Vol. No. Mei 2024, hal, 49-53 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss1. Pengenalan Mufrodat Bahasa Arab pada Anak Usia Dini di SDIT Al-IAotisham Saptosari Shofyan Ansori. Arif Miftahul Akbar. Farid Farid. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Pengenalan Mufrodat Anak Usia Dini Metode Pengajaran Email Koresponden : shofyanansori1@gmail. arifibnsyarif@gmail. albatoti@stai-ali. ABSTRAK Jurnal ini membahas pengenalan mufrodat Bahasa Arab pada anak usia dini di SDIT Al-IAotisham Saptosari dengan fokus pada metode pengajaran yang melibatkan kegiatan bermain dan interaksi. Pengenalan Bahasa Arab pada usia dini dianggap penting untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi dunia Metode Jibril, yang menitikberatkan pada taqlid-taqlid atau peniruan bacaan guru, digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta, terutama anak-anak, terhadap mufrodat Bahasa Arab. Dengan melibatkan pendekatan pembelajaran bermain dan demonstrasi, peserta didik dapat mempraktikkan langsung pengucapan dan pemahaman mufrodat. Selain itu, terlihat peningkatan wawasan guru pendidikan Islam Anak Usia Dini terkait strategi pengajaran Bahasa Arab. Dalam kesimpulan, pengenalan mufrodat pada anak usia dini dapat dilakukan secara efektif melalui metode pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Implikasi praktis jurnal ini mencakup potensi perbaikan kurikulum dan pengembangan strategi pengajaran dalam konteks pendidikan serupa. PENDAHULUAN Bahasa memiliki peran sentral dalam interaksi manusia, menyampaikan gagasan, ide, perasaan, keinginan, dan pengalaman. Bahasa adalah ekspresi budaya dan peradaban manusia. linguistik, diartikan sebagai satuan lambang bunyi digunakan dalam masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri (Kridalaksana, 2. Bahasa, termasuk Bahasa Arab, mengalami perkembangan dalam masyarakat dan ilmu pengetahuan. Kemampuan bahasa dapat dikuasai melalui pembiasaan dan latihan pembelajaran. Pelatihan Bahasa Arab dapat dimulai sejak usia dini, membantu anak-anak menghadapi dunia global. Memulai dengan belajar melafalkan huruf, kosakata, membaca, dan menghafal adalah langkah pertama. Beberapa permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Arab termasuk persepsi bahwa itu sulit, mengurangi minat peserta didik. Oleh karena itu, program bimbingan belajar Bahasa Arab, seperti di SDIT Al-IAotisham, memiliki peran penting. Meskipun anak-anak di SDIT Al-IAotisham terpapar Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, beberapa mengalami kesulitan. Masyarakat, khususnya anak-anak, sebagai aset masa depan, perlu dikenalkan dengan Bahasa Arab sebagai bagian dari identitas agama. Pengabdian kepada masyarakat, seperti Pengenalan Mufrodat Bahasa Arab pada Anak Usia Dini di SDIT Al-IAotisham Saptosari. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Shofyan Ansori. Arif Miftahul Akbar. Farid Farid menjadi langkah nyata dalam hal ini. METODE PENGABDIAN Metode pendekatan yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini disebut metode Jibril. Metode Jibril adalah pendekatan yang menekankan pada taqlid-taqlid, di mana santri melakukan peniruan terhadap bacaan yang diajarkan oleh gurunya. Dengan demikian, metode Jibril bersifat teacher-centric, di mana peran guru menjadi sangat sentral sebagai sumber pengetahuan utama dan pusat informasi dalam seluruh proses pembelajaran. Pendekatan ini menitikberatkan pada proses pembelajaran yang melibatkan reproduksi dan peniruan bacaan, menciptakan keterlibatan yang erat antara guru dan santri. Siswa mengikuti jejak guru mereka untuk memahami dan menguasai materi pembelajaran. Metode Jibril dapat diterapkan untuk membangun fondasi yang kuat dalam pemahaman dan penguasaan materi, dengan fokus utama pada transmisi pengetahuan dari guru ke Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada kemampuan guru dalam memberikan arahan yang jelas dan efektif serta memfasilitasi pemahaman yang mendalam bagi para santri. Sementara metode Jibril menitikberatkan pada pendekatan teacher-centric, perlu juga diperhatikan aspek-aspek interaktif agar pembelajaran tetap dinamis dan responsif terhadap kebutuhan individu. HASIL DAN PEMBAHASAN Komunikasi antar individu sangat dipengaruhi oleh peran penting bahasa. Manusia dapat mengungkapkan gagasan, ide, karsa, dan pengalaman terhadap individu lain melalui bahasa. Bahasa menjadi manifestasi perkembangan peradaban dan kebudayaan manusia. Kamus linguistik menjelaskan bahasa sebagai lambang bunyi yang digunakan individu dalam kelompok untuk interaksi, identifikasi diri, dan kerjasama (Kridalaksana, 2. Salah satu Bahasa yang mengalami perubahan dan berkembang dalam pengetahuan dan kehidupan sosial adalah Bahasa Arab. Kemampuan bahasa mencapai puncaknya melalui proses belajar yang melibatkan latihan Pengenalan Bahasa Arab sejak dini sangat krusial, mengingat usia keemasan anak memungkinkan penyerapan informasi maksimal, mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia Tahap awal pembelajaran Bahasa Arab melibatkan melafalkan huruf, kosa kata, membaca, dan menghafal. Mengajarkan Bahasa Arab kepada siswa memerlukan perumusan tujuan yang matang untuk mencapai hasil optimal. Belajar Bahasa penting agar seseorang dapat berkomunikasi secara efektif, baik melalui lisan maupun tulisan. Perumusan tujuan yang baik penting agar hasil pembelajaran dapat dicapai dengan baik (Anidza, 2. Bahasa Arab, yang digunakan dalam kitab suci Al-Quran, merupakan hal yang akrab bagi umat Islam. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat muslim untuk mempelajari Bahasa Arab karena Bahasa Arab memiliki karakteristik yang unik yang tidak ditemukan dalam bahasa lain. Menurut para Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pengenalan Mufrodat Bahasa Arab pada AnakA ahli, kosakata Bahasa Arab sangat banyak, bahkan lebih banyak dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain, karena perkembangan kata-kata dalam Bahasa Arab terjadi dalam struktur dan bentuk yang Bahasa Arab telah meresap ke dalam mata pelajaran dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Pembelajaran Bahasa Arab di sekolah mengintegrasikan beberapa keterampilan berbahasa, termasuk mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Untuk melatih kemampuan ini, siswa perlu memiliki pengetahuan kosakata yang luas (Munawwarah. , & Hibana, 2. Meningkatkan perkembangan anak, terutama dalam bahasa, dapat dilakukan melalui tiga jalur pendidikan: formal, non formal, dan informal. Usia dini menjadi waktu yang ideal untuk memberikan stimulasi dan pembelajaran karena anak cenderung lebih mudah menyerap informasi, memudahkan mereka mengingat materi yang dipelajari. Belajar pada usia dini memberikan rentang waktu yang panjang untuk mengembangkan potensi, mengulang pembelajaran, dan mendalami pelajaran yang diperoleh, mempersiapkan mereka menuju usia dewasa (Faridah, 2. Saat pendidikan awal, anak sebaiknya mulai mempelajari kosakata sebagai dasar pembelajaran bahasa. Pembelajaran kosakata merupakan langkah awal yang penting untuk memberikan anak bekal dalam berkomunikasi. Waktu ini merupakan kesempatan ideal bagi anak untuk memahami kosakata Bahasa Arab dasar, yang akan membentuk dasar kuat dalam ingatan anak. Hal ini penting sebagai landasan untuk kemampuan berbahasa Arab anak pada tingkat selanjutnya (Ramadhan, 2. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah dilaksanakan melalui beberapa tahap sebagai berikut: Pengenalan Materi Bahasa Arab Proses pengenalan Bahasa Arab pada anak usia dini di SDIT Al-IAotisham Saptosari dilaksanakan melalui pembiasaan, permainan, dan pembelajaran langsung. Pembiasaan dimulai dengan pengucapan huruf, kosakata, membaca, dan menghafal. Materi disampaikan dengan metode ceramah yang dipadukan dengan display, visual, dan animasi untuk memberikan materi dengan Materi melibatkan mufrodat . osa kat. tentang angka dan anggota badan. Demonstrasi Metode demonstrasi dipilih untuk menunjukkan tahap-tahap pengenalan Bahasa Arab kepada Anak Usia Dini. Setelah pemaparan oleh pengabdi . , demonstrasi dilakukan di depan peserta agar mereka dapat memperhatikan proses pengenalan bahasa Arab. Tahapan ini melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Shofyan Ansori. Arif Miftahul Akbar. Farid Farid . Perencanaan Pada tahap perencanaan, dirumuskan tujuan kecakapan yang ingin dicapai peserta didik setelah mengikuti kegiatan pengenalan mufrodat tentang angka dan anggota badan. Pelaksanaan Tim pengabdi melakukan demonstrasi pengenalan Mufrodat Bahasa Arab kepada Anak Usia Dini. Peserta didik diajak untuk mempraktikkan kembali materi yang telah dipaparkan, sehingga mereka terlibat secara langsung. Evaluasi Pada tahap evaluasi, peserta didik mempraktekkan kembali pengucapan mufrodat dalam Bahasa Arab. Tim pengabdi lainnya mengamati dan mengevaluasi kemampuan peserta dalam melafalkan kosakata. Hasil Kegiatan Hasil dari pengabdian kepada masyarakat oleh tim Prodi Bahasa Arab STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya mencakup: Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengenalan Mufrodat Bahasa Arab pada Anak Usia Dini di SDIT Al-IAotisham Saptosari. Lebih dari 70% dari anak menunjukkan pemahaman terhadap mufrodat setelah penjelasan tim pengabdi. Seluruh peserta memiliki pemahaman tentang cara melafalkan dan melafazkan mufrodat dalam Bahasa Arab. Peningkatan wawasan guru pendidikan Islam Anak Usia Dini terkait pendampingan belajar pengenalan Mufrodat Bahasa Arab. Guru dapat mengembangkan keterampilan bahasa asing anak usia dini dengan menerapkan metode, strategi, dan teknik pembelajaran kreatif dalam mata pelajaran Bahasa Arab. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Shofyan Ansori. Arif Miftahul Akbar. Farid Farid Gambar 1. Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pengenalan mufrodat pada anak usia dini di SDIT Al-IAotisham Saptosari dapat dilakukan secara efektif melalui metode pengajaran yang berfokus pada kegiatan bermain dan interaksi. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat digunakan untuk perbaikan kurikulum dan pengembangan strategi pengajaran di lingkungan pendidikan serupa. DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES