Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENGARUH PELATIHAN K3 TERHADAP KECELAKAAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT X Rohmatul Afiyah1. Nugrahadi Dwi Pasca Budiono2 Kesehatan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Gresik rhmtlafyh9@gmail. ABSTRAK Pelatihan K3 membangun budaya keselamatan yang kuat di perusahaan di mana semua orang berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keselamatan dan kesehatan rekan kerja mereka dan diri mereka sendiri. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau selama perjalanan pulang dari tempat kerja. Penyebab kecelakaan kerja adalah situasi bahaya yang berkaitan dengan cara kerja, mesin, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, dan proses produksi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Dalam sampel penelitian ini, pengambilan secara acak sederhana digunakan untuk 205 perawat di Rumah Sakit X, yang diperoleh menggunakan rumus Slovin. Salah satu instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini, yang menggunakan uji regresi logistik sederhana, menunjukkan bahwa pelatihan kesehatan dan keselamatan (K. memiliki dampak yang signifikan terhadap kecelakaan kerja. Rumah Sakit X harus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh tenaga kesehatan dengan terus meningkatkan kualitas dan konsistensi pelatihan K3. Kata kunci : Pelatihan K3. Kecelakaan Kerja. Perawat Keselamatan Kerja ABSTRACT Occupational safety training builds a strong safety culture in a company where everyone actively participates in maintaining the safety and health of their colleagues and themselves. Occupational accidents are accidents that occur in the workplace or during the journey home from work. The causes of occupational accidents are dangerous situations related to the way of working, machines, work environment, nature of work, and production processes. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. In this study, a simple random sampling was used for 205 nurses at Hospital X, which was obtained using the Slovin formula. One of the instruments used was a questionnaire. The results of this study, which used a simple logistic regression test, showed that health and safety (OHS) training had a significant impact on occupational accidents. Hospital X must create a safer working environment for all health workers by continuously improving the quality and consistency of OHS Keywords : K3 Training. Work Accidents. Occupational Safety Nurses Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) PENDAHULUAN Salah satu tujuan pelatihan keselamatan kerja (K. adalah untuk memastikan bahwa karyawan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang mengendalikan bahaya di tempat Adalah salah satu metode pencegahan yang paling efektif untuk menciptakan tempat kerja yang aman. Pelatihan K3 keselamatan yang kuat di tempat kerja di mana setiap karyawan merasa aman. Berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keselamatan dan kesehatan mereka sendiri(Ramadhani & Hasibuan, 2. Menurut Aisyah(Aisyah et al. , 2019. Kurniasari et al. , 2. Dalam penelitian(Aulia Wulan Shari, pelaksanaan pelatihan harus dirancang dengan cermat untuk perlengkapan dan kebutuhan pelatihan keselamatan atau keselamatan yang diperlukan. Pelatihan proses memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orangorang untuk membantu mencapai tujuan organisasi, baik dalam skala kecil maupun besar khusus kepada karyawan yang dapat mereka gunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Digunakan untuk mencapai tujuan organisasi digunakan di tempat kerja mereka saat ini(Silviani et al. Pelatihan Penanggulangan Bencana. Pelatihan Manajemen Keselamatan (MFK). Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Pelatihan Pengelolaan Limbah B3 merupakan rangkain kegiatan peningkatan memperkuat kesiapsiagaan, keselamatan, dan kepatuhan terhadap regulasi di lingkungan kerja di Rumah Sakit X Pelatihan Penanggulangan Bencana berfokus pada pemahaman jenisjenis bencana, prosedur evakuasi, dan koordinasi tim tanggap darurat dan untuk data pelatihan limbah B3 di tanggal 19 Oktober 2022 sejumlah 152 orang sedangkan di tanggal 20 Oktober 2022 ada 156 orang, dan ditanggal 19 Oktober 2022 dilaksanakan lagi pelatihan MFK (Keselamatan. Keamanan. Kebakara. dengan diikuti 153 orang dan ditanggal 20 Oktober 2022 diikuti sejumlah 158 orang dan di tahun 2023 Rumah Sakit tidak mengadakan pelatihan dikarenakan off. Pelatihan ini dilaksanakan lagi pada tahun 2024 dengan mengadakan pelatihan bencana yang diikuti oleh 110 orang dan dilanjut dengan pelatihan MFK yang juga diikuti 103 orang dan Rumah Sakit juga mengadakan pelatihan limbah B3 juga diikuti oleh 36 orang. Kecelakaan kerja terjadi ketika terjadi di kerjaan atau saat perjalanan dari tempat kerja ke rumah. Kecelakaan kerja adalah akibat dari situasi Bahaya yang terkait dengan cara kerja, mesin, lingkungan kerja, sifat pekerjaan, dan proses produksi. Tindakan berbahaya yang disebabkan oleh pengetahuan dan keterampilan yang tidak cukup, sikap, dan perilaku yang tidak aman juga dapat menyebabkan kecelakaan kerja(Putri & Lestari, 2. Menurut(Majumber, dalam penelitian (Sulistyaningsih & Nugroho, 2. Perusahaan sangat memperhatikan risiko kecelakaan kerja. Hal ini disebabkan oleh berbagai konsekuensi kecelakaan kerja, termasuk akibat fatalnya. Akibatnya, analisis risiko menjadi semakin penting. Karena risiko Pekerjaan adalah sumber utama bahaya, dan keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting di seluruh dunia. Untuk mencegah kecelakaan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) kerja, semua orang yang bertanggung jawab di tempat kerja mengidentifikasi potensi bahaya yang ada di tempat kerja, mengukur potensi bahaya, dan melakukan pengendalian bahaya. Karyawan diharapkan untuk mengembangkan kebiasaan dan perilaku yang aman saat bekerja, karena tindakan yang tidak aman kecelakaan kerja yang paling umum(Ajeng Tyas Damayanti. Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan tahunan kasus kecelakaan kerja, terutama di Jumlah klaim JKK 835 pada tahun 2019 dan terus meningkat, mencapai 740 pada tahun 2020 dan 370 pada tahun 2021, masing-masing. Pada tahun 2022, jumlah klaim naik lagi 725, dan mulai Januari hingga November 2023, jumlah klaim JKK mencapai kasus(BPJS Ketenagakerjaan, 2. Dalam tiga tahun kecelakaan kerja masih tinggi: 4 kasus pada tahun 2022, 11 kasus pada tahun 2023, dan 13 kasus pada tahun 2024. Rumah Sakit adalah salah satu tempat kerja yang memiliki berbagai risiko kecelakaan kerja. Kegiatan di Rawat Inap. Rawat Jalan. Rekam Medis. IPS. IGD. IPL. ICU. IPSPRS, dan IKF adalah beberapa contoh risiko yang dapat mengancam keselamatan karyawan rumah sakit. Tertusuk jarum suntik adalah salah satu risiko yang paling umum. terdiri dari 417 perawat, adalah subjek penelitian ini. 205 perawat di Rumah Sakit X diambil sampel secara acak sederhana dengan menggunakan rumus Slovin. Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Alat kuesioner terstruktur Data yang diperoleh diolah dengan analisis univariat dan bivariat. Uji regresi logistik sederhana digunakan dalam program SPSS versi 26 untuk Windows. Uji ini menggunakan skala data nominal untuk variabel independen (Pelatihan K. dan variabel dependet ( Kecelakaan Kerj. HASIL Hasil data pada penelitian ini mencakup informasi tentang karakteristik subjek penelitian, seperti usia,masa kerja, dan pendidikan. Analisis univariat distribusi variabel tunggal dalam dataset, memberikan ringkasan data dalam bentuk frekuensi dan presentase. Tabel 1 Menunjukkan Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Pekerjaan, dan Pendidikan mereka Usia < 30 Tahun Ou 30 Tahun Total Masa Kerja <3 Tahun >3 Tahun Total Pendidikan Profesi Ners Total Frekuensi Frekuensi Presentase Presentase Frekuensi Presentase Berdasarkan Menunjukkan bahwa dari usia Ou 30 Tahun setengahnya sebanyak 105 perawat dengan METODE PENELITIAN Rumah Sakit X, yang presentase . 2%). Massa Kerja menunjukkan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) bahwa dari >3 tahun setengahnya sebanyak 105 perawat dengan presentase . 2%). Dan Pendidikan menujukkan pengaruh keselamatan pelatihan dan kesehatan kerja (K. terhadap kecelakaan bahwa dari Profesi Ners hampir seluruhnya sebanyak 85 dengan presentase . 5%). Tabel 2. Hasil Uji Regresi Logistik Variables in the Equation Tabel 1. Hasil Uji Deskriptif Pelatihan K3 dan Kecelakaan Kerja Pelatihan K3 Pelatihan Frekuensi Presentase Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total Kecelakaan Kerja Kecelakaan Frekuensi Presentasi Kerja Tidak Pernah Pernah Total Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa peserta Pelatihan K3 di Rumah Sakit X sebagian besar menjawab sangat setuju, sebanyak 63 dengan presentase . 7%), dan peserta Kecelakaan Kerja di Rumah Sakit X sebagian besar menjawab tidak pernah, sebanyak 123 dengan presentase . 0%). Dalam penelitian ini, uji regresi logistik sederhana digunakan untuk melakukan analisis bivariat untuk mengukur Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Variabel. entered on step 1 : Pelatihan K3 (X) Wald df Sig. Exp(B) Step 1 015 1 . Pelatihan 2. K3 (X) Constant 3. 229 1 . Berdasarkan tabel 3, makan model persamaan regresi yang didapat adalah sebagai berikut: Y = 3,786 -2,014X1 e Persamaan regresi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa konstanta dari persamaan regresi adalah 3,786 yang menujukkan bahwa jika variabel X1, bernilai 0, maka Kecelakaan Kerja sebesar 3,786. Koefisien regresi . untuk X1 sebesar -2,014 yang meningkat satu persen dan variabel independen lainnya bernilai tetap, maka dapat memberikan efek peningkatan terhadap Kecelakaan Kerja (Y) sebesar -2,014 variansi terhadap signifikansi 0,000. PEMBAHASAN Hasil menunjukkan bahwa, dengan p-value 0,000 < 0,005, ada hubungan antara pelatihan K3 dan kecelakaan kerja. 30,7% karyawan sangat setuju dengan pelatihan, namun seratus persen karyawan yang tidak setuju dengan pelatihan tidak pernah Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya(Azrinindita et , 2. yang menyatakan hubungan antara pelatihan K3 dan kecelakaan kerja dengan p-value 0,034 dan penelitian yang dilakukan(Najihah et al. , 2. dengan hasil p-value 0,002. Menurut teori Domino, perilaku Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) tidak aman dapat menyebabkan kecelakaan kerja, dan pelatihan K3 menjadi salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi manusia(Rahmadani, 2. Jika pelatihan keselamatan kerja tidak lengkap atau tidak lengkap, pekerja berisiko mengalami kecelakaan kerja lebih sering karena mereka tidak tahu tentang keselamatan kerja dan tidak sadar akan risiko dan bahaya(Maryadi. Beberapa risiko tersebut seperti benturan, tertimpa terjepit, atau bahkan bahaya yang dapat merenggut nyawa pekerja, yang masih sering terjadi karena banyak pekerja yang tidak mengetahui tentang keselamatan kerja (K. Oleh karena itu, seluruh pekerja konstruksi harus diberikan menyeluruh(Poga, 2. Kecelakaan juga dapat disebabkan oleh prosedur kerja yang tidak aman, seperti tidak disetujui atau penggunaan alat dan mesin yang tidak memadai untuk pelatihan. Selain itu, manajemen K3 yang buruk, pengawasan dan pemantauan, dapat berpengaruh(Sudarni et , 2. Pekerja yang telah menerima pelatihan K3 yang lengkap memiliki peluang lebih rendah untuk mengalami kecelakaan kerja dibandingkan dengan pekerja yang tidak menerima pelatihan K3 yang lengkap(Zainuddin et al. Pelatihan dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kecelakaan pekerja, yang berarti perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya lebih Vol. 10 No. 1 Juni 2025 pengobatan(Cahyani, 2. Pelatihan diberikan kepada karyawan baru yang dipindahkan ke posisi lain dan diberi tanggung jawab yang berbeda(Qoiriyah, 2. Pekerja yang kurang pelatihan biasanya adalah karyawan baru yang belum lama bekerja dan tidak memiliki pengalaman yang Akibatnya, mereka sering terlibat dalam kecelakaan kerja(Ihsanul, 2. Studi menunjukkan bahwa penurunan angka kecelakaan. Semakin lama orang bekerja di tempat kerja yang kewaspadaan terhadap kecelakaan. Mayoritas tenaga kerja baru belum memahami secara menyeluruh tentang seluk-beluk pekerjaan(Arifuddin & Kalla, 2. Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. adalah pelatihan yang kesejahteraan karyawan(Purwandi et al. Penelitian (Trigono Windiyaningsih, 2. Menyebutkan bahwa terkadang pelatihan K3 di RS Mitra Keluarga Bekasi hanya diikuti oleh beberapa pekerja terpilih, sehingga pelatihan tidak merata atau hanya diikuti oleh beberapa pekerja. Pada bagian ini, pekerja yang ditunjuk untuk menerima pelatihan K3 akan memberi tahu mereka tentangnya melalui kelompok atau KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian menunjukkan Keselamatan Kesehatan Kerja (K. memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada perawat di Rumah Sakit X. Hasil uji regresi logistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 . <0,. , yang menunjukkan bahwa semakin banyak pelatihan K3 yang diterima, kecelakaan kerja. Rumah Sakit X harus Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) menciptakan lingkungan kerja Karyawan pada CV. Krisna Desa Wisata yang lebih aman bagi seluruh Gianyar. Universitas Mahasaraswati tenaga kesehatan dengan terus Denpasar. dan Ihsanul. Faktor Yang Berhubungan K3, dengan Perilaku Tidak Aman (Unsafe memperluas cakupan peserta, dan Actio. Pada Pekerja Pelayanan Teknik melakukan evaluasi rutin untuk PT. PLN (Perser. ULP Mattoanging memastikan pemahaman dan Makassar. Universitas Hasanuddin. penerapan yang optimal. Maryadi. Faktor Ae Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman pada Karyawan Departemen Produksi. DAFTAR PUSTAKA