At-Ta`lim : Jurnal Pendidikan Vol. 7 No. Hal. ISSN (Prin. : 2460-5360 ISSN (Onlin. : 2548-4419 DOI: https://doi. org/10. 36835/attalim. PEMBINAAN REMAJA PUTRI DALAM ADAB BERPAKAIAN SESUAI SYARIAT ISLAM STUDI PADA ORANG TUA Kamilah1. Suriadi2 Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kamilahpai@gmail. com1, suriadisambas@gmail. Abstract This study aims to reveal how the roles, methods and obstacles faced by parents in fostering young women in the century to dress according to Islamic law in Pelaik Hamlet. Singaraya Village. This research uses a qualitative approach and descriptive research type. The data collection techniques used observation, interviews and The data analysis techniques used are: data reduction, data display and conclusion or verification. Based on the results of the study, it can be concluded that: . The role of parents in fostering young women in dress manners, namely parents provide examples and absence, always motivate, and provide encouragement by facilitating young women and teaching adolescents about the importance of dressing in accordance with Islamic law . The method used by people, namely by means of habituation means that parents train young women in clothing according to Islamic law from an early age so that young women get used to it, give advice, monitor in terms of socializing with their friends, and give warnings and punishments if young women do not dress according to Islamic law, . Parents' constraints in fostering young women in dress code, namely a lack of understanding from parents, so that parents only teach and foster young women according to what they know, adolescents are still unstable so it is difficult distinguish which one is good or not, the outside environment and the internet. Keywords: Coaching. Young Women. Dressed in Accordance with Islamic Sharia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran,metode dan kendala yang dihadapi oran tua dalam membina remaja putri dalam abad berpakaian sesuai dengan syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu: reduksi data, display data dan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat simpulkan bahwa:. Peran orang tua dalam membina remaja putri dalam adab berpakaian, yaitu orang tua memberikan contoh dan keteladaan, selalu memotivasi, dan memberikan dorongan dengan memfasilitasi remaja putri dan mengajarakan kepada remaja tentang pentingnya berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam, . Metode yang dilakukan orang, yaitu dengan cara pembiasaan artinya orang tua melatih remaja putri dalam berpakaian yang sesuai syariat Islam sejak dini sehingga remaja putri terbiasa, memberikan nasihat, melakukan pengawan dalam hal bergaul dengan teman-temanya, dan memberikan teguran dan hukuman apabila remaja putri tidak berpakaian sesuai syariat Islam, . Kendala orang tua dalam membina remaja putri dalam adab berpakaian, yaitu kurangnya pemahaman dari orang tua, sehingga orang tua hanya mengajarkaan dan membina remaja putri sesuai dengan apa yang mereka ketahui, remaja masih bersifat labil sehingga sulit membedakan mana yang baik maupun tidak baik. Kata Kunci: Pembinaan. Remaja Putri. Berpakaian Sesuai Syariat Islam. https://ejournal. id/index. php/attalim Pembinaan Remaja Putri dalam Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam Studi pada Orang Tua PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk Allah yang paling beruntung, karena diciptakan dengan tingkat kesempurnaan yang sangat tinggi yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Kesempurnaan manusia terletak pada penciptaannya, yaitu salah satu wujud fisiknya manusia diberi akal dan pikiran yang dapat membedakan baik buruk yang tidak dimiliki makhluk lainya. (Adnan: 2012: . Islam ialah agama rahmatan lil alamin yang mengatur kehidupan manusia di alam Islam sangat memuliakan perempuan hingga Allah Swt sudah mengatur bagaimana cara wanita muslimah berpakain dan mewajibkan seorang wanita muslimah untuk menjaga dan memelihara kehormatan dirinya (Muiz: 2014: . Pandangan Islam tentang busana atau pakaian bukan hanya berfungsi untuk melindungi tubuh saja, mempercantik diri, dan menarik lawan jenis, apalagi hanya untuk Akan tetapi itu bentuk identitas kita sebagai seorang muslim, dalam Islam Allah sudah mengatur dan memberikan kita batasan bagaimana adab berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Sebagaiman terdapat dalam Firman Allah Swt dalam Q. S Al-AAoaraf ayat 26 menyebutkan bahwa: U a aA A aNA a aEacaaEaEIEIa aN I aI aN aNa a IA a AaEEaE aN C IO aOa aI aEaE I a IO Ua aaI aEaE IA U Aaia eOa IaI IIaCI ai EaEIIa IaI O E a aEaEIA AaI a Ia aIA a aEaEIA Aa a IO aOa IA A n IA A O a Ia E IA a. ( Artinya: AuHai anak Adam, sesunguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasaan, dan pakaian takwa itulah yang paling baik demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah mudah-mudahan mereka selalu ingat. Ay Kenyataannya pakaian yang digunakan hanya sekedar menutupi aurat setengah atau sebagian dari aurat yang telah Allah tentukan, terutama perempuan karena aurat wanita lebih banyak ditutupi. Berbagai model pakaian yang dibuat sehingga perempuan terutama remaja putri mulai tergoda dengan model-model pakaian yang bermacam-macam, sehingga kurangnya adab berpakaian yang sopan, oleh sebab itu, pentingnya pembinaan terhadap remaja putri agar tidak terjerumus dalam model berpakaian yang tidak sesuai dengan syariat. Pembinaan adalah suatu tindakan, proses, hasil atau pernyataan menjadi lebih baik lagi (Thoha: 2017: . Dalam hal ini menunjukkan adanya kemampuan peningkatan pertumbuhan, atau peningkatan sesuatu untuk mendorong manusia mengamalkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. mendorong manusia mengamalkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua adalah orang yang memegang peranan penting dan sangat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Orang tua ialah yang terdiri ayah ibu yang ada dalam keluarga, orang tua harus memimpin anak-anak mereka agar selalu melakukan sesuatu yang diperintahkan dan dilarang oleh agama, baik dari segi akhlak maupun dari segi adab berpakaian yang sesuai syariat Islam (Muiz: 2014: . Hal ini semakin berkembanganya teknologi, di mana semua bisa diakses baik dalam segi mendapatkan ilmu dan hal positif lainnya, akan tetapi bisa berpengaruh buruk apabila seseorang tidak bisa mengendalikannya dengan baik, contoh terhadap cara berpakaian yang dapat merusak keimanan seseorang, memang tidak At-Ta`lim: Vol. 7 No. Kamilah1. Suriadi2 mudah apalagi sebagai seorang remaja putri, karena seorang remaja putri akan mudah mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam segi berpakaian yang bertentangan dengan syariat Islam. Seorang remaja dalam berpakaian tentunya sangat membutuhakan pembinan dari orang tua terutama bagi remaja putri, di mana masa remaja sangat banyak tantangannya, salah satu dalam adab berpakaian, banyak sekali remaja yang terpengaruh dari lingkungan maupun dari internet tentang berpakaian yang tidak sesuai dengan syariat Islam (Rahim: 2013: . Beratnya tantangan tersebut membuat orang tua harus mempunyai persiapan matang dalam membina anaknya terutama remaja putri sehingga menghasilkan remaja yang tangguh terhadap perubahan zaman dan tetap memegang teguh syariat Islam. Berdasarkan prasurvey yang peneliti lakukan di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk, bahwa masih banyak remaja putri yang tidak berpakain sesuai dengan syariat Islam. Adapun remaja putri hanya berjilbab ketika di sekolah saja akan tetapi ketika berada dilingkungan masyarakat mereka tidak berjilbab, bahkan masih ada remaja putri yang tidak menutup aurat, banyaknya remaja yang putus sekolah, kurangnya adab remaja terhadap orang tua hal ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang tidak baik, dan kurangnya pembinaan orang tua dalam memperhatikan remaja putri dalam adab berpakaian sesuai syariat Islam, seperti kurangnya ilmu pengetahuan yang baik sehingga remaja putri berpakaian hanya mengikuti lingkungan sekitar, dan bebas dalam berpakaian sesuai dengan keinginannya dan hanya mengikuti gaya berpakaian yang kekinian. Dari permasalah di atas, maka perlunya pembinaan terhadap remaja putri berpakaian sesuai dengan syariat Islam. Namun berdasarkan permasalahan di atas masih ada remaja putri yang berpakaian sesuai dengan syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk. Biasanya mereka berpakaian yang longgar, berjilbab menutup dada, tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya. Remaja inilah yang berpendirian teguh terhadap pentingnya menutup aurat dengan benar dan berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam tanpa terpengaruh dengan pakaian yang hanya mengkuti tren saja. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini ialah deskriptif dan pendekatan kualitatif, sumber data yaitu sumber data primer yaitu orang tua dan sekunder remaja putri,bkmt. Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, display data dan kesimpulan dan verifikasi. PEMBAHASAN Pembahasan dalam penelitian ini berdasarkan fokus penelitian. Berdasarkan dari wawancara yang dilakukan, dapat di pahami dan diambil kesimpulan tentang pembinaan remaja putri dalam adab berpakaian sesuai syariat Islam studi pada orang tua di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk antara lain: At-Ta`lim: Vol. 7 No. Pembinaan Remaja Putri dalam Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam Studi pada Orang Tua Peran Orang Tua dalam Membina Remaja Putri Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan orangtua dan anak, pada hakikatnya pembinaan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh orang tua, yaitu dengan membina remaja putri dalam adab berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam. (Tafsir: 2002: . Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak mereka, karena dari orang tua anak pertama menerima pendidikan. Orang tua ayah dan ibu sebagai pendidik utama dalam menamkan keimanan bagi anak mereka Adapun sebagai orang tua tentunya sangat berperang penting, apabila tanggungjawab orang tua diabaikan maka remaja tidak akan berpakaian sesuai dengan syariat Islam, karena diusia remaja yang masih labil akan mudah terpengaruh oleh lingkungan luar. Sebagaimana terdapat dalam Q. S At-Tahrim ayat 6: U A a IaI OIa II a eaIa aEIUa a IaEA AAO I aNA aEacIA Aa a aIa aNUaacE aIEA U a I NaO E aIA aCONIaEEaEI aNA Aa eIIacIaEEaE aNa I a Ia iOae aC eOae aIIA IA aE EaE a I IA A IA AI IA A E IA a. aI A IEaO I a IIa II a IA AIIea I II I N IA Artinya: AuHai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakanya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikatmalaikat yang kasar, dan keras yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia peritahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Ay Sebagai orangtua tentunya harus membina anaknya ke arah yang lebih baik lagi terutama dalam segi berpakain yang sesuai dengan syariat Islam. Berdasarkan hasil wawancara orang tua sejalan dengan pembahasan yaitu tentang peran orang tua yaitu: orang tua sebagai figuran, artinya orangtua selalu memberikan contoh kepada remaja putri adab berpakaian sesuai syariat Islam, sebagai teman atau sahabat, orang tua berusaha menjadi teman agar remaja bersifat terbuka dan sebagai guru, artinya orang tua selalu mengajarkan bagaiamana adab berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam, dan orang tua sebagai peminpin, memiliki pengetahuan yang baik artinya orang tua harus memiliki pengetahuan agama yang baik, dan memberikan contoh yang baik. Metode Orang Tua dalam Membina Remaja Putri Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk. Metode adalah suatu cara yang dilakukan oleh orang tua untuk mencapai suatu tujuan salah satu yaitu agar remaja putri berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Adapun menurut HM Arifin metode keteladanan ialah pola orang tua menyampaikan kepada remajanya dengan memberikan contoh yang baik (Ahmad dan Sachudin: . dan dengan memberikan contoh salah satunya dengan nasehat orangtua memberikan nasehat kepada remaja harus dengan kelembutan, karena remaja itu masih bersifat labil orang tua harus lebih berhati-hati dalam memberi nasehat, dan membina dengan cara pembiasan, orang tua harus membiasakan remaja mereka berpakaian muslimah sejak dini karena itu akan melatih remaja, menurut Edi Suardi pembiasaan adalah upaya praktis dalam pendidikan dan pembinaan anak. Hasil dari pembinaan yang dilakukan seorang pendidik atau orang tua agar terciptanya suatu kebiasakaan bagi anak didiknya, kebiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa At-Ta`lim: Vol. 7 No. Kamilah1. Suriadi2 Sebagaimana menurut Imam al-Ghaali dalam bukunya Ihya Ulumuddin kebiasaan anak atau remaja baik ataupun jahat itu sesuai dengan kecendrungan dan nalurinya, beliau mengatakan: AuAnak adalah amanah bagi kedua orang tua, hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal dan berharga, jika dibiasakan dalam kejahatan dan diabaikan seperti diabaikan binatang, ia akan binasa dan celaka. Sedangkan memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajari akhlak yang baik. Ay (Ahmad dan Sachudin: . Kemudian dengan cara memberi pengawasan kepada remaja tanpa membebani remaja, dan dengan cara metode hukuman dimana tegurang yang tidak menyakiti remaja, metode hukuman ialah metode terakhir dalam membina remaja sebagaimana dikatakan oleh Muhammad Qurtb: . AuBila teladan dan nasehat tidak mampu, maka pada waktu itu harus diadakan tindakan yang tegas yang dapat meletakkan persoalan di tempat yang benar. Tindakan tegas tersebut ialah hukuman. Ay (Syarbani: Hukuman dalam mendidik anak itu memiliki pengertian yang luas baik itu hukuman ringan maupun yang berat dan sebagai orang tua tentunya harus memperhatikan remaja apabila melakukan kesalahan maka orang tua harus memberikan nasehat apabila tidak mampu maka boleh dengan hukuman tetapi yang bersifat mendidik. Kendala Orang Tua dalam Membina Remaja Putri Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam di Dusun Pelaik Utara Desa Singaraya Dalam melakukan pembinan tentunya orang tua pasti mengalami suatu kendala, karena membina remaja tidaklah mudah, harus mempunyai tanggung jawab yang besar, adapun kendalanya yaitu remaja suka membantah dan tidak mendengar apa yang diperintahkan orang tua, remaja masih bersifat labil sulit membedakan mana yang baik dan tidak baik, dan lingkungan itu sangat berpengaruh bagi remaja begitu halnya dengan cara berpakaian remaja masih belum paham bagaimana berpakain yang sesuai dengan syariat Islam. Kurangnya pemahaman agama bagi orang tua sehingga mereka hanya mengajarkan dan membina sesuai dengan kemampuan mereka sendiri, sejalan dengan teori yaitu kendala orang tua dalam membina remaja putri terdiri dari tantangan internal yaitu dari orang tua itu sendiri ketidakcakapan orang tua dalam membina remaja dan kurangnya pemahaman agama orang tua, dan tantangan eksternal yairu seperti lingkungan luar dan media massa seperti internet. Adapun ada beberapa kendala yang dihadapi orang tua dalam membina remaja putri dalam adab berpakaian sesuai syariat Islam antara lain ( Bunda Fathi: 2011: 4. Tantangan Internal Tantangan internal yaitu berasal dari orang tua, ketidakcakapan dalam membina remaja sangat mempengaruhi terhadap adab berpakain remaja putri. Orang tua tidak boleh terlalu mengabaikan remaja, dan tentunya harus selalu mengontrol remaja dalam adab berpakaian sesuai syariat Islam. At-Ta`lim: Vol. 7 No. Pembinaan Remaja Putri dalam Adab Berpakaian Sesuai Syariat Islam Studi pada Orang Tua Tantangan Eksternal Tantangan eksternal yang bersumber dari lingkungan luar, karena pengaruh lingkungan itu sangat besar dampaknya terhadap perkembangan remaja, terutama dalam segi berpakaian. Adapun tantang eksternal diantaranya: Lingkungan sekolah ataupun lingkungan masyarakat Lingkungan sekolah dan lingkungan remaja sangat berpengaruh terhadap remaja karena orangtua tidak bisa sepenuhnya mengontrol remaja putri ketika berada di luar rumah. Media Masa Tidak dapat dipungkiri bahwa media masa sangat berpengaruh besar terhadap kepribadian remaja. Informasi yang di dapat melalui masa memiliki daya tarik yang sangat kuat, salah satunya cara model berpakaian yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Maka remaja akan mudah terpengaruh untuk mengikuti model berpakaian yang tidak sesuai dengan syariat Islam. KESIMPULAN Berdasarkan dari uraian peneliti di atas, maka peneliti menyimpulkan beberapa hal yang berkaiatan dengan Pembinaan Remaja Putri dalam Adab Berpakain Sesuai Syariat Islam Studi Pada Orang Tua di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk Tahun. Berikut beberapa kesimpulan yang di dapat: hasil analisis data, maka secara umum hasil dari penelitian ini adalah adanya perbedaan yang signifikan jumlah hafalan al-QurAoan peserta didik yang tinggal di pondok dan luar pondok. Secara khusus simpulan dari penelitian ini adalah: Peran orang tua dalam membina remaja putri adab berpakaian sesuai syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatam Semparuk, yaitu sebagai mereka orang tua memberikan contoh dan keteladaan terhada remaja, selalu memotivasi, dan memberikan dorongan dengan memfasilitasi remaja putri dan mengajarakan kepada remaja tentang pentingnya berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Metode orang tua dalam membina remaja putri adab berpakaian sesuai dengan syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk, yaitu dengan: . cara pembiasaan, artinya orang tua melatih remaja putri dalam berpakaian yang sesuai syariat Islam sejak dini sehingga remaja putri terbiasa, . memberikan nasehat, . melakukan pengawan dalam hal bergaul dengan teman-temanya, . memberikan teguran dan hukuman apabila remaja putri tidak berpakain sesuai syariat Islam. Kendala orang tua dalam membina remaja putri adab berpakaian sesuai dengan syariat Islam di Dusun Pelaik Desa Singaraya Kecamatan Semparuk, kurangnya pemahaman dari orang tua, sehingga orang tua hanya mengajarkaan dan membina remaja putri sesuai dengan apa yang mereka ketahui, remaja masih bersifat labil sehingga sulit membedakan mana yang baik maupun tidak baik, lingkungan luar dan internet. At-Ta`lim: Vol. 7 No. Kamilah1. Suriadi2 DAFTAR PUSTAKA