Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 PERUBAHAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI ANAK USIA 6-24 BULAN PADA INTERVENSI PENYULUHAN GIZI DI LUBUK BUAYA KOTA PADANG Ai Kustiani1, Artha Prima Misa2 STIKes Perintis Padang Email: aikustiani@gmail.com Submission: 14-03-2018, Reviewed: 27-03-2018, Accepted: 17-05-2018 Abstract In addition to the problem of deficiency and excess nutrients, Indonesia also have chronic malnutrition problems. Chronic malnutrition is a long-term malnutrition that causes stunting in infants. Several factors that cause the high incidence of stunting include lack of knowledge and inadequate nutrition practice. The purpose of this study was to determine the effect of nutritional counseling on changes in knowledge, attitude and behavior of mothers in the provision of MP-ASI children 6-24 months in Lubuk Buaya 2017. The study design was a quasi-group pretest-posttest experiment with a sample 34 people. Counseling was conducted for 3 times (1x / week). Data collection of knowledge variables, attitudes and practices of mothers were conducted using questionnaires. The results showed that there was a significant change (p <0.05) on the knowledge, attitude and practice of mother in giving MP-ASI after giving nutrition counseling. Therefore, nutritional counseling has an effect on improving mother's knowledge, attitude and behavior in giving of MP-ASI at 6-24 months. Keywords : Nutrition Counseling, Knowledge, Attitude, Behavior, MP-ASI Abstrak Selain masalah kekurangan dan kelebihan gizi, Indonesia juga mengalami permasalahan kekurangan gizi kronik. Kekurangan gizi kronik adalah kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menyebabkan kejadian pendek (stunting) pada balita. Beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya kejadian stunting diantaranya adalah pengetahuan yang kurang dan praktek gizi yang tidak memadai.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan prilaku ibu dalam pemberian MP-ASI anak 6-24 bulan di Kelurahan Lubuk Buaya tahun 2017. Desain penelitian adalah quasi eksperimen one group pretestposttest dengan sampel sebanyak 34 orang. Penyuluhan dilaksanakan selama 3 kali (1x/minggu). Pengambilan data variabel pengetahuan, sikap dan praktik ibu dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan yang signifikan (p<0.05) pada pengetahuan, sikap dan praktek ibu dalam pemberian MP-ASI setelah diberikan penyuluhan gizi. Oleh karena itu, penyuluhan gizi berpengaruh pada peningkatan pengetahuan, sikap dan prilaku ibu dalam pemberian MP-ASI bayi usia 6-24 bulan. Kata Kunci : Penyuluhan gizi, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, MP-ASI PENDAHULUAN Perkembangan masalah gizi di Indonesia saat ini semakin kompleks. Selain masalah kekurangan dan kelebihan gizi, Indonesia juga mengalami permasalahan kekurangan gizi kronik. Kekurangan gizi kronik adalah kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama yang menyebabkan kejadian pendek (stunting) pada balita. Stunting dapat diketahui dengan melihat indeks PB/U atau TB/U kecil dari -2 SD. Masalah stunting masih menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius sampai dengan saat ini (Kementerian Kesehatan RI, 2011) (Global Nutrition Report, 2014). Menurut kajian UNICEF, Indonesia memiliki 51 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 Page 52 of 7 berbagai hambatan yang menyebabkan tingginya angka kejadian stunting di Indonesia. Beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya kejadian stunting diantaranya adalah pengetahuan yang kurang dan praktek-praktek terkait gizi yang tidak memadai (Unicef Indonesia, 2012). Menteri pemberdayaan perempuan juga mengatakan sekitar 6,7 juta balita 27,3% dari balita di Indonesia mengalami kekurangan gizi. Kekurangan gizi tersebut adalah diakibatkan oleh Prilaku pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat (Depkes RI, 2006). Saat bayi berusia 0-6 bulan, asupan ASI (Air Susu Ibu) menempati kedudukan yang sangat penting bagi bayi. Kebutuhan energi dan zat gizi lainnya untuk bayi dapat dipenuhi dari ASI. Namun saat bayi memasuki usia 6 bulan kebutuhannya meningkat, ASI hanya mampu memenuhi 2/3 dari kebutuhan gizi bayi, maka di usia ini bayi membutuhkan makanan lain sebagai pendamping ASI (MP-ASI). MP-ASI diberikan secara bertahap sesuai dengan usia anak, mulai dari bentuk lumat, lembik sampai anak terbiasa dengan makanan keluarga. Pemanfaatan ASI dan pemberian MP-ASI yang tepat dan baik merupakan kunci pemeliharaan gizi bayi sampai usia 24 bulan. Karena laju tumbuh kembang pada usia dibawah 2 tahun akan menentukan proses tumbuh kembang anak usia selanjutnya ( Rusilanti, 2015), (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Berbagai upaya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka menyadarkan masyarakat terkait dengan permasalahan gizi terjadi. Upaya tersebut tertuang dalam Rencana Aksi Kementrian Kesehatan RI, yaitu meningkatkan pendidikan gizi masyarakat melalui penyediaan materi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan kampanye gizi. Di samping pendidikan, kegiatan yang terkait antara lain promosi gizi, penyuluhan gizi, advokasi, pelatihan, dan konsultasi gizi (Supariasa, 2012). Penelitian Noviati (2011) menyatakan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan dengan metode demonstrasi dan prilaku yang memberikan manfaat yang lebih baik terhadap perubahan pengetahuan dan prilaku dibanding hanya dengan penyuluhan saja. Puskesmas Lubuk Buaya terdiri 4 Kelurahan, yaitu Kelurahan Lubuk Buaya, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kelurahan Pasia Nan Tigo dan Kelurahan Parupuk Tabing. Berdasarkan hasil analisis dari rekapan P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 penimbangan masal Puskesmas Lubuk Buaya pada bulan Februari 2016, Kelurahan Lubuk Buaya termasuk tinggi angka kejadian stanting yaitu sebesar 33,9%, dimana angka ini lebih tinggi dari rata- rata prevalensi stunting Nasional (Dinas Kesehatan Kota Padang 2016). Berdasarkan data Puskesmas Lubuk Buaya (2016) dari 26 bayi yang berkunjung ke Posyandu, didapatkan sebanyak 70,7% ibu memberikan MP-ASI yang tidak tepat pada bayinya. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat adalah apabila makanan yang diberikan tersebut tidak sesuai antara jenis, bentuk, jumlah dan frekuensi pemberian dengan usia bayi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan gizi terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan prilaku ibu dalam pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan di Kelurahan Lubuk Buaya Tahun 2017. METODE Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di 4 posyandu berdasarkan tingginya angka kejadian stunting yaitu Posyandu Bougenvile VI, Bougenvile VII, Bougenvile X dan Bougenvile XI di Kelurahan Lubuk Buaya. Penelitian dilaksanakan dari September sampai Oktober 2017. Populasi target dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan yang tercatat dalam kohort di 4 posyandu yaitu posyandu Bougenvile VI, Bougenvile VII, Bougenvile X dan Bougenvile XI di Kelurahan Lubuk Buaya sebanyak 198 orang. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan accidental sampling, yang berarti semua ibu yang mempunyai bayi usia 6 – 24 bulan yang datang ke posyandu Bougenvile VI, Bougenvile VII, Bougenvile X dan Bougenvile XI di Kelurahan Lubuk Buaya pada saat itu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, pada subjek yang memenuhi kriteria inklusi sehingga diperoleh sampel sebanyak 34 orang. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kriteria Inklusi dan Eksklusi sebagai berikut : Kriteria Inklusi : a. Ibu memiliki bayi 6 - 24 bulan 52 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 Page 53 of 7 b. Pendidikan ibu maksimal SMA c. Bertempat tinggal di Lubuk Buaya d. Bersedia menjadi responden (mananda tangani informed consent) e. Responden dapat berkomunikasi dengan baik. Kriteria Eksklusi : a. Pendidikan ibu diploma dan sarjana b. Tidak bersedia menjadi responden Kriteria Drop Out : a. Ibu dan anak sakit sehingga tidak bisa hadir pada saat intervensi berlangsung b. Ibu berpindah tempat tinggal selama penelitian berlangsung c. Kehadiran kurang dari 100% Data primer yang dikumpulkan adalah data PB bayi 6 - 24 bulan melalui pengukuran panjang badan dan mengenai Prilaku pemberian makan bayi meliputi jenis makanan, bentuk makanan, jumlah dan frekuensi makan yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner. Data Sekunder berupa daftar bayi 6 - 24 bulan tahun 2016, data pengukuran PB atau TB bayi yang digunakan sebagai jumlah populasi, dan data gambaran umum lokasi penelitian. Tahap pelaksanaan penelitian ini yaitu sebagai berikut: a. Memberikan penjelasan tentang tujuan dan prosedur penelitian serta meminta kesedian untuk menjadi sampel penelitian dengan menandatangani formulir informed consent yang disiapkan. b. Memberikan pre-test kepada objek penelitian yang merupakan sampel penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan Prilaku ibu dalam pemberian MP-ASI sebelum dilakukan intervensi. c. Memberikan penyuluhan dengan ceramah dan demonstrasi menggunakan media slide dan alat peraga. Absensi kehadiran dilakukan setiap pertemuan baik pre-test, penyuluhan maupun post-test. d. Memberikan Post-test kepada objek penelitian untuk mengetahui peningkatan atau perubahan pengetahuan, sikap dan prilaku ibu setelah dilakukan intervensi. Proses pelaksanaan intervensinya adalah sebagai berikut. P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 a. Intervensi pertemuan pertama pada minggu pertama dilakukan penyuluhan gizi dengan metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media slide dan alat peraga dengan materi pengertian dan pentingnya MP-ASI Bayi 6 - 24 bulan selama ± 60 menit. b. Intervensi pertemuan kedua pada minggu kedua dilakukan penyuluhan dengan metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media slide dan alat peraga berupa bahan makanan dan makanan jadi dengan materi bentuk dan jenis MP-ASI Bayi 6 - 24 bulan selama ± 45 menit. c. Intervensi pertemuan ketiga pada minggu ketiga dengan metode ceramah dan demonstrasi menggunakan media slide dan alat peraga dengan materi jumlah, Frekuensi dan higiene dalam pemberian MP-ASI Bayi 6 - 24 bulan dengan waktu selama ± 60 menit. Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Media Penyuluhan yang dirancang adalah slide dan pembuatan alat peraga atau contoh bahan dan makanan pendamping ASI (MPASI) makanan rumahan untuk Bayi 6 - 24 bulan. 2. Kuesioner terstruktur berisi pertanyaan tertutup sebanyak 15 pertanyaan, kuesioner yang dipakai telah melalui uji validitas dan telah dipergunakan untuk penelitian oleh peneliti sebelumnya. 3. Formulir informed consent Data pengetahuan, sikap dan perilaku ibu diambil menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan menggunakan aplikasi SPSS 16.0 yaitu uji univariat dan bivariat (paired sample t-test). Analisis dengan paired sample t-test digunakan untuk mengetahui kemaknaan perubahan pengetahuan tentang MP-ASI sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan pada tingkan kepercayaan 95% dengan menggunakan software statistik. Penyuluhan menggunakan media slide dan alat peraga (bahan dan makanan jadi) memiliki pengaruh terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan prilaku tentang Pemberian MP-ASI apabila nilai p diperoleh < 0,05. HASIL Karakteristik Responden Sebagian besar responden pada penelitian ini memiliki rentang usia 20 – 35 tahun sebanyak 33 orang (97,1%). Sebagian 53 P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 Page 54 of 7 besar pendidikan responden adalah SMA yaitu sebanyak 29 orang (85,3%). Lebih dari separuh responden tidak bekerja yaitu sebanyak 20 orang (58,8%) seperti tercantum pada Tabel 1 berikut. Usia 20 – 35 Tahun >35 Tahun Pendidikan SD SMP SMA Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja n Sebelum Sesudah n % n Baik 5 14,7 28 82,4 Kurang 29 85,3 6 17,6 Jumlah 34 34 100 Pengetahuan Tabel 1. Karakteristik Ibu Karakteristik Tabel 3. Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Ibu sebelum dan sesudah Penyuluhan Gizi % 33 1 97,1 2,9 0 5 29 0 14,7 85,3 20 14 58,8 41,2 Karakteristik bayi berdasarkan usia, jenis kelamin dan status gizi adalah sebagai berikut. 100 % pValue 0,000 Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa ada perbedaan persentase tingkat pengetahuan yang bermakna dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Perubahan pengetahuan ibu ini mengalami peningkatan setelah diberikan penyuluhan gizi. Tabel 4. Pengaruh Penyuluhan terhadap Sikap Ibu sebelum dan sesudah Penyuluhan Gizi Tabel 2. Karakteristik Anak Sikap Karakteristik Usia 6 – 8 Bulan 9 – 11 Bulan 12 – 24 Bulan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Status Gizi Stunting Tidak Stunting n % 12 15 7 35,3 44,1 20,6 22 12 64,7 35,3 15 19 44,1 55,9 Berdasarkan Tabel 2 bahwa sebagian besar anak pada penelitian ini memiliki rentang usia 9-11 bulan yaitu sebanyak 15 orang (44,1 %). Sebagian besar anak pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (64,7%). Hampir separuh dari anak stunting yaitu sebanyak 15 orang (44,1%). Positif Negatif Jumlah Sebelum n % 26 76,5 8 23,5 34 100 Sesudah n % 33 97,1 1 2,9 34 100 p-Value 0,008 Berdasarkan Tabel 4, ada perbedaan persentase sikap yang bermakna dengan nilai p = 0,008 (p < 0,05) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan sikap positif pada ibu setelah diberikan penyuluhan gizi. Tabel 5. Pengaruh Penyuluhan terhadap Perilaku Ibu sebelum dan sesudah Penyuluhan Gizi Perilaku Baik Tidak Baik Jumlah Sebelum n % 12 35,3 64,7 22 Sesudah n % 16 47,1 52,9 18 34 34 100 p-Value 0,046 100 Berdasarkan Tabel 5, ada perbedaan persentase perilaku yang bermakna dengan nilai p = 0,046 (p < 0,05) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Hal ini menunjukkan adanya perubahan berupa peningkatan perilaku 54 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 Page 55 of 7 ibu menjadi baik dalam pemberian MP-ASI setelah diberikan penyuluhan gizi PEMBAHASAN Pengaruh Penyuluhan Pengetahuan Ibu terhadap Berdasarkan data pada penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan intervensi penyuluhan gizi tentang pemberian Makanan Pendamping ASI dapat meningkatkan pengetahun ibu secara signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Azria dan Husnah (2016) yang menyatakan bahwa pengetahuan ibu balita tentang gizi seimbang meningkat dari 50% menjadi 56,7% setelah dilakukan intervensi. Penelitian Yuliana et al. (2016) menyatakan bahwa pengetahuan gizi ibu balita pada pengukuran awal 20,3 poin meningkat menjadi 26,4 poin setelah dilakukan penyuluhan dengan media leaflet. Informasi yang diberikan pada penyuluhan dapat menambah pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping ASI pada anak 6 - 24 bulan. Semakin sering ibu mendapat informasi kesehatan khususnya tentang gizi, maka semakin baik pula pengetahuan ibu tentang pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak. Upaya dalam peningkatan pengetahuan gizi melalui penyuluhan gizi merupakan langkah yang tepat dilakukan oleh tenaga kesehatan dan didukung oleh pihak yang peduli, artinya semakin baik pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping ASI maka pertumbuhan anak juga akan membaik (Gibney MJ Dkk, 2009). Penyuluhan gizi merupakan bagian terpenting dalam upaya perbaikan gizi masyarakat. Penyuluhan dan pendidikan yang diberikan dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap seseorang dalam bertindak sehingga menjadi pola perilaku yang berubah kearah yang lebih baik. Maka peran ibu sangatlah penting dalam upaya meningkatkan status gizi balita (Suhardjo, 2003). Penelitian ini mampu memberikan pengaruh terhadap perubahan pengetahuan ibu yang diberikan penyuluhan gizi yaitu dengan memperagakan gambar dan benda asli yang berkaitan dengan bentuk, jenis dan jumlah makanan pendamping ASI serta bagaimana cara pemberian yang tepat pada anak 6 - 24 bulan. P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 Pengaruh Penyuluhan terhadap Sikap Ibu Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada sikap ibu sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan penelitian Indrawati dan Dewi (2014) tentang pengaruh penyuluhan gizi terhadap sikap dan pola asuh gizi orang tua anak usia dini, menyatakan bahwa adanya pengaruh penyuluhan terhadap perubahan sikap ibu dengan nilai p 0,000. Hasil penelitian Melina et al. (2014) juga menunjukan adanya pengaruh penyuluhan dengan media. Pada penelitian ini didapatkan peningkatan persentase sikap ibu yang memiliki anak 6 - 24 bulan setelah diberikan penyuluhan menggunakan gambar dan makanan jadi dengan bentuk, jenis, dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan usia. Peningkatan sikap yang terjadi pada ibu sejalan dengan peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian Makanan Pendamping ASI, dimana pada awal penelitian, sedikit sekali ibu yang memiliki pengetahuan yang baik 14,7 %, dan meningkat menjadi 82,4 % setelah dilakukan penyuluhan gizi. Peningkatan sikap ibu pada penelitian ini sesuai dengan pemaparan Notoadmojo (2007) bahwa pengetahuan memegang peranan penting bagi seseorang dalam menentukan sikap. Adanya penigkatan pengetahuan yang ditunjang oleh pendidikan dan pengalaman, mempunyai dampak dalam menentukan sikap terhadap apa yang dilakukan pada anak, dalam hal ini yakni pemberian makanan pendamping ASI anak 6 - 24 bulan (Atika, 2009). Penyuluhan tentang makanan pendamping ASI yang dilakukan ini adalah dengan sasaran ibu yang memiliki bayi 6 - 24 bulan. Hal ini dikarenakan orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anak dan diharapkan para orang tua tepat dalam menentukan sikap untuk memutuskan hal yang baik untuk anaknya dalam pemberian makanan pendamping ASI pada anak. Pengaruh Penyuluhan terhadap Perilaku Ibu Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan memberikan penyuluhan gizi tentang pemberian Makanan Pendamping ASI, dari tabel distribusi frekuensi prilaku ibu sebelum dan sesudah penyuluhan gizi maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pada 55 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 Page 56 of 7 persentase prilaku ibu setelah diberikan penyuluhan gizi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Dewi dan Aminah 2016), dimana perbandingan rata-rata skor feeding practise ibu balita stunting 6 - 24 bulan meningkat dari 33,6 point menjadi 33,85 point. Intervensi edukasi gizi mencakup pemberian pengetahuan dan pemberian motivasi kearah perubahan sikap dan perilaku pemberian makan. Edukasi gizi dengan media berupa power point dan food sampel akan mudah dipahami oleh subjek penelitian karena mampu menarik perhatian ibu dan tidak membosankan. Hal ini diperlihatkan oleh kelompok intervensi melalui peningkatan ratarata skor prilaku pemberian makan. Praktek pemberian makan adalah faktor yang berhubungan dengan status gizi balita. Edukasi gizi pada anak usia 6-11 bulan adalah merupakan usia yang tepat dalam pengedalian status gizi anak dikarenakan usia tersebut adalah bagian dari periode emas masa kehidupan. Kajian intervensi gizi terhadap stunting membuktikan bahwa perbaikan intervensi terhadap tumbuh kejar linear yang berupa peningkatan panjang badan tidak langsung dapat diamati ( Lamid A, 2015). Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada perilaku ibu sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Azria dan Husnah (2016) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan terhadap perilaku ibu dalam pemberian gizi seimbang kepada anaknya dengan nilai p 0,029. Semakin bertambah informasi yang didapat ibu dan pengetahuan yang meningkat tentang pemberian Makanan Pendamping ASI, maka semakin baik pula perilaku ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI yang diberikan ibu kepada anak 6 - 24 bulan. Tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian Makanan Pendamping ASI berpengaruh terhadap sikap dan perilaku ibu dalam memilih makanan yang diberikan kepada anaknya. Pengetahuan gizi yang baik yang dimiliki ibu diharapkan mempengaruhi konsumsi makanan yang baik bagi anaknya. Hal ini mampu memperbaiki status gizi ke arah yang lebih baik pula. Pengetahuan gizi ibu memiliki peran penting dalam pembentukan kebiasaan makan anak. Penyuluhan yang diberikan terhadap ibu dapat meningkatkan perilaku ibu dalam perilaku pemberian Makanan Pendamping ASI pada anaknya. P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 KESIMPULAN Intervensi penyuluhan gizi pada ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian penyuluhan gizi dapat berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam memberikan MP-ASI terhadap anaknya. SARAN Saran dari penelitian ini adalah kepada pemegang program gizi di Puskesmas, penyuluhan dengan metode demonstrasi dapat menjadi salah satu cara penyampaian pesan gizi yang menarik dan mudah dipahami. Petugas puskesmas dapat melatih kader dengan materi pemberian Makanan Pendamping ASI anak 6 24 bulan yang baik dalam upaya penanggulangan masalah gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Hal ini bertujuan agar penyampaian pesan gizi kepada kelompok sasaran bisa sampai secara merata dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA Atika, P. 2009. Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Ibu tentang Pemberian MP-ASI pada Balita 6 - 24 bulan di Posyandu Dusun Tlangu Desa Bulan Kec. Wonosar, Klaten. Skripsi: Universitas Sebelas Maret. Azria, Husnah. 2016. Pengaruh Penyuluhan Gizi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Ibu Tentang Gizi Seimbang Balita di Kota Banda Aceh Tahun 2016. Skripsi: Universitas Unsyiah. Depkes RI. 2006. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal Tahun 2006. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Dinas Kesehatan Kota Padang. 2015. Penimbangan Massal Dinas Kesehatan Kota Padang. Padang: Dinas Kesehatan Kota Padang. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. 2006. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal. Jakarta: Depkes RI. 56 Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) Volume 5 Nomor 1 Tahun 2018 Page 57 of 7 Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. 2011. Keputusan Menteri Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal Bina Gizi Masyarakat. 2016. Buku Saku Pemantauan Status Gizi dan Indikator Kinerja Gizi Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Global Nutrition Report. 2014. Action and Accountability to Accelerate The World’s on Nutrition. Kemenkes RI. 2011. Target Pembangunan MDGs. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Ibu dan Anak. Melina F, Soebiyanto AA, Wujoso H. 2014. Perbedaan Media Pembelajaran (Leaflet Dan Video) Terhadap Keterampilan Sadari Ditinjau Dari Motivasi. Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu Vol. 05 No. 02 Juli 2014. Notoatmodjo S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. P-ISSN : 2355-9853 E-ISSN : 2622-4135 Noviati. 2011. Pengaruh Penyuluhan dengan Metode Demonstrasi dan Praktek terhadap Pengetahuan Ibu dan Asupan Gizi Balita dengan Gizi Kurang di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Tesis. Suhardjo. 2003. Berbagai Cara Pendidikan Gizi. PT Bumi Aksara. Supariasa, IDN. 2012. Pendidikan dan Konsultasi Gizi. Jakarta: EGC. Unicef Indonesia. 2012. Gizi Ibu dan Anak. Ringkasan Kajian. Yenrina R. 2001. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Jakarta: Rineka Cipta. Yuliana, et al. 2016. Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta: Sagung seto . 57