566 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Strategi Bakesbangpol Kota Surabaya dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula Sekolah Menengah Atas Kota Surabaya pada Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah 2024 Trio Adi Styawan Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Indonesia E-mail: Setiawanrio173@gmail. Article History: Received: 28 Januari 2025 Revised: 02 April 2025 Accepted: 07 April 2025 Keywords: Sosialisasi. Pendidikan Politik. Pemilih Pemula. Gen Z Abstract: Pengabdian ini membahas strategi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. Kota Surabaya dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada pemilkihan umum 2024. Dengan fokus pada generasi Z, yang mayoritas merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA), penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan politik sebagai upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan studi literatur dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Bakesbangpol menerapkan program pendidikan politik melalui sosialisasi di sekolah-sekolah, memanfaatkan media sosial, serta mengadakan kegiatan interaktif seperti simulasi pemilu. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada pemilih pemula mengenai pentingnya peran mereka dalam menentukan masa depan politik daerah. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan personil, perbedaan karakteristik antar sekolah, serta pengaruh hoaks dan propaganda di media sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan politik yang relevan, inovatif, dan berbasis teknologi merupakan kunci untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula. pendidikan politik tidak hanya meningkatkan partisipasi pemilih tetapi juga memperkuat demokrasi lokal, mencegah praktik politik uang, dan menciptakan generasi pemimpin masa depan yang Strategi Bakesbangpol diharapkan dapat meningkatkan kesadaran politik dan mendorong pemilih muda untuk berkontribusi secara aktif dalam pelaksanaan Pilkada 2024. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 PENDAHULUAN Partisipasi politik di Indonesia terutama di Kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke Dengan jumlah penduduk yang padat dan beragam. Surabaya menjadi barometer penting dalam setiap pemilihan umum nasional maupun daerah. Jumlah penduduk yang besar sekitar 2,97 juta pada 2021, 2,98 pada 2022 dan sekitar 3,01 juta penduduk pada 2023 (BPS, 2. ini tidak hanya mencerminkan potensi pemilih yang signifikan, tetapi juga menuntut pengelolaan partisipasi pemilih yang efektif. Namun, tingginya jumlah penduduk seringkali tidak sebanding dengan tingkat partisipasi pemilih yang diharapkan, terutama di tengah masyarakat perkotaan yang dinamis dan heterogen. Partisipasi Politik merupakan wujud nyata dari pelaksanaan kedaulatan rakyat yang menempatkan warga negara sebagai pelaku utama dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Partisipasi ini memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk terlibat secara aktif dalam berbagai aspek proses politik, baik secara langsung maupun tidak Salah satu bentuk kontribusi warga negara adalah keikutsertaan dalam partai politik yang menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, membentuk kebijakan, dan memilih pemimpin yang dianggap mampu mewakili kepentingan masyarakat. Selain itu, pemilihan umum . merupakan mekanisme penting yang memungkinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sebagai sarana untuk mempengaruhi arah kebijakan pemerintah. Pemilih pemula diharapkan bijak dalam menentukan pilihan. Mereka memiliki banyak akses informasi untuk mencari dan menilai. Sebagai kelompok yang sering dianggap idealis, pemilih pemula biasanya lebih teliti dan selektif dalam menentukan pilihan. Mereka juga memiliki tingkat aksesibilitas yang sangat tinggi, terutama melalui platform media sosial. Hal ini mencerminkan karakteristik khas pemilih muda dan pemula (Januarti, 2. Pendidikan politik merupakan bagian dari proses sosialisasi politik yang bertujuan untuk membentuk nilai-nilai politik dalam masyarakat. Pendidikan ini memberikan panduan tentang bagaimana setiap individu harus berperan dan berpartisipasi dalam sistem politik yang berlaku (Hasyim et al. , 2. Namun, partisipasi politik tidak hanya terbatas pada pemilu saja. Keterlibatan publik juga mencakup kegiatan lain seperti kampanye politik, di mana gagasan dan visi kandidat atau partai dipresentasikan kepada publik untuk mendapatkan dukungan. Diskusi publik dan dialog politik menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperdebatkan isu-isu penting secara konstruktif, sekaligus meningkatkan kesadaran dan pemahaman politik yang lebih luas. Selain itu, kegiatan politik lainnya, seperti advokasi dan aksi sosial, juga berperan dalam mendorong keterlibatan warga negara dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan mereka. Pelaksanaan Pilkada memegang peranan penting dalam mendukung terciptanya sistem pemerintahan yang adil dan efektif. Partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas demokrasi suatu negara. Sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang representatif dan legitimatif, tingginya tingkat partisipasi masyarakat menjadi target utama yang harus dicapai dalam setiap penyelenggaraan pemilu. Sesuai dengan Pasal 28E UUD 1945 mengatur tentang hak-hak asasi manusia (HAM), yaitu: Menjamin kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat sebagai hak asasi manusia, yang merupakan elemen penting dalam partisipasi demokrasi. Secara keseluruhan, partisipasi politik memainkan peran sentral dalam membangun sistem politik yang demokratis dan responsif. Dengan mengizinkan masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, sistem politik akan menjadi lebih inklusif dan sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Partisipasi politik juga menjadi penyeimbang dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa kebijakan yang dibuat mencerminkan keinginan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 masyarakat dan tidak berpusat pada kepentingan segelintir orang. Dengan demikian, partisipasi politik bukan hanya merupakan hak, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Namun. Jumlah partisipasi pada pemilihan umum 27 februari 2024 mengambil contoh data dari hasil rekapitulasi suara DPR RI Kota Surabaya berjumlah 1. 833 hasil suara (DPR RI. Kota Suarabaya, 2. , pemilihan umum 27 november 2024 mengambil contoh data dari hasil rekapitulasi perolehan suara gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Timur berjumlah 661 hasil suara (Hasil Gubernur Dan Wakil Gubernur 2. Pada pemilihan terakhir penyelenggaraan Pemilu di Kota Surabaya, tingkat partisipasi masyarakat menunjukkan tren yang kurang stabil dan dinilai rendah. Tingginya status sosial-ekonomi, akses terhadap fasilitas pendidikan yang memadai, teknologi modern, serta kemudahan memperoleh informasi ternyata belum memberikan dampak signifikan dalam membentuk pola pikir masyarakat tentang pentingnya partisipasi mereka dalam menentukan arah pemerintahan di masa depan. Ini Merupakan tantangan Pemerintah Kota Surabaya dalam mewujudkan pemerintahan yang adil dan Dengan adanya masalah ini maka diperlukan strategi yang efektif untuk mengedukasi dan memotivasi masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pemilu. Pemerintah Kota Surabaya Berfokus pada Generasi Z yang mana sebagian besar daftar pemilih didominasikan oleh Generasi Z. Mereka bukan hanya menjadi simbol regenerasi politik, tetapi juga sebagai kelompok yang berpotensi membawa perubahan signifikan melalui pilihan-pilihan politiknya. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk mengedukasi dan memotivasi kelompok ini agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pemilu. Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Surabaya No 93 Tahun 2021 Tentang Kedudukan ,Susunan Organisasi,Uraian Tugas dan Serta Tata Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya(Perwali, 2. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. Kota Surabaya, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat, memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan program Misalnya, yaitu sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula. dengan pelaksanaanya dilaksanakan pada 2023 dengan target 60 Dengan ditambahkan jumlah permintaan pada 2024 dari Wali Kota Surabaya menjadi 195 sekolah menengah atas sesurabaya dan setiap bulanya dilakukan kegiatan sosialisasi ini 15 sampai 20 sekolah setiap bulanya. Degan program ini. Bakesbangpol berupaya untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tentang pentingnya partisipasi mereka dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkad. di Kota Surabaya. Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh Bakesbangpol Kota Surabaya dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula di tingkat SMA. Selain itu, laporan ini juga akan mengevaluasi efektivitas program-program yang telah dijalankan serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi di masa depan. Harapannya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan partisipasi pemilih pemula dan mendukung keberhasilan pelaksanaan Pilkada 2024 di Kota Surabaya. Partisipasi politik, terutama di kalangan pemilih pemula, memiliki arti strategis dalam memperkuat demokrasi di Indonesia. Pemilih pemula, seperti siswa sekolah menengah, berada pada tahap awal dalam mengenali hak dan tanggung jawab politik mereka. Partisipasi kelompok ini dalam proses politik, termasuk pilkada, tidak hanya mencerminkan keberhasilan pendidikan politik, tetapi juga menandai keberlanjutan demokrasi di masa depan. Di sinilah peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. Kota Surabaya menjadi sangat signifikan. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mendukung stabilitas politik dan penguatan demokrasi lokal. Bakesbangpol memiliki peran strategis dalam mendorong keterlibatan pemilih Pada Pemilu 2024, upaya meningkatkan partisipasi pelajar SMA di Kota Surabaya menjadi prioritas utama. Bakesbangpol tidak hanya bertugas memberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi politik, tetapi juga menciptakan strategi yang menarik, inovatif, dan relevan dengan karakteristik generasi muda. Strategi tersebut antara lain pendidikan politik berbasis sekolah, penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi, dan kegiatan interaktif seperti simulasi pemilu dan diskusi kelompok. LANDASAN TEORI Pemilihan Umum Pemilu merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kedaulatan rakyat berdasarkan prinsipprinsip demokrasi perwakilan. Pemilu dapat diartikan sebagai mekanisme untuk memilih dan menyerahkan mandat kedaulatan kepada individu atau partai yang dianggap layak dan dipercaya oleh masyarakat (Surbakti, 2007:. Pemilu adalah sebuah proses di mana warga negara diberikan hak untuk memilih pemimpin dan perwakilan mereka di lembaga pemerintahan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Pemilu merupakan wadah bagi rakyat untuk menyalurkan kedaulatannya dengan memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu dilaksanakan dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sebagai wujud pelaksanaan Pendidikan Politik Pendidikan politik adalah sebuah proses yang bertujuan untuk membantu warga negara memperoleh informasi, pengetahuan, dan keterampilan politik yang diperlukan. Tujuan utama dari pendidikan politik adalah mendorong warga negara untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan demokratis di tingkat masyarakat, bangsa dan negara (Sumanto & Haryanti, 2. Pendidikan politik adalah bagian dari pendidikan untuk orang dewasa yang bertujuan membantu individu mengembangkan kemampuan diri. Hal ini mencakup upaya untuk menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki kebebasan, sekaligus memperkuat peran sosialnya sebagai warga negara (Prayugo & Prayitno, 2. Dengan demikian bahwa pendidikan politik bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang politik, sehingga mereka menjadi lebih sadar, kreatif, dan dapat terlibat secara konstruktif dalam kegiatan politik dan pembangunan. Harapannya, pendidikan politik dapat membentuk individu-individu yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan peran politiknya. Partisipasi Politik Keputusan politik memiliki hubungan yang sangat erat dengan keterlibatan masyarakat dalam politik. Partisipasi politik sendiri merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi. Ada beberapa hal yang menjadi pedoman dalam partisipasi politik. Pertama, partisipasi politik mencakup tindakan, sikap, dan orientasi individu terhadap politik. Kedua, tindakan tersebut bertujuan untuk memberikan pengaruh terhadap pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam membuat dan melaksanakan keputusan politik (Surbakti, 2007: . Seiras dengan apa yang diutarakan (Khaerul Umam Noer, 2. Partisipasi publik adalah proses di mana perhatian, kebutuhan, dan nilai-nilai masyarakat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah dan perusahaan. Ini melibatkan komunikasi dan interaksi yang saling memengaruhi, dengan tujuan akhir untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik dan diterima oleh masyarakat. Partisipasi politik memiliki hubungan yang kuat dengan proses sosialisasi politik. Jika sosialisasi politik di suatu daerah masih minim, hal ini tentu akan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 mempengaruhi tingkat pengetahuan politik masyarakat di daerah tersebut. Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi bagian penting dari sosialisasi politik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan peran mereka dalam sistem politik. Partisipasi adalah keterlibatan aktif seseorang dalam interaksi sosial yang terjadi di dalam konteks atau situasi tertentu, dengan kesadaran penuh akan tindakan dan perannya (Andriani 2018 dalam Puspita Dewi et al. , 2. Hal ini menekankan bahwa partisipasi tidak hanya sekedar kehadiran fisik, tetapi juga mencakup kontribusi mental, emosional, dan sosial secara sadar. Dalam partisipasi, seseorang tidak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi ikut ambil bagian, baik dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, maupun evaluasi hasil. Kesadaran ini berarti individu yang berpartisipasi memahami tujuan, tanggung jawab, dan dampak dari keterlibatannya terhadap lingkungan sosial atau komunitas tempat ia berinteraksi. Partisipasi ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti partisipasi dalam kelompok kerja, kegiatan sosial, atau organisasi masyarakat. Konsep ini juga melibatkan interaksi timbal balik antara individu dan kelompok, di mana masing-masing pihak saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan bersama. Partisipasi merupakan elemen penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan produktif, baik di tingkat individu maupun kelompok. Pemilih Pemula Pemilih pemula merupakan salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam proses demokrasi di Indonesia. Menurut UU No. 40 2009 tentang Kepemudaan, pemilih pemula didefinisikan sebagai warga negara yang berusia antara 16 hingga 30 tahun. Dalam konteks pemilu, pemilih pemula biasanya merujuk pada individu yang baru pertama kali memiliki hak pilih, umumnya dalam rentang usia 17 hingga 22 tahun. Kelompok pemilih pemula ini memiliki karakteristik yang unik, karena pada usia ini mereka seringkali berada dalam fase transisi kehidupan, baik sebagai pelajar, mahasiswa, pekerja pemula, maupun mereka yang sedang mencari pekerjaan. Kondisi ini mencerminkan aktivitas mereka yang beragam, yang mempengaruhi cara pandang mereka terhadap politik dan proses demokrasi. Keterlibatan pemilih pemula dalam berbagai organisasi, baik di sekolah, kampus, maupun komunitas sosial, juga menjadi faktor penting dalam proses sosialisasi dan pembelajaran politik. Melalui interaksi di lingkungan sosial, pemilih pemula tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga terpengaruh dalam membentuk orientasi politiknya. Organisasi yang mereka ikuti sering kali menjadi wadah untuk berdiskusi, penyebaran informasi dan pembentukan sikap politik yang akan mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan pilihan pada saat pemilu. Pendidikan politik yang ditujukan untuk pemilih pemula sangat penting untuk memastikan mereka memiliki pemahaman yang baik tentang peran dan tanggung jawab mereka sebagai warga negara. Hal ini bertujuan agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif, cerdas dan kritis dalam pesta demokrasi, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu penelitian kepustakaan . ibrary researc. yang meliputi buku-buku, literatur, koran, majalah, dan laporan-laporan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini ( (Nazir, 2003 dalam Tsanawiyah 2. Selain itu, untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian, peneliti juga menggunakan teknik pengumpulan data melalui metode wawancara, selain studi literatur ya ng telah disebutkan (Arikunto,2002 dalam Wikan, 2. Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 dan responden. Dalam wawancara, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang mendalam dari orang yang diwawancarai tentang topik yang diteliti. Wawancara dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis, dan posisi orang yang diwawancarai sangat penting karena mereka tidak hanya memberikan tanggapan, tetapi juga pemilik informasi yang relevan (Thobby Wakarmamu, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Partisipasi politik merupakan salah satu elemen penting dalam sistem demokrasi. Secara umum, partisipasi politik mencakup tindakan, sikap dan orientasi yang bertujuan untuk mempengaruhi pemerintah sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan politik. Dalam konteks penelitian ini, partisipasi politik pemilih pemula difokuskan pada keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan politik yang berkaitan dengan proses pelaksanaan pemilu. Pendidikan politik memainkan peran penting dalam membantu pemilih memahami bagaimana memilih kandidat yang sesuai dalam pemilihan umum. Bagi pemilih pemula, pendidikan politik dapat menjadi panduan untuk menentukan siapa yang benar-benar mewakili aspirasi politik mereka. Dengan pemahaman tersebut, setid aknya mereka dapat terhindar dari jebakan mobilisasi kepentingan politik yang seringkali bersifat subyektif dan hanya menguntungkan kelompok tertentu(Firmansyah & Kariyani, 2. Oleh karena itu, pemilih pemula perlu memahami dasardasar ilmu politik. Di era digital seperti sekarang ini, informasi mengenai politik, visi dan misi, program-program peserta pemilu, dan profil kandidat dapat diakses dengan mudah. Penting bagi pemilih pemula untuk mempelajari latar belakang kandidat dan partai politik sebelum menentukan pilihan. Mereka juga perlu memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan nyata, bukan sekadar mengumbar janji-janji politik. Melalui wawancara yang telah saya lakukan banyak hal terkait dengan bagaimana masyarakat terutama pada sekolah menengah atas pada saat sosialisasi pendidikan politik bagi pemilih pemula sesurabaya. Terlihat dari apa yang saya tanyakan dan diskusi kami mengenai pemilihan daerah . pada 14 februari 2024 diamana kita semua akan melakukan pemilihan dengan jumlah 5 surat suara yang terdiri dari surat suara warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden, warna kuning untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), warna biru untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRDPro. , warna merah untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan warna hijau untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. Ternyata sangat menraik juga ternyata dalam diskusi ini banyak macam-macam fenomena yang telah mempengaruhi kebiasaan mereka. Pemilih pemula yang masih berada di tingkat sekolah menengah umumnya memiliki karakteristik yang unik karena masih dalam tahap perkembangan pemikiran dan pembentukan Pada usia ini, mereka cenderung belum memiliki pengalaman kerja atau tanggung jawab besar lainnya, sehingga pengaruh lingkungan sosial, termasuk keluarga, teman, dan masyarakat sekitar, menjadi faktor yang sangat dominan. Lingkungan ini dapat membentuk pandangan, sikap dan keputusan mereka, termasuk dalam hal memberikan suara dalam pemilu. Namun, karena masih dalam proses pencarian jati diri, pemikiran mereka seringkali mudah terpengaruh oleh opini atau dorongan dari pihak-pihak tertentu, baik yang bersifat positif maupun Tidak hanya itu Penting juga untuk memperhatikan bagaimana media, baik media sosial maupun media massa, mempengaruhi cara berpikir pemilih pemula. Di era digital seperti sekarang ini, informasi dapat dengan mudah diakses, namun sayangnya tidak semua informasi yang mereka terima terjamin keakuratan dan kebenarannya. Hoax, propaganda, dan kontenkonten manipulatif seringkali menjadi tantangan utama bagi pemilih pemula yang masih belajar a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 menyaring informasi. Ketergantungan terhadap media sosial sebagai sumber utama informasi politik dapat mempengaruhi pandangan mereka secara signifikan, terutama jika mereka cenderung mengikuti tokoh atau kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan sudut pandang yang beragam. Lalu juga ini tidak kalah pentingnya rasa solidaritas di antara teman sebaya juga memiliki pengaruh yang kuat. Pemilih pemula mungkin lebih mudah terpengaruh oleh pendapat teman sebaya mereka, baik karena rasa penerimaan kelompok atau kurangnya pengetahuan yang mendalam tentang isu-isu politik. Hal ini dapat menciptakan pola perilaku memilih yang tidak didasarkan pada pemahaman rasional, tetapi hanya mengikuti tren atau arahan dari lingkungan Dapat disimpulkan bahwa Pemilih pemula di tingkat sekolah menengah memiliki karakteristik yang unik karena mereka berada dalam tahap pembentukan identitas dan pemikiran. Tanpa pengalaman kerja atau tanggung jawab yang besar, mereka sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial seperti keluarga, teman, dan masyarakat. Tetapi, pemikiran mereka cenderung mudah terpengaruh oleh opini atau dorongan dari pihak-pihak tertentu, baik yang bersifat positif maupun negatif. Lalu juga, di era digital, luasnya akses informasi melalui media sosial dan media massa seringkali menjadi tantangan tersendiri, terutama karena adanya hoax dan propaganda yang dapat mempengaruhi cara pandang mereka. Solidaritas dengan teman sebaya juga memegang peranan penting yang terkadang membuat mereka mengikuti tren tanpa pemahaman yang rasional. Jadi, dengan adanya pendidikan politik dan literasi digital menjadi penting untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. Kota Surabaya dalam mempengaruhi partisipasi politik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. Kota Surabaya memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitias sosial, memperkuat kesatuan nusantara, dan mendukung pelaksanaan demokrasi ditingkat kota. Sebagai lembaga pemerintah kota surabaya. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. Kota Surabaya dalam meningkatkan partisipasi politik ada beberapa peran prioritas seperti hasil wawancara Drs. Agus Setyoko. Si dengan (Ketua kerja fasilitas hubungan antar lembanga bakesbangpol Kota Surabaya, pada 03 januari 2. Au Pentingnya pendidikan politik bagi pemilih pemula misalnya Meningkatkan Kesadaran mengenai wawasan kebangsaan memuat materi yang telah disampaikan saat sosialisasi sebagai berikut : . Syarat Pemilih harus berusia minimal 17 tahun atau sudah/pernah menikah pada hari pemungutan suara. Pemilih harus memiliki status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Pemilih harus memiliki eKTP atau terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pemilih tidak sedang menjalani hukuman pidana yang mencabut hak pilihnya sesuai dengan keputusan pengadilan. Tips jadi pemilih anda harus tau visi-misi, rekam jejak dari kandidat pasangan calon, cara mencoblos yang benar agar surat sah, jangan tergoda oleh janji atau pemberian materi dari pihak tertentu, karena hal ini melanggar hukum dan merusak integritas pemilu. Menampilkan Denah TPS agar para . Menjelaskan dan menampilkan enampilkan web DPT online dengan buka situs resmi KPU atau platform pemerintah terkait . isalnya cekdptonline. lalu masukan data pribadi NIK. Setelah data dimasukkan, sistem akan menampilkan informasi seperti nama Anda, status terdaftar, nomor TPS, dan lokasi TPS. Jika Anda tidak terdaftar atau ada data yang salah, segera laporkan ke kantor kelurahan atau panitia pemilu di wilayah Anda. Penggunaan Teknologi Informasi bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) misalnya dengan dilaksanakan menggunakan fasilitas vidio tron diarea sekitar tunjungan plaza surabaya punya swasta ini merupakan mewujudkan partisipasi dalam a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 demokrasi, running teks ditransportasi umum, melalui sosial media, menyediakan posko untuk saling bertukar informasi politik di dekat mall pelayanan publik. Dari pemeberian pendidikan politik bagi pemilih pemula,tentunya bermanfaat bagi pemilih pemula, yaitu sebagai berikut. Dapat meningkatkan jumlah partisipasi, pendidikan politik membantu bagi pemilih pemula memahami bagaimana itu politik, hak, dan kewajiban sebagai warga negara indonesia. Untuk menghasilkan pemimpin masa depan yang berintegritas, pendidikan politik memegang peranan penting. Bukan hanya pemilih yang perlu mendapatkan pendidikan politik, tetapi juga para calon pemimpin. Penguasaan yang baik terhadap seluk-beluk politik dan pemerintahan akan berkontribusi pada pembentukan pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab. Memeperkuat demokrasi bangsa dengan pemahaman politik masyarakat terutama pemilih pemula dapat berkontribusi dalam pelaksanaan pesta demokrasi di indonesia terutama di Kota Surabaya. Mencegah money politic dan golput dengan meningkatkan pengetahuan politik masyarakat, diharapkan dapat mengurangi praktik money politics dan meningkatkan partisipasi dalam pemilu, sehingga mengurangi angka golput. Menguatkan stabilitas politik Partisipasi yang aktif dan pemahaman yang baik tentang proses politik dapat membantu menciptakan stabilitas politik dalam suatu negara. Tantangan dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi Keterbatasan Personil dalam melakukan sosialisasi Keterbatasan personil menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan oleh Bakesbangpol Kota Surabaya. Jumlah personil yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang harus dijangkau membuat kegiatan sosialisasi sulit dilakukan secara merata. Selain itu, personil yang ada seringkali harus menangani berbagai tugas lain, sehingga fokus mereka terhadap kegiatan sosialisasi menjadi terpecah. Kondisi ini dapat mempengaruhi efektivitas penyampaian informasi dan interaksi dengan siswa. Akibatnya, waktu dan tenaga yang dimiliki tidak selalu cukup untuk memberikan perhatian yang maksimal kepada setiap sekolah. Perbedaan Karakteristik Antar Sekolah (Personality Difference. Karakteristik yang berbeda dari setiap sekolah merupakan tantangan utama dalam proses Setiap sekolah memiliki budaya, metode pengajaran, dan profil siswa yang unik, sehingga pendekatan yang berhasil di satu sekolah belum tentu efektif di sekolah lain. Beberapa sekolah lebih bersifat akademis dengan siswa yang memiliki tingkat partisipasi yang tinggi, sementara sekolah lainnya kurang aktif atau cenderung pasif dalam menerima materi. Perbedaanperbedaan ini membutuhkan penyesuaian materi dan metode sosialisasi agar relevan dan mudah Selain itu, para mentor juga harus mampu membaca kebutuhan dan kondisi siswa dengan cepat untuk menciptakan interaksi yang menarik dan berdampak. KESIMPULAN Partisipasi politik pemilih pemula di Kota Surabaya, khususnya dari kalangan siswa SMA, memiliki arti penting dalam memperkuat demokrasi dan memastikan keberlanjutan pemerintahan yang representatif. Dengan populasi yang terus bertambah, tantangan partisipasi aktif tetap menjadi fokus utama, terutama mengingat tren yang menunjukkan tingkat partisipasi yang kurang stabil dalam beberapa pemilu terakhir. Pemerintah Kota Surabaya, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpo. , memainkan peran strategis dalam memberikan pendidikan politik untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan generasi muda. Pendidikan politik yang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 dijalankan oleh Bakesbangpol menyasar pemilih pemula dengan tujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Program ini mencakup sosialisasi di lebih dari 195 sekolah menengah atas dengan metode yang interaktif, termasuk diskusi, simulasi pemilu, dan penggunaan media sosial. Strategi ini tidak hanya relevan dengan karakteristik generasi muda yang aktif secara digital tetapi juga efektif dalam meningkatkan kesadaran kritis mereka terhadap pentingnya partisipasi politik. Dalam pelaksanaan program sosialisasi ini terdapat terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program ini, seperti keterbatasan personel dan perbedaan karakteristik antar sekolah. Kendala ini memerlukan inovasi lebih lanjut dalam pendekatan sosialisasi untuk memastikan semua siswa dapat terlibat secara optimal. Selain itu, pengaruh lingkungan sosial, media massa, dan solidaritas teman sebaya juga menjadi faktor penentu dalam membentuk pandangan dan keputusan politik pemilih pemula. Bakesbangpol juga berupaya memanfaatkan teknologi informasi dengan lebih baik melalui kerjasama dengan KPU dan BAWASLU, seperti pengadaan videotron, running text, serta portal informasi daring. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan akses informasi yang akurat dan mencegah penyebaran hoaks yang dapat memengaruhi opini pemilih muda. Secara menyeluruha, program pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kota Surabaya menunjukkan dampak yang positif. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan jumlah partisipasi dalam pemilu tetapi juga memperkuat kualitas demokrasi dengan menghasilkan pemilih yang lebih kritis dan sadar akan tanggung jawab mereka. Ke depan, peningkatan efektivitas program dan penanganan tantangan yang ada akan menjadi kunci untuk mencapai partisipasi politik yang lebih inklusif dan berkelanjutan. DAFTAR REFERENSI Arlis, & Prayogo. Pendidikan Politik Sebagai Proses Belajar Membentuk Kesadaran Politik dan Pendidikan Politik Sebagai Proses Belajar Membentuk Kesadaran Politik dan Peran Kewarganegaraan. December 2022. BPS. Kota Surabaya dalam Angka Tahun 2024. https://drive. com/file/d/142PZUGmsV1zvTusmE8RJ1YjZYKCR2m0/view?usp=sharing Dr. Drs. Thobby Wakarmamu. Metode Penelitian Kualitatif Penerbit Cv. Eureka Media Aksara. Metode Penelitian Kualitatif Penerbit Cv. Eureka Media Aksara, 1. Firmansyah. , & Kariyani. Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Di Tengah Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Sumbawa Tahun 2020. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidika. , 5. , 1232Ae1237. https://doi. org/10. 58258/jisip. Hasyim. Bin. Nurbudiwati. , & Fauzan. Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Dalam Partisipasi Pelaksanaan Pemilihan Umum. Jurnal Budaya Masyarakat (JBM), 1. , 1Ae6. https://doi. org/10. 36624/jbm. Januarti. Partisipasi dan Orientasi Pemilih Pemula Memilih Calon Anggota Legislatif. Applied Microbiology and Biotechnology, 85. , 6. Khaerul Umam Noer. Partisipasi publik : model, pendekatan, dan praksis. http://repository. id/id/eprint/9395 Perwali, kota surabaya. Salinan Walikota Surabaya Provinsi Jawa Timur. 1965, 1Ae7. https://jdih. id/pdfdoc/perwali_2029. Prayugo. , & Prayitno. Pendidikan Politik Sebagai Proses Belajar Membentuk Kesadaran Politik dan Peran Kewarganegaraan. EDUKASIA: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 3. , 427Ae442. https://doi. org/10. 62775/edukasia. Puspita Dewi. Imanina. , & Hidajat. Partisipasi Masyarakat Pada a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Daya Tarik Wisata Religi Di Kawasan Cirebon. Sapta Pesona: Jurnal Kepariwisataan, 1. , 26Ae33. https://doi. org/10. 26623/jsp. Sumanto. , & Haryanti. Pendidikan Politik. In Visipena Journal (Vol. Issue . Surbakti. Memahami Ilmu Politik. By Ramlan Surbakti . In Asal. Ciri dan Arti Partai Politik . Tsanawiyah. , & Kota. INSTITUT AGAMAS ISLAM NEGERI ( IAIN ) BENGKULU. Wikan. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Yogyakarta Kota Pendidikan Dan Ekonomi Alternatif. Cakrawala Pendidikan, 23. , 527. http://apkapm. ISSN : 2828-5700 .