menerbitkan audit laporan keuangan dikurangi tanggal 31 Desember tahun laporan keuangan jika melebihi waktu 90 hari itu yang dikenal sebagai keterlambatan audit . Kenyataan masih terdapat ditemukan fenomena peningkatan hari keterlambatan audit delay dari property dan real estate misalnya PT. APLN Tbk terjadi peningkatan jumlah hari audit delay dari 84 hari menjadi 90 hari. PT. ASRI Tbk dari 73 menjadi 82 hari. PT. BEST dari 16 menjadi 22 hari. PT. City dari 78 menjadi 148 hari. PT. GOWA dari 78 ke 88 hari. PT. LPKR dari 88 menjadi Received 20 Februari, 2024. Revised 14 Maret, 2024. Accepted 23 Mei, 2024 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 151 hari. PT. MDLN dari 89 ke hari 147 hari. PT. MTLA dari 119 hari ke 140 hari. PT. MORE Tbk. Dari 67 hari ke 89 hari. PT. RBMS Tbk. Dari 45 hari ke 82 hari. PT. RDTX Tbk. Dari 46 hari menjadi 83 hari. PT. RODA Tbk dari 80 hari ke 95 hari. Variabel umur perusahaan dihitung dari tanggal perusahaan melakukan IPO dikurangi tahun laporan keuangan. Audit Tenure dihitung dari masa perikatan antara emiten dan auditor KAP. Ukura perusahan dihitung dari Size dari total seluruh asset perusahaan dengan rumus Ln( Siz. Penelitian terdahulu firm age signifikan terhadap audit delay oleh . Hasil penelitian berbeda hasil tidak berpengaruh / tidak signifikan oleh peneliti . Sedangkan penelitian size firm terhadap audit delay dilakukan oleh : . didapatkan hasil size firm punya pengaruh terhadap audit delay. Ini berbeda dengan penelitian oleh . TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal . membahas bagaimana perusahaan mengirimkan informasi positif/negatif kepada pemegang saham melalui laporan keuangan. Ini muncul saat perusahaan ingin memberi petunjuk kepada investor tentang pandangan manajemen terhadap proyek perusahaan. Investor juga melihat keakuratan dan keterkaitan waktu informasi dalam Laporan Keuangan. Penundaan audit yang lama bisa menjadi sinyal ketidakpastian perusahaan dan berpotensi menurunkan harga saham . dan itu memberi signal keluar yang jelek negative, serta memberikan perpepsi image bahwa manajemen kurang cakap sehingga akibatnya dihindari investasi dari para investor dan para kreditor. Teori Agensi (Agency Theor. Kepentingan antara pemegang saham dan pengelola dalam kontrak. Pemilik principal mengawasi, manajer diberi hak kelola, manajer mengambil keputusan dan punya laporan tanggung jawab kepada pemilik kekayaan. Audit Delay ( keterlambatan pelaporan audit KAP) Keterlambatan audit adalah jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan audit yang dihitung dari tanggal penutupan buku pada tanggal 31 desember hingga tanggal yang tercantum dalam laporan auditor Audit Tenure Dalam satuan tahun dari masa perikatan antara emiten dan auditor KAP . Firm Age ( Umu. Dihitung . alam angka tahu. dari tahun laporan keuangan perusahaan dikurangi dengan tanggal IPO . Size Firm ( Ukuran ) Menggambarkan besar kecilnya ukuran kekayaan perusahaan dengan besarnya Total Asset Perusahaan (Siz. tersebut Diukur dengan menggunakan rumus Ln(Siz. Hipotesis Pengaruh Firm age Terhadap Audit Delay Firm age dapat mempengaruhi audit delay dengan kondisi perusahaan yang lebih tua cenderung menghadapi keterlambatan dalam audit karena kompleksitas proses akuntansi dan volume data yang lebih Namun, perusahaan yang telah beroperasi lama mungkin memiliki sistem pelaporan yang lebih efisien, yang dapat mengurangi waktu audit. Faktor-faktor seperti ukuran perusahaan dan kompleksitas operasional juga dapat memengaruhi hubungan ini. H1: Firm age berpengaruh terhadap audit delay Pengaruh Audit Tenure Terhadap Audit Delay Audit tenure yang panjang bisa menyebabkan dua sisi. Sisi peningkatan audit delay akibat kemungkinan kelelahan dalam hubungan antara perusahaan dan auditor. Sisi kedua audit tenure yang lama berkali kali juga bisa memberikan efisiensi karena pemahaman yang lebih mendalam tentang perusahaan oleh auditor. Konflik kepentingan dapat dihindari dengan tidak memakai jasa KAP lebih dari 3 tahun dengan tujuan tidak saling mempengaruhi waktu yang lama. H2 : Audit Tenure berpengaruh terhadap audit delay. Pengaruh Firm Size . Terhadap Audit Delay Perusahaan dengan skala besar umumnya mengalami audit delay lebih lama karena semakin kompleksitas operasional dan history jumlah transaksi yang besar. Perusahaan kecil cenderung memiliki audit delay yang lebih singkat karena proses akuntansi yang lebih sederhana. Juga faktor keahlian auditor KAP yang dipilih juga ikut mempengaruhi . H3 : Firm Size berpengaruh terhadap audit delay. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 METODOLOGI PENELITIAN Populasi da sampel: Populasi penelitian : sektor property & realestate di BEI (Bursa Efek Indonesi. tahun 2019-2021 yang berjumlah 62 perusahaan. Cara penentuan sampel memakai purposive sampling dengan kriteria Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar dalam BEI selama 3 tahun berturut-turut dari tahun Sektor Property dan Real Estate yang memiliki data lengkap selama periode 2019-2021. Didapat sampel 144 data ( 48 x 3 th. Melewati uji outlier didapat sampel 124 . Teknik Analisis Data Regresi linier berganda untuk menguji pengaruh-pengaruh variable X1. X2, dan X3 terhadap Y Persamaan : Y = 1 X1 2 X2 3 X3 e1 Y = audit delay X1 = Firm Age X2 = Audit Tenure X3 = Firm Size Variabel dependen Y adalah audit delay, sedangkan variable independennya adalah X1 umur Perusahaan. X2 audit tenure dan X3 ukuran perusahaan Teknik analisis yang dipakai : teknik Analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS. Data sekunder diperoleh dari w. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Memastikan apakah data memiliki distribusi normal . Didapat nilai Sig. Asym 0. 051 > 5%, dipastikan data sudah distribusi normal . Uji Statisitik Descriptive Memberikan gambaran data dari nilai mean, minimum, maksimal dan nilai SD . Pengaruh Audit Tenure. Firm Size Dan Firm Age Terhadap Audit Delay (Bambang Widjanarko Susil. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dari Tabel 1 hasil deskritif analisis disimpulkan : Variabel firm age : Rata-rata . umur perusahaan 28. 70 tahun, nilai minimum sebesar 5 dari PT. Pollux Properti Tbk. , nilai maksimum sebesar 49 tahun dari PT. Duta Pertiwi Tbk. Serta PT. Metropolitan Kentjana Tbk. Variabel Audit Tenure : Mean 2. 68, nilai terkecil sebesar 2 diwakili oleh PT. BakrieLand Tbk. PT. Lippo Karawaci Tbk. PT. Gowa Makasar Tourism Tbk. PT. Bekasi Asri Pemula Tbk. PT. PuraDelta Lestari Tbk. PT. Sentul City Tbk. PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk. PT. Metropolitan Land Tbk. PT. Bumi Citra Permai Tbk. PT. City Retail Development Tbk. PT. Agung Podomoro Land Tbk. PT. Binakarya Jaya Abadi Tbk. PT. DMS Propetirindo Tbk. PT. Metropolitan Kentjana Tbk. PT. Capri Nusa City Propertindo Tbk. PT. Natura City Development Tbk. PT. Bhakti Agung Propertindo Tbk. PT. PP Properti. Tbk. , dan PT. Pollux Properti Indonesia Tbk. Untuk nilai maksimum sebesar 3 dari PT. Metropolitan Kentjana Tbk. PT. Duta Pertiwi Tbk. PT. Megapolitan Development Tbk. PT. Summarecon Agung Tbk. PT. Jaya Real Property Tbk. PT. Perdana Gapuraprima Tbk. PT. Bima Sakti Pertiwi Tbk. PT. Roda Vivatex Tbk. PT. Ciputra Development Tbk. PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk. PT. Pakuwon Jati Tbk. PT. IntiLand Development Tbk. PT. Pikko Land Development Tbk. PT. ModernLand Realty Tbk. PT. Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. PT. Lippo Cikarang Tbk. PT. GreenWood Sejahtera Tbk. PT. SuryaMas Dutamakmur Tbk. PT. Kawasan Industri Jakabeka Tbk. PT. Alam Sutera Realty Tbk. PT. PuraDelta Lestari Tbk. Variabel Ukuran Perusahaan nilai rata -rata sebesar 29. 20, nilai terkecil sebesar 25. 67 dari PT. Bekasi Asri Pemula Tbk. , nilai terbesar 31. dari PT. Bumi Serpong Damai Tbk. Uji Multikolinearitas Uji mutikolinearitas adalah cara untuk mengetahui apakah ada atau tidak multikolinearitas dalam model regresi yang dapat dilihat dari faktor penginflasian variasi dan nilai tolerabilitas (VIF). Disimpulkan bahwa semua variable bebasnya nilai Tolerance > 0. 1 dan nilai VIF dari semua variable bebasnya < 10 maka dipastikan data penelitian terbebas / tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedastisita s ( uji glesje r ) Untuk memastikan muncul jika nilai residual model tidak tidak memiliki varian konstan. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dari tabel variabel Umur Perusahaan memiliki nilai Sig sebesar 0. 410 > 5%, dipastikan Umur Perusahaan bebas gejala heteroskedastisitas. Variabel Audit Tenure memiliki nilai Sigi sebesar 0. 392> 5% maka dapat dipastikan Audit Tenure bebas gejala heteroskedastisitas. Variabel Ukuran Perusahaan memiliki nilai Sig sebesar 0. 808>5% maka dapat dipastikan variabel Ukuran Perusahaan bebas gejala Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . , apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent. Jika VIF < 10 dan tolerace > 0. 1 maka dikatakan bebas dari gejala multikolineritas . Dari tabel diatas menggunakan pengujian Durbin-Watson dapat diketahui bahwa Nilai DurbinWatson sebesar 2. k=3, n= 124 , du =. 7319 dan nilai 4-du = 2. 2681 maka diperoleh du < dw < 4-du yaitu: 1. 7319 lebih kecil dari 1. 7397 lebih kecil dari 2. 2681, data penelitian bebas gejala autokorelasi Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai dalam koeisien determinasi ini yaitu antara nol dan satu. Disimpulkan bahwa variabel tergantung dapat dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 4. 9%, 95. dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini Uji Signifikansi Stimultan (Uji Statistik F) Jika Sig < 5% maka data dan model dianggap memenuhi goodness of fit Tabel 10. Uji Statistik F Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Sumber : data diolah . Nilai Sig. 0,028< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data model penelitian sudah memenuhi goodness of fit. Pengaruh Audit Tenure. Firm Size Dan Firm Age Terhadap Audit Delay (Bambang Widjanarko Susil. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Uji Linier Regresi Berganda Untuk menguji pengaruh dari variable independent terhadap variable tergantung Statisk diperoleh persamaan linier regresi berganda : AUDIT DELAY = 123. 538 X1 Ae 2. 341 X2 Ae 2. 151 X3 Konstanta = 123. 916 , apabila variabel independen ( audit tenure, firm size, dan firm age ) nilainya adalah 0, maka Audit Delay akan bernilai 123. Variabel f i r m a g e koefisien = 0. 538, jika f i r m a g e n a i k 1% maka audit delay akan naik 538 x. Variabel Audit Tenure koefisien = 0,092 jika Audit Tenure n a i k 1% maka audit delay akan turun . Variabel f i r m s i z e koefisien = -2. 151, jika f i r m s i z e n a i k 1% maka audit delay akan m turun Uji t ( uji hipotesis ) Uji t ( uji hipotesis ) dipakai tujuan menguji sejauh pengaruh dari seberapa jauh pengaruh yang diberikan oleh variabel independen dari tabel 11 Tabel di atas mengartikan : Sig t firm age = 0. 003 < 5%, hipotesis firm age berpengaruh terhadap audit delay, diterima. Sig t audit tenu re sebesar = 0. 599 > 5%, hipotesis audit tenure berpengaruh terhadap audit delay Sig t firm size sebesar = . 166 >5% , hipotesis firm size berpengaruh negatif terhadap ditolak. PEMBAHASAN Pengaruh Firm age terhadap Audit Delay . menyatakan bahwa firm age diukur dari tahun laporan keuangan dikurangi tahun IPO Semakin besar umur Perusahaan akan berpengaruh terhadap audit delay. Dengan pengalaman dair manajemen Perusahaan dalam mengeluarkan laporan keuangan serta untuk memilih KAP auditor yang cakap dan yang dipercaya oleh Perusahaan dengan tujuan pelaporan audit keuangan dari KAP segera selesai dan Hasil statistic uji hipotesis Sig firm age sebesar 0. 003 < 0. 05 sehingga H1 diterima dan mengartikan bahwa firm age positif signifikan terhadap audit delay. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . Pengaruh Audit Tenure terhadap Audit Delay . audit tenure diukur berapa kali perikatan perusahaan dengan KAP auditor, jika terlalu lama maka KAP auditor akan dipertanyakan indepensinya dan batas paling lama audi tenure adalah 3 tahun berturutturut. Hasil statistic uji hipotesis Sig audit tenure sebesar 0. 599 > 0. 05 sehingga H2 ditolak dan memastikan bahwa audit tenure negatif tidak signifikan terhadap audit delay. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian . Pengaruh Firm size Terhadap Audit Delay . adalah gambaran besar kecilnya Perusahaan yang diukur dengan Ln(Total Asset ). Semakin besar nya ukuran akan semakin besar akun rekening laporan keuangan (LK) da menambah bobot kesulitan dari manajemen Perusahaan dalam menyusun laporan keuangan sehingga membuat audit dari KAP auditor bertambah lama . Hasil statistic Sig Ukuran sebesar 0. 166 > 0. 05 sehingga H3 ditolaj dan memastikan bahwa ukuran Perusahaan negative tidak signifikan terhadap audit delay/ Penelitian ini sejalan dengan penelitian . JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2024, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 KESIMPULAN DAN SARAN Dapat disimpulkan hasilnya Firm age hanya yang berpengaruh terhadap audit delay, sedangkan audit tenure dan firm size tidak berpengaruh terhadap audit delay. Berdasarkan hasil penelitian , maka saran yang dapat diberikan adalah : Penelitian selanjutnya dapat memperbanyak sampel penelitian dikarenakan adanya keterbatasan data. Penelitian selankutnya dapat mempeluas objek penelitian di bidang sektor lain missal di bidang Penelitian selanjutnya diharapkan menambah variable-variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap audit delay. DAFTAR PUSTAKA