KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol. 2 No. Page 120-131 ISSN: 2985-9662 http://jurnal. id/index. php/kaffah/article/view/759 KEGIATAN ROHANI ISLAMI MELALUI PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN AKHLAK SISWA DI SMAN 1 RANGKASBITUNG KABUPATEN LEBAK Ahmad MidyaAoudin Guru SMAN 1 Rangkasbitung Email, ahmad_midyaudin@yahoo. Abstrak Tujuan penelitian untuk menggali kegiatan Rohani Islam di sekolah serta dapat meningkatkan akhlak siswa secara menyeluruh serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan penelitian lapangan yaitu pengumpulan datanya dilakukan di lapangan, seperti dilingkungan masyarakat, lembaga-lembaga atau organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pemerintahan. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan yang diperoleh dari pembinaan rohani menunjukkan bahwa ada beberapa nilai yang diharapkan dari pelaksanaan pesantren kilat yaitu: Pertama, adanya penanaman nilai moral, keimanan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah. Kedua, penerapan disiplin kebersamaan dan mengembangkan kreativitas, diarahkan pada kemandirian peserta Ketiga, mengembangkan solidaritas sosial dan kesetiakawanan sosial. Selain itu, juga diupayakan adanya hubungan kekerabatan antara pembina dan peserta didik. Kata kunci: Rohani Islami. PAI dan Akhak. Abstract The aim of the research is to explore Islamic spiritual activities in schools and to improve students' morals as a whole and gain a deeper understanding of the teachings of the Islamic religion and be able to implement them in everyday life. The research uses field research, namely data collection is carried out in the field, such as in the community environment, social institutions or organizations, and government institutions. The data collection technique is through observation, interviews and documentation. The results and discussions obtained from spiritual formation show that there are several values that are expected from the implementation of express Islamic boarding schools, namely: First, the instillation of moral values, faith and devotion as well as good morals. Second, applying the discipline of togetherness and developing creativity, directed at student Third, develop social solidarity and social solidarity. Apart from that, efforts are also made to establish a friendly relationship between the instructor and the students. Keywords: Islamic Spirituality. PAI and Akhak. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 120 PENDAHULUAN Kondisi riil tentang akhlak siswa di tingkat SMA saat ini masih jauh dari harapan sekolah dalam mengaplikasikan nilai-nilai keIslaman. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya siswa yang berperilaku yang kurang mencerminkan dari ajaran agama Islam meskipun sudah dilaksanakan pembelajaran agama dan akidah akhlak di dalam kelas. Sebagai contoh masih banyak siswa yang membolos, berkata tidak baik, berpakaian tidak rapi kurang hormat terhadap guru, dan lebih mengejutkan lagi, hampir sebagian siswa putra yang pada waktunya shalat zuhur mereka dengan tanpa beban meninggalkan shalat jamaAoah zuhur dan memilih untuk berkumpul bersama temantemannya di kantin maupun di tempat-tempat yang jauh dari pantauan sekolah. Pembinaan pemahaman tentang pendidikan agama pada siswa di sekolah menjadi sangat penting. Agama adalah tuntunan dan mengandung ajaran-ajaran yang menjadi pedoman hidup bagi penganutnya. Religiusitas menjadi tolok ukur terhadap pengakuan pribadi bagaimana seseorang mencapai tingkatan atau kedalaman tertentu dalam menjalani dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Individu memerlukan suatu pengontrol diri dalam berpikir, bersikap, bertindak yaitu agama atau Religiusitas dapat mempengaruhi setiap aspek dalam kehidupan individu, baik psikis maupun fisik (Sujianto, 2. ROHIS bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang berkualitas, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran moral yang tinggi. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan keagamaan dan sosial. ROHIS diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan moral siswa. Selain itu, tujuan lainnya adalah mengembangkan sikap toleransi, kerjasama, dan empati antar siswa agar tercipta atmosfer positif di sekolah. Dengan demikian. ROHIS diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas karakter dan akhlak siswa di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan ROHIS yang tak terpisahkan dari kelembagaan sekolah serta dilaksanakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah agar tercapai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mengembangkan diri berdasarkan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 121 konsep nilai-nilai keIslaman dan mendapatkan siraman kerohanian. Selain itu. ROHIS sebagai salah satu media atau wadah dalam mencegah perbuatan yang mungkar dan menyuruh kepada kebaikan dalam perealisasian dan pengaplikasiannya, dalam gerak langkah hidup terutama di lingkungan sekolah maka terbentuklah ekstrakurikuler Rohani Islam Siswa (ROHIS) di SMAN 1 Rangkasbitung. Pada era yang sudah mengglobal seperti zaman sekarang ini merupakan suatu tantangan bagi Rohis, suasana yang lebih maju, tak jarang menjerumuskan seseorang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma agama. Pendidikan Agama Islam di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukungnya yaitu kemampuan dan kemauan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran dan proses pendidikan tersebut. Setiap pembelajaran yang diajarkan di sekolah pasti yang dilihat seberapa besar peserta didik memahami materi yang disampaikan. oleh karena itu, mutu pembelajaran yang ada di sekolah sangatlah penting untuk memajukan peserta didik. Dari segi proses pembelajaran PAI dikatakan berhasil apabila mampu melibatkan sebagian besar peserta didik secara aktif, baik fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil, apabila pembelajaran PAI yang diberikannya mampu mengubah perilaku sebagian besar peserta didik kearah penguasaan kompetensi dasar yang lebih baik untuk mencapai kompetensi standar pembelajaran (Mutaqin, 2. Faktor internal dan eksternal kegiatan rohani melekat pada diri siswa apabila mendapat dukungan moral dari berbagai pihak, antara lain: Kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan rekan-rekan siswa itu sendiri. Juga hal ini akan dipengaruhi oleh sarana dan prasarana di sekolah tersebut, serta dengan dukungan orang tua, pemerintah dan Jika faktor-faktor tersebut dikaitkan dengan upaya penanaman budaya yang Islami, maka kata kuncinya berada pada kesadaran dari siswa itu untuk memperbaiki dan menumbuh kembangkan kepribadiannya, serta dipengaruhi oleh berbagai unsur dari luar. Hubungan antara kegiatan Rohis dan pembelajaran PAI di sekolah dapat menjadi saling melengkapi dan saling memperkuat. Berikut adalah beberapa cara di Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 122 mana keduanya dapat berinteraksi yaitu memberikan penguatan nilai-nilai agama untuk dijelajahi bersama. Ini dapat mencakup nilai-nilai moral, etika, dan ajaran Islam yang lebih dalam. Selain itu mengimplementasi nilai-nilai agama yang diajarkan dalam pembelajaran PAI melalui kegiatan-kegiatan sosial, bakti sosial, dan program-program Serta Rohis dapat menyediakan platform bagi siswa untuk menerapkan konsep-konsep yang dipelajari dalam pembelajaran PAI melalui kegiatan seperti diskusi kelompok, ceramah, atau kunjungan ke tempat-tempat ibadah. Tujuan penelitian untuk menggali kegiatan Rohani Islam di sekolah serta dapat meningkatkan akhlak siswa secara menyeluruh serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama Islam dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yaitu pengumpulan datanya dilakukan di lapangan, seperti dilingkungan masyarakat, lembaga-lembaga atau organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pemerintahan. Subjek penelitian siwasiswi SMAN 1 Rangkasbitung dengan kurun waktu kurang 3 bulan dimulai dari bulan Februari sampai April 2023 di SMAN 1 Rangkasbitung. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi (Sukmadinata, 2. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif deskriptifnaratif, yaitu analisa terhadap data-data yang bersifat kualitatif dengan menuturkan dan menafsirkan data yang sudah terkumpul melalui pokok-pokok bahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Rohani Islami di SMAN 1 Rangkasbitung Kegiatan ROHIS membantu merealisirkan pendidikan agama Islam di sekolah atau materi yang diajarkan di kelas dapat dipraktekan dalam perilaku sehari-hari. Dalam bidang sosial melalui kegiatan pengumpulan zakat dan penyembelihan hewan qurban yang diadakan oleh sekolah. Selain itu, menumbuh kembangkan kreatifitas siswa, peran yang dijalankan yaitu dengan adanya kesenian yang Islami, seperti Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 123 marawis, kaligrafi, nasid, qasidah, qiroAoah dan mading yang dikelola oleh ROHIS dapat menjadi salah satu untuk mendapatkan meningkatkan kreatifitas siswa dalam berkarya. Program kegiatan Rohis di SMAN 1 Rangkasbitung salahsatunya pelatihan kepemimpinan siswa, dapat diartikan sebagai tindakan mempengaruhi orang lain agar melakukan sesuatu untuk tercapainya tujuan tertentu, tindakan mempengaruhi meliputi beberapa hal yaitu keteladanan, motivator dan penggerak. Konsep kepemimpinan dalam ROHIS disampaikan oleh Faja . tahun selaku ketua ROHIS sebagai berikut: Konsep kepemimpinan dalam organisasi ROHIS di definisikan sebagai sikap seseorang yang berada didepan untuk menarik . ebagai telada. dan berada di belakang untuk mendorong (Wawancara, 17 Maret 2. Berdasarkan wawancara tersebut dapat digambarkan bahwa pelatihan kepemimpinan untuk menarik anggotanya agar dapat melaksanakan tugas yang diberikan, serta mengarahkan anggotanya untuk bekerja sesuai dengan visi yang telah disepakati bersama. Karena perilaku keagamaan remaja juga dipengaruhi lingkungan teman sebayanya. Sebagai contohnya, apabila remaja mengikuti kegiatan dalam kelompok aktivitas keagamaan, maka akan ikut terlibat dalam keagamaan tersebut. Namun apabila bergaul dan berteman dengan yang acuh tak acuh terhadap agama, maka akan acuh tak acuh terhadap agamanya. Lingkungan yang demikian akan berperan besar bagi terbentuknya perilaku keagamaan remaja. Salah satu lingkungan pendidikan yang memiliki banyak teman. Dengan melakukan pelatihan kepemimpinan dapat mendorong anggotanya, artinya seorang pemimpin harus dapat memberikan pengaruh yang baik dalam mengatur jalannya organisasi. Selain itu, pelatihan kepemimpinan dapat memberikan pembekalan tentang ajaran Islam, sehingga diharapkan karakter kepemimpinan yang terbentuk adalah karakter kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran agama Islam (M. Tahir, 2. Dengan demikian karakter kepemimpinan yang ingin dibentuk dalam organisasi ROHIS di SMAN 1 Ragkasbitung adalah karakter kepemimpinan yang Rasulullah SAW. Karakter kepemimpinan sangat diperlukan untuk mengembangkan potensi mereka, selain itu Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 124 karakter kepemimpinan juga dapat menjadi bekal mereka dalam menghadapi efek negatif globalisasi. Pembentukan karakter kepemimpinan sangat diperlukan karena tanpa kepemimpinan, suatu organisasi tidak bisa mencapai tujuan akhir. Bukan hanya ROHIS saja tetapi semua organisasi tanpa adanya kepemimpinan tidak bisa mencapai tujuan akhir organisasi karena dalam perjalanan sebuah organisasi pasti banyak hambatan, rintangan dan keadaan-keadaan yang tak terduga, disanalah letak kepemimpinan yang harus ditanamkan adik-adik kami. Selanjutnya, program Rohis membaca Al-QurAoan di SMA Negeri 1 Rangkasbitung dalam hal kemampuan membaca al-QurAoan sangat beragam. Jika dikelompokkan tingkat kemampuannya maka terdapat tiga kelompok besar yaitu ada yang sangat mampu, mampu dan tidak mampu dalam membaca al-QurAoan. Kategori sangat mampu adalah mereka yang bisa membaca dengan lancar dan fasih sesuai tajwid bahkan bisa membacanya dengan lagu. Kategori mampu adalah mereka yang bisa lancar membaca meskipun kadangkala tajwidnya kurang tepat, dan kategori tidak mampu adalah mereka yang belum lancar atau bahkan yang belum mengenal huruf alQurAoan. Berdasarkan pengelompokan kemampuan tersebut, diadakanlah program belajar membaca al-QurAoan untuk peserta didik yang belum lancar atau belum mampu membaca al-QurAoan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu pagi dengan sistim Mereka yang mampu membaca al-QurAoan diberikan tanggungjawab untuk membimbing yang kurang lancar dan belum mampu membaca al-QurAoan. Pada waktu pelajaran pendidikan agama Islam, 5 menit sebelum pelajaran di mulai siswa di biasakan berdoAoa dan membaca Al-QurAoan surat-surat pendek bersama-sama dengan di pimpin siswa anggota kerohanian Islam. Selain itu juga pihak sekolah memberi Tugas Kokurikuler yaitu dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mengisi LKS (Lembar Kerja Sisw. sebagai pendalaman terhadapa materi yang di ajarkan. Juga memberikan tugas kepada seluruh siswa-siswi muslim SMAN I Rangkasbitung untuk menghafal sedikit demi sedikit ayat Al-QurAoan sampai hafal 1 juz dan hasilnya dapat di laporkan pada Guru PAI, sebagai persyaratan kelulusan sekolah. Menurut Nia, saat Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 125 ini hanya beberapa siswa peserta didik yang bisa membaca Al-QurAoan dengan lagu yang baik. Hanya ada beberapa siswa yang lancar membaca sesuai tajwid. Kebanyakan adalah mereka yang masih terbata-bata dan belum lancar serta yang belum mengenal huruf al-QurAoan (Wawancara, 19 Maret, 2. Berdasarkan wawancara tersebut dapat digambarkan bahwa peran Rohis berfungsi sebagai wadah organisasi, pendidikan, dakwah, dan tambahan untuk peserta didik guna memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai Islam. Rohis memiliki tanggung jawab yang signifikan sebagai lembaga dakwah di lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, dakwah yang dijalankan oleh Rohis bersifat aktual, di mana mereka secara langsung terlibat dalam kegiatan-kegiatan berbasis agama dengan tujuan menanamkan nilai-nilai keagamaan pada peserta didik di lingkungan sekolah. Rohani Islama dalah kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung di luar jam pelajaran. Tujuannya adalah untuk mendukung dan melengkapi pencapaian dalam pembinaan berpotensi mempengaruhi prestasi belajar mereka (Syamsuddin, 2. Selanjutnya, pondok ramadhan, untuk melatih siswa lebih memahami dan mendalami amalan-amalan Ramadhan. Materi yang disampaikan adalah berkaitan dengan ibadah harian, khususnya ibadah Ramadhan dan wawasan keIslaman. Peserta didik dilatih agar mampu mempraktekkan berbagai ibadah Ramadhan. Tempat pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi yang ada dilaksanakan di sekolah dengan di bimbing oleh masing-masing wali kelas dengan panduan materi yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah (Auliati, 2. Dengan demikian Bentuk kegiatan apapun yang dilakukan memberikan motivasi kepada sesama anggota, menghargai usaha yang dilakukan temannya, dan memberikan reward berupa pujian dan masukan untuk ke depannya. Implementasi Kegiatan Kerohanian Islam dalam Meningkatkan Akhlak Siswa di SMAN 1 Rangkasbitung Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 126 Upaya sekolah meningkatkan perilaku keberagamaan siswa melalui proses belajar Intra Kurikuler, yaitu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dalam bentuk tatap muka secara langsung. Guru PAI SMAN I Rangkasbitung sudah menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi dalam pembelajaran PAI, supaya siswa lebih mudah menangkap materi yang diajarkan oleh guru PAI. Mata pelajarannya keagamaan, disini meliputi al-QurAoan, aqidah, akhlak, fiqih, dan sejarah. Pada waktu pelajaran pendidikan agama Islam, 5 menit sebelum pelajaran di mulai siswa dibiasakan berdoa dan membaca Al-QurAoan surat-surat pendek bersama-sama dengan di pimpin siswa anggota kerohanian Islam. Selain itu juga pihak sekolah memberi Tugas Kokurikuler yaitu dengan memberikan tugas kepada siswa untuk mengisi LKS (Lembar Kerja Sisw. sebagai pendalaman terhadap materi yang diajarkan. Juga memberikan tugas kepada seluruh siswa-siswi muslim SMAN I Rangkasbitung untuk menghafal sedikit demi sedikit ayat Al-qurAoan sampai hafal 1 juz dan hasilnya dapat di laporkan pada Guru PAI, sebagai persyaratan kelulusan sekolah. Untuk menambah alokasi waktu pendidikan agama Islam pada jam-jam efektif mungkin tidak ada, guru hanya memandu dan mengamati perilaku siswa. Siswa juga harus mengikuti training Islam yang di adakan oleh Sie Kerohanaian Islam, dan sertifikatnya dipakai persyaratan ujian. Tugas-tugas yag diberikan dari pihak sekolah sangat baik sekali khususnya dalam membantu siswa mendapat wawasan keagamaan dan pembinaan, harapan guru, semoga siswa dapat mewujudkan dalam bentuk prilaku yang baik. Kegiatan Rohis terdapat programprogram yang diusahakan dapat menciptakan dan membangun sikap keberagamaan Kegiatan Rohis dimungkinkan dapat memberikan dukungan terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan oleh Rohis (Sie Kerohanian Isla. yang berupa kajian, dialog interaktif, ceramah agama, dan lainlain. Melalui kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk melaksanakan ajaran secara baik dan benar, dan meningkatkan pengalaman terhadap ajaran-ajaran agama. Metode atau cara yang dilakukan pihak sekolah SMA Negeri 1 Rangkabitung dalam menciptakan suasana religius seperti di ungkapkan oleh Ibu Nia sebagai berikut: Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 127 Upaya selama ini yang dilakukan para guru pendidikan agama biasa mengupayakan pada jam intra kurikuler 5 menit sebelum pelajaran di mulai para siswa di biasakan berdoAoa dan membaca Al-QurAoan surat pendek. Guru juga sudah menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi dalam pembelajaran PAI, tak banyak siswa non muslim yang ikut mendengarkan ketika pembelajaran PAI. Selanjutnya memberi tugas ko kurikuler yakni untuk mengisi LKS, dan dari pihak sekolah memberi tugas pada para siswa untuk hafal 1 juz sebagai persyaratan kelulusan, yang terakhir dengan diadakannya kegiatan SKI ini akan memberi wadah keagamaan bagi siswa-siswa muslim untuk mendalami pemahaman tentang Islam (Wawancara, 19 Maret 2. Hal senada di ungkap wakasek kesiswaan sebagai berikut:Upaya kegiatan keagamaan untuk meningkatkan perilaku keberagamaan, maka di gunakan metode pelatihan, pembiasan, serta keteladanan. Dirasa dapat mengembangkan sikap siswa terhadap jiwa keagamamaan siswa, khususnya di SMA Negeri 1 Rangkasbitung. Dalam pengaplikasiannya, sebelum pelajaran dimulai siswa dibiasakan untuk berdoAoa terlebih dahulu, apabila sudah terbiasa seperti ini dalam mengerjakan pekerjaan lain pun diharapkan tidak lupa untuk berdoAoa terlebih dahulu. Dalam pembentukan Akhlak yang dilakukan guru PAI, organisasi Rohis sangat efektif bagi guru PAI dalam menguatkan karakter siswa selain di dalam kelas. Dengan adanya organisasi ini, guru PAI bisa memberikan pengetahuan tentang agama Islam kepada siswa sekaligus memudahkan guru PAI dalam memantau anggota Rohis. Ini juga dibantu dengan program-program organisasi Rohis yang menunjang para siswa sekaligus guru PAI. Dengan adanya program kegiatan, guru PAI bisa terjun serta ikut andil dalam kegiatan tersebut sebagai pendidik yang professional dalam pembentukan karakter religius. Harapannya, siswa dapat menunjukkan karakter religius melalui sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama yang telah mereka pelajari. Mereka diharapkan dapat mengikuti aturan agama yang berlaku dan melaksanakan perintah yang baik serta menjauhi perintah yang buruk (Aziz, 2. Selain itu SMA Negeri 1 Rangkasbitung, siswa diwajibkan untuk mengikuti shalat jumat di masjid Agung Rangkasbitung . etak masjid agung berdekatan dengan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 128 sekolah ) dengan tujuan supaya siswa tidak lalai dalam menjalankan kewajibannya, adapun bagi anak perempuan tidak diwajibkan mengikuti jamaah shalat jumat di masjid sekolah, akan tetapi sebagai gantinya siswa mengikuti pengajian akhwat yang di bimbing oleh mentor dari Ibu Guru PAI . Dengan begitu pembelajaran PAI memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami materi PAI, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, hingga mengamalkan dalam masyarakat. Dengan demikian implementasi kegiatan rohani dalam meningkatkan akhlak siswa sebagai berikut: Pertama, pendekatan secara Individual, dilakukan dengan cara yang simpati, lemah lembut dan memudahkan. Ajakan yang simpatik akan memunculkan citra yang positif. pendekatan ini didasarkan pada azas tolongmenolong, nasehat-menasehati, tujuan dari pendekatan ini yakni membina agar dapat melaksanakan amalan-amalan yang baik dan memberi pengaruh pada siswa untuk berprilaku keberagamaan yang baik. Kedua, pelatihan dan pembiasaan, siswa dilatih untuk terbiasa melaksanakan ibadah dan muaAoamalah. Seperti solat duha, solat zuhur, membaca Al-QurAoan serta mengucapkan salam jika bertemu teman, guru, maupun jika memasuki ruangan. Pelatihan dan pembiasaan merupakan cara yang cukup efektif untuk meningkatkan perilaku keberagamaan siswa. Karena suatu pembiasaan dalam beragama dapat menciptakan kesadaran dalam beragama. Ketiga, kegiatan sosial, dilakukan di luar sekolah misalnya taAoziyyah ke keluarga siwa atau masyarakat sekitar yang menadapatkan musibah, mengunjungi panti asuhan, baksos. Penyembelihan hewan qurban, daging qurban tersebut selain di bagikan keseluruh siswa, staf TU dan guru juga dibagikan ke sebagian masyarakat sekitar sekolah. Keempat, pengajian jumAoat barokah, dalam kegiatan ini, siswa-siswi bahkan guru-guru dan staf TU beserta Kepala sekolah berkumpul di lapangan untuk berzikir dan baca Surah Yasin bersama dan di akhiri dengan ceramah/tausiyah yang dibawakan oleh Pembina Rohis, guru PAI atau guru yang ditunjuk bertugas untuk mengisi materi dengan jadwal yang sudah di tentukan. Hasil yang diperoleh dari pembinaan rohani menunjukkan bahwa ada beberapa nilai yang diharapkan dari pelaksanaan pesantren kilat yaitu: Pertama, adanya Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 2 . , 2023 | 129 penanaman nilai moral, keimanan dan ketaqwaan serta akhlakul karimah. Kedua, penerapan disiplin kebersamaan dan mengembangkan kreativitas, diarahkan pada kemandirian peserta didik. Ketiga, mengembangkan solidaritas sosial dan kesetiakawanan sosial. Selain itu, juga diupayakan adanya hubungan kekerabatan antara pembina dan peserta didik. KESIMPULAN Kegiatan ROHIS membantu merealisirkan pendidikan agama Islam di sekolah atau materi yang diajarkan di kelas dapat dipraktekan dalam perilaku sehari-hari. Dalam bidang sosial melalui kegiatan pengumpulan zakat dan penyembelihan hewan qurban yang diadakan oleh sekolah. Sedangkan implementasi kegiatan rohani dalam meningkatkan akhlak siswa sebagai pendekatan secara Individual yang dilakukan dengan cara yang simpati, lemah lembut dan memudahkan. Ajakan yang simpatik akan memunculkan citra yang positif. Selain itu, pelatihan dan pembiasaan, siswa dilatih untuk terbiasa melaksanakan ibadah dan muaAoamalah. Seperti solat duha, solat zuhur, membaca Al-QurAoan serta mengucapkan salam jika bertemu teman, guru, maupun jika memasuki ruangan. DAFTAR PUSTAKA