Jurnal E-Bis:Ekonomi Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Mentoring dan Dukungan Sosial Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang Putri Nurhaliza1*. Khairi Murdy2 Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Padang. Indonesia *Email: putrinrraa@gmail. com*1, khairimurdy@fe. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-08-07 Diperbaiki : 2025-08-15 Disetujui : 2025-08-15 ABSTRAK Sebagian besar mahasiswa masih menunjukkan minat berwirausaha yang rendah, suatu kondisi yang dapat berkontribusi pada meningkatnya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh mentoring dan dukungan sosial terhadap minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi penelitian merupakan mahasiswa aktif yang lulus mata kuliah Praktik Kewirausahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive random Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mentoring dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Mentoring melalui bimbingan dan pengalaman praktis meningkatkan minat berwirausaha, sementara dukungan sosial dari keluarga, teman, dan dosen memberikan dorongan kepercayaan diri dan motivasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi antara mentoring dan dukungan sosial memiliki peran membangun semangat kewirausahaan mahasiswa. Kata Kunci : Dukungan Sosial. Mentoring. Minat Berwirausaha ABSTRACT Most students still show low interest in entrepreneurship, a condition that may contribute to the increasing unemployment rate among university graduates. This study aims to analyze the influence of mentoring and social support on the entrepreneurial interest of students at the Faculty of Economics and Business. Universitas Negeri Padang. The research employed a quantitative associative approach. The population included active students who had completed the Entrepreneurship Practice course. The sample was selected using purposive random sampling. Data were collected using questionnaires with a Likert scale. The results indicate that mentoring and social support have a positive and significant impact on studentsAo entrepreneurial interest, both individually and simultaneously. Mentoring provides direction and practical experience, enhancing students' interest in entrepreneurship, while social support from family, peers, and lecturers increases confidence and The study concludes that the combination of mentoring and social support plays a crucial role in fostering the entrepreneurial spirit among Keywords: Social Support. Mentoring. Interest In Entrepreneurship Alamat Korespondensi Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Minat berwirausaha di kalangan mahasiswa menunjukkan peningkatan penting pada tahun belakang, dengan majunya teknologi serta kemudahan jalan informasi yang mendorong Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy mahasiswa untuk mulai mengeksplorasi dunia bisnis sejak dini. Pengalaman langsung dalam berwirausaha terbukti memberikan dampak positif terhadap keberhasilan usaha yang dijalankan oleh mahasiswa (Kuswanto et al. , 2. , sehingga pengembangan kewirausahaan menjadi aspek penting di tengah banyaknya jumlah pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Untuk memahami urgensi ini secara lebih mendalam, penting untuk melihat kondisi riil terkait tingkat pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan. Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan data terbaru mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk tahun 2024, yang memberikan gambaran tentang situasi pengangguran di Indonesia berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang dicapai. Tabel berikut ini disajikan di bawah ini: Tabel 1. Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Pendidikan Tingkat Pendidikan 2 Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2024 Tidak/ Belum Pernah Sekolah/ Tidak Tamat & 2,32 Tamatan SD SMP 4,11 SMA Umum 7,05 SMA Kejurusan 9,01 Diploma I/II/i 4,83 Universitas 5,25 Sumber : https://w. Berdasarkan informasi lewat BPS memperlihatkan TPT berdasar tingkatan pendidikannya, dapat dilihat adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengangguran antar kelompok pendidikan di Indonesia. Data ini memperlihatkan bahwasanya TPT lebih tinggi terhadap kelompok lulusan SMA Kejuruan . ,0 perse. , diikuti oleh lulusan SMA Umum . ,05 perse. , serta lulusan Universitas . ,25 perse. dan Diploma . ,83 perse. Sementara itu, kelompok dengan pendidikan lebih rendah seperti tamatan SMP . ,11 perse. dan tidak/tamat SD . ,32 perse. menunjukkan TPT yang lebih rendah. Rasio wirausaha Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,57 persen, masih di bawah standar ideal 4 persen yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia . ,74 perse. Thailand . ,0 perse. , serta Singapura . ,6 perse. (Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 2. Kondisi ini menyoroti urgensi menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Pendidikan kewirausahaan berbasis caring economics serta faktor internal seperti locus of control dan dukungan sosial (Primandaru, 2. , terbukti berpengaruh pasti pada kegemaran berbisnis pelajar. Perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Padang (UNP), memiliki peran krusial melalui kurikulum kewirausahaan wajib dan program seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Namun, data UNP menunjukkan minat berwirausaha mahasiswa masih rendah dan fluktuatif, dengan hanya 359 dari 67. 868 mahasiswa pada tahun 2024 yang Peran perguruan tinggi dalam membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa menjadi krusial dalam upaya menurunkan jumlah penganggur. Penelitian oleh Tambengi . menunjukkan bahwa pendidikan bisnis memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap antusiasme mahasiswa terhadap kewirausahaan, menunjukkan bahwa kurikulum yang terstruktur dengan baik dapat memperkuat rasa percaya diri siswa dan mempersiapkan mereka Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy untuk memulai bisnis mereka sendiri. Selain itu, studi oleh (Rembulan. , & Fensi, 2. menemukan bahwa pendidikan kewirausahaan meningkatkan keinginan siswa untuk menjadi Dengan demikian, integrasi pengajaran kewirausahaan dalam kurikulum perguruan tinggi serta penyediaan fasilitas pendukung seperti inkubator bisnis dan program mentoring dapat menjadi strategi efektif dalam mencetak wirausahawan muda yang kompeten. UNP berupa bagian dari universitas yang ikut menjayakan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW). Bagian dari maksud dari PMW ini ialah menaikkan jiwa kewirausahaan dan keterampilan mahasiswa dalam memajukan usaha berlanjut serta menciptakan wirausahawan yang berkarakter. Ketertarikan berbisnis pada mahasiswa Universitas Negeri Padang terbilang sedikit jika dibandingkan dengan total jumlah mahasiswa secara keseluruhan. Hal ini jelas terlihat dari statistik jumlah mahasiswa yang mendirikan usaha selama empat tahun terakhir, yang tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dan bahkan tampaknya berbedabeda. Tabel 2. Jumlah Mahasiswa UNP yang Berwirausaha Tahun Jumlah Mahasiswa UNP Jumlah Mahasiswa Berwirausaha Sumber: UPT PKK Universitas Negeri Padang Tahun 2025 Berdasakan Tabel 1. 3, bisa didapatkan bahwasanya banyaknya mahasiswa yang memilih untuk berwirausaha terbilang rendah bila dibanding lewat banyaknya angka mahasiswa di UNP. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat berwirausaha di kalangan mahasiswa masih sedikit. Maka karenanya, diperlukannya pelatihan, pendampingan, serta program kewirausahaan yang lebih intensif agar mahasiswa lebih tertarik dan percaya diri untuk memulai usaha sejak di bangku kuliah. Data ini bisa menjadi acuan bagi pihak kampus dan lembaga terkait agar menyusunkan rencana yang baik saat memajukan minat berwirausaha mahasiswa. Gambar 1. Distribusi Presentase Minat Berwirausaha Mahasiswa Sumber: Data Diolah 2025 Observasi awal pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP pada Mei 2025 menunjukkan bahwa 63 persen mahasiswa memiliki respon negatif terhadap minat berwirausaha, mengindikasikan perlunya intervensi strategis seperti mentoring dan dukungan Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy Minat berwirausaha, sebagai dorongan yang dipengaruhi oleh ketertarikan, keyakinan, dan dukungan lingkungan (Oktavia, 2. Meskipun teori Theory of Planned Behavior menjelaskan bahwa minat berwirausaha dapat terbentuk melalui sikap individu, pengaruh sosial, dan persepsi terhadap kemampuan diri, kenyataannya komponen-komponen tersebut belum sepenuhnya berkembang secara optimal pada kalangan mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Astuti . dari Universitas Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa rendahnya minat mahasiswa untuk berwirausaha berkaitan dengan kurangnya pengalaman langsung di dunia usaha. Banyak mahasiswa menganggap bahwa menjalankan usaha membutuhkan keterlibatan waktu dan energi yang besar, sementara mereka masih harus menyelesaikan tanggung jawab akademik. Selain itu, pilihan untuk bekerja di sektor formal dianggap lebih menjanjikan karena menawarkan kepastian. Kurangnya program atau kegiatan kewirausahaan berbasis praktik yang tersedia di kampus juga menjadi salah satu penyebab lemahnya ketertarikan mahasiswa terhadap dunia usaha. Adapun hasil penelitian oleh Meisha & Nawawi . menunjukkan bahwa mentoring memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Selanjutnya temuan oleh Rusly. , & Puspitowati . bahwa dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Sejalan dengan itu penelitian oleh Salwa, , et al. , . mengungkapkan bahwasanya sedikitnya ketertarikan berbisnis pada pelajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kurangnya mentoring dan dukungan sosial. Perolehan penelitian ini memperlihatkan bahwasanya pelajar yang tidak mendapatkan bimbingan yang memadai dari mentor serta kurang memperoleh dukungan dari lingkungan sosial cenderung memiliki minat yang rendah terhadap kewirausahaan. Namun, hasil berbeda ditemukan dalam studi Cahyani & Cahya . , yang menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa merasa terbantu secara subjektif melalui bimbingan dosen, secara kuantitatif mentoring belum memberikan pengaruh signifikan terhadap minat Selanjunya hasil penelitian oleh Ginting . mengatakan bahwa tidak terdapat pengaruh variabel dukungan sosial terhadap minat berwirausaha. Temuan tersebut di dukung oleh studi yang dilakukan oleh Wiyanto . bahwa tidak semua bentuk dukungan berdampak signifikan konsisten terhadap minat berwirausaha. Oleh karena itu, adanya temuan yang saling bertentangan antara hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengaruh mentoring dan dukungan sosial terhadap minat berwirausaha masih belum konsisten. Hal ini membentuk celah penelitian untuk di telaah lebih Studi ini bertujuan yaitu mempelajari dukungan sosial dan mentoring mempengaruhi keinginan mahasiswa kerwirausahaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP. KAJIAN PUSTAKA Grand Theory Teori utama yang didasarkan pada studi ini yaitu Teori Perilaku yang Direncanakan (TPB). Menurut Ajzen dalam (Yulia et al. , 2. menyatakan bahwa tiga komponen utama memengaruhi perilaku seseorang: sikap terhadap perilaku, norma sosial lingkungan sekitar, dan keyakinan pribadi tentang kontrol atas tindakan seseorang. Sikap terhadap perilaku adalah komponen utama TPB, yang menunjukkan penilaian pribadi seseseorang tentang perilaku. Norma subjektif, yang merupakan bagian kedua dari Teori Perilaku yang Direncanakan (TPB), menjelaskan bagaimana individu dipengaruhi oleh tekanan sosial dari hubungan Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy terdekat mereka, seperti keluarga, teman, atau pasangan, untuk melakukan atau menghindari perilaku tertentu (Purbawijaya. , & Hidayah, 2. Elemen ketiga dari Teori Perilaku yang Direncanakan adalah kendali perilaku yang Elemen ini menggambarkan sejauh mana seseorang percaya bahwa mereka mampu melaksanakan suatu tugas. Dengan kata lain, jika seseorang merasa memiliki keterampilan, pemahaman, dan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan suatu tugas seperti memulai usaha maka niat mereka untuk melanjutkannya akan lebih besar (Respati & Santoso, 2. Minat Berwirausaha Minat kewirausahaan adalah dorongan internal yang mendorong seseorang untuk mengejar kewirausahaan sebagai pilihan karier. Menurut Hendrajaya . , minat ini mengarahkan perhatian dan ketertarikan individu terhadap kegiatan usaha. Dalam teori perilaku oleh Sapero & Kueger dalam (Kurjono et al,. minat dipengaruhi oleh persepsi terhadap kelayakan dan keinginan, yang terbentuk melalui stimulus eksternal. Hasil studi lainnya oleh (Aripriadi & Pujiharti, 2024. Ramli, 2. menyatakan bahwa minat ini mencerminkan keberanian dalam memulai usaha, kesiapan menghadapi risiko, dan dorongan internal untuk menciptakan atau mengembangkan bisnis. Indikator minat berwirausaha meliputi keinginan, perasaan senang, perhatian terhadap dunia usaha, pengaruh lingkungan, dan pengalaman (Sukarno & Rasmini, 2. Mentoring Mentoring didefinisikan sebagai proses interaksi antara mentor berpengalaman dengan mentee yang membutuhkan bimbingan dalam pengembangan diri (Darlan et al. , 2. Melalui mentoring, mentor memberikan pengetahuan, pandangan, bimbingan, menjadi teladan, serta dukungan emosional. Dalam konteks kewirausahaan, mentoring berperan dalam meningkatkan kreativitas, mempercepat pengambilan keputusan, dan membentuk mentalitas wirausaha (Asepta. , & Sienatra, 2. Indikator mentoring menurut Nazifah . mencakup pemberian pengetahuan, bimbingan, peran sebagai role model, konseling, dan persahabatan. Dukungan Sosial Dukungan sosial merupakan pertolongan dan perhatian yang dibantu oleh orang yang berada di dekat individu, termasuk keluarga, teman, dan lingkungan (Mahfud. , et al. , 2020. Salwa. , et al. , 2. Bentuk dukungan ini menciptakan rasa dihargai, dicintai, dan diperhatikan, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan diri serta kesiapan menghadapi risiko usaha (Idris. , & Adi, 2. Sarafino dan Smith dalam (Basar & Zukhra, 2. menyebutkan lima indikator dukungan sosial, yaitu bantuan emosional, informasi, instrumental, apresiasi, dan interaksi sosial. METODE Tujuan dari studi ini yaitu untuk mengeksplorasi seperti apa faktor mentoring dan dukungan sosial mempengaruhi minat mahasiswa dalam kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif asosiatif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Ekonomi serta Bisnis UNP pada Februari-Agustus 2025. Populasi serta sampel penelitian populasi ialah pelajar aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP tahun 2020-2022 yang telah lulus Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy mata kuliah Praktek Kewirausahaan, yakni 1. 336 orang. Berdasar rumus Slovin lewat tingkatan kesalahan 10 persen, didapatkannya contoh sejumlah 93 pelajar. Cara diambilnya contoh yang dipakai ialah purposive random sampling. Jenis data yang dipergunakan ialah primer yang diperoleh lewat informan berdasar bermacam persoalan yang sudah disusunkan. Selanjutnya, metode pengumpulan data dapat diterapkan dengan mendistribusikan survei menggunakan metode analisis regresi melalui SPSS 25. Penelitian ini menggunakan metode pengujian asumsi tradisional, analisis multipel, uji F, uji RA, dan uji t. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana dukungan sosial dan mentoring berdampak pada ketertarikan berbisnis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Fenomena meningkatnya ketertarikan berbisnis pada pelajar harus dikaji lebih dalam, khususnya dari sisi faktor-faktor yang memengaruhinya seperti peran pendampingan . dan dukungan sosial yang diterima mahasiswa selama proses pembelajaran maupun di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini diharap bisa memberi bantuan teoritis ataupun praktis dalam pengembangan strategi peningkatan minat berwirausaha di lingkungan kampus. Sebelum dilakukan uji hipotesis, langkah awal yang wajib dijalankan ialah pengujian asumsi klasik sebagai esensi utama dalam penerapan menganalisis regresi linear berganda. Uji asumsi klasik tersebut mencakupkan uji normalitas agar mengetahui distribusi data, uji multikolinearitas agar dipastikannya tidak adanya korelasi tinggi pada variabel independen, dan uji heteroskedastisitas agar mengujikan analogi varians dari residual. Sesudah ketiga uji tersebut terpenuhkan, barulah dijalankannya analisis regresi berganda. Uji hipotesis terdiri dari uji F agar mengetahui dampak simultan variable independent pada variable dependen, uji t agar melihat dampak parsial masing-masing variabel independen, serta koefisien determinasi (RA) agar mengetahui sampai mana variasi minat berwirausaha bisa diterangkan lewat variabel mentoring dan dukungan sosial. Uji Normalitas Melihat apakah informasi yang diperoleh berdistribusi normal. Uji data yang dilakukan memakai SPSS versi 25 bisa diketahui lewat kolom kolmogrov-Smirnov. Tabel 3. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Olahan Data Primer Tahun 2025 Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy Hasil penilaian normalitas dilihat bahwa nilai Asymp. Sig . -taile. yang ditemukan adalah 0,321. Nilai ini melebihi 0,05, terlihat bahwa data pada studi mengikuti distribusi Lewat kata lain, distribusi data tidak salah secara penting lewat distribusi normal, sesampainya bisa dilanjutkan agar analisis lebih lanjut memakai regresi linear berganda. Uji Multikolonieritas Bila nilai VIF kurang lewat 10 serta pengertian lebih tinggi lewat 0,10 bisa dikatakan bahwasanya model tidak mempunyai permasalahan multikolinearitas. Tabel 4. Uji Multikolonieritas Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Costan. Mentoring Dukungan Sosial Dependent Variabel: Minat Berwirausaha Sumber : Data Diolah 2025 Sig. Collinearit Tolerance Statistics VIF Perolehan analisis menampilkan nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk variabel Mentoring serta Dukungan Sosial masing-masing adalah 4,835. Nilai VIF ini berada di bawah standar yang umum diterima, yakni 10,00. Kejadian ini memperlihatkan bahwasanya tidak didapatkannya permasalahan multikolinearitas yang signifikan antara variabel independen pada model, sesampainya setiap variabel bisa dikatakan memberikan kontribusi yang unik terhadap variabel dependen. Uji Heteroskedastisitas Heterokedatisitas bisa dipergunakan agar mengetahui varian residual lewat observasi ke pengamatan yang tidak serupa, agar diketahuinya heterokedatisitas bisa dipergunakan uji glejser lewat patokan penting lebih > dari alpha () 0,05 bisa disebutkan tidak akan terjadinya indikasi heterokedastisitas. Tabel 5. Uji Heteroskedastisitas Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Std. Error Model 1 (Costan. Mentoring Dukungan Sosial Dependent Variabel: ABS Sumber : Data Diolah 2025 Sig. Perolehan analisis dilihat bahwa nilai signifikansi agar variabel Mentoring ialah 0,043, sedangkan untuk variabel Dukungan Sosial ialah 0,025. Kedua nilai ini lebih tinggi lewat 0,05, yang menunjukkan bahwasanya tidak ada indikasi heteroskedastisitas pada jenis regresi yang Lewat kata lain, varians dari residual adalah konstan, yang merupakan bagian dari asumsi penting dalam analisis regresi linear. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy Analisis Regresi Berganda Pada studi ini analisis dijalankan terhadap 2 variabel bebas yaitu Mentoring (X. , serta Dukungan Sosial (X. , pada Minat Berwirausaha (Y) sebagai variabel terikat, analisis yang dipergunakan yakni analisis linear berganda lewat memakai SPSS jenis 25. Tabel 6. Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Mentoring Dukungan sosial Dependent Variable: Minat Berwirausaha Sumber: Olahan Data Primer Tahun 2025 Sig. Diketahui bahwasanya nilai koefisien regresi lewat masingmasing variabel yaitu Mentoring (X. adalah 0,557 dan Dukungan Sosial (X. adalah 0,386 dengan nilai konstan 7,269. Jadi nilai koefisien dari masing-masing variabel di atas bisa dimasukkan kedalam persamaan regresi linear berganda bercontohkan: Y = 7,269 0,557 X1 0,386 X2 e Data persamaan di atas, bisa dianalisis dengan keterangan berikut: Nilai konstanta sejumlah 7,269 mengindikasikan bahwa didapatkannya dampak afirmatif antara variabel independen pada variabel dependen. Jika variabel independent yakni Mentoring (X. serta Dukungan Sosial (X. nilai sama dengan 0, maka nilai Minat berbisnis ialah 7,269. Variabel mentoring mempunyai nilai koefisien regresi positif 0,557, yang artinya minat terhadap bisnis akan meningkat sebesar 0,557 jika mentoring meningkat sebesar 1%. Nilai koefisien regresi untuk variabel Dukungan sosial menunjukkan nilai positif sejumlah 0,386, yang berarti jika penghasilan orang tua meningkat sebesar 1%, seterusnya Minat Berwirausaha akan mengalami peningkatan sebesar 0,386 Uji t Uji t digunakan untuk menilai signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel Jika nilai signifikansinya <0,05 atau nilai t yang dihitung melebihi nilai t tabel, maka variabel X mempengaruhi variabel Y . an sebalikny. Uji t yang digunakan yaitu: Unstandardized Coefficients Std. Error Tabel 7. Uji t Standardized Coefficients Beta Model 1 (Costan. Mentoring Dukungan Sosial Dependent Variabel: Minat Berwirausaha Sumber : Data Diolah 2025 Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. Sig. Collinearity Tolerance Statistics VIF A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy Perolehan analisis pada tabel di atas, bisa dikatakan bahwa diketahuinya t hitung dari setiap variabel seperti: Dampak Mentoring (X. pada Minat berbisnis (Y). Tabel 7 di atas tampak bahwa diperoleh nilai pentingnya 0,000 < 0,05. Dengan demikian bisa dikatakan bahwasanya H1 diterima yang berarti terdapat adanya dampak yang penting pada variabel Mentoring (X. pada variabel Minat Berwirausaha (Y). Dampak Dukungan Sosial (X. pada Minat berbisnis (Y). Tabel 7 di atas tampak bahwasanya diperoleh nilai penting 0,001 > 0,05. Dengan demikian bisa dikatakan bahwasanya H2 diterima yang berartikan didapatkannya dampak yang penting pada variabel Dukungan Sosial (X. perilah variabel Minat Berwirausaha (Y). Uji F Uji F menentukan apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara Variabel X mempengaruhi variabel Y jika nilai sig. <0,05 atau nilai F hitung melebihi nilai F pada tabel. Sebaliknya, terjadi jika nilai F hitung melebihi nilai F pada tabel. Berikut adalah uji yang digunakan: Model 1 Regression Residual Sum of Squares Total Tabel 8. Uji F ANOVAa df Mean Square Sig. Dependent Variable: ABS Predictors: (Constan. Dukungan Sosial. Mentoring Sumber : Data Diolah 2025 Tabel 8. di atas menyatakan uji F diketahui nilai sig pada dampak Mentoring serta Dukungan Sosial pada Minat Berwirausaha ialah sejumlah 0,081 < 0,05 bisa dikatakan bahwasanya H3 diterima yang berarti terdapat adanya dampak yang signifikan variabel X1 serta X2 secara bersama-sama terhadap Y. Hal ini memperlihatkan bahwasanya variabel Mentoring dan Dukungan Sosial berdampak secara bersamaan pada ketertarikan minat berwirausaha. Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi melihatkan sejauh apa variabel independen menjelaskan variabel Berikut tabel dapat digunakan untuk menghitung koefisien determinasi: Tabel 9. Koefisien Determinasi (RA) Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Square Predictors: (Constan. Dukungan sosial. Mentoring Dependent Variable: Minat Berwirausaha Sumber : Data Diolah 2025 Model Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy Tabel diatas memperlihatkan nilai Adjusted R Square sebanyak 0,818 ataupun 81,8%. Dapat disimpulkan bahwa 81,8% ketertarikan berbisnis pada pelajar UNP dipengaruhi oleh Mentoring dan Dukungan Sosial, sisanya 18,2% terpengaruh lewat variabel lainnya yang tidak Pembahasan Pengaruh Mentoring Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang Pengaruh Mentoring Terhadap Minat mahasiswa pada kewirausahaan, dimana didapatkan hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya pendampingan memiliki pengaruh positif serta penting pada ketertarikan berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Nilai signifikansi 0,000 (< 0,. yang dimana H1 diterima, membuktikan bahwa semakin baik pelaksanaan mentoring, semakin tinggi pula minat mahasiswa dalam kewirausahaan. Temuan ini sejalan dengan teori Kram dalam (Ahadtriyuni, 2. yang menyatakan bahwa mentor tidak hanya memberikan saran, tetapi juga membantu perkembangan pribadi dan profesional mentee. Penelitian (Salwa. , et al. , 2. dan (Meisha & Nawawi, 2. juga mendukung bahwasanya pendampingan kewirausahaan . secara signifikan meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa, seringkali melalui mediasi motivasi berwirausaha. Ini menegaskan peran penting mentoring dalam menumbuhkan semangat dan minat mahasiswa melalui penguatan motivasi internal. Namun demikian, hasil yang berbeda ditemukan dalam studi (Cahyani & Cahya, 2. , yang menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa merasa terbantu secara subjektif melalui bimbingan dosen, secara kuantitatif mentoring belum memberikan pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Penelitian ini menjelaskan bahwa pendekatan mentoring yang diterapkan masih bersifat formalitas dan belum optimal dalam pelaksanaannya, sehingga dampaknya belum terasa secara signifikan oleh mahasiswa. Oleh karena itu, temuan ini menjadi bahan evaluasi bahwa keberhasilan mentoring tidak hanya ditentukan oleh keberadaan mentor semata, tetapi juga oleh kualitas interaksi, kedekatan relasi, serta konsistensi dalam proses Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Dukungan sosial juga terbukti mempunyai dampak positif lewat ketertarikan berbisnis pelajar dengan perolehan nilai 0,001 (< 0,. yang dimana H2 diterima. Mahasiswa yang mendapatkan dukungan sosial cenderung lebih percaya diri dan termotivasi untuk mencoba dan mengembangkan potensi kewirausahaan mereka. Perolehan ini konsisten lewat penelitian (Bestari et al. , 2. yang mendapatkan bahwasanya dukungan relasional serta pendidikan mempunyai dampak baik pada ketertarikan berbisnis mahasiswa. Supartha & Sanjaya . serta Handayani . juga menyoroti bahwa bantuan dari keluarga, serta lingkungan sekitar menciptakan rasa aman serta kepercayaan diri, mendorong pelajar agar dimulainnya bisnis. Namun demikian, terdapat penelitian juga menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak selalu memberikan dampak yang signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Wijaya et al. , . mengungkapkan bahwa tidak semua jenis dukungan sosial, baik itu dari keluarga. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy teman, atau masyarakat, memiliki dampak yang sama pada minat berwirausaha, dan hal ini bergantung pada konteks individu serta cara dukungan tersebut diterima. Perbedaan temuan antara penelitian yang mendukung dan yang kontra ini menunjukkan bahwa pengaruh dukungan sosial terhadap minat berwirausaha tidak bersifat linier dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana berbagai jenis dukungan sosial, serta interaksi antara dukungan sosial dan faktor pribadi mahasiswa, dapat mempengaruhi minat berwirausaha di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Pengaruh Mentoring dan Dukungan Sosial Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang Pengaruh Mentoring dan Dukungan Sosial Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Secara simultan, mentoring serta dukungan sosial berpengaruh signifikan pada ketertarikan berbisnis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP, terbuktikan lewat nilai signifikansi uji F sejumlah 0,081 (< 0,. yang dimana H3 diterima. Kombinasi pendampingan yang baik dari mentor dan lingkungan sosial yang suportif secara efektif meningkatkan minat mahasiswa untuk memilih jalur kewirausahaan. Keterlibatan mentor yang aktif dan lingkungan yang kondusif menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuhnya minat berwirausaha. Maka dari itu, peran institusi pendidikan sangat penting dalam memfasilitasi program mentoring kewirausahaan dan membangun lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk berwirausaha sejak dini. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Salwa. , et al. , 2. yang menunjukkan bahwa mentoring dan dukungan sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap minat kewirausahaan. Dapat diketahui bahwa mentoring dan dukungan sosial merupakan dua unusr penting dalam menumbuhkan minat kewirausahaan pada mahasiswa. Namun demikian, perlu dicatat bahwa meskipun hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan, beberapa studi juga menunjukkan bahwa pengaruh simultan dari mentoring dan dukungan sosial tidak selalu memiliki dampak yang konsisten terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Penelitian oleh Ginting . juga mencatat bahwa meskipun ada peran dukungan sosial dalam memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha, tidak ada bukti yang menunjukkan pengaruh yang kuat secara simultan terhadap minat berwirausaha. Ini mengindikasikan bahwa meskipun dukungan sosial dan mentoring penting, faktor-faktor lain, seperti kesiapan pribadi mahasiswa dan faktor eksternal lainnya, mungkin lebih menentukan dalam membentuk minat berwirausaha. Oleh karena itu, meskipun kombinasi mentoring dan dukungan sosial memiliki dampak positif, hasil yang dicapai bisa sangat bergantung pada berbagai variabel lain yang tidak selalu dapat dikontrol dalam penelitian ini. Dengan adanya temuan yang pro dan kontra terkait pengaruh simultan antara mentoring dan dukungan sosial terhadap minat berwirausaha, jelas bahwa ada banyak faktor yang memengaruhi hasil tersebut. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa untuk memaksimalkan pengaruh keduanya, faktor kualitas hubungan mentor-mentee serta kekuatan dukungan sosial yang diterima mahasiswa harus diperhatikan lebih mendalam. Hal ini membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut guna mengeksplorasi interaksi antara variabelvariabel tersebut, serta mencari pendekatan yang lebih tepat untuk memfasilitasi pengembangan minat kewirausahaan di kalangan mahasiswa Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisni. A Putri Nurhaliza *. Khairi Murdy SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentoring dan dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang. Mentoring yang diberikan melalui bimbingan dan pengalaman praktis terbukti memiliki dampak positif yang signifikan terhadap ketertarikan mahasiswa untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Selain itu, dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, dan dosen, berfungsi sebagai pendorong motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa untuk memulai serta mengembangkan usaha. Kombinasi antara mentoring yang efektif dan dukungan sosial yang kuat secara simultan memberikan pengaruh positif yang saling melengkapi, sehingga menciptakan kondisi yang optimal bagi tumbuhnya minat kewirausahaan mahasiswa. Implikasi manajerial dari temuan ini menegaskan pentingnya perguruan tinggi menyediakan program kewirausahaan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperhatikan dukungan sosial dari berbagai pihak. Adapun keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup sampel yang hanya melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan sampel dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan perguruan tinggi agar memperoleh temuan yang lebih representatif, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha, seperti faktor individu atau kondisi sosial-ekonomi mahasiswa. REFERENSI